29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 13618

4 SKPD Ngadu ke BKD

Pengangkatan Honorer tak Memenuhi Syarat

MEDAN-Empat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) membuat pengaduan terkait dugaan adanya manipulasi data 251 tenaga honorer yang lolos verifikasi pertama.

“Keberatan dari dinas sudah masuk dan sudah dikumpulkan untuk diserahkan ke BKN Pusat. Selambat-lambatnya tanggal 30 sudah diikirim ke BKN Pusat,” kata  Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penerimaan dan Pensiunan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan, Adrian Saleh.
Dijelaskannya, SKPD Pemko Medan yang sudah menyerahkan pengaduan adalah Dinas Pertamanan, RS dr Pirngadi Medan, Dinas Kebersihan Medan dan Dinas P2K Medan.

Kasus ini juga sudah sampai ke pimpinan DPRD Medan. Pimpinan dewan sudah mengagendakan beberapa kerja-kerja teknis ke Komisi A, termasuk kemungkinan melakukan investigasi khusus untuk membongkar dugaan kebobrokan dalam pengumuman tersebut.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pimpinan Komisi A. Saya meminta Komisi A untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk menangani persoalan ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy.

Menurutnya, langkah-langkah itu di antaranya adalah melakukan pem bentukan panitia khusus atau melakukan investigasi khusus untuk membongkar dugaan kebobrokan yang kemungkinan ada di balik pengumuman itu. Namun, sebelum melakukan hal itu itu hendaknya menyatakan ada sejumlah langkah awal yang perlu dilakukan Komisi A terlebih dahulu.

Setelah itu, kata Ikrimah, Komisi A bisa melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) guna menanyakan hal ini. Ikrimah mengaku prihatin melihat kondisi para tenaga honorer yang sudah lama mengabdi, namun tak kunjung memperoleh haknya sebagai CPNS. (adl)

Seluruh Buruh Terima Subsidi Rumah Rp2 Juta

JAKARTA-Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan mulai memberikan subsidi uang muka perumahan bagi para pekerja/buruh di seluruh Indonesia. Subsidi tahap pertama akan diberikan kepada 1.500 pekerja masing-masing sebesar Rp2 juta.
“Pada tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran pemberian subsidi bagi pekerja buruh tersebut dan sudah disetujui DPR,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (20/4).

Subsidi uang muka perumahan ini akan diberikan kepada 1.500 pekerja. Masing-masing pekerja mendapatkan Rp2 juta, khusus hanya pekerja yang belum memiliki rumah. Menakertrans menyebutkan, subsidi itu juga akan diberikan kepada 250 koperasi khusus pekerja sebesar Rp20 juta per koperasi.
Kemnakertrans akan mengintensifkan program subsidi dan melakukan verifikasi data pekerja penerima subsidi. Sedangkan untuk mempercepat pembangunan rumah-rumah pekerja di sekitar kawasan industri, Kemnakertrans mengajak perusahaan-perusahaan swasta untuk melakukan investasi bagi pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) maupun rumah susun sederhana milik (rusunami) yang akan diperbanyak di basis-basis indutri, seperti di Batam, Jakarta, Surabaya, Medan, Bekasi dan Tangerang.

Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan membangun 50 twin block rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk para pekerja dan buruh di kawasan industri daerah Jabodetabek. Pembangunan 50 twin block tersebut akan dilaksanakan secara merata di sejumlah kawasan industri yang ada di wilayah Jabodetabek.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan, dua twin block rusunawa diperkirakan akan menampung sedikitnya 1.000 orang pekerja dengan kapasitas layak huni. Pembangunan rusunawa itu nantinya akan menggunakan lahan fasum dan fasos di sekitar kawasan industri yang bersangkutan.
Itu berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Menakertrans Muhaimin Iskandar dan sejumlah ketua serikat buruh di kantor Kemenpera, Jakarta, Kamis (5/4) kemarin dan disepakati bahwa rusunawa yang dibangun tahun ini diperuntukkan terlebih dahulu untuk yang belum menikah. Mereka yang telah menikah diupayakan tinggal di rumah tapak.

“Kami merencanakan pada tanggal 1 Mei mendatang yang juga bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia, Bapak Presiden bisa meresmikan sebanyak 20 twin block rusunawa pekerja di Batam. Selain itu, pada bulan depannya juga meletakkan batu pertama proyek pembangunan 12.000 rumah tapak pekerja dan buruh di Jawa tengah,” kata Djan. (net)

Teknisi Komputer Tewas Ditikam di Depan Warnet

Pelaku Terekam Kamera CCTV

MEDAN-Warga Jalan Malaka mendadak heboh. Pasalnya, seorang pria bernama Jhony alias Johan alias Hany (28), warga Jalan Keris, Medan Perjuangan, ditemukan bersimbah darah di depan Warnet 5IVE, Jalan Malaka, Minggu (22/4) sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat ditemukan warga, korban mengalami pendarahan akibat luka tusukan benda tajam di pinggang sebelah kanan. Korban sempat dilarikan oleh temannya ke Rumah Sakit Deli, sekitar pukul 02.00 WIB untuk mendapatkan pertolongan pertama.

anya saja karena kondisi teknisi komputer itu mengalami pendarahan yang cukup parah, nyawa korban tak sempat tertolong dan tewas di rumah sakit.
Selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIB, jasad korban di bawa ke RSUD dr Pirngadi untuk menjalani otopsi.

Keterangan yang dihimpun di lokasi, kejadian berawal saat Jhony yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam dengan nomor polisi BK 5381 AAD, tiba di depan warnet. Pelaku berjumlah dua orang memakai jaket, helm dan penutup mulut mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna pink.

“Saat itu korban baru pulang beli bandrek, sedangkan pintu gerbang tertutup karena sudah malam. Lalu korban menggedor-gedor pintu gerbang warnet memanggil temannya Tony yang saat itu bertugas sebagai penjaga warnet,” kata Candra, penjaga warnet.

Sambil menunggu pintu gerbang dibuka, pelaku langsung mendekati korban dan mencoba merampas kendaraannya. Namun, korban melawan sehingga pelaku menikam pingang kanannya.

“Korban dan kedua pelaku sempat berkelahi. Teman korban yang melihat langsung berteriak hingga yang main di dalam warnet berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan. Pelaku langsung melarikan diri tanpa sempat mengambil harta benda korban,” ucap Candra.

Candra sendiri mengaku saat itu dia kebingungan. “Yang kami tahu korban sudah tergeletak bersimbah darah di depan warnet sambil meraung kesakitan. Setelah memanggil becak bermotor korban langsung dilarika ke RS Deli,” jelas Candra.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara mengamankan barang bukti sepeda motor, tas sandang hitam dan CCTV yang ada di warnet tersebut.
“Dari hasil rekaman CCTV pelaku memakai topi dan jaket hitam yang melakukan penikaman sebanyak satu kali di bagian pinggang sebelah kanan,” beber Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan.(uma/adl)

Tega Kali Orang Itu Menikamnya…

Pengakuan ibu korban, Evi di depan Instalasi Jenazah RSUD Pirngadi Medan, dirinya baru mengetahui kejadian yang menimpa anaknya sekitar pukul 10.00 WIB dari teman korban.

Kesedihan begitu terlihat dari wajah sang ibu ketika melihat langsung jasad anaknya terbujur kaku di ruang instalasi jenazah. Pengakuan Evi, jika anaknya Johan, tidak lagi memiliki ayah sejak kecil.

“Dari kecil dia udah nggak punya bapak, kasihan kali dia harus nerima kejadian seperti ini. Tega kali orang itu mencucuk (menikam)-nya,” ucapnya sembari menangis haru.

Evi juga mengaku, malam sebelum kematian anaknya, tepatnya pukul 20.00 WIB, korban sempat menghubungi lewat selulernya meminta izin untuk tidak pulang ke rumah, karena ingin membetulkan komputer di warnet temannya.

“Wa nggak pulang karena capek kali mau betuli komputer di warnet kawan,”ujar Evi menirukan kalimat anaknya malam sebelum kejadian.
Namun dari penuturan Evi, dirinya tidak memiliki firasat apapun sebelum kematian anaknya.

Hanya saja beberapa hari sebelumnya Johan juga pernah mengalami percobaan perampokan namun berhasil menyelamatkan diri.
“Lokasi rumah kami memang rawan kejahatan, karena anak saya waktu itu juga dirampok tapi berhasil lari,”kenang Evi.

Perasaan haru juga disampaikan paman korban, Agu yang ikut menemani ibu korban di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi.
“Dia anak satu-satunya di keluarga, selama ini yang ngasih makan mamaknya, si Johan. Makanya dia sangat terpukul melihat anaknya meninggal,”ujarnya.

Sementara pantauan di rumah sakit, ibu korban sebelumnya merasa keberatan anaknya menjalani otopsi di rumah sakit tersebut. Namun setelah melewati musyarawah antara pihak keluarga dan rumah sakit akhirnya jasad korban di otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. (uma)

Plt Gubsu Masak Nasi Goreng

MEDAN-Milad ke-14 Partai Keadilan Sejahtera  se-Kota Medan dirangkai dengan acara memasak. Uniknya, pekerjaan dapur itu bukan dilakukan oleh wanita, tapi para pejabat publik PKS. Bahkan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho juga ikut memasak.

“Kita ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa kader-kader PKS bisa memasak terutama dari lelakinya. Kegiatan ini juga untuk memeriahkan Milad PKS dan supaya pejabat publik lebih dekat dengan kader-kader PKS,” kata Staf Bidang Perempuan DPD PKS Medan, Irfa Halena, Minggu (22/4), di Kolam Sei Deli Medan.

Menurutnya, saat ini memasak bukan hanya dilakoni oleh perempuan saja. Lelaki juga tak luput dari pekerjaan dapur yang biasanya identik dengan wanita. Bahkan perkembangan bisnis kuliner yang menjadi segmen menjanjikan itu lebih didominasi oleh lelaki. “Kita ingin menunjukkan kalau lelaki juga bisa memasak. Bukan itu saja Plt Gubsu juga turut dalam kegiatan ini,” urainya.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan kader PKS se-Kota Medan itu, menu masakan yang diperlombakan adalah memasak nasi goreng.
“Nasi goreng adalah menu yang biasa disantap. Tapi kita ingin mereka memasak nasi goreng yang tidak biasa. Tentunya bahan-bahan yang sudah kita siapkan, tergantung mereka yang mengelolanya,” ujar Irfa.

Penilaiannya, kata Irfa, terdiri dari cita rasa, kekompakan dan penyajian.

“Waktu yang diberikan hanya setengah jam saja. Sesi pertama diikuti dari bagian dakwah dan sesi kedua oleh pejabat publik PKS.
“Ada 5 tim dan di dalam setiap tim ada 3 orang. Tim I dari Plt Gubsu, tim II DPW PKS Sumut, tim III DPD PKS Medan, tim IV dari Fraksi PKS DPRD Sumut, dan tim V dari Fraksi PKS DPRD Kota Medan,” jelasnya.

Sementara itu, lomba memasak yang diikuti oleh tim I yaitu Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Sekda Provsu Nurdin Lubis dan Dirut PT Perkebunan Sumut Darwin Nasution menambah semarak kegiatan itu. Bahkan Plt Gubsu tak sungkan untuk memasak dengan peralatan yang sangat sederhana. (mag-11)

Manjadi Wanita Berakhlak dan Multitalenta

Kontes Pemilihan Ibu Kartini

Memperingati Hari Kartini 21 April, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Helvetia Medan menggelar berbagai acara, Sabtu (21/1). Tema yang diusung Menjadi Wanita yang Berakhlak Mulia, Berprestasi dan Multitalenta.

Acara yang digelar di kampus Akbid Helvetia Medan itu seperti kontes pemilih Ibu Kartini. Seluruh peserta berasal dari mahasiswa Akbid Helvetia Medan. Kontes pemilihan Ibu Kartini ini dibagi dua kategori yakni lomba busana kebaya  dan pemilihan Ibu Kartini modern, mengenakan baju yang trend saat ini.

Para peserta juga diminta unjuk gigi dalam pengetahuan tentang sosok Kartini dan cita-cita seorang wanita untuk menyonsong masa depan. Seluruh finalis harus mengutarakan pengetahuannya di hadapan para juri yang menilai.

Seorang finalis, Elda Sukma mengatakan, Kartini sosok wanita emansipasi yang menyingkirkan gender untuk kesetaraan kedudukan di hadapan lelaki. Cita-cita Kartini, membuat wanita di Indonesia bisa lebih maju.

“Wanita harus memiliki peran, ikut serta memajukan bangsa,,” kata Elda di hadapan dewan juri.

Setelah pemilihan acara dilanjutkan dengan tarian etnis dan modern dance serta lomba tata rias ala Kartini yang diikuti dosen Akbid Helvetia.
Nepi Lestari, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, acara ini sebagai wujud jasa Kartini yang membela hak-hak wanita dan menyikirkan gender sehingga timbulnya emansipasi wanita.

“Acara kita dedikasikan untuk ibu kita Kartini yang memperjuangkan hak kaum wanita dan menciptkan emansipasi,” katanya.
Menurutnya, acara tersebut menjadi acara rutinitas setiap tahunnya dan menjadi cinta kepada kebudayaan Indonesia dan sosok Kartini.
Panitia, katanya, juga memberikan piala dan bingkisan menarik kepada pemenang.

Sementara itu, Kepala Yayasan Stikes Helvetia Medan, Dra Hj Razia Begum Suroyo Msc Mkes dalam kata sambutannya mengatakan, wanita harus bisa lebih unggul dalam segela bidang, terutama dalam dunia kesehata, dimana kesehatan ini didominan oleh kaum wanita, sesuai yang diusung oleh Karitini, emansipasi wanita.

Menurutnya, dengan diselenggara acara ini dia mengimbau kepada seluruh mahasiwa untuk lebih mencintai kultur budaya Indonesia.(gus)

Kapabilitas Perempuan Bisa Lebih Ditingkatkan

MEDAN – Banyak cara dilakukan memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu. Begitupun, peringatan untuk mengenang sosok RA. Kartini bukan hanya dengan seremonial belaka, tapi yang terpenting apa makna dalam peringatan itu sendiri.

Dimata Sekretaris KPU Sumut, Vita Lestari Nasution, RA.Kartini merupakan sosok wanita yang berjuang mengangkat harkat dan martabat perempuan terutama dalam pendidikan. “Walau perjuangannya bukan dengan kegiatan fisik seperti perjuangan Cut Nyak Dien yang melawan Belanda, namun masing-masing pejuang memiliki cara tersendiri,” kata Vita dikediamannya Jalan Helvetia Raya Blok VIII Kecamatan Medan Helvetia.

Menurutnya, melalui surat-menyurat, RA.Kartini menginginkan agar perempuan tidak bodoh, mendapat pendidikan layak seperti lelaki. “RA.Kartini berjuang supaya perempuan lebih pintar, tidak dirumah saja untuk urusan dapur dan dikekang oleh kaum lelaki,” jelasnya.

Sesuai makna peringatan Hari Kartini dan untuk meneruskan perjuangan RA Kartini, wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris FMPA Sumut itu berharap agar pengetahuan, kualitas dan kapabilitas kaum perempuan bisa lebih ditingkatkan.

“Meski tidak dengan seremonial besar-besaran, maka untuk melanjutkan perjuangan RA.Kartini, saya mengadakan pelatihan terhadap ibu-ibu dikediaman saya. Hendaknya, semua tujuan peringatan dan kegiatan yang diadakan maknanya sampai kepada para perempuan,” terangnya.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan itu dihadiri sebanyak 20 ibu-ibu dan dilatih membuat bunga Ikebana dari bahan pipet. “Mereka dilatih secara langsung oleh Ibu Linda Pimpinan Pusat Pendidikan & Pelatihan Kerajinan Tangan/Handy Craft yang juga sebagai pengurus ASEPHI Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.

Diharapkan, dengan kegiatan itu, ibu-ibu dapat memanfaatkan latihan keterampilan dengan sebaik-baiknya. “Keterampilan ini bisa membuat berbagai jenis bunga, tas, keranjang hantaran pengantin dan lain-lain.J ika semakin terampil hasilnya bisa dijual dan menambah penghasilan keluarga juga,” urainya.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar kartini-kartini masa kini bisa berbuat dan berjuang untuk dirinya sendiri, keluarganya, kaum perempuan dan masyarakat luas. “Untuk pelatihan keterampilan lanjutan, ibu-ibu bisa mengajukan permohonan langsung ke Ikabana dan bisa juga melalui forum FP5A atau juga melalui ASEPHI Sumut. Jadi bisa berkelanjutan,” ucapnya.  (mag-11)

Niat Ngasih Pelajaran, Masuk Sel Benaran

Mirza (34) sering marah dan merusak barang-barang yang ada di rumah orangtuanya. Akibatnya, kedua orangtuanya kesal dan berniat memberi pelajaran kepada Mirza. Caranya, Mirza bakal dimasukkan ke sel, jika prilakunya terulang kembali.

Nah, ternyata betul warga Jalan HM Jhoni Medan yang tinggal di Jakarta itu marah-marah kepada ibunya. Mirza juga memukul kaca jendela rumahnya hingga pecah.

Ibunya langsung memberitahukan peristiwa itu kepada ayah Mirza yang saat itu sedang bekerja. Ayah Mirza langsung menghubungi petugas Polsekta Medan Area. Tujuan orangtuanya memanggil polisi sebenarnya agar Mirza ditahan selama 1×24 jam saja untuk memberi pelajaran supaya prilakunya berubah.

Tak lama kemudian, petugas Reskrim Poslek Medan Area tiba di rumah Mirza dan memboyongnya ke kantor polisi. Namun, sebelum dibawa ke kantor polisi terlebih dahulu menginterogasi Mirza sekaligus menggeledah isi kantong celananya.

Begitu digeledah di kantong celana Mirza ada satu paket sabu-sabu. Tak pelak, polisi pun langsung membawa Mirza berikut barang bukti 1 paket sabu-sabu dan menjebloskannya ke sel Malposekta Medan Area.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP J Banjarnahor menjelaskan, awalnya orangtua Mirza sengaja memanggil polisi untuk menjemput putranya itu, karena suka marah-marah bila berada di rumah. Namun, saat saku celana pria yang sudah istri dan punya anak itu digeledah ditemukan sabu-sabu.

“Polisi sengaja datang ke rumah Mirza karena diminta oleh orangtuanya, supaya Mirza ditahan selama 1×24 jam sekaligus bisa membuat efek jera. Tapi, Mirza mengantongi sabu-sabu,” jelas Banjarnahor. Jadi, kata Banjarnahor, Mirza tidak akan ditahan selama 1×24 jam melainkan selama beberapa tahun.
“Minimal Mirza akan berada dalam sel 4 tahun karena mengkonsumsi sabu-sabu,” jelas Banjarnahor.

Sementara Mirza mengaku sudah menjadi pecandu sabu-sabu sejak dua tahun lalu. Pengaruh narkoba membuat prilakunya berubah dan suka marah-marah. “Saya pulang ke Medan karena adik saya akan menikah dalam waktu dekat ini,” ujar Mirza. (gus)

Jessie J Disebut Penyuka Sesama Jenis

Tidak hanya Simon Cowell yang kehidupan pribadinya dikupas habis-habisan dalam biografi tak resmi. Penyanyi R&B Jessie J mengalami nasib serupa lewat buku berjudul Jessie J: Who”s Laughing Now karya Chloe Covan.

Salah satu fakta Jessie J dari buku itu yang menarik perhatian adalah orientasi seksnya. Pelantun Price Tag itu disebut sebagai penyuka sesama jenis sejak berumur 17 tahun. Menurut buku Covan, Jessie J sebenarnya ingin mengakui fakta tersebut. Tetapi, dia takut hal itu berimbas pada karir bermusiknya dan kehilangan kontrak dengan Universal Music.

Di dalam buku tersebut juga ditulis bahwa petinggi label rekaman Jessie J mengetahui orientasi seks itu. Tetapi, sang bos menyarankan agar perempuan 24 tahun tersebut lebih baik mengaku sebagai biseksual. Hal itu lebih aman terhadap image dan karir musiknya yang memang sedang naik daun.
“Dia (Jessie J) sudah disarankan untuk tidak mengaku lesbian. Meski masyarakat bisa jadi menganggap kalau menjadi lesbian itu trendi, eksotis, dan bisa menjadi fashion statement. Dan, tentu hal itu akan meningkatkan popularitasnya,” ujar Govan seperti dikutip Daily Mail.

Pada Maret 2011 Jessie J kepada penyanyi Rihanna pernah bilang bahwa dirinya biseksual. “Saya tidak pernah menyangkalnya. Saya memang nge-date dengan perempuan dan laki-laki. Itu semua benar,” ujar salah seorang mentor dalam reality show The Voice itu.

Fakta kesehatan Jessie J juga disinggung dalam Jessie J: Who”s Laughing Now. Penyanyi yang sudah menjual album 12 juta keping di seluruh dunia itu menderita Wolff”Parkinson”white syndrome. Penyakit tersebut dapat mengakibatkan detak jantungnya naik empat kali lebih cepat daripada keadaan normal. Selain itu, Jessie J disebut pernah stroke pada usia 18 tahun. (kkn/c6/ayi/jpnn)

271 Lokasi Dibangun Jalan Setapak

MEDAN-271 lokasi pembangunan dan rehabilitasi jalan setapak di 7 kecamatan di jajaran Pemko Medan, menggunakan APBD Kota Medan tahun 2012 baru mulai dikerjakan Juni mendatang.

“271 lokasi itu dari 841 lokasi jalan setapak di seluruh Kota Medan,” kata Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Medan, Ahmad Mahdi Siregar.

Dikatakan Mahdi, ketujuh kecamatan meliputi Kecamatan Medan Johor, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Medan Selayang.

“Dari 271 lokasi pembangunan dan rehabilitasi jalan setapak tersebut di antaranya terdapat di Kecamatan Medan Johor sebanyak 65 lokasi, Medan Polonia 2 lokasi, Medan Maimun 3 lokasi, Medan Tuntungan 93 lokasi, Medan Sunggal 28 lokasi dan Medan Selayang 60 lokasi,” ucapnya.

Sedangkan di Kecamatan Medan Baru, tidak ada pembangunan jalan setapak karena program ini memang difokuskan ke kawasan pinggiran.
“Artinya di kawasan inti kota tidak ada pembangunan dan rehabilitasi jalan setapak,” jelasnya.

Anggota DPRD Medan, Daniel Pinem meminta kepada Dinas Perkim Medan agar meyerahkan atau mengumumkan daftar lokasi ke-271 pembangunan jalan setapak itu kepada masyarakat melalui kelurahan atau kecamatan. (adl)

Data e-KTP Capai 68,68 Persen

MEDAN-Pendataan Kartu Tanda Penduduk Elekteronik (e-KTP) di Kota Medan hingga April 2012 sudah mencapai 68,68 persen atau 1.289.830 jiwa. Sementara target yang ditetapkan kementerian dalam negeri 1.783.840 jiwa dari total 2.170.000 jiwa penduduk Medan yang wajib e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) Kota Medan, Darusalam Pohan mengingatkan kepada masyarakat Medan untuk segera melakukan perekaman e-KTP di masing masing kecamatan Sabtu dan Minggu.

“Kita sangat mengharapkan bagi warga masyarakat yang sibuk untuk meluangkan waktunya melakukan perekaman e-KTP di kecamatan setempat hari Sabtu dan Minggu,” cetusnya.

Dijelaskannya, untuk hari Sabtu dan Minggu perekaman e-KTP tetap dilakukan agar masyarakat yang tidak memiliki waktu bisa segera melakukan perekaman.

“Jadi untuk mengoptimalkan perekaman e-KTP di Medan hari Sabtu dan Minggu tetap dilaksanakan, dimana warga bisa datang dengan membawa KTP tanpa dipungut biaya apapun alias gratis,” ungkapnya.

Selain itu, Darusalam juga mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati dan tidak memakai perantara dalam mengurus Akta Kelahiran di Kota Medan, karena belakangan ini pihaknya sudah banyak mendapatkan laporan terkait beredarnya akta kelahiran palsu di Medan.Namun, katanya, tidak bisa memastikan soal besaran jumlah akta kalahiran palsu. Hanya saja sejumlah instansi terkait seperti imigrasi banyak melaporkan adanya akta kalahiran yang diduga palsu.

“Saya hanya mengingatkan masyarakat untuk mengurus pembuatan akta kelahiran anaknya langsung ke kantor disdukcapil, selain gratis sekarang ini lebih cepat,” ungkapnya.

Diingatkannya, dalam pengurusan akta kelahiran, warga Kota Medan diharapkan secepat mungkin mengurusnya untuk menghindari denda.  “Kita perlu ingatkan untuk anak 0-60 hari pembuatan akta kelahiran gratis. Umur 61 hari-1 tahun bayar 10 ribu dan di atas 1 tahun harus melampirkan penetapan pengadilan,” cetusnya. (adl)

Dosen Harus Mampu Menulis Karya Ilmiah

MEDAN-Mengutip ucapan penyair Taufik Ismail yang mengatakan generasi sekarang rabun membaca dan lumpuh menulis, Dekan FE UMSU, Zulaspan Tupti SE MSi menilai hal tersebut merupakan realita yang terjadi saat ini.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena mindset atau pola pikir dosen yang menganggap profesinya hanya untuk mengajar.
“Mindset yang terbangun hanya fokus mengejar SKS dan mengajar demi profit,” ujar Zulaspan, ketika membuka Pelatihan Penulisan Buku Ajar di Auditorium kampus utama UMSU, Jalan Mukhtar Basri Medan, kemarin.

Untuk itulah bilang Zulaspan, FE UMSU terus berupaya menumbuhkembangkan minat menulis di kalangan dosen sebagai bagian aplikasi tri dharma perguruan tinggi.

“Tugas seorang dosen bukan hanya sekadar mengajar, tapi juga harus aktif melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah, terutama buku ajar,” ujarnya.
Sejauh ini, bilang Zulaspan, dosen FE UMSU sudah banyak yang membuat tulisan, ikut kompetisi hibah bersaing dan memenangkan hibah tersebut. Namun dia mengakui dosen yang menulis buku ajar apalagi yang berskala nasional dan dipublish (diterbitkan) di website dikti  masih minim.

“Sehingga, melalui pelatihan penulisan buku ajar itu kita berharap dosen mampu menulis buku berskala nasional dan diterbitkan secara nasional pula. Rencananya, jika buku karya dosen FE UMSU layak cetak dan akhirnya dipublish ke tengah masyarakat, fakultas akan memberi reward kepada si

penulis,”ungkapnya. Saat ini, akunya, untuk memotivasi dan menggali potensi menulis di kalangan dosen tengah dilakukan FE UMSU secara bertahap.(uma)