25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13704

Mandala Kembali Terbang

MEDAN- Sempat vakum selama 14 bulan, Mandala Airlines yang telah memiliki nama di Maskapai Indonesia, kembali memberi pelayanan yang lebih baik dari sebelumya. Bahkan Mandala Airlines telah menambah rute penerbangan, baik untuk domestik maupun internasional.

Tiger Airways (Berbadan hukum Republik Singapura) bekerjasama dengan Saratoga Group berinvestasi dalam mengembalikan Mandala Airlines beroperasi sejak Januari 2012.

“Mandala memiliki sejarah dalam penerbangan Indonesia, selain itu Mandala memiliki banyak pelanggan yang setia, yang pasti akan mengenal Mandala yang lebih baik lagi,” ujar President Direktur PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga S Uno, saat ditemui dalam perayaan penerbangan perdana Mandala Airlines dengan tujuan Jakarta-Medan di Hotel Grand Aston Medan (5/3) kemarin. “Kita pilih Medan, karena pangsa pasar Medan sangat menjanjikan, selain itu daya tarik pariwisata Medan juga cukup tinggi, karena itu kita fokus ke Medan,” ujar pria yang biasa disapa Sandi ini.

Saat ini, rute penerbangan yang dimiliki oleh Mandala masih terbatas; Domestik Jakarta-Medan. Pada awal Mei mendatang rencananya Mandala akan menambah rute penerbangan Internasional; Jakarta-Kuala Lumpur, Jakarta-Singapura. “Kalau saat ini masih ada 3 pesawat Airbus A320 milik kita, tetapi ke depannya akan ada penambahan hingga 10 pesawat untuk tahun 2012 ini,” tambah Sandi.

Dalam pelayanan, maskapai mengadopsi model bisnis Tiger Airways yang sudah teruji menawarkan penerbangan murah dengan menghapuskan biaya non-esensial, namun tetap fokus pada keselamatan, keamanan, dan ketaatan waktu.

Komisaris Utama Jusman Syafii Djamal mengatakan bahwa Mandala vakum bukan karena kredibilitas dan kapasibilatas personil, melainkan karena investor terbesar yaitu Indigo menarik diri, sehingga membuat Mandala  kekurangan dana untuk operasi. (ram)

Kualitas Minyak Sawit Asian Agri Diakui Internasional

JAKARTA– Asian Agri melalui unit usaha PT Inti Indosawit Subur untuk kesekiankalinya menerima sertifikasi resmi sebagai produsen CPO yang memenuhi standar International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), dengan total produksi sekitar 126.000 MT CPO yang menjadikan perusahaan sebagai penghasil CPO bersertifikasi ISCC terbesar di Indonesia saat ini.

Sertifikasi tersebut mencakup dua pabrik perusahaan yang berlokasi di Jambi, yaitu Tungkal Ulu dan Muara Bulian, dari keseluruhan 6 pabrik yang telah menerima sertifikasi ISCC yang terletak di Riau dan Jambi.

Dengan sertifikasi ini berarti Asian Agri mampu menyediakan minyak sawit sesuai dengan Standar Energi Terbarukan Uni Eropa (EU Renewable Energy Directive). Selain itu, CPO bersertifikasi ISCC berpotensi untuk mendapatkan premium sekitar US$20 – US$30 per ton dari harga di pasar dunia.
“Pencapaian ini menunjukkan komitmen Asian Agri sebagai produsen CPO yang bertanggungjawab,” ungkap Noro Hutomo, Agri Business Manager, SGS Indonesia. “Dengan pencapaian ini memungkinkan Asian Agri untuk menyediakan produk yang sesuai standar minyak sawit lestari dan diakui oleh pasar internasional, “lanjutnya menambahkan.

Head of Sustainability Asian Agri, Freddy Widjaya mengatakan, pencapaian sertifikasi, baik ISCC maupun RSPO, merupakan bukti nyata keseriusan Asian Agri Group, sebagai warga usaha yang peduli terhadap lingkungan, dalam menjalankan filosofi 3P (people, planet, profit). Kami selalu berusaha untuk selalu melakukan praktik-praktik perkebunan yang ramah lingkungan termasuk juga melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, dalam menerapkan prinsip-prinsip minyak sawit yang lestari.

Selain sertifikasi ISCC, beberapa perkebunan dan pabrik pengolahan sawit Asian Agri yaitu Buatan dan Ukui Group juga telah menerima sertifikasi RSPO. Sertifikasi RSPO ini merupakan bagian dari proses sertifikasi yang tengah berjalan untuk keseluruhan perkebunan Asian Agri lainnya. Target perusahaan untuk memperoleh sertifikasi RSPO bagi semua kegiatan operasional kelapa sawitnya adalah pada tahun 2018 mendatang.

ISCC (International Sustainability and Carbon Certification) merupakan sistem sertifikasi bertaraf internasional pertama untuk membuktikan sustainability, traceability dan penghematan dari efek gas rumah kaca untuk segala jenis produksi biomass (energi yang terbarukan), memberikan pembuktian yang positif setelah beroperasi selama setahun.

Sertifikasi ISCC dikeluarkan oleh SGS Germany, yaitu sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang inspeksi, verifikasi, pengujian dan sertifikasi. (sih)

Kawasan MP3EI Pesimis Terealisasi

Beberapa Stakeholder tak Hadir saat Pembahasan

MEDAN- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sumut 2012 dalam membahas kawasan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 dinilai tidak efektif, karena beberapa stakeholder penting seperti PTPN III, PT Pelindo I dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak hadir dalam pembahasan tersebut. Sedangkan, perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I baru hadir saat kegiatan hampir usai.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Akhir Lubis sempat kecewa ketika mengetahui tidak satu pun stakeholder yang dianggap penting tersebut hadir dalam pembahasan MP3EI. Secara tidak langsung dia juga mengungkapkan musyawarah yang mereka lakukan tidak akan efektif. Padahal MP3EI baru kali ini dibahas dalam agenda Musrenbang Sumut.

“Pelindo, PTPN III dan Kereta Api mana? Tidak hadir! Susah juga ini kalau mereka nggak ada. Balai besar jalan nasional ada, tolong ditelepon,” kata Riadil saat memimpin pembahasan Kawasan MP3EI Sei Mangkei di Balai Raya Tiara, Jalan Cut Meutia, Medan, Kamis (5/4).

Berulangkali Riadil mengutarakan kekesalannya, terutama ke PTPN III. Sebab permasalahan utama yang dihadapi saat ini terkait status lahan yang masih belum jelas statusnya dari hak guna usaha (HGU) menjadi hak pengelola lahan (HPL), sehingga membatasi kewenangan Pemprov Sumut untuk menerbitkan izin investasi penanaman modal asing (PMA) dan rancangan tata ruang dan wilayah provinsi(RTRWP).”Sayang PTPN III tidak hadir. Ini soal status lahan yang masih belum selesai mau kita bawa ke Musrenbang Nasional, tapi kita jadi tidak tahu sekarang sudah sejauh mana progress-nya (perkembangan),” ujar Riadil.

Begitupun Musrenbang tetap dilanjutkan dengan pemaparan dan masukan dari Bappeda kabupaten/kota yang terkait langsung dengan proyek MP3EI Sei Mangkei. Dari paparan yang diuraikan Riadil,  banyak kegiatan yang terkendala dengan belum selesainya pembahasan RTRWP di DPRD Sumut serta proses pengalihan status lahan dari HGU menjadi HPL. Selain itu permasalahan pembangunan infrastruktur jalan, kereta api dan Pelabuhan Kualatanjung masih dalam proses.

Dari hasil Musrenbang tersebut diharapkan ada alokasi anggaran yang diproyeksikan masuk dalam APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota pada 2013 yang mendukung secara langsung untuk pengembangan proyek Sei Mangkei. Baik itu anggaran untuk pembebasan lahan maupun untuk perbaikan dan peningkatan kualitas jalan provinsi dan kabupaten.

Kepala Bappeda Batubara Iskandar mengatakan dukungan infrastruktur untuk kepentingan MP3EI sudah dilakukan pihaknya. Seperti dukungan jalur rel kereta api, peningkatan kualitas jalan dan rencananya akan membuat jalur alternatif lain yang menghubungkan Pelabuhan Kualatanjung ke Sei Mangkei. Jalan alternative tersebut selama ini digunakan oleh PT Socfindo.

Sedangkan dengan PT Pelindo I, Batubara sudah aktif melayangkan surat untuk menanyakan dimana global hub untuk Pelabuhan Kualatanjung. Agar diketahui persis titik kordinat untuk pembebasan lahannya. “Sayangnya dari PT Pelindo dan kereta api tidak hadir. Kami mau tanya soal itu sebenarnya,” ujar Iskandar.

Perwakilan Bappeda dari Simalungun mengatakan perlu penambahan ketersediaan air minum untuk Simalungun mengingat  proyek itu berjalan akan ada kepadatan penduduk di sekitar kawasan tersebut. Selain itu diperhatikan juga soal cadangan energi listrik jangan sampai tidak tersedia.
Menurutnya di Simalungun ada 50 titik potensi pembangkit listrik tenaga air hidro (PLTAH) yang bisa dibangun untuk kepentingan kawasan Sei Mangkei. Untuk itu dpersilahkan ditawarkan ke investor bagi yang berminat. (ari)

Telkom-Garuda MoU Layanan Korporat

MEDAN – Untuk meningkatkan sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (Garuda), Rabu (4/4) menandatangani nota kesepahaman (MoU)  bidang layanan korporat.

Penandatanganan kerjasama tersebut juga dilaksanakan sebagai upaya saling mendukung peningkatan layanan bagi pengguna jasa kedua perusahaan.  Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Rinaldi Firmansyah dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (4/4).

Ruanglingkup nota kesepahaman antara Telkom dan Garuda tersebut secara garis besar adalah kerjasama komersial berupa pemberian harga khusus, kerjasama bisnis penggunaan jasa atau produk telecommunication, information, media and edutainment (TIME) Telkom, jasa transportasi antara Telkom dan Aerowisata melalui Aerotrans, pariwisata dan hospitality Garuda.

Sementara itu dalam bidang Informasi Teknoligi (IT), telah disepakati rencana pengembangan layanan in-flight connectivity dan pengembangan jaringan IT Garuda melalui anak perusahaan Garuda Aero System. Melalui In-Flight Connectivity, penumpang pesawat Garuda dimungkinkan mengakses layanan internet dari dalam pesawat meskipun pesawat dalam posisi terbang.

Pada nota kesepahaman tersebut disepakati juga pertukaran reward system Garuda Frequent Flyer.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Telkom mengatakan bahwa kerjasama Telkom dan Garuda ini merupakan bukti nyata sinergi antara dua BUMN besar di Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar menyambut gembira kerjasama ini dan yakin meningkatkan sinergi di antara kedua perusahaan. (ila)
kerjasama ini juga merupakan salah satu bagian dari program “Quantum Leap” yaitu pengembangan Garuda ke depan, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.(ila)

Sembako Naik, Daya Beli Sepi

TEBINGTINGGI- Harga bahan bakar minyak (BBM) batal naik per satu April 2012 lalu. Namun, harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) mengalami kenaikan di pasar-pasar tradisional di Kota Tebing Tinggi.

Mengetahui kenaikan harga Sembako itu, Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Irham Taufik bersama Muspida langsung melakukan sidak ke pasar, Kamis (5/4). Sidak digelar di Pasar Tradisional Gambir, Inpres, Sakti, dan Pasar Tradisional Senangin serta pusat perbelanjaan Supermarket Irian, Kilang Padi Sumber Tani serta ke Badan Urusan Logistik (Bulog).

Dari sidak itu ditemukan adanya kenaikan harga sembako seperti sayur mayur meliputi cabai, bawang serta harga rempah-rempah lainnya kenaikan mencapai kisaran seribu hingga empat ribu rupiah per kilo gram.

Sedangkan untuk sembako jenis minyak goreng curah dan gula pasir terjadi kenaikan seribu hingga Rp1.500 rupiah per kilogramnya. Untuk jenis beras Ir 4 ukuran 30 Kg mengalami kenaikan rata-rata mencapai Rp5 ribu persak.

Menurut Irham, sidak dilakukan untuk mengetahui sejauh mana terjadi kenaikan beberapa harga sembako. Dimintakan kepada pihak-pihak terkait dan pemasok barang ke pasar-pasar tradisional yang ada agar jangan menaikan harga barang-barang kebutuhan masyarakat. Spekulan pasar diharapkan kembali harga jangan mempermainkan perdagangan demi mengambil keuntungan sesaat.

“Untuk mengantisipasi ini, Pemerintah Kota Tebingtinggi bersama Bulog akan mengelar operasi pasar untuk menurunkan harga barang dipasaran yang sudah terlanjur naik,” katanya didampingi Kapolres AKBP Andi Rian.

Untuk masalah kebutuhan ikan laut, Irham menyebutkan, warga jangan khawatir karena harga ikan di pasaran masih stabil. Kenaikan harga ikan muncul apabila situasi dan kondisi alam, yang tidak bersahabat seperti terjadinya gelombang tinggi di laut.   Ketika disinggung persediaan beras di Kota Tebingtinggi, Irham menyebutkan untuk memenuhi kebutuhan warga beras masih cukup. “Stok bulog untuk urusan beras masih 1.900 ton,”  cetusnya.
Seorang pedagang di pasar tradisional Gambir, Br Sianturi mengaku dagangannya selama jelang dan sesudah diputuskan pemerintah BBM tidak jadi naik sunyi dari pembeli, banyak pembeli yang datang hanya membeli keperluaan dengan uang seadanya. “Biasa pembeli satu kilogram, sekarang hanya membeli seperempat saja,” ujar Br Sianturi.

Menurut dia, banyak sekarang pedagang merugi karena banyaknya barang-barang dagangan yang membusuk dan harus dibuang. Hal itu dikeranakan tidak adanya para pembeli yang datang. “Selama 10 hari ini, pedagang terus merugi,” ujarnya.
Hadir dalam sidang itu, Waka Polres Tebingtinggi Kompol I Made Ary Pradana, Sekdako Hadi Winarno, Danramil 13 Kaften Budiono, SKPD dan Kabag Humas Adi Sucipto.  (mag-3)

Ketua Hanura Lolos dari Jeratan Kasus Pencabulan

MEDAN- Kepolisian Resort Pematangsiantar (Polres Siantar) menghentikan penyelidikan kasus dugaan pencabulan yang melibatkan Ketua Hanura Sumut Zulkifli Siregar terhadap korban ATN alias Osin (19) warga Jalan Karang Sari Permai, Simalungun.

Penghentian penyelidikan dikarenakan tidak cukup bukti untuk menetapkan pelapor jadi tersangka. Kemudian, kasusnya sudah bergulir selama setahun sejak 5 Maret 2011 dan telah dilaporkan korban, Osin dengan nomor pengaduan LP/164/ III/ 2011/ SU/STR.

Keputusan penghentian penyelidikan dilakukan melalui rapat gelar perkara, Rabu (4/4) di ruang ruang Rapat Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Sumut. Hadir dalam rapat tersebut, penyidik Polresta Siantar dan Pejabat Kepolisian  Polda Sumut.

Akhirnya, rapat memutuskan penyelidikan kasus dugaan pencabulan yang menyeret nama  Ketua Hanura Sumut, yang juga duduk sebagai  anggota DPRD Sumut Fraksi Hanura tidak dilanjutkan atau disebut dengan surat perintah penghentian penyelidikan(SP3)

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Azharuddin selaku peserta gelar menyampaikan, tidak dilanjutinya penyelidikan atas laporan pencabulan  ATN alias Osin karena tidak cukup bukti untuk menetapkan pelapor jadi tersangka. Hasilnya rapat menyimpulkan penyelidikan kasus ini dihentikan. “Ia, keputusan itu diambil lewat rapat gelar perkara,” katanya saat dihubungi via telpon selulernya.

Ketika disinggung apakah kedua belah pihak mengikuti rapat gelar perkara bersamanya, AKP Azharudin menyebutkan, kedua belah pihak, pelapor dan terlapor tidak ada yang hadir. “Keduanya tidak hadir,” ucapnya.

Dia membeberkan, satu pertimbangan peserta gelar atas diberhentikannya penyelidikan kasusnya, selain tidak cukup bukti. Adanya perdamaian dari kedua belah pihak. “Itu dulu, sekarangkan tidak. Mereka sudah damai, dah jelas mana mungkin ribut,” katanya.

Mengingat korban berumur 19 tahun, dimana menurut hukum usia 19 tahun masih dibawah umur. AKP Azharuddin mengatakan Untuk kasus perlindungan anak di bawah umur, korban tidak lagi anak di bawah umur. Karena sudah menikah dan memiliki satu anak. (mag-5)

Polisi Segera Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Rp2 Miliar di PTPN2

LANGKAT- Kepolisian Resort (Polres) Langkat segera merilih pihak yang terlibat atas dugaan korupsi PTPN2 di Kebun Kwala Sawit Batang Serangan-Langkat sekitar Rp2 miliar lebih.

Pernyataan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi S ketika dihubungi Sumut Pos, Kamis (5/4). Dia menyebutkan, untuk menetapkan tersangka atas dugaan korupsi di PTPN2 Kebun Kwala Sawit Batang Serangan tinggal menunggu waktu saja.
“Kami segera tetapkan tersangka, diperkirakan April ini juga,” ujarnya.

Dia menyatakan, dari proses pemeriksaan yang telah dilakukan Satreskrim, tidak tertutup kemungkinan pelaku yang dijerat minimal lima orang. Hanya saja, belum bisa disebutkan namanya siapa saja yang bakal jadi tersangka.

Aldi menegaskan, penyidik bekerja ekstra keras membuka tabir penyelewengan terjadi menyebabkan negara dirugikan. Kasus dugaan korupsi nyaris setengah tahun ditangani. Padahal, sebelumnya kasus tersebut ditengarai hanya penggelapan, namun setelah Sat Reskrim Polres Langkat berkoordinasi dengan BPKP sekaligus melakukan audit ternyata ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi.

“Kami sudah memeriksa lebih dari limapuluh saksi, diperkirakan minimalnya lima diantaranya bakal ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi diperoleh dari kepolisian beberapa waktu lalu, tindak pidana korupsi terjadi pertengahan Juli 2010 hingga 30 April 2011. Akibatnya negara dirugikan Rp2.057.742.610.

Saat itu, manejer Kebun Kwala Sawit memanggil dan memerintahkan AI dan SG untuk mengalihkan hasil produksi berondolan milik PTPN2 Kebun Kwala Sawit kepada pihak ketiga yakni (CC, JAB, CV ADJ dan CV ST). Selanjutnya SG kembali memerintahkan SH dan NR selaku kerani timbang pabrik kelapa sawit (PKS) memerintah pengalihan.

Modus yang dilakukan menjalankan aksi, menukar surat pengantar barang (PB-25) milik kebun Kwala Sawit menjadi surat pengantar (SP) milik pihak ketiga. Cara itu, membuat PTPN2 wajib membayar kepada pihak ketiga melalui rekening bank, setelah dana dicairkan maka pihak ketiga menyerahkan uang hasil pengalihan kepada pengurus SPBUN dan SPM.

Setelah itu, pengurus SPBUN dan SPM berbagi tugas membagi-bagikan uang kepada menejer  hingga kepada karyawan pemanen berondolan sawit di PTPN2. Ternyata, setelah dilakukan audit dan investigasi oleh BPKP perbuatan pengalihan terhitung  sejak 1 Juli 2010 s/d 30 April 2011 menyebabkan keuangan Negara rugi mencapai Rp2.057.742.610. (mag-4)

Rumah Terbakar, 1 orang Tewas

KARO- Satu unit rumah di  simpang Jalan Mimpin Tua, Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi terbakar, Kamis ( 5/4) sekitar pukul 21.30 WIB. Akibatnya satu orang tewas terpanggang di dalam rumah.

Infomrasi yang diperoleh Sumut Pos, korban tewas merupakan pemilik rumah, Cornelius Purba (60). Pria itu tewas terkurung di dalam kamar rumahnya dan terjebak dalam kobaran api.

Sumber yang mengakibatkan rumah semi permanen itu terbakar belum diketahui pasti. Diduga api berasal dari konsleting listrik diatap sudut rumahnya.  Seperti penuturan warga sekitar, api awalnya berada di atas rumah kemudian menyebar dan membesar. Spontan warga mencoba memadamkannya, namun api terus membakar rumah yang kebanyakan berbahan kayu.

Hembusan angin yang malam kemarin cukup kencang menambah kobaran api. Akibatnya api sulit dipadamkan oleh warga. Setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba, api akhirnya bisa dipadamkan.

Setelah api berhasil dipadamkan, ketika itulah jasad Cornelius ditemukan sudah dalam keadaan hangus terbakar dan sulit dikenali.
Wakapolsek Berastagi, AKP J M Tarigan mengatakan, kerugian materi dan penyebab kebakaran  masih dalam penyelidikan. Tapi, sudah diketahui satu orang menjadi korban. (wan)

Nyaru Polisi, Siswi SMA Dirampok

SERGAI- Aksi perampokan yang menyaru sebagai polisi masih terus terjadi, kali ini dialami seorang siswi Kelas XII, SMAN 1 Bintang Bayu, Rina Wahyuni (18) warga Dusun III, Desa Bintang Bayu, Kecamatan Bintang Bayu, Serdang Bedagai.

Insiden perampokan dan penculikan itu, Kamis (5/4) sekira pukul 06:30 di Jalan besar, Kecamatan Bintang Bayu – Kecamatan Serbajadi, Perkebunan karet Bandar Pinang.

Peristiwa itu bermula, Rina yang merupakan putri pasangan Irwan (40) dan Tomblok (39) karyawan perkebunan Bandar Pinang. Setiap paginya, sekira pukul 05:30 WIB, Rina memiliki aktivitas rutin mengantarkan ibunya ke lokasi (ancak) untuk kerja guna membantu ayahnya dan menunggu ibunya hingga selesai sekira pukul 06:30 WIB.

Saat itu, Rina bersama  ibunya, beranjak pulang dan tiba-tiba dihadang dua orang pria tak dikenal (OTK), yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Scorpio mengaku petugas Kepolisian.

Keduanya mencecar Rina beserta ibunya terlibat pencurian getah perkebunan dan harus dibawa ke kantor Polisi. Tapi, ibu Rina berusaha mengikuti, pelaku melarangnya sembari membentak dan sepeda motor Yamaha Jupiter MX BK 2282 XAJ dibawa. kabur
Aksi itu diketahui setelah Rina mengirimkan SMS ke teman sekolahnya. SMS itu berisi, tentang keberadaannya di Tanah Abang, Galang Kecamatan Galang, Deliserdang.

Kapolsek Kotarih, AKP Rubianto mengaku menemukan Rina, dan pelaku sedang diburu . (mag-16)

Simalungun Hataran Gagal Ikut Dibahas

Masyarakat Simalungun yang menanti terbentuknya Kabupaten Simalungun Hataran, harus lebih bersabar. Pasalnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR telah merampungkan pembahasan 19 Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan 19 daerah otonom baru.

Selanjutnya, 19 RUU akan dimintakan persetujuan di rapat paripurna DPR pekan depan.

Dari 19 RUU itu, tidak ada Simalungun Hataran. Padahal, pada 23 Februari 2012, sejumlah anggota DPRD Simalungun yang dipimpin langsung Ketua DPRD, Binton Tindaon, sudah menemui langsung Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar agar Simalungun Hataran segera dibahas dan disahkan.
Dalam pertemuan itu Agun tidak menjanjikan aspirasi pemisahan diri dari Kabupaten Simalungun dibahas dalam waktu dekat. Politisi Partai Golkar itu hanya menjanjikan, dibahas tahun ini. Itu pun harus dilengkapi dulu persyaratannya.

“Hanya kurang kajian daerah,” ujar Binton Tindoan kepada koran ini, saat itu.   Dia menjelaskan, jika syarat kajian itu sudah selesai, maka rekomendasi dari Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun, akan diteruskan ke Pemerintan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Binton yakin, Pemprovsu akan langsung memberikan rekomendasi setelah ada rekomendasi lengkap dari kabupaten induk, yakni Simalungun.

Kemarin, Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo mengatakan, 19 RUU dimaksud sudah selesai dibahas di Baleg. “Sekitar 19 RUU Daerah Otonomi Baru telah selesai pembahasannya oleh Baleg DPR,” kata Ganjar Pranowo di gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (5/4).

Proses selanjutnya, kata politisi PDI-Perjuangan itu, ke-19 RUU tersebut dibawa pada rapat Paripurna DPR yang akan berlangsung pekan depan. Satu RUU daerah provinsi baru yang akan dibentuk adalah Provinsi Kalimantan Utara. Selebihnya pembentukan RUU daerah otonomi baru kabupaten yakni Mahakam Ulu di Provinsi Kalimantan Timur, Musi Rawas Utara di Provinsi Sumatera Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir di Provinsi Sumatera Selatan, Malaka di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pangandaran di Provinsi Jawa Barat, Pulau Taliabu di Provinsi Maluku Utara, Pesisir Barat di Provinsi Lampung, Mamuju Tengah di Provinsi Sulawesi Barat.

Selanjutnya, Kabupaten Banggai Laut di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Morowali Utara di Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan di Provinsi Sulawesi Tenggara akan dibentuk kabupaten/kota yakni Kabupaten Konawe Kepulauan, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Muna Barat, dan Kota Raha. Begitu juga dengan Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat. (sam)