31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13601

Penertiban Warnet Berlanjut

Penertiban yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Medan, terhadap pengusaha warung internet (warnet) yang menyimpang dari Perwal No 28 tahun 2011 terus berlanjut. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kadis Kominfo Medan, Zulkifli Sitepu.

Seperti apa penertiban warnet?

Razia yang kita lakukan akan terus berlangsung hanya saja sistem operasionalnya berbeda yakni terpadu dengandemonstrasi. Tetapi di luar itu anggota tetap melakukan pengawasan dan pembinaan dengan memberikan peringatan. Jadi tidak benar kalau penertiban tidak berlanjut, hanya saja sistem operasional berbeda agar pengusaha  warnet benar-benar mematuhi  perwal yang telah diterbitkan terkait dengan pengoperasian warnet.

Apa saja kendala yang dihadapi?

Kalau untuk kendala yang ditemukan di lapangn para pemilik warnet sulit sitemui di lapangan. Yang lebih banyak karyawannya, sehingga informasi tak sampai. Hari ini, Jumat (27/4) kita akan melakukan razia terpadu dengan sasaran siswa sekolah bekerjasama dengan Diknas Medan, aparat kepolisian, Denpom dan Satpol PP.

Bagaimana pengawasan terhadap situs porno?

Tidak tertutup kemungkinan kita bekerjasama dengan Dir Reskrimsus Poldasu yang membidangi cyber crime. Karena mereka yang lebih paham dan berkaitan dengan porno, sekaligus pelanggaran UU pornografi dan penjualan elteronik. Dinas Kominfo Medan tidak memiliki peralatan teknologi informasi (TI) apapun yang mampu melakukan penyaringan atau filterisasi atas jutaan situs internet yang mengandung konten pornografi.

Kenapa harus kordinasi dengan pihak lain?

Tidak gampang melakukan penyaringan konten porno di internet yang memiliki skala luas dan bisa diakses di belahan dunia manapun. Internet itukan internasional, mana bisa diberantas total. Untuk itu, agar tidak banyak warga, terutama pelajar dan anak-anak mengakses situs pornografi, kita merazia warnet. Jadi, kita tunggu sajalah jam 12 malam, lalu kita ke warnet untuk razia. Lagi pula, perwal itu juga menjadi modal melakukan razia, karena ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengusaha warnet.

Bagaimana mengendalikan situs porno?

Situs porno di warnet bisa dikendalikan, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan Dinas Kominfo Medan saat melakukan razia, yakni memeriksa komputer induk atau server yang ada di meja pengelola. Tengok saja dari komputer server-nya, lalu komputer-komputer lainnya kan bisa terdeteksi apakah sedang membuka situs porno atau tidak.(*)

Jessica Simpson Kaftan Leopard untuk Bersalin

Jessica Simpson yang kini hamil tidak ingin proses kelahiran bayinya berlangsung biasa-biasa saja. Selebriti berusia 31 tahun itu punya ide out of the box yang sangat fashionable. Simpson ingin memakai kaftan bermotif leopard ketika persalinan anak pertama hasil hubungan dengan tunangannya, Eric Johnson.

Simpson bakal menolak memakai gaun rumah sakit seperti yang dipakai kebanyakan calon ibu ketika proses melahirkan. Menurut jadwal, pelantun I Wanna Love You Forever itu melahirkan akhir bulan ini. “Aku baru saja bangun dari sebuah mimpi yang memperlihatkan aku memakai kaftan bermotif leopard. Hebat, aku harus mencarinya sekarang,”Tweet-nya Selasa (24/4) lalu.

People menulis beberapa kaftan yang bisa menjadi pilihan Simpson jika ide gila itu jadi diwujudkan. Channel belanja QVC merekomendasikan dua kaftan rancangan ikon fashion ternama. Yaitu, dari Dennis Basso dengan harga USD 44,86 (sekitar Rp 412 ribu) dan kreasi Joan Rivers yang dibanderol USD 33,36 (sekitar Rp 306 ribu)

Toko fashion online dari Inggris, ASOS, juga tidak mau ketinggalan menawarkan koleksi kaftannya. Situs dengan pangsa pasar berusia 16-34 tahun itu mengandalkan kreasi desainer Helene Berman. Kaftan bergaya V neck seharga USD 87,26 (sekitar Rp 801 ribu) itu dinilai cocok dengan Simpson.
Belum ada kabar terbaru kaftan mana yang dipilih Simpson. Mantan istri Nick Lachey itu malah memberikan konfirmasi tambahan bahwa dirinya masih hamil. Hal ini terkait dengan rumor kalau Simpson sebenarnya sudah melahirkan.

Simpson sendiri bertunangan dengan Eric Johnson pada 14 November 2010. Johnson merupakan atlet American Football yang pernah bermain bareng San Francisco 49ers. Johnson bercerai pada 7 Oktober 2010 sebelum menjalin hubungan dengan Simpson. (kkn/tia/jpnn)

Dipukul Gara-gara Menegur

Suhendro Gunawan (43) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi yang bertugas di Polres Deliserdang, Kamis (26/4) pagi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian berawal sekitar pukul 10.00 WIB, saat itu Suhendro Gunawan baru saja usai melakukan salat Duha di Masjid Taqwa Kampus Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), Jalan Willem Iskandar.

Nah, saat Suhendro Gunawan hendak memakai sepatu di teras masjid, dia duduk bersebelahan dengan oknum polisi berinisial Z. Suhendro pun menyapa Z.

“Bapak mengisi kuliah juga ya, Pak,” ujar Suhendra pada Z saat itu.

Namun Z tidak menjawab, malah menjawab pertanyaan Suhendro itu dengan pukulan, pada wajah dan dada Suhendro. Suhendro langsung kaget.
“Sewaktu saya mau masuk ke masjid, beliau sudah ada di teras masjid. Usai saya melaksanakan salat dan mau pakai sepatu dia (Z) masih berada di situ,” jelas Suhendro di saat mengadu di Mapoldasu.

Semula Suhendro menyangka, bahwa keberadaan oknum polisi tersebut adalah untuk mengisi kuliah di kampus LPP, seperti pemateri praktisi lainnya dari luar kampus LPP. Saat setelah dipisah oleh beberapa orang yang melihat kejadian tersebut, namun bukannya malah membuat emosi oknum polisi tersebut reda, malah semakin menjadi-jadi.

Atas kejadian itu, korban didampingi kuasa hukumnya, Ridho Manurung, membuat laporan penganiayaan yang dialami Suhendro ke Mapolsek Percut Seituan, dan laporan pengaduan ini tertuang dalam STPL Nomor STPL/ 115/IV/2012/Percut Seituan yang diterima oleh KA SPK 1/A, Aiptu B Manurung, atas tindak pidana penganiayaan yang dialaminya.

Selanjutnya, Suhendro didampingi kuasa hukumnya, juga melaporkan  kejadian tersebut ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Poldasu yang tertuang dalam Surat Tanda terima Laporan, Nomor : STPL/73/IV/ 2012/ Bidang Propam, yang mencantumkan Aiptu Zainuddin diduga telah melanggar pasal 3 huruf G, PP RI No 2 Tahun 2003, tentang tidak mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik yang berhubungan dengan tugas kedinasan maupun yang berhubungan dengan umum.

Kapolsekta Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang personel yang melakukan pemukulan tadi.  “Sudah kita bawa ke Polres Deliserdang,” ujar Maringan.

Berdasar informasi yang diterima, oknum polisi itu saat ini bertugas di personel Babinkamtibmas Polres Deliserdang. Oknum polisi tersebut kata Maringan, ditangkap oleh petugas Propam Polresta Medan tak lama setelah korban melaporkan peristiwa tersebut.

Kapolresta Deliserdang AKBP Wawan Munawar saat ditanya menyebutkan, segera akan mengkroscek apakah benar Z anggota kepolisian Deliserdang.
Sedangkan, Kepala Biro Umum LPP Medan, Adi Widjajanto mengakui di kampus LPP Medan belum pernah terjadi penganiayaan. Apalagi yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap peserta kursus LPP Medan. (gus)

Marini Disidang Sembunyi-sembunyi

MEDAN-Diam-diam Pengadilan Negeri Medan menggelar sidang perdana perkara  kasus kelalaian yg dilakukan oleh Marini, guru TK Yayasan Bodhicitta, yg menabrak belasan muridnya secara sembunyi-sembunyi, Kamis (26/4).

Hakim menggelar di ruang perikanan lantai dua Pengadilan Negeri Medan. Padahal, seluruh  ruangan persidangan yang berada di lantai gedung Pengadilan Negeri Medan kosong. Sidang juga berlangsung singkat.

Ketua majelis hakim yang memimpin persidangan Wahidin SH mengaku, sidang memang digelar pada pagi hari karena selain terdakwa yang berstatus tahanan kota, Jaksa Penuntut Umum, Lyla Nasution, penasehat hukum terdakwa semua juga telah hadir.

Menurut Wahidin, Jaksa Lyla Nasution menutut terdakwa pasal 310 junto pasal 360 ayat 1 Undang-Undang Lalulintas, tentang kelalaian berkendaraan yang menyebabkan kecelakaan.

Setelah pembacaan dakwaan, sidang ditunda. Hakim menjadwalkan sidang selanjutnya akan berlangsung tanggal 1 Mei  mendatang dengan agenda eksepsi terdakwa.

Marini dikenakan tahanan kota dengan alasan depresi oleh Kajari Medan, tanpa ada surat keterangan dari kedokteran kehakiman.
Marini menabrak kerumunan siswa TK yang sedang senam di halaman sekolahnya di Jalan Selam. Saat itu dia berencana memindahkan mobil Toyota Avanza silver BK 1272 VQ  miliknya dari halaman yang juga dijadikan lokasi parkir. Saat dimundurkan mobil matik itu justru menabrak siswanya. (rud)

Kelabui SPBU, Sopir Tangki Setel Alat Pengangkut BBM

BELAWAN- Bisnis BBM (Bahan Bakar Minyak) ilegal yang memerlukan investasi rupiah, ternyata tak hanya menjanjikan untung besar. Banyak masalah rumit yang tak kunjung terselesaikan. Bagaikan sebuah lingkaran setan, pelanggaran yang terjadi saling terkait satu sama lain. Perjalanan BBM bersubsidi dari Instalasi Pengisian (Depot) menuju SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak) masih diwarnai budaya suap, sehingga kasus truk tangki ‘kencing’ di jalan pun tak pernah tuntas.

Pengusaha SPBU hanya bisa mengeluh dan takut membuka rahasia. Benarkah penyunatan volume pasokan truk tangki tidak hanya melibatkan oknum petugas pertamina, tapi ada oknum lain yang memberikan fasilitas untuk memodifikasi tera ukur yang terdapat di dalam truk tangki pengangkut jatah minyak rakyat tersebut.

Penelusuran Sumut Pos, Kamis (26/4) kemarin, dalam membongkar kasus truk tangki ‘kencing’ di jalan harus dimulai dari proses perjalanan BBM bersubsidi dari Instalasi (depo) Pengisian Pertamina Medan Group di Jalan KL Yos Sudarso Km 20 Medan Labuhan menuju SPBU. Dugaan yang cukup mengejutkan, praktik penyunatan BBM nekat dilakukan sopir truk tangki dengan memodifikasi alat pengukur minyak atau tera ukur (tera metrologi) yang terdapat di dalam tangki. Ini dilakukan untuk mengelabui pemeriksaan dari petugas pengawas SPBU.

Menurut pengakuan sopir tangki pertamina, untuk menutupi perbuatannya dan mengelabui petugas SPBU para sopir pun mencari cara dengan mengakali serta memodifikasi alat pengukur BBM yang ada dibagian bawah penutup tangki.

“Caranya gampang, tinggal nyetel jarum tera ukurnya saja yang ada di bawah tutup tangki (rantang) yang kita bawa. Karena, begitu sampai di SPBU yang diperiksakan jarum teranya pas atau tidak. Kalau jarum penunjuk teranya sudah cocok, kan tak ada masalah,” ungkap seorang sopir berinisial AR.
Sebelum memodifikasi alat pengukur BBM yang terdapat di truk tangki, biasanya para supir harus terlebih dulu mencari bahan materialnya ke UPTD Balai Metrologi
Disperindag Sumut di Persatuan STM Kampung Baru Medan.”Balai Metrologi itu dilibatkan dalam proses pengukuran kapasitas muatan tangki, biasanya truk tangki diharuskan pengukuran ulang pada setiap tahunnya,” sebut dia.
Setelah mendapat material sejenis kawat halus sebagai jarum penunjuk tera ukur dari oknum petugas metrologi, para pengemudi truk tangki pertamina mulai mengakali tera ukur di dalam tangki tersebut.
“Pada alat tera ukur di tangki truk pertamina itukan ada lobang kecil, dari situlah awal untuk mengakali alat pengukur minyak itu. Makanya sering diistilahkan oleh sopir ada jarum pengukur tera asli dan palsu. Tujuannya supaya SPBU terkecoh, meski BBM yang kami antar itu sebenarnya berkurang,” bebernya.

Meski dapat mengelabui petugas SPBU, sebut dia, tapi tak jarang pula petugas pengawas BBM di SPBU yang mendapat pasokan komplain karena jatah pesanannya berkurang. “Itupun terjadi kalau pengawas SPBU curiga, lalu BBM dimasukkan ke tangki timbun SPBU untuk diukur ulang dengan alat tera mereka. Tapi kalau mereka tidak tahu ya aman-aman saja,” ucapnya.

Dia menyebutkan, praktik kekurangan jatah BBM seperti ini diakuinya pernah ketahuan oleh petugas pengawas SPBU. Setelah dilakukan pengukuran ulang, ternyata hasilnya berbeda. Walaupun sudah ketahuan sopir biasanya tetap tak mengaku dan bersikukuh kalau ukuran tera di truk tangkinya sudah benar.

“Kalau ketahuan ya kita (sopir) pura-pura merasa benar saja, paling nanti SPBU komplain ke PT Elnusa, lalau diganti sama perusahaan tentang ke kurangan minyak tadi. Dan kalau kita diperiksa pengawas Elnusa, kita jawab saja kita tak ada ‘kencing’ sambil menunjukan jarum tera ukur di truk tangki tidak kurang. Soalnya pengawas perusahaan PT Elnusa pun tak tahu kalau tera ukurnya sudah kami olah,” ceplosnya.

Kendati ia mengakui perbuatannya tersebut melanggar hukum, namun menurut dia hal tersebut dilakukannya karena banyaknya tekanan dari oknum tertentu. Belum lagi maraknya aktivitas pungutan tak resmi yang terjadi di lingkungan depot pengisian milik pertamina.

Terpisah, Kepala Satuan Pengaman PT (Persero) Pertamina Upms I Medan, Parman, ketika dikonfirmasi terkait dugaan kelebihan muatan (tonase) terhadap truk tangki ketika melakukan pengisian di depot pertamina tidak membantah. Dia mengakui, adanya oknum petugas pengisian BBM dari PT Mesran dan permainan dari oknum petugas pertamina yang melakukan pengukuran muatan. (mag-17/ram)

Susi Air Jatuh Saat Pemotretan di Kaltim

Dua Warga Afrika Tewas

JAKARTA – Satu di antara tujuh pesawat Susi Air buatan Swiss jatuh di pedalaman Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, saat menjalankan misi pemotretan udara dari Kementerian Pertahanan, Rabu (25/4) lalu.

Musibah yang menimpa pesawat Pilatus Porter milik Susi Air bernomor registrasi PK VVQ tersebut terjadi di Desa Mauritan, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pesawat diketahui hilang kontak pada pukul 17.00 Wita (25/4) hingga akhirnya ditemukan pada pukul 02.00 Wita (26/4).

Pesawat nahas tersebut jatuh 30 kilometer dari Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan koordinat PT. 1160065080 00304898. Dua orang yang ada di pesawat itu, McDougal Ian Rusel (57), ahli pemotretan udara dari Australia, dan Jonnatan Wilis (28) pilot Susi Air berkebangsaan Afrika Selatan, tewas.

“Pesawat itu memang biasa untuk pemotretan udara karena ada lubang di bawahnya,” katanya.

Dalam kecelakaan tragis kemarin, salah satu anak perusahaan Susi Air, PT ASI Pudjiastuti Geosurvey, sedang mengerjakan pemotretan wilayah dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Dengan teknologi yang ada, mereka dapat menghasilkan gambar dengan kerapatan kontur setiap 0,5 meter sehingga bisa memproduksi peta topografi skala 1 : 1000, skala 1 : 2000 atau skala yang lebih kecil.

Menurut Susi, seharusnya tidak ada kendala teknis dari pesawat tersebut. Sebab, usia pesawat itu tergolong muda, yaitu produksi 2009 atau baru tiga tahun beroperasi. Susi Air mengoperasikan pesawat tersebut karena cukup andal bermanuver mengikuti elevasi daratan. “Kalau hanya untuk penumpang, bisa muat sembilan orang. Tapi, kemarin cuma dua orang,” lanjutnya. (wir/c2/ttg/jpnn)

Wujudkan SDM Inovatif dan Berakhlak

UMA Gelar The First International Conference on Religiusity in Development (RIDEV 1)

Universitas Medan Area (UMA) menggelar The First International Conference on Religiusity in Development (RIDEV 1) di Hotel Madani Medan, Kamis (26/4). Dalam seminar internasional ini menghadirkan sejumlah pemakalah dan peserta seminar dari Sumut, provinsi lain, dan mancanegara.

SEMINAR internasional yang dibuka Plt Gubsu diwakili Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM didampingi Ketua Yayasan Pendidikan H Agus Salim (YPHAS) Drs M Erwin Siregar MBA, Rektor UMA Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA dan Direktur Program PPs UMA Prof Dr Ir Hj Retna Astuti Kusmawardani MS ini menghadirkan pemakalah Rektor IAIN Sumut Prof Dr H Nur Ahmad Fadhil Lubis.

Hadir juga pemakalah dari Malaysia, Thailand dan Indonesia antara lain Muhammad Syukri Saleh (ISDEV University Sains Malaysia), Zainal (University Antarbangsa Malaysia), Abdul Arin Bin Yusof (UUM Malaysia), Chairat Siripatana (ISWU Walaikat University), Phutsa A. Muhammad (Songkhla University Hat Yai Thailand), Irfan Arpandi Batubara (UMN) dan Nina Siti Salmania (UMA).

Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST dalam sambutan tertulis dibacakan Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM memberi apresiasi terhadap pelaksanaan seminar internasional yang diadakan UMA. Ia berharap seminar dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari termasuk dalam pembangunan bidang keagamaan.

Nurdin mengungkapkan harapan terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan spiritual yang mampu mengikuti percepatan laju pembangunan di Sumut.

“Hendaknya terus diperhatikan nilai-nilai agama dan nilai luhur bangsa. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) akan membawa peningkatan kesejahteraan, kemajuan peradaban dan peningkatan daya saing menggerakan pembangunan,” katanya.

Ia berharap melalui berbagai upaya yang dilaksanakan pemerintah bersama lembaga pendidikan di Sumut dapat tercipta masyarakat berkualitas, maju, mandiri, sejahtera dengan dilandasi moral dan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. “Jangan Iptek kurangi nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Ketua Yayasan Pendidikan H Agus Salim (YPHAS) Drs M Erwin Siregar MBA mengajak mahasiswa dan staf pengajar UMA dalam seminar internaional dapat meningkat ilmu pengetahuan.

Diakui Erwin, saat ini banyak ancaman mengganggu integritas berbangsa di tanah air dan penurunan akhlak. Karenanya, Ketua YPHAS menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan undangan yang mencurahkan pemikiran dan waktu dalam seminar internasional.

Dalam kesempatan ini, Erwin menceritakan keberadaan Islamic Centre UMA dimana UMA ke depan diharapkan dapat berkembang lebih maju dalam menghasilkan sumber daya manusia inovatif dan berakhlak.

Rektor UMA Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA mengungkapkan pentingnya seminar internasional berkaitan dengan agama sehingga dapat dihasilkan suatu rumusan yang sangat berharga bagi masyarakat. “Pembangunan yang berdasrkan iman akan membawa dampak pada pembangunan yang bermartabat,” katanya.

Direktur Paskasrjana UMA Prof Dr Ir Hj Retna Astuti Kusmawardani MS menyampaiakan terima kasihnya kepada semua pihak, yang telah menyukseskan seminar internasional. Sedangkan Ketua Panitia Dr Warjio mengatakan ini sebagai seminar internasional pertama berkaitan dengan human development yang akan menjadi agenda rutin tiap tahun dimana tahun 2013 akan berlangsung di Thailand.

“Seminar ini dilatarbelakangi persoalan pembangunan yang seolah-olah nilai etika dan moralitas mulai dipinggirkan ditandai dengan korupsi merajalela, pembangunan tak beretika dan ketidakadilan pada masyarakat,” katanya. (*)

Kunci Jawaban UN Beredar Lewat SMS

MEDAN-Komunitas Air Mata Guru (KAMG) kembali menemukan kecurangan dalam pelaksanaan UN di Medan serta beberapa daerah lainnya seperti Sibolga, Humbahas, Perbaungan, Binjai Labuhan Batu dan daerah lainnya.

Selain banyaknya ditemukan kunci jawaban oleh sejumlah pengawas dari  murid, tim monitoring yang melakukan investigasi juga menemukan beredarnya kunci jawaban melalui SMS dan lainnya.

“Dalam pelaksanaan UN SMP selama dua hari ini, tim monitoring menemukan banyak kecurangan yang terjadi di Kota Medan, dan daerah lainnya. Setidaknya indikasi kecurangan terlihat ketika para siswa sudah mulai hadir di sekolah sejak pukul 05.00 WIB,”ungkap Ketua Investigasi UN KAMG, Benny Sinaga saat melakukan temu pers di Kantor KAMG, Jalan Sei Merah Medan, Rabu (25/4). Bahkan, bilang Benny, kebocoran soal IPA juga telah beredar melalui pesan singkat dari salah satu siswa SMP di Kota Medan.

Ironisnya, kunci jawaban tersebut beredar sehari sebelum pelaksanaan ujian yakni Selasa malam(24/4) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Yang sangat disayangkan ketika kita coba menanyakan kepada siswa siapa yang memberikan kunci jawabannya, mereka tidak mau menyebutkannya,”aku Benny.

Sementara itu pembina KAMG, Resta Lubis menilai, kecurangan UN terjadi karena kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah. Menurutnya, pelaksanaan UN baik SMA dan SMP cacat hukum karena MA dengan tegas menolak kasasi pemerintah terkait gugatan warga negara pada 2009 lalu.
“Dalam amanat putusan MA, sebelum melaksanakan UN pemerintah harus meningkatkan kualitas guru dan kelengkapan sarana dan prasarana sekolah serta akses lainnya. Selain itu pengadilan memerintahkan pemerintah untuk mengambil langkah kongkret mengatasi gangguan psikologis dan mental peserta didik dalam usia anak akibat penyelenggaraan UN. Serta meninjau kembali sistem pendidikan Nasional,”terangnya. Hanya saja menurut Resta, pemerintah tidak peduli dengan kondisi tersebut, dan lebih mementingkan sebuah kebijakan yang menguntungkan.

“Sehingga untuk mengejar nilai standar dan mencapai 100 persen kelulusan membuat sekolah, siswa dan guru terpaksa melakukan kecurangan untuk bisa lulus. Mungkin bisa disebut dengan istilah Abang Curang Adik Ikut-Ikutan,”ucapnya. (uma)

Sorot Korupsi di Dinkes dan Dishub Sumut

Kantor Kejatisu Dilempar Telur Busuk

MEDAN-Dua gelombang unjuk rasa menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, di Jalan AH Nasution Medan. Kedua gelombang aksi unjukrasa masing-masing menuntut pengusutan dugaan korupsi di instansi pemerintah di Sumatera Utara. Salah satu elemen sempat melakukan aksi pelemparan telur busuk ke halaman kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, yang dijaga aparat kepolisian dan staf korps Adhyaksa tersebut.

Aksi unjukrasa tersebut pertama kali dilakukan dari Forum Mahasiswa Berantas Korupsi (Formabek). Kedatangan massa meminta pertanggunjawaban atas penyelidikan kasus korupsi yang dilakukan Kejatisu di Dinas Kesehatan Sumatera Utara.

“Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera melakukan penyelidikan atas penggunaan anggaran tahun 2011 dan 2012 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara,” teriak kordinator aksi, Riki dengan menggunakan pengeras suara di depan pagar besi pintu masuk Kejatisu.
Dalam orasi, Riki mensiyalir bahwa Dinkes Sumut telah melakukan penyimpangan dan penyelewengan anggaran yang dilakukan oknum-oknum pejabat di Dinkes Sumut, pada program perbaikan gizi masyarakat senilai Rp 4,25 miliar.

“Bukan itu saja dugaan penyimpangan juga terjadi Rumah Sakit Kusta Sicanang senilai Rp8 miliar, dengan biaya belanja penguburan Rp17. 250.000 dalam setiap tahun, penyimpangan anggaran pada honor PTT Rp 649.800.000 per tahun,” ujar Riki.

Begitu juga aksi unjukrasa yang dilakukan mahasiswa Universitas Nusantara (UMN). Massa menuntut agar Kejatisu mengusut dugaan korupsi di Dinas Perhubungan Sumut, bahkan aksi itu diwarnai lemparan telur busuk ke kantor Kejatisu dan membakar ban di depan gerbang masuk kantor tersebut yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Alwasliyah Medan, di Jalan AH Nasution Medan.

Massa dalam orasinya mendesak Kejatisu untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di Dinas Perhubungan Sumut, yang diduga melibatkan Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Rajali SSos dengan total kerugian negara sebesar Rp106.455.000.000.

Sementara, aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (LSM BMB SU) di depan pintu masuk kantor Wali Kota Medan, berakhir ricuh dengan petugas Satpol PP yang mencoba menahan masa masuk ke dalam kantor.

Dalam aksinya, masa meminta kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap segera mencopot Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (Kadis TRTB) Medan dan oknum lainnya yang diduga melakukan konspirasi tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) terhadap pengembang bangunan.

Selain itu masa juga meminta agar membatalkan proyek renovasi rumah dinas Wali Kota Medan, karena dinilai menmghamburkan anggaran sebesar Rp2,55 miliar, yang ditampung dalam APBD 2012 dan dibagi menjadi 3 paket. Sementara masyarakat di kota Medan masih banyak yang membutuhkan dana tersebut.(rud/adl)

Kasat Ngeluh Kekurangan Material Pembuat SIM

Korlantas Polri Sidak Sat Lantas Polresta Medan

MEDAN-Korps Lalulintas Mabes Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polresta Medan, di Jalan Adinegoro, Kamis (26/4) siang.

Dalam kunjungan itu,  rombongan dari Mabes Polri melihat langsung pelayanan yang diberikan Sat Lantas Polresta  Medan. Kasubdit Gakum Korlantas Mabes Polri, Kombes Indrajit yang memimpin rombongan sesaat akan meninggalkan Sat Lantas Polresta menuturkan, kedatangan mereka ke Medan dalam rangka penilaian terhadap pelayanan  publik yang dilakukan Sat Lantas, khususnya dalam mekanisme penerbitan SIM (Surat Izin Mengemudi). “Ya, penilaian aja, penilaian pelayanan,” ujarnya.

Indrajit mengatakan, penilaian tak hanya dilakukan di Sat Lantas Polresta Medan. Ia mengatakan, selain di Medan, penilaian juga mereka lakukan di sembilan Sat PAS (Satuan Penerbitan dan Administrasi SIM) di Indonesia. Setelah dilakukan penilaian, hasilnya akan dievaluasi Korlantas Mabes Polri.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Risya Mustario mengatakan, kedatangan rombongan Mabes Polri tersebut meninjau proses layanan penerbitan SIM di Sat Lantas. Saat Ditanya tentang kekurangan Sat Lantas saat ini, Risya mengatakan, Sat Lantas selama ini sering kesulitan dalam memenuhi kebutuhan material pembuatan SIM. (gus)