25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13697

Warga Batubara Ngemis di Kota Lemang

Melihat Razia Gepeng oleh Sat Pol PP Kota Tebingtinggi

Beralasan menata kota sudah mulai rusak dan banyaknya keluhan warga akibat ulah pengemis yang menyesaki kota. Sat Pol PP Kota Tebingtinggi menertibkan gelandangan dan pengemis (Gepeng). Dari razia itu, banyak pengemis berasal dari Kabupaten Batubara.

Sebanyak 17 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tebingtinggi dari beberapa ruas jalan di inti kota. Kehadiran Gepeng itu menggangu keindahan dan ketertiban serta membuat kemacaten lalu-lintas di kota yang terkenal dengan lemangnya.
Demikian disampaikan Kepala Sat Pol PP Kota Tebingtinggi, M Guntur Harahap, Kamis (5/4) petang. Menurut dia, kehadiran Gepeng di sejumlah ruas jalan di inti Kota Tebingtinggi sangat mengganggu, bahkan membuat kemacetan.

“Gepeng ini kerap sekali duduk di lampu merah (traffic light, Red) akibatnya jalanan sering macet dan banyak warga yang mengeluhkannya, jadi kami menertibkan Gepeng untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Menurut dia, gepeng yang jumlahnya semakin banyak itu akan diserahkan ke Dinas Sosial Tebingtinggi untuk dilakukan pembinaan, kemudian jika masih memiliki rumah atau punya keluarga, maka akan dikembalikan ke keluarganya masing-masing. “Ternyata setelah kami data banyak Gepeng berasal dari Batubara,” sebutnya.

Seorang Gepeng yang diamankan Sat Pol PP, Wahyu (11) warga Batubara mengaku sudah seminggu menjalani profesi sebagai Gepeng.
Dalam menjalankan rutinitasnya, pria yang tergolong anak-anak itu memegang kotak amal sumbangan mesjid. Setiap harinya ia diberi upah Rp20 ribu.
“Setiap sore saya menyetor ke Wak Ayu, kemudian kami menerima upah Rp20 ribu. Saya diantar sampai depan Stasiun Kereta Api di Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi,” katanya.

Lebih lanjut, teman Wahyu, Anto menyampaikan, ada kabar dari teman-teman, yang mengatakan mencari uang dengan cara meminta-minta berkedok memakai sumbangan kotak amal sangat mudah.

“Mamak yang bilang, anak-anak yang megang kotak amal dikordinir dari pergi hingga pulang kekampung,” katanya yang juga warga Batubara.
Sementara itu Gepeng lainnya, Bu Ijah (64) yang juga warga Batubara menangis saat dinaikan ke mobil petugas. Bahkan, sempat meronta-ronta saat ditangkap Sat Pol PP.

“Saya diajak untuk mengemis, jadi saya ikut saja. Setelah kita dijalani mengemis beberapa bulan, pendapatannya lumayan. Satu hari bisa Rp120 ribu,” cetus wanita yang mengaku janda itu.
Dia menambahkan, dirinya terpaksa mengemis karena tidak memiliki sumber penghasilan dari mana pun. Hal itulah yang membuatnya harus rela menjadi pengemis. (mag-3)

SSB Dispora Tekuk Bina Pratama

MEDAN- SSB Dispora Medan memuluskan langkahnya melaju ke babak semi final setelah mengalahkan SSB Bina Pratama dengan skor 1-0 pada laga penyisihan Turnamen Alumni PPLP U-15 se-Sumatera Utara 2012 di Lapangan PPLP Jalan Pembangunan Sekolah Medan Sunggal, Jumat (6/5).
Gol semata wayang milik SSB besutan Budi Pranoto itu tercipta Wibisono (40′).

Dengan demikian setelah kesebelasan yang berada di poll B itu akan meraih tiket ke babak semi final apabila berhasil memenangkan satu pertandingan lagi, dan minimal meraih skor imbang pada laga penyisihan berikutnya.

Usai pertandingan, Budi Pranoto Kepala Pelatih mengaku bangga kepada anak asuhnya setelah memenangkan pertandingan itu.
“Tentu kami akan terus melakukan evaluasi permainan meski memenangkan pertandingan ini, sehingga target minimal raih semi final tercapai,” katanya.
Budi juga mengatakan akan menerapkan penguatan lini penyerang dalam pertandingan berikutnya melawan SBB Daun Emas. “Saya selalu menerapkan sikap jangan cepat puas kepada anak-anak karena tim yang akan kami hadapi ke depan begitu berat,” katanya mengakhiri. (mag-10)

Subhan-Rizal Kembali Bersaing, Ijeck Optimis

Kejurnas Reli 2012 Seri I

MEDAN- Para pereli mulai menebar psy war dan siap unjuk gigi pada ajang Seri I North Sumatera Rally Championship 2012 yang juga Seri pembuka Kejuaraan Nasional Rally Championship 2012 mulai Sabtu (7/4) hari ini hingga Minggu (8/4) besok di Perkebunan Lonsum Langkat. Termasuk pereli nasional, Subhan Aksa dan Rizal Sungkar yang terakhir bersaing pada 2009 lalu di ajang Kejurnas. Para pereli tuan rumah juga tak mau tertunduk di kandang sendiri.

“Bagi saya ajang ini sangat baik untuk pemanasan menghadapi World Rally Championship (WRC). Ini berarti pertarungan saya kembali dengan Rizal sejak 2009. Selain itu semua pereli lainnya terutama pereli tuan rumah patut diwaspadai. Seperti Ijeck, Dodi, Harun juga Ivan Iskandar yang kembali turun bertanding,” ujar Subhan yang berpasangan dengan co-driver, Hade Mboi, Jumat (6/4) kemarin.

Selain itu bagi juara nasional tahun 2009 dan 2010 ini, ini merupakan kesempatannya menguji Mitsubishi Evo X yang akan digunakannya di WRC nanti. “Ini kali pertama saya akan menguji Evo X. Kendaraan sejenis yang juga akan saya gunakan di WRC. Walaupun persiapannya untuk even ini memang singkat, tapi saya yakin akan bisa mengungguli yang lainnya,” katanya optimis.

Dengan cuaca buruk di Sumut, Subhan justru tertantang. Apalagi rute yang akan ditempuh dengan 11 Special Stage (SS) di perkebunan Langkat dari pantauannya cukup menantang. “Mungkin rute kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan Rambung Sialang. Kali ini sungguh Medan sekali. Kalau pun hujan saya pikir justru lebih menantang. Untuk itu saya sudah persiapkan diri baik fisik maupun kondisi mesin yang siap melesat menjadi yang tercepat,” jelasnya.

Sementara itu Rizal Sungkar yang berpasangan dengan co-drivernya, Anthony Sarwono dengan Subaru N12 andalannya  juga termotivasi untuk menjadi yang tercepat setelah absen di dua Kejurnas sebelumnya. “Saya terakhir main di Kejurnas tahun 2009 karena ketika itu saya lihat pesertanya juga tidak banyak. Tapi melihat persaingan yang kompetitif saat ini saya tertantang dan memutuskan ikut tahun ini. Saya telah survei rute dan kita sudah melakukan persiapan yang cukup baik,” ujarnya.

Sementara pereli andalan tuan rumah, Musa Rajekshah yang berpasangan dengan Uche meski start di belakang Subhan dan Rizal melontarkan nada optimis. “Kan startnya saja yang posisi tiga. Hasil akhirnya tentu berbeda,” ujarnya diiringi senyum optimisnya.

Dengan persiapan yang cukup, Ijeck yang juga Ketua IMI Sumut siap melahap 11 SS dengan maksimal. “Persiapan saya dan Uche sudah cukup baik. Saya optimis di Seri I ini bisa meraih juara. Apalagi kita tuan rumah,” pungkasnya.

Dodi Shah juga tak mau kalah menebar optimisme. “Tidak ada strategi ataupun trik-trik khusus. Sebelumnya dua kali mobil saya sangkut meskipun akhirnya bisa finish. Kali ini saya akan menunjukkan performa yang lebih baik,” ujar pereli yang berpasangan dengan Prihatin Kasiman ini.

Ancaman turut hadir dari pereli veteran, Ivan Iskandar yang kembali turun setelah sempat lama absen di dunia reli. Pereli dari Syndicate Indonesia ini kali ini memboyong co-driver wanita asal Thailand, Asaisart Nipaporn. “Selama ini saya absen namun melihat kesungguhan IMI Sumut dan para pereli-pereli muda menggelar even nasional. Karena itu saya putuskan turun. Co driver saya asal Thailand memang saya cari wanita dan muda karena sudah sangat jarang wanita di dunia reli. Dia juga bisa sampaikan kondisi Sumut yang layak dan aman untuk menggelar kejuaraan internasional,” katanya.
Nipaporn yang turut hadir saat temu pers di Speed Line kemarin mengaku siap memberikan yang terbaik sebagai navigator Ivan. “Saya akan berikan kemampuan saya yang terbaik sebagai navigator,” katanya singkat. Kejurnas Seri I ini akan diikuti 22 pereli. Dua peserta mendaftar di saat-saat akhir antara lain Akbar Buchari  berpasangan Oky Mas Boy dan Reza Fakhri berpasangan Adolf Bastian.(mag-18)

Navigator Wanita Ramaikan Langkat Rally

MEDAN-Seri I North Sumatera Rally Championship (NSRC), Langkat Rally 2012, dengan label Kejurnas 2012 putaran pertama di kawasan perkebunan Lonsum, Kab. Langkat, Sabtu dan Minggu (7-8/4), tak ayal menjadi magnet bagi tim-tim kuat untuk berkompetisi.

Tim Syndicate Indonesia menjadi salah satu tim yang menunjukkan eksistensi berlomba dengan menurunkan tiga pasangan pereli, semuanya berlaga di grup N. Ditemui di Medan, Kamis (5/4) malam, Manajer Tim Syndicate Indonesia, Iqbal Aziz, mengatakan timnya menurunkan Erwin Mancha/Maman Aruman di atas Subaru Impreza, M Hidayat/Ade Ramadhan (Mitsubishi Lancer Evo IX) serta Ivan Iskandar yang didampingi navigator wanita asal Thailand, Nipaporn Asaisart, juga di atas Subaru Impreza.

Dikatakan, kehadiran tim Syndicate, selain meramaikan persaingan, juga ingin memperlihatkan komitmen di dunia otomotif Tanah Air, khususnya di arena reli.

“Tim Syndicat hadir dengan kekuatan penuh menurunkan tiga perelinya. Tentu dengan harapan bisa meraih hasil terbaik menempati barisan pada hasil akhir nanti. Setidaknya salah satu dari kami bisa masuk 5 Besar,” ucap Ivan Iskandar.

Dikatakan, Erwin Mancha masih merupakan pereli andalan mereka, jika ditilik dari pengalaman, karena sejak 1990-an telah terjun di arena reli Sumut, saat kejuaraan menyandang titel APRC.“Saya juga sudah ikut reli di tahun 1990, tetapi setelah itu lebih banyak absen karena kesibukan pekerjaan,” tuturnya.

Namun, tandas Ivan, pihaknya kita juga punya komitmen untuk ikut mempromosikan ajang kebanggaan Sumut ini, yang ingin meningkatkan jejaknya menjadi kejuaraan dunia, sesuai harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck. “Kita ingin ikut berperan untuk mewujudkan harapan itu dengan mempromosikannya,” katanya.

Karenanya, saya memilih navigator asal Thailand yang bisa menjadi ambassador mempromosikan event tersebut.

Di tempat terpisah, Pimpinan Perlombaan Elwin Siregar menyebut, Langkat Rally 2012 diikuti 22 pasangan pereli yang berlomba di tiga kategori, yakni grup N, GR2 serta N15. Panpel, katanya, telah siap menggelar event kebanggaan warga Sumut ini sehubungan dengan rampungnya segala persiapan, dan Jumat (6/4) ini berlangsungnya acara scrutineering kendaraan yang dilanjutkan dengan briefing peserta.

Di antara pereli nasional yang tampil, termasuk juara nasional asal Subhan Aksa dengan navigator Hade Mboi, Rizal Sungkar/Anthony Sarwono (DKI), Erwin Mancha serta Ryan dan Ronal Nirwan (Kaltim). Dari Sumut, ada Ijeck. Doddy, Harun Nasution serta Andy Jachmoon/Arjie dan Eddy WS/S Adil.
Peserta Langkat Rally 2012 akan dilepas pada acara start di Alun-alun Kantor Bupati Langkat di Stabat, Sabtu (7/4) pagi pukul 08.30 Wib. Pada pukul 11.02 peserta memulai persaingan di tiga SS awal, yakni di SS 1 Boyan, SS 2 Langkup, dan SS 3 di Bandar Telu.

Usai istirahat siang, kompetitor masih bertahan masih harus menyelesaikan dua SS tersisa di hari pertama, yakni dengan kembali melintasi SS 4 dan 5 yang juga berlangsung di Boyan dan Langkup. Kejuaraan yang mengambil lokasi di kawasan perkebunan Lonsum ini total memperlombakan 11 SS dengan jarak tempuh total 158,86 km. (mag-18)

Petenis Medan Mendominasi

Turnamen Tenis Nasional Piala Gubsu 2012

MEDAN-Petenis tuan rumah Kota Medan berhasil merebut dua gelar juara dari kelompok junior pada Turnamen Tenis Nasional Piala Gubsu 2012 di Lapangan Kebun Bunga Medan, Jumat (6/4).

Gelar juara pertama Medan dipersembahkan Mita Septian di nomor tunggal putri U-16 usai menaklukkan atlet Pematangsiantar, Nisa El Hasanah 6-4, 6-2. Gelar juara kedua Medan diraih pasangan ‘gado-gado’ Medan/DKI, M Yazid Daulay/M Adil Aziz Lubis di nomor ganda putra U-16 setelah mengalahkan Iqbal Bilal/Rizky (Batam) 6-7, 6-4, 10-7.

Selain merebut dua gelar juara, beberapa petenis Medan juga tampil di final, sebelum akhirnya harus mengakui lawan-lawannya. Pada nomor tunggal putra U-14, petenis Medan, Lukman Yazid, gagal juara setelah ditaklukkan petenis Sumbar, M Nursalim Yahya 4-6, 2-6.

Demikian juga di nomor tunggal putri U-14, petenis Medan, Siti Sarah, harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Alma Ardila (Sabang, Aceh) 1-6, 1-6. Unggulan pertama Medan, TM Bintang, yang tampil di tunggal putra U-16 tampil di peringkat kedua akibat kalah dari Iqbal Bilal (Batam) 6-3, 3-6, 3-10.

Ganda putri Medan, Mita Septiani/Siska Ayu Pratiwi yang tampil di kelompok U-16, gagal meraih gelar juara setelah di final harus mengakui keunggulan Alma Ardila/Riski Harmaiyani (Sabang, Aceh) 6-7, 4-6.

Sebelumnya, empat petenis kelompok senior andalan Sumut yang akan tampil di PON XVII/2012 di Riau, yakni Habibi S, M Ikmal Hisam, Alfonso T Bangun, dan Yazid Daulay, gagal melangkah ke babak 8 Besar tunggal putra setelah di babak kedua dikalahkan lawan-lawannya.

Habibi menyerah 3-6, 2-6 atas Sebastian Dacosta (Kaltim), demikian dengan Ikmal Hisam yang juga kalah dari Sebastian Dacosta 6-1, 6-0. Sebastian juga sukses mengalahkan petenis andalan tuan rumah lainnya Yazid Daulay 6-1, 6-4. Sedangkan Alfonso kalah dari Kurnia Surianto (Jateng) 3-6, 4-6.
Turnamen yang berlangsung 1-8 April itu merupakan rangkaian peringatan HUT Provinsi Sumut ke-64 dan diikuti lebih dari 200 peserta berasal dari 17 provinsi di tanah air. (jun)

Navigator Wanita Ramaikan Langkat Rally

MEDAN-Seri I North Sumatera Rally Championship (NSRC), Langkat Rally 2012, dengan label Kejurnas 2012 putaran pertama di kawasan perkebunan Lonsum, Kab. Langkat, Sabtu dan Minggu (7-8/4), tak ayal menjadi magnet bagi tim-tim kuat untuk berkompetisi.

Tim Syndicate Indonesia menjadi salah satu tim yang menunjukkan eksistensi berlomba dengan menurunkan tiga pasangan pereli, semuanya berlaga di grup N. Ditemui di Medan, Kamis (5/4) malam, Manajer Tim Syndicate Indonesia, Iqbal Aziz, mengatakan timnya menurunkan Erwin Mancha/Maman Aruman di atas Subaru Impreza, M Hidayat/Ade Ramadhan (Mitsubishi Lancer Evo IX) serta Ivan Iskandar yang didampingi navigator wanita asal Thailand, Nipaporn Asaisart, juga di atas Subaru Impreza.

Dikatakan, kehadiran tim Syndicate, selain meramaikan persaingan, juga ingin memperlihatkan komitmen di dunia otomotif Tanah Air, khususnya di arena reli.

“Tim Syndicat hadir dengan kekuatan penuh menurunkan tiga perelinya. Tentu dengan harapan bisa meraih hasil terbaik menempati barisan pada hasil akhir nanti. Setidaknya salah satu dari kami bisa masuk 5 Besar,” ucap Ivan Iskandar.

Dikatakan, Erwin Mancha masih merupakan pereli andalan mereka, jika ditilik dari pengalaman, karena sejak 1990-an telah terjun di arena reli Sumut, saat kejuaraan menyandang titel APRC.“Saya juga sudah ikut reli di tahun 1990, tetapi setelah itu lebih banyak absen karena kesibukan pekerjaan,” tuturnya.

Namun, tandas Ivan, pihaknya kita juga punya komitmen untuk ikut mempromosikan ajang kebanggaan Sumut ini, yang ingin meningkatkan jejaknya menjadi kejuaraan dunia, sesuai harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck. “Kita ingin ikut berperan untuk mewujudkan harapan itu dengan mempromosikannya,” katanya.

Karenanya, saya memilih navigator asal Thailand yang bisa menjadi ambassador mempromosikan event tersebut.

Di tempat terpisah, Pimpinan Perlombaan Elwin Siregar menyebut, Langkat Rally 2012 diikuti 22 pasangan pereli yang berlomba di tiga kategori, yakni grup N, GR2 serta N15. Panpel, katanya, telah siap menggelar event kebanggaan warga Sumut ini sehubungan dengan rampungnya segala persiapan, dan Jumat (6/4) ini berlangsungnya acara scrutineering kendaraan yang dilanjutkan dengan briefing peserta.

Di antara pereli nasional yang tampil, termasuk juara nasional asal Subhan Aksa dengan navigator Hade Mboi, Rizal Sungkar/Anthony Sarwono (DKI), Erwin Mancha serta Ryan dan Ronal Nirwan (Kaltim). Dari Sumut, ada Ijeck. Doddy, Harun Nasution serta Andy Jachmoon/Arjie dan Eddy WS/S Adil.
Peserta Langkat Rally 2012 akan dilepas pada acara start di Alun-alun Kantor Bupati Langkat di Stabat, Sabtu (7/4) pagi pukul 08.30 Wib. Pada pukul 11.02 peserta memulai persaingan di tiga SS awal, yakni di SS 1 Boyan, SS 2 Langkup, dan SS 3 di Bandar Telu.

Usai istirahat siang, kompetitor masih bertahan masih harus menyelesaikan dua SS tersisa di hari pertama, yakni dengan kembali melintasi SS 4 dan 5 yang juga berlangsung di Boyan dan Langkup. Kejuaraan yang mengambil lokasi di kawasan perkebunan Lonsum ini total memperlombakan 11 SS dengan jarak tempuh total 158,86 km. (mag-18)

KONI Sumut Lepas Atlet Wushu Try Out ke China

MEDAN-KONI Sumatera Utara memberangkatkan 16 atlet cabang wushu untuk menjalani training camp (TC) di China hingga Agustus mendatang. Rombongan atlet tersebut dilepas oleh Ketua KONI Sumut H Gus Irawan.

Pada kesempatan itu Gus Irawan didampingi Ketua Pengprov WI Sumut Master Supandi Kusuma, Ketua Harian KONI Sumut John Lubis, Sekum KONI Sumut Drs Chairul Azmi MPd, Wakil Ketua KONI Sumut Drs M Syahrir dan Prof Agung Sunarno di Pandepokan YKWI Jalan Plaju Medan, Kamis (5/4).
Dalam arahannya, Gus mengatakan bahwa Wushu tetap menjadi cabang andalan kontingen Sumatera Utara untuk mendulang raihan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Pekanbaru, Riau, seperti PON 2008 di Kalimantan Timur.

Pada saat itu, cabang wushu menyumbangkan sembilan medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu. “Kita berharap pada PON XVIII/2012 Riau, wushu dapat mengulang prestasi yang sama, bahkan kalau bisa lebih baik lagi dengan memborong semua medali emas yang disediakan,” katanya.

Selanjutnya Gus berpesan kepada atlet untuk benar-benar memanfaatkan peluang berlatih ke China tersebut, karena hasil yang diharapkan, bukan hanya untuk daerah, namun juga untuk negara karena PON hanya merupakan satu tangga untuk mencapai kesuksesan pada kejuaraan lainnya yang lebih tinggi.
“Setelah PON, akan ada SEA Games, Asean Games dan kejuaraan dunia lainnya. Untuk itu, para atlet yang berlatih di China agar benar-benar memanfaatkan peluang tersebut sebaik-baiknya untuk menambah ilmu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Wushu Indonesia Sumatera Utara Supandi Kusuma mengatakan, prestasi-prestasi atlet wushu Indonesia dalam beberapa kejuaraan tingkat dunia dewasa ini telah menjadi perhatian internasional.

“Prestasi yang diraih tersebut tentunya tidak terlepas dari proses latihan keras yang dilakukan selama ini. Termasuk juga atlet asal Sumatera Utara yang beberapa kali berhasil meraih juara pada beberapa kejuaraan internasional,” katanya.

Berlatih di China, lanjut dia, merupakan peluang yang sangat baik untuk semakin mengasah kemampuan atlet Sumut dalam upaya mencapai prestasi di PON XVIII/2012 seperti yang pernah diraih pada PON sebelumnya di Kalimantan Timur.

“Saya harap para atlet benar-benar disiplin selama latihan di China, dan juga harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan disana. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatih China, karena kita langsung berguru di negara asal wushu,” pungkasnya.
Ke-16 atlet Wushu Sumatera Utara tersebut akan berangkat dengan dua gelombang. Gelombang pertama terdiri dari atlet Sanshou menuju Zhengzhou yakni, Herna Sibuea, Mei Yulia, Haulian Gultom, Junita Malau, Hendrik Tarigan, Immanuel Sirait, Moses Milala, Dasmantua Simbolon, Hotma Dearma Purba dan pelatih Liu Zhen.(jun)

Festival DNC Gunakan Dua Lapangan

KISARAN- Hari pertama pertandingan kualifikasi festival Danone Nation Cup (DNC) tahun 2012  atau  Festival Sepak Bola Anak se-Dunia yang dijadwalkan selama dua hari, Jumat (6/4) dan Minggu (8/4) berjalan sukses. Tapi mengingat waktu hanya dua hari untuk 16 pool dengan 48 Tim, panitia terpaksa memakai dua lapangan bola kaki PTPN 3 Kebun Sei Dadap Kecamatan Air Batu, Asahan.

Untuk lapangan I berlangsung 24 pertandingan dan begitu juga pada lapangan II berlangsung 24 pertandingan dengan lama bertanding  2 x 10 menit.
Hanya saja yang dapat dipertandingkan pada hari pertama di lapangan I sebanyak 14 kali bertanding dan lapangan II sebanyak 13 kali. Sedang sisanya atau yang tidak sempat bertanding  akan dilanjut Minggu sekaligus pada hari itu juga dilangsungkan final.

Selanjutnya dari seluruh tim yang ikut berlaga yang berasal dari delapan kabupten/kota yaitu Kabupaten Simalungun, Tapanuli Tengah, Batu Bara, Labuhan Batu, Labura, Kota Tebing Tinggi, Kota Tanjung Balai dan tuan rumah Asahan akan  diambil 6 tim dan selanjutnya akan mengikuti kualifikasi lanjutan di Medan untuk tingkat provinsi.

Penanggung Jawab Even, HM Wahyudi didampingi salah seorang panitia Isnanto kepada menyebutkan setelah kualifikasi usai akan diambil 6 tim untuk ikut kualifikasi tingkat provinsi Sumatera Utara bersama dengan 6 tim pemenang dari masing-masing daerah tempat dilaksanakan kualifikasi di luar Asahan seperti Medan, Langkat dan Deliserdang.

Amatan METRO (Grup Sumut Pos), kualifikasi  Festival Sepak Bola Anak se-Dunia  untuk  U-12 di Lapangan Bola Kaki PTPN-3 Kebun Sei Dadap  berjalan tertib dan sportif.

Tidak terlihat permainan kasar atau pelanggaran yang membahayakan. Anak-anak tersebut berusaha menciptakan pertandingan tersebut sebagai ajang melatih diri untuk menjadi persepak bola yang profesional. (van/smg)

Misi Curi Poin

Surabaya- Cerita soal pertemuan PSMS versus Persebaya di Indonesian Primer League (IPL) musim ini menyisakan duka bagi PSMS. Main di Teladan awal musim lalu, PSMS kalah 1-2. Tapi kini kekuatan Ayam Kinantan sudah jauh berbeda.

Sejak ditangani pelatih asal Italia Fabio Lopez, PSMS banyak mengalami perubahan. Pola permainan baik taktik dan strategi juga mengalami perubahan drastis. Ya walaupun sejauh ini PSMS masih berada di posisi juru kunci klasemen sementara.

“Di putaran pertama kita akui memang kita kalah mental dan jumlah. Saat itu pemain kita juga masih 13 orang. Namun, dengan sejumlah amunisi yang kita miliki sekarang, kita yakin bisa mencuri poin di sini (Surabaya),” ungkap asisten pelatih PSMS M Khaidir, Jumat (6/4).

Menurut Khaidir, gaya permainan kedua tim cenderung sama. “Kita sama dengan mereka sama-sama bermain terbuka dan ngotot. Bedanya, kita memiliki modal semangat dan motivasi lebih. Karena dari tiga pertandingan terakhir di putaran pertama kita bisa curi poin di kandang lawan,” tuturnya.
“Dengan hal ini, saya yakin tim lebih termotivasi untuk membalas kekalahan dalam partai revans ini. Kalau mereka bisa kalahkan kita di Teladan, kita juga bisa kalahkan mereka di Gelora Bung Tomo,” tegas Khaidir semangat.

Sebelum berangkat menuju Surabaya, skuad besutan Fabio Lopez ini sempat berlatih di lapangan Baterai P sekira pukul 08.00 WIB. Mengaplikasikan taktik demi taktik, Fabio kerap terlihat bersuara keras kepada pemain yang salah melakukan instruksi.

“Maklum, pelatih tak ingin anak asuhnya bermain di bawah performa untuk kali ini. Karena pertandingan kali ini termasuk laga gengsi,” timpal sekretaris tim Heru.

Namun, sangat disayangkan striker inti PSMS Kamil Sembiring yang diharapkan mampu menambah daya gedor malah absen pada pagi itu. “Ya, kita sudah coba hubungi namun tak ada jawaban. Atas hal ini coach memutuskan untuk tak mengikutsertakan Kamil ke Surabaya. Sebagai gantinya masih ada Heri Swandana,” tandas Heru. (saz)

Izin Laga Persebaya v PSMS Belum Beres

PANITIA pelaksana (Panpel) pertandingan Persebaya 1927 yang berlaga di arena Indonesia Premier League (IPL) tengah dibayangi rasa waswas gagal menggelar laga melawan PSMS Medan. Pernyebabnya, hingga H-2 laga yang menurut rencana digelar di Gelora Bung TOmo (GBT) Minggu besok (8/4), izin dari pihak kemanan belum keluar.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kesiapan tim. Tim PSMS dan perangkat pertandingan sudah tiba di Surabaya, kemarin (6/4). Alotnya izin pertandingan menurut Media Relation Persebaya, Ram Surahman, dikarenakan pihak keamanan masih trauma dengan maraknya demo BBM akhir bulan lalu.

“Kami menduganya demikian. Sebab, ada kekhawatiran dari pihak keamanan untuk mengeluarkan izin. Apalagi, ini melibatkan puluhan suporter Persebaya yang kami prediksikan akan memenuhi Stadion GBT,” ungkap Ram.

Ram menambahkan, hingga kemarin, pihak panpel masih tetap sesuai jadwal. “Kami masih optimis izin akan keluar. Sebab, semuanya masih sesuai dengan rencana yang ada. Tim tamu sudah di Surabaya berikut perangkat pertandingan. Kami juga akan menggelar Technical Meeting (TM ) yang wajib dilakukan oleh tuan rumah H-1 pertandingan,” terang Ram. Menurut rencana, TM akan dilakukan hari ini.

Meski optimis, Ram juga tidak menampik bila izin dari pihak keamanan keluar dengan beberapa syarat. Di antaranya, pertandingan akan digelar tanpa penonton.

“Kami siap saja bila itu menjadi opsi terbaik yang harus dilakukan oleh pihak keamanan. Namun, pihak keamanan juga perlu mempertimbangan beberapa hal. Di antaranya sikap suporter Persebaya yang mulai teruji ketika Persebaya bermain di kandang. Baik kalah dan menang, suporter relatif tertib dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan,” lanjutnya.

Karena itu, pihaknya berharap, pihak keamanan segera memberikan kepastian, apakah laga antara Persebaya 1927 versus PSMS 1950, Minggu besok bisa dilaksanakan atau tidak. “Namun, besar harapan kami agar pertandingan itu tetap digelar dengan penonton,” urainya.

Sementara itu, Pelatih Persebaya Divaldo Alves sudah mengantongi kelemahan PSMS dan menyiapkan strategi untuk meredam perlawanan tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Dengan tegas, dia meminta timnya untuk terus fokus dan sabar dalam memainkan skema 4-3-3 ketika mereka bertemu PSMS. Sebab, PSMS kini dilatih oleh pelatih asal Italia yang menerapkan pertahanan berlapis untuk mengantisipasi agresivitas Persebaya.

“Pelatih PSMS sekarang (Fabio Lopez) adalah pelatih asal Italia yang terkenal dengan pertahanan grendelnya. Mereka baru counter attack ketika lawan lengah. Itu yang harus kami antisipasi. Karena itu, kami berharap, pemain bisa lebih sabar dalam membangun serangan,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Laga melawan PSMS adalah kans bagi Persebaya untuk merebut puncak klasemen sementara. Pada saat bersamaan, pemuncak klasemen, Persibo Bojonegoro ditantang tim kuat Semen Padang. (ady/jpnn)