32 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 13670

Malaga Pertahankan Nistelrooy

Klub Primera Liga Spanyol Malaga dikabarkan ingin mempertahankan mantan striker Manchester United Ruud van Nistelrooy musim depan.

Seperti yang diketahui, kontrak pemain asal Belanda tersebut akan berakhir pada bulan Juni mendatang.

Namun seperti yang dilansir oleh Tribal Football, manajemen Malaga tampaknya masih ingin memberi Nistelrooy kesempatan dengan tambahan kontrak selama satu tahun.

Meskipun ketajamannya sudah jauh berkurang, setelah ia mampu mencetak tiga gol untuk Malaga sejauh ini, manajemen klub ingin pemain berusia 35 tahun tersebut menjadi panutan para pemain-pemain muda di Malaga. (bbs/jpnn)

Air di Gang Sadar Tak Mengalir

081375002xxx
Yth Bapak pimpinan PDAM Tirtanadi, mohon kiranya dicek suplai air di Jalan Kapten Muslim khususnya Gang Sadar. Sudah bulanan Pak setiap pagi kami tidak pernah mendapat air. Tolong ya Pak.

Kami Periksa Penyebabnya
Terima kasih atas informasinya. Kawasan Helvetia memang termasuk wilayan pelayanan yang tidak dapat kami layani selama 24 jam. Namun kalau air tidak ada sama sekali, kami akan memeriksa penyebabnya.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Warga Titi Kuning Minta Sampah Rutin Diangkut

MEDAN-Warga di Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor berharap agar Dinas Kebersihan Kota Medan secara rutin mengangkut sampah yang ada di sana. Jika pun tidak bisa setiap hari, minimal tiga kali seminggu.

“Kalau sampah menumpuk, lalat berkumpul dan berterbangan hingga ke tempat dagangan kami,” terang Yanti salah satu pedagang dan juga warga kelurahan Titi Kuning pada Sumut Pos, Selasa (10/4).

Dia melanjutkan, saat ini sudah satu minggu sampah yang berada di tanah kosong di dekat kompleks Flora Kuning Mas dan Gang Flora Jalan Brigjen Zein Hamid tidak  diangkut. “Setiap hari kami berdagang di sini, namun dalam seminggu ini tak  sekalipun petugas dari Dinas Kebersihan terlihat mengangkat sampah yang ada di  tanah kosong itu,” ungkapnya.

“Kita selalu melihat warga luar membuang sampah di tanah kosong itu. Mau kami tegur tapi sudah keburu pergi,” bilangnya.

Karena hal tersebut, tak jarang sampah yang berserakan di tanah kosong itu dibakar oleh warga Hal senada juga diungkapkan Indah, warga setempat. Dia mengatakan, tumpukan sampah itu bukan buangan dari warga kelurahan Titi Kuning, melainkan dari warga luar.

“Kalau warga daerah kelurahan Titi Kuning selalu membuang sampah pada tempatnya. Selanjutnya, sampah itu setiap hari diangkut oleh petugas kebersihan,” tuturnya.

Untuk itu, Indah juga berharap kepada pihak Dinas Kebersihan Kota Medan atau pihak kecamatan serta kelurahan untuk dapat mengangkut sampah yang ada di sana.

“Bila sampah tersebut diangkat secara rutin, tentunya tidak menimbulkan aroma tak sedap yang dapat mengganggu penciuman warga yang ada di sini. Selain itu, dari sisi keindahan pun jelas jika sampah yang bertumpuk sangat tak sedap dipandang mata.,” bilang Indah. (omi)

Terus Tekan Penguasa

Barcelona vs Getafe

BARCELONA- Tekanan kepada penguasa klasemen sementara Liga Primera Spanyol Real Madrid semakin kencang. Barcelona sekarang sudah mengemas 78 poin yang membuat mereka hanya terpisah satu angka dari Real Madrid.

Benar, selisih itu bisa berubah dini hari tadi, bila Real menang atas Atletico Madrid di Vicente Calderon, tetapi tetap saja membuat Real tidak tenang. Apalagi ketika kompetisi sudah mencapai pekan ke-32 alias tinggal enam pertandingan lagi.

Tanpa kesulitan Barca merapatkan jarak. Mereka menang telak empat gol tanpa balas atas tamunya Getafe di Nou Camp, kemarin dini hari. Bekal berharga sebelum dua raksasa Spanyol itu saling bentrok pada el clasico di Nou Camp dua pekan lagi (21/4).

Striker asal Chile Alexis Sanchez membuka kemenangan Barca pada menit ke-13. Dia juga mencetak gol ketiga pada menit ke-73. Sedangkan dua gol lainnya dilesakkan Lionel Messi pada menit ke-44 dan Pedro Rodriguez pada menit ke-75.

Bagi Messi, golnya punya arti penting, membuatnya memperpanjang daftar rekor yang dimilikinya. Kali ini dia mencatat rekor sebagai pemain pertama di Liga Primera yang menyarangkan 28 gol di laga kandang selama semusim.
“Lebih penting lagi karena kami terus mendekat. Peluang kami untuk berburu gelar semakin besar. Saya dan rekan-rekan semakin antusias menanti pertandingan-pertandingan berikutnya,” bilang Messi, seperti dilansir AFP.

Kemenangan itu juga membuat para pemain Barca lebih rileks. “Pekerjaan kami sudah benar, sekarang tinggal menunggu apa hasil yang dicapai Real Madrid,” bilang Victor Valdes, kiper Barca, kepada Mundo Deportivo.

Adapun pelatih Josep Guardiola tidak mau memikirkan hasil lawan. “Yang saya pikirkan adalah pertandingan kami. Berikutnya kami harus melawan Levante di laga tandang dan bertanding di semi final Liga Champions,” jelas Guardiola, sepetri dikutip AFP.

Setelah melawan Levante (14/4) dan Chelsea di first leg semifinal Liga Champions (18/4), Barca akan menjamu Real pada el clasico. Diperkirakan itu akan menjadi penentu gelar juara musim ini di Liga Primera.

“Saat el clasico, Barca akan memperpendek jarak menjadi satu angka. Setelah itu tekanan akan semakin besar di antara kedua tim. Segalanya bisa terjadi dan persaingan akan berjalan hingga pertandingan terakhir,” terang Johan Cruyff, legenda Belanda dan Barcelona. (ham/jpnn)

Momok Inkonsistensi

Sevilla v Zaragoza

SEVILLA- Penampilan Sevilla musim ini tak segarang musim lalu. Bahkan tampil di kandang sendiri mereka kerap kehilangan poin penuh. Menjamu Real Zaragoza Kanoute dkk tentu saja tak ingin tergelincir lagi. Tiga angka adalah keharusan.

Sungguh ironis dari 11 laga kandang musim ini, Sevilla bahkan hanya menang tiga kali. Tiga imbang dan lima kali kalah.

Masalah bertambah pelik karena lini belakang kerap buat kesalahan. Mereka total sudah kebobolan 33 kali. Dan 20 gol yang bersarang di gawang Palop malah terjadi di kandang sendiri. Hal itu yang tampaknya harus dibenahi agar Sevilla mampu bersaing di zona Eropa.

Beruntung dari rentetan hasil buruk di kandang, catatan Sevilla atas Real Zaragoza lumayan canggih. Dari tiga pertemuan terakhir, Sevilla selalu menang atas Zaragoza. Dan di pertemuan terakhir, Sevilla menang di kandang Zaragoza walau tipis saja 0-1. Gol tunggal dicetak Alvaro Negredo dari titik putih. Bagi Zaragoza sendiri, terakhir kali mereka bisa menang di Ramon Sanchez Pizjuan-markas Sevilla pada Maret 2005 dengan skor tipis 0-1.

Saat ini Sevilla masih duduk di peringkat delapan dengan 42 poin dari 31 pertandingan, terpaut empat poin dari zona Eropa. Terakhir Sevilla kalah dari Athletic Bilbao 0-1. hal itu makin mempersulit mencapai zona Eropa. Tapi mereka tentu saja berniat kembali ke jalur kemenangan.

Duo striker Manu del Moral dan Alvaro Negredo terbilang sedang bagus. Duet keduanya telah mengoleksi 18 gol di La Liga, atau setengah dari total 36 gol Sevilla.

Di sisi lain Zaragoza masih terpuruk di peringkat-18 dengan 28 poin dari 31 pertandingan, terpaut empat poin dari zona aman. Terakhir Zaragoza menelan kekalahan telak 1-4 dari Barcelona, sekaligus menghentikan tiga kemenangan beruntun Zaragoza. (ful/bbs)

Empat Pelanggan Telkom Sumatra

Menangkan Hadiah Promo 147

MEDAN- Empat pelanggan Telkom di Sumatra memenangkan hadiah Promo-147 untuk tahap pertama yang diundi secara nasional di Jakarta.
Lima pelanggan itu masing-masing mendapatkah hadiah Speed Up Tablet-PC,  STB-TV. Dua katagori hadiah lainnya, seperti  Flexi Android Sambung Galaxy-Y dan Web Camera tidak satupan pelanggan Telkom di Sumatra mendapatkannya.

Kepala Telkom Regional 1 Sumatra, Overlis didampingi Manager Marketing, Ma’rufin, menjelaskan, penarikan undangan tahap pertama dari program promo Telkom untuk layanan-147. Ini dilakukan sebagai apresiasi Telkom kepada masyarakat yang telah memanfaatkan layanan 147 untuk berlangganan telepon rumah, akses internet Speedy dan layanan Groovia-TV ( IPTV).

Kata Overlis, bila selama ini, untuk menjadi pelanggan Telkom harus mendatangi Plasa atau Kantor Telkom maka melalui layanan 147, masyarakat sudah bisa meminta didaftarkan menjadi pelanggan. “Layanan 147 memberikan kemudahan kepada masyarakat,” jelas Overlis.

Menggunakan layanan 147, selain mudah dan bisa dihubungi 24 jam tanpa libur, juga memberi keuntungan lainnya karena Telkom juga menyediakan hadiah menarik. Masa promo berlangsung 1 Maret sampai 31 Mei 2012.  Dari HP, calon pelanggan juga bisa menghubungi layanan 147 dengan menekan kode area setempat lalu tekan 147.

Bagi masyarakat yang mendaftar sebagai pelanggan telepon rumah, Speedy dan upgrade layanan  akan menjadi peserta promo ini. Setiap bulannya, Telkom akan melakukan penarikan undian. Untuk promo Maret 2012, maka 40 pelanggan Telkom dinyatakan sebagai pemenang, 4 diantaranya adalah pelanggan Telkom di Sumatra.

Ke-empat pemenang itu masing-masing A. Gofar pelanggan 0711-31xxx (Palembang)  dan Lie Wie Lian pelanggan 061-456xxx (Medan) mendapatkan hadiah Speed Up Tablet PC. Kemudian, Harsono 0778-46xxx (Batam) dan Mery Herlinda  0751-44xxx (Padang) mendapat hadiah STB-TV.

Pemenang akan mendapatkan surat dan kunjungan resmi dari Manajemen Telkom di daerah masing-masing dan hadiahnya akan diserahkan langsung oleh manajemen Telkom. “Tentu saja penyerahan hadiah ini tanpa pengutipan biaya apapun. Karena biasanya setiap ada pengumuman hasil undian akan selalu dijadikan modus penipuan oleh oknum,” jelas Overlis.

Bagi peserta yang belum memenangkan hadiah pada promo pertama (Maret 2012) masih berkesempatan untuk memenangkan  hadiah pada promo ke-2 dan ke-3 April dan Mei 2012. Khusus pada akhir periode promo disediakan hadiah utama sebagai berikut : 10 (Sepuluh) unit iPad 2, 16 GB Wifi, 10 (sepuluh) unit Samsung Galaxy Tab 7.0, 10 (sepuluh) unit Laptop HP Probook 443OS 14″.

Kepala Telkom Regional 1 Sumatra, Overlis dan Manager Marketing, Ma’rufin berharap masyarakat dapat memanfaatkan kemudahan layanan 147 ini. “Cukup telepon ke 147 atau (kode area) 147 dari ponsel Anda,” kata Overlis. (*/ila)

Abidal Cangkok Hati

BEK Barcelona Eric Abidal bakal memasuki tahap baru dalam upaya penyembuhannya. Setelah Maret lalu melakukan operasi pengangkatan tumor hati, kemarin bek timnas Prancis itu menjalani cangkok hati. Langkah tersebut ditempuh untuk menyempurnakan kesembuhan Abidal.

Seperti diberitakan AP kemarin (11/4), Direktur Olahraga Barca Andoni Zubizarreta menyatakan bahwa Abidal telah berada di rumah sakit untuk segera melakukan operasi cangkok hati.

“Kami yakin kalau Abidal dalam penanganan yang tepat. Dan dalam waktu cepat, dia akan kembali seperti sedia kala,” ucap Zubizaretta kepada Canal Plus TV.  Meski pihak klub belum menyatakan pernyataan resmi, namun Presiden Barca Sandro Rossell memberikan bocoran kepada para jurnalis.  Menurut Rossell, operasi Abidal berjalan lancar.  (dra/jpnn)

Jones Dedikasikan Untuk Anak

10 Pemain Liverpool Permalukan Blackburn

BLACKBURN – Liverpool harus berterima kasih kepada penjaga gawang ketiganya Brad Jones. Penjaga gawang asal Australia itu tampil brilian dengan menggagalkan eksekusi penalti Yakubu Aiyegbeni. Penyelamatan itu turut mengantarkan Liverpool yang bermain dengan 10 orang memenangi pertandingan dengan skor tipis 3-2.

Gol-gol kemenangan Liverpool dicetak masing-masing diperoleh dari dua gol Maxi Rodriguez pada menit ke-13 dan ke-16. Dua gol tersebut dilengkapi Andy Caroll pada saat masa injury time. Sedangkan dua gol Blackburn semuanya diciptakan Yakubu lewat aksi headingnya pada menit ke-32 dan tendangan penalti di menit ke-60.

Masuknya nama Jones tidak lepas dari diusirnya penjaga gawang utama Alexander Doni di menit ke-25. Doni dikartu merah wasit lantaran mengganjal penyerang tuan rumah Junior Hoilett di kotak penalti. Jones membayar kepercayaan Kenny Dalglish dengan menepis tendangan penalti yang dieksekusi Yakubu.

Jones pun langsung mendedikasikan penyelamatan pentingnya itu bagi putranya, Luca. Putranya itu lima bulan yang lalu meninggal dunia dikarenakan penyakit leukemia. “Waktu 18 bulan rasanya sangat berat setelah putraku meninggal dunia. Kemenangan ini aku persembahkan untuk dia (Luca, Red),” kata Jones seperti yang dikutip di AFP.

Walaupun akhirnya Yakubu bisa menembus gawangnya lewat penalti di babak kedua, Jones menyebut sudah mengetahui kemampuan Yakubu. Sebab, keduanya pernah bermain satu tim di Middlesbrough. “Kami selalu berlatih tendangan penalti. Makanya, aku tahu bagaimana gaya dan seperti apa tendangannya (Yakubu, Red),” beber penjaga gawang berusia 30 tahun itu.

Kemenangan dramatis tersebut jadi kebangkitan Liverpool setelah di laga sebelumnya menyerah 0-1 dari klub papan tengah Sunderland. Apalagi kemenangan itu diperoleh hanya dengan kekuatan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama. “Hari ini benar-benar sangat melelahkan bagi kami,” sebut Dalglish.

Dalglish pun berharap semangat ini terus dimiliki anak asuhnya di lima laga yang tersisa di Liga Primer Inggris musim ini.  (ren/jpnn)

Penyaluran Beasiswa Diharapkan Lancar

Otorita Asahan Jalin MoU dengan Bank Sumut

MEDAN-PT Bank Sumut kembali dipercaya untuk menyalurkan bantuan pendidikan dalam bentuk beasiswa oleh Otorita Asahan. Hal ini direalisasikan dalam penandatanganan perjanjian kerjasama Bank Sumut dengan Otorita Asahan yang digelar di lantai X Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (11/4).

Beasiswa tersebut nantinya akan disalurkan melalui Bank Sumut di sekitar wilayah ekosistem Danau Toba. Adapun wilayah tersebut meliputi 10 kabupaten/kota, yakni Tanjung Balai, Asahan, Batubara, Taput, Simalungun, Tobasa, Samosir, Humbahas, Dairi dan Karo.

Dalam acara tersebut Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu menuturkan, menjadi bagian implementasi program Otorita Asahan secara tidak langsung memberikan peran terhadap Bank Sumut dalam proses pemberdayaan masyarakat di wilayah strategis proyek Asahan dan kawasan Danau Toba.

“Hal ini sejalan dengan visi Bank Sumut yakni menjadi bank andalan dalam membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang. Serta sebagai satu sumber pendapatan daerah dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat,” ungkap Gus Irawan dalam kata sambutan.

Gus Irawan menuturkan, sebelumnya pada 17 September 2009 lalu Bank Sumut juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Otorita Asahan.

Mengenai implementasi program Otorita Asahan di wilayah strategis proyek Asahan dan kawasan Danau Toba. “Nah, perjanjian kerjasama kali ini merupakan penyempurnaan dari hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program penyaluran beasiswa sebelumnya,” jelasnya.

“Dalam teknis penyaluran beasiswa ini, para penerimanya akan diarahkan membuka rekening tabungan. Dan diharapkan dapat mengajak para penerima beasiswa, yang merupakan para pelajar SD, SMP dan SMA, menabung dan meningkatkan aktivitas berhemat,” tambah Gus Irawan.

Sementara itu, Ketua Otorita Asahan Efendi Sirait  didampingi Sekretaris T  Azwar Aziz menyampaikan, Otorita Asahan merupakan badan pemerintah yang memiliki tugas mengawasi, memfasilitasi dan membina proyek Otorita Asahan.

“Sejak 2003 lalu ada empat program yang harus dijalankan Otorita Asahan yakni, penanaman pohon bersama masyarakat dan Pemda. Pemberdayaan ekonomi rakyat, pembangunan infrastruktur termasuk program pendidikan,” papar Efendi. (saz)

Toko Perabotan Terbakar di Pulo Brayan

Tujuh Tewas Terkepung Pintu Besi

MEDAN-Tujuh orang tewas terpanggang setelah si jago merah melahap kediaman mereka. Rumah toko (ruko) yang memiliki pintu besi berlapis ditengarai membuat mereka sulit keluar. Yang selamat hanyalah seorang pembantu rumah tangga yang berani melompat dari lantai tiga.

Peristiwa tersebut terjadi di ruko di Jalan KL Yos Sudarso No 141/223 I Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat, Selasa (10/4) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Asap yang mengepul akibat alat elektronika pun diduga mengandung racun yang terus korban hisap hingga tewas.

Saat Toko Uchida Brayan Jaya itu terbakar, satu orang penghuni ruko itu berhasil selamat. Adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT) bernama Alfrin Boru Tumanggor, warga Parlilitan, dia selamat setelah lompat dari lantai tiga. Dia pun berhasil dilarikan ke Rumah Sakit Imelda.

Data yang dihimpun Sumut Pos,  nama-nama yang tewas dan telah dievakuasi ke Instlansi Kamar Mayat RSU dr Pringadi Medan adalah Ana (39), Chelsea (14), Chelson (11), Chelster (8), Ching Thing Acu (80). Selain itu ada juga tamu keluarga yang berasal dari Taiwan. Mereka adalah Amei (32) dan Yong Fang (37).

Untuk memadamkan api, Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan menurunkan sekitar 7 unit armadanya. Terlihat juga petugas pemadam melakukan evakuasi penghuni ruko dengan menjebol pintu ruko.

Usai berhasil menjinakan api, para korban yang tewas langsung diboyong ke RSU dr Pirngadi Medan. Berdasarkan informasi, seluruh penghuni yang berada di lantai dua ruko tersebut tertidur pulas di dalam kamar. Namun, saat dievakuasi kondisi korban sudah berada posisi terpisah, ada didalam kamar dan ada juga di luar kamar.

Pihak kepolisian langsung melakukan identifikasi lokasi kejadian dengan memasang police line. Dan sekitar pukul 10.30 WIB, tim labotorium Forensik (Labfor) Polda Sumut turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Terlihat sejumlah petugas tim Labfor masuk ke dalam ruko terbakar untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti guna dilakukan penyelidikkan asal api.

Sementara itu Kapolsekta Medan Barat Kompol Nasrun Pasaribu saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan belum mengetahui persis penyebab kebakaran. “Tapi berdasarkan keterangan yang kita kutip, ada segumpalan asap keluar dari toko itu,” ujarnya.
Nasrun juga mengatakan belum ada satu pun saksi yang diperiksa. Sementara saksi kunci yakni Alfrin Boru Tumanggor belum bisa dimintai keterangan. “Dia masih dalam perawatan medis di rumah sakit,” sebut Nasrun.

Menurut penuturan seorang lelaki yang bertugas penjaga malam di sekitar lokasi kejadian, saat itu dirinya sudah melihat asap di lantai II, Senin (9/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB. “Setelah beberapa jam kemudian aku lihat lagi sudah tidak ada,” ungkap pria tegap yang enggan namanya dikorankan.
Lanjutnya, pada sekitar pukul 04.00 WIB, kembali melihat asap sudah mengepul keluar dari ruko ini. Dia pun mendengar jeritan dari lantai dua. “Saya lihat jam 4.00 WIB, asap sudah banyak dan api pun terlihat, serta di lantai II penghuni ruko menjerit minta tolong,” akunya.

Lurah Pulo Brayan Kota, Sahut Sinaga, memastikan kalau ada dua warga asing yang menjadi korban. “Memang kedua warga yakni Amei dan Yong Fang tidak terdaftar sebagai penduduk saya. Mereka berdua selama ini bekerja di Taiwan dan keperluan mereka ke Medan adalah untuk kunjungan keluarga,” ujar Sahut Sinaga.

Hal ini diamini Acui (38), seorang wanita kerabat korban. “Dari ketujuh itu, hanya lima anggota keluarga. Semuanya meninggal saat sedang terlelap tidur,” katanya saat di depan pintu ruang instalasi jenazah.

Ahli Forensik RSU Dr Pirngadi Medan, Dr Surjit F Singh mengatakan, bahwa semua korban mengalami luka bakar 100 persen pada tubuhnya. “Korban tewas akibat tertidur pulas. Ini diketahui karena tak ada gerakan pada otot korban  seperti gerakan berlari atau gerakan keras lainnya. Tapi mengenai hasil pemeriksaan lebih lanjut merupakan wewenang dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Tewas dalam Keadaan Berkabung

Menurut penuturan abang ipar Ana yakni Henkyjen (42), keluarga Ana sejatinya masih dalam keadaan berkabung. Beberapa hari sebelumnya, suami Ana yakni Anjen, meninggal karena penyakit jantung.

“Anjen meninggal dunia baru sekitar 20 hari yang lalu. Kini istri Anjen bersama anak-anaknya pergi untuk selama-lamanya. Baru saja meninggal suaminya, kini dia (Ana) pergi,” ujar Henkyjen dengan mata berkaca-kaca.

Diceritakan Henkyjen yang sangat sedih kehilangan adik ipar dan keponakannya ini, waktu kebakaran terjadi, dia sedang tertidur lelap. Tiba-tiba tidurnya terbangun setelah telepon genggamnya berdering sekitar pukul 04.36 WIB.  Terlihat di layar ponsel nama Ana. Namun, saat ponselnya hendak diangkat, nada panggil terputus.

Saat itu dirinya langsung keluar dari rumahnya. Pasalnya, rumah Henkyjen dengan lokasi terbakar hanya berjarak 10 meter. “Karena firasat saya tak enak setelah telepon dari adik ipar saya yang tiba-tiba putus, saya langsung menghampiri rumah adik ipar saya itu,” ujarnya.

Setelah tiba di depan ruko Ana, dirinya sudah melihat gumpalan asap dan api. “Aku lihat tetangga menjerit ada kebakaran. Aku mau mendekati rumah Ana tapi rumah itu sudah terbakar,” ujarnya.

“Aku mau menyelematkan adikku dan orang di dalam tapi dihalangi petugas,” tambahnya.

Soal keberadaan dua tamu dari Taiwan itu pun dijelaskan Henkyjen. Kehadiran keduanya di Kota Medan tak lain untuk bersama-sama merayakan Cheng Beng. Keduanya merupakan sanak saudara Ana. Selain merayakan Cheng Beng dan bertamu ke ruko Ana. Pasalnya Ana masih berkabung setelah suaminya Anjen meninggal Dunia.

Keduanya baru tiba pada Minggu (8/4) yang lalu. “Keduanya pun berencana berziarah ke kuburan suami si Ana hari ini (Kemarin, Red),” ujarnya.

Kalau Saja Pintu tak Berlapis-lapis

Wali Kota Medan Rahudman Harahap langsung mendatangi RSU Pirngadi untuk melihat korban. “Kita perihatin atas korban. Secara medis untuk pemeriksaan luar terhadap korban sudah dilakukan oleh tim, jadi menunggu saja dari penyidik apakah perlu dilakukan visum,” kata Rahudman usai melihat kondisi ketujuh korban kebakaran di kamar mayat RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (10/4) siang.

Dikatakannya, kawasan tempat tinggal korban merupakan Ruko yang melebihkan fasilitas dengan menambah pintu besi sebagai pengaman. “Kalau beginikan kejadiannya, petugas Damkar Medan jadi susah. Untuk itu saya himbau kepada masyarakat mengambil langkah-langkah agar tidak terulang kembali peristiwa ini,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat serta pemilik ruko minimal memiliki pintu keluar dan racun api. “Sudah berapa kali kubilang, masyarakat maupun pemilik ruko menyediakan alat pencegah kebakaran seperti racun api serta menata lokasi tempat tinggal agar tidak menyulitkan kalau terjadi peristiwa,” ujarnya.
Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan, M Tampubolon mengaku kesulitan saat memadamkan api dan tidak mengetahui kalau ada orang di dalam ruko tersebut. “Kami akui kesulitan, karena tidak tahu ada orang di atas. Kami saja meraba-raba saat mencoba masuk ke dalam ruko saat melakukan penyeseran dari lantai I, kalau dari atas ditakutkan dituduh pencuri. Bisa saja kami rusak dengan menarik troli. Tapi nanti apa kata orang? “ ucapnya.

Dijelaskannya, penyebab kebakaran karena korslet listrik yang terbakar di lantai I. Sehingga api yang membakar seluruh barang-barang eletronik mengeluarkan asap yang mengandung racun. “Awalnya terbakar dibawah, sementara korban sedang tidur di dalam kamar lantai II. Kalau saja pintu tersebut tidak terkunci sampai berlapis-lapis, korban bisa selamat. Kalau dari hasil visum tadi, korban tewas karena terhirup asap karena tidak mengeluarkan darah,” jelasnya. (gus/jon/adl/mag-11)

Sempat Gandeng Tangan Majikan

Korban selamat Alfrin Boru Tumanggor belum bisa diwawancarai. Dia masih trauma. Warga Desa Silencang Kecamatan Parlilitan, Humbahas itu pun langsung panik begitu sinar lampu.

Seorang sumber yang berhasil berbincang dengan korban menceritakan kalau Alfrin sejatinya bisa menyelamatkan majikannya. Keterangan ini didapat sumber saat korban dalam keadaan tenang. Perbincangan pun mengalir meski durasinya tak panjang. Korban bolak-balik panik. Keterangan ini didapat saat Sumut Pos mendatangi ruang perawatan Alfrin, di RS Imelda, tepatnya ruang Mawar Lantai II Kelas IA 206, Selasa Siang (10/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

Ceritanya, Alfrin sudah bekerja di keluarga itu selama enam bulan. Nah, saat kejadian, Alfrin masih sempat bergandengan tangan dengan sang majikan untuk menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan tubuh majikan dan anak-anaknya. “Pengakuannya (Alfrin), dia tidak mengetahui secara pasti asal api yang membakar ruko majikannya itu. Hanya saja Alfrin terbangun karena mendengar sebuah ledakan besar dari rumah itu.

Karena cuaca panas yang menyelimuti gedung, Alfrin langsung keluar kamar dengan posisi meraba karena listrik padam. Dia pun bergantung dengan sinar handphone. Bahkan ketika itu, dia sempat menemui sang majikannya (Ana) dan bergandengan tangan untuk bersama menyelamatkan diri ke lantai tiga,” ujar sumber menirukan pengakuan korban saat di RS Imelda.

Di lantai II yang menghubungkan lantai III, korban dan majikannya sempat mendobrak pintu besi di lantai tersebut. Pasalnya, pintu itu sudah sangat panas. Sesampainya di lantai III, bukannya langsung melompat, majikannnya justru memilih kembali ke lantai II dengan kondisi gelap gulita untuk menyelamatkan anak-anaknya. “Waktu majikannya di lantai II, Alfrin hanya bisa melihat asap dan kobaran terus membesar, sementara pintu yang menghubungkan lantai II dan III saat itu juga tertutup sehingga menghalangi majikannya untuk naik lagi ke lantai III,” terangnya lagi.

Api yang ketika itu terus membesar mambuat Alfrin hanya bisa pasrah dan tak mampu menolong majikannya. Hanya suara samar dari majikannya yang terus memanggil-manggil namanya. Bahkan dari pengakuan sumber tersebut, Alfrin dalam kondisi panik, masih sempat berhubungan lewat jaringan selulernya dengan keluarga majikannya Alung.

Namun karena kalap dan gagap, Alfrin tak tahu lagi harus berbuat bagaimana, sehingga dirinya memutuskan untuk langsung lompat dari lantai III. Bahkan Alfrin juga tidak mengetahui keberadaan HP-nya setelah itu.

“Dia tak tahu kayak mana proses lompatnya, yang dia tau setelah lompat dari lantai III dia sudah berada di rumah sakit,” ujar sumber tersebut.
Pengakuan ini dibenarkan oleh petugas kepolisian Polsek Medan Barat, yang bertugas mendampingi korban di ruang perawatan. Dari informasi sejumlah perawat, pascatragedi kebakaran dan mendapatkan perawatan di rumah sakit, tak banyak kalimat yang keluar dari mulutnya.

Hanya saja, sesekali Alfrin mengamuk dan melempari serta mengusir orang yang berada di sekitar ruang perawatannya. Bahkan ketika tidur, korban juga sering mengigau, meskipun tak jelas apa yang dikatakannya.

“Tadi dia sempat mengamuk dan melempari orang di sekelilingnya dengan kursi, selimut, dan botol yang berada di ruangan. Dia juga terlihat takut dengan keramaian sehingga mengusir orang yang ada di sekitarnya. Bahkan untuk menenangkannya, Alfrin harus mendapatkan suntikan penenang. Setidaknya sejak dirawat dari pukul 08.00 WIB, dia (Alfrin) sudah mendapatkan dua kali suntikan penenang (ampul), namun yang kedua kalinya tidak penuh,” ungkap Perawat Ruangan RS Imelda, Yuli saat dikofirmasi wartawan koran ini.

Sementara untuk kondisi fisiknya, lanjut Yuli, korban Alfrin hanya mengalami luka gores pada bagian tangannnya. Selain itu tubuh korban juga tidak mengalami luka melepuh akibat terbakar, hanya merasakan panas pada bagian telapak kakinya sehingga diletakkan timun untuk mendinginkannya.
Hal yang sama dikatakan perawat RSU Imelda lainnya, Kiki. “Korban sering mengatakan kepanasan. Kalau lihat cahaya lampu, selalu berteriak ‘api-api’,” ujarnya. (uma/gus)