28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 13699

600 Anak Yatim Terima Santunan

MEDAN-600 anak yatim dan duafa mendapat santunan tunai dari pengusaha muda, Iswahyudi Ashari. Ekonom asal Medan ini berniat mengajak seluruh pengusaha berbagi rezeki di tengah kesulitan ekonomi masyarakat saat ini.

“Saya ingin mengajak seluruh pengusaha berbagi kepada masyarakat kurang mampu terlebih lagi di tengah kesulitan masyarakat akibat berbagai kebijakan pemerintah,” kata Iswahyudi di kediamannya Jalan Ir H Juanda Medan, Jumat (6/4) siang.

Dikatakannya, dengan kebijakan ekonomi sekarang ini, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah kehidupan masyarakat semakin terjepit terlebih lagi setelah rencana penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang menyebabkan kenaikan berbagai harga bahan kebutuhan pokok.

“Rencana kenaikan harga BBM membuat kehidupan masyarakat terjepit. Hal ini tidak menjadi perhatian pemerintah dan kita sebagai pengusaha harus memperhatikan kondisi yang seperti itu,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, kebijakan dari pemerintah daerah menaikkan pajak bumi bangunan (PBB) mencapai 100 persen terasa menyusahkan masyarakat terutama bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.

“Kalau bisa kebijakan itu (pajak PBB) direvisi bahkan dibatalkan karena tidak berpihak kepada masyarakat menengah bawah,” ujarnya.
Rudi (15), seorang anak yang menerima santunan mengaku sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan.
“Saya berterimakasih karena bantuan yang diberikan bisa meringankan uang sekolah,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan penerima santunan lainnya, Lina (12). Dia berharap bantuan seperti ini bisa terus diberikan kepada mereka.
“Kami senang. Kami mau ada lagi yang kayak gini lagi,” pungkasnya. (adl)

Perlebar Jalan Bajak V

083197677xxx

Mohon Jalan Bajak V diperlebar, karena arus kendaraan sudah sangat padat, apalagi batu penutup parit di sisi kiri-kanan jalan banyak yang bolong. Terima kasih kepada pihak yang berwenang untuk menindaklanjuti keluhan warga

Kita Koordinasikan

Terima kasih atas informasinya. Akan kita koordinasikan dengan lurah dan instansi terkait apakah memungkinkan atau tidak untuk melakukan pelebaran Jalan Bajak V sebagaimana yang diharapkan warga melalui Publik Interaktif Sumut Pos ini.

Emir Mahbob Lubis
Camat Medan Amplas

Suami-Istri tak Malu Sebagai Petugas Kebersihan

MEDAN- Pasangan suami istri (pasutri), Zainul Marpaung (22) dan Umay Hafizah (19) tak kenal malu menjadi petugas kebersihan dari Bestari Kota Medan. Kendati tinggal di Pasar III Tanjung Morawa mereka tidak mengeluh untuk membersihkan sampah di Kelurahan Harjosari II Medan Amplas. Semua itu ikhlas mereka kerjakan.

“Sudah dua bulan kami bekerja sebagai pasukan Bestari untuk membersihkan kawasan Kelurahan Harjosari II ini, kami tidak pernah lelah saat bertugas. Terpenting pekerjaan ini halal,” bilang Zainul Marpaung pada wartawan Sumut Pos di sela-sela membersihkan sampah yang berada di persimpang empat lampu merah Jalan Tritura dan Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (6/4).

Zainal dan Umay sudah dua tahun menikah. Dalam menjalankan tugas keduanya tampak akrab. Artinya, di mana ada Zainal di situ ada Umay.
“Kalau tak mendampingi saya, kadang ia menggantikan tugas adik saya sebagai petugas kebersihan juga bila tak datang ,” ungkap Zainul.
Terkait dengan gaji yang diterima dari hasil kerjanya, Zainul mengaku menerima Rp1,3 juta per bulan. “Alhamdlullilah dengan gaji yang saya dapat selalu disyukuri dengan baik,” tuturnya.

Umay mengaku tak malu dengan profesi suaminya itu. Bahkan Umay membantu tugas suaminya sehari-hari. “Ngapain  saya malu, kadang saya menemani dan mengantikan tugas adiknya bila tidak masuk kerja. Lagian, kebersihan itu kan termasuk dari bentuk iman,” tuturnya.

Nah, untuk itulah, suami-istri itu berharap kepada masyarakat khususnya bagi warga Kelurahan Harjosari II untuk membuang sampah pada tempatnya. Sehingga, mereka lebih mudah mengangkut sampah. (omi)

Bayi Dibuang di Depan Rumah Warga

MEDAN-Warga Jalan Sei Galang, Medan Baru mendadak geger, Jumat (6/4) pagi. Pasalnya, warga menemukan bayi perempuan terletak di depan rumah JB Hasibuan (60). Temuan tersebut menjadi perhatian warga sekitar dan beramai-ramai mendatangi lokasi penemuan.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos menyebutkan, bayi perempuan tersebut pertama kali ditemukan JB Hasibuan. Dia mendengar suara tangisan bayi di depan rumahnya saat baru bangun tidur. Mendengar tangisan JB Hasibuan keluar dari rumah. Dia terkejut melihat sesosok bayi dibalut kain terletak di depan gerbang rumahnya.

Saat ditemukan, bayi dalam keadaan bersih dan di dekatnya ditemukan perlengkapan bayi seperti sabun dan bedak. JD Hasibuan sempat meminta agar penemuan bayi tersebut tidak di publikasikan dan sempat menolak memberikan keterangan dengan alasan tak bersedia berurusan dengan polisi. Bayi yang diperkira berusia 4 hari itu langsung dibawa ke Mapolsekta Medan Baru.

JD Hasibuan mengungkapkan, sebelum menemukan bayi itu dia mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumahnya. Saat dia keluar rumah dia juga melihat becak bermotor melintas meninggalkan rumahnya. JB Hasibuan mengatakan, bersedia merawat bayi tersebut.  Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru AKP Andik Eko membenarkan adanya temuan bayi perempuan dan kini dirawat di RS Sari Mutiara. (gus)

Karutan Keberatan Biaya Rp300 Juta

Anggota Brimob Dianiaya Sipir

MEDAN-Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Tajung Gusta Medan, Tonny Nainggolan mengatakan berupaya membantu biaya korban. “Itulah yang sedang kita musyawarahkan dengan para pelaku dan kawan-kawan di rutan,” jelasnya.

“Yang jelas akan kita bantu sebisa mungkin dan sekuat tenaga,” sambungnya.

Menurutnya, rutan keberatan dengan jumlah biaya perobatan korban hingga Rp300 juta. Alasannya, katanya, rutan membawa korban ke RSU Bina Kasih sebagai rumah sakit rujukan dari rutan, namun keluarga Briptu Nimrod Sitorus meminta dipindahkan ke RSU Colombia Asia Medan.
Seperti diberitakan, anggota Brimob Polres Siantar, Briptu Nimrod Sitorus yang dianiaya sipir Rutan Klas I Tanjung Gusta masih koma di Lantai II Rumah Sakit Colombia Asia.

Saat dijenguk wartawan Sumut Pos, di mulut anggota Brimob yang terganjal kasus judi itu masih terpasang selang. Sesekali ia membuka matanya dan hanya melihat istrinya Trisna boru Ginting, yang berada di sebelahnya. Menurut Trisna boru Ginting, suaminya masih sulit berbicara dan masih hilang ingatan.

“Saya saja tidak dikenalinya,” kata ibu tiga anak itu. Menurutnya, suaminya sudah dirawat di RS Colombia Asia sejak Senin (26/3), setelah sebelumnya dirawat di RS Bina Kasih Sunggal.

“Saat dibawa dari RS Bina Kasih ke RS Colombia Asia, dia mengalami luka memar pada bagian kepala, mata, mulut dan dada. Karena di RS Bina Kasih nggak memadai, makanya di pindahkan ke RS Colombia Asia,” sebutnya.

Selama dirawat di RS Colombia Asia, suaminya sudah dioperasi sekali. Tengkorak kepala suaminya mengalami pembengkakkan dan ada tulang tengkorak kepalanya dipotong oleh dokter. Rencananya, katanya, bulan depan tulang tengkorak kepala suaminya akan dioperasi lagi.
Saat ini, sambungnya, untuk biaya perobatan suaminya selama dirawat di RS Colombia Asia Medan sudah mencapai Rp300 juta. Sedangkan biaya perobatan yang diber Lapas Tanjung Gusta Rp70 juta.

“Saat ini saya bingung biaya mencari tambahan soalnya rumah sakit sudah menangih biaya perobatannya. Saya hanya ibu rumah tangga dan hanya makan gaji suami saya, sampai saya tua pun mungkin tidak bisa ngumpulkan uang sebanyak Rp300 juta,” ucapnya.
Rencananya dalam waktu dekat ini dirinya berencana ke LBH untuk meminta bantuan hukum atas kasus yang dialami suaminya.
Dia menceritakan, suaminya ditahan di Tanjung Gusta November 2011, terkait kasus judi. (gus/rud)

Jambret Tas Babak-belur

MEDAN- Tersangka penjambret, Andi Boy Casanova (22) warga Jalan Seikera Gang Indra Loka Medan babak-belur dihajar massa, Jumat (6/4). Andi bersama rekannya M Ridwan mencoba menjambret tas milik Juliana Sucia (28) di Jalan Thamrin Medan sore, namun digagalkan massa. Andi berhasil ditangkap dan menjadi bulan-bulanan massa, sedangkan rekannya berhasil kabur.

Aksi penjambretan yang dilakukan dua pelaku itu berawal saat korban, Juliana Sucia mengendarai mobil menuju parkir di Jalan Thamrin Medan. Ketika turun dari mobil, tas yang disandang Juliana langsung disambar Ridwan yang saat itu dalam boncengan sepeda motor yang dikendarai Andi. Seketika Juliana menjerit.

Teriakan, Juliana menjadi perhatian warga di sekitar lokasi. Tanpa dikomando, massa langsung mengejar sepeda motor Suzuki satria FU tanpa nomor polisi yang dikendarai Ridwan dan Andi. Tidak butuh waktu lama meringkus keduanya. Keduanya dibekuk massa tidak jauh dari lokasi.
Dalam kondisi kisruh, Ridwan berhasil meloloskan diri dari amukan massa, sedangkan Andi menjadi bulan-bulan.(gus)

FH USU Tuan Rumah Lomba Debat Konstitusi

MEDAN-Fakultas Hukum USU mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah Lomba Debat Konstitusi Regional VI Sumatera yang direncanakan 20-22 Mei 2012 mendatang.

Kegiatan ini nantinya akan diikuti sebanyak 18 Perguruan Tinggi sewilayah barat yakni, USU, Universitas Riau (UNRI), Universitas Bengkulu, Unversitas Jambi, Universitas Sriwijaya dan Universitas Lampung.

Dekan Fakultas Hukum USU, Prof Dr Runtung SH MHum, saat dikonfirmasi mengatakan jika kesempatan yang didapat kampus tersebut sebagai sebuah kehormatan.

Runtung berharap, ajang itu menjadi ajang silaturahmi antar mahasiswa untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tujuan penyelenggaraan lomba ini adalah mensosialisasikan perubahan UUD 1945 dan menumbuhkan kesadaran berkonstitusi. Selain itu juga meningkatkan kemampuan mahasiswa mendalami dan memahami masalah- masalah konstitusi,  mendorong peningkatan kemampuan mahasiwa dan menjelaskan teks konstitusi dengan perkembangan praktik ketatanegaraan setelah perubahan UUD 1945, serta mengembangakan budaya perbedaan pendapat secara konstruktif dalam memahami implementasi perubahan UUD 1945,”ungkapnya.

Dia juga mengatakan, even tersebut sangat berharga dan bermanfaat bagi stakeholder yang berada di dunia pendidikan baik dosen maupun mahasiswa.
Ajang debat itu, bilangnya, mampu mensosialisasikan terhadap perubahan konstitusi agar dapat di terima dan mampu dipelajari oleh akademisi dan mahasiswa untuk dianalisis, didiskusikan sehingga dapat menghasilkan suatu perubahan bagi bangsa dan negara.

Untuk mekanisme kegitan lomba debat konstitusi tingkat regional tersebut menggunakan sistem setengah kompetisi.
Untuk babak I peserta dibagi menjadi 4 (empat) grup, yang terdiri dari 4 (empat ) perguruan tinggi, dan juara grup akan maju pada babak semi final dengan sistem gugur.

Kemudian bagi juara I, II dan semifinalis akan masuk ke seleksi tingkat Nasional.

“Topik debat babak penyisihan tingkat regional adalah Urgensi UU Ormas, Menghapus Tenaga Kerja Outsourcing, Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Legislatif Secara Serentak, Moratorium Pengiriman Tenaga Kerja Wanita ke Luar Negeri, Persetujuan DPR dalam Divestasi Pemerintah, KPK sebagai Lembaga Permanen, Amendemen Kelima UUD 1945, Penyelesaian Sengketa Pemilukada oleh MA, Urgensi UU Keamanan Nasional, Pengujian UU yang Meratifikasi Perjanjian Internasional, dan Kewenangan MK Menguji Ketetapan MPR, “jelasnya.

Menurutnya, FH USU sudah tiga kali mengikuti kompetisi ini dan sudah tiga kali juga menjadi juara. Dan untuk tahun keempat ini FH USU menargetkan menjadi juara pertama di tingkat nasional.

“Tahun lalu kita juara II di regional I dan kita juara tiga ditingkat nasional, jadi tahun ini kita kalau bisa menjuarai kompetisi ini di tingkat nasional, “ucapnya. (uma)

Harga Apartemen Melambung, Siasati dengan Bonus

Melonjaknya harga rumah akibat naiknya harga bahan bangunan membuat beberapa pengembang menggunakan strategi jitu dalam menggaet pembeli. Mulai dari menggelar pameran hingga mengiming-imingi bonus pun diberikan untuk sekadar menarik minat pembeli.

Menurut Marketing Villa Bukit Tidar Fatich CR, pihaknya sudah melakukan revisi harga rumah berkali-kali sejak muncul isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Ia mencontohkan, untuk bangunan tipe terkecil pada akhir Februari lalu dibanderol sekira Rp130 juta.

“Sekarang harganya mencapai Rp219 juta,” ujar Marketing Villa Bukit Sengkaling Fatich CR saat mengikuti pameran Sejuta Property di Hall Malang Town Square (Matos), Jumat (6/4).

Fatich menjelaskan, naiknya harga properti di tempatnya dipicu oleh banyak hal. Di antaranya adalah lokasi strategis dan harga bahan material bangunan yang kian naik. Menurutnya, harga cenderung melonjak mengikuti harga material bangunan yang sudah terlanjur naik selama sebulan terakhir. “Kemungkinan kami juga akan menaikkan harga untuk rumah yang belum terbangun,” katanya.

Untuk menggaet pembeli, pihaknya harus memutar otak. Salah satunya adalah pemberian bonus khusus setiap pembelian rumah. Misalnya, bonus pembangunan taman atau bonus set furniture yang bisa dipilih pembeli. “Selama ini kami tetap bisa memasarkan dengan baik walaupun harganya terus naik,” ujar Fatich.

Sementara itu, bagi pelaku industri apartemen belum berani menaikkan harga terlalu tinggi. Sebab, properti jenis itu masih tergolong baru. Salah satunya adalah Apartemen Menara Soekarno Hatta yang terdiri dari 18 lantai dan 753 unit.

Apartemen ini akan segera ditempati pada awal Agustus mendatang. Saat ini, dari 753 unit sudah terbeli sekitar 612 unit per hari ini. “Kami sudah memasarkan sejak 2010 lalu,” kata Marketing Apartemen Menara Soekarno-Hatta Ferdian Hadianto.

Menurutnya apartemen berbeda dengan hunian. Dia mengaku fokus pada pembeli dari segmen mahasiswa dan keluarga muda sebagai pembeli potensial dibandingkan mereka yang memiliki hunian tetap. Sebab, kata Ferdian, kelompok ini lebih membutuhkan hunian tetap dengan harga yang sangat masuk akal. Hingga kini, pihaknya belum mempunyai rencana untuk menaikkan harga jual unit yang belum terbeli.(net)

Capaian Kerja Pemko Medan Masih Rendah

Wali Kota Sampaikan LKPj di DPRD Medan

Pada 2011, pencapaian kinerja dari sisi tata pemerintahan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan masih rendah. Hal itu bisa dilihat banyaknya masalah yang berkaitan langsung dengan masyarakat belum bisa dituntaskan secara maksimal. 

Rendahnya penyelesaian capaian kerja disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) akhir tahun anggaran 2011, yang disampaikan langsung dihadapan anggota DPRD Medan dalam rapat paripurna penyampaian LKPj akhir tahun anggaran 2011 di Gedung DPRD Medan, Kamis (5/4).

“Pemko Medan mengakui ada beberapa masalah yang berkaitan langsung dengan masyarakat belum mampu ditangani dengan maksimal. Hal itu bisa dilihat antara lain infrastruktur yakni, pengelolaan ketertiban dan kenyamanan lalu-lintas yang masih rendah, minimnya pengembangan pasar tradisional dan modern,” ujarnya.

Dia menyampaikan, rendahnya kualitas pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan serta kesehatan, kemudian masih rendahnya stimulan dan insentif kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta daya saing daerah yang belum mampu ditingkatkan.
“Masih banyak masalah kota yang belum terselesaikan. Aspirasi masyarakat juga masih sedikit ditampung Pemko Medan,” ucapnya.
Menurut dia, rendahnya realisasi masalah-masalah yang berkaitan dengan masyarakat, bukan karena kurangnya perhatian Pemko Medan. Melainkan dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

Namun, paparnya persoalan itu terus diupayakan bisa berhasil maksimal, sehingga saat ini pihaknya berupaya mendorong kinerja seluruh SKPD agar bisa menangani berbagai permasalahan yang timbul, khususnya berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

“Kami sadari pembangunan kota belum memenuhi seluruh aspirasi masyarakat. Karena itu, saya minta segenap jajaran aparatur dan SKPD terus membangun etos kerja yang tinggi. Khususnya untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik. Saya ingatkan, birokrat ada lah abdi negara dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bila dilihat dari capaian laporan keuangan, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp2,74 triliun atau tercapai 88,95 persen dari target. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Medan semakin baik yaitu 7,9 persen dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku naik menjadi Rp93,1 triliun.

“Peningkatan tersebut mendorong peningkatan pendapatan per kapita menjadi Rp43,9 juta pada 2011,” ujarnya.

Menanggapi LKPj Pemko Medan tersebut, DPRD Medan membentuk panitia khusus (pansus) LKPj untuk membahas detail seluruh pencapaian dibandingkan dengan program yang sudah ditetapkan awal tahun.  Ketua DPRD Medan, Drs H Amiruddin mengatakan, pencapaian Pemko baik dari sisi keuangan maupun pemerintahan, akan dibahas oleh pansus.  “Pansus akan membicarakan LKPJ tersebut selama lebih kurang sebulan dengan melihat lebih detail program dan pencapaian setiap dinas,” sebutnya.(adl)

Mumpung Enteng

Chelsea vs Wigan

PASCA ditangani Roberto Di Matteo,  perlahan tapi pasti The Blues (julukan Chelsea) mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Buah dari penampilan impresif yang telah mereka lakoni adalah kian mendekatnya tim itu ke zona Liga Champions.

Saat ini Chelsea menempati peringkat kelima dengan poin 53, hasil dari 15 kali menang, 8 kali imbang dan 8 kali kalah. Raihan poin yang dikumpulkan The Blues ini terpaut lima angka atas Arsenal dan Tottenham Hotspurs   yang menempati peringkat ketiga dan keempat.

Ironisnya, alih-alih ingin menyalip kedua klub asal Kota London tadi, jika tak waspada, malah posisi  The Blues yang rawan disalip Newcastle United, yang berada di peringkat keenam.

Betapa tidak, sejauh ini yang membuat Chelsea berada di atas Newcastle adalah tingkat produktifitas mereka yakni memasukkan 53 kali, berbanding 36 kali kebobolan, atau lebih baik dari pada selisih gol The Magpies (julukan Newcastle) yang memasukkan 46  berbanding 42 kali kebobolan.
Dengan kondisi yang tak menguntungkan ini, tak ayal laga menghadapi Wigan di Stamford Bridge, malam ini menjadi kesempatan terbaik bagi Roberto Di Matteo untuk menorehkan hasil positif.

Terlebih, selain QPR dan Blackburn, The Lattics (julukan Wigan) adalah lawan terlemah dari 7 pertandingan tersisa di ajang Premier League. Sisanya, The Blues akan melakoni  lawan-lawan berat seperti menghadapi Fulham (9 Apr/Tandang), Arsenal (21 Apr/Tandang), Newcastle (2 Mei/Kandang) dan Liverpool (6 Mei/Tandang).

“Kami membutuhkan banyak poin di Premier League. Itu karena kami memiliki target berlaga di Liga Champions musim depan. Akan aneh bila kami tak bisa berlaga di sana (Liga Champions),” bilang Roberto Di Matteo, tactician Chelsea.

Apa yang diungkapkan Di Matteo ini terasa wajar, apalagi bila melihat rekor pertemuan yang terjadi di antara kedua tim. Lihatlah, dari enam kali menjamu Wigan, The Blues menang 5 kali dan sekali bermain imbang. Dengan kata lain Wigan tak pernah menang jika bermain di markas Chelsea.
“Saya melihat jika seluruh pemain memiliki tekad untuk mempertahankan dominasi atas Wigan. Itu sesuatu yang sangat menguntungkan,” tandas Di Matteo lagi.
Sementara di tempat terpisah pelatih Wigan Athletic Roberto Martínez pun memiliki ambisi yang  tak kalah membuncah. Ini terkait dengan apiknya pencapaian tim itu dalam lima pertandingan terakhirnya.
Ya, sejak kalah 0-2 atas Swansea, anak asuh Roberto Martinez tak pernah lagi kalah dari lawan-lawannya. Paling hebat adalah ketika mereka mencuri kemenangan 2-1 di kandang Liverpool pada 24 Maret lalu.
“Setelah kemenangan itu kami kembali meraih kemenangan atas Stoke. Saya ingin kemenangan itu kembali berlanjut ketika bertandang ke markas Chelsea. Kemenangan akan membuat kami bertahan di Premier League,” harap Martinez.
Memang, untuk terus bertahan di Premier League merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Pasalnya, setelah ini The Lattics akan berhadapan dengan tim-tim besar seperti Manchester United (11/4) dan Newcastle (28/4). “Praktis hanya Wolves lawan yang diatas kertas bisa kami imbangi. Selebihnya adalah pertandingan berat. Namun itu harus kami lakoni dengan fikiran positif, sehingga kemenangan bukan hal yang mustahil,” tuntas Martinez. (*)