29 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13619

Nasi Goreng Kompromi DPRD Sumut Juara I

Lomba Masak Milad ke-14 PKS

Tim Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumut yang digawangi tiga anggota fraksinya antara lain, Muhammad Nasir, Zulkarnaen ST dan Taufiq Hidayat menjadi pemenang pertama lomba memasak yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Medan, ketika Milad ke-14 DPD PKS Kota Medan di Taman Sri Deli, Jalan SM Raja Medan, Minggu (22/4).

Tim yang mengusung menu Nasi Goreng Kompromi, di akhir penilaian oleh tim juri yang dipimpin Ketua Dewan Syariah PKS Sumut H Muhammad Yusuf Fahmi LC, memberi nilai 54. Zulkarnaen ST bertindak sebagai pemegang kendali pada wajan penggorengan, M Nasir dan Taufiq Hidayat yang meracik bumbu-bumbu serta menghias Nasi Goreng Kompromi yang mereka buat.

Sementara untuk urutan kedua ditempati tim dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), dengan menyuguhkan menu Nasi Goreng Sumut Sejahtera, yang mendapat nilai 50,5. Untuk Tim Pemprovsu ini, lini pemegang kendali penggorengan diserahkan kepada Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, sementara penyajian bumbu dan menghias diserahkan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Nurdin Lubis dan Dirut PT Perkebunan Sumut, Darwin Nasution.

Pemenang ke tiga adalah DPW PKS Sumut dengan nilai 50, yang diperkuat Satriya Yudha Wibowo, Anggota DPR RI dari PKS Idris Lutfhi dan Anwar Zaelani, dengan menu Nasi Goreng Ekspansi.

Lomba masak di perhelatan itu sendiri, diikuti oleh lima tim. Dua tim lainnya adalah tim dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Medan, yang terdiri dari Ketua DPD PKS Kota Medan, Azhar Arifin LC, Sekretaris DPD PKS Kota Medan, Abdul Rahim Siregar dan Hanafi Ismet dengan menu andalan Nasi Goreng Gulung.

Tim lainnya adalah tim dari Fraksi PKS DPRD Kota Medan yang diisi oleh tiga orang anggota Fraksi PKS DPRD Medan, yakni Jumadi, Juliandi Siregar dan Zulmurado Slawat. Menu yang disajikan adalah menu Pasti Kena Sedapnya (PKS).

Menurut salah seorang dari tim DPRD Sumut, Muhammad Nasir, kemenangan tim DPRD Sumut dengan Nasi Goreng Kompromi pada lomba masak Milad PKS Kota Medan, bukan kemenangan kebetulan. Tapi karena Zulkarnaen, dirinya dan Taufiq Hidayat memiliki latar belakang dan ahli memasak nasi goreng.

“Bukan kemenangan kebetulan, tapi karena kami kompak dan berlatar belakang ahli masak memasak nasi goreng, dan pecinta kuliner yang pada umumnya dikelola pelaku ekonomi kecil yang tersebar merata di Kota Medan,” ungkap M Nasir sembari bercanda.

Dan diketahui, untuk lomba masak ini pemenang pertama berasal dari Cabang Dakwah (Cada) 5, pemenang kedua dari Cada II, pemenang ketiga dari Cada IV, pemenang keempat dari Cada IV dan pemenang kelima dari Cada 1.

Ketua Dewan Syariah PKS Sumjut H Muhammad Yusuf Fahmi, Lc  menjelaskan bahwa penilaian didasarkan atas empat kriteria yaitu cita rasa, kebersihan, kekompakan dan keindahan penyajian dalam rentang waktu 25 menit.

Ketua Panitia Salman Al Fairisi menyebutkan, sebelum acara puncak pihaknya menggelar Turnamen Futsal antara pengurus DPC PKS dan Pasar Murah dengan 4.000 paket sembako.(ari)

Lolos Meskipun Sudah Kena Tembak

Pengakuan Bandar Sabu Martil Kepala Polisi

MEDAN-Edward Nasution (40), bandar sabu-sabu yang memukul kepala Brigadir Erdianto dengan martil, pernah ditembak polisi di bagian paha kanannya tapi berhasil lolos setelah melompat ke Sungai Deli tujuh tahun lalu.

“Sekitar 7 tahun lalu aku ditembak saat penggerebekan oleh petugas kepolisian. Saat itu aku membawa sabu milik Ilham yang juga rekan bisnis si Iskandar. Tetapi aku berhasil lolos dengan luka tembak di paha sebelah kanan setelah lompat ke dalam Sungai Deli,” kata Edward, saat ditemui Sumut Pos di ruang juper Polsek Medan Barat, Minggu (22/4).

Dijelaskan pria bertato itu, penggerebekan terjadi di Jalan Sekata, tak jauh dari kediamannya. Saat itu, dirinya menerima sabu-sabu dari Ilham sebanyak 1 ons. Saat barang diterimanya, polisi datang dan mencoba menangkapnya. Mengetahui polisi mencoba menangkapnya, bapak beranak dua itu mencoba meloloskan diri. Akan tetapi, petugas langsung mengeluarkan tembakan dan mengenai paha kanannya.

Tak kehabisan akal, Erward yang terkena peluru panas polisi langsung berguling-guling dan masuk ke Sungai Deli guna menyelamatkan diri. “Di situlah aku selamatnya,” ucapnya.

Merasa kasus yang pernah dialaminya sekitar 7 tahun lalu sudah aman, Edward akhirnya nekat kembali mengedarkan sabu-sabu. Dan akhirnya ditangkap oleh Polsekta Medan Barat dikediaman Zulkarnain di Jalan Sekata Lorong V, Gang Ikhlas, Kecamatan Medan Barat.

Ketika disingguung aksi yang dilakukannya terhadap Brigadir Erdianto, Edward mengaku tidak mengetahui kalau Erdianto adalah petugas kepolisian dari Polsek Medan Barat. Dirinya nekat memukul kepala Erdianto dengan martil yang sudah disiapkannya usai memperbaiki AC.

“Pake martil aku pukul kepalanya dua kali. Aku tidak mengetahui kalau dia itu petugas. Karena ku lihat mereka sedang berkelahi. Kenekatan itu aku lakukan bukan untuk meloloskan diri, tetapi untuk membantu si Iskandar yang sudah berkelahi itu,” katanya yang sehari-hari mengaku berprofesi sebagai teknisi listrik.

Sementara, pengakuan Iskandar Zulkarnain (42) alias Karnen sebelum menjadi bandar sabu-sabu berprofesi sebagai pedagang kambing. Namun, karena tak cukup menafkahi istri dan tiga anaknya sehingga membuatnya nekat menjadi bandar sabu-sabu.

“Aku dulu dagang kambing. Karena nggak cukup untuk menafkahi istri dan ketiga anak aku. Terpaksa aku beralih ke bisnis sabu,” kata Karnen.
Semenjak menjadi bandar sabu-sabu, lanjutnya, tak membuatnya bahagia. Biarpun dengan penghasilan besar, akan tetapi istrinya meninggalkannya.
“Setahun yang lalu kami pisah. Pisahnya karena saya terlalu kasar dengan istri dan terkadang main pukul. Dan akhirnya aku dilaporkan dan sempat ditahan di Polsekta Medan Barat.

Semenjak cerai, Karnen yang semula menyewa rumah di Komplek Bumi Asri ini pun pindah kembali ke Jalan Sekata tempat dimana dirinya dibesarkan. Nah, di sana dirinya kembali menemukan pujaan hatinya dan ketemu dengan Yeni dan mereka pun menikah.

“Aku baru setahun menikah lagi dan belum punya anak. Tapi, ketiga anakku dia yang rawat,” ucapnya lagi yang mengaku pernah bekerja di rumah Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar. (adl)

PMI Sumut Launching Gerakan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan launching Gerakan Donor Darah sebagai gaya hidup bersama dengan PMI Kabupaten/Kota Regional III yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan Jumat (20/4) di Lapangan Ika Buna Rantauprapat.

Acara yang dihadiri Bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar, Ketua DPRD Labuhanbatu Hj Ellya Rosa Siregar, Wakil Bupati Labuhanbatu Suheri Pane, beserta unsur Muspida Labuhanbatu terdiri dari Kapolres, Dandim, Sekda Labuhanbatu.

Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK, dan Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kota dari Labura dan Kota Tanjungbalai, diwakili oleh Sekdako Ir Erwin Pane dan tokoh masyarakat Labuhanbatu H Tutur Parapat serta undangan lainnya termasuk dari Palang Merah Remaja, Korps Sukarelawan, Organisasi Kepemudaan serta tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh pengusaha setempat.

Ketua PMI Provinsi Sumatera Utara Dr Rahmat Shah menyampaikan, salah satu tugas pokok PMI adalah dalam pemenuhan kebutuhan darah, sehingga sosialisasi gerakan donor darah kepada siapa saja, dimana saja, dan kapan saja senantiasa dilakukan oleh PMI beserta seluruh jajarannya. “Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh jajaran PMI sebagaimana yang telah ditekankan Ketua PMI Pusat, Pak Jusuf Kalla, dimana sebelumnya PMI Sumut adalah yang terjelek dalam hal pemenuhan stock darah. Tapi setelah gerakan secara simultan dan direspon dengan baik oleh berbagai pihak karena kegiatan donor darah hampir berlangsung dimana-mana oleh berbagai elemen masyarakat, sehingga grafik pemenuhan darah di Sumut semakin signifikan,” kata Rahmat.
PMI Sumut telah menandatangani naskah kesepahaman dengan berbagai pihak seperti Poldasu, Kodam I/BB, Kosek Hanudnas, Korpri Sumut, DPP Aceh Sepakat, USU, UNIMED, IAIN SU, UISU, UMSU, dan juga BPD HIPMI Sumut derta MPW Pemuda Pancasila Sumut.

Selanjutnya PMI Kabupaten/Kota telah pula menindaklanjuti MoU tersebut dengan menandatangani Mou dengan berbagai pihak di daerah, seperti hari ini PMI Labuhanbatu menandatangani naskah kerjasama kepalangmerahan dengan Polres Labuhanbatu serta Dandim 0209/LB serta Korpri Labuhanbatu. Dalam acara ini, PMI Sumut juga menyerahkan satu unit mobil unit donor darah lengkap dengan fasilitasnya yang akan mengcover lima daerah yakni Asahan, Tanjungbalai, Labura, Labuhanbatu serta Labusel. Penempata mobil UDD ini di Labuhanbatu, karena PMI Labuhanbatu telah memiliki UDD yang selama ini berjalan dengan baik.

“Dengan dilaunchingnya gerakan donor darah sebagai gaya hidup, patutu kita berikan apresiasi kepada kelima kabupaten/kota yang tentunya akan diikuti oleh Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara,” ujar Rahmat Shah.

Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar menyampaikan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang bertugas membantu meringankan beban sesama tanpa membedakan agama, bangsa, suku, golongan, warna kulit, jenis kelamin dan bahasa.

Kata Tigor, darah merupakan komponen paling penting yang ada dalam tubuh, mengingat fungsinya sebagai alat transportasi, kekurangan darah dalam tubuh dapat memacu sejumlah penyakit dimulai dari anemia, hipertensi, serangan jantung, dan beberapa penyakit lainnya, ujar mantan Direktur RSUD Labuhanbatu ini.

“Atas nama masyarakat Labuhanbatu sekaligus mewakili Bupati/Walikota se-wilayah regional III, mengucapkan terimakasih kepada PMI Provinsi Sumatera Utara yang telah menyerahkan bus unit donor darah yang siap melayani dan memenuhi kebutuhan darah, sehingga kekurangan stok darah selama ini akan mampu terpenuhi,” ujar Tigor menyampaikan rasa terimakasihnya.

Selain itu, Tigor berjanji akan mengalokasikan anggaran dari pemerintah daerah guna mendukung operasional bus PMI, dan sudah mendapat persetujuan dari Ketua DPRD.

Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara penyerahan dari PMI Provsu kepada Bupati Labuhanbatu, untuk selanjutnya Bupati menyerahkan kepada Ketua PMI Kabupaten/Kota se wilayah regional III. Selanjutnya dilakukan peninjauan mobil UDD dan kegiatan donor darah yang diikuti oleh ratusan orang dari berbagai pihak. Acara juga dihibur dengan tarian yang dibawakan oleh PMR yang diasuh oleh PMI Labuhanbatu. (*)

 

Sebulan Urus KK Belum Siap Juga

085262300xxx

Halo Pak Walikota Medan saya mau tanya sebenarnya urus KK berapa lama? Karena saya warga Medan sampai 1 bulan lebih belum siap? Ini terjadi di Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung. Thanks Pak atas informasinya.

Lapor Kepada Saya

Terima kasih informasinya dan tolong laporkan kepada lurah yang bersangkutan. Apabila berkas sudah dilengkapi tetapi pengurusan tetap dipersulit, kalau tidak ada penyelesaian juga, lapor kepada saya di kantor camat untuk kita tindaklanjuti.

Hendra Asmilan
Camat Medan Tembung

Semua Urusan di Kelurahan Timbang Deli Dikutip Biaya

085761244xxx

Halo Wali Kota Medan saya salah seorang warga baru di Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas. Saya heran melihat birokrasi di sini untuk semua urusan surat pindah, KTP, dan KK kok dikutip biaya oleh Keplingnya? Katanya uangnya untuk dikasih ke lurah dan ke camat.

Mohon Identitas Lengkap

Terima kasih atas informasinya, dalam pengurusan KK dan KTP tidak dipungut biaya. Mohon identitas Kepling dan yang mengurus lebih lengkap agar bisa kita tindaklanjuti.

Emir Mahbob Lubis
Camat Medan Amplas

Tangguhkan Pembangunan Tower di Jalan Baru

082161147xxx

Yth Bapak Bupati Deli Serdang Kadis Informatika dan Komunikasi Kabupaten Deliserdang mohon kiranya dapat menangguhkan izin pembangunan tower di Jalan Baru Gang Baru/Sentosa Sukadono Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang. Kami warga tidak pernah memberikan tanda tangan persetujuan untuk pembangunan tower khususnya kami yang hanya berjarak 4-10 meter dari tower. Pihak tower tidak pernah mengindahkan keluhan kami dan mereka terus membangun. Kami mohon kiranya Bapak dapat bertindak tegas dan melihat ke lapangan.

Buat Surat Keberatan Masyarakat

Kalau masyarakat keberatan dan kalau belum keluar izinnya, buat saja surat keberatan masyarakat. Tujukan kepada Bupati Deliserdang ditembuskan kepada camat. Terima kasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Hasilkan Sarjana Siap Kerja

Canangkan Gerakan Penanggulangan Pengangguran di Unpab

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Drs H Muhaimin Iskandar MSi mencanangkan Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) dan Job Fair 2012 di kampus Universitas Panca Budi (Unpab), Sabtu (21/4).

Hadir dalam acara yang dirangkai penyerahan bantuan bursa kerja, bantuan bina lingkungan, penyematan magang keluar negeri, penyerahan klaim asuransi dan aneka kegiatan lain yakni Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Rektor Unpab HM Isa Indrawan, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, dosen dan mahasiswa Unpab dan undangan lain.

Menteri menilai keberadaan gerakan penanggulangan pengangguran ini menunjukan komitmen mendorong sarjana lulusan perguruan tinggi siap kerja dan mencari solusi mengatasi tingkat pengangguran mencapai 7,7 juta jiwa secara sistematis sehingga mampu memiliki daya saing.

Ia berharap semua pihak mampu mensinergikan semua potensi dalam menghasilkan lulusan perguruan tinggi. ‘’Juga menumbuhkan dan memfasilitasi bursa kerja yang transparan dan memiliki nilai timbal balik antara dunia usaha dan pencari kerja,’’ katanya.

Muhaimin juga memberi dukungan pengembangan wirausaha dengan mendayagunakan sumber daya yang ada. Ia prihatin apabila sarjana menganggur sehingga perlu dilakukan dua strategi pokok yakni mahasiswa dibekali perencanaan kerja yang matang.

‘’Sambil menuju sasaran pekerjaan yang tepat, semua sarjana diberi kesempatan memanfaatkan ilmunya dalam dunia pemagangan,’’ kata menteri sembari berpesan agar mahasiswa terus melatih kreativitas dan produktivitas sebagai suatu kegiatan terus menerus dan memberi fasilitasi.
Rektor Unpab Muhammad Isa Indrawan, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengatasi pengangguran dengan bekerjasama dengan berbagai dunia usaha dan industri termasuk dengan membuka kesempatan magang dengan kegiatan bursa kerja dan GPP tersebut.

Dalam kunjungan di Unpab, menteri menerima ulos dari Wali Kota Medan dan Rektor Unpab. Menteri juga menerima plakat dari Plt Gubsu. Usai memukul gong pembukaan, menteri meninjau lokasi bursa kerja dan bersilaturahmi dengan civitas akademika Unpab. (*)

Menuju Kota Perdagangan Internasional

Sergai Expo 2012 Meriahkan Perhelatan MTQ ke-33

Pertama kalinya Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menggelar expo pameran produk unggulan dan investasi daerah bekerja sama dengan PT Intisari Aksi Semesta pada rangkaian acara Musabagah Tilawatil Quran (MTQ) tinggkat Provinsi Sumatera Utara ke -33 yang dilaksanakan 28 April – 5 Mei 2012  mendatang .

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provsu ke -33 itu, akan dilaksanakan di Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Pegajahan, Sergai yang bersebelahan dengan lokasi pameran untuk memeriahkan perhelatan MTQ tersebut. Para pengunjung nantinya akan menikmati pameran yang dilaksanakan Dinas Perindagsar Sergai, mulai pembukaan MTQ sampai akhir penutupan dengan beragam pameran.

Sergai Expo, rancangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) ini, diharapkan mampu menarik pengunjung untuk melihat langsung potensi Sergai.

Menurut Kadis Perindagsar Sergai Drs. Indra Syahrin MSi, MTQ ke -33  merupakan event yang potensial dan dapat menjadi media promosi yang efektif bagi pemerintah kabupaten, karena ribuan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota se Sumut, akan tumpah ruah di perhelatan akbar tersebut.
“Dalam hal ini, Sergai Expo akan memanjakan  dan sekaligus memberi perkenalan dalam bidang Perindustrian Perdagangan dan Pasar,” kata Indra Syahrin.

Ditambahkannya, meski Kabupaten Serdang Bedagai merupakan kabupaten pemekaran yang dipimpin H. T Erry Nuradi dan Ir Soekirman, tapi suatu keberuntungan Sergai bisa menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ ke -33 tingkat provinsi.
“Tentunya berbagai kegiatan pameran yang telah dirancang sekian lama oleh Disperindagsar Sergai akan memeriahkan perhelatan MTQ ke-33 itu,” sebutnya.

Indra Syahrin menuturkan, Bupati Kabupaten Serdang Bedagai H T Erry Nuradi MSi, sangat menyambut baik pelaksanaan Sergai Expo yang bertepatan dengan pelaksanaan MTQ ke-33 tingkat Provinsi Sumatera Utara itu.

Dalam hal tersebut, Indra Syahrin mengatakan, Bupati Sergai HT Erry Nuradi MSi berupaya untuk meningkatkan pelayanan di semua lini, termasuk di dalamnya mengajak  para  pedagang (traders), pembeli (buyers) dan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memajukan Provinsi Sumatera Utara.

Lebih lanjut, rencana beroperasinya Bandara Kuala Namu juga menjadi perhatian penting bagi Kabupaten Sergai. Oleh karenanya, pelaksanaan Sergai Expo yang pertama kali dilakukan ini menjadi cikal bakal dalam mewujudkan  Kabupaten Sergai sebagai kota perdagangan Internasional nantinya.
“Karena jarak Kabupaten Sergai dengan Bandara Kuala Namu cukup dekat sehingga dapat memberikan peluang tersendiri bagi Kabupaten Sergai, untuk memajukan daerah pemekaran ini,” sebutnya.

Sergai Expo ini nantinya, akan menampilkan beragam karya mulai dari produk industri kecil dan menengah, teknologi informasi, property, furniture, informasi daerah tujuan wisata, informasi peluang investasi, produk hasil pertanian, perkebunan dan peternakan, produk hasil perikanan dan kelautan, produk unggulan berbagai daerah, hasil kerajinan dan aksesoris, kuliner, busana dan mainan.

Usaha kecil dan menengah atau lebih dikenal dengan nama UKM, sambung Indra, menjadi salah satu andalan dalam pameran nantinya, karena UKM di Sergai sedang giat-giatnya diberi dukungan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui Disperindagsar untuk ikut memeriahkan Sergai Expo.

Masih Indra, Pameran ini mengangkat budaya kreatif dari berbagai unit  usaha kecil dan menengah dari seluruh Kabupaten/Kota se – Provinsi Sumatera Utara. Pameran ini sangat cocok didatangi untuk masyarakat yang ingin membeli, mengoleksi, atau pihak ketiga  yang sedang mencari mitra usaha.
Indra Syahrin menjamin, kalau produk yang dipamerkan merupakan produk asli dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yang menonjol dan sudah dikembangkan sampai pasar Internasional.

Harapan yang diusung dari terselengaranya MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara ke -33 ini, adalah terangsangnya dan termotifasinya setiap industri kreatif, hingga menuju Kabupaten Serdang Bedagai sebagai kabupaten perdagangan Internasional.

Sebelumnya, Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi MSi, dalam hal ini diwakili Sekdakab Sergai Haris Fadillah MSi pada pertemuan yang turut dihadiri perwakilan dari beberapa Kabupaten/Kota dalam  acara Gathering Expo Serdang Bedagai di Hotel Grand Antares Medan, Rabu (4/4) lalu, mengimbau dan sangat mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumut, BUMN/BUMD, Industri Pariwisata, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Perbankan, Lembaga Pendidikan dan Industri Otomotif sekaligus pengusaha dan investor untuk berperan serta dalam expo ini.

Lebih lanjut, Sekda mengatakan, rencananya MTQ ke -33 ini akan dihadiri Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali dan 22 duta besar negara sahabat. MTQ ke -33 tingkat Provinsi Sumatera Utara ini, akan dibuka Sabtu, (28/4) pukul 20.00 WIB. Acara diawali dengan pawai ta’aruf dan pawai kendaraan hias diikuti sekitar 8.800 orang terdiri dari kontingen 33 Kabupaten/Kota dan para pelajar se-Sergai serta organisasi masyarakat pada Sabtu pagi (28/4) dari Kota Perbaungan menuju Desa Kebun Melati, Kecamatan Pegajahan.

Lebih lanjut dijelaskan Haris Fadillah, untuk menghindari kemacetan lalu lintas, Panitia Pelaksana MTQ ke -33 sudah berkoordinasi dengan pihak Poldasu untuk mengalihkan rute jalan dengan menggunakan jalur alternatif. Diimbau kepada pengemudi truk dan bus dapat menggunakan jalur alternatif melalui Lubuk Pakam – Galang – Dolok Masihul dan keluar di Kota Tebing Tinggi, demikian sebaliknya. Dan untuk kendaraan pribadi dan minibus dapat menggunakan jalur alternarif melalui Kecamatan Pantai Cermin menuju Kecamatan Tanjung Beringin dan keluar di Simpang Bedagai mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB tepat pada pelaksanaan pawai ta’aruf.

Untuk pelaksanaan acara yang bertema “Dengan Musabaqah Tilawatil Quran ke -33 Provinsi Sumatera Utara Kita Mantapkan Kehidupan Masyarakat Yang Religius dan Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama” akan dilaksanakan di 8 (delapan) lokasi yakni Mimbar Tilawah, Istana Replika, aula dan ruang belajar SMKN 1 Pegajahan, Wisma Juang Perbaungan, Masjid Sulaimaniyah Perbaungan dan Masjid Al-Mu’awarah PTPN IV Kebun Adolina. (mag-16)

Bertutur melalui Lensa

Ir Fendy PC Yeoh, Pengusaha Penghobi Fotografer yang Diakui Internasional

Bermula dari kecintaan atas seni foto semasa duduk di bangku SMA di Malaysia, Fendy PC Yeoh kini menjadi salah satu fotografer amatir Medan yang berkiprah di tingkat internasional. Sejak 2008, pria 63 tahun ini setidaknya sudah memiliki 235 foto yang diakui internasional.

Fendy PC Yeoh dengan semangat memperlihatkan karyanya berjudul Mom and Daughter. Fendy membidik kerutan di wajah dua wanita tua itu pada 2010 lalu. Mereka adalah ibu berusia 97 tahun dan anaknya yang sudah 65 tahun dan tinggal di sebuah gubuk Pantai Labu, Serdang Bedagai.

“Ini karya pertama saya yang dapat penghargaan internasional. Karya saya yang paling berkesan,” ujar Fendy lalu tersenyum.

Menurut ayah tiga anak ini, foto tersebut makin bernilai karena cerita di balik kerutan kedua wanita itu. Enam bulan setelah foto Mom and daughter meraih perunggu di Amerika Serikat, Fendy mendatangi ibu dan anak itu. Dengan perasaan senang, dia membawa buah tangan untuk diberikan kepada kedua ‘modelnya’ tersebut serta keluarga mereka. Ternyata ibunya sedang sakit keras. Keterbatasan dana membuat nenek tersebut hanya terbaring di dipan di rumahnya.
“Pulang dari sana, satu malam itu saya tidak bisa tidur,” ungkap Fendy Yeoh.

Ternyata kondisi nenek tersebut menggugah nuraninya. Beberapa hari berselang, ia kembali ke Pantai Labu dan membawa uang untuk biaya ke dokter dan diserahkan ke keluarga nenek tersebut. “Hati kecil saya puas setelah membantu mereka,” sebutnya.

Sayang, Fendy tidak bersedia salah satu bila foto masterpiecenya itu dikorankan. “Enggak enak sama keluarga mereka. Lagian nenek itu sudah tiada,” sebutnta.

Demikianlah Fendy menceritakan objek foto-foto lainnya. Hasil jepretan yang beberapa diantaranya sudah mengalami polesan di photoshop. “Saya memang penghobi foto salon,” katanya.

Hasil jepretan yang umumnya diambil dari perkampungan di Sumatera Utara dan Pulau Jawa dan daerah lain di Indonesia. Umumnya, Fendy memilih objek manusia atau mahluk hidup lain seperti ayam, orangutan. Untuk menguatkan cerita di foto, tak jarang ia menambahkan objek. Dari semua karya-karya itu, Fendy Yeoh merasa tidak perlu menuliskan latar belakang waku dan tempat, termasuk nama model dan objek. “Saya fotografer amatir, Cuma hobi dan tidak menjual foto,” ujarnya memberi alasan.

Hunting foto biasanya dilakukan di akhir pekan. Dengan kamera Nikon D 90nya, ia melepas kepenatan bekerja sambil melihat objek foto. “Berburu objek foto kalau saya tidak sedang main golf di Tuntungan,” kata pemilik usaha ofset tertua di Medan ini.

Kalau bepergian, Fendy lebih sering sendiri atau bergabung bersama rekan-rekannya pecinta fotografi. Sesekali ia ke Singapura, bertemu komunitas foto di sana. “Sekali sebulan, PSS (The Photographic Society of Singapore) melakukan kegiatan foto bersama. Objek, property dan lokasinya, pengurus yang sediakan,” sebutnya lagi.

Dari dua perkumpulan fotografer di Singapura itu pula Fendy Yeoh mendapat pengakuan hingga berhak menjadi juri lomba foto internasional. “Perkumpulan itu diakui oleh pemerintah Singapura dan perkumpulan internasional lain,” ungkapnya lagi. Saat ini, Fendy Yeoh sedang membidik pengakuan dari asosiasi fotografer Amerika Serikat. Jalan ke arah itu tampaknya sudah didapat. “Tinggal sedikit syarat lagi,” sebutnya. (tms)

Sosialisasi dengan Warga Desa

Ketertarikan Fendy Yeoh terhadap objek natural, membuatnya sering keluar-masuk perkampungan. Dia kerap menjadikan orang desa sebagai model. Dan untuk itu, Fendy harus melakukan pendekatan terlebih dahulu. “Bisa makan waktu berjam-jam,” sebutnya.

Dari pengalamannya, orang-orang cenderung tidak mau diambil gambarnya kalau disebut foto itu untuk keperluan media massa. Setelah berbincang-bincang dan memperkenalkan diri sebagai penghobi foto, Fendy meminta modelnya melakukan kegiatan tertentu. “Bisa sampe 50 kali jepret,” katanya.

Di sebuah kampung di dekat Pantai Cermin, Fendy pernah membeli es krim dari merek ternama untuk diberikan kepada dua anak. “Kebetulan ada eskrim lewat,” sebutnya. Saat seorang anak menyeruput es dan dilihat oleh rekannya, Fendy mengambadikan momen tersebut. “Anak-anak posenya alami, tidak dibuat-buat. Tinggal kepekaan kita memilih momen yang bagus,” ujarnya. (tms)

Pandangan Fendy PC Yeoh tentang Fendy PC Yeoh

Pecinta seni foto semasa duduk di bangku SMA. Kamera adalah teman sejati yang selalu menenteng di bahu ketika bepergian. Walau masih duduk di bangku SMA kelas 3, telah menerima penghargaan di beberapa lomba foto pelajar internasional.

Setelah lulus kuliah di bidang teknik sipil, gantung kamera selama belasan tahun karena kesibukan pekerjaan. Angkat kamera kembali pada 2008 setelah bergabung dengan teman-teman sehobi di kota Medan. Saya sangat terhau oleh fotografer muda kota Medan yang penuh semangat dan antusias.

Selain aktif di Medan Digital Photographic Club MDPS), juga anggota Toba Photographer Club (TPC), Photographic Society of America (PSA), The Photographic Society of Singapore (PSS), dan Singapore Colour Photographic Society (SCPS).
Sejak 2010, meraih 235 kali accepted (diterima) oleh salon photo internasional dengan medali emas, perak, perunggu, penghargaan honorable mention dan lain-lain.(*)

 

Lahir Medan, 1949
Istri Nani Harifin (50 tahun)
Anak 1. Iin Meydi Winata (kuliah di Australia)
2. Ian Junardi (kuliah di Australia)
3. Irvin Dedy (SMA di Medan)
Pendidikan Teknik Sipil di University of Moneytoba
Pekerjaan Pemilik PT Pagi Tobacco Company

Masih di Zona Degradasi

PSMS vs PSM

MEDAN- PSMS berhasil melanjutkan tren positif hingga lima pertandingan terakhirnya. Menahan imbang PSM Makassar yang notabene klub papan atas IPL dengan skor 0-0 di Stadion Teladan, Sabtu (21/4) sore, merupakan hasil yang tak mengecewakan bagi sang pelatih Fabio Lopez.

Namun, dengan tambahan satu poin pada laga ini belum bisa mendongkrak PSMS dari posisi buncit klasemen sementara IPL dengan mengoleksi 10 poin dari 13 kali bertanding. Begitu juga PSM yang tak tergeser dari posisi kedua dengan torehan 23 poin hasil 14 kali bertanding.

Formasi lini depan yang diusung Fabio Lopez cukup baik mendobrak pertahanan Pasukan Ramang, namun sayang, lemahnya penyelesaian akhir menghambat pesta di Stadion Teladan. “Kami tak punya striker tengah sebagai pengganti Julio Cesar Alcorse. Kami memiliki peluang dan menembus ke kotak penalti PSM sampai empat kali, namun belum bisa menghasilkan gol,” ungkapnya usai laga.

“Pertimbangan saya, PSM berada di posisi kedua klasemen IPL, sementara kami paling bawah, seharusnya mereka bisa mencetak gol ke gawang PSMS,” ujarnya.
Menurutnya, hasil seri di kandang dengan kondisi timpang cukup baik. “Saya tidak suka ada yang menganggap seri di kandang artinya kalah. Ini mental. Ini bukan masalah saya, seharusnya PSM yang bisa memenangkan pertandingan dan meraih juara,” kata pelatih 38 tahun itu.

Sementara, bagi Petar Segrt, hasil seri menghadapi PSMS juga dianggap cukup baik, karena durasi jadwal PSM yang cukup padat. “Dalam 12 hari kami melakoni lima pertandingan. Perjalanan melelahkan, kami juga kehilangan lima pemain, dan ini merupakan satu kekurangan. Satu poin sudah baik buat kami,” tuturnya.

Dia juga memberikan kredit poin bagi kiper PSM Andi M Guntur yang menggantikan Denny Marcel yang sakit. “Guntur bermain baik, tidak kebobolan di penampilan pertama. Bermain bersih,” jelas Petar.
Mengawali babak pertama, jual-beli serangan mewarnai pertandingan tersebut. Permainan yang cukup berimbang, membuat bola hilir-mudik di lini tengah. Vagner Luis membangkitkan asa suporter PSMS menit ke 19. Sayang, tendangannya melayang di atas gawang lawan.

Selanjutunya PSMS kembali berpeluang. Nico Susanto, menit 21 gagal memaksimalkan. PSM juga sebenarnya memiliki peluang baik, namun rapatnya pertahanan Safrudin Tahar, Vagner Luis-Goran Gancev-Fadli Hariri membuat Andi Oddang dkk tidak bisa berbuat banyak. Babak pertama berakhir 0-0.

Atmosfer pertandingan memanas di babak kedua. PSMS yang tidak mau malu di hadapan publik pendukung menciptakan beberapa peluang. Gelandang muda Kiki Lussisanto menit 53 gagal memaksimalkannya. Begitu juga peluang Nico menit 61, headingnya mengarah ke kanan gawang lawan.

Striker PSM Rahmat yang tidak dapat berbuat banyak akhirnya digantikan Kaharudin di menit 59. PSMS kembali gagal memaksimalkan peluang lewat Safrudin Tahar menit 62. Kiki yang cedera akhirnya ditarik keluar dan Abdul Kamil masuk menit 68.

Pergantian ini sedikit menyegarkan PSMS yang mengembalikan Andrea Abu Bakar dari striker sayap menjadi gelandang. Nico Susanto yang kurang maksimal di babak kedua keluar, digantikan Juanda Mayadi. Sayang, pergantian itu belum membuat PSMS mampu menambah pundit-pundi gol. Hingga peluit panjang babak kedua ditiupkan wasit Faulur Rosy, kedudukan imbang 0-0 tetap bertahan. (saz)