26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13604

11 Tentara Filipina Dibunuh Pemberontak

MANILA- Sebelas tentara Filipina seorang diantaranya sipil, tewas ditangan gerilyawan komunis Filipina dalam penyerangan di Kota Tinoc, Filipina Utara.
Dalam peristiwa yang terjadi hari ini, tiga kendaraan militer Filipina diserang oleh para pemberontak New People’s Army. Demikian disampaikan juru bicara militer, Kolonel Loreto Maguddayao seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/4).

Seorang kapten Angkatan Darat termasuk di antara korban tewas. Menurut Maguddayao, target sebenarnya tampaknya adalah komandan batalyon lokal, Letkol Eugenio Batara yang berada dalam konvoi tersebut namun lolos tanpa cedera.

“Ini dianggap sebagai salah satu serangan paling berani oleh NPA di daerah ini dalam beberapa tahun,” ujar Maguddayao.
NPA merupakan unit bersenjata Partai Komunis Filipina, yang telah melancarkan pemberontakan sejak tahun 1969. Pemerintah Filipina telah membuka perundingan damai dengan gerilyawan komunis tersebut.

Namun negosiasi gagal mencapai kesepakatan pada November 2011 lalu, setelah Manila menolak tuntutan pemberontak untuk membebaskan 18 gerilyawan NPA yang dipenjara. Sejak itu, para gerilyawan bersumpah akan meningkatkan serangan-serangan terhadap militer dan instalasi-instalasi vital pemerintah. (net/jpnn)

SK Dewan Penyantun SMU Plus Muhammadiyah Diserahkan

MEDAN-Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut Prof Dr Asmuni MA menyerahkan Surat Keputusan (SK) Ketua Dewan Penyantun SMA Plus Muhammadiyah Medan kepada salah satu kader terbaiknya, yakni Kamaluddin Harahap MSi yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut.

Penyerahan dan penetapan Ketua Dewan Penyantun SMA Plus Muhammadiyah Medan kepada Kamaluddin Harahap tersebut, karena dirinya dinilai layak dan mampu melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan untuk sekolah tersebut.

Selain Asmuni, hadir dalam penyerahan SK tersebut Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut H Bahril Datuk, Rektur UMSU Drs Agussani MAP, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut juga diangkat sebagai Bendahara Umum Dewan Penyantun Ihsan Rambe, Kepala SMA Plus Muhammadiyah Medan Suheri Harahap MSi dan puluhan siswa serta orangtua siswa SMA Plus Muhammadiyah Medan.

Asmuni dalam sambutannya menyatakan, dirinya sangat memberikan apresiasi kepada Kamaluddin Harahap untuk duduk sebagai Ketua Dewan Penyantun, karena didasari kiprah dan perjuangannya sudah sangat teruji dalam membantu persyarikatan Muhammadiyah. “Saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut saja, saudara Kamaluddin sudah banyak membantu persyarikatan Muhammadiyah di wilayah dan daerah Muhammadiyah di Sumut. Apalagi jika nanti menjadi gubernur, diyakini pasti akan lebih banyak membantu kita,” kata Asmuni.

Untuk itu, Asmuni berharap SMA Plus Muhammadiyah Medan kedepan menjadi sekolah kebanggaan bagi persyarikatan Muhammadiyah di Sumut khususnya dan masyarakat Sumut umumnya. Yakni, lanjut dia, baik dari kuantitas dan kualitasnya yang nantinya mampu melahirkan siswa-siswa unggulan untuk menjadi pemimpin bangsa.

“Apalagi dengan turun tangan  dan diangkatnya Kamaluddin Harahap menjadi Ketua Dewan Penyantun, yang diyakini akan memberikan pencerahan dan kemajuan bagi SMA Plus Muhammadiyah Medan,”kata Asmuni.

Sementara Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Agussani dalam sambutannya menyatakan, kesiapannya untuk membantu kemajuan SMA Plus Muhammadiyah Medan, baik materi dan pembinaan kualitas guru serta sarana prasarana pendidikan. Agussani juga mengakui kiprah dan peran Kamaluddin Harahap untuk persyarikatan Muhammadiyah. “Sehingga sudah sangat pantas kita mendoakan Kamaluddin Harahap karirnya akan lebih meningkat lagi di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kamaluddin Harahap dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan diberikan PW Muhammadiyah Sumut kepada dirinya menjadi Ketua Dewan Penyantun SMA Plus Muhammadiyah Medan.Untuk itu, Kamaluddin bertekad akan semaksimal mungkin memajukan SMA Plus Muhammadiyah Medan menjadi sekolah unggulan dan kebanggan masyarakat Sumut khususnya warga Muhammadiyah.

“Saya akan semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk kemajuan SMA Plus Muhammadiyah Medan. Sebab ini merupakan pengabdian bagi saya untuk Muhammadiyah, karena saya mengakui tanpa Muhammadiyah saya tidak akan bisa seperti saat ini menjabat di pemerintahan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala SMA Plus Muhammadiyah Medan, Suheri Harahap dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian nasional diikuti siswanya berjalan dengan baik dan lancar.Bahkan, Suheri menyatakan, para siswanya yang saat ini mengikuti ujian nasional telah menerima undangan untuk ikut dalam penerimaan mahasiswa baru di UGM, ITB, USU dan IPB.

“Secara perlahan kualitas para siswa di SMA Plus Muhammadiyah mulai terlihat. Salahsatunya yakni, salahseorang siswa kita telah berhasil menjuarai Olimpiade Sains tingkat Medan,” katanya.(*/ade)

Asteroid di Luar Angkasa Bakal Ditambang

SEATTLE – Kisah film fiksi populer Avatar tentang invasi manusia ke sebuah planet asing untuk menambang hasil alam tampaknya bakal menjadi kenyataan dalam 10 tahun ke depan. Selasa (24/4) kemarin, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang salah satu pendirinya adalah sutradara Avatar, James Cameron, mengungkapkan kesiapannya untuk melakukan ekspedisi ke asteroid guna menggali emas dan platinum.

Banyak pihak bersikap skeptis merespon niatan perusahaan patungan bernama Planetary Resources itu karena teknologi dan biaya yang dibutuhkan akan sangat tinggi. Meski platinum dan emas saat ini dihargai sekitar USD 1,600, namun jumlah keuntungan penjualan akan sulit mengembalikan besaran modal yang dibutuhkan unutk perjalanan.

Sebagai catatan, sebuah misi badan antariksa AS, NASA untuk membawa pulang hanya 2 ons partikel asteroid saja diperkirakan bakal menghabiskan dana sebesar USD1 miliar.
Meski demikian beberapa tokoh di balik perusahaan itu layak optimis karena mereka adalah orang yang menggagas plesiran ke luar angkasa. (af/ara/jpnn)

Bali Calon Tuan Rumah Miss World 2013

BALI- Menjadi tuan rumah bagi ajang kontes putri sejagad (Miss World) tentu menjadi imian tiap negara. Mimpi menjadi tuan rumah penyelenggaraan kontes kecantikan berkelas dunia itu, nampaknya akan segera terwujud diIndonesia. Soalnya, Bali dipilih menjadi lokasi perhelatan Miss World 2013.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, memastikan Bali siap menjadi tuan rumah bagi perhelatan dunia Miss World 2013. Kesiapan tersebut disampaikan Gubernur Bali, Rabu (25/4).

Kedatangan Miss World 2011 dari Venezuela didampingi Chairwoman of Miss World Organization Julia Morley dan Miss Indonesia Astrid Ellena. Rombongan panitia ajang bergengsi dunia itu menemui gubernur untuk penjajakan terkait kesiapan Bali sebagai tuan rumah Miss World 2013.

Pulau Dewata dipilih menjadi lokasi Miss World karena sudah dikenal masyarakat di dunia. Selain itu, keinginan untuk menikmati keindahan alam dan keragaman budaya di Bali menjadi alasan pemilihan tersebut.

Rencananya, ajang pemilihan Miss World dijadwalkan berlangsung selama sebulan pada September 2013. Ajang tersebut diikuti 131 duta wanita cantik dari berbagai negara di belahan dunia.

“Kami mengucapkan selamat datang di Pulau Dewata kepada Miss World Ivian Sarcos dan rombongan, semoga bisa menikmati keindahan alam dan keragaman budaya selama berada di Bali,” kata Pastika.

Pastika berterima kasih karena Bali dipilih menjadi tuan rumah event internasional dan masyarakat akan sangat mendukung ajang dunia tersebut.

Menurut Pastika, Bali akan sangat sibuk dengan berbagai kegiatan internasional pada 2013. Pertemuan yang akan dihelat di Bali, antara lain World Culture Forum, Miss World, KTT APEC, dan Bali Democracy Forum.

“Bali terus berbenah, baik sisi keamanan dan sarana prasarana untuk menyambut kegiatan internasional tahun 2013 itu,” tutupnya. (met/jpnn)

HKTI Sumut Segera Dipanggil, KNPI Tolak Dana Bansos

MEDAN- Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi, terus melakukan pemeriksaan terhadap penerima dana bantuan sosial (Bansos) dan hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk tahun Anggaran 2011.

“Saat ini kita masih melakukan pemanggilan terhadap penerima dana bansos dan bantuan hibah untuk dimintai keterangan soal penggunaan anggaran yang direalisasikan oleh Pemprovsu,” ujar Plh Kasi Penkum Kejatisu Ronald Bakkara, pada wartawan Rabu (24/4) di Jalan AH Nasution.

Bakkara juga melanjutkan, saat ini mereka sudah memeriksa penerima bantuan hibah dan dana Bansos mencapai ratusan orang. Pemanggilan itu untuk dimintai keterangannya terkait jenis bantuan dan peruntukannya.

“Sudah banyak yang diperiksa. Pastinya saya belum tahu berapa. Yang jelas bantuan yang besar itu yang kita prioritaskan untuk dipanggil. Kita juga meminta pada masyarakat yang menerima bantuan untuk datang ke Kejaksaan melakukan klarifikasi,” pinta Ronald.

Sementara itu, DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sumatera Utara, yang menerima bantuan dari Pemprovsu juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Semua penerima bantuan akan kita panggil tanpa terkecuali, hal ini berdasarkan dokumen penerima bantua tersebut,” tegas Ronald.

Ketika disinggung kapan HKTI Sumut akan diperiksa terkait penerimaan bantuan Rp500 juta? Ronald Bakkara mengatakan, HKTI Sumut yang menerima bantuan juga bakal dipanggil. “Semua penerima bantuan akan kita panggil. Kalau masalah HKTI, akan kita cek kalau belum dipanggil maka akan kita panggil secepatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Pemuda Indonesia Medan M Said SP, pada wartawan menegaskan, mereka tidak ada menerima bantuan yang direalisasikan Pemprovsu.

Berdasarkan dokumen laporan tidak langsung APBD Provsu tahun anggaran 2011, Koperasi Pemuda Indonesia Kota Medan Jalan Merbabu No28, yang ingin direalisasi dari sisa anggaran sebesar Rp50 juta, tidak diambil. “Dari dokumen itu kita memang lihat langsung bantuan itu direalisasikan, namun tidak kita ambil. Bahkan di dokumen itu kita lihat anggaran bantuan Rp50 juta itu masih ada, karena tidak kita ambil walaupun itu sudah dimasukkan ke buku APBD,” ujar Said.

Said mengaku, mereka juga tidak ada menerima surat pemberitahuan dari Pemprovsu terkait bantuan yang sudah direalisasikan. “Pun demikian, anggaran itu tetap tidak kita ambil,” bantah Said.(rud)

Lagi Dekat Bos TV

Syahrini

Siapa sebenarnya pacar Syahrini sampai saat ini tanda tanya besar. Sejauh ini, ia gencar promo kan kekasih asal Malaysia bernama Bubu.

Namun belakang pria itu justru dinilai hanya pacar khayalan Syahrini. Jadi siapakah kekasih wanita asal Sukabumi itu? Muncul kabar kalau dirinya tengah dekat dengan salah satu bos televisi. Kabar tersebut sempat ramai diperbincangkan setelah beberapa kali Syahrini dikabarkan jalan bareng dengan sang bos.

Namun, pelantun Kau yang Memilih Aku itu dengan tegas membantah kabar tersebut. Ia pun memilih menghindar dari pertanyaan itu. “Nggak benar itu (pacar pejabat televisi),” kilahnya saat ditemui wartawan.

Sebelumnya, Syahrini beralasan belum mengenalkan Bubu karena tak mau masalah pribadinya menjadi konsumsi public. “Aku juga tidak suka mengumbar kemesraan dengan pasangan, dalam artian aku juga tidak mau mengekspos yang menjadi ranah pribadiku,” ujar bekas duet Anang Hermansyah ini. Bagi Syahrini, tidak masalah kalau sikapnya itu bikin orang jadi menerka-nerka siapa sosok Bubu sebenarnya. Termasuk jika ada yang menganggap bahwa Bubu fiktif dan sebenarnya tak ada.

Ia tak menampik akan segera naik pelaminan setelah adiknya, Aisyahrani. Sambil menunggu, Syahrini masih akan fokus di kariernya.

“Habis launching album, aku susul adikku. Insya Allah. Semua sudah 90 persen. Pokoknya aku senang adikku akhirnya bisa menikah menemukan jodohnya,” ucapnya.

Jika sudah mendapat persetujuan ibu dan adiknya, Syahrini pun mengungkap bakal resmi jadian dengan seorang brondong atau pria yang berusia lebih muda.   (rm/jpnn)

Tiga TKI Diotopsi Ulang

JAKARTA- Kematian tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia secara mencurigakan mendapat perhatian serius pemerintah. Beberapa kementerian terkait langsung mengutus tim untuk terbang ke negeri jiran tersebut.

Kemarin, tim Kemenlu sudah berada di Malaysia untuk bertemu pihak Rumah Sakit Port Dickson, tempat ketiga jenazah pertama kali diotopsi dan pihak Kepolisian Port Dickson, Negeri Sembilan. “Tim Kemenlu sudah berangkat kemarin sore (24/4). Hari ini (kemarin), tim sudah mulai bertugas. Mereka akan bertemu dengan pihak Rumah Sakit tempat ketiga TKI diotopsi dan pihak Kepolisian yang menangani kasus tersebut,” jelas Juru Bicara Kemenlu, Michael Tene, kemarin.

Tene menuturkan, tim yang berangkat beranggotakan lima orang. Personil tim Kemenlu tersebut berasal dari Direktorat Hukum dan Direktorat Perlindungan Warga Indonesia Kemenlu. Tim dipimpin seorang staf ahli Menlu. “Tim juga diperkuat oleh atase kepolisian dan pengacara KBRI di Malaysia,” katanya.

Tim tersebut, lanjut dia, bertugas menghimpun informasi seputar dua hal. Yang pertama, terkait penyebab kematian para TKI asal NTB tersebut. Kedua, tim juga akan menelusuri dugaan bahwa ketiga TKI tersebut menjadi korban perdagangan organ tubuh manusia. “Jadi dua hal itu yang akan kita telusuri.

Kita akan meminta kronologinya. Dari situ bisa mulai dihimpun informasi,” lanjut Tene sembari meminta wartawan bersabar. “Biarkan tim bekerja dulu,” ujarnya. (ken/dim/nw/jpnn)

Benang Kusut Pendidikan Indonesia

Oleh:Benni Sinaga

Sejatinya Indonesia sedang dilanda multi krisis, ketidakstabilan dan tengah mengalami restruktuisasi global dunia yang sedang berjalan ditandai dengan perubahan paradigma di semua aspek kehidupan.

Krisis kompleks yang menjadi fenomena membawa tantangan berat bagi bangsa Indonesia sebagai negara berkembang yang seringnya berada dalam posisi terancam, terlebih menghadapai globalisasi yang mengharuskan perubahan paradigma, peniadaan sekat-sekat ideologis politik, budaya bahkan substansi kehidupan yang nyaris sama.

Mampu bermain dalam kancah percaturan dunia (globalisasi) adalah agenda masa depan yang harus dimiliki bangsa Indonesia. Hanya saja agenda masa depan ini  terkesan muluk-muluk untuk kita bahas ketika pendidikan nasional bangsa kita pun masih dalam kondisi sakit, yang seyogiyanya pendidikan adalah barometer kemajuan suatu bangsa.

Merenungi masalah pembangunan  pendidikan Indonesia, mengundang kita semua mencermati betapa pendidikan nasional masih baru sekadar mampu memberi sumbangsih pendidikan yang diwujudkan dengan ijazah dan titel tapi masih belum  mampu melahirkan SDM yang  memiliki potensi sebagai kader-kader bangsa yang tangguh dan profesional untuk memenuhi tuntutan agenda masa depan.

Sehingga kenyataan berkata saat ini kredibilitas bangsa Indonesia di mata masyarakat dunia tidak semakin memuncak tapi justru belakangan terakhir semakin memudar, maka tidak heran jika beberapa tahun terakhir survei yang dilakukan Badan Internasional UNESCO menjelaskan tidak ada prestasi terbaik yang pernah dicatat Indonesia baik di bidang politik, sosial, ekonomi dan bidang lainnya.

Pertanyaannya, ada apa dengan Indonesia? Jawabannya, Indonesia sedang terpuruk dan kehilangan kader bangsa yang tangguh dan siap bersaing, mengapa demikian? Tentunya ada banyak variabel yang menjadi determinan penyebabnya tapi sejatinya ada variabel yang fundamental sebagai penyebab keterpurukan ini, yaitu ketidakberhasilan pendidikan nasional kita. Ketidakberhasilan pendidikan nasional berpotensi besar sebagai variabel akibat yang  fundamental atas keterpurukan bangsa ini. Seberapa jauh andil pendidikan dalam mewujudkan agenda masa depan?

Pertanyaan yang kerap dilontarkan, terkesan bernada klise tapi sejatinya memerlukan jawaban pasti yang harus diterjemahkan dalam tindakan. Karena pendidikan bersinggungan langsung dengan SDM yang merupakan output pendidikan itu sendiri, dan nyatanya di bangsa ini SDM-nya  yang sedang bermasalah inilah alasan mengapa pendidikan sesungguhnya adalah akar masalah dari keterpurukan yang tengah kita alami.

Seyogianya hari ini bangsa kita tengah menuai dampak panjang atas ketidakberhasilan pendidikan, sejenak memutar kembali rekaman memori dunia pendidikan di masa lampau maka kita menyadari banwa sesungguhnya selama ini kita tidak pernah sungguh-sungguh mengurusi pendidikan bahkan masih dipandang sebelah mata.

Selama ini pemerintah dan masyarakat belum mengelola pendidikan dengan optimal terlihat dari anggaran pendidikan yang sebelumnya tidak pernah benar-benar terealisasikan untuk kepentingan pendidikan dan persentasenya dari total RAPBN pun masih lebih rendah dari sektor lainnya.

Sekalipun saat ini pemerintah dan masyarakat telah menyadari esensi pendidikan yang terlihat dari kondisi dimana pemerintah sedang getol-getolnya mengenjot pendidikan tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Kesalahan terdahulu telah mendarah daging dan dampaknya sangat signifikan untuk hari ini maka tidak heran jika pendidikan terlihat bagai benang kusut. Depolitasi kebijakan pendidikan kerap terjadi dalam pendidikan, secara filosofi kebijakan yang diambil seperti pergantian kurikulum sebagai contoh konkrit berada dalam kerangka perbaikan mutu pendidikan tapi pengalaman menggambarkan hal yang berbanding terbalik dimana setiap perubahan kebijakan bernuansa “politis” bahkan istilah tambal sulam kebijakan di dunia pendidikan sebagai hal yang lumrah seperti penetapan KBK yang belum seumur jagung dan belum dirasakan kontribusinya sudah diganti dengan KTSP sebagai kurikulum baru, sehingga asumsi “lain pemimpin lain kebijakan” terlontar begitu saja.

Selain itu sentralisasi juga menjebak pendidikan terperangkap dalam praktik bisnis, terlebih sejak terealisasinya anggaran pendidikan sebesar 20 persen menjadikan pendidikan sebagai ladang uang bagi mereka yang memilki kekuasaan dan sampai saat ini anggaran 20 persen pun belum mampu mengatasi kegagalan pendidikan dari segi finansial karena dalam realisasinya anggaran 20 persen  mengalami sikat-sikut sana-sini wujud praktik KKN dunia pendidikan lagi-lagi ini terjadi karena SDM bangsa kita yang rendah sehingga pendidikan pun masih pragmatis.

Ironisnya juga kita baru juga sadar bahwa yang bertanggungjawab atas kegagalan pendidikan menghasilkan SDM yang tangguh dan profesional adalah tenaga didik yaitu guru, apapun alasannya guru merupakan titik sentral dalam pendidikan tapi guru pun sebenarnya selama ini masih tertindas karena hanya dipandang sebagai alat politik kekuasaan terdahulu maka guru tidak memiliki wewenang dalam dunianya sendiri dan kita juga tidak dapat menuntut banyak dari guru karena selama ini kesejahteraan guru pun tidak begitu diperhitungkan berbeda dengan negara lain, omong kosong seorang guru bersikap profesional ketika kesejahteraannya pun terancam sampai masih ada guru yang menerima gaji dibawah UMR.  Maka tak heran dengan kualitas guru yang kesejahteraannya terancam dan tidak profesional kualitas SDM yang dihasilkan pun biasa-biasa saja sekadar tamat dan guru pun dengan nyaman berperan sebagai transfer of knowledge bukan transfer of value tanpa menyadari sesungguhnya pendidikan sebagai proses rekonstruksi bukan sebatas belajar.

Dan saat ini bangsa kita sedang demam sertifikasi yang disinyalirkan sebagai solusi kesejahteraan guru memang mendongkrak popularitas guru tapi sejauh ini belum dirasakan kontribusinya sebagai solusi mengatasi ketidakberhasilan pendidikan, benarkah sertifikasi adalah solusinya sampai saat ini masih dipertanyakan.

Deskripsi panggung dunia pendidikan menjadi refleksi bagi kita bersama bahwa menyadari pendidikan sebagai motor yang juga memegang andil yang cukup besar dalam kemajuan bangsa mencapai agenda masa depan ternyata sedang mengalami sakit yang berada dalam kategori komplikasi, namun sekalipun terlambat mempososisikan pendidikan sebagai solusi keterpurukan bangsa ini tidak salah kiranya kita segenap bangsa Indonesia melakukan berbagai koreksi terhadap kekeliruan dalam kebijakan pendidikan selama ini, sembari secara sungguh-sungguh melakukan perbaikan menuju masyarakat terdidik sebagai kader bangsa yang tangguh dan profesional, karena lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Maju pendidikan bangsaku. (*)

Penulis Adalah Dosen STIE IBMI Medan Ketua KPP (Komunitas Peduli Pendidikan)

Enggak Bisa Ngasal Lagi

The Changcuters

Banyaknya pendatang baru di belantika musik Indonesia memang menjadi tantangan tersendiri. Para penyanyi dan grup band yang lebih dulu terjun ke industri tersebut bisa terlibas.

Karirnya tak lagi terang karena tergantikan oleh para pendatang baru. Apalagi kalau mereka tidak memiliki sesuatu yang baru. Salah satunya adalah grup band asal Bandung, The Changcuters.

Grup band rock itu sekarang mulai jarang tampil di TV. Tria, Erick, Qibil, Alda,  dan Dipa dibilang pamornya meredup. Padahal dulu, selain dikenal lewat gaya musik dan dandanan, mereka dikenal sebagai bintang film.

“Kami sekarang ini sibuk keliling-keliling. Banyak off air dan menjalani tur dengan produk-produk yang memakai jasa kami. Tur panjang,” jelas Erick saat ditemui di Djakarta Theatre Senin malam (23/4) dalam acara peluncuran album karya A.T. Mahmud, Ambilkan Bulan.

Drumer The Changcuters tersebut membantah bahwa mereka mengurangi acara di TV supaya bisa naik pamor lagi. “Enggak lucu kalau dibilang mengurangi on air biar greget lagi. Kalau sering muncul di TV juga takutnya orang bosan,” jelas dia.

Tria, sang vokalis, menambahkan, setiap hari banyak sekali musisi tampil di layar kaca. “Ya, ganti-gantian. Biar nggak bosan,” ucap mantan pacar Tyas Mirasih itu.   Sembari tur luar kota, mereka memilih untuk berkonsentrasi menyelesaikan album baru yang katanya akan keluar tahun depan. Mereka ingin level karya selanjutnya lebih menanjak. “Mudah-mudahan jadi ya (proyeknya).

Menciptakan karya, makin ke sini enggak bisa dilakukan dengan cepat. Enggak bisa ngasal lagi. Harus ada progres yang baru dan lebih bagus. Enggak bisa cepat-cepat, lalu digarap seadanya. Harus dilihat dulu, harus olah dulu keadaannya,” jelas Erick. (jan/c14/tia/jpnn)

Berubah jadi Tomboy

Arumi Bachsin

Arumi Bachsin  (18), memiliki banyak pengalaman dalam bermain film. Perempuan berkulit putih itu tercatat membintangi sebelas judul film dan beberapa judul sinetron.

Kini dia memiliki kemampuan improvisasi yang lebih bagus daripada sebelumnya. Demikian juga ketika dia membintangi film terbarunya yang berjudul Hattrick.

Dalam film produksi MVP Pictures tersebut, Arumi diarahkan sutradara Robert Ronny untuk membuat scene ending menjadi lebih klimaks. Improvisasinya sampai membuat Fauzan, lawan mainnya, canggung sekaligus surprise.

“Jadi, waktu pengambilan gambar adegan terakhir, sutradara mau, emosi scene itu harus “dapat”. Saya sendiri, waktu akting satu detik sebelum take, masih bingung harus gimana. Akhirnya, saya cium pipi Fauzan. Kan, ceritanya, saya dan Fauzan di film itu jadian gimana gitu,” ungkap Arumi (24/4). Arumi berperan sebagai Sophie, wartawan. Fauzan berperan sebagai Samuel.

Arumi mengungkapkan tertantang saat memerankan wartawan. Dia yang biasanya menjadi narasumber sekarang harus berakting sebagai orang yang mengejar narasumber. “Observasinya dari kalian-kalian lah. Sekarang saya jadi ngerti aja susahnya ngejar narasumber, gimana supaya narasumber itu bisa jawab pertanyaan kita meski lagi capek dan gimana supaya narasumbernya nggak bete,” paparnya.
Peran Sophie sangat berbeda dari keseharian Arumi. Sophie digambarkan sebagai sosok yang tomboi. “Karena orang lapangan, kan dia jadi harus terlihat sebagai perempuan yang mandiri,” tuturnya.

Fauzan menceritakan bahwa di film tersebut dirinya menjadi pemain futsal. Sebanyak 70 persen adegan di film itu diisi dengan adegan futsal. “Capek sih, tapi seru. Saya juga suka main futsal sejak SMP,” katanya.

Selain mereka, film yang akan rilis pada 10 Mei mendatang tersebut dibintangi Lukman Sardi, Ira Wibowo, Denny Sumargo, dan Dion Wiyoko. Fauzan merupakan pendatang baru di industri hiburan. Itu adalah film pertamanya. “Main film pertama sama Arumi yang cantik, saya canggung juga,” katanya, lantas tersenyum. “Untung, dia baik hati dan gampang bergaul sehingga nggak kaku,” imbuhnya.

Laki-laki keturunan Padang-Arab tersebut mengungkapkan terkejut ketika mendapat ciuman dari Arumi. Sebab, di skrip tidak ada adegan seperti itu. “Cuma, ya senang dong dicium Arumi. Saya lagi nggak punya pacar, kok. Jadi, nggak ada yang marah,” tutur pemain sinetron Arti Sahabat tersebut.  (jan/c12/tia/jpnn)