30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13620

Iqbal Ingin Jadi Kebanggan Keluarga

MEDAN- M.Iqbal Daulay adalah salah satu siswa penjaga gawang andalan SSB Generasi Kosek yang mempunyai cita-cita menjadi penjaga gawang handal dengan bakat yang dimilikinya.

Anak dari pasangan Arifin Daulay dan Herlina Nasution itu sedang giat-giatnya menjalani latihan untuk mengasah kemampuan menjadi penjaga gawang handal.

“Dengan bakat yang saya miliki, saya akan berusaha berlatih lebih giat lagi sehingga dapat membahagiakan orangtua saya, ” katanya kepada wartawan ketika dijumpai di lapangan Lanud Polonia Medan usai bertanding pada laga di partai final kualifikasi Manchester United Premier Cup (MUPC) 2012, Sabtu (21/4).

Untuk pertama kalinya, dia akan menginjakkan kakinya di kota Jakarta dan menujukkan kemampuannya di ivent bergengsi itu karena dia beserta timnya dari SSB Generasi Kosek akan mengikuti kualifikasi MPUC tingkat nasional mei mendatang.

Meski begitu, anak yang mengidolakan Ikal Kasilas penjaga gawang dari klub luar itu mengaku masih butuh pembinaan yang lebih dalam walaupun sudah lima tahun menimba ilmu di SSB Generasi Kosek.

Dimata ibunya, Iqbal adalah seorang anak yang mempunyai sikap yang cukup baik dan niat belajar yang cukup tinggi.

“Walapun anak paling kecil di keluarga kami, Iqbal tidak pernah menunjukkan sikap manja. Malah dia kebanyakan menunjukkan sikap seperti anak yang paling besar ” katanya kepada wartawan ketika dijumpai di lapangan.

Herlina melihat bakat dalam bermain bola lebih dominan dari pada bagian yang lain, “Jadi, tidak apalah mengeluarkan biaya untuk meningkatkan motivasinya untuk menggapai cita-citanya,”

Hal senada juga disampaikan Sucipto Pelatih Kepala SSB Generasi Kosek, bahwa Iqbal adalah anak yang mempunyai kemauan yang cukup tinggi dalam belajar khususnya dalam bermain bola. “untuk seumuran Iqbal, dia termasuk siswa yang cukup mudah dalam menerima pelajaran yang kami berikan bersama pelatih lain, apabila itu tetap ditingkatkan, saya yakin dia bisa jadi penjaga gawang handal,” katanya mengakhiri (mag-10)

Tim Futsal Sumut Ikut Piala Emas

MEDAN- Guna meningkatkan jam terbang dan menguji perkembangan hasil pelatihan daerah, tim futsal Sumut berencana mengikuti turnamen Piala Emas di Jakarta pada 11-19 Mei mendatang. Laga yang digelar di GOR Ciracas Jakarta Timur (Jaktim) rencananya akan diikuti daerah-daerah pesaing di PON 2012 September mendatang.

Menurut Ketua Badan Futsal Daerah (BFD) Sumut, Rafriandi Nasution, tim futsal Sumut akan menjadikan ajang ini sebagai ajang try out. “Kita ikut Piala Emas tahun ini sebagai ajang ujicoba. Apalagi memang anak-anak sudah menunjukkan perkembangan signifikan dari hasil tes fisiknya dan harus diuji lewat ujicoba,” katanya, Sabtu (21/4) kemarin.

Keikutsertaan klub-klub di Jakarta dan mayoritas tim PON dari daerah lain yang kabarnya juga turut menerjunkan atletnya membuat Piala Emas ini cocok sebagai tolak ukur menguji kekuatan. “Klub-klub futsal di Jawa dan tim-tim PON di Jakarta ikut. Kita mengambil ini sebagai ajang ujicoba untuk menakar peta kekuatan sebenarnya,” tambah mantan anggota DPRD Sumut ini.

Ujicoba ke luar daerah memang dirasakan sangat diperlukan. Apalagi di Sumut tak lagi ada sparing yang sepadan. “Untuk level Sumut kita sudah tidak menemukan lawan lagi. Belum ada tim-tim di Sumut yang bisa mengalahkan tim PON. Tapi kita tidak ingin kondisi ini membuat anak-anak besar kepala. Kita tidak ingin mereka menjadi katak dalam tempurung. Satu-satunya cara adalah try out ke luar,” lanjutnya.
Tahun lalu tim futsal Sumut juga berpartisipasi dan sukses melaju hingga perempatfinal. Tahun ini tim futsal Sumut diharapkan meraih pencapaian yang lebih baik. “Kalau sebelumnya perempatfinal. Tahun ini kalau bisa semifinal atau bahkan juara,” tambahnya.

Rafriandi cukup optimis dengan perkembangan signifikan tim besutan Alpinus itu. “Tetap optimis. Perkembangan anak-anak segi fisik dan visi permainan sangat baik. Untuk kekompakan tim juga,” katanya.

Untuk Piala Emas nanti Sumut tidak akan diperkuat pemain andalan, Syahidan Lubis. Syahidan saat ini memperkuat timnas U-21 yang tengah berlaga di Piala AFF Thailand. “Iya Syahidan tidak bisa ikut karena memperkuat timnas U-21. Namun tidak masalah. Justru keberadaannya di timnas menjadi kebanggaan kita dan motivasi untuk pemain lainnya agar bisa lebih baik,” jelasnya.

Rafriandi berharap dukungan KONI Sumut dan pihak swasta untuk membantu pendanaan tim mengikuti ajang itu.”Dukungan dari KONI Sumut serta manajer dan pihak yg memiliki simpati untuk mendukung keberangkatan,” pungkasnya.(mag-18)

Pesawat Jatuh di Pakistan, Seluruh Penumpang Meninggal Dunia

120 Jenazah telah Ditemukan, tak Ada Tanda Kerusakan Pesawat

ISLAMABAD – Upaya pencarian terhadap para korban kecelakaan pesawat di Pakistan hingga kemarin (21/4) terus berlangsung. Tetapi, para pejabat Pakistan memastikan bahwa tidak ada yang selamat di antara 127 penumpang dan awak pesawat dalam musibah yang terjadi pada Jumat malam lalu (20/4) tersebut.

Pesawat Boeing 737-200 milik maskapai penerbangan domestik Bhoja Air jatuh beberapa saat sebelum mendarat di Bandara Internasional Benazir Bhutto, Islamabad. Lokasi jatuhnya pesawat itu berada di sebuah ladang gandum di pinggiran Kota Islamabad atau hanya sekitar 9,3 kilometer dari bandara. Ketika itu, pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Jinnah, Karachi, selatan Pakistan, tersebut membawa 121 penumpang, termasuk 11 anak-anak, dan enam awak.
Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (PCAA), pesawat tersebut diduga kuat mengalami musibah akibat cuaca buruk. Saat itu cuaca mendung dan juga turun hujan. Laporan lain menyebutkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan atau masalah mesin pada pesawat terbang tersebut.

Dirjen Manajemen Bencana Darurat pada Otoritas Pembangunan Ibu Kota Rawal Khan Maitla memastikan bahwa tidak ada yang selamat dalam musibah tersebut.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Pakistan A. Rehman Malik menyatakan bahwa sedikitnya 120 jenazah berhasil ditemukan dan kemudian dievakuasi. ’’Karena cuaca tidak mendukung, kami akan lanjutkan upaya pencarian dengan bantuan helikopter,’’ katanya saat meninjau lokasi kemarin.

Para kerabat korban yang berada di Karachi, tutur dia, sedang diterbangkan ke Islamabad. Hal itu dilakukan untuk membantu proses identifikasi korban kecelakaan tersebut.

Para petugas penyelamat tiba di lokasi dengan berjalan kaki di antara tumpukan lumpur yang tebal beberapa jam setelah musibah. Dalam kegelapan, mereka mencari korban dengan diterangi lampu senter atau cahaya dari telepon seluler.
Puing-puing pesawat, dompet, dan kacamata para korban berserakan. Beberapa bagian pesawat terlihat menyangkut di tiang dan kabel listrik. Sebagian di antaranya mengenai rumah atau permukiman warga. Tetapi, tidak ada laporan soal jatuhnya korban jiwa di kalangan penduduk.

Kecelakaan terjadi di dekat Pangkalan Udara Chaklala, fasilitas militer Angkatan Udara Pakistan, dan berbatasan dengan Bandara Internasional Benazir Bhuto. ’’Ketika musibah itu terjadi, langit terlihat membara karena kobaran api,’’ tutur seorang warga yang menjadi saksi mata.

Badan pesawat hancur berserakan di sekitar lokasi ketika tim SAR mencari dan mengevakuasi korban di wilayah padat penduduk. Empat desa terkena dampak kecelakaan tersebut. Bahkan, pecahan pesawat ditemukan dalam radius satu kilometer.
Dr Wasim Khawaja dari Pakistan Institute of Medical Science menjelaskan bahwa dengan bantuan keluarga dan sidik jari korban, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 73 jenazah. Iidentifikasi jenazah, yang sebagian dalam kondisi hancur, akan menemui kendala. Karena itulah, dia berharap teknologi DNA akan membantu proses tersebut.
Lebih dari 150 kantong jenazah yang berisi potongan dan bagian tubuh korban telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Islamabad. Farkhand Iqbal, petugas di kantor pemerintahan Kota Islamabad, menyatakan bahwa hampir semua rumah sakit ditugasi untuk mengidentifikasi korban.

Seorang pria yang telah menunggu kedatangan pesawat tersebut di Bandara Internasional Benazir Bhutto histeris ketika diberi tahu dan mendengar musibah itu. ’’Dua putri saya termasuk korban tewas,’’ ujarnya dengan histeris. Air matanya pun bercucuran. Karena terguncang, dia langsung merebahkan diri di lantai dan kemudian duduk tanpa suara. Para anggota keluarga korban lainnya berkerumun untuk melihat data para penumpang.
Qamar Abbas, paman dari sepasang saudara berumur 18 dan 20 tahun, bertutur bahwa keponakannya sebenarnya ingin pulang ke Islamabad kemarin (21/4). Namun, mereka kemudian terbang lebih awal karena ingin berjumpa dengan bibinya yang baru tiba dari London, Inggris. ’’Kami bahkan tidak tahu kapan atau di mana akan melihat jenazahnya,’’ katanya.

Dua di antara korban tewas adalah pasangan pengantin baru Sajjad Rizvi dan Sania Abbas. Saat keduanya naik dan masuk ke dalam pesawat, mereka langsung membayangkan suasana romantis bulan madu di sebuah resor di bukit dekat Islamabad. ’’Kami sebetulnya menikah bersama pada 28 Maret lalu. Tetapi, nasib berkata lain,’’ terang adik Sania, Zeeshan, di Bandara Islamabad.
Tidak jauh dari Zeeshan, sejumlah anggota keluarga para penumpang lain saling berpelukan dan menangis. Salah satu di antaranya terisak. ’’Anakku, anakku,’’ teriaknya. (cak/dwi/jpnn)

Ambisi Serigala Ibukota

Juventus vs AS Roma

ROMA- Persaingan di pentas Serie A kembali dimulai setelah sempat ditunda untuk menghormati meninggalnya gelandang Livorno Piermario Morosini (14/4). Sorotan kembali ditujukan kepada dua raksasa Juventus dan AC Milan yang hanya terpisah satu angka (68-67).

Menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan di kompetisi top eropa, Juventus kini bertengger di puncak klasemen Seri A. Dari 32 partai yang sudah dilalui, Juve mengoleksi 18 kemenangan dan 14 kali seri. Begitupun di Coppa Italia, mereka melaju ke final tanpa sekalipun menderita kekalahan.

Ini merupakan prestasi gemilang bagi anak asuh Antonio Conte itu, karena mereka jadi satu-satunya tim yang mampu melakukannya sejauh ini di Eropa. Bahkan Barcelona, Real Madrid, atau Manchester United sudah beberapa kali merasakan kekalahan.

Nah, mematahkan rekor tak terkalahkan ‘Si Nyonya Tua’ inilah yang menjadi ambisi sang Serigala Ibukota, AS Roma kala bertandang ke Juventus Arena, Senin (23/4) dinihari WIB (Siaran Langsung Indosiar pukul 01.45 WIB). Mampukah?
“Kami 100 persen termotivasi dan Anda tidak boleh melakukan kesalahan ketika melawan Juve. Kami tidak lupa kekalahan 0-3 pada Coppa Italia di Juventus Stadium,” kata Luis Enrique, pelatih Roma, seperti dikutip Football Italia.
Meski pernah kalah telak, Enrique membantah skuadnya minder. Dia berjanji akan tetap menampilkan permainan terbuka. “Kedua tim terbiasa bermain terbuka dan kami mengetahui dengan jelas apa yang akan mereka lakukan,” lanjut Enrique.
Sayang, dini hari nanti Roma kehilangan Juan, Marco Cassetti, Bogdan Lobont, dan Nicolas Burdisso karena cedera. Karena itu, Daniele De Rossi yang aslinya gelandang bertahan bakal dimainkan sebagai bek tengah.
“De Rossi bisa menjadi opsi di jantung pertahanan. Tetapi, tugas utamanya tetap gelandang,” ujar mantan pelatih Barcelona B itu.

Gelandang Roma Miralem Pjanic mengaku optimis mampu menundukkan Juventus sekaligus membuka peluang mereka meraih tiket lolos ke Liga Champions musim depan.
“Roma akan jadi tim pertama yang mengalahkan Juventus musim ini,” seru Miralem Pjanic di Football Italia.

“Posisi tiga masih mungkin untuk kami, di mana masih ada enam laga penting tersisa dan Juventus bertarung untuk memperebutkan Scudetto, kami bertarung untuk posisi ketiga. Kami ingin tampil hebat dan berharap mengakhiri rekor tak terkalahkan mereka. Ini seperti partai Liga Champions,” lanjut Pjanic.

Namun dalam pertandingan penting tersebut, Roma kemungkinan tidak akan diperkuat Borini yang tampil cukup bagus sepanjang musim ini. Pemain pinjaman dari Parma ini sudah mencetak sembilan gol dalam 19 pertandingan di liga.
Pemain berusia 21 tahun itu menurut Il Corriere dello Sport, hanya menjalani latihan selama 15 menit, Jumat (20/4), karena harus menjalani perawatan setelah terkena cedera ringan.

Borini masih harus menjalani tes untuk memastikan apakah ia bisa diturunkan dalam pertandingan melawan Juve. Sementara itu, penjaga gawang Maarten Stekelenburg sudah pulih dari cedera dan siap diturunkan dalam laga di Turin nanti.
Meladeni Roma dini hari nanti, pelatih Juve Antonio Conte sepertinya akan kembali ke formasi 4-3-3. Sebelumnya dia sering memainkan 3-5-2. Alessandro Matri, Mirko Vucinic, dan Fabio Quagliarella bakal menjadi trisula di lini depan. Tetapi, Alessandro Del Piero juga punya peluang turun sebagai pengganti. Bila turun, ini menjadi potensi bentrok terakhir Del Piero dengan Francesco Totti di Serie A. Sebab, Del Piero tidak diperpanjang kontraknya musim depan. “Apakah ini akan menjadi pertemuan terakhir Totti dan Del Piero? Mereka telah melewati momen hebat di sepak bola Italia, sama-sama menang di Piala Dunia 2006, mereka telah melewati semuanya,” kata Marchisio.
Sementara Alessandro Matri menegaskan, Juventus tak boleh tersandung di sisa musim apabila ingin impian mencaplok gelar dobel, scudetto dan Coppa Italia. Apalagi, Si Nyonya Tua sudah cukup lama tak meraih scudetto karena sempat turun kasta ke Serie B menyusul skandal calciopoli 2006.

Walau mengaku pada awalnya tak menduga Bianconeri bakal begitu impresif musim ini, Matri tentu tak ingin Juventus membuang begitu saja kesempatan menjadi kampiun di dua ajang domestik.
“Pada awal musim akan sulit membayangkang memuncaki klasemen dengan enam laga tersisa dan menjadi finalis Coppa Italia,” kata striker 27 tahun itu kepada Juventus Channel.
“Tapi, seiring bulan-bulan yang berlalu, kami telah menyadari kekuatan dan hasrat kami untuk menempati posisi di mana kami berada sekarang. Saat ini adalah momen menentukan di musim ini dan kami tak boleh menyerah sekarang. Kami ingin merealisasikan kedua target dan memenuhi impian kami,” tegasnya.

“Laga melawan Roma akan menjadi pertarungan yang terbuka karena kedua tim berjuang mencapai target penting,” tutur eks bomber Cagliari itu.(ham/bas/jpnn)

Banjir Bandang Susulan Terjadi, Kota Pining Terisolasi

ACEH-Banjir bandang susulan, Jumat sore (20/4) kembali terjadi di Kecamatan Pining. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan banjir datang lebih dahysat lagi. Kota Pining terisolasi 7 rumah hanyut, 10 rusak berat, 20 rusak ringan. Serta satu kantor Koramil, Kantor Kepala Desa, musala, pagar dan satu ruang belajar hanyut.

Kepala (BPBD) Drs Djamaluddin Ilyas menyebutkan, pada Kamis (19/4)-hingga Jumat (20/4) tim BPBD sedang bekerja menormalisasi sungai Benteng Pining. Pengerukan dilakukan mencapai seratus meter lebih ke arah hulu. Tetapi tiba-tiba Jumat sekitar jam 15.30, air bak membawa kayu dan batu-batuan kembali datang. Kali ini, menurut Djamal lebih besar datangnya air bah dibandingkan banjir sebelumnya.
Akibat banjir bandang susulan, warga desa Pining dan kota Pining yang sudah kembali kerumah kembali mengungsi ke tempat yang aman.

Kantor Koramil kemarin terendam sekarang sudah ambruk 50 persen. Kantor Kepala Desa dan musala serta gedung sekolah Taman Kanak-kanak yang sedang di bangun, dan satu ruang belajar, musala serta pagar SMP Negeri satu Pining hanyut.
Banjir bandang susulan juga telah mengisolasi Ibukota Kecamatan Pining.

Melalui perintah Pj Bupati Gayo Lues kepada Kepala BPBD untuk mengambil langkah-langkah darurat. “Saat ini kami telah menambah alat berat satu beko ekskapaltor dan satu louder,” katanya.
Kami berharap bisa mendapatkan bantuan bagi pengungsi berupa selimut tenda dan bahan makanan. Dirinya juga berharap gubernur bisa mendatangkan peralatan dari Pelita Nusa(Lukman CM) berupa alat berat.
Sementara Palang Merah Indonesia (PMI) telah membantu berupa selimut tetapi belum belum mencukupi. Pengungsi saat ini mengungsi ke Desa Pertik. Laki-laki saat ini ditempatkan ke tenda darurat yang di siapkan BPBD dan anak-anak serta kaum ibu mengungsi di rumah warga maupun di tempat saudara.

Camat Pining Nasiruddin, Sabtu (21/4) membenarkan adanya banjir susulan yuang lebih besar dari banjir sebelumnya. Saat ini jembatan yang sudah di normalisasi kembai tertutup. Air bercampur batu melebar ke perkampungan Pining, dan Kota Pining kini terisolasi. (jpnn)

Pembantu Lompat dari Lantai Tiga, Majikan Ogah Tanggung Pengobatan

MEDAN-Keadaan Deni Septiani pascalompat dari lantai 3 restoran Miramar yang berada di Jalan Pemuda Kecamatan Medan Kota, Sabtu (21/4) masih memprihatinkan. Kondisi kedua kakinya yang patah masih belum juga dioperasi.
Korban mengatakan kalau majikannya tidak mau bertanggungjawab untuk pengobatannya, dan sekarang ini tinggal menunggu abang kandungnya yang berada di Jawa Tengah untuk datang menjemput.

“Tadi pagi majikan ku datang, terus katanya gak usah dioperasi, dibiarin aja, kalau operasi mahal. Jadi sekarang ini tinggal nunggu abang kandung yang dari kampung, gimana lanjutannya” ujarnya.
Suster yang merawat korban mengatakan kalau kakinya tidak dioperasi maka akan bisa terjadi infeksi dan jika terus dibiarkan kemungkinan akan dilakukan amputasi.

“Kakinya harus dioperasi, kalau gak bisa infeksi, terus kalau udah gitu dibiarin lama kelamaan amputasi lah jalan keluarnya” ujar perawat yang namanya tidak mau dikorankan.

Lena, wanita etnis Tionghoa pemilik yayasan penyalur tenaga kerja yang berada di Jakarta terlihat menemani korban. Ia mengatakan kalau dirinya baru saja datang dari Jakarta setelah mendapat laporan dari majikan korban kalau anak buahnya telah melakukan pencurian dan melompat dari lantai 3.

“Saya baru saja datang dari Jakarta, nyampek tadi pagi dan langsung ke rumah majikannya, kantor polisi dan kemari. Saya sebagai penyalurnya akan berusaha membela dan mengusahakan keringanan hukumannya walaupun ia bersalah, saya berharap agar majikan mau menarik tuntutan verbalnya” ujar wanita yang memakai kaca mata ini.

Saat mendatangi rumah majikannya di Jalan Pemuda, terlihat aktivitas tetap berjalan seperti biasa. Para pekerja restoran tidak mau berbicara terkait masalah ini, sementara majikannya tidak berada di tempat. (bay/smg)

Berita sebelumnya: PRT Lompat dari Lantai Tiga

Guru Daerah Dapat Tambahan Rp 250 Ribu per Bulan

JAKARTA – Kabar gembira bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD). Tahun ini, pemerintah mulai memberikan Tunjangan Profesi (TP) dan Dana Tambahan Penghasilan (DTP) untuk para guru.
Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan Yudi Pramadi mengatakan, besaran TP adalah satu kali gaji pokok Guru PNSD yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2012. “Adapun untuk DTP akan diberikan sebesar Rp250 ribu per orang per bulan terhitung mulai 1 Januari 2012,” ujarnya melalui siaran pers kemarin (21/4).

Pemberian TP dan DTP tersebut diatur dalam dua Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yaituPMK Nomor 34/PMK.07/2012 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Tunjangan Profesi
Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Kepada Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Tahun Anggaran 2012, serta PMK Nomor 35/PMK.07/2012 tentang Pedoman Umum dan Alokasi
Dana Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Kepada Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Tahun Anggaran 2012.

Menurut Yudi, TP diberikan kepada Guru PNSD yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan kuota Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2011. “Adapun DTP diberikan sebagai tambahan penghasilan bagi Guru PNSD yang belum mendapatkan TP Guru PNSD,” jelasnya.

Yudi menyebut, Kementerian Keuangan sudah mengalokasikan dana untuk TP Guru PNSD sebesar Rp30,55 triliun, sedangkan untuk DPT Guru PNSD dialokasikan dana sebesar Rp2,89 triliun. “Untuk pembayaran TP dan DTP akan dilakukan secara triwulanan (tiga bulan sekali, Red),” katanya.

Periode triwulan I, pembayaran dilakukan pada pekan terakhir Maret 2012, triwulan II pada pecan terakhir Juni 2012, triwulan III pada pecan terakhir September 2012, dan triwulan IV pada pecan terakhir November 2012. “Baik TP maupun DTP Guru PNSD pembayaran dilaksanakan sebanyak 12 bulan dalam setahun dan tidak termasuk untuk bulan ke 13,” ucapnya.

Menurut Yudi, pembayaran TP dan DTP akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah setelah menerima TP dan DTP Guru PNSD di Rekening Kas Umum Daerah secara triwulanan, yaitu triwulan I paling lambat April 2012, triwulan II paling lambat Juli 2012, triwulan III paling lambat Oktober 2012, dan triwulan IV paling lambat Desember 2012.

Yudi mengingatkan, untuk menghindari sanksi penundaan penyaluran TP dan DTP Guru PNSD tahun anggaran berikutnya, Pemda diwajibkan untuk menyerahkan Laporan Realisasi
Pembayaran TP dan DTP Guru PNSD kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan secara semesteran. “Yakni, Semester I paling lambat diserahkan minggu pertama bulan Aqustus 2012 dan untuk Semester II paling lambat minggu terakhir bulan April 2013,” ujarnya. (owi/jpnn)

Ratusan Buruh PT BMP Mogok Kerja

MEDAN DELI- Seratusan buruh pabrik PT Bintang Makmur Plasindo (BMP) mogok kerja, Sabtu (21/4) kemarin. Mereka menuntut upah bulan Maret yang belum dibayar perusahaan segera dicairkan.

Dalam aksi mogok kerja yang digelar di depan pintu gerbang pabrik di Kawasan Industri Medan (KIM) III tersebut, para buruh berstatus borongan ini juga menuntut agar pihak manejemen perusahaan mengembalikan mereka sebagai buruh harian lepas (BHL) dengan upah Rp41 ribu per harinya.

Mirna (23), salah seorang pekerja mengutarakan bahwa perusahaan tak pernah menjelaskan tentang terjadinya keterlambatan pembayaran gaji buruh. Tanggal pembayaran upah pun tak menentu, dan sering kali telat. “Pembayaran upah dipabrik ini sering kali tersendat, untuk upah bulan Maret saja sampai hari ini belum juga dibayar,” beber, Mirna.

Selain menuntut pembayaran upah kerja, para buruh yang sebagian besar perempuan itu juga meminta kepada manejemen perusahaan untuk mengembalikan status mereka sebagai BHL. Hal ini dikarenakan upah sebagai pekerja borongan yang dibayar perusahaan dinilai terlalu kecil.

“Dulu kami buruh di sini sebagai pekerja harian lepas dengan upah Rp41 ribu per hari, tapi sejak beberapa bulan ini perusahaan membayar kami dengan sistem borongan, setiap produksi goni yang kami kemas ke dalam satu goni pelastik hanya dibayar Rp23 per goninya,” ungkapnya.

Sejak diterapkannya sistem borong oleh perusahaan, para buruh yang tadinya memperoleh upah lumayan dalam setiap harinya, namun kini per harinya hanya mendapat bayaran Rp10 hinga 15 ribu per harinya.

“Kalau dalam sehari kami dapat membungkus 500 goni saja, baru berapalah bayaran yang kami dapat jika dikalikan per goninya Rp23. Jadi sudah seperti sapi perahan kami dibuat perusahaan, itupun upah sering terlambat dibayar,” beber dia.
Dalam aksi mogok kerja di hari kartini itu, para buruh perempuan ini juga mengancam akan terus melakukan aksinya sampai menejemen perusahaan produsen goni dimaksud mengambulkan semua tuntutan mereka.
“Kami akan tetap mogok kerja apabila perusahaan tak mengabulkan tuntutan kami, Karena pembayaran dengan sistem borongan jelas tak sesuai,” ucapnya.(mag-17)

Sudah 69 Imigran Afghanistan Ditangkap

Polisi Kejar Awak Kapal yang Diduga WNI

MALANG – Jajaran Polres Malang terus memburu imigran gelap dari Afghanistan yang terdampar di Pantai Wonogoro, Gedangan, Kabupaten Malang, Jatim, Jumat lalu (20/4). Setelah berhasil menangkap 43 orang, kemarin polisi kembali mengamankan 26 imigran.

Dengan demikian, total imigran yang sudah diamankan 69 orang. Setelah diperiksa di Mapolres Malang, puluhan imigran itu dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Malang.

Radar Malang (Sumut Pos Group) melaporkan, penangkapan 26 imigran itu tak lepas dari bantuan warga. Saat itu para imigran berusaha melintasi perkampungan warga dengan berjalan kaki. Nah, ada warga yang memergoki dan langsung mengamankan mereka. “Saat kami amankan, imigran itu sudah di rumah warga,” kata Kapolsek Bantur AKP Azwandi.

Sedangkan penangkapan sebelumnya “yang berhasil mengamankan 43 imigran” dilakukan di lokasi berbeda. Diduga lantaran mesin kapal mengalami gangguan, para imigran itu menepikan kapal di Pantai Wonogoro. Mereka lantas melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Sesampai di Desa Bantur, para imigran itu ditangkap polisi. Mereka didata di Mapolres Malang, lalu dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Malang. “Sempat diidentifikasi. Diambil sidik jari,” tutur Azwandi.

Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmono mengatakan bahwa pihaknya masih mengejar sisa imigran yang belum tertangkap. Rinto belum berani memastikan jumlah imigran yang menumpang kapal. “Masih belum tahu. Informasinya, ada 83 penumpang,” katanya. “Kami masih melakukan pencarian, termasuk awak kapal,” tambah Rinto. Anak buah kapal (ABK) yang sudah ditangkap adalah Titus Boach, 32, warga Namosain, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara itu, Kasatpolair Polres Malang Iptu Slamet Prayitno mengatakan bahwa pihaknya melakukan penyisiran di kawasan Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Penyisiran itu dilakukan untuk mengantisipasi sisa imigran yang kabur ke arah timur.

Selain Sumbermanjing Wetan, kawasan yang diwaspadai adalah Kecamatan Gedangan dan Bantur. Dia menduga, para imigran tersebut masih berada di kawasan Bantur. Karena itu, Prayitno mengimbau warga yang mengetahui imigran tersebut segera melapor kepada polisi.

Di antara para imigran yang ditangkap, ada yang berasal dari satu keluarga. Yakni, pasangan Khaliqdad dan Sharifah berserta empat anak mereka. Yakni; Nasrin, 9; Reza, 7; Asraf, 6; dan Sujad, 3. Khaliqdad membawa keluarganya keluar dari Afghanistan sejak tujuh bulan lalu.

Keluarga itu meninggalkan negerinya karena menghindari konflik bersenjata yang tak kunjung berakhir. “Saya keluar Afghanistan karena anak-anak tidak bisa bersekolah. Setiap hari kami tidak tenang dan merasa menunggu mati saja,” kata Khaliqdad.

Berbekal uang USD 20 ribu (sekitar Rp 180 juta), Khaliqdad berangkat dari Afghanistan menuju Pakistan. Selanjutnya, perjalanan mereka diteruskan dengan menggunakan pesawat ke Thailand. Dari situlah Khaliqdad yang membawa dokumen resmi itu melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Untuk menerobos Indonesia, mereka menggunakan kapal cepat yang menuju Batam. “Saya lalu ditempatkan di Cisarua, Bogor. Di situlah saya belajar bahasa Indonesia,” ungkapnya.
Dengan membayar USD 5.000 (sekitar Rp 45 juta), Khaliqdad membawa keluarganya ikut rombongan menuju Australia. Dari Cisarua mereka diangkut minibus menuju kawasan pantai di Jakarta. Lantas, dari sana mereka diangkut perahu kecil ke kapal yang lebih besar dengan tujuan Australia.

Selama dua hari perjalanan, mereka aman dan tidak ada masalah. Hingga suatu hari, mesin kapal mulai rusak dan tidak bisa dinyalakan lagi. “Kami di kapal selama empat hari. Dua hari pertama mesin nyala dan dua hari berikutnya mesin kapal mati,” kata Khaliqdad. (dan/bb/jpnn)

Dahlan Iskan Tergoda Rumah Murah Kemenpera

Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji program rumah murah yang dijalankan Kementerian Perumahan Rakyat. Dahlan Iskan menyatakan siap melakukan sinkronisasi dengan program yang ada di BUMN untuk membantu pengadaan perumahan di Indonesia.

“Kita punya beberapa program untuk perumahan seperti yang ada di PLN. Kami juga siap memberikan bantuan melalui kerja sama PKBL untuk pengentasan kemiskinan khususnya berkaitan dengan rumah murah untuk masyarakat,” kata Dahlan Iskan didampingi Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz kepada sejumlah wartawan saat melakukan kunjungan ke contoh rumah murah di Kantor Kemenpera, Kamis (19/4).

Mantan CEO Jawa Pos Grup ini mengaku kedatangannya ini merupakan kali pertama ke Kemenpera. Dirinya sengaja datang berkunjung ke Kemenpera karena tergoda oleh promosi Menpera atas program rumah murah tersebut. Apalagi rumah murah tipe 46 dan 36 yang dibangun harganya cukup terjangkau yakni hanya Rp25 juta saja.

“Saya ke sini karena tergoda oleh promosinya Bapak Djan Faridz karena ada rumah tipe 45 yang dibangun di halaman parkir kantornya. Selain itu juga ingin tahu rumah tipe 36 yang dibangun dengan dana Rp 25 juta per rumah,” terangnya.
Saat melihat-lihat rumah contoh tersebut, Dahlan Iskan juga sempat menanyakan konstruksi bangunan serta kekuatan dinding rumah murah tersebut.

Dia bahkan sempat memukul-mukul bagian dinding luar rumah serta melihat isi rumah contoh. Apalagi di dalam rumah contoh tersebut juga telah terpasang lampu penerangan hemat energi serta solar cell di bagian atap rumah.
“Rumah murah ini sangat sederhana dan baik sekali untuk rumah masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah. Bangunannya juga kokoh kok, dindingnya juga keras,” tambahnya.

Dia juga menyentil tentang program pembangunan rumah susun di bantaran Kali Ciliwung. “Kami akan bicara banyak lagi untuk mengkombinasikan kemampuan BUMN dan Kemenpera,” tandasnya. (esy/jpnn)