24 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13696

IAIN Terima 360 Calon Mahasiswa Melalui Jalur PSB

MEDAN- Tahun akademik 2012-2013, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara menerima 360 mahasiswa baru melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB). Untuk sosialisasinya, IAIN SU telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada 76 Madarasah Aliyah Negeri (MAN), Madrasah Aliyah Swasta (MAS) maupun pondok pesantren di Sumatera Utara.

Pendaftaran kepada calon mahasiswa ini ditujukan kepada calon mahasiswa yang memiliki prestasi, keterampilan serta pribadi yang baik untuk menjadi sarjana yang menguasai ilmu keislaman dan umum.

“Untuk jadwalnya akan dibuka sampai 9 April 2012 mendatang, dengan uang pendaftaran senilai Rp250.000,” ungkap Rektor IAIN SU Prof Nur A Fadhil Lubis melalui Kabag Akademi dan Kemahasiswaan, Drs Asy’ari MM kepada wartawan di Kampus II Jalan Willem Iskander, Medan Estate, kemarin.
Masih menurut Asy’ari, program PSB ini juga dimaksudkan untuk pemerataan kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan daerah dan meningkatkan kualitas keilmuan di IAIN SU.

Sampai saat ini, ungkap Asy’ari, ada lima sekolah dari berbagai daerah yang telah mengirimkan nama-nama siswanya. Kelima sekolah itu adalah MAS Al Ikhlas Bah Jambi, MAN Rantauprapat, MAN Dolok Masihul, MAN Tanjung Balai dan Pondok Pesantren Nurul Hakim Tembung.

Untuk tahun ini, kata Asy’ari, IAIN akan enerima 1.452 mahasiswa baru melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN). Melalui PSB 360 mahasiswa, Seleksi Mandiri 538 orang yang dapat berubah berdasarkan hasil SPMB-PTAIN.

“Sedangkan untuk Program Bidik Misi yaitu Program Pendidikan bagi Keluarga Miskin Berprestasi yang dikelola Kemendikbud, IAIN akan membuka kesempatan kepada 70 calon mahasiswa,” ungkapnya.(uma)

Perubahan Iklim Pengaruhi Sedimentasi Alur Pelayaran

BELAWAN- Sendimentasi di alur laut Pelabuhan Belawan kian menebal. Kondisi ini bukan cuma disebabkan pengaruh Sungai Nonang Belawan dan Sungai Deli, namun juga dapat dipengaruhi perubahan iklim atau muson Timur Laut yang terjadi di alur pelabuhan terbesar di Sumatera ini.

“Perumahan iklim saat muson Timur Laut yang terjadi menyebabkan gelombang yang signifikan dan menjadi penyebab utama terbentuknya sedimentasi di pintu masuk alur pelayaran Pelabuhan Belawan,” kata M Haris, Staf Teknik dan Pengembangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, kemarin (5/4).
Dia mengatakan, gelombang yang terjadi di sepanjang garis Pantai Belawan berasal dari gelombang laut yang datang dari arah Utara ke Timur Laut. “Mayoritas siltasi (pengendapan) di alur pelayaran terjadi pada lokasi Bouy 5 dan Bouy 1 dengan rata-rata siltasi sekitar 1,5 meter. Sementara diperkirakan angka siltasi maksimum adalah 2,6 meter per tahunnya,” terangnya.

Untuk kawasan pelabuhan Belawan Internasional Terminal Container (BICT), dia menyebutkan, kedalaman alurnya masih stabil. Dikatakannya, alur pelayaran Pelabuhan Belawan saat ini mencapai panjang 13,5 Km dengan lebar mencapai 100 meter dan kedalaman 8 meter LWS sampai dengan 10 meter LWS..(mag-17)

Pembobol Indomaret Terekam CCTV, Kerugian Rp28 Juta

LUBUKPAKAM- Aksi kawanan pencuri pembobol Indomaret di Jalan Pantai Labu, Desa Sekip, Lubukpakam, terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di setiap sudut minimarket tersebut. Akibat peristiwa itu, pemilik Indomaret mengalami kerugian Rp28 juta.

Aksi kawanan pencuri yang berjumlah empat orang ini baru diketahui Kepala Toko Erfina boru Girsang, Jumat (6/4) pagi pukul 07.00 WIB. Saat itu, Erfina hendak membuka pintu swalayan dan melihat gembok pintu depan sudah hilang serta rantai pintu kedua juga sudah putus.

Mengetahui hal itu, Erfina melaporkan peristiwa itu ke Polres Deliserdang. Kemudian kepolisian langsung melakukan olah TKP. Dari rekaman CCTV yang di pasang di beberapa sudut toko itu, diketahui pelaku yang berjumlah empat orang dan menggunakan penutup wajah (sebo) itu masuk sekitar pukul 01.30 WIB.

Selanjutnya beberapa jenis barang-barang yang berada di belakang kasir dimasukkan ke dalam karung palstik warna putih. Kemudian barang-barang itu dibawa menggunakan mobil Avanza warna hitam yang belum diketahui nomor polisinya yang diparkir di depan swalayan Indomaret.(btr)

Pelindo I Akui Lamban dalam Pengembangan Lahan

BELAWAN- PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, selaku pemegang Hak Pengelola Lahan (HPL) di kawasan pinggiran pantai perairan Belawan mengakui lamban dalam menyerap informasi terkait para investor asing yang mulai melirik kawasan tersebut. Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi studi amdal dan pengembangan di kantor Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (5/4) siang.

“Kita akui (Pelindo) terlambat dalam menerima informasi soal pengembangan lahan di pinggiran pantai. Kenapa masyarakat lebih dulu tahu, karena pihak terkait selaku perpanjangan tangan investor langsung melakukan survai ke pemukiman masyarakat,” kata Muhammad Haris ST, Staf Teknik dan Pengembangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.

Haris menambahkan, dalam rencana kerja pengembangan pelabuhan terbesar di Sumatera ini, pihak Pelindo I telah membuat rencana induk Pelabuhan Belawan yang dibagi atas tiga tahapan pengembangan dalam kurun waktu 25 tahun ke depan. Untuk tahap pengembangan jangka pendek dari tahun 2011-2015 di antaranya meliputi program pembangunan open storage, jembatan ke stasiun kereta api, terminal penumpang internasional dan domestik di Pelabuhan Belawan Lama.(mag-17)

Jembatan Rusak Terancam Diblokir

LANGKAT- Jembatan penghubung Desa Namo Sialang ke lokasi wisata Tangkahan di Kecamatan Batang Serangan mengalami kerusakan cukup parah sejak setahun terakhir ini. Walaupun sudah ada usulan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. Namun belum ditanggapi, sehingga warga berniat memblokir jalan dan jembatan.  Seperti diutarakan seorang warga di Desa Namo Sialangm, Amanta Sembiring, Jumat (6/4). Menurut dia, jembatan yang kondisinya rusak parah itu merupakan satu-satunya akses jalan ke Desa Namo Sialang dan Tangkahan di Kecamatan Batang Serangan.

“Sejak dibangun tahun 1982 lalu tidak ada perbaikan jembatan, bahkan setahun ini jembatan penghubung ke lokasi wisata Tangkahan tak diperbaiki,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, kondisi jembatan tersebut sudah dilapor ke Pemkab Langkat, tapi belum ditenggapi.  “Bila tak ada perhatian Pemkab, warga akan blokir jembatan,” katanya.

Kadis PU) Langkat, Bambang I, tak bisa dikonfirmasi via handphonenya.  (mag-4)

Usai Tenggak Bir, Ibu Dua Anak Tewas di Kios

SIANTAR-  Diduga kelebihan mengkonsumsi minuman jenis Bir, Elnaria br Sinaga (45) ditemukan tak bernyawa di rumahnya di lokasi eks Terminal Suka Dame Parluasan, Siantar Utara, Jumat (6/4) dini hari.

Jenazah Elnaria, ibu dua anak itu dalam posisi terlungkup, persis di ruang tengah rumah, yang juga kios usaha warung makan miliknya. Ibu dua anak itu pertama kali diketahui, Fridholin Silaen (41), yang merupakan pria yang sejak Februari 2011 hidup serumah dengan Elnaria.
Diketahui tewas tak wajar, Elnaria langsung dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar untuk keperluan outopsi, yang sebelumnya Fridholin melaporkan kejadian itu ke Polsek Siantar Utara.

Di temui di kamar jenazar RSUD dr Djasamen Saragih sekitar pukul 09.00 WIB, Fridholin menuturkan, saat ditemukan Elnaria sudah tak bernyawa. Memang, sebelumnya sempat jatuh dan pingsan. Tapi, kembali pulih.

Dia mengakui, usai bekerja sebagai buruh bongkar muat sayur-sayuran di dalam eks terminal Suka Dame atau sekitar 50 meter dari kios yang tempatinya. Saat bekerja, teman Elnaria sempat memanggil untuk segera pulang ke rumah. Saat itulah, dengan langkah terburu-buru menuju kios yang terbuat dari terpal itu.

“Baru saja dua langkah dari pintu masuk, tubuh korban dalam keadaan telungkup di atas tikar dalam kios yang hanya berukuran 5×6 Meter, saat memegang tubuh Elnaria dan hendak membangunkannya, sedikit terkejut karena tubuh sudah kaku,” ceritanya.
Kecurigaan semakin tak menentuk, ketika Fridholin melihat Elnaria tidak merespon apapun setelah berupaya dibangunkan. Bahkan, pipi Elnaria sempat ditamparnya beberapakali untuk menyadarkannya dari tidur.

Ternyata korban sudah tak bernyawa, saya sempat histeris,” ujarnya sembari mengatakan, rumah korban langsung diramaikan warga yang saat itu sedang beraktifitas menjajakan dagangan sayuran di dalam eks terminal Suka Dame.

Fridholin mengungkapkan, sebelum persitiwa itu, persisnya Kami (5/4) sekitar pukul 22.00 WIB dirinya pamitan kepada korban untuk bekerja bongkar. Tapi, sebelum beranjak pergi, sempat mengingatkan korban untuk tidak terlalu banyak menenggak minuman Bir yang saat itu sedang dilakukan bersama dua orang teman korban.

“Tapi saat itu saya malah lempar botol Bir kosong yang nyaris mengenai paha sebelah kanan saya,” ujarnya.  Kapolsek Siantar Utara, AKP M Nababan didampingi penanggungjawab Forensik, dr Reinhard Hutahaean menegaskan hingga kini sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangannya.
Lebih lanjut, Nababan menambahkan, sesuai keterangan dr Reinhard Hutahean, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya saja pada bagian dalam tubuh korban, diketahui sedang tidak hamil, namun terdapat kelainan pada Kista Ovarium atau cairan pada Uterus. Selain itu, Elnaria mengidap penyakit jantung. Pasalnya, berat jantung diketahui 380 Gram atau sudah melebihi berat jantung orang normal yang rata-rata beratnya, 180 Gram.

“Bahkan serabut jantung, cendrung keras yang berakibat fatal apabila seseorang dipengaruhi minuman berdosis alkohol. Terdapat juga tanda Aksipasia di paru-paru korban  hingga Forensik mengirimkan temuan cairan di paru-paru dan uterus ke labkrim Poldasu guna pemeriksaan Toksologi Anatomi,” ujarnya.

Setelah ditelisik, ternyata Elnaria merupakan janda yang ditinggal mati suaminya bermarga Situmorang. Dari perkawinan itu, dikaruniai dua anak, Tina (13) dan Sialosso (9). Kini, kedua anaknya ada di Bagan Batu, Rokan Hilir. Kedua anak itu kini diasuh keluarga dari suami Eliarna. (mag-5/smg)
Sedangkan kehadiran Fridholin Silaen disamping korban, baru diketahui sekitar bulan Februari 2011. Keduanya memilih bertempat tinggal di kios dalam eks Terminal Suka Dame. (mag-5/smg)

Bus Makmur Terbalik, 20 Penumpang Luka-luka

BILAHHULU- Bus Makmur BK 7969 DH tujuan Pekanbaru-Medan terbalik di Jalinsum Buluh Cina,  Bilahhulu,  Labuhanbatu, Jumat (6/4) sekitar pukul 03.20 WIB. Akibatnya, 20 penumpang bus terpaksa dibawa ke RSU Rantauprapat karena mengalami luka-luka.

Insiden naas itu terjadi, saat bus yang dikemudikan A Sianipar (54) melanju kencang melintasi tikungan. Tiba-tiba, bus yang membawa sekitar 50 penumpang lepas kendali. Akibatnya bus yang datang dari arah Pekanbaru menuju Medan terbalik.

Kanit Laka Polres Labuhanbatu, Aipda GM Siagian yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa itu murni kecelakaan lalu-lintas tunggal. Saat kejadian itu, supirnya lepas kendali karena terlalu kencang di jalan menikung.

Dia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya saja ada sebanyak 20 penumpang mengalami luka-luka cukup serius, sehingga harus menjalani perawatan di RSU Rantauprapat.

“Tidak ada korban jiwa, hanya korban luka dan telah dirawat di RSU Rantauprapat. Sedangkan supir bus dan bus Makmur sudah diamankan,”  katanya.
Seorang penumpang bus, Imanuel Butar-butar (45) mengatakan, saat kejadian, dirinya tidak mengetahui persis karena saat itu dirinya sedang tertidur pulas. “Penumpang lainnya juga sedang tertidur,” katanya. (cr1/smg)

Premiun Capai Rp6 Ribu per Liter

BATUBARA- Pasca dibatalkannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (31/3) lalu. Ternyata tak berpengaruh di Kabupaten Batubara. Harga BBM eceran mencapai Rp7 ribu per liter. Amatan Metro Asahan (Grup Sumut Pos) di berbagai tempat pengecer BBM di Batubara. Harga eceran minyak premium dan solar bervariasi mulai Rp6 ribu perliter hingga Rp7 ribu per liter.

Seperti diungkapkan seorang pengecer minyak bensin, Yustinar(30) warga Seibalai mengaku menjual premiun Rp6 ribu per liter dan solar Rp7 ribu per liter.

“Harga itu sudah sama seperti pedagang lainnya di Seibalai,” ujarnya, Jumat (6/4).

Pedagang lainnya, Latifah warga Desa Empat Negeri, Limapuluh mengaku, menjual premium dengan harga yang sama seperti di Seibalai.

Lebih lanjut, pedagang lainnya di Kecamatan Air Putih, Amir mengatakan, kenaikan harga premium dan solar di tingkat pengecer dikarenakan setiap membeli premium dan solar dikenakan biaya Rp10 ribu per jeriken. Selain itu, dikenakan biaya antrean sebesar Rp1000 per jerikennya.

“Wajarlah kami naikkan harga minyak, karena di SPBU kami dikenakan biaya tambahan. Kami hitung-hitung dengan keuntungan kami, maka harga Rp6 ribu per liter pantas untuk premium dan Rp7 ribu per liter untuk harga solar,” katanya.  Terpisah, pemerhati masyarakat Batubara, Agus Salim SE mengatakan, hendaknya Pemerintah Batubara harus sigap menyikapi persoalan kenaikan harga BBM di tingkat eceran dan kenaikan harga sembako.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan, karena berdampak kepada perekonomia masyarakat. Pemkab Batubara harus mencari solusi terbaik, seperti membuat sidak ke SPBU dan pasar tradisional,”ucapnya.  (ck1/smg)

Wanita Pengendara Kawasaki Ninja Dirampok

SERGAI- Seorang remaja putri pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja BK 5944 XAG, Ismaliyah Sembiring (18) warga Dusun I, Gang Kancil, Desa Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai) dirampok dua orang pria tak dikenal (OTK).

Peristiwa naas itu terjadi, Rabu (4/4) sekira pukul 21.30 WIB. Saat itu, Isma sapaan akrabnya meminjam sepeda motor Kawasaki Ninja milik Zulhamdani Purba (19) warga Dusun III, Desa Sei Rampah.

Isma meminjam sepeda motor untuk jalan-jalan seorang diri. Setelah berjalan-jalan sepeda motor nya mogok di tempat sepi, di Jalinsum Km 61,5 Dusun V, Pangkalan Budiman, Desa Sei Rampah, Sergai.

Dia mencoba menghidupkannya, namun gagal. Saat bersamaan, sepeda motor Yamaha Vixion warna merah menghampirinya. Ternyata dikendarai dua pria berperawakan tegap, langsung membantu. Setelah mesin hidup, pria itu tancap gas tinggalkan korban.

Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Danny Boy Panggabean SH melalui KBO, Iptu E Panjaitan membenarkan peristiwa itu dan pihaknya telah menagani perkaranya. (mag-16)

Batang Pohon Patah, Jalinsum Macet 5 Kilometer

SERGAI-  Hujan deras di sertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis  (5/4) malam sekitar pukul 21. 00 WIB, membuat batang pohon banyak yang patah. Akibatnya jalan menjadi macet total di KM 59-60,  Dusun XIV, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.

Amatan Sumut Pos di lokasi kemacetan, ribuan mobil terjebak macet dari dua arah dari Medan dan ke Medan.  Panjang kemacetan sekitar lima kilometer. Kemacetan berangsur normal sekira pukul 10.00 WIB, Jumat (6/4).

Panjangnya kemacetan itu diakibatkan lambannya penangan  oleh Pemkab Serdang Bedagai, ditambah pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan Sei Rampa karena angin sangat kencang.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Hasan Basri membenarkan adanya kemacetan yang sangat panjang. Kemcetan itu tercipta banyaknya batang pohon yang patah dan menghalangi jalan, dan ditambah lagi dengan pengemudi kendaraan yang tidak sabar, sehingga kemacetan semakin panjang. “Kemacetan baru normal sekitar pukul 10.00 WIB,” ucapnya. (mag-16)