31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13603

Mengabadikan Pendapat Melalui Suara

Radio Buku, Semangat Mengarsipkan Buku lewat Suara

Penggila buku di Jogjakarta Senin lalu (23/4) meramaikan peringatan enam tahun Komunitas Indonesia Buku (IBOEKOE). Lewat divisinya, Radio Buku, komunitas yang dimotori penulis Muhidin M Dahlan itu berambisi mengarsipkan suara seribu orang pencinta buku dalam tiga tahun.

HENNY GALLA PRADANA, Jakarta

“Membaca adalah tindakan yang sunyi. Tatkala kesunyian itu menyergap pedalaman hati, saat itulah pengenalan spiritual di balik lembar-lembar buku dimulai, dan berakhir dengan ingatan yang tak mudah lapuk.”

Baris-baris kalimat terkait indah, tertulis di portal www.indonesiabuku.com. Di laman web yang desainnya didominasi hijau dan putih itu segala sesuatu tentang buku sebagai jendela manusia membaca dunia disajikan.

Dalam pilihan kanal web, disuguhkan katalog buku baru, esai, resensi buku, tokoh yang bergiat dalam penulisan buku, hingga puluhan tip ringan tentang dunia buku. Misalnya, bagaimana membuat perpustakaan pribadi hingga mengapa anak sering menyobek buku. Bukan hanya itu. Saat laman portal dibuka, pengunjung situs juga langsung disambut suara streaming radio yang disematkan di pojok kanan atas portal.

Tetapi, jangan berharap radio tersebut menyuguhkan entertainment pop seperti yang terdapat di frekuensi radio pada umumnya. Sebaliknya, radio yang dapat diakses khalayak umum lewat internet dengan mudah tanpa harus diunduh ini berisi tentang arsip yang berkaitan dengan buku.

Adalah Muhidin M Dahlan yang menjadi salah seorang penggagas Radio Buku itu. Pria kelahiran Tolondo, 34 tahun silam itu, ditemui Jawa Pos di sela riuhnya pembukaan pameran seni rupa dokumentasi Re Claim sekaligus peluncuran buku The Archive Indonesia Art World karya Dr Melani W Setiawan di gedung Galeri Nasional Jakarta, Minggu (8/4).
“Nih, sedang ngrekam buat arsip di radio,” ungkap Muhidin sembari memegang recorder dan mendekatkannya dengan sound system besar.

Muhidin, yang mengenakan batik lengan pendek dan sepatu kanvas kala itu, serius mendengarkan dan merekam detik per detik berjalannya prosesi peluncuran buku Melani. Di dalam rekamannya juga tersemat beberapa testimoni tokoh tanah air, seperti kritikus seni rupa dan kurator pameran Jim Supangkat, hingga Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia Jaya Suprana. Menurut Muhidin, tak semua acara yang terkait dunia buku dia datangi untuk dibikin arsip. “Harus ada bukunya,” jelasnya.

Radio Buku memang salah satu diversifikasi media dari portal Indonesia Buku. Portal itu merupakan media untuk menyampaikan visi, suara, dan ide-ide dari komunitas aktivis perbukuan, pencinta buku, hingga jurnalis yang peduli pada gerakan menghidupkan buku dalam tindakan. Komunitas ini berbasis di Jogjakarta, tapi jaringannya meluas ke berbagai kota di Indonesia.

Menurut Muhidin, sistem kearsipan di Indonesia saat ini masih lemah. Banyak momen yang meski terlihat kecil, namun sebenarnya penting, tak terekam oleh pemerintah dan media sekalipun.

Itulah sebabnya, dia memiliki ide untuk membangun suatu media yang berisi arsip-arsip buku dan seputar aktivitas perbukuan. Pada awalnya, Muhidin ingin mengembangkan Indonesia Buku dalam bentuk televisi buku. Sayang, lantaran tak memperoleh izin siar, dia lalu memilih radio sebagai media untuk menyampaikan arsip buku.

“Pada kisaran 2010, saya dibantu para aktivis buku membikin Radio Buku ini,” terangnya.
Dengan modal sekitar Rp5 juta Muhidin membeli peralatan siar sederhana. Dia mengaku tak kesulitan membuat program streaming radio di internet. “Banyak teman yang pintar bikin program streaming,” jelasnya. Setelah jadi, Radio Buku memulai siaran perdana pada akhir 2010. Secara teknis, radio itu tak menyiarkan acaranya secara langsung. Semua acara yang disiarkan dalam bentuk arsip (rekaman).

“Setiap kata yang dilontarkan oleh announcer (penyiar radio)-nya pun diarsipkan terlebih dahulu, baru diputar di live streaming,” ungkap penulis buku Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur, dan salah satu penulis: Lekra Tak Membakar Buku itu.
Karena semua prosedur teknis menggunakan arsip, dokumentasi suara dalam bentuk MP3 bisa diunduh pendengarnya pada situs website Radio Buku.

Diferensiasi antara Radio Buku dan radio populer, antara lain, dari sisi konten. Muhidin menyebutkan, beberapa konten radio yang dianggap nyeleneh adalah rubrik pembacaan cerita dan wawancara. Hingga saat ini, radio buku telah mengarsipkan wawancara dengan kurang lebih 80 narasumber.

Memang, tak semua yang diwawancarai adalah orang populer. Misalnya,  warga di sekitar markas Radio Buku di Jalan Patehan, yang jaraknya tak lebih dari 200 meter dari dua pohon beringin Alun-Alun Selatan Keraton Jogjakarta.

“Bu, buku yang pernah dibaca dan disukai apa?” ujar Muhidin menirukan wawancaranya dengan seorang ibu rumah tangga di Jalan Patehan, yang ternyata sangat cinta dengan buku resep masakan.

“Kami abadikan pendapat mereka dalam bentuk suara,” jelasnya sambil menyendok nasi uduk yang dibungkus daun.

Dalam dua tahun perjalanannya, Radio Buku juga mewawancarai sejumlah tokoh dari berbagai bidang. Misalnya, Bondan Nusantara, seniman dan penulis buku ketoprak, hingga seorang eksplorer, Agustinus Wibowo, si penulis buku Selimut Debu. Dari mancanegara, Radio Buku pernah mewawancarai penulis serta peneliti dari Australia Savitri Scherer; Annie Tucker, peneliti UCLA Los Angeles; hingga kurator sekaligus antropolog Anton Lorenz.

Kendati demikian, Muhidin menuturkan, semangat Radio Buku justru tak seperti media populer lain yang mengunggulkan unsur bombastis dan profil para tokoh terkenal.
“Kami pilih metode jurnalis partikelir (semiprofesional). Yang kami utamakan justru orang-orang biasa saja,” jelasnya.

Mengapa demikian? “Karena akan jadi arsip besar ketika orang yang kami wawancarai pada suatu saat ternyata menjadi orang besar. Padahal, sebelumnya orang biasa saja,” ujarnya (*)

Poin Dibatalkan, Pro Duta Meradang

MEDAN- Mundurnya PS Bengkulu dari Divisi Utama Liga Prima Indonesia 2011/2012 berbuntut negatif untuk Pro Duta FC Deli Serdang. Kabarnya PSSI menetapkan kebijakan untuk membatalkan poin tim-tim yang berhadapan dengan PS Bengkulu sejak putaran I. Kondisi ini sedikit mengganggu konsentrasi Kuda Pegasus menghadapi laga lanjutan Divisi Utama kontra PSP Padang, Minggu (29/4) mendatang.

Tentu saja kebijakan ini membuat Pro Duta mencak-mencak. Di putaran pertama, Pro Duta sukses meraup poin penuh dari PS Bengkulu dengan kemenangan 2-0. Ketika itu Laakkad dan Xavi Perez menjadi pahlawan kemenangan. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi heran dengan kebijakan PSSI yang dinilainya nyeleneh.

“Ini aneh ketika PSSI membatalkan poin kami dari PS Bengkulu di putaran pertama. Padahal PS Bengkulu keluar dari kompetisi di putaran kedua. Jika merujuk kepada peraturan FIFA, harusnya tidak ada poin yang dibatalkan di putaran pertama jika klub tersebut keluar di putaran kedua,” katanya.

Pelatih yang akrab disapa Beto ini menyebutkan, kebijakan ini justru menguntungkan Persikabo Bogor yang tengah menempel ketat Pro Duta di klasemen. Laskar Padjajaran-julukan Persikabo kini membukukan poin 25 setelah meraih tiga angka dari PSP Padang.

Jumlah poin yang sama dengan Pro Duta di puncak klasemen. Jika nantinya poin jadi dikurangi, koleksi poin Pro Duta berkurang menjadi 22 poin. Sementara koleksi poin Persikabo menjadi 24 poin. Kondisi ini akan membuat posisi di klasemen berubah.

“Keputusan ini menguntungkan Persikabo. Mereka hanya seri di Bengkulu. Jadi poinnya hanya dibatalkan satu angka. Sementara kami menang. Ini merugikan kami yang dikurangi tiga angka,” kata pelatih berpaspor Spanyol itu.

Beto melanjutkan, keputusan PSSI ini jelas bertentangan dengan peraturan FIFA. Karenanya, pihaknya akan melayangkan protes kepada PSSI terkait hal ini. “Bahkan lebih penting kami akan menuliskan surat kepada FIFA di Zurich. Mereka tidak dapat mengganti peraturannya. Saya bilang seperti ini karena ini bukan peraturan saya. Ini peraturan FIFA,” pungkasnya.

Sementara PS Bengkulu saat dikonfirmasi lewat Pelatihnya Chairul, Rabu (25/4) kemarin mengaku persoalan finansial menjadi penyebab mundur dari kompetisi maupun Piala Indonesia. “Sejak putaran kedua tidak ada kejelasan dari manajemen. Tiga bulan gaji kami belum dibayar. Begitu juga pelatih. Makanya kami tidak mengikuti liga maupun piala Indonesia,” pungkasnya.(mag-18)

Utang Manajemen PSMS Menumpuk

MEDAN-Masalah keuangan di tubuh manajemen PSMS ternyata sangat komplek. Bukan hanya menyangkut gaji pemain yang belum dibayar hingga tiga bulan serta DP 10 persen yang belum dilunasi, tapi juga beberapa utang yang telah tertumpuk sejak musim lalu saat skuad Ayam Kinantan masih berlaga di Divisi Utama.

Hal ini terkuak, saat eks ketua panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS Syafril Jambak buka-bukaan ke media. Syafril yang baru saja didepak manajemen menuturkan, pihak Hotel Dharma Deli menghubunginya dan meminta pertanggung jawaban utang senilai Rp37 juta. “Pihak hotel bertanya ke saya soal pembayaran utang PSMS musim lalu sebesar Rp37 juta. Padahal saya bukan ketua Panpel musim lalu,” ungkapnya, Rabu (25/4).

Ia juga menyampaikan secara tak langsung melalui media, agar CEO PSMS Idris segera menyelesaikan semua itu. Tidak hanya itu, lanjut Syafril, manajemen PSMS juga diduga masih meninggalkan utang di hotel yang sama saat PSMS U-21 menjadi tuan rumah kompetisi U-21 Liga Indonesia Grup D, yang digelar 10-14 April 2012 di Stadion Teladan. “Ada utang yang ditinggalkan sebesar masing-masing Rp15 juta di dua tempat. Yakni di Hotel Dharma Deli dan di Rumah Sakit Permata Bunda,” jelasnya.

“Saya saat itu memang ketua Panpel, tapi selama kompetisi itu saya sering mendahulukan uang saya untuk berbagai keperluan. Tapi untuk yang lainnya, uang sama sekali belum ada diberikan Idris, sehingga masih terutang,” tambah Syafril.

Dia juga mengaku mengetahui ada utang sebesar Rp20 juta yang ditinggalkan Idris di Hotel Garuda Plaza tiga bulan lalu. “Setahu saya, itu juga belum dibayar Idris. Saat itu dia menggelar rapat forum klub pendukung statuta,” katanya.

Namun, paparan borok manajemen PSMS yang disampaikannya kepada sejumlah awak media di Medan ini, Syafril mengaku bukan karena sakit hati dipecat dari kepengurusan PSMS oleh Idris. “Toh selama ini saya menjaga nama baik dia. Orang terlalu sering mengungkapkan hal-hal buruk tentang dia. Tapi saya berusaha meredam hal itu. Tapi, terlalu banyak juga yang sudah dilakukannya, dan saatnya publik tahu,” ujarnya lagi.

Ia mengaku ikhlas saat dikatakan tak memiliki laporan keuangan soal tiket yang transparan. “Saya baca di media soal itu. Silahkan saja tulis, tapi perlu dicatat, saya punya laporan pembukuan yang lengkap. Malah adiknya yang ikut dalam Panpel sering kedapatan menggelapkan tiket. Saat lima orang masuk dengan menggunakan tiket, hanya dua tiket, sisanya dijual kembali,” beber Syafril.

Syafril yang juga ikut dalam Panpel turnamen sepakbola yang memperebutkan piala Wali Kota Medan Rahudman, membeberkan fakta lainnya. “Turnamen yang hanya tinggal menggelar partai final itu, sampai sekarang belum bisa dilaksanakan. Karena uang sekitar Rp75 juta belum diberikan Idris ke panitia. Saya sendiri sudah tidak mau jadi bagian panitia turnamen itu,” tukasnya.

Syafril yang juga tercatat sebagai wakil ketua bidang pembinaan di kepengurusan PSMS, memutuskan segera mengundurkan diri dari jajaran pengurus. “Saya tak mau lagi. Untuk apa berada di kepengurusan kalau semua bertumpu pada Idris. Orang lain seperti tak punya wewenang, semua harus ke Idris. Dia sudah sangat otoriter. Saya juga tak mau kali berada di sana. Jangan dikira saya gila jabatan. Saya berada di PSMS karena pengabdian, dulu dibesarkan PSMS dan pernah jadi pemain PSMS,” tandas mantan pemain era 80-an itu.

Menanggapi hal tersebut, Idris juga angkat bicara. Menurutnya, tak ada utang musim lalu kepada Hotel Dharma Deli. “Utang sebesar Rp37 juta? Itu tidak ada. Siapa yang memberikan informasi seperti itu?” ujarnya.

Ia juga menampik adanya utang usai menggelar kompetisi U-21 Liga Indonesia di Stadion Teladan dimana PSMS U-21 sebagai tuan rumah. “Kalau yang itu (Hotel Dharma Deli dan RS Permata Bunda) sudah dilunasi Rp30 juta,” kata Idris.

Idris juga sempat terkejut saat dibeberkan mengenai utang yang tertumpuk di Hotel Garuda Plaza sebesar Rp20 juta. “Bukan sebanyak itu, hanya Rp16 jutaan dan itu juga sudah selesai,” jelasnya.

Ia mengeluhkan orang-orang yang sempat menjadi pengurus sama sekali tak berjuang untuk PSMS. “Saya lelah, jangan hanya cari-cari kesalahan lah. Ayo Bantu doa, ini tidak doa aja enggak, apa lagi uang. Saat ini PSMS harus diacungi jempol, masih bisa bertahan meski terseok-seok dan kini berada di 10 besar klasemen sementara ISL,” ujar Idris.

Malah Idris ingin melepas jabatannya di PSMS karena banyak yang mengira mudah mengelola PSMS. “Dilihat memang mudah, untuk tur tiga pulau saja itu membutuhkan sedikitnya Rp470 jutaan. Darimana uang sebanyak itu? Tentu perlu kerja keras. Jika ada yang sanggup menangani PSMS saya akan lepas jabatan ini. Saya hanya diberi amanah oleh orang-orang pembesar di Medan ini makanya saya mau. Saya bukan cari makan di PSMS ini, saya punya perusahaan yang lebih besar untuk hidup saya,” jelasnya.

“Jadi masalah keuangan ini sebenarnya masalah bagi semua klub di ISL yang tak lagi dibiayai APBD. Kita butuh Rp16,7 miliar untuk mengarungi kompetisi hingga akhir musim. Sementara dari sponsor kita hanya dapat Rp5 miliar. Tentu kita perlu dukungan dari semua elemen, bukannya mencari-cari kesalahan,” tandas Idris. (saz)

Poin Dibatalkan, Pro Duta Meradang

MEDAN- Mundurnya PS Bengkulu dari Divisi Utama Liga Prima Indonesia 2011/2012 berbuntut negatif untuk Pro Duta FC Deli Serdang. Kabarnya PSSI menetapkan kebijakan untuk membatalkan poin tim-tim yang berhadapan dengan PS Bengkulu sejak putaran I. Kondisi ini sedikit mengganggu konsentrasi Kuda Pegasus menghadapi laga lanjutan Divisi Utama kontra PSP Padang, Minggu (29/4) mendatang.

Tentu saja kebijakan ini membuat Pro Duta mencak-mencak. Di putaran pertama, Pro Duta sukses meraup poin penuh dari PS Bengkulu dengan kemenangan 2-0. Ketika itu Laakkad dan Xavi Perez menjadi pahlawan kemenangan. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi heran dengan kebijakan PSSI yang dinilainya nyeleneh.

“Ini aneh ketika PSSI membatalkan poin kami dari PS Bengkulu di putaran pertama. Padahal PS Bengkulu keluar dari kompetisi di putaran kedua. Jika merujuk kepada peraturan FIFA, harusnya tidak ada poin yang dibatalkan di putaran pertama jika klub tersebut keluar di putaran kedua,” katanya.

Pelatih yang akrab disapa Beto ini menyebutkan, kebijakan ini justru menguntungkan Persikabo Bogor yang tengah menempel ketat Pro Duta di klasemen. Laskar Padjajaran-julukan Persikabo kini membukukan poin 25 setelah meraih tiga angka dari PSP Padang.

Jumlah poin yang sama dengan Pro Duta di puncak klasemen. Jika nantinya poin jadi dikurangi, koleksi poin Pro Duta berkurang menjadi 22 poin. Sementara koleksi poin Persikabo menjadi 24 poin. Kondisi ini akan membuat posisi di klasemen berubah.

“Keputusan ini menguntungkan Persikabo. Mereka hanya seri di Bengkulu. Jadi poinnya hanya dibatalkan satu angka. Sementara kami menang. Ini merugikan kami yang dikurangi tiga angka,” kata pelatih berpaspor Spanyol itu.

Beto melanjutkan, keputusan PSSI ini jelas bertentangan dengan peraturan FIFA. Karenanya, pihaknya akan melayangkan protes kepada PSSI terkait hal ini. “Bahkan lebih penting kami akan menuliskan surat kepada FIFA di Zurich. Mereka tidak dapat mengganti peraturannya. Saya bilang seperti ini karena ini bukan peraturan saya. Ini peraturan FIFA,” pungkasnya.

Sementara PS Bengkulu saat dikonfirmasi lewat Pelatihnya Chairul, Rabu (25/4) kemarin mengaku persoalan finansial menjadi penyebab mundur dari kompetisi maupun Piala Indonesia. “Sejak putaran kedua tidak ada kejelasan dari manajemen. Tiga bulan gaji kami belum dibayar. Begitu juga pelatih. Makanya kami tidak mengikuti liga maupun piala Indonesia,” pungkasnya.(mag-18)

SSB Mabar Putra Gantikan SSB PTP Wil-I

DELISERDANG- Didiskualifikasinya SSB PTP Wil-I dari Piala Danone Nation Cup (DNC) 2012 karena melakukan pemalsuan dokumen beberapa pemainnya, ternyata membawa berkah kepada SSB Mabar Putra. Panitia kualifikasi DNC 2012 akhirnya mengutus SSB Mabar Putra sebagai perwakilan dari Sumatera Utara untuk berlaga di tingkat nasional di Jakarta, 16 hingga 17 Juni mendatang.

“Panitia DNC Sumut telah menyerahkan kesempatan ini kepada SSB Mabar Putra, sekarang tinggal menunggu surat resmi dari panitia pusat,” kata Ruslan, Manajer SSB Mabar Putra di Lapangan Mabar, Medan Deli, Selasa (24/4).
Menurut Ruslan, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan menargetkan SSB Mabar Putra meraih juara.(mag-10)

Petinju Sasana Rajawali Siap Bertarung

MEDAN- Sejumlah petinju amatir dari Sasana Rajawali menggenjot porsi latihan dalam menghadapi kejuaraan Komandan Polisi Militer (Danpom) Sumut tingkat Kota Medan yang akan digelar di Sasana Gajah Mada, Jalan Sena, hari ini (26/4).

“Kita sudah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari untuk menghadapi kejuaraan ini” kata pelatih kepala Sasana Rajawali Ucok Tanamal didampingi pelatih Amir Hasan Siregar, Rabu (25/4).

Ucok mengatakan, sasana yang diketuai Acon Simanjuntak itu akan menurunkan delapan petinju terbaiknya. Di kelompok junior ada Freddy di kelas junior 46 kg, Rifay kelas junior 42 kg, Anzas kelas terbang 52 kg, serta Deny Sihombing kelas junior layang 49 kg.

Sedangkan untuk kelas senior, Deru Siregar di kelas layang 49 kg, Drajat di kelas berat 91 kg, Rorin Surbakti di kelas welter ringan 54 kg, dan John Effendi Hutasoit kelas berat ringan 81 kg. (mag-10)

Parkir KA Medan-Kualanamu Dibangun

JAKARTA – Wali Kota Medan Medan Rahudman Harahap kemarin (25/4) menggelar rapat terbatas dengan Dirut PT KAI Ignasius Jonan dan Deputy Setwapres Bidang Ekonomi Tirta Hidayat di sebuah hotel di Jakarta. Rapat ini untuk mematangkan rencana pembangunan lokasi parkir di stasiun Kereta Api (KA) jalur Medan-Bandara Kualanamu.

Rahudman menjelaskan, sudah muncul alternatif lokasi pembangunan tempat parkir ini, yakni di dekat Lapangan Merdeka dan di Jalan Jawa. “Pembangunan lokasi parkir ini sangat startegis, berkaitan dengan rencana pengoperasian Bandara Kualanamu paling lambat awal 2013,” ujar Rahudman Harahap kepada koran ini di sela-sela rapat.

Mengenai kapan pembangunannya akan dimulai, Rahudman menyerahkan sepenuhnya kepada PT KAI. Yang jelas, makin cepat makin bagus. “Nanti diawali dengan pembuatan desainnya dulu, semacam maketnya. Jika sudah oke dan siap, langsung dikerjakan,” lanjut Rahudman, yang disertai sejumlah pimpinan SKPD terkait.

Kadis Nakertras Marah Husin Lubis juga ikut, untuk acara lain berupa penerimaan penghargaan di bidang ketenagakerjaan dari Menakertrans Muhaimin Iskandar malam harinya.

Rahudman menjelaskan, begitu stratgisnya pembangunan lokasi parkir ini, hingga Wapres Boediono meminta Deputi Bidang Ekonomi untuk hadir langsung dalam rapat. Ini, lanjutnya, sebagai langkah lanjutan atas kunjungan Wapres ke Medan beberapa waktu lalu, menyangkut kesiapan pengoperasian Bandara Kualanamu.

Sementara, Dirut PT KAI Ignasius Jonan belum bisa dimintai keterangan terkait rencana pembangunan lokasi parkir ini. Pasalnya, rapat masih berlangsung. “Ini belum selesai rapatnya,” kata Ignasius. Rahudman sendiri harus meninggalkan rapat sebelum kelar karena ada agenda menemui Meneg Lingkungan Hidup.

Dr Balthasar Kambuaya di Kantor Meneg LH, Jakarta. Rapat hal teknis masih dilanjutkan tanpa diikuti Rahudman.  Namun, di sana juga hadir Staf Gubernur Bidang Pertanahan dan Aset, Alexius Purba.(sam)

Sempat Minder, Kini Miliki Segudang Prestasi

Roslinda, Atlet Tenis Meja National Paralimpic Commite Sumut

Ingin menjadi orang berguna, itu yang menjadi tujuan hidup Roslinda Manurung, atlet tenis meja National Paralimpic Commite (NPC) Sumut. Karenanya, meski memiliki cacat tubuh pada bagian kaki kanan, dia berniat menjadi atlet olah raga tenis meja yang dapat mengharumkan nama Sumatera Utara, khususnya Medan.

“Saya tidak mau disebut orang tidak berguna hanya karena kondisi cacat yang saya alami,” kata Roslinda Manurung kepada wartawan koran ini, kemarin.
Diceritakannya, cacat pada kaki kanannya disebabkan kecelakaan yang dialaminya saat usianya masih 8 tahun. Kaki kanannya patah karena ditabrak mobil.

Karena mengalami cacat pada kaki kanannya, dia sempat mengalami depresi dan kerap minder saat bergaul bersama teman-temannya. Ternyata, kondisi tersebut disadari betul oleh ayahnya Bariun Manurung yang kini telah tiada.

Saat itu, ayahnya selalu memberikan motivasi dan membangkitkan semangat Linda agar bisa bergaul kembali bersama teman-teman seusianya. Pertama kali, sang ayah yang juga hobi olahraga, langsung memperkenalkan permainan olahraga catur dan tenis meja kepadanya.

Sejak itulah dia mulai rutin bermain tenis meja dan catur. Lantas, sekira 2004 silam, ditemani sang ayah, Linda mendaftarkan diri untuk latihan di NPC Sumut yang dulunya masih bernama Badan Pembinaan Olahraga Cacat (BPOC) itu.

Setelah menjalani latihan di NPC, Linda lebih dominan dalam bidang olahraga tenis meja.
Namun demikian Linda juga sering mengikuti kejuaraan catur tingkat kecamatan dan di komunitas pemuda gereja. Di cabang olah raga tenis meja, Linda juga kerap menjuaraai kejuaraan, baik tingkat kecamatan, maupun tingkat internasional.
Pada 2005, Linda mengawali kejuaraan tingkat nasional. Tak tangung-tanggung, dia langsung menyabet medali emas di nomor tunggal putri.

Bukan hanya itu, selain menjuaraai kejurnas dari 2005 hingga 2007 dan Porcanas tahun 2004, Linda juga sudah memperkuat Indonesia pada ajang Asia Paragames tahun 2008 dan pada 2011 dia meraih medali emas.
Meski sibuk dalam urusannya sebagai atlet, Linda juga tidak pernah melupakan kewajibannya dalam mengurus rumah tangganya.

“Saya berharap kepada pemerintah supaya kesejahteraan kami tetap diperhatkan lagi, jangan hanya karena ada even baru kami diperhatikan,” katanya.(mag-10)

Bank Sumut Salurkan KPR Subsidi

MEDAN- Ini kabar gembira bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Soalnya Bank Sumut akan memberikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi dengan bunga yang murah. Hal ini seiring dengan hasil MoU antara Bank Sumut dengan Kementerian Perumahan Rakyat.

Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu melalui Pemimpin Bidang Pembiayaan Dana dan Jasa  Divisi Syariah Bank Sumut Kaswinata menyebutkan tindak lanjut dari MoU adalah penyusunan perjanjian kerjasama operasional (PKO). Dalam PKO itu lanjut Kaswinata siapa pun boleh mendapatkan FLPP ini asalkan memiliki penghasilan tetap dengan pendapatan maksimal Rp3,5 juta. Kredit yang akan disalurkan sesuai dengan kuota yang ditetapkan yakni  338 unit untuk bank konvensial dan 174 unit untuk bank syariah.

Dalam PKO itu disebutkan pembiayaan kredit yang akan disalurkan minimal pembelian rumah tipe 36 (setara dengan Rp70 juta). Kemudian kreditur membayar uang muka 10 persen dari harga rumah tersebut. Sisa pembayaran (Rp63juta) inilah kata Kaswinata yang akan difasilitasi Bank Sumut dan Kementerian Perumahan Rakyat.

“Jadi antara Bank Sumut dan Kementerian Perumahan Rakyat sharring dana, 50 persen Bank Sumut dan 50 persen lagi Kementerian Perumahan Rakyat,” ungkap Kaswinata. Jangka waktu pinjaman 10 hingga 15 tahun. Lantas apa yang menjadi kelebihan FLPP ini? Ditanya begitu Kaswinata menjawab bunga yang rendah.

“Tanpa bantuan  Kementerian Perumahan Rakyat kami tidak bisa memberikan bunga murah seperti ini yakni 7,25 persen per tahun,” katanya seraya menambahkan selain angsuran kreditur juga dibebankan biaya propisi 0,5 persen dan administrasi Rp250 ribu. Rencananya program ini akan dimulai pertengahan Mei ini.

Sebelumnya Kementerian Perumahan Rakyat telah melakukan MoU dengan 3 Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menyalurkan kebijakan FLPP atau KPR subsidi di Jakarta, Rabu (25/4). Sebelumnya ada juga 7 Bank BUMN yang sudah mengadakan MoU sebelumnya.

“Kita rangkul dalam MoU/kesepakatan bersama antara Kemenpera dan Asosiasi BPD (Asbanda) dengan 13 BPD, tujuannya tidak lain untuk membantu mewujudkan pelaksanaan program pengadaan rumah layak huni dan terjangkau yang difasilitasi KPR sejahtera dengan FLPP bagi Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.  Kesepakatan dengan 13 BPD ini berlangsung selama 5 (lima) tahun, tetapi bisa diperpanjang.

Apabila setelah lima tahun Mou tidak diperpanjang lagi tidak menggugurkan kewajiban bank untuk menyelesaikan segala kewajibannya dalam FLPP. Ke 13 BPD itu adalah BPD Sumatera Utara, BPD Nusa Tenggara Timur, BPD Kalimantan Selatan, BPD Jawa Tengah, BPD Kalteng , BPD Sumbel Babel, BPD Papua, BPD Jatim , BPD Yogyakarta, BPD Nagari, BPD Kaltim, BPD Riau Kepri, dan BPD Sulsel. (dra/net)

Berhadiah Jutaan Rupiah

HMSAF 2012 Gelar Beragam Kompetisi dan Nonton Boyband Treeji

MEDAN-Untuk kelima kalinya, SMA Harapan Mandiri Medan, kembali akan menggelar Harapan Mandiri Science & Art Fair 2012 di Lapangan Perguruan Harapan Mandiri di Jl. Brigjend Zein Hamid No. 40 pada Sabtu, 19 Mei 2012.

Selain menggelar ajang yang telah rutin digelar setiap tahunnya, yakni Olimpiade Sains untuk Pelajar SMP/sederajat dan SMA/sederajat (Bahasa Inggris, Matematika, IPA Terpadu, IPS Terpadu), Festival Band Antar Pelajar, dan Modern Dance Competition untuk pelajar SMP dan SMA se-Kota Medan serta sekitarnya, OSIS SMA Harapan Mandiri selaku Panitia HMSAF 2012, juga menggelar Lomba Menulis Tingkat Nasional.

“Tahun ini, atas dorongan dari Bapak Ketua Yayasan Perguruan Harapan Mandiri Drs Wiryanto, MBA dan Bapak Kepala SMA Harapan Mandiri H Ramli J Marpaung, SH,SPd,MM, kami juga menggelar lomba menulis artikel, cerpen, dan puisi tingkat nasional,” ungkap Koordinator Panitia HMSAF 2012, Fritz Damanik, Ssos.

Dikatakan Fritz, untuk ketentuan lebih lanjut dapat dilihat di akun Facebook, yakni kompetisi menulis. Nantinya, selain memperoleh hadiah piala bergilir, sertifikat, dan uang tunai puluhan juta rupiah, hasil karya pemenang juga akan diterbitkan secara nasional oleh Penerbit LeutikaPrio. “Diharapkan kompetisi ini mampu menggairahkan minat menulis di kalangan generasi muda,” harap Fritz.

Sementara itu, Ketua Panitia Reyhan Alqadrie menambahkan, pendaftaran seluruh kompetisi berlangsung hingga 10 Mei 2012 mulai Senin-Jumat (pukul 08.00-17.00 WIB) dan Sabtu (pukul 08.00-12.00 WIB) di Sekretariat OSIS SMA Harapan Mandiri, Jl. Brigjend Zein Hamid No. 40, Lt. 4. “Dan jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan dapat menghubungi nomor seluler Fritz HS Damanik (087869378071) atau Reyhan Alqadrie  (085270854889),”  paparnya.

Puncak acara HMSAF 2012 akan menghadirkan bintang tamu boysband TREEJI dan terbuka untuk umum tanpa dikenakan tiket masuk. Harapannya, gelaran HMSAF 2012 ini dapat memberi hiburan bagi kaum muda, sekaligu menjadi ajang berkompetisi yang membanggakan. (*/ila)