Home Blog Page 13597

Niat Ngasih Pelajaran, Masuk Sel Benaran

Mirza (34) sering marah dan merusak barang-barang yang ada di rumah orangtuanya. Akibatnya, kedua orangtuanya kesal dan berniat memberi pelajaran kepada Mirza. Caranya, Mirza bakal dimasukkan ke sel, jika prilakunya terulang kembali.

Nah, ternyata betul warga Jalan HM Jhoni Medan yang tinggal di Jakarta itu marah-marah kepada ibunya. Mirza juga memukul kaca jendela rumahnya hingga pecah.

Ibunya langsung memberitahukan peristiwa itu kepada ayah Mirza yang saat itu sedang bekerja. Ayah Mirza langsung menghubungi petugas Polsekta Medan Area. Tujuan orangtuanya memanggil polisi sebenarnya agar Mirza ditahan selama 1×24 jam saja untuk memberi pelajaran supaya prilakunya berubah.

Tak lama kemudian, petugas Reskrim Poslek Medan Area tiba di rumah Mirza dan memboyongnya ke kantor polisi. Namun, sebelum dibawa ke kantor polisi terlebih dahulu menginterogasi Mirza sekaligus menggeledah isi kantong celananya.

Begitu digeledah di kantong celana Mirza ada satu paket sabu-sabu. Tak pelak, polisi pun langsung membawa Mirza berikut barang bukti 1 paket sabu-sabu dan menjebloskannya ke sel Malposekta Medan Area.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP J Banjarnahor menjelaskan, awalnya orangtua Mirza sengaja memanggil polisi untuk menjemput putranya itu, karena suka marah-marah bila berada di rumah. Namun, saat saku celana pria yang sudah istri dan punya anak itu digeledah ditemukan sabu-sabu.

“Polisi sengaja datang ke rumah Mirza karena diminta oleh orangtuanya, supaya Mirza ditahan selama 1×24 jam sekaligus bisa membuat efek jera. Tapi, Mirza mengantongi sabu-sabu,” jelas Banjarnahor. Jadi, kata Banjarnahor, Mirza tidak akan ditahan selama 1×24 jam melainkan selama beberapa tahun.
“Minimal Mirza akan berada dalam sel 4 tahun karena mengkonsumsi sabu-sabu,” jelas Banjarnahor.

Sementara Mirza mengaku sudah menjadi pecandu sabu-sabu sejak dua tahun lalu. Pengaruh narkoba membuat prilakunya berubah dan suka marah-marah. “Saya pulang ke Medan karena adik saya akan menikah dalam waktu dekat ini,” ujar Mirza. (gus)

Jessie J Disebut Penyuka Sesama Jenis

Tidak hanya Simon Cowell yang kehidupan pribadinya dikupas habis-habisan dalam biografi tak resmi. Penyanyi R&B Jessie J mengalami nasib serupa lewat buku berjudul Jessie J: Who”s Laughing Now karya Chloe Covan.

Salah satu fakta Jessie J dari buku itu yang menarik perhatian adalah orientasi seksnya. Pelantun Price Tag itu disebut sebagai penyuka sesama jenis sejak berumur 17 tahun. Menurut buku Covan, Jessie J sebenarnya ingin mengakui fakta tersebut. Tetapi, dia takut hal itu berimbas pada karir bermusiknya dan kehilangan kontrak dengan Universal Music.

Di dalam buku tersebut juga ditulis bahwa petinggi label rekaman Jessie J mengetahui orientasi seks itu. Tetapi, sang bos menyarankan agar perempuan 24 tahun tersebut lebih baik mengaku sebagai biseksual. Hal itu lebih aman terhadap image dan karir musiknya yang memang sedang naik daun.
“Dia (Jessie J) sudah disarankan untuk tidak mengaku lesbian. Meski masyarakat bisa jadi menganggap kalau menjadi lesbian itu trendi, eksotis, dan bisa menjadi fashion statement. Dan, tentu hal itu akan meningkatkan popularitasnya,” ujar Govan seperti dikutip Daily Mail.

Pada Maret 2011 Jessie J kepada penyanyi Rihanna pernah bilang bahwa dirinya biseksual. “Saya tidak pernah menyangkalnya. Saya memang nge-date dengan perempuan dan laki-laki. Itu semua benar,” ujar salah seorang mentor dalam reality show The Voice itu.

Fakta kesehatan Jessie J juga disinggung dalam Jessie J: Who”s Laughing Now. Penyanyi yang sudah menjual album 12 juta keping di seluruh dunia itu menderita Wolff”Parkinson”white syndrome. Penyakit tersebut dapat mengakibatkan detak jantungnya naik empat kali lebih cepat daripada keadaan normal. Selain itu, Jessie J disebut pernah stroke pada usia 18 tahun. (kkn/c6/ayi/jpnn)

271 Lokasi Dibangun Jalan Setapak

MEDAN-271 lokasi pembangunan dan rehabilitasi jalan setapak di 7 kecamatan di jajaran Pemko Medan, menggunakan APBD Kota Medan tahun 2012 baru mulai dikerjakan Juni mendatang.

“271 lokasi itu dari 841 lokasi jalan setapak di seluruh Kota Medan,” kata Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Medan, Ahmad Mahdi Siregar.

Dikatakan Mahdi, ketujuh kecamatan meliputi Kecamatan Medan Johor, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Medan Selayang.

“Dari 271 lokasi pembangunan dan rehabilitasi jalan setapak tersebut di antaranya terdapat di Kecamatan Medan Johor sebanyak 65 lokasi, Medan Polonia 2 lokasi, Medan Maimun 3 lokasi, Medan Tuntungan 93 lokasi, Medan Sunggal 28 lokasi dan Medan Selayang 60 lokasi,” ucapnya.

Sedangkan di Kecamatan Medan Baru, tidak ada pembangunan jalan setapak karena program ini memang difokuskan ke kawasan pinggiran.
“Artinya di kawasan inti kota tidak ada pembangunan dan rehabilitasi jalan setapak,” jelasnya.

Anggota DPRD Medan, Daniel Pinem meminta kepada Dinas Perkim Medan agar meyerahkan atau mengumumkan daftar lokasi ke-271 pembangunan jalan setapak itu kepada masyarakat melalui kelurahan atau kecamatan. (adl)

Data e-KTP Capai 68,68 Persen

MEDAN-Pendataan Kartu Tanda Penduduk Elekteronik (e-KTP) di Kota Medan hingga April 2012 sudah mencapai 68,68 persen atau 1.289.830 jiwa. Sementara target yang ditetapkan kementerian dalam negeri 1.783.840 jiwa dari total 2.170.000 jiwa penduduk Medan yang wajib e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) Kota Medan, Darusalam Pohan mengingatkan kepada masyarakat Medan untuk segera melakukan perekaman e-KTP di masing masing kecamatan Sabtu dan Minggu.

“Kita sangat mengharapkan bagi warga masyarakat yang sibuk untuk meluangkan waktunya melakukan perekaman e-KTP di kecamatan setempat hari Sabtu dan Minggu,” cetusnya.

Dijelaskannya, untuk hari Sabtu dan Minggu perekaman e-KTP tetap dilakukan agar masyarakat yang tidak memiliki waktu bisa segera melakukan perekaman.

“Jadi untuk mengoptimalkan perekaman e-KTP di Medan hari Sabtu dan Minggu tetap dilaksanakan, dimana warga bisa datang dengan membawa KTP tanpa dipungut biaya apapun alias gratis,” ungkapnya.

Selain itu, Darusalam juga mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati dan tidak memakai perantara dalam mengurus Akta Kelahiran di Kota Medan, karena belakangan ini pihaknya sudah banyak mendapatkan laporan terkait beredarnya akta kelahiran palsu di Medan.Namun, katanya, tidak bisa memastikan soal besaran jumlah akta kalahiran palsu. Hanya saja sejumlah instansi terkait seperti imigrasi banyak melaporkan adanya akta kalahiran yang diduga palsu.

“Saya hanya mengingatkan masyarakat untuk mengurus pembuatan akta kelahiran anaknya langsung ke kantor disdukcapil, selain gratis sekarang ini lebih cepat,” ungkapnya.

Diingatkannya, dalam pengurusan akta kelahiran, warga Kota Medan diharapkan secepat mungkin mengurusnya untuk menghindari denda.  “Kita perlu ingatkan untuk anak 0-60 hari pembuatan akta kelahiran gratis. Umur 61 hari-1 tahun bayar 10 ribu dan di atas 1 tahun harus melampirkan penetapan pengadilan,” cetusnya. (adl)

Dosen Harus Mampu Menulis Karya Ilmiah

MEDAN-Mengutip ucapan penyair Taufik Ismail yang mengatakan generasi sekarang rabun membaca dan lumpuh menulis, Dekan FE UMSU, Zulaspan Tupti SE MSi menilai hal tersebut merupakan realita yang terjadi saat ini.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena mindset atau pola pikir dosen yang menganggap profesinya hanya untuk mengajar.
“Mindset yang terbangun hanya fokus mengejar SKS dan mengajar demi profit,” ujar Zulaspan, ketika membuka Pelatihan Penulisan Buku Ajar di Auditorium kampus utama UMSU, Jalan Mukhtar Basri Medan, kemarin.

Untuk itulah bilang Zulaspan, FE UMSU terus berupaya menumbuhkembangkan minat menulis di kalangan dosen sebagai bagian aplikasi tri dharma perguruan tinggi.

“Tugas seorang dosen bukan hanya sekadar mengajar, tapi juga harus aktif melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah, terutama buku ajar,” ujarnya.
Sejauh ini, bilang Zulaspan, dosen FE UMSU sudah banyak yang membuat tulisan, ikut kompetisi hibah bersaing dan memenangkan hibah tersebut. Namun dia mengakui dosen yang menulis buku ajar apalagi yang berskala nasional dan dipublish (diterbitkan) di website dikti  masih minim.

“Sehingga, melalui pelatihan penulisan buku ajar itu kita berharap dosen mampu menulis buku berskala nasional dan diterbitkan secara nasional pula. Rencananya, jika buku karya dosen FE UMSU layak cetak dan akhirnya dipublish ke tengah masyarakat, fakultas akan memberi reward kepada si

penulis,”ungkapnya. Saat ini, akunya, untuk memotivasi dan menggali potensi menulis di kalangan dosen tengah dilakukan FE UMSU secara bertahap.(uma)

Nasi Goreng Kompromi DPRD Sumut Juara I

Lomba Masak Milad ke-14 PKS

Tim Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumut yang digawangi tiga anggota fraksinya antara lain, Muhammad Nasir, Zulkarnaen ST dan Taufiq Hidayat menjadi pemenang pertama lomba memasak yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Medan, ketika Milad ke-14 DPD PKS Kota Medan di Taman Sri Deli, Jalan SM Raja Medan, Minggu (22/4).

Tim yang mengusung menu Nasi Goreng Kompromi, di akhir penilaian oleh tim juri yang dipimpin Ketua Dewan Syariah PKS Sumut H Muhammad Yusuf Fahmi LC, memberi nilai 54. Zulkarnaen ST bertindak sebagai pemegang kendali pada wajan penggorengan, M Nasir dan Taufiq Hidayat yang meracik bumbu-bumbu serta menghias Nasi Goreng Kompromi yang mereka buat.

Sementara untuk urutan kedua ditempati tim dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), dengan menyuguhkan menu Nasi Goreng Sumut Sejahtera, yang mendapat nilai 50,5. Untuk Tim Pemprovsu ini, lini pemegang kendali penggorengan diserahkan kepada Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, sementara penyajian bumbu dan menghias diserahkan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Nurdin Lubis dan Dirut PT Perkebunan Sumut, Darwin Nasution.

Pemenang ke tiga adalah DPW PKS Sumut dengan nilai 50, yang diperkuat Satriya Yudha Wibowo, Anggota DPR RI dari PKS Idris Lutfhi dan Anwar Zaelani, dengan menu Nasi Goreng Ekspansi.

Lomba masak di perhelatan itu sendiri, diikuti oleh lima tim. Dua tim lainnya adalah tim dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Medan, yang terdiri dari Ketua DPD PKS Kota Medan, Azhar Arifin LC, Sekretaris DPD PKS Kota Medan, Abdul Rahim Siregar dan Hanafi Ismet dengan menu andalan Nasi Goreng Gulung.

Tim lainnya adalah tim dari Fraksi PKS DPRD Kota Medan yang diisi oleh tiga orang anggota Fraksi PKS DPRD Medan, yakni Jumadi, Juliandi Siregar dan Zulmurado Slawat. Menu yang disajikan adalah menu Pasti Kena Sedapnya (PKS).

Menurut salah seorang dari tim DPRD Sumut, Muhammad Nasir, kemenangan tim DPRD Sumut dengan Nasi Goreng Kompromi pada lomba masak Milad PKS Kota Medan, bukan kemenangan kebetulan. Tapi karena Zulkarnaen, dirinya dan Taufiq Hidayat memiliki latar belakang dan ahli memasak nasi goreng.

“Bukan kemenangan kebetulan, tapi karena kami kompak dan berlatar belakang ahli masak memasak nasi goreng, dan pecinta kuliner yang pada umumnya dikelola pelaku ekonomi kecil yang tersebar merata di Kota Medan,” ungkap M Nasir sembari bercanda.

Dan diketahui, untuk lomba masak ini pemenang pertama berasal dari Cabang Dakwah (Cada) 5, pemenang kedua dari Cada II, pemenang ketiga dari Cada IV, pemenang keempat dari Cada IV dan pemenang kelima dari Cada 1.

Ketua Dewan Syariah PKS Sumjut H Muhammad Yusuf Fahmi, Lc  menjelaskan bahwa penilaian didasarkan atas empat kriteria yaitu cita rasa, kebersihan, kekompakan dan keindahan penyajian dalam rentang waktu 25 menit.

Ketua Panitia Salman Al Fairisi menyebutkan, sebelum acara puncak pihaknya menggelar Turnamen Futsal antara pengurus DPC PKS dan Pasar Murah dengan 4.000 paket sembako.(ari)

Lolos Meskipun Sudah Kena Tembak

Pengakuan Bandar Sabu Martil Kepala Polisi

MEDAN-Edward Nasution (40), bandar sabu-sabu yang memukul kepala Brigadir Erdianto dengan martil, pernah ditembak polisi di bagian paha kanannya tapi berhasil lolos setelah melompat ke Sungai Deli tujuh tahun lalu.

“Sekitar 7 tahun lalu aku ditembak saat penggerebekan oleh petugas kepolisian. Saat itu aku membawa sabu milik Ilham yang juga rekan bisnis si Iskandar. Tetapi aku berhasil lolos dengan luka tembak di paha sebelah kanan setelah lompat ke dalam Sungai Deli,” kata Edward, saat ditemui Sumut Pos di ruang juper Polsek Medan Barat, Minggu (22/4).

Dijelaskan pria bertato itu, penggerebekan terjadi di Jalan Sekata, tak jauh dari kediamannya. Saat itu, dirinya menerima sabu-sabu dari Ilham sebanyak 1 ons. Saat barang diterimanya, polisi datang dan mencoba menangkapnya. Mengetahui polisi mencoba menangkapnya, bapak beranak dua itu mencoba meloloskan diri. Akan tetapi, petugas langsung mengeluarkan tembakan dan mengenai paha kanannya.

Tak kehabisan akal, Erward yang terkena peluru panas polisi langsung berguling-guling dan masuk ke Sungai Deli guna menyelamatkan diri. “Di situlah aku selamatnya,” ucapnya.

Merasa kasus yang pernah dialaminya sekitar 7 tahun lalu sudah aman, Edward akhirnya nekat kembali mengedarkan sabu-sabu. Dan akhirnya ditangkap oleh Polsekta Medan Barat dikediaman Zulkarnain di Jalan Sekata Lorong V, Gang Ikhlas, Kecamatan Medan Barat.

Ketika disingguung aksi yang dilakukannya terhadap Brigadir Erdianto, Edward mengaku tidak mengetahui kalau Erdianto adalah petugas kepolisian dari Polsek Medan Barat. Dirinya nekat memukul kepala Erdianto dengan martil yang sudah disiapkannya usai memperbaiki AC.

“Pake martil aku pukul kepalanya dua kali. Aku tidak mengetahui kalau dia itu petugas. Karena ku lihat mereka sedang berkelahi. Kenekatan itu aku lakukan bukan untuk meloloskan diri, tetapi untuk membantu si Iskandar yang sudah berkelahi itu,” katanya yang sehari-hari mengaku berprofesi sebagai teknisi listrik.

Sementara, pengakuan Iskandar Zulkarnain (42) alias Karnen sebelum menjadi bandar sabu-sabu berprofesi sebagai pedagang kambing. Namun, karena tak cukup menafkahi istri dan tiga anaknya sehingga membuatnya nekat menjadi bandar sabu-sabu.

“Aku dulu dagang kambing. Karena nggak cukup untuk menafkahi istri dan ketiga anak aku. Terpaksa aku beralih ke bisnis sabu,” kata Karnen.
Semenjak menjadi bandar sabu-sabu, lanjutnya, tak membuatnya bahagia. Biarpun dengan penghasilan besar, akan tetapi istrinya meninggalkannya.
“Setahun yang lalu kami pisah. Pisahnya karena saya terlalu kasar dengan istri dan terkadang main pukul. Dan akhirnya aku dilaporkan dan sempat ditahan di Polsekta Medan Barat.

Semenjak cerai, Karnen yang semula menyewa rumah di Komplek Bumi Asri ini pun pindah kembali ke Jalan Sekata tempat dimana dirinya dibesarkan. Nah, di sana dirinya kembali menemukan pujaan hatinya dan ketemu dengan Yeni dan mereka pun menikah.

“Aku baru setahun menikah lagi dan belum punya anak. Tapi, ketiga anakku dia yang rawat,” ucapnya lagi yang mengaku pernah bekerja di rumah Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar. (adl)

PMI Sumut Launching Gerakan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan launching Gerakan Donor Darah sebagai gaya hidup bersama dengan PMI Kabupaten/Kota Regional III yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan Jumat (20/4) di Lapangan Ika Buna Rantauprapat.

Acara yang dihadiri Bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar, Ketua DPRD Labuhanbatu Hj Ellya Rosa Siregar, Wakil Bupati Labuhanbatu Suheri Pane, beserta unsur Muspida Labuhanbatu terdiri dari Kapolres, Dandim, Sekda Labuhanbatu.

Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK, dan Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kota dari Labura dan Kota Tanjungbalai, diwakili oleh Sekdako Ir Erwin Pane dan tokoh masyarakat Labuhanbatu H Tutur Parapat serta undangan lainnya termasuk dari Palang Merah Remaja, Korps Sukarelawan, Organisasi Kepemudaan serta tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh pengusaha setempat.

Ketua PMI Provinsi Sumatera Utara Dr Rahmat Shah menyampaikan, salah satu tugas pokok PMI adalah dalam pemenuhan kebutuhan darah, sehingga sosialisasi gerakan donor darah kepada siapa saja, dimana saja, dan kapan saja senantiasa dilakukan oleh PMI beserta seluruh jajarannya. “Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh jajaran PMI sebagaimana yang telah ditekankan Ketua PMI Pusat, Pak Jusuf Kalla, dimana sebelumnya PMI Sumut adalah yang terjelek dalam hal pemenuhan stock darah. Tapi setelah gerakan secara simultan dan direspon dengan baik oleh berbagai pihak karena kegiatan donor darah hampir berlangsung dimana-mana oleh berbagai elemen masyarakat, sehingga grafik pemenuhan darah di Sumut semakin signifikan,” kata Rahmat.
PMI Sumut telah menandatangani naskah kesepahaman dengan berbagai pihak seperti Poldasu, Kodam I/BB, Kosek Hanudnas, Korpri Sumut, DPP Aceh Sepakat, USU, UNIMED, IAIN SU, UISU, UMSU, dan juga BPD HIPMI Sumut derta MPW Pemuda Pancasila Sumut.

Selanjutnya PMI Kabupaten/Kota telah pula menindaklanjuti MoU tersebut dengan menandatangani Mou dengan berbagai pihak di daerah, seperti hari ini PMI Labuhanbatu menandatangani naskah kerjasama kepalangmerahan dengan Polres Labuhanbatu serta Dandim 0209/LB serta Korpri Labuhanbatu. Dalam acara ini, PMI Sumut juga menyerahkan satu unit mobil unit donor darah lengkap dengan fasilitasnya yang akan mengcover lima daerah yakni Asahan, Tanjungbalai, Labura, Labuhanbatu serta Labusel. Penempata mobil UDD ini di Labuhanbatu, karena PMI Labuhanbatu telah memiliki UDD yang selama ini berjalan dengan baik.

“Dengan dilaunchingnya gerakan donor darah sebagai gaya hidup, patutu kita berikan apresiasi kepada kelima kabupaten/kota yang tentunya akan diikuti oleh Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara,” ujar Rahmat Shah.

Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar menyampaikan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang bertugas membantu meringankan beban sesama tanpa membedakan agama, bangsa, suku, golongan, warna kulit, jenis kelamin dan bahasa.

Kata Tigor, darah merupakan komponen paling penting yang ada dalam tubuh, mengingat fungsinya sebagai alat transportasi, kekurangan darah dalam tubuh dapat memacu sejumlah penyakit dimulai dari anemia, hipertensi, serangan jantung, dan beberapa penyakit lainnya, ujar mantan Direktur RSUD Labuhanbatu ini.

“Atas nama masyarakat Labuhanbatu sekaligus mewakili Bupati/Walikota se-wilayah regional III, mengucapkan terimakasih kepada PMI Provinsi Sumatera Utara yang telah menyerahkan bus unit donor darah yang siap melayani dan memenuhi kebutuhan darah, sehingga kekurangan stok darah selama ini akan mampu terpenuhi,” ujar Tigor menyampaikan rasa terimakasihnya.

Selain itu, Tigor berjanji akan mengalokasikan anggaran dari pemerintah daerah guna mendukung operasional bus PMI, dan sudah mendapat persetujuan dari Ketua DPRD.

Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara penyerahan dari PMI Provsu kepada Bupati Labuhanbatu, untuk selanjutnya Bupati menyerahkan kepada Ketua PMI Kabupaten/Kota se wilayah regional III. Selanjutnya dilakukan peninjauan mobil UDD dan kegiatan donor darah yang diikuti oleh ratusan orang dari berbagai pihak. Acara juga dihibur dengan tarian yang dibawakan oleh PMR yang diasuh oleh PMI Labuhanbatu. (*)

 

Sebulan Urus KK Belum Siap Juga

085262300xxx

Halo Pak Walikota Medan saya mau tanya sebenarnya urus KK berapa lama? Karena saya warga Medan sampai 1 bulan lebih belum siap? Ini terjadi di Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung. Thanks Pak atas informasinya.

Lapor Kepada Saya

Terima kasih informasinya dan tolong laporkan kepada lurah yang bersangkutan. Apabila berkas sudah dilengkapi tetapi pengurusan tetap dipersulit, kalau tidak ada penyelesaian juga, lapor kepada saya di kantor camat untuk kita tindaklanjuti.

Hendra Asmilan
Camat Medan Tembung

Semua Urusan di Kelurahan Timbang Deli Dikutip Biaya

085761244xxx

Halo Wali Kota Medan saya salah seorang warga baru di Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas. Saya heran melihat birokrasi di sini untuk semua urusan surat pindah, KTP, dan KK kok dikutip biaya oleh Keplingnya? Katanya uangnya untuk dikasih ke lurah dan ke camat.

Mohon Identitas Lengkap

Terima kasih atas informasinya, dalam pengurusan KK dan KTP tidak dipungut biaya. Mohon identitas Kepling dan yang mengurus lebih lengkap agar bisa kita tindaklanjuti.

Emir Mahbob Lubis
Camat Medan Amplas