25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13605

 Hindari Sol yang Tipis

Jangan sampai Anda melupakan perawatan yang satu ini jika tak ingin tampilan Anda menjadi tidak indah. Lakukan perawatan sederhana ini agar penampilan Anda tetap terjaga.

– Gantilah sepatu yang Anda pakai setiap hari. Artinya, jangan gunakan sepatu yang sama setiap hari. Sepatu perlu dikeringkan dari keringat dan bakteri. Gantilah kaus kaki Anda setiap hari. Jika Anda memiliki masalah bau kaki, rendam kaki Anda di dalam air hangat yang telah dicampur cuka.

– Jangan memakai sepatu yang kekecilan. Karena hal itu dapat menyakitkan sekaligus mencegah pertumbuhan kaki. Jika Anda pengguna hak tinggi, pilihlah hak yang lebar, stabil, dan tidak lebih dari dua inci.

– Sandal jepit dan flat shoes dengan sol yang tipis tidak dapat menyangga kaki dengan baik. Sebaiknya, jangan terlalu sering memakai sepatu dengan sol tipis demi mendapatkan kaki yang sehat dan kuat.

– Berhati-hatilah jika Anda gemar melakukan pedikur di salon. Perhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan. Jika Anda memiliki penyakit diabetes, konsultasikanlah dengan dokter. (net)

Guru Agama di Tebingtinggi Rangkap Calo PNS

Oknum guru agama di salah satu SMA Negeri di Kota Tebingtinggi berinisial RH (40) warga Perumahan Kompleks Griya Asri Begelen, Jalan Abdul Hamid, Kota Tebingtinggi, nekad menjadi calo PNS.

Kali ini korbanya, Rahmawati (33) guru honorer di Sekolah MTs Guppi Kota Tebingtinggi, warga Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi. Diceritakan Rahmawati, dia menderita kerugian setelah menyetor uang senilai Rp5 juta sebagai uang pertama pengurusan berkas dan apabila nantinya lulus menjadi PNS dari pengangkatan honorer, korban harus menyetor uang sebanyak Rp50 juta lagi.

Ditemui di rumahnya, Ramahwati didampingi suaminya Kodirun mengaku, RH mengaku bisa mengangkat dirinya menjadi PNS di Pemkab Serdang Bedagai melalui bantuan saudaranya yang bertugas di BKD Sergai. Karena terpengaruh bujuk rayu RH, korban pun menurut dan menyetor uang senilai Rp5 juta untuk keperluan dimaksud.

“Sebenarnya saya jadi guru honorer mulai tahun 2006 lalu, karena mereka (pelaku dan keluarga) bisa menguruskan berkas itu di Pemkab Sergai kami hanya menurut saja,” kata Rahmawati.

Penyetoran uang Rp5 juta di atas kwitansi bermaterai dilaksanakan tanggal 6 Juni 2011 lalu, saat penjaringan untuk data base pegawai honorer yang bertugas di bawah tahun 2005, tetapi karena Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru honorer itu di Kota Tebingtinggi, pihak BKD Pemkab Sergai langsung menolaknya.

“Sejak itu RH kembali membujuk untuk menjumpai Kepala BKD Kota Tebingtinggi, tetapi hingga sekarang saya tidak juga menjadi PNS, saat ditagih agar uang dikembalikan RH tetap menghindar dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Sementara itu, RH ketika ditemui di seklah tempatnya bekerja di Jalan KL Yosudarso Kota Tebingtinggi mengaku, akan membayar hutangnya setelah mobil angkot (angkutan kota) atau rumahnya laku terjual. “Setelah rumah laku dikontrakan dan mobil laku dijual semua hutang akan saya bayar,” ujar RH yang menjadi guru agama selama 11 tahun disekolah tersebut.

Diakui RH, dia memang ada meluluskan satu orang menjadi PNS di Pemkab Sergai, tetapi untuk kali ini dua orang korban yang ditipunya tak kunjung menjadi PNS. Uang senilai Rp5 juta menurut RH dipergunakan sebagai biaya pengeluaran untuk mengurus berkas serta membeli pulsa, untuk uang penyetoran ke pihak BKD baru akan dilakukan setelah korban dinyatakan lulus menjadi PNS. “Tidak ada uang diberikan kepada pihak BKD Sergai, tetapi uang habis untuk membeli pulsa dan keperluan pengurusan berkas,” elak RH yang pandai berkelit.

Karena pihak korban akan mengadukan permasalahan tersebut kepada pihak kepolisian atas kasus penipuan, RH berjanji akan membayar hutangnya pada tanggal 5 Mei 2012 mendatang.(mag-3)

Cetak Tujuh Gol, Syahidan Dilirik Timnas Senior

MEDAN-Tim nasional futsal U-21 gagal meraih tiket final di Piala AFF. Langkah tim besutan Israqul Issa ini dihentikan Vietnam setelah kalah 3-5 di laga semi final Rabu (25/4) kemarin di Stadion Thonburi Bangkok.

Bagi Syahidan Lubis, satu-satunya duta Sumut di timnas U-21, kegagalan ini cukup menyakitkan. Syahidan saat dihubungi dari Medan kemarin mengaku kecewa karena tidak bisa membawa timnas U-21 merebut gelar juara. Padahal di kesempatan pertamanya berkostum merah putih, ia ingin memberi kesan manis.
“Kecewa dan sedih pastinya. Belum bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Ini jadi pelajaran buat kami,” katanya.

Padahal Syahidan menunjukkan performa cukup apik selama turnamen. Tujuh gol diceploskannya dan membantu timnas meraih tiket semifinal dengan menghuni runner up grup B. Empat gol diceploskannya ke gawang Timor Leste, dua gol ke gawang Brunei Darussalam. Bahkan di semi final menghadapi Vietnam, ia mencetak satu gol. Namun tak dapat berbuat banyak untuk membantu timnas lolos ke final.

Namun dibalik kekecewaaannya ia mendapat berkah lain. Performa apiknya selama membela timnas U-21 dilirik timnas senior yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia. “Ya dipanggil seleksi di timnas senior. Setelah ini langsung ikut pemusatan latihan menghadapi Piala Asia di bulan Mei,” jelasnya.

Pemain kelahiran tahun 1992 ini optimis akan mampu menembus level persaingan menuju timnas senior. “Kalau peluang lolosnya belum tahu. Tapi saya tetap optimis bisa menembus timnas,” katanya.

Disinggung apakah akan bergabung dengan rekan-rekannya di tim PON Sumut menghadapi Piala Emas pada pertengahan Mei mendatang, Syahidan belum bisa memastikan. “Belum tahu karena mungkin masih TC dengan timnas,” tambahnya.

Kabar gembira ini pun disambut baik tim PON Sumut. Pelatih tim PON Sumut, Alpinus mengaku bangga dengan pemanggilan Syahidan untuk seleksi timnas senior. “Tentu ini kebanggaan bagi kami. Salah satu pemain tim PON Sumut berkostum timnas U-21 bahkan berpeluang menembus timnas senior. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi pemain lainnya,” pungkasnya saat ditemui pasca latihan tim PON Sumut di Lapangan futsal Disporasu kemarin. (mag-18)

Puji Program Agar Rakyat Tidak Lapar

Dua Hari Kunjungan Kerja Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di Sumut

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Achmad Suryana MS mengadakan kunjungan kerja di Sumatera Utara selama dua hari pada tanggal 24-25 April 2012. Pejabat eselon I Kementerian Pertanian menggelar beberapa kegiatan di Medan dan Deliserdang.

KUNJUNGAN melihat diversifikasi makanan non beras dan tepung terigu serta pemanfaatan pekarangan rumah dengan budidaya tanaman dan ternak ini diawali dengan mengunjungi dua toko roti yakni Juman Bakery di kampus Universitas Pembangunan Pancabudi (Unpab) dan Wali Bakery di Desa Laudendang Kecamatan Percut Sei Tuan.

Di dua toko roti ini, Achmad melihat roti yang menggunakan tepung mocaf atau tepung ubi yang memiliki cita rasa yang enak dengan harga lebih murah. Pejabat eselon I Kementerian Pertanian dari Jakarta didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Ir Setyo Purwadi MM disambut Enny, pengelola Juman Bakery dan Susyanto, pengelola Wali Bakery.

Achmad juga bertemu dengan kelompok warga P2KP Annisa Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan dipimpin Edinar Tanjung dan kelompok warga di Rumah Pangan Lestari Sedar Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dipimpin Marjono. Di sini Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian memberi bantuan peralatan pertanian sekaligus meninjau pemanfaatan lahan perkarangan rumah untuk ditanami sayur dan mengelola ternak ikan lele dan bawal.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Achmad Suryana MS juga menghadiri acara sosialisasi kebijakan Badan Ketahanan Pangan di Hotel Garuda Plaza Jalan SM Raja Medan. Pertemuan ini diikuti Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala Bappeda dan instansi terkait lain Pemkab/Pemko se-Sumut.

Dari lima pertemuan ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Achmad Suryana MS memberi apresiasi terhadap program diversifikasi pangan di Sumut termasuk upaya Pemprovsu melalui Badan Ketahanan Pangan Sumut dalam mewujudkan visi pemerintahan ‘Syampurno’ dipimpin Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho agar rakyat tidak lapar.

Dari dua hari kunjungan di Sumut, Achmad memberi penilaian sangat menggembirakan atas program diversifikasi dan ketahanan pangan di daerah ini. ‘’Ibu-ibu merasakan manfaatnya dalam mewujudkan ketersediaan pangan, positif dalam pembinaan keluarga dan memberi tambahan pendapatan,’’ imbuhnya.

Diakui Achmad, kedepan permasalahan pangan akan semakin besar antara lain karena adanya perubahan iklim, harga komoditi internasional, konversi lahan pertanian dan semakin banyaknya penduduk. ‘’Itu akan menjadi persoalan apabila kita bertumpu pada satu komoditas. Untuk itu pemerintah melaksanakan program diversifikasi pangan guna menganekaragamkan pangan yang diharapkan konsumsi beras per kapita secara nasional menurun 1,5 persen pertahun,’’ katanya.

Ia memberi dukungan terhadap program ‘manggadong’ dimana saat makan pagi tidak harus mengkonsumsi nasi tapi dapat juga mengkonsumsi umbi-umbian atau yang lain. Demikian pula dengan program pemanfaatan lahan perkarangan rumah untuk keperluan sayuran dan ikan dapat diperoleh dari pekarangan.

‘’Kalau ini dapat dikembangkan di Sumut akan memberi dukungan pada ketahanan pangan nasional. Program ini juga membikin hidup sehat dan dapat berolahraga sembari mengurus tanaman dan ikan,’’ katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Ir Setyo Purwadi MM melaporkan kondisi spesifik pangan di Sumut yang surplus beras 1,2 juta ton. Begitu juga dengan ketersediaan pangan pokok lain seperti jagung, ubi kayu, kedelai, daging dan minyak goreng mengalami peningkatan produksi. ‘’Upaya kampanye percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dengan memasyarakatkan icon ‘manggadong’ dimana konsumsi beras dari 139,5 kg/kapita tahun 2009 turun menjadi 134,24 kg/kapita tahun 2011,’’ urainya.

Setyo juga menjelaskan program pengembangan desa mandiri pangan, penanganan daerah rawan pangan, program aksi gema pangan, penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat, pemberdayaan lumbung pangan masyarakat, percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, penanganan keamanan pangan segar dan penguatan peran dewan ketahanan pangan sehingga dapat mewujudkan visi/misi Syampurno yang dilaksanakan Pemprovsu agar rakyat tidak lapar,’’ ujarnya. (*)

PT SW Diduga Serobot Hutan Lindung

LUBUK PAKAM- Keberadaan tapal batas lahan HGU PT Sungai Wang (PT SW) seluas 500 hektar  yang berada di dua Desa Pematang Lalang, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu tidak jelas. Diduga PT SW menyerobot areal Hutan Lindung atau jalur hijau.

Hal itu terungkap saat dilakukannya dengar pendapat antara Komisi A DPRD Deli Serdang, Rabu (25/4). Bahkan terjadi Ketidaksinkronan data antara Kabag Hukum Pemkab Deli Serdang dengan Dinas Kehutanan serta BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Akibat ketidaksinkronan data antara lembaga itu, maka disepakati akan dilakukan pengukuran ulang HGU PT SW. “Pekan depan kita (DPRD) bersama instansi terkait akan mendatangi lokasi serta melakukan pengukuran lahan yang dipermasalahkan warga itu,”  bilang pimpinan rapat Rakhmad Syah SH yang juga Sekretaris Komisi A itu.

Kabag Hukum Deliserdang Redwin SH mengatakan kawasan yang diberikan HGU itu sebagian besar merupakan kawasan hutan berdasarkan TGHK (Tata Guna Hukum Kesepakatan) yang dikeluarkan tahun 1982 dan dilanjutkan dengan SK 44 Tahun 2005. (btr)

Pelaksanaan UN di Kota Medan Lancar

Wali Kota Tinjau Ruangan Siswa

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se- Kota Medan berjalan lancar tanpa ada kendala apapun. Mulai distribusi soal, tim pengawas menjalankan tugasnya dengan baik. Hal itu terungkap dalam kunjungan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM saat meninjau pelaksanaan UN SMP, Senin (23/4).

Rahudman menyebutkan, pelaksanaan UN berjalan lancar di tingkat SMP dikarenakan saat pemantauan tidak masuk ke ruangan kelas, sehingga tidak menggangu siswa yang sedang mengikuti UN.

“Saya lihat pengawas  menjalankan tugasnya dengan baik, sebab sistem pengawasan dilakukan dengan sistem pertukaran murni. Dengan demikian hasilnya diharapkan lebih baik lagi,” katanya.

Dia menyampaikan, terima kasih kepada pengelola lembaga pendidikan yang menjalankan tugas dengan baik dan turut serta menyukseskan berjalannya UN dengan baik. Hal itu juga menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya dengan melakukan pemerataan guru agar tidak ada guru yang menumpuk di satu sekolah, sementara sekolah lainnya kekurangan.

“Dengan tertibnya pelaksanaan UN tahun 2012, maka semakin mendukung pelaksanaan UN jujur dan berprestasi di Kota Medan. Semua siswa hadir dan tidak ada masalah dengan Lembar Jawaban Komputer (LJK) maupun naskah soal,” cetusnya.

Dalam peninjauannya dan melakukan pemeriksaan di setiap ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan ujian. Rahudman tidak memasuki ruangan, hanya memantau dari pintu masuk. Itu dilakukan karena tidak ingin mengganggu  konsentrasi  para  siswa yang saat itu tengah mengikuti ujian Bahasa Indonesia.

“Saya berharap agar hasil UN untuk tingkat SMP tahun 2012 bisa lebih baik dibandingkan 2011. Jika UAN tahun 2012 hasilnya lebih baik, maka menunjukkan para guru sudah bersungguh-sungguh,” ungkapnya.

Sementara itu Kadis Pendidikan, DR M Rajab Lubis menjelaskan pelaksanaan UN untuk tingkat SLTP/MTs  baik negeri maupun swasta di Kota Medan diikuti sekitar 41.836 orang.  Selain siswa SMP/MTs baik negeri dan swasta, UN kali ini juga diikuti siswa dari SMP Luar Biasa dan SMP terbuka di Kota Medan.

Dia menjelaskan, ujian berlangsung selama empat hari. Diharapkannya selama empat hari, pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar. Sejauh ini dari peninjauan yang telah dilakukan di beberapa sekolah, dinilainya pelaksanaan UN tidak ada masalah. Termasuk, proses pendistribusian soal-soal ke sekolah-sekolah.

Rajab memaparkan, pendistribusi soal ujian telah dilakukan mulai pukul 05.15 WIB sampai dengan 06.00 WIB.  Soal didistribusi langsung ke sekolah-sekolah guna menghindari terjadinya antrean. Dalam melakukan pendistribusian soal, dilakukan dengan pengawalan ketat. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kebocoran soal. “Alhamdullillah soal yang sampai di sekolah-sekolah tidak ada yang kurang,” jelasnya.

Sedangkan Kasek SMP Negeri I Medab Drs H Ahmad Siregar mengungkapkan, pihaknya telah melakukan persiapan matang kepada para siswa untuk menghadapi UN, salah satunya dengan memberikan les tambahan dan try out. Hal itu dilakukan karena SMP Negeri I Medan ingin siswanya tetap menjadi peringkat pertama dari 45 SMP Negeri di Kota Medan.

Dengan persiapan yang dilakukan itu, dinilainya para siswa tahun ini lebih siap dibandingkan tahun 2011.
“Jadi kita berharap nilai yang diperoleh para siswa tahun ini lebih baik dibandingkan 2011,” harap Ahmad.

Menurut Ahmad, siswa yang mengikuti UN berjumlah 318 siswa dengan perincian 148 laki-laki dan 170 perempuan. Mereka ditempatkan dalam 17 ruangan, 16 ruangan untuk siswa SMP Negeri I dan satu ruangan lagi untuk siswa titipan. Seluruh peserta ujian diawasi oleh 34 pengawas yang berasal dari 11 sekolah.

Sedangkan pelaksanaan UN di SMP Harapan I Jalan Imam Bonjol Medan. Pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan soal ujian tidak ada yang kurang. Dari 157 peserta yang mengikuti ujian, seluruhnya hadir dan menempati 8 ruangan.

Di tempat terpisah Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau pelaksanaan UN di SMP Negeri 7 Medan Jalan H Adam Malik Medan. Mereka diterima Kasek SMPN 7 Mahmud SPd.
Pelaksanaan ujian di sekolah itu berjalan lancar, siswa hadir tepat waktu dan terlihat begitu serius mengisi jawaban. Eldin mendapat laporan para siswa telah dibekali dengan les tambahan maupun try out oleh para guru untuk menghadapi UN.

Eldin berharap kelancaran pelaksanaan UN tahun ini terus dipertahankan dan siswa yang mengikutinya lulus keseluruhannya dan mendapatkan nilai dengan hasil memuaskan.
“Jadi saya harapkan kelancaran ujian tahun ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” harap Eldin.

Sementara itu Kasek SMPN 7 Mahmud SPd menjelaskan,  jumlah peserta ujian sebanyak 280 terdiri dari 268 siswa SMPN 7  dan 12 siswa dari SMP Yayasan Neo Petro yang menumpang ujian. Peserta ujian di tempatkan dalam 15 kelas dengan diawasi 30 orang tenaga pengawas.

“Saya berharap tahun ini kita meraih kelulusan 100m persen dengan hasil nilai sangat memuaskan,” ujarnya. (adl)

700 Anak di Sumut Berhadapan dengan Hukum

MEDAN- Diperkirakan ada sekitar 700 orang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Sumatera Utara. Dari jumlah itu, 664 orang lebih berada di LP Anak Tanjung Gusta Medan yang 50 persennya dikarenakan kasus NAPZA.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut Zahrin Piliang dalam Diskusi Implementasi SKB Menteri Penanganan ABH di Aula Fakultas Kedokteran UISU Jalan Karya Bhakti Medan, Rabu (25/4).

Menurutnya, meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan untuk menyelamatkan anak yang berkonflik dengan hukum yaitu dengan dibuatnya Surat Keputusan Bersama antara Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kepolisian RI serta Mahkamah Agung pada 2009 lalu, namun upaya itu masih jauh dari harapan.

“Bahkan anak-anak ini jarang mendapat pendampingan saat mereka menjalani proses hukum mulai dari tingkat kepolisian, kejaksaan, pengadilan, maupun perawatan medis seperti trauma dan lainnya. Terhadap anak-anak di LP ini, tidak banyak yang mau memberi perhatian yang berkelanjutan demi masa depan mereka,” ujar Zahrin.(mag-11)

Kapal Nelayan Dirompak, Satu Orang Tewas

BELAWAN- Aparat keamanan di laut telah membentuk tim, guna melakukan operasi pengamanan di perairan, namun aksi perompakan di laut masih saja terjadi.

Sebuah kapal penangkap ikan jenis pukat layang milik nelayan asal Belawan dirompak belasan pria bersenjata tajam (sajam) di kawasan Perairan Mercu Suar Kuala Besar Kabupaten Langkat. Dalam peristiwa tersebut seorang nelayan, Usman (37) warga Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan tewas setelah terjun ke laut.

Informasi dihimpun Sumut Pos, Rabu (25/4) kemarin di Belawan menyebutkan, peristiwa perompakan itu berawal ketika kapal penangkap ikan yang ditumpangi tiga orang nalayan yakni, Zulfadri (30), Usman alias Incek (37) dan Syahrial (33) berangkat dari Belawan menuju e laut lepas. Setelah dua hari berada di laut Selasa (24/4) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, kapal ikan yang dinaiki ke tiga nelayan inipun bermaksud menuju pulang.
“Pagi itu kami bermaksud menuju pulang dan pukat sudah sempat dilepaskan,” kata Syahrial selaku tekong di kapal ikan tersebut.

Tanpa menyadari bakal menjadi target perompakan, ketiga korban pun berlayar seperti biasa, meski sempat melihat dua kapal ikan lainnya mendekati kapal ikan yang mereka naiki. “Memang ada dua kapal ikan yang mendekat, tapi kami tak mengira kalau mereka itu perompak,” ucapnya.

Begitu targetnya sudah di depan mata, para pelaku diperkirakan sekitar 12 orang pria bersebo itu memepet dan naik ke kapal nelayan. Dengan mengacungkan klewang (parang panjang) pelaku langsung memecahkan lampu yang terdapat di kapal ikan ketiga korban.
“Kami pun terkejut begitu mereka (pelaku) naik sambil mengancam, melihat itu kami bertiga langsung melompat terjun ke laut,” ungkap dia.

Sekitar dua jam berada di laut, ketiga korban terpisah setelah terombang-ambing dihantam ombak. Tak berapa lama, Syahrial diselamatkan oleh kapal ikan nelayan lainnya yang kebetulan melintas di perairan tersebut, begitu juga dengan, Zulfadri ia berhasil ditolong setelah sempat terkatung-katung.

“Tapi si Usman tak ditemukan, lalu kami melakukan pencarian sampai pukul 6 pagi, tapi tak juga ditemukan. Lalu kami menuju pulang, setibanya di tangkahan Sungai Deli kami langsung menceritakan kejadian tersebut,” tutur dia. Mendengar pengakuan kedua korban, warga di pinggiran Sungai Deli Jalan Young Panah Hijau, Marelan lantas melakukan upaya pencarian.

Usman, akhirnya ditemukan setelah korban melaporkan kejadian yang mereka alami ke petugas Sat Kamla  dan Dirpolairdasu di Belawan. Petugas yang melakukan upaya pencarian akhirnya menemukan jasad Usman sudah tak bernyawa lagi.(mag-17)
di sekitar Perairan Bouy 5 Belawan, Rabu (25/4) kemarin.

Kaki Juga Butuh Perawatan

Perawatan kaki kerap kali disepelekan orang. Padahal, kebersihan kaki menjadi cermin dari kecantikan si pemiliknya. Banyak orang tak menjadikan perawatan kaki sebagai faktor utama untuk dilakukan.

Sifatnya yang jauh dari mata menjadikan perawatan ini sering dilupakan. Padahal sebagai alat bertumpu saat berdiri, tugas kaki ini termasuk berat sehari-harinya. Apalagi, bagi wanita yang sering mengunakan alas kaki yang bertumit tinggi (high heels), yang membuat kaki akan cepat merasa pegal dan kaku.

Bila tidak dirawat, kaki yang sering dibawa beraktifitas akan menggeras, dan tumit kaki, yang juga akan pecah-pecah. Nah, kalau sudah begini, dapat merusak penampilan.
Untuk saat ini, bagi wanita yang ingin merawat kaki dapat melakukan reflexy kaki, yang tersedia di banyak salon atau spa.

Salah satunya, dapat ditemukan di Taman Sari Royal Heritage Spa yang terletak di Jalan Amir Hamzah Medan. “Reflexy kaki berfungsi melancarkan peredaran darah dibagian kaki, menghilangkan pegal-pegal, dan mengangkat kulit mati dibagian kaki,” ungkap Terapis dari Taman Sari Royal Heritage Spa Medan, Nita. Dirinya menjelaskan, reflexy kaki ini akan membuat si wanita lebih nyaman.

Nita menjelaskan langkah yang dilakukan dalam melakukan terapi ini, salah satunya menyiapkan wadah air yang diisi dengan air hangat. “Usahakan air tersebut sudah dicampur dengan minyak esensial, agar kulit kaki semakin lembut,” ujar Nita. Cuci kaki di air hangat tersebut, sambil digosok untuk mengangkat sel kulit mati. “Selain digosok, sekalian kaki dipijat, ini untuk mempelancar peredaran darah,” ungkapnya.

Penggunaan air hangat untuk mencuci kaki ini juga memiliki makna, hal ini untuk menghangatkan kaki. “Seperti diketahui, angin paling mudah masuk dari kaki, jadi kita perlu hangatkan,” ungkapnya.

Setelah dicuci, kaki digosok dengan alat yang pada umumnya disebut buffer, tetapi sebelumnya, dikeringkan terlebih dahulu dengan handuk yang permukaannya lembut. “Menggosoknya harus kuat, terutama bagian telapak kaki yang kulitnya menggeras dan tumit kaki,” ungkap Nita.

Langkah selanjutnya menggunakan ccraf kaki, yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati. Setelah discraf, angkat kaki dengan menggunakan handuk hangat. “Kita pilih handuk hangat, agar hasil dari refleksi kaki ini lebih maksimal,” tambahnya.

Langkah terakhir, bungkus kaki dengan hand towel agar tetap hangat. Sedangkan bagian kaki yang tidak ditutupi, silahkan dipijat. “Minimum 20 menit agar otot-otot yang tegang dibagian kaki menjadi renggang,’’ tambahnya.

Jangan lupa  menyemprotkan foot spray dibagian kaki. “Ini berfungsi mengurangi pegal-pegal di kaki,” tambahnya. (ram)

Ban Pecah, Truk Bawa Kayu Terbalik

LABUHAN- Truk pengakut kayu karet dengan nomor polisi BK 8098 FI terbalik di Jalan Yos Sudarso Km 19 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan akibat pecah ban sehingga muatannya bertabur di jalan, kemarin (25/4).

Data yang dihimpun di lokasi peristiwa ini berawal saat  mobil truk BK 8098 FI  yang dikemudikan oleh Heriadi warga Dusun X Arah Condong Stabat melintas di Jalan Yos Sudarso tiba-tiba ban belakang pecah dan mengakibatkan truk langsung oleng.

Karena kebetulan posisi jalan miring truknya langsung terjungkal akibatnya semua muatan kayu itu tumpah berserakan ke badan jalan.

“Kayu karet  itu diambil dari PT Besilam akan diantar ke PT Canang Indah di Kelurahan Sicanang Indah Medan Belawan untuk digunakan bahan bakar industri,” kata Heriadi.

Terkait dengan dokumen kayu itu tidak ada hanya saja managemen PT Besilam membuat surat jalan antar ke PT Canang Indah. “Kami hanya mengantar kayu itu saja kalau mengenai dokumen tidak tahu, yang paling tahu managemen PT Besilam sebab dari situ asal kayu itu,” sebut Heriadi. Pantauan di lokasi kejadian, ban belakang sebelah kiri truk pecah tapi diduga karena bannya tidak layak pakai lagi sebab sudah gundul.

Di tempat terpisah Selasa (24/4) truk trailer BK 9622 LK yang mengangkut 40 kontainer menabrak pintu masuk  Tol Mabar I Belawan-Medan-Tanjung Morawa dengan kecepatan tinggi. Amatan di lokasi kejadian dua beton pengaman pintu tol tersebut rusak sehingga pos karcis hancur serta sejumlah peralatan rusak seperti komputer dan instalasi listrik.(ris/smg)