Home Blog Page 13654

Demi Barca, Messi Enggan Merumput di Liga Inggris

Banyak penggemar sepak bola menganggap Premier League sebagai liga terbaik di dunia dengan persaingan ketat antarklub. Bahkan pesepakbola dari seantero dunia pun banyak yang bermimpi bermain di Liga Inggris.

Tapi hal ini ternyata tidak berlaku bagi bintang Barcelona, Lionel Messi. Striker mungil Argentina yang sedang bersiap membela Barcelona melawan tim papan atas Inggris Chelsea di semi final Liga Champions Rabu (18/4) nanti, mengaku dia tidak pernah tertarik merumput di negeri Ratu Elizabeth II itu.
Messi mengaku dia sering menonton pertandingan Liga Inggris. Tapi dia tetap ingin hanya menjadi penonton saja.

“Saya tidak pernah membayangkan bermain di klub selain Barcelona. Hati saya terikat kepada klub tersebut,” ucap Messi. “Saya selalu ingin tinggal di Barcelona sejak hari pertama saya tiba di sana dan tidak ada satupun yang bisa mengubah pendirian saya.”

Messi mengakui, para supporter di Inggris sangat antusias terhadap sepak bola. Namun itu tak membuat Messi jadi ingin hengkang dari Barcelona yang saat ini dibelanya.

“Dari pengalaman saya melawan klub-klub Inggris saya melihat sendiri bagaimana para fans sangat menghargai sepak bola indah dan bakat para pemain. Tetapi saya tidak pernah bermimpi bermain di sana suatu hari nanti,” tambahnya.

Dalam wawancara yang dipublikasikan harian The Sun edisi Minggu (15/4), Messi juga mengomentari peluang klubnya melawan Chelsea nanti. Berbeda dengan banyak pengamat yang mengatakan klub asal London tersebut tidak berpeluang mengalahkan Barcelona, Messi dengan bijak justru tak menganggap remeh klub berjuluk The Blues itu.

“Tidak ada pertandingan yang mudah saat kita mencapai babak sistem gugur. Chelsea sangat layak sampai di babak semi final dan kami sama sekali tidak boleh lengah,” ucap Messi seraya menambahkan, Chelsea berada dalam posisi yang lebih nyaman karena mereka tidak diunggulkan.

Di sisi lain Lionel Messi tak henti membuat rekor. Terakhir dua golnya ke jala Levante dalam lanjutan Liga Spanyol, Minggu (15/4) dini hari tadi, membuat striker Argentina itu mencatatkan 201 gol dalam 210 laga resmi selama diasuh Pep Guardiola.

“Rata-rata 0,96 gol setiap laga,” ujar pihak Barcelona dalam situs resminya usai pertandingan melawan Levante.(zul/ara/jpnn)

Buntut Sengketa Lahan Sei Mati, Keluarga Korban Ngadu ke Poldasu

MEDAN- Keluarga korban bentrok sengketa tanah di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (12/4) lalu, tidak terima dengan aksi anarkis warga yang kabarnya dikoordinir seseorang.

Vivi Vijayanti (34), istri Sutrisno (35) yang merupakan korban bentrok tersebut, Minggu (15/4) siang, membuat pengaduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut dengan Nomor : TBL/417/IV/2012/SPKT II.

Warga Jalan Tiga CB 18, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur ini, menolak jika suaminya dikatakan preman. Menurut Sutrisno kepadanya, kata Vivi, dirinya bekerja sebagai karyawan di PT Mandiri Makmur Lestari (MML).

“Suamiku pekerja, dia bukan preman,” ujar Vivi usai membuat pengaduan di SPKT Mapoldasu.

Ibu tiga anak ini mengatakan, malam itu ia mengetahui suaminya jadi korban penganiayaan dari seorang pria yang menelepon menggunakan ponsel suaminya. Mengetahui suaminya sudah berada di RS Mitra Medikan, Vivi langsung histeris dan berangkat menuju rumah sakit tersebut.
Untuk memberi pertolongan lebih lanjut, Sutrisno langsung dirujuk ke RS Imelda. Sementara satu rekannya tewas ditempat dan satu lagi tewas keesokan hari.

Saat ini kondisi Sutrisno sudah membaik, namun luka-luka bekas bacokan ditubuhnya masih menganga. Pasca insiden berdarah itu, Sutrino menderita luka bacokan di kepala, di wajah, dileher dan ditangan.

“Kepalanya dijahit empat jahitan, daging pipi kanannya hampir lepas, lehernya hampir jebol, tangannya juga kena karena menahan sabetan parang,” tutur Vivi.

Dalam laporannya, Vivi mengadukan Zulkarnain yang disinyalir sebagai penggerak massa saat itu. Sebab menurut keterangan saksi-saksi yang masih hidup Zulkarnain lah yang mengkomandoi penyerangan jelang magrib itu.

“Saya minta polisi serius menangani kasus ini, selain itu saya mohon kepada polisi untuk memberi jaminan keselamatan kepada suami saya yang belum sembuh. Keluarga korban tewas akan menyusul membuat pengaduan, tadi mereka masih dalam keadaan berkabung,” tukas Vivi.

Sementara itu, Zulheri Sinaga SH selaku kuasa hukum, Sutrisno menjelaskan kronologis peristiwa yang merenggut nyawa dua temannya itu.
Kamis (12/4) siang, sekitar 70 orang diminta PT MML memasang patok tanah seluas 315 ha milik PT MML.

Namun ternyata warga yang menamakan dirinya Forum Perjuangan Tanah Rakyat Asli Batang Kilat (FP-TRABK) tak senang. Massa mengklaim tanah tersebut merupakan tanah mereka karena sudah dikerjakan sejak tahun 2000 dan mendapat ijin dari Gubernur Sumut terdahulu, Tengku Rizal Nurdin.
“Kita punya semua surat-suratnya, rencananya disitu akan dibangun dermaga,” ujar Zulheri sambil memperlihatkan akta jual beli Nomor : 262/2011 tanggal 15 Juni 2011.

Ternyata warga sudah mengetahui rencana kedatangan korban dan rekan-rekannya, warga pun bersembunyi disekitar TKP.  Saat tiba di TKP, keadaan sunyi tak ada orang disana.

Tapi begitu ingin mematok, massa yang sudah bersembunyi tiba-tiba merangsek keluar dan menyerang Sutrisno dan kawan-kawannya. Massa datang dengan beringas menggunakan klewang dan balok.

“Bukan itu saja, PT MML juga sudah melakukan pendekatan persuasif kepada FP-TRABK, tapi mereka tetap berkeras menguasai lahan. Bahkan sampai terjadi pencurian, penganiayaan dan pengerusakan alat berat yang sedang beroperasi mengolah lahan,” ujarnya.

Zulheri mengatakan, FP-TRABK sudah menunggu pekerja PT MML dan sudah merencanakan penyerangan. Tak hanya itu, Zulkarnain diduga sebagai pengkordinir serangan ini sebab di beberapa surat kabar terbitan Medan Zulkarnain menyatakan siap perang dengan PT MML.

“Korban-korban ini sudah ditampung di TKP, mereka (pelaku) sudah merencanakannya,” terangnya.  Zulheri meminta kepada polisi untuk memberikan perlindungan maksimal untuk para korban tidak terkecuali kepada Sutrisno. Menurut Zulheri polisi tidak maksimal menanggapi kasus ini, sehingga berlarut-larut dan sampai memakan korban.

“Ini kan delik hukum, bukan delik aduan, seharusnya polisi sudah bisa mengambil langkah-langkah tegas dong. Sebab klien saya tidak terlindungi secara maksimal,” tegasnya.

Penyerangan warga terhadap PT MML berbuntut panjang, petugas Subdit III, Dit. Reskrimum, Polda Sumut sudah mengantongi 7 nama pelaku yang ikut membunuh, merusak dan menganiaya korban. Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan mendalam di TKP untuk menangkap pelaku.
“Tinggal tunggu lengah saja, sudah ada identitasnya kok,” ujar Kasubdit III, Dit  Reskrimum, Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan saat dikontak via HP Minggu (15/4) sore. Ditanya soal keterlibatan Zulkarnain dan identitas pelaku lainnya, Andry enggan menjelaskan. “Yang jelas  tujuh itu pelaku langsung di  lapangan,” tegasnya. (ari)

Karyawan Perkebunan Swasta Diserang

LANGKAT- Konflik di sekitar areal perkebunan PT Harapan Sawit semakin meruncing. Pasca menjebol tanggul yang dibangun perusahaan, warga semakin nekat bertindak anarkis menyerang karyawan dengan menggunakan senjata tajam.

Ketika karyawan berupaya mengeluarkan alat berat (eskavator) yang terbenam tiba-tiba diserang warga.

Junedi alias Edi (37) salah seorang karyawan warga Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat-Langkat terpaksa dilarikan ke RSU Pertamina karena menderita luka sabetan senjata tajam pada bagian tangan.

Hal yang sama juga dialami Boni Amin (33), karyawan itu juga mendapat pukulan hingga babak belur. Merasa diperlakukan tidak adil, Hasyim Nur (57) dari PT Harapan Sawit melaporkan peristiwa tersebut secara resmi ke Polres Langkat dan tertuang dalam LP/308/IV/2012/SU/LKT, Sabtu (14/4).

Peristiwa berlangsung, Jumat (13/4), persis di Desa Lubuk Kertang (lahan PT Harapan Sawita) Brandan Barat-Langkat. Saat karyawan mengeluarkan alat berat warga menghadang dengan senjata tajam. Tanpa mampu berbuat apa-apa karyawan diserang  membabi buta.

“Satu diantara kelompok itu, mencabut pisau saat menyerang. Selain rahang, bahagian leher saya tergores terkena sabetan pisau ketika mengelak,” jelas Boni Amin.

Sebelumnya warga protes aksi yang dilakukan pihak perusahaan. Tapi saat mereka sedang mencari solusi antar muspida untuk mencari jalan keluar. (jie)

Masuk Parit, Penumpang Hanya Lecet-lecet

TEBING TINGGI- Mobil Avanza warna hitam BK 1145 UV yang membawa tujuh penumpang masuk ke dalam parit perkebunan sawit Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (15/4) sekira pukul 17.30 WIB. Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu, namun tubuh para penumpang mengalami luka lecet.

Mobil yang kesehariannya membawa sewa dari Pematangsiantar menuju Medan ini tenggelam sekitar 4 meter. Untungnya saat kejadian penjual lemang yang berada tak jauh dari lokasi kejadian berusaha menyelamatkan penumpang mobil naas tersebut.  Lalu mereka dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sri Pamela Kota Tebingtinggi.  Akibat kejadian itu juga arus lalu lintas di lokasi kejadian menjadi macet.

Sori Tua Hutaian warga Simpang Limun Medan menjadi supir mengatakan,  saat kejadian kecematan mobil 70 km per jam. Naas mobil tiba-tiba oleng dan membuang ke kanan  sehingga masuk ke parit.

“Sebenarnya kondisi mobil laik jalan. Selain itu saya juga tidak mengantuk karena dua hari selesai cuti dan hari ini baru bekerja lagi,” ujar Sori. Begitu mobil masuk parit penumpa berusaha menyelematkan diri.

Nining Romlah saksi mata mengatakan, sebelum masuk ke parit penumpang menjerit. “Banyak penumpang minta tolong sebelum mobil tenggelam, warga membuka pintu dengan paksa kemudian mengeluarkan penumpang satu persatu,” ujar Nining Romlah.

Ketua Muslimat PW Al Wasliyah Sumatera Utara Hj Nurliati Ahmad dan Hj Hamidah yang menjadi korban mengaku, sebelum kejadian ada penumpang yang menyarankan kepada supir agar melaju kencang sehingga cepat sampai di Bandara Polonia Medan. Hj Hamidah mendapat perawatan intensif karena mengalami patah tulang dada bagian tengah dan luka memar benjol di bagian kening kepala. (mag-3)

Jalan Rusak, Warga Pagar Betis

LUBUK PAKAM- Puluhan warga yang bermukim di sekitar jalan Lubukpakam-Gunung Meriah tepatnya di Simpang Tanah Abang dan Desa Jaharun-B Galang menghadang truk yang melintas, Minggu (15/4) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi protes ini disebabkan warga jalan mereka rusak. Setiap hari truk-truk melintas dengan muatan melebihi tonase. Bahkan truk-truk itu juga melintas secara berbarengan.  “Masak supir itu tidak memikirkan warga sekitar sini, jalan rusak,” keluh warga Moh Fendi Harahap.

Akibat penyetopan truk ini arus lalu lintas jadi macet. Pasalnya warga menghadang dan memberhentikan setiap truk bertonase berat yang hendak melintas. Antrean panjang tidak terelakkan. Beberapa sopir truk yang mencoba melintas, terpaksa harus mengurungkan niatnya karena warga membuat pagar betis.
Selain melakukan penghadangan terhadap truk bertonase berat, warga juga bergotong royong menimbun lubang yang berada di badan jalan dengan bahan sertu. “Bila pemerintah tidak mampu, biar kami saja yang memperbaiki jalan ini, tetapi kami tidak punya aspal, silahkan kirim aspal. Soalnya sertu sudah kami datangkan,” tambah Fendi.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Deliserdang Khairum Rizal, mengatakan kerusakan jalan yang diprotes warga itu tanggungjawab pemerintah provinsi sehingga pihaknya kesulitan untuk turun tanggan melakukan perbaikan.  Khairum mengakui  jalan itu jalan provinsi sehingga wewenang pemkab tidak ada. (btr)

Pelaku Curanmor Diamankan

BINJAI- Marianto warga Desa Paya Rengu, Dusun Gunung Tinggi, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, diamankan Polres Binjai, dari rumahnya, Sabtu (14/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini diduga menjadi penjual sepeda motor curian.
Informasi dihimpun POSMETRO (grup Sumut Pos), penangkapan Marianto, berawal dari tertangkapnya dua orang tersangka pelaku pencurian sepeda motor Wanda (24) warga Jalan Gunung Sibayak, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan dan Budi Gunawan (30) warga Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat.

Mereka mengakui selama ini sepeda motor curiannya dijual kepada Marianto. Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pengembangan. Polisi pun mencari keberadaan Marianto, yang disebut-sebut oleh kedua tersangka berhasil diamankan, Sabtu (13/4) sekitar pukul 19.45 WIB, lalu.
Dengan dipimpin langsung Ipda H Tobing, polisi pun mencari keberada Marianto di rumahnya. Tidak perlu menunggu lama-lama untuk mengamankanya, polisi langsung berhasil menangkapnnya tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti di rumahnya.

Selain mengamankan tersangka yang tahu keberadaan dari penadahnya. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 7 unit sepeda motor dari berbagai jenis. Diantara sepeda motor yang berhasil diamankan antara lain sepeda motor Suzuki Smesh warna merah, Jupiter warna hitam BK 3886 UK, Mino warna hitam BK 5713 PU, Jupiter BK 6983 XN, RX King BK 3098 QI, Mio BK 3219 RAF dan RX King tanpa plat.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto mengakui, penangkapan tersebut. Namun, pihaknya masih belum bisa banyak berkomentar karena masih terus menyelidiki kasus ini. “Memang ada kita amankan. Tapi, nanti dulu ya, kita masih melakukan pengembangan untuk membongkar sindikat curanmor ini,” kata AKP Aris Finato singkat. (mag-4/smg)

Awasi UN, 1.741 Guru dan Pemantau Diterjunkan

LANGKAT- Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA, SMK dan MA tahun ajaran 2012 diawasi 1600 guru serta 141 pemantau independen dari Universitas Medan (Unimed), sejak 16 hingga 19 April mendatang.

“Peserta ujian nasional tingkat SMA, SMK maupun Madrasyah Aliyah (MA) akan diikuti 10.596 siswa. Berlangsung di 142 sekolah, sedangkan guru-guru yang mengawasi diberlakukan sistem silang berdasarkan sub rayon,” kata Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal.

Syahrizal saat dihubungi, Minggu (15/4, melalui sambungan telepon menjelaskan secara keseluruhan peserta UN baik dari sekolah negeri maupun swasta (10.596) siap mengikuti tahapan pemuncak dalam proses belajar di sekolah lanjutan atas tersebut.

Juru bicara Pemkab Langkat ini menambahkan, sesuai jadwal direncanakan sebelumnya pelaksanaan (UN) akan dimonitor Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, terkait persiapan panitia serta hal-hal yang mungkin mengganggu konsentrasi siswa menjalankan ujian.

Kadis Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat, Syam Sumarno, melalui pesan singkat menjelaskan terdapat 62 SMA negeri atau swasta dengan perincian siswa 4988, sedangkan SMK (negeri/swasta) terdapat 39 sekolah dengan siswa 4171. Sedangkan siswa yang berasal dari MA (negeri/swasta) berjumlah 41 sekolah terdapat 1437 siswa.(jie)

Pelantikan DPC Peradi Empat Daerah Batal

SERGAI- Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara periode 2012-2015 batal. Pelantikan yang seyogianya dilakukan Sabtu (14/4) di Aula Kawasan Wisata Pantai Cermin Theme Park tidak dihadiri pengurus DPN.

Ketua DPC Peradi Kabupaten Deliserdang, Sergai, Tebing Tinggi, Batu Bara terpilih Khairi A Zulmi SH didampingi Sekretarisnya Nurdin Sipayung SH mengatakan sesuai jadwal pelantikan akan dihadiri Ketua DPN Peradi, DR Otto Hasibuan SH, MM bersama sekretarisnya Hasanuddin Nasution SH MH. Namun hingga waktu yang ditentukan keduanya tidak ada yang datang.

“Kita tidak tahu pasti penyebab batalnya pelantikan ini. Sebab sebelumnya hasil koordinasi dengan DPN Peradi, hingga Jum’at (13/4) saya sudah menghubungi Sekretaris DPN melalui telepon seluler dan pesan singkat tapi tidak ada jawaban,” imbuh Khairi A Zulmi. Bedasarkan hasil rapat internal, lanjut Khairi A Zulmi pengurus akan mempertanyakan ketidakhadiran pengurus DPN Peradi tersebut. (mag-16)

Warga Keluhkan Pengurusan KK

BELAWAN- Terkait dugaan pengutipan liar (pungli) pengurusan Kartu Keluarga (KK) yang mencapai Rp700 ribu, membuat Lurah Belawan I Kecamatan Medan Belawan, M Hamidi Jamhur Lubis berang. Dia pun langsung mengambil alih tuga tersebut.

“Iya, pengurusan KK sekarang langsung diambil alih lurah, karena sebelumnya bapak marah besar sebab ada oknum pegawai kelurahan melakukan pungutan sebesar Rp700 ribu terhadap warga yang akan mengurus kartu keluarga,” ujar, seorang wanita pegawai kantor kelurahan yang tak mau namanya dikorankan kepada sumut pos, Sabtu (14/4) kemarin.

Dia menuturkan, kemarahan lurah terhadap bawahannya dikarenakan beberapa warga mengeluhkan terkait pungutan tak resmi dalam pengurusan KK di kantor kecamatan. Pengaduan warga itupun kemudian ditampung oleh Camat Belawan, Andi Syukur Harahap.

“Kabarnya sebelum pak lurah sempat ditegur sama pak Camat, kemudian lurah memanggil kami semua untuk melakukan rapat mendadak. Intinya harus ada perubahan,” katanya.(mag-17)

Kuda Pegasus Salahkan Wasit

Persikabo vs Pro Duta

MEDAN- Pro Duta FC gagal melanjutkan tren positif kemenangannya. Bertandang ke markas Persikabo di Stadion Cibinong Bogor, Minggu (15/4) kemarin, Kuda Pegasus dijungkalkan Persikabo 0-1. Gol tunggal Striker asing Laskar Padjajaran, Brima Pepito Sanusi membuyarkan asa Pro Duta mencuri angka.

Sebenarnya Pro Duta hampir saja mencuri poin. Andai saja gol Antonio Soldevilla di masa injury time babak kedua disahkan wasit. Namun gol yang awalnya akan disahkan wasit Eri Bastari dibatalkan pasca para pemain Persikabo protes keras dan mengerubungi hakim garis.

Sontak Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi mencak-mencak. Ia menganggap tidak ada yang salah dalam proses terjadinya gol Toni, sapaan akrab Antonio dari rekaman video yang dilihatnya. “Kita sudah cetak gol tapi gol itu di anulir. Saya sudah lihat videonya dan gol itu murni,” katanya.

Menurut Beto, sapaan akrabnya, dirinya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Eri Bastari, wasit yang sama saat memimpin laga Pro Duta kontra PSLS di Lhokseumawe. “Kenapa gol dibatalkan saat para pemain Persikabo protes keras? Bagaimana sepakbola Indonesia mau maju kalau kondisinya selalu seperti ini?” ketusnya.

Pelatih asal Spanyol ini juga menyayangkan banyaknya peluang di babak kedua yang gagal berbuah gol. Juga aksi kasar pemain lawan hingga pemain pilarnya Xavi Perez harus mendapat perawatan ringan perawatan ringan karena mengalami lebam di dekat mata akibat kena sikut. “Para pemain kehilangan konsentrasi di babak pertama ketika gol pertama yang dilesakkan Pepito,” lanjutnya.

Pada laga kemarin Pro Duta juga tampil tidak lengkap. Tanpa Ghozali, Kuda Pegasus gagal menuntaskan beberapa peluang. Antonio Soldelvilla cs harus berjibaku menghalau serangan pemain Persikabo, namun tetap saja Yudha Hananta bergetar lewat gol cepat lawan saat laga baru berjalan lima menit. Pepito memanfaatkan kemelut di depan gawang dan mencocor si kulit bundar.

Di babak kedua, tim Kuda Pegasus mulai meningkatkan serangan untuk mengejar ketertinggalan.Namun lagi-lagi,usaha tersebut sia-sia. Pergantian pemain yang dilakukan Pelatih Suimin Dihardja cukup efektif dengan menarik Jarot dan digantikan Wawan Susilo dan Cyiril Tchana digantikan Ikbal Ades. Keunggulan 1-0 mampu terjaga hingga turun minum.

Pelatih Persikabo Suimin Dihardja juga berpendapat senada soal buruknya kepemimpinan wasit. “Pro Duta FC bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Wasit juga memimpin jelek. Namun keberuntungan ada di pihak kami,” pungkasnya.(mag-18)