32 C
Medan
Wednesday, April 15, 2026
Home Blog Page 13616

Basecamp Jadi Hambatan Inggris

KIEV – Keputusan timnas Inggris memilih basecamp di Polandia, bukannya di Ukraina bakal menjadi penghambat buat mereka pada Euro 2012 nanti. Pasalnya, semua pertandingan mereka di fase grup akan dilangsungkan di Ukraina.

Ya, FA (asosiasi sepak bola Inggris) memutuskan memilih kota Krakow sebagai basecamp mereka. Mereka menginap di Stary Hotel dan berlatih di Hutnik Stadium. Padahal, pertandingan grup D semuanya difokuskan di Kiev dan Donetsk.

Pertandingan pertama dilaksanakan di Donetsk melawan Prancis pada 11 Juni, lalu melawan Swedia di Kiev pada 15 Juni, dan terakhir melawan Orancis Ukraina di Donetsk pada 19 Juni. Masalahnya, perjalanan dari Krakow ke Kiev maupun Donetsk memakan waktu cukup lama.

Melalui udara, mereka butuh perjalanan selama 2 jam, lalu darat bisa mencapai 23 jam. Tentu mereka akan memakai transportasi udara, tetapi itu juga akan berdampak pada kondisi fisik para pemain karena harus bolak-balik Polandia-Ukraina setiap bertanding.Keputusan itu banyak menuai kritik, tetapi FA tetap bersikukuh. Tuan rumah Ukraina mengkritik FA karena tidak survey dulu ke Ukraina sebelum mengambil keputusan. Padahal, mereka bisa memakai markas klub Shaktar Donetsk sebagai basecamp.

Lalu, ada juga Kirsha Training Center, yang jaraknya dekat dari Donbass Arena, stadion di Donetsk. Akhirnya, fasilitas itu digunakan timnas Prancis. “Saya bukanlah pendukung Prancis, tetapi saya bisa katakan mereka punya keuntungan itu,” kata Tomas Hubschman, bek timnas Rep. Ceko dan juga Shakhtar Donetsk, seperti dikutip Reuters.

“Saya tidak mengerti mengapa Inggris tidak memilihnya. Mungkin, orang-orang Eropa akan takut dengan Ukraina,” katanya. (ham/jpnn)

Guru SMPN 8 Pungli Murid

085276293xxx

Kami minta kepada Kadis Diknas agar menindak tegas oknum guru SMP Negeri VIII Jalan Turi Medan. Oknum guru tersebut mengancam murid apabila tidak membayar uang perpisahan tidak akan mengikuti UAN padahal seharusnya uang perpisahan bisa dikutip setelah selesai UAN.

Tidak Wajib Dilakukan

Saya informasikan bahwa untuk Ujian Nasional (UN) tidak ada bayaran apapun. Acara perpisahan tidak wajib dilakukan. Terima kasih.

H Rajab Lubis
Kadis Pendidikan Kota Medan

Nadal Juara di Monte Carlo

RAFAEL Nadal akhirnya mengalahkan Novak Djokovic di final Monte Carlo Masters dengan dua game langsung, 6-3, 6-1 setelah dalam tujuh pertemuan sebelumnya selalu kalah dari petenis putra Serbia tersebut.

Kemenangan ini juga sekaligus membuat Nadal mencatatkan diri petenis pertama yang memenangi Monte Carlo Masters untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut dan menegaskan diri sebagai raja lapangan tanah liat.

“Saya selalu menyukai turnamen ini sejak saya masih kecil. Salah satu impian saya adalah bermain di sini,” kata Nadal seperti dilansir Heraldonline, Senin (23/4/2012).

“Ini adalah turnamen bersejarah, Anda melihat semua sebuah kebanggaan tampil di sini, terutama ketika Anda masih kecil selalu ingin bermain di sini,” ungkap petenis asal Spanyol ini.

Nadal tak begitu mendapat perlawanan berarti dari Djokovic pada partai puncak kali ini. Dalam pertarungan yang berlangsung 78 menit itu, Nadal tampak lebih mendominasi dan pukulan petenis berusia 25 tahun ini kesulitan dikembalikan Djokovic.
Meski dianggap dengan mudah mendapat gelar ATP Tour ke-47 dalam karier tenisnya, Nadal tetap menilai perjuangannya untuk mencapai final melalui jalan terjal.

“Jika Anda melihat saya menang di final dengan mudah, bagi saya semua final sama sulitnya, apalagi sebelumnya saya harus mengatasi enam pemain bergantian,” ujar Nadal. (bbs/jpnn)

PAM Macet Setiap Pukul 06.00 WIB

085262613xxx

Halo Wali Kota Medan, saya warga Jalan Gaperta yang selama ini nggak tahu harus mengadu ke mana. Soalnya tiap pukul 06.00 WIB di situ orang lagi sibuk mau kerja, anak-anak mau sekolah air pam sudah mati. Bahkan hampir tiap hari saya berangkat kerja nggak mandi. Tolong perhatiannya.

Segera Kami Periksa

Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera memeriksa penyebabnya dan segera memperbaiki.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Lorenzo Pensiun di Yamaha

GERNO DI LESMO – Tim Yamaha Factory yang punya niat untuk terus mempertahankan Jorge Lorenzo, mendapat kabar gembira. Gayung pun bersambut saat Lorenzo juga punya keinginan untuk menghabiskan kariernya di tim garpu tala tersebut.

Sejauh ini, rider berjuluk X’Fuera itu merasa nyaman dengan seluruh personel tim. Belum lagi, Lorenzo menunjukkan kepuasannya atas motor 1000cc yang disediakan tim. Apalagi Lorenzo menganggap YZR-M1 tahun ini lebih kompetitif, dan membuatnya kian semangat untuk kembali merebut titel dunia musim ini.

“Saya ingin bertahan bersama Yamaha untuk sepanjang karier saya. Saya merasa luar biasa dengan seluruh tim dan kami sudah seperti keluarga. Saya tak tahu jika bisa merasakan hal yang sama dengan tim lain,” tuturnya kepada MCN, Senin (23/4).

Ya, seperti yang sedikit terulas di atas, Lorenzo terkesan dengan motor 1000cc Yamaha yang musim ini, jauh lebih baik dari musim lalu. Lorenzo memang sudah gatal untuk kembali merebut gelar dan mematahkan dominasi sang rival – Casey Stoner yang menunggang Repsol Honda.
“Tahun lalu kami mengalami kesulitan, tapi tiga tahun sebelumnya, kami memenangkan segalanya dan di masa itu kami punya motor terbaik.,” lanjut jawara musim 2010 tersebut.

“Jika iya, kami tak melihat alasan untuk melakukan perubahan. Prioritas pertama saya adalah untuk memiliki motor yang kompetitif,” tuntasnya. (bbs/jpnn)

Disalip, Alonso Kecam Rosberg

Driver Mercedes,Nico Rosberg bisa berlega hati setelah luput dari sanksi penalti, setelah terlibat insiden dengan Fernando Alonso dan Lewis Hamilton. Penyelidikan yang dilakukan pengawas FIA pada GP Bahrain lalu, tak membuktikan Rosberg bersalah.

Rosberg dituduh melakukan pelanggaran saat memasuki tikungan keempat. Manuver yang dilakukan Rosberg untuk merebut posisi kelima, sempat membuat Alonso dan Hamilton terlempar ke luar trek.

Jelas hal itu tak bisa diterima kedua korban. Sang driver Ferrari – Alonso paling lantang mengomentari insiden itu, hingga membuat pengawas FIA melakukan penyidikan. Tapi setelah melihat tayangan replay, tim penyidik yang dipimpin mantan pembalap – Emanuel Pirro, tak melihat ada kejanggalan dalam manuver Rosberg tersebut.

“Rosberg memulai manuvernya dari sisi kanan setelah keluar dari tikungan ketiga dan kembali bergerak ke kanan dengan gaya yang konstan dan tidak membuat gerakan yang tiba-tiba,” ungkap Pirro.

“Saat Rosberg melakukan gerakannya, Hamilton berada di belakangnya dan tak sedikit pun ada bagian mobil Hamilton yang saling menyamping dengan Rosberg. Begitu juga dengan Alonso,” tambahnya, seperti dikutip GPUpdate, Senin (23/4).

Sementara, Alonso yang sudah mendengar laporan stewards, merasa tak terima sama sekali. Kicauannya nyaring saat meluapkan kemurkaannya dalam akun twitternya sendiri.

“Saya rasa anda (Rosberg) akan terus bersenang-senang di seri-seri selanjutnya! Anda bisa mempertahankan posisi seenaknya dan anda juga bisa menyalip (pembalap lain) di luar trek! Enjoy! ;))),” sindir Alonso dengan keras. (bbs/jpnn)

Sidang Perdana Pasien Gugat Pirngadi

Keluarga Kecewa Dokter tak Hadir

MEDAN-Petugas medis RSUD dr Pirngadi Medan, dr Amiruddin dan kawan-kawan tidak memenuhi pemanggilan sidang pertama di Pengadilan Negeri Medan, Senin (22/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pemanggilan itu, terkait meninggalnya pasien Pirngadi, atas nama Ganda Tua Hermanto Nainggolan pasca pemulangan yang dilakukan rumah sakit tersebut beberapa waktu lalu.

Ketidakhadiran petugas medis dr Amiruddin tersebut menurut Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin disebabkan kesibukan tugasnya sebagai dokter.

“Kita sebelumnya sudah memberitahukan kepada dokternya mengenai pemanggilan itu. Informasi yang saya dapat, dokternya tengah sibuk jadi mereka tidak bisa hadir. Nanti pemanggilan kedua kita sampaikan lagi. Kita kan dalam hal ini masih sebatas mendampingi,”ungkap Edison, saat dikonfirmasi, Senin (22/4).

Masih menurut Edison, upaya pendekatan terhadap dokter untuk bisa menghadiri pemanggilan gugatan perkara kasus pasien atas nama Hermanto tetap diupayakan.

“Hanya saja bisa atau tidaknya para dokter sebagai tergugat I hadir, kita tidak bisa memastikannya,”ucapnya lagi.

Sementara itu, ibu Korban, Berlian br Tamba (56), mengaku kecewa atas ketidakhadiran para tergugat. Berlian menilai, ketidakhadiran para tergugat dalam hal ini selain tim medis RSUD Pirngadi dr Amiruddin dkk, juga Direktur RSUD Pirngadi, Wali Kota Medan, Dinas Kesehatan Medan dan Dinas Kesehatan Provinsi sebagai bentuk ketidakpedulian mereka terhadap kasus tersebut.

“Saya kecewa karena tidak ada satupun tergugat yang hadir. Sepertinya mereka sepele dengan kasus ini,”ujarnya kecewa.

Sementara tim pengacara yang mendampingi keluarga korban, Roden Nababan saat dikonfirmasi membenarkan ketidakhadiran para tergugat.
“Seharusnya  sidang pertama ini pemeriksaan dan tawaran mediasi. Tapi tidak satupun tergugat yang hadir,” ujarnya.

Dengan kindisi tersebut, bilang Roder, Majelis hakim harus menunda sidang, hingga seminggu berikutnya, atau tepatnya pada Senin (30/4) mendatang.
Seperti diketahui, surat pemanggilan itu diterima RSUD dr Pirngadi Medan, Kamis (19/4) sekitar jam 13.00 WIB, melalui M Syahrir Harahap SH, selaku juru sita pengganti pada Pengadilan Negeri Medan yang dihunjuk dan atas perintah Ketua Pengadilan Negeri Medan.

Surat tersebut melakukan pemanggilan terhadap Dokter Amiruddin dkk yang beralamat praktek di RS Pirngadi, selanjutnya disebut sebagai penggugat I untuk datang ke Pengadilan Negeri Medan, Senin 23 April April jam 10.00 WIB.

Masih menurut Edison, pemanggilan ini sehubungan dengan akan dilaksanakannya sidang dalam Perkara Perdata No.189/Pdt/.G/2012/PN Medan antara Berliana Br Tamba sebagai penggugat, dan Dr Amiruddin dkk sebagai tergugat.(uma)

Antisipasi Aksi Geng Motor, 3 Kali Seminggu Pelajar Dirazia

MEDAN-Untuk mengatasi aksi brutal geng motor, Polresta Medan akan terus menggelar razia di lokasi mangkalnya kawanan geng motorn
Kapolrest Medan, Kombes Pol Monang Situmorang mengatakan polisi juga akan melakukan penertiban pelajar yang berkeliharan mengendari sepeda motor malam hari sepekan tiga kali yakni Jumat, Sabtu dan Minggu.

Menurutnya, sulit untuk memberlakuan jam malam terhadap pelajar, karena pelajar yang berkeliaran pada malam hari sudah mengenakan baju preman.
Namun, kata Monang, polisi sudah melakukan pemberitahuan dan pembinaan terhadap siswa di sekolah-sekolah Kota Medan akan bahayanya geng motor.

Monang Situmorang mengultimatum bahwa kawanan geng motor yang telah melakukan aksi brutal tidak akan diberikan penangguhan penahanan meski masih di bawah umur.

“Kita akan tindak tegas apabila melakukan penganiayaan, pengrusakan. Akan diproses sesuai hukum. Kita tidak main-main, meski mereka masih dibawah umur, kita tidak akan melakukan penangguhan,” ujar Monang.

“Kita terus sosialisasikan ke sekolah-sekolah, melalui amanat tentang buruknya balapan liar yang biasanya dilakukan geng motor. Makanya nanti akan kita tindak tegas,” terang Monang.

Dalam penindakan, pihaknya akan mengerahkan banyak personel pada waktu tertentu.

“Jadi kita antisipasi dengan cara operasi rutin. Ini akan lebih ditingkatkan dan bila perlu jumlah personel akan kita tambah,” tambahnya.
Pengamat Hukum Pidana Umum dan Kriminolog dari Fakultas Hukum UMSU, Nursariani Simatupang menilai, aksi geng motor merupakan kenakalan remaja yang luar biasa.

Nursariani menjelaskan, hal ini terjadi karena dua faktor. Pertama, kurangnya kontrol orangtua terhadap anak dalam lingkungan keluarga, sehingga anak bebas melakukan aktivitas apa saja tanpa terpantau orangtua. Hal ini yang membuat anak menyalah gunakan setiap kegiatannya hingga mengarah ke hal negatif seperti membuat geng motor untuk menunjukkan jati diri yang hebat dibandingkan orang lain.

Kedua, emosi tidak stabil, dimana anggota geng motor ini rata-rata masih di bawah usia 20 tahun. Nah, di usia ini, remaja masih labil untuk menentukan tindakan yang dilakukannya meski dia mengetahui tindakan tersebut merugikan dirinya dan orang lain.

“Karena emosinya labil dan mudah dipengaruhi orang lain atau teman sebayanya, sehingga hal negatif dianggapnya menjadi hal yang positif,” ujarnya.
Untuk mengatasi dari aksi geng motor, polisi lebih melakukan pendekatan secara personal, saat dilakukan razia atau patroli pada malam hari. Polisi melakukan pemahaman terhadap aksi geng motor merupaka aksi negatif yang merugikan orang lain.

Kalau polisi tetap melakukan tindakan tegas terhadap geng motor, malah membuat anak-anak tergabung dalam geng motor, akan dendam kepada polisi. Akibatnya, usai keluar dari kantor polisi, kawanan geng motor akan kembali ke jalan dan beraksi kembali membuat onar di jalanan.
Menurutnya, aksi geng motor bukan hanya tanggung jawab polisi, pemerintah. Orang tua juga harus mengontrol kemana anaknya keluar rumah. (gus/mag-11)

Tak Terekam karena Pindah tak Lapor

74.925 warga dari 145.994 warga Kecamatan Medan Tembung yang wajib Kartu Tanda Penduduk Elekteronik (e-KTP) sudah terekam. Bagaimana sisanya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Camat Medan Tembung, Hendra.

Kenapa masih banyak yang belum terdata?

Jumlah sisa yang belumn terekam itu karena sudah tidak tinggal di Kecamatan Medan Tembung lagi.
Seharusnya, sisa jumlah yang belum terekam mencapai 71.069 orang. Tetapi setelah kita data, hanya 33.466 orang lagi yang belum. Sedangkan 37.664 orang lagi tidak jelas keberadaannya. Ketidakjelasan itu karena mereka sudah tidak bertempat tinggal lagi di Kecamatan Medan Tembung.

Apakah mereka sebelumnya terdaftar?

Awalnya mereka terdaftar disini, namun kini sudah pindah dan tidak melaporkannya. Kita tidak bisa menghapus datanya, karena tidak ada permintaan dari yang bersangkutan.Untuk memvalidkan data, pihak kecamatan memerintahkan para lurah melalui kepala lingkungan agar menjemput bola dengan mendatangi rumah warga, sehingga diketahui kondisi warga yang sebenarnya.
Sudah berapa data yang terekam berdasarkan Kelurahan?

Adapun data yang sudah terekam berdasarkan kelurahan antara lain Kelurahan Indra Kasih dengan 6.726 KK, wajib KTP 22.817 orang, terekam 11.700, tidak jelas 5.591 dan belum terekam 4.498 orang. Kelurahan Sidorejo Hilir 6.137 KK, wajib KTP 20.212 orang, terekam 10.474 orang, tidak jelas 4.545 dan belum terekam 5.945. Kemudian, Kelurahan Sidorejo 6.928 KK, wajib KTP 22.500 orang, terekam 10.693 orang, tidak jelas 4.476 orang dan belum terekam 7.331 orang. Kelurahan Bandar Selamat  6.300 KK, wajib KTP 20.673 orang, terekam 10.451 orang, tidak jelas 5.300 orang dan belum terekam 4.315 orang.

Selanjutnya Kelurahan Bantan Timur 5.505 KK, wajib KTP 18.693 orang, terekam 9.791 orang, tidak jelas 5.353 orang dan belum terekam 3.549. Kelurahan Bantan 8.668 KK, wajib KTP 29.957, terekam 16.215 orang, tidak jelas 8.017 orang dan belum terekam 5.725 orang. Serta Kelurahan Tembung 3.153 KK, wajib KTP 11.092 orang, terekam 5.601 orang, tidak jelas 3.113 orang dan belum terekam 2.378 orang. Jadi, seluruhnya berjumlah 43.417 KK, wajib KTP 145.994 orang, terekam 74.925 orang, tidak jelas 37.664 orang dan belum terekam 33.466 orang.

Bagaimana dengan batas akhir perekeman?

Terkait batas akhir perekaman e-KTP 30 April 2012 mendatang, kita sudah mengimbau kepada warga untuk mendatangi kantor camat untuk melakukan perekaman, sebab jika sudah selesai maka tidak ada perekaman lagi. Jadi kalau diantara masyarakat yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, hari Sabtu dan Minggu kantor tetap buka untuk melayani perekaman e-KTP.(*)

Kaki Miriya Masuk Lubang Eskalator Bandara Polonia

MEDAN- Miriya (31), warga Jalan Skip Medan terpaksa menjalani perawatan di IGD RSU Elisabeth Medan, karena kaki kanannya terluka setelah masuk ke lubang eskalator di terminal keberangkatan International Bandara Polonia Medan, Senin (23/4).

Keterangan Miriya, saat itu dia masuk ke dalam Bandara Polonia Medan untuk menemani ibunya, Minah Kusuma (67) berobat ke Penang Malaysia menumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 1288. Saat melintas dari pintu masuk di terminal keberangkatan International dia melalui salah satu eskalator.

“Saat saya melewati eskalator ternyata ada lubang dan saya pun terjatuh,” jelasnya.

Menurutnya, dia sangat kecewa dengan pelayanan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan karena petugas tak ada didekat  eskalator yang rusak itu. “Saat masuk ke eskalator tak ada satu pun petugas yang berdiri dan menjaga di situ sehingga dirinya pun masuk. Tak hanya itu, tanda peringatan bahwa eskalator tak bisa dipergunakan juga tak ada,” sebutnya.

“Untung ditolong seorang pria yang tak saya kenal. Selanjutnya pria itu memberitahukannya kepada petugas di Bandara Polonia,” katanya.
Menurutnya, petugas Bandara Polonia Medan harus lebih jeli lagi terhadap sesuatu yang di bandara, kalau perlu dijaga agar tak ada yang menjadi korban. “Cukup saya saja yang menjadi korban,” harapnya.

Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus mengaku, biayanya semua ditanggung oleh pihak Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan. “Semua biaya perobatan ditanggung oleh Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan. Akan kita lakukan perbaikan dan akan menata ulang kembali semua yang ada di Bandara Polonia Medan,” pungkasnya. (jon)