29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13641

Maling Gasak Surat Berharga

SERGAI- Satu unit mobil Toyota Innova BK 1224 HP milik Joni Mulyandi (32) warga Dusun VI, Desa Pon Sei Rampah menjadi korban pencurian oleh dua pria tak dikenal saat diparkir di halaman ruko depan sekolah Yapim, Jalinsum Dusun I, Desa yang sama, Selasa  (17/4) dengan cara memecahkan kaca dan mengkempeskan ban mobil.

Akibat peristiwa itu korban kehilangan dua buku Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil dan dua BPKB sepeda motor serta buku tabungan dan surat berharga lainnya, setelah pelaku memecahkan kaca dan mengemboskan ban mobil.

Menurut korban Joni Mulyandi dan keluarganya  Sairul Amri P Saragih (30) warga Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun mengatakan sebelum peristiwa korban bersama seorang temannya keluar dari KCP Bank BNI  di Sei Rampah dan memarkirkan mobil di depan ruko.
“Setelah itu mendengar teriakan warga yang tinggal disebelah ruko mengatakan kaca pintu belakan mobil pecah dan ban sebelah kiri belakang juga gembos, setelah diperiksa, ternyata sebuah tas milik saya hilang,” jelas Joni.(mag-16)

Heboh, Video Porno Siswi SMA Siantar Beredar

SIANTAR- Video porno siswi SMA warga Jalan Rakutta Sembiring Lorong 20, Kecamatan Siantar Martoba beredar. Didalam rekaman video tersebut siswi kelas 3 SMA salah satu sekolah di Siantar itu melakukan hubungan layaknya suami istri dengan seorang pria berjenggot.

Informasi yang dihimpun Senin (16/4) menyebutkan, video tersebut sudah seminggu terakhir membuat warga sekitar heboh. Video yang direkam dengan menggunakan handicam itu telah beredar di telepon genggam (Hape) masyarakat sekitar.

Terakhir diketaui wanita tersebut berisial T (18) dan pasangannya berinisial D. Didalam rekaman video tersebut kedua pasangan ini tampil vulgar tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka.

Di dalam kamar berdinding papan tempat mereka melakukan hubungan suami istri, tampak terlihat helm warna hitam bertuliskan NR dan tampak juga pakaian keduanya diletakkan dilantai.

Sejumlah warga yang ditanyai METRO (grup Sumut Pos), wajah laki-laki teman T didalam rekaman video tersebut tidak asing lagi bagi masyarakat sekitar. Warga sekitar mengatakan D merupakan orang Siantar yang sering datang ke rumah T dengan menumpangi sepedamotor Vaxion warna merah.

Sementara T membantah bahwa dirinya dalam video yang beredar tersebut. Ia mengatakan tidak mengenal pria didalam video tersebut.
“Bukan saya dalam video itu. Saya pun tidak kenal dengan pria itu. Hanya mirip wajah saja kami,” ujar T didampingi orangtuanya, Misdi (47) dan Nurhaida (42) didampingi abangnya Fandy (20) saat datang ke kantor METRO.

Meskipun video tersebut beredar di kampung, T mengaku hanya cuek saja. Bahkan aktifitas sehari-harinya pun tidak terganggu. Mulai pagi sampai siang di sekolah, dan pulang sekolah langsung ke rumah.

“Kalau pulang sekolah saya langsung pulang ke rumah. Saya jarang keluar rumah, kalau sudah pulang sekolah. Ngapain saya malu, anggap saja dingin semua. Karena bukan saja kok, ngapain malu,”kata gadis kelahiran tahun 1994 ini.

Misdi mengatakan cerita peredaran video porno mirip anaknya itu sudah 1 tahun menjadi isu hangat di masyarakat sekitar. Tapi 3 minggu terakhir, isu tersebut kembali mencuak dan video yang katanya mirip putri tunggalnya itu semakin banyak beredar di hape.

“Saya pun tidak tau siapa yang menyebarkan video itu. Kalau yang saya dengar didapat dari internet. Selama satu setengah tahun beredar issu itu, baru 3 minggu kemarin keluarga kami melihat video itu, tapi kami tidak punya video itu, hanya melihat dari hape warga,”ujarnya diamini istrinya Nurhaida.

KBPPP Resor Medan Beri Penghargaan

MEDAN-Ketua Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPPP) Resort Medan Syamsul Bahri memberikan piagam penghargaan  kepada A Sani Lubis selaku pendiri pengobatan alternatif Sukma di Jalan Eka Bakti Gang Pipa Nomor 5 Medan Johor, Kamis (12/4).

Acara yang sederhana dan penuh kekeluargaan ini dihadiri KBPPP Belawan Justian Hermansyah Siregar SE didampingi Danki Sibhara Medan AE Pardede.
Menurut Syamsul, piagam diberikan karena pengobatan alternatif Sukma telah banyak membantu masyarakat dalam penyembuhan medis dan non medis.

“Kami mendukung pengobatan alternatif Sukma karena selama ini banyak membantu masyarakat dalam menyembuhkan penyakit medis maupun non medis. KBPPP Medan dengan ini mendorong agar praktik ini tetap berjalan dan membantu masyarakat,” ujar Syamsul.

Ia menambahkan, KBPPP adalah ujung tombak Polri dalam menjaga  keutuhan NKRI yang hadir di tengah masyarakat untuk membantu menjaga  kekondusivitas dan Kamtibmas. “KBPPP bukan organisasi kemasyarakatan (ormas) biasa,” tegasnya.

Atas penghargaan ini, pendiri pengobatan alternatif Sukma,  A Sani Lubis mengucapkan terima kasih yang telah mendapat penghargaan dari KBPPP Medan. ‘’Pemberian ini adalah suatu bentuk kepercayaan dan selalu kami jaga kepercayaan ini,” terangnya.

Untuk menyembuhkan penyakit, Sani menjelaskan, dirinya beserta tim terdiri Iin, Ijal dan Ramadhan selalu memohon kepada Allah SWT. ‘’Bukan kami yang menyembuhkan namun doa-doa yang kami panjatkan kepada-NYa sehingga pasien yang kami tangani insya Allah sembuh,’’ imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Syamsul Bahri, Ketua KBPPP Medan mengangkat A Sani Lubis sebagai Dewan Penasehat. Kemudian seluruh tim pengobatan alternative Sukma ikut masuk di KBPPP Medan. Acara sederhana dan penuh kekeluargaan ini mengakhiri dengan makan malam bersama. (*/bambang)

Mantan Pj Bupati Madina Dilapor ke Poldasu

Penyimpangan Izin Usaha Perkebunan

MEDAN- Dua lembaga swadaya masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan dilakukan mantan Pj Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian ke Polda Sumut.

Kedua lembaga itu, Aliansi Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMP-SU) dan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut.
Laporan yang mereka sampaikan secara tertulis kepada Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro tentang dikeluarkannya izin usaha perkebunan kepada PT Tri Bahtera Srikandi di Kabupaten Madina.

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMP-SU) Sayuti Siregar, kepada wartawan di Medan, Selasa (17/4) mengatakan, penyimpangan dilakukan mantan Pj Bupati Madina yaitu pada surat keputusan Bupati No. 525.25/037.2/K/2011 tentang izin usaha perkebunan.

Dikatakan dia, surat rekomendasi izin usaha perkebunan dikeluarkan Kadis Kehutanan Sumut terhadap PT Tri Bahtera Srikandi tertanggal 1 dan 2 Maret 2011, tetapi pada 14 Februari 2011, bupati telah mengeluarkan surat izin usaha perkebunan itu. Kemudian tentang letak lokasi, di mana surat rekomendasi Kadis Kehutanan lokasinya di desa Singkuang, tetapi keputusan izin usaha perkebunan dikeluarkan bupati lokasinya di Sikapas.
“Sudah terjadi kejanggalan isi surat, dimana izin usaha perkebunan diterbitkan terlebih dahulu baru dikeluarkan surat rekomendasi dari Kepala Dinas Kehutanan. Begitu juga dengan letak lokasi perkebunannya,” kata Siregar.

Kemudian, kata dia, izin lokasi itu dikeluarkan 22 Februari 2011, sedangkan izin usaha perkebunan dikeluarkan 14 Februari 2011. Lalu permohonan dari PT Tri Bahtera Srikandi disampaikan 22 September 2010, sedangkan jual beli dilakukan 24 September 2010. “Seharusnya izin lokasi dulu dikeluarkan baru kemudian izin usaha perkebunan,” katanya.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Heru mengatakan, akan mempelajari kasus itu terlebih dahulu.

“Setelah mempelajari dan memeriksa berkas pelapor, maka penyidik akan melakukan penyelidikan dan pemanggilan saksi,” tegasnya.(azw)Begitu juga tentang jual beli, mestinya setelah proses jual beli baru diajukan permohonan izin. Ini sesuai peraturan menteri pertanian nomor 26 tahun 2007,” kata dia.

Hal sama disampaikan Gubernur LIRA Sumut Rizaldi Mavi, MBA. Kepada wartawan di tempat terpisah, Rizaldi Mavi mengatakan, penyimpangan dilakukan mantan bupati itu telah merugikan negara. Dia juga mempersoalkan surat keputusan Bupati Madina No. 525/043/K/2011 tentang izin lokasi PT Tri Bahtera Srikandi, di mana pada poin ke 1 butir 11 tertulis perusahaan berkewajiban mengadakan analisa dampak lingkungan (Amdal), menyediakan serta mengusahakan sarana dan prasarana pengendalian pencemaran lingkungan sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Pada saat pengurusan perizinan, syarat mutlak yang harus dilampirkan adalah hasil Amdal, bukan dikeluarkan dahulu izin lokasinya baru dianjurkan untuk mengadakan Amdal. Kami berharap Polda dapat menindaklanjuti temuan ini, dan kami akan mengawal proses penyidikan hukum yang akan dilakukan pihak kepolisian,” kata Rizaldi.

Labfor Bantu Olah TKP Sengketa Lahan

BELAWAN- Polres Pelabuhan Belawan dibantu petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Medan Selasa (17/4) menggelar olah TKP di lahan sengketa seluas 315 hektar di kawasan Lingkungan II Batang Kilat Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan.

Kejadian itu sempat menewaskan Hendro Priadi (43) dan Hermawan (36) akibat terlibat bentrokan berdarah dengan warga setempat.
Pantauan Sumut Pos di sekitar lokasi, dalam proses olah TKP ulang, petugas tim Labfor Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap beberapa alat berat yang mengalami kerusakan.

Sementara sejumlah warga setempat tampak melakukan pemantauan dari kejauhan, untuk melihat aktivitas yang dilakukan para petugas penyidik.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi mengatakan, olah TKP ulang dengan diperbantukan petugas Labfor Mabes Polri cabang Medan untuk melihat bukti – bukti kuat atas unsur pengrusakan yang dilakukan para pelaku yang terlibat bentrokan.

“Ini masih diselidiki apakah unsur pengrusakan dan pembakaran dilakukan dengan kesengajaan,” kata Hamam. (mag-17)

SMA Negeri 14 Medan Akan Gelar Reuni Akbar

MEDAN-SMA Negeri 14 (eks SMU 13) akan menggelar reuni akbar angkatan tahun 89 sampai 2011 yang akan digelar pada hari Minggu, 17 Juni 2012 di Jalan Pelajar Ujung Medan.

Reuni akbar ini rencananya akan diikuti lebih dari 1.000 alumni dari berbagai angkatan yang akan berkumpul di SMA Negeri 14 Medan. Reuni ini untuk pertama kali gelar, dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi sesama alumni di SMA Negeri 14 Medan.

“Kegiatan reuni akbar ini untuk pertama kali yang akan di gelar. Dengan reuni akbar ini kita berharap akan menjali tali silahturahmi bagi semua generasi di SMA Negeri 14 Medan,” tegas Ketua Panitia Mukhlis Azhar.

Dikatakan Azhar, dengan reuni akbar ini mereka akan menyatukan seluruh angkatan dan alumni SMA Negeri 14 Medan, dan berharap kedepan ikatan alumni yang sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia dapat bersatu.

“Suatu wadah alumni yang akan menjembatani atau sebagai wadah, bagi ikatan alumni yang belum mendapatkan pekerjaan bisa dipikirkan sekarang. Memang seluruh alumni SMA Negeri 14 Medan ini ada yang tersebar di beberapa kegiatan, seperti organisasi, dilembaga pemerintahan, hukum. Anggota dewan SMA Negeri 14 ini berdiri berdiri sudah 25 tahun,” papar Azhar.

Ketua Panitia pelaksana Reuni SMU Negeri 14 Medan ini juga mengatakan, seluruh alumni dari SMA diharapkan untuk datang ke sekretariatan Reuni Akbar di Jalan Pelajar No 191.

“Dalam kegiatan reuni akbar ini kita akan mengadakan beberapa kegiaran sosial berupa pengumpulan buku, donor, darah. Buku ini akan di sumbangkan pada pihak sekolah. Kegiatan lainnya olah raga, pameran poto. Sejauh ini, belum ada terdata teman-teman yang menduduki jabatan penting di Sumut, dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan akan diketahui agar kita mendata kedepan,” tegasnya lagi.

Sedangkan untuk mengetahui info reuni akbar ini, para alumni bisa menghubungi, contack person Muklis Azhar Hp 085260472857. Atau, Binsar Sihotang bidang humas perlengkapan alumni 1992, HP 085261414333. Bisa juga melalui Surya Gunawan wakil ketua alumni tahun 2011 dengan nomor Hp 081260323212. “Jadi intinya dengan adanya reuni akbar itu, kita bisa menjalin persatuan, sesama ikatan alumni ini,” harap Muklhis. (*/rud)

Selewengkan Dana Jamkesmas Susyanto Bakal Diperiksa Lagi

BINJAI- Pemeriksaan terhadap mantan Direktur RSUP dr Djoelham drg Susyanto dibatalkan oleh Polres Binjai. Namun, dalam waktu dekat ini, pihak tim Tipikor Polres Binjai, yang menyelidiki kasus ini secara meraton akan segera memanggil Susyanto.

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Finato, saat ditemui Selasa (17/4) siang, di ruang kerjannya. “Sudah diperiksa. Namun, tim penyidik Polres Binjai, tidak melanjutkannya karena memang Susyanto, dalam keadaan sakit, data-data yang menerangkan dia sakit memang ada ditunjukkan pada kami. Di situ dijelaskan memang dia sakit dan sudah berobat ke Penang Malaysia. Dia kemarin di sini hanya 15 menit saja lalu pulang lagi,” terang AKP Aris Fianto, sembari mengatakan lupa nama penyakit apa yang diderita Susyanto.

Namun, Aris membantah isu yang menyatakan Susyanto, datang pada saat itu dalam keadaan dipapah atau berjalan dengan menggunakan tongkat. “Dari siapa kamu tahu? Gak ada itu, dia berjalan sendiri ke sini tapi memang ditemani oleh supirnya. Jadi mereka cuma berdua saja datang kemari,” kata Aris. (mag-14/smg)

Jalan Amblas, 80.000 Liter BBM Tertahan di Karo

LABUHAN-  Pengiriman bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke sejumlah SPBU di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terhenti. Hal ini diakibatkan kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) persisnya di Jalan Lau Lisang Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo, amblas dan sulit untuk dilintasi.
Kondisi saat ini stok BBM selama dua hari terakhir di beberapa SBPU yang ada di NAD telah habis.

“Sudah dua hari ini truk tangki BBM kita tertahan di Kabupaten Karo, karena jalan lintas menuju Aceh amblas dan tak dapat dilintasi kendaraan berkapasitas puluhan ton, sedangkan para pengelola SPBU mengaku sudah kehabisan stok,” kata Humas dan Pengawas PT (Persero) Elnusa Petrofin Medan, Hendrik kepada wartawan koran ini, Selasa (17/4).

Dia mengatakan, saat ini sekitar 80.000 liter BBM diangkut oleh lima unit truk tangki diantaranya bernopol BK 9808 CI, BK 9627 CI, BK 8294 CD dan BK 8188 CT tujuan Blang Kejren dan Kota Cane masih tertahan di Jalan Lau Lisang Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo, karena mengalami kesulitan untuk melintasi badan jalan yang mengalami kerusakan akibat amblas.

“Kita sudah memberitahukan terkait kendala pengiriman BBM ke SPBU di Aceh ini kepada Sales Ritail PT (Persero) Pertamina Upms I di Medan. Sedangkan kalau kita cari alternatif jalan lainnya kondisi badan jalannya juga tak jauh berbeda, malah truk tangki kita rawan kecelakaan. Jadi kita tunggu saja sampai badan jalannya dapat kembali dilintasi,” ujar, Hendrik.

Dia menyayangkan, sejauh ini kerusakan badan jalan di jalinsum tersebut belum mendapatkan upaya perbaikan yang maksimal dari pemerintah setempat. Sehingga berdampak pada terjadinya antrean panjang sejumlah truk berbobot 20 ton. (mag-17)

Penjual Sabu Ditangkap

LUBUK PAKAM- Ade Irwanto (25) dan Khaidir (42) warga berbeda ditangkap Sat Narkoba Polres Deliserdang saat melakukan transaksi sabu.
Ketika ditangkap dari tangan tersangka ditemukan sabu seberat 0,5 gram yang baru dibelinya dengan harga Rp550 ribu dari Lion (buron) warga Pasar 7 Simpang Jodoh Tembung.

“Sabu 0,5 gram itu saya buat menjadi 6 paket dan dijual seharga Rp200 ribu per paket,” bilang Khaidir.

Sambung Kahidir keuntungan dari menjual sabu itu digunakannya untuk menambah usaha barang bekas. Bisnis ini dilakoninya sejak enam bulan yang lalu.

Sementara itu Ade Irwanto mengakui selama ini profesinya sebagai tukang jamu di Simpang Gang Mesjid Jalan Pantai Labu Desa Sekip.  Ade ditangkap dikediamannya Jalan Masjid I Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam setelah membeli dua paket sabu dari Khaidir yang merupakan pesanan seseorang bernama Konyol.

Menurutnya, dia baru kenal dengan Khaidir sekitar dua bulan. Tapi anak Khaidir yang paling kecil berumur 8 tahun justru sangat kenal kepada Ade Irwanto karena sering datang ke rumah Khaidir. “Saya baru tiga kali beli sabu dari Khaidir. Istriku tidak tahu kalau aku jual sabu,” kata Ade.
Kasat Narkoba Polres Deliserdang AKP Charles Simanjuntak, menyatakan Khaidir telah pernah ditangkap karena kasus yang sama tahun 2009 lalu. “Khaidir ini seorang residivis karena sudah pernah dihukum penjara akibat kasus narkoba,” kata AKP Charles. (btr)

Dua Rumah Terbakar

LUBUK PAKAM- Dua unit rumah di Dusun 7 Gang Dwi Warna Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Selasa (17/4) sekira pukul 10.30 Wib terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun ditaksir kerugian mencapai puluhan juta.

Penyebab kebakaran akibat korsleting listrik di rumah Lilik. Kebetulan rumah itu dalam keadaan kosong. Dari rumah itulah api merambat ke rumah Subandrio yang berada di samping rumah Lilik.

Dalam tempo satu jam, rumah Lilik yang terbuat dari bahan tepas dan beratapkan nipah dilalap si jago merah. Sedangkan rumah Subandrio yang permanen, terbakar pada bagian dapurnya saja.

Hingga saat ini peristiwa kebakaran itu masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Saat kejadian mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk karena gang sempit. Namun begitu warga tetap melakukan pemadaman dengan menyiram api pakai ember. (btr)