Home Blog Page 13652

Dewan Minta Direvisi, Wali Kota Bilang tak Berdasar

Kenaikan PBB 100 Persen Lebih

MEDAN-Puluhan massa Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Medan meminta pertanggungjawabn DPRD Medan atas kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 100 persen lebih, sebagai lembaga yang membahas sekaligus mengesahkan Perda No 3 tahun 2011, tentang Pajak Bumi dan Bangunan.
“Kami mewakili masyarakat Kota Medan meminta dengan tegas pada pihak Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan yang baru terpilih untuk menindak anggota dewan yang terlibat dalam pembahasan perda tersebut,” kata Rinaldi Amri, Ketua PC PMI kota Medan saat menggelar aksi di gedung DPRD Medan, Selasa (10/4).

Dijelaskannya, PC PMI menuding jika dalam tahapan penyusunan perda tersebut terjadi pelanggaran etika oleh anggota dewan yangn
terlibat dalam pembahasannya.

“Mohon kepada anggota DPRD Medan menggunakan hak inisiatif untuk merevisi Perda Kota Medan No 3 tahun 2011 tentang PBB,” ujarnya.
Massa PMI juga juga menilai jika DPRD Medan tidak peka dengan beban yang semakin berat dihadapi masyarakat.

“Selain soal PBB, masyarakat juga kini dirundung beban biaya bulanan seperti air, listrik dan sejumlah retribusi lainnya. Sementara kenaikan harga BBM yang tidak jadi naik sudah membuat harga bahan pokok menjadi naik dan susah untuk diturunkan,” bebernya.

Pengunjuk rasa diterima langsung oleh anggota DPRD Medan, CP Nainggolan. Menurutnya, Komisi C DPRD Medan mendukung aspirasi masyarakat menolak kenaikan PBB 100 persen.

“Kita sepakat akan melakukan revisi terhadap perda tersebut,” ucap CP Nainggolan.

Tuntutan merevisi  Perda No 3 tahun 2011 ini, tidak hanya dilayangkan ke legislatif. Tetapi juga mendesak Wali Kota Medan Rahudman Harahap. “Kami mohon kepada Wali Kota Medan untuk menurunkan besaran NJOP berdasarkan Undang-undang No 28 tahun 2009, sesuai dengan pasal 80 ayat 2 tentang pajak daerah dan retribusi daerah dan Perda No 3 ini sepenuhnya adalah kewenangan di kepala daerah di kabupaten/kota,” jelasnya.
Sementara, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPRD Medan telah mengirimkan surat rekomendasi permintaan revisi Perda No 3 tahun 2011 kepada pimpinan dewan dengan nomor 099/FD/DPRD-KM/IV/2012.

“Rekomendasi revisi tersebut berdasarkan pengaduan keberatan masyarakat yang disampaikan langsung ke F-PD,” kata Ketua F-PD, Herry Zulkarnain.
Dikatakannya, revisi perda tersebut harus segera dilaksanakan demi azas keadilan bagi masyarakat, serta melihat kemampuan masyarakat membayar PBB.

Pihaknya mengharapkan pimpinan dewan bisa segera menindaklanjutinya. “Surat pengusulan sudah kami sampaikan ke pimpinan dewan. Selanjutnya kami menunggu tindaklanjut dari pimpinan,” ujarnya.

Fraksi Partai Golkar (F-PG) juga mengajukan surat permintaan revisi perda melalui surat resminya No 038/FPG/DPRD-M/IV/2012 tertanggal 9 April 2012. F-PG mendesak pimpinan DPRD Kota Medan agar segera mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan sebagaimana yang diatur dalam Tatib DPRD Kota Medan.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan Rekomendasi perubahan Perda PBB No 3 tahun 2011, yang dikeluarkan Komisi C DPRD Medan dinilai  tidak berdasar. Pasalnya, Perda itu merupakan keputusan pemerintah daerah yang disepakati bersama kepala daerah dengan DPRD Medan.
“Bukan begitu caranya, sebab setelah pemberlakuan perda banyak yang membayar lebih murah. Itu tergantung kelasnya, sehingga pengusulan revisi perda itu harus dikaji ulang, jangan karena satu orang kita jadi begitu,” ucap Rahudman.

Dijelaskannya, saat ini yang perlu dilakukaan adalah sosialisasi. Bahkan, Rahudman juga mempertanyakan apa dasar DPRD melakukan revisi tersebut sebab mereka yang mengesahkannya.

Dikatakannya, apa yang salah dengan perda tersebut sehingga harus direvisi, karena menurutnya tidak ada yang melanggar undang-undang.
Begitupun dikatakannya, kalau DPRD Medan tetap besikukuh untuk merevisi Perda PBB maka pihaknya tetap akan memberikan apresiasi.
Ketika disingung apakah Pemko Medan akan menolak revisi Perda PBB itu, Rahudman menegaskan kalau Wali Kota Medan tidak akan menolak revisi tersebut. “Wali Kota mana bisa menolak kita hanya akan mematuhi aturan saja,” tegasnya.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri juga mengatakan kalau revisi Perda PBB itu tidak bisa dilakukan DPRD Medan.

Kadis Pendapatan Daerah kota Medan, Sahrul Harahap juga menegaskan, pihaknya tetap akan mengumpulkan pajak PBB dari masyarakat sesuai dengan aturan Perda Nomor 3 tahun 2011. Sedangkan soal masih banyaknya  potensi wajib pajak yang belum terhitung sebanyak 16.765, karena  banyaknya developer yang belum melaporkannya, Sahrul menyebutkan kalau saat ini pihaknya terus melakukan pendataan ulang potensi wajib pajak yang belum tersentuh.

Dijelaskannya potensi wajib pajak yang belum tersentuh itu kalau dinilai ada di atas Rp500 juta. “Saat ini pendataan ulang sudah kita lakukan dan sudah ada ratusan potensi pajak yang sebelumnya belum dipecah developer yang sudah kita data ulang,” terang Sahrul.(adl)

Jadi Sutradara Plus Pemain

Dinda Kanya Dewi

Artis cantik Dinda Kanya Dewi merupakan satu di antara 10 sutradara yang terlibat dalam penggarapan Sanubari Jakarta. Dinda menyutradarai film berjudul Malam Ini Aku Cantik yang mengisahkan kehidupan seorang waria. Ini adalah debut Dinda sebagai sutradara.

Terkait dengan kegiatan barunya itu, artis 25 tahun tersebut mengaku ketagihan. “Cukup deg-degan karena film ini akhirnya mau ditayangin di teater-teater. Agak nggak percaya diri karena teman-teman yang lain udah punya pengalaman bikin film. Tapi, malah ketagihan, bikin film itu enak dan nikmat,” ujarnya.

Karena film garapannya termasuk indie, Dinda harus merogoh kocek untuk membiayai film bikinannya. Namun, dia sama sekali tidak berkeberatan. Bahkan, dia rela menggunakan tabungan pribadinya. “Karena aku main sinetron, jadi, ada lah sedikit tabungan. Jadi, udah pas, nggak banyak kok, nggak sampai ratusan juta,” bebernya.

Soal persiapan, Dinda mengaku harus banyak belajar job desc seorang director hingga empat bulan. Syuting filmnya  berlangsung dua hari penuh. Diakui Dinda, awalnya, banyak pihak tidak yakin atas keputusannya menyutradarai sebuah film. Bahkan, kedua orang tuanya pun sempat meragukannya. “Awalnya, nyokap-bokap nggak yakin. Mereka nanya, yakin kamu bisa. Makanya, aku banyak nanya sama Mbak Lola,” ungkapnya.
Ternyata, selain menyutradarai, mantan kekasih Derby Romero itu bermain dalam satu film Sanubari Jakarta. Dalam film berjudul Lumba-Lumba, Dinda menjalani peran sebagai seorang lesbian. Peran tersebut diakui cukup menantang. Apalagi dia harus berciuman dengan lawan mainnya yang juga seorang perempuan.

“Ini tantangan terbesar aku. Cukup menantang dan deg-degan. Untung, aku dikasih waktu untuk melakukan riset. Tapi, seru sih,” ujarnya.
Ketika ditanya bagaimana rasanya berciuman dengan sesama jenis, Dinda mengaku tidak merasakan hal yang berbeda saat berciuman dengan laki-laki. Menurut dia, rasanya tetap seperti bibir. “Nggak risi sama sekali karena rasanya sama aja, ya bibir. Sama aja kok, kayak sama cowok,” paparnya. Apakah sang kekasih protes” Dia menjawab, “Nggak sama sekali.” (ken/c3/any/jpnn)

Band Gamma1 Promosi Album Perdana

MEDAN- Band Gamma1 yang didirikan pada tahun 2006 lalu di Bangka Belitung, mencoba mempromosikan album pertamanya di Blantika Music Indonesia (BMI) dengan lagu berjudul ‘1 atau 2’ yang dibawa dari daerahnya.

Grup band dengan personil Heri dan Nila (Vocal), Pandi (Bass), Anan (drum), Alung (gitar), dan Panji (keyboard) ini memiliki genre pop Melayu. Walau pendatang baru, Gamma1 siap bersaing meramaikan pasar industry music.

“Saat ini, kami masih mempromosikan satu lagu dari album pertama kami dengan judul 1 atau 2. Lagu tersebut menceritakan tentang dua sahabat jatuh cinta pada seorang gadis, namun, gadis tersebut tak bisa memilih dari salah satu dua sahabat yang dengan perselingkuhan,” kata Pandi didampingi personil Gamma1 saat ditemui di Bakoel Ubud Sun Plaza, Minggu (8/4) malam.

Selain mendapat juara I pada festival band Indie tahun 2010 di Bangka Belitung, Gamma1 juga memiliki kwalitas yang bisa diandalkan di dunia musik. “Mungkin hal itu juga yang membuat produser rekaman melirik kami untuk membuat rekaman dan video klip,” ucap Pandi lagi.
Dikatakannya, Gamma1 siap bersaing dengan musisi yang sudah mempunyai nama di pasar. Untuk itu, dirinya bersama teman-temanya tidak takut karyanya tidak diterima masyarakat.

“Karena personil Gamma1 memiliki hobi yang sama yaitu musik. Jadi, tak ada yang perlu ditakuti. Musisi yang sudah tenar akan dijadikan partner dalam bermain musik, karena kita berpirinsip akan berkarya dan terus berkarya memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Dijelaskannya, band yang memiliki semangat muda ini belum pernah tampil di luar daerah selain di Pulau Bangka Belitung. “Kebanggan tersendiri bagi kami yang baru pertama tampil di Kota Medan dalam acara carnaval SCTV yang penontonya mencapai ribuan,’’cetusnya diamini personil Gamma1.
Sementara, Nilam yang masih duduk di kelas III SMU di Bangka Belitung menjelaskan nama Gamma1 sendiri berasal dari singkatan Gerakan Anak Muda Mancung. “Sedangkan angka 1 bisa menggambarkan the only one yang berarti kamilah satu-satunya grup band yang lahir dari gerakan pemuda tersebut,” jelasnya yang mengaku sering dijahili oleh personil Gamma1 sampai menangis. (adl)

Tahanan Kota, Marini tak Melapor

Kejari Menyalahi Undang-undang

MEDAN-Guru Perguruan Bodhicitta, Marini (22), tersangka yang menabrak 18 muridnya, seharusnya  wajib melapor ke Kejari Medan setiap hari Selasa. Namun, hasil penelusuran wartawan Sumut Pos Selasa (10/4), Marini tak datang melapor ke Kejari Medan.

Keterangan sumber wartawan Sumut Pos di Kejari Medan, hingga petang Marini tak ada datang melapor. Sementara Kasi Pidum Kejari Medan, Riki Septa Tarigan, yang biasa memberikan keterangan juga tak bisa dihubungi. Hasil penelusuran wartawan Sumut Pos di kantor Imigrasi Medan, hingga kemarin jaksa juga sama sekali tak ada mengajukan permintaan cekal.

Sebelumnya, setelah diserahkan polisi, jaksa langsung melepaskan Marini dengan status tahanan kota.

“Tersangka kita kenakan wajib lapor setiap hari Selasa,” kata Kajari Medan, Bambang Riawan Pribadi kepada wartawan.
Alasannya jaksa menetapkan status tahanan kota berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya seluruh keluarga korban sudah berdamai dengan tersangka.

Direktur LBH Medan, Nuriyono SH mengaku, penetapan tahanan kota kepada Marini oleh Kajari Medan dengan alasan depresi tanpa surat keterangan dari kedokteran kehakiman menyalahi undang-undang.

“Seorang tersangka ditetapkan sebaga tahanan kota itu tidak sembarangan, ada prosedur hukumnya. Kalau seorang tahanan itu mengidap sakit, maka harus ada surat keterangan dari kedokteran kehakiman yang menyatakan tahanan itu memang butuh perawatan ataupun dikenakan tahanan kota,” tegas Nuriyono.

Nuriyono menambahkan, Kejari Medan sudah jelas-jelas tidak menjalankan prosedur hukum. “Kalau dikatakan Kejari itu bahwa Marini depresi, mana surat keterangan dari kedokteran kehakiman yang menyatakan Marini itu depresi. Masak Kajari Medan tahu kalau si Marini itu depresi, lantas mengambil sikap dengan mengeluarkan pernyataan menyatakan Marini dikenakan tahanan kota,” tegas Nuriyono. Nuriyono mencurigai adanya permainan antara keluarga Marini dengan Kejaksaan Negeri Medan.

Untuk itu Nuriyono meminta pada Kejagung untuk meninjau kinerkan Kasi Pidum Kejari Medan.

“Sudah sepantasnya kita mencurigai adanya permainan dalam perkara ini. Kita juga meminta pada Kajatisu, Noe Rahmad untuk meninjau kembali kinerja Kasi Pidum Kejari Medan Riki Septa Tarigan,” tegas Nuriyono.

Sekadar mengingatkan, Marini menabrak kerumunan siswanya yang sedang senam pagi saat memundurkan mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi BK 1272 FQ milikya di lapangan sekolah. Akibat kelalaiannya 18 siswanya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. (rud)

Berita sebelumnya: Tak Dicekal, Marini Bisa Kabur

Syahrini Pre-Wedding ke Jepang

Syahrini mengunjungi fashion show ‘It’s Me by Adjie Notonegoro’ di Ritz Carlton Pasific Palace Jakarta, Sabtu malam (7/4). Saat itu, ia tampil dengan gaun pengantin warna pink. Ada apa dengannya? Setelah dipaksa mengaku wartawan, Syahrini bilang ingin segera menikah.

“Kalau bulan depan, sekalian keluarin album dan menikah. Doain yah, amin. Tanggal 5 Mei Insya Allah semoga lancar,” bebernya.
Perasaan dan hati pelantun Kau Yang Memilih Aku ini sedang berbunga-bunga.  “Seandainya temen-temen tahu perasaanku, alhamdulillah ya syukur apapun yang terjadi,” katanya sambil tersenyum.

Syahrini berjanji akan mengundang semua mantan pacar pada resepsi pernikahannya. Itu termasuk Anang Hermansyah, bekas teman duet spesialnya.
“Semua yang hadir dalam hidupku pastinya aku undang. Siapapun baik itu teman ataupun sahabat, teman seprofesi atau temen koordinasi. Sahabat lama atau mantan-mantan itu mesti diundang karena semua menjadi bagian hidupku,” janjinya.

Resepsi pernikahan hanya akan dihadiri keluarga besar, kerabat dan teman-teman dekat.  “Temanya kalau mau itu private aja. Itu juga hanya sahabat dan keluarga besar, juga teman-teman,” tegasnya.

Soal baju pengantin, katanya, sudah nyaris rampung. Sedangkan foto pre-wedding, akan dilakukannya di Jepang. “Sudah 80 persen. Baju sudah semuanya sudah settle. Kalau pre-wedding aku mau ke Jepang kan,” ungkapnya.   (rm/jpnn)

Rangkul Generasi Muda Jauhi Radikalisme

Lazuardi Birru

MEDAN-Generasi muda memiliki potensi besar terlibat di dalam kegiatan radikalisme. Baik yang berlandaskan keagamaan maupun dari sisi kenakalan remaja itu sendiri.

“Keterlibatan remaja dalam tindakan radikalisme atau kekerasan cenderung disebabkan penyerapan yang hanya dari satu sisi. Baik itu kekerasan yang berdasar keagamaan maupun aksi kekerasan lainnya,” kata Program Manajer Lazuardi Birru, Praga Adidhatama didampingi Rahmad Dani dari Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia Sumatera Utara (JPRMI Sumut), saat bersilaturahmi ke kantor Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 No 134 Medan, Selasa (10/4).

Untuk itu, lanjutnya, Lazuardi Biru sebagai sebuah organisasi nonprofit, fokus dalam penelitian dan advokasi kepada generasi muda agar dapat menghargai hakekat perdamaian dengan menjauhi segala aksi kekerasan atas nama agama melalui beragram program preventif dan edukatif.
Sebelumnya, Lazuari Birru sudah menggelar training dan workshop di beberapa kota besar di Indonesia. Seperti Bandung, Lampung, dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Rabu (11/4) ini, Lazuari Birru menggelar diskusi di Sartika Hotel Jalan Diponegoro Medan. Merangkul berbagai Non Government Organitation (NGO) yang ada di Kota Medan sebagai mitra dalam mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik tanpa kekerasan.

“Besar harapan kami, Harian Sumut Pos menjadi bagian dari usaha membangun Indonesia yang jauh dari kekerasan ini,” pungkas Praga.
Pada kesempatan itu, Praga menyerahkan cenderamata berupa tiga buku terbitan Lazuardi Birru. Selain metode pelatihan dua arah terhadap remaja, juga beberapa penelitian dan testimonial dari pelaku tindak kekerasan. Diantaranya pelaku Bom Bali I Ali Imron dan mantan anggota Jamaan Islamiyah (JI), Nasir Abas. Kisah pertobatan Nasir Abas bahkan dijadikan ke bentuk komik.

Kedatangan Lazuari Birru mendapat sambutan hangat dari Redaksi Harian Sumut Pos yang diwakili Wakil Pemimpin Umum Bidang Redaksi Affan Bey Hutasuhut, Pemimpin Redaksi Dame Ambarita, Wakil Pemimpin Redaksi Hirzan, dan Redaktur Pelaksana Kompartemen Iwan Junaidi.(jul)

Lift Pirngadi Rusak

MEDAN-Lift di RSU dr Pirngadi Medan rusak. Bukan itu saja, di dalam lift juga ada tetesan air yang berasal dari kamar mandi di lantai II. Akibatnya, lift tersebut tak bisa lagi digunakan oleh pengunjung maupun pasien.

Warga yang berkunjung ke rumah sakit menuturkan, seharusnya cepat diperbaiki. Jika diperlama bisa-bisa image rumah sakit menjadi buruk.
“Harus cepat diperbaiki karena rumah sakit ini milik masyarakat Kota Medan,” katanya.

Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes mengatakan, lift sedang diperbaiki. Kerusakan itu sudah dilapo kepada kepala sarana dan prasarana.

Kepala Sarana dan Prasarana RSU dr Pirngadi Medan, Khairuddin SE mengaku, sedang melakukan perbaikan. “Sedang kita lakukan perbaikan dan semua itu membutuhkan waktu,” ujarnya. (jon)

Judika Siapkan Lagu Duet Bareng Pacar

Setelah putus pada awal 2012 lalu, cinta Judika dan Duma Riris bersemi lagi. Judika pun ingin kebersamaan mereka tertuang lewat lagu yang dinyanyikan bersama sang kekasih tercinta.

Tak hanya menyanyikan bersama, Judika ingin berkolaborasi menciptakan lagu tersebut. Vokalis band Mahadewa itu akan membuat musiknya, sementara ia mempercayakan bagian lirik kepada Duma.

“Lagunya udah dibikin tapi belum jadi karena aku mau dia yang bikin liriknya. Aku paling susah kalau bikin lirik kalau nggak patah hati. Nanti aku yang bikin melodinya. Jadi mudah-mudahan kita bisa ya duet untuk single,” ujar Judika Senin (9/4)

Judika menegaskan, jika suatu saat proyek duetnya berjalan hal itu bukan karena mereka ingin seperti Anang-Ashanty atau pasangan lainnya. Judika membuat lagu tersebut karena memang mereka berdua mau. Duma yang merupakan runner up-II Puteri Indonesia 2007 juga ingin mencicipi dunia tarik suara.

“Dia suka nyanyi. Tadinya malah dia mau gue bikinin girlband karena dia suka nari dan dia mau. Tapi jangan deh, dia mau fokus modeling sama MC juga,” jelasnya.

Apa tujuan utama Judika untuk merilis single bersama Duma? “Kita pengen merefleksikan rasa cinta aja lewat lagu. Tujuannya sih pengen nyanyi berdua lewat lagu. Biar bisa dikenang sampai kakek nenek,” terang Judika yang berencana memboyong Duma ke pelaminan tahun depan.

Judika memang terlihat cukup serius menjalin hubungan dengan Duma Riris. Pelantun lagu “Aku yang Tersakiti” ini menyatakan siap menikah. ‘’Pacar saya  inginnya nikah bulan Februari,” ujar Judika. Judika mengaku hubungannya dengan Duma sudah sangat baik. Namun untuk undangan dan segala macam belum dipersiapkan. “Saya ingin nikah cuman sekali saja,” jelasnya. (bbs/net)

OK Arwindo terpilih sebagai Ketua AMPI Deliserdang

Wakil Bendahara DPD Partai Golongan Karya Kabupaten Deli Serdang OK Arwindo SH, MBA, terpilih sebagai Ketua DPD AMPI Kabupaten Deliserdang, untuk periode 2012-2017 secara aklamasi dalam Musda AMPI Ke VI yang digelar di Kantor DPD AMPI Sumut Sabtu (6/4)
Jalan Palang Merah Medan.

Musyawarah DPD AMPI Kabupaten Deliserdang ini,  langsung dibuka Ketua DPD AMPI Sumut HM Syaf Lubis, didampingi  Sekretaris AMPI Sumut M Faisal Djafar, Ketua DPD Golkar Kabupaten Deliserdang HT Ahmad Tala’a , dan Ketua AMPI Kota Medan H Isnanda Ramli.

Dalam Musda AMPI Kabupaten Deliserdang ini dihadiri 12 Rayon AMPI se- Kabupaten Deliserdang, yang menyatakan setuju dan mendukung OK Arwindo SH, MBA.

Dalam sidang paripurna ke III, dalam Musda tersebut staring commite langsung dipimpin Wakil Ketua DPD AMPI Sumut Sunardi Ali BSc dan Lilik  SH, untuk pembagian komisi rapat komisi, rapat laporan sidang komisi, rapat tim formatur kompisisi calon formatur 2012.
Setelah terpilih menjadi Ketua DPD AMPI Kabupaten Deliserdang, yang selama ini adanya kevakuman didalam kepengurusan yang lama, OK Arwindo SH, MBA bertekad untuk memajukan AMPI di Kabupaten Deliserdang dengan menjalin kerjasama dengan aparat pemerintahan, Polri/TNI yang ada di kabupaten Deliserdang.

“Saya akan bina jalur ke pemerintahan, Polres, Kodim, Panglima, Poldasu. Agar AMPI di Kabupaten Deliserdang ini bertambah besar. Saya juga akan merubah paradigma, bahwa OKP bukan peminta-minta. Selama ini proyek itu mendapatkan kutipan, namun kali kita harus jadi pengusaha. Yang perlu kerjasama dan persatuan.Saya mencalonkan diri ketua AMPI Kabupaten Deliserdang dengan semangat dan persatuan lima tahun kedepan,” ujar OK Arwindo.

OK Juga menyatakan lebih lanjut, dirinya bertekad mempersatukan semua elemen pemerintah dengan AMPI dan menginginkan kader AMPI menjadi pengusaha, dengan meningkatkan program kerja kedepan.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Tingkat II HT Drs  Ahmad Tala’a mengatakan dengan terpilihanya OK Arwindo, bentuk wujud dan kerjasama antara AMPI dan Golkar yang tidak dapat dipisahkan.

“Selaku Ketua Golkar Kabupaten Deliserdang saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Ketua DPD AMPI Kabupaten Deliserdang, OK Arwindo terpilih sebagai ketua secara aklamasi. Cita-cita bung Arwin untuk mewujudkan jiwa kewirausahaan marilah kita mendukung, seluruh kinerja ketua AMPI terpilih untuk mewujudkan visi dan misi dalam pengembangan AMPI ke depan,” ucap Tengku Amek.

Sementara itu Ketua DPD AMPI Sumut HM Syaf Lubis meminta pada ketua yang baru terpilih untuk menjalin komunikasi pada seluruh kader AMPI.
“Kita tidak akan bisa berbuat yang lebih baik tanpa komunikasi dan kebersamaan. Tidak ada yang tidak mungkin dalam meraihkan kesempatan, untuk menduduki masa jabatan yang penting di organisasi,” ujar Syaf  Lubis.

“Tanpa ada kedekatan tanpa aparat, kita akan menunggu kesuksesan dan kejayaan AMPI. Saat sekarang ini  Kabupaten Deliserdang luar biasa. Untuk penyusunan komposisi formatur tidak perlu, memilih tempat yang berlebihan, tapi carilah tempat yang bisa menenangkan pikiran,” tegas Syaf. (rud)

Warga Jawa Barat Nyoblos di Aceh

TAKENGON–Sedikitnya15 pemuda yang merupakan penduduk Majaringga, Jawa Barat, ditangkap usai nyoblos Pemilukada di Aceh. Ke-15 pemuda itu ditangkap oleh Timses calon bupati  Iklil Ilyas Leube – Muhammad Ridwan (Ikwan) di Kampung Kala Kemili Tempat Pemungutan Suara (TPS) 69,70,
dan 71 Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 09.30 WIB itu sempat membuat heboh masyarakat setempat yang ingin memberikan hak suaranya. Penangkapan asal pemuda Jawa Barat itu karena tidak terdaftar dalam DPT, akan tetapi menerima surat undangan kartu pemilih. “Mereka tidak terdaftar dalam DPT dan KTP mereka pun Jawa Barat,” kata Yusuf Cebro, anggota Timses cabub, Mahreje Wahab.

Setelah diintrograsi, mereka langsung diboyong ke Kantor Panwaslu Aceh Tengah guna dimintai keterangan. Penangkapan 15 pemuda yang selama ini bekerja sebagai pedagang di wilayah penghasil kopi Arabika ini, pertama sekali diamankan oleh Yusuf Cebro dan Suhatsah, yang merupakan saksi Cabup Mahreje Wahab, pada saat di TKP.

Ke-15 pemuda itu adalah Tata, Heri, Eli Triatman, Yayat, Iman, Lili, Nana Suyatna, Ono, Endang, Eko, Andi, Aghmad, Rohim, Agus Guslanuddin, dan Asep. ‘ Dan saat ini mereka masih dimintai keterangan oleh panitia pengawas,” tambah Yusuf Cebro.

Dari hasil pengakuan 4 dari 15 pemuda kepada Panwas, bahwa mereka menerima surat undangan dari Juri petugas KPPS. Dari 15 pemuda itu, ada yang sudah 2 tahun di Takengon bekerja sebagai pedagang dan ada juga yang baru. “Setelah saya cek ke TPS Kala Kemili benar 6 pemuda itu terdaftar dalam DPT salah satunya Eli Triatman, sedangkan yang lain tidak,” sebut Yunadi selaku Ketua Panwas Aceh Tengah.

Pj Bupati Aceh Tengah Ir Tanwier MM, meminta kepada Panwaslu agar memeriksa sehingga tercipta pelaksanaan yang transparan. Di samping itu, apabila 15 pemuda asal Jawa Barat ini terkait masalah administrastif dan tindak pidana, Panwas agar segera berkoordinasi  dengan KIP dan polisi. Selain itu menyampaikan kepada seluruh kandidat sehingga tidak ada saling curiga dan fitnah.

Zaini Abdullah-Muzakir Manaf Memimpin

Sementara itu, berdasarkan perhitungan cepat dilakukan beberapa lembaga survei yang ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) calon gubernur Aceh, pasangan urut nomor 5, Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, diprediksi unggul dalam perolehan suara (lihat grafis).
Lembaga Survei Indonesia (LSI) memastikan kalau pasangan yang diusung dari Partai Aceh ini meraih suara terbanyak. “Berdasarkan perhitungan cepat yang kami lakukan, Zaini-Muzakir (Zikir) berhasil meraih suara terbanyak dengan 55,68 persen suara,” jelas Burhanuddin Muhtadi, Direktur Komunikasai Publik LSI, Senin (9/4).

Kemenangan Zaini-Muzakir ini menyingkirkan pasangan Irwandi – Muhyan Yunan serta tiga kandidat gubernur/wakil gubernur Aceh lainnya dalam pilkada yang diselenggarakan serentak di seluruh provinsi Aceh.

Dikatakannya, mereka menyebar sebanyak 400 relawan yang memantau di 300 TPS yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. “Saat ini telah 80,87 persen suara yang masuk dan dari hasil ini kita yakin Zikir menang,” tambahnya.

“Angka ini akan masuk terus dari 9,762 TPS yang ada di Aceh,” timpal Ketua Tim Pemenangan Partai Aceh, Kamaruddin, kemarin.

30 Napi Rutan Lhoksukon tak Mencoblos

Di Lhoksukon, sebanyak 30 penghuni rumah tahanan (Rutan) Senin (9/4) tidak bisa mencoblos. Pasalnya, mereka tidak terdaftar. Kepala Rutan Lhoksukon M Saleh kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos) menyebutkan, pencoblosan dimulai pukul 08.00 WIB dan selesai sekitar pukul 10.30 WIB, setelah itu langsung dilakukan penghitungan suara. “Pencoblosan berlangsung aman dan tertib, bagi yang tidak bisa memilih tidak kita perkenankan berada di ruang pencoblosan demi kenyamanan,” ujar M Saleh.

Ia menjelaskan, saksi dibawa masing-masing oleh Timses dan selama proses pencoblosan lokasi TPS dijaga ketat sipir dan kepolisian. (slm/mir/bah/ron/sjm/smg)