Home Blog Page 13711

Harga Naik, Pedagang Bingung

Harga BBM belum naik, harga kebutuhan malah sudah lebih dulu melonjak. Kenyataan ini ternyata tidak memberat pembeli, penjual pun merasa bingung. Ya, mereka bingung dengan harga yang belum stabil.

Setidaknya dari pantauan Sumut Pos di beberapa pasar tradisional, harga bahan kebutuhan pokok di kota ini mulai beranjak naik. Kenaikan terjadi pada gula pasir menjadi Rp11.000 dari sebelumnya Rp9.000 per kilogram. Begitu juga dengan ikan-ikanan mulai naik bervariasi dari Rp3.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Sedangkan beras, kenaikannya belum begitu tinggi yakni berkisar Rp250 sampai Rp500 per kilogram.

Kenaikan ini justru dikeluhkan pedagang karena barang dagangan sulit terjual. Seorang pedagang di Pasar Sei Sikambing, Romauli boru Sinaga (48) mengaku sulit menjual barang dagangannya.

Perempuan yang sehari-hari berjualan tomat dan sayur-sayuran ini menilai masyarakat sudah mulai melakukan penghematan. “Bingung kami mau jualan. Kalau harga tidak dinaikkan, kami rugi. Tapi kalau dinaikkan, tak ada yang mau beli,” keluhnya.
Begitu juga dengan pedagang lainnya di Pusat Pasar Medan, Linda boru Simanjuntak. Dia mengaku mengaku penjualannya menurun sejak ada rencana kenaikan BBM. “Pembeli membeli dalam jumlah kecil jadi penjualan saya menurun,” terangnya.

Soal kenaikan harga yang mendahului kenaikan harga BBM juga dikeluhkan nelayan di Serdang Bedagai (Sergai). Setidaknya hal ini diungkapkan. Sekretaris Kelompok Nelayan Tradisional Jaring Udang Cahaya Pagi, Sainik (39) warga Dusun III, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan. Dia mengatakan, harga solar eceran sudah mengalami kenaikan dari Rp5.000 per liter, sekarang sudah naik Rp6.000 hingga Rp6.500 per liter. “Sehingga biaya operasional melaut membengkak,” terangnya, Kamis (22/3) lalu.

Pernyataan senada diucapkan, Amirul (32), nelayan jaring udang warga Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu.  “Sudah harganya mahal mendapatkannya pun susah,” ungkap Amirul.

Ketua Federasi Sarekat Nelayan Nasional, Tris Zamansyah didampingi Ketua Sarekat Nelayan Sumatra Utara (SNSU) Sergai, Irwan Syahril mengungkapkan, ada ribuan jumlah nelayan tradisional khususnya nelayan jaring udang di Sergai yang menggunakan sampan dengan BBM jenis solar. Katanya, di Kecamatan Pantai Cermin sekitar 500 sampan, Kecamatan Perbaungan 150 sampan, Kecamatan Teluk Mengkudu 500 sampan, serta 120 sampan di Kecamatan Tanjung Beringin yang sudah mulai terkena dampak kenaikan harga BBM. “Nasib nelayan Sergai terancam semakin terpuruk. Kiranya alokasi pengalihan subsidi BBM menyentuh kalangan nelayan karena mereka kelompok yang sangat rentan terkena kenaikan BBM,” imbuh Irwan Syahril.

Soal heboh harga ini langsung mendapat respon dari Ketua DPRD Medan Amiruddin. Katanya, Pemko Medan harus sigap. “Lebih kurang seminggu lagi kenaikan BBM sudah terjadi. Karenanya Pemko harus sigap dengan melakukan pengawasan terhadap spekulan yang mengambil keuntungan jelang kenaikan BBM,” katanya, kemarin.

Menurut Amiruddin, Pemko sudah seharusnya turun langsung ke pasar untuk melihat gejolak yang terjadi. Dengan begitu pemerintah bisa langsung mengambil langkah antisipasi. “Jangan sampai masyarakat sudah merasakan dampak dari tindakan spekulan ini baru pemerintah turun. Dari sekarang harus sudah diingatkan dengan turun langsung ke lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, ratusan pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran mengendarai sepeda motor membawa puluhan jerigen dari 4 Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai mendatangi Mapolres Tebingtinggi, Jumat malam (23/3) sekira pukul 21.30 WIB. Warga Kecamatan Tebingtinggi, Sipispis, Tebing Syahbandar dan Kecamatan Bandar Khalifah itu meminta polisi memberikan izin kepada pengecer membeli BBM di SPBU yang ada di Kota Tebingtinggi.

Seorang pedagang BBM eceren,  Muhammad Ali (40) ,warga Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai mengungkapkan setiap mendatangi SPBU dia bersama rekan-rekanya tidak diperbolehkan membeli bensin dan solar.

“Katanya pihak SPBU takut melayani pedagang menggunakan jerigen karena mendapat pengawasan,” ujar Ali.
Kapolres Tebingtinggi, AKBP Andi Rian Djajadi Sik menjelaskan kepada ratusan pedangan minyak eceran bahwa yang memberikan izin itu bukan polisi. Kepolisian hanya  sebatas menjalankan tugas menjaga SPBU menjelang kenaikan harga BBM.

“Sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan Polres Tebingtinggi dan Dinas Perindagsar Kabupaten Serdang Bedagai dan Dinas Koperindag Tebingtinggi tentang larangan kapada warga membeli BBM menggunakan jerigen,” jelas Andi Rian Dajajadi dihadapan ratusan pedagang BBM eceran.
Dijelaskannya, menjelang kenaikan harga BBM polisi selalu mengatisipasi agar warga jangan ketakutan dan melakukan penimbunan. Pembelian menggunakan jerigen dan melebihi kapasitas bisa menimbulkan kekacauan dan juga bisa menimbulkan antrean di sejumlah SPBU. “Para pedegang diminta bersabar, semua sudah ada ketentuan hukumnya,” ungkapnya.

Setelah mendapat penjelasan kapolres mengizinkan para pedegang eceran membeli BBM di SPBU dengan syarat tidak boleh lebih dari satu jerigen. Para pedagang eceran BBM kemudian membubarkan diri dengan tertib tanpa berbuat anarkis.  (adl/mag-16/mag-3)

Brimob Sekarat Dipukuli Sipir

MEDAN-Anggota Brimob Polresta Siantar yang menjadi tahanan di Rutan Kelas I Medan, Briptu Nimrod Sitorus (27), sekarat dipukuli sipir penjara Rutan Klas I Tanjung Gusta, Sabtu (24/3).

Informasi yang dihimpun Sumut Pos, Briptu Nimrod Sitorus adalah tahanan Polda Sumut terlibat kasus judi di titipkan di rutan. Saat apel pagi yang setiap hari rutin digelar di rutan untuk mengetahui jumlah tahanan, Briptu Nimrod Sitorus tidak ikut. Sipir penjara lantas mencari Briptu Nimrod di ruang tahanan. Akan tetapi Briptu Nimrod Sitorus tak bersedia mengikuti apel pagi. Sipir penjara pun emosi. Kemudian terjadi adu mulut antara sipir penjara dengan Briptu Nimrod. Tapi, Briptu Nimrod Sitorus tetap melawan. Tak kuat menahan emosi, sipir penjara memukuli Briptu Nimrod Sitorus hingga wajahnya lebam dan hidungnya mengeluarkan darah.

Sipir penjara lantas melarikan Nimrod ke RS Bina Kasih Jalan TB Simatupang Medan Sunggal untuk mendapatkan perawatan intensif di lantai V Ruang Isolasi RSU Bina Kasih. Manager Operasional RSU Bina Kasih Medan, Rita Ginting saat ditemui mengatakan, Nimrod Sitorus mengalami luka pada wajah dan tubuh “Tersangka Nimrod Sitorus masih kita rawat di Ruang Isolasi RSU Bina Kasih lantai V,” katanya. Kepala Rutan Tanjung Gusta, Toni Nainggolan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar dengan alasan belum dapat izin dari Kakanwil Depkum HAM Sumut. “Mohon izin Mas. Kakanwil belum kasih izin karena masih ada pemeriksaan dari internal dan Kanwil. Mohon mengerti ya, Mas,” tulis Toni melalui SMS.

Seorang pegawai Rutan yang berjaga di pintu bermarga Hutapea membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan kejadian tersebut pada pukul 09.00 WIB. Dia mengakui korban sudah dilarikan ke RS Bina Kasih dalam kondisi sekarat. Namun saat ditanya siapa saja nama sipir penjara yang melakukan penganiayaan dia mengaku kurang tahu. Kapolsekta Helvetia Kompol Sutrisno Hady saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Hanya saja dia mengaku belum menerima laporan rinci. (gus/jon)

PKS Cari Jodoh Gatot

MEDAN-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih mencari jodoh untuk dipasangkan dengan calon incumbent Gatot Pujonugroho, dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara mendatang. Proses pencarian itu dilakukan dengan metode survei dan menjalin komunikasi dengan seluruh partai.

“Kami masih menjalin komunikasi dengan seluruh partai, bisa jadi koalisi dengan sejumlah partai yang lama atau ada koalisi baru,” kata Ketua Bidang Kebijakan Publik DPW PKS Sumut, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, H Hidayatullah SE kepada Sumut Pos, Sabtu (24/3).

Menurutnya, PKS sebagai partai terbuka tetap menjalin komunikasi dengan seluruh partai yang ada. Jalinan komunikasi itu untuk menyatukan persamaan ide dan keputusan dalam menentukan wakil.

“Karena keputusan di tingkat pusat, Gatot Pujonugroho merupakan kandidat yang akan diusung PKS maju dalam Pilgubsu mendatang,” ujarnya.
Dia memaparkan, yang dimaksudkan kesamaan ide itu yakni dalam hal visi dan misi membangun Sumut yang lebih baik pada masa akan datang. Karena pembagian dalam posisi cagubsu dan cawagubsu adalah keputusan secara bersama.

“Terpenting kami inikan melakukan komunikasi dengan seluruh partai, mulai PPP, Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI-P, bahkan partai yang nggak punya kursi di DPRD Sumut,” ucapnya.

Ketika disinggung mengenai ada ketakutan partai lain koalisi dengan PKS, Hidayatullah menegaskan, koalisi partai itu sebenarnya bukan semestinya ditakuti, pasalnya asal seluruh partai koalisi komitmen dengan perjanjian politiknya. Selanjutnya sama-sama mewujudkan kesejahteraan dan keadilan untuk rakyat serta bersikap untuk perbaikan.

Seperti biasanya, setiap calon yang hendak maju menjadi kepala daerah harus menyiapkan anggaran perahu partai, Hidayatullah menegaskan bagi PKS hal itu tidak ada. Intinya, bila partai mau koalisi akan diberikan porsi wakil ataupun ada perjanjian politik lainnya.

“Kami hanya mengenal dana kampanye, kalau anggaran beli perahu partai atau tiket menuju menjadi pencalonan bagi kami tidak ada,” tegasnya.
Menanggapi itu, Prof DR HM Arif Nasution MA berpendapat, ketika PKS sudah lebih dahulu menetapkan Gatot Pujonugroho menjadi kandidat yang diusungnya, maka partai lain harus mulai melihat dan memetakan kekuatannya. Sedangkan untuk PKS, harus tetap menjalin komunikasi politik dengan partai lain.

Dia menyatakan, untuk menyatukan PKS dengan partai lain, masih ada kesulitan karena partai lain menganggap PKS merupakan partai yang eksklusif. Makanya PKS harus benar-benar membuka diri dengan partai lainnya.

“Jadi pada intinya, komunikasi politik PKS harus diperkuat, begitu juga komunikasi kandidat yang dijagokan juga harus lebih baik,” katanya.  (ril)

Konser Lady Gaga Haram

Artis Magdalena mengaku terkejut saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik konser Lady Gaga yang akan digelar bulan Juni mendatang di Gelora Bung Karno, Jakarta. Pasalnya, MUI langsung menegaskan nonton Lady Gaga haram , disebabkan Lady Gaga selalu tampil seksi setiap aksi manggunya.
“Tapi bagi saya, kalau masih ada tiketnya, saya juga ingin nonton,” ujarnya wanita kelahiran Jakarta, 28 tahun silam. (ins/jpnn)

Edies Adelia Temui Ulama Sebelum Nonton Konser

Saking  tak percaya kalau konser Lady Gaga difatwa haram, Edies Adelia mendatangi satu ulama terkenal.

“Itu bukan pendapat MUI secara keseluruhan (fatwa). Itu hanya ucapan sebagian anggota MUI yang was-was konser Gaga vulgar. Sebaiknya kita tanggap imbauan MUI dengan positif dan jangan terlalu dipermasalahkan,” kata Edies saat dihubungi Rakyat Merdeka (Grup Sumut Pos), Kamis (22/3).
Namun tak urung bintang sitcom horor Jadi Pocong ini penasaran. Dia menemui Ketua Umum Muhamaddiyah, Dien Syamsudin. “Awalnya aku nggak berani spekulasi. Akhirnya aku coba tanya dan ketemuan sama pemuka agama, salah satunya Pak Dien. Beliau jelaskan, ini hanya imbauan belum sampai fatwa,” bebernya.

Pemeran film 5 Sehat 4 Sempurna ini mengaku paham kekhawatiran MUI soal polah Lady Gaga nanti di panggung.  Berdasarkan pengalaman pribadi, dia pernah tonton konser Mother Monster, julukan Lady Gaga, itu di Singapura tahun lalu. “Di Singapura, dia nyanyi kayak nggak pakai baju, terus pakai hot pants. Memang ekstrim sih, tapi pihak panitia di Indonesia maunya merancang yang sesuai budaya tanah air,” katanya. (ins/jpnn)
Selain itu, bintang FTV Pria Rumah Tangga (PRT) meminta ada pembatasan umur bagi yang menonton konser tesebut. Meski ada jaminan dari panitia, konsep Lady Gaga nanti tidak akan terlalu vulgar.

Meski masih diperdebatkan MUI, cewek cantik berjilbab ini keukeuh ingin menonton. Karena itu, sekarang ini dia sudah sibuk cari tiket.
“Awalnya nggak ingin nonton, tapi berubah pikiran. Apalagi ingin dibandingin sama aksinya di Singapura. Aku bakal bareng teman-teman artis yang pasti heboh juga,”pungkasnya. (ins/jpnn)

Simpan Rahasia Klien sampai Mati

Liku-liku Hidup Bodyguard Langganan Perempuan Eksekutif

Profesi pengawal pribadi alias bodyguard menjadi pilihan Artini. Selama 24 jam dia mendampingi kliennya. Perempuan 34 tahun itu selalu siap dengan risiko terburuk: mati!

RIDLWAN HABIB, Jakarta

Pistol Sig Sauer P-226 itu tergeletak di tepi meja. Tangan mulus Artini mengambilnya dengan lembut. Senjata api genggam standar US Navy SEALs itu lalu dikokang dengan cekatan untuk memastikan tidak ada peluru yang tertinggal. “Saya pakai ini kalau memang situasinya darurat,” katanya saat ditemui Jawa Pos (grup Sumut Pos) di gedung Citra Graha Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/3) lalu.

Artini saat itu mengawal seorang perempuan yang merupakan petinggi sebuah badan usaha milik negara (BUMN). Dia meminta izin tiga jam untuk interview. “Kebetulan, Ibu juga sedang istirahat,” katanya.

Artini lalu membuka magasinnya. Standarnya, bongkar pasang itu maksimal sepuluh menit. “Kalau sedang tak bawa pisol, saya pakai semprotan merica dan pengejut listrik,” ujar Artini sembari mengeluarkan pepper spray dan stunt gun dari tas kecilnya.

Senjata memang tak bisa dipisahkan dari keseharian Artini. Maklum, dia sudah teken kontrak untuk melindungi keselamatan kliennya. “Saya harus siap pasang badan. Pernah nonton film Whitney Houston, The Bodyguard” Ya seperti itu. Bedanya, saya bukan Kevin Costner,” katanya, lalu tersenyum.
Sejak terjun sebagai pengawal pribadi lima tahun lalu, janda kelahiran 1978 tersebut sudah mendampingi belasan klien. Mulai istri pengusaha papan atas, pejabat, hingga artis. Bahkan, selingkuhan pejabat. Dia menyebut beberapa nama. Namun, dengan alasan kerahasiaan, Artini meminta nama-nama itu tidak ditulis. “Saya terikat dengan kontrak, “ ujarnya.

Perempuan yang dibayar minimal Rp 8 juta per bulan tersebut mengaku memiliki segudang rahasia paling pribadi klien-kliennya. Misalnya, kebiasaan mabuk-mabukan sampai urusan seputar asmara dan ranjang. “Saya pernah harus mendorong klien pakai kursi roda pukul tiga pagi dari sebuah diskotek karena dia mabuk berat,” ujar lulusan sebuah SMA di Tangerang itu.

Pengalaman Artini memang beragam. Suatu ketika, dia mengikuti kliennya seminggu penuh. Yang menarik, setiap hari sang klien selalu berbelanja di mal. “Di setiap lift kami ketemu orang yang sama. Sehari dua hari, ternyata memang dibuntuti,” ujarnya.

Setelah yakin bahwa kliennya terancam, Artini meminta si ibu berpindah rumah selama beberapa hari. “Jenis teror macam-macam. Yang paling penting memang dibuntuti. Untuk menimbulkan perasaan resah, tapi tak bisa dihukum pidana,” tutur dia.

Salah seorang kliennya pernah dikuntit kendaraan berpelat aparat. Hal itu berlangsung dua hari. Nah, pada hari ketiga Artini menyusun rencana escape (melarikan diri). Mobil dibawa masuk ke SPBU. Klien turun, menuju toilet, dan berganti pakaian. “Saya larikan lewat jalan tembus pakai taksi,” tutur dia.
Di setiap lokasi Artini selalu mencari jalur evakuasi atau tempat lari. “Itu prosedur tetapnya. Masuk ke mana pun, harus cari dulu. Kalau situasi darurat, klien harus dikeluarkan dari titik mana,” terang dia.

Hal yang paling dilematis adalah ketika konflik yang mengancam kliennya justru datang dari keluarga atau orang dekat. Misalnya, suami atau mantan suami. “Saya pernah mengamankan seorang ibu dengan anaknya yang masih TK,” ujar dia.

Mantan suami kliennya itu tidak terima karena tidak mendapatkan hak pengasuhan anak. Dia membawa puluhan preman untuk menjemput si anak. Tentu saja sang ibu panik. “Saya dipaksa dan dilatih untuk harus tenang dalam situasi apa pun. Saya bawa anaknya ke ruang kepala sekolah, ditemani gurunya di dalam, saya kunci dari luar,” tutur dia.

Lalu, dia membawa sang ibu ke tempat terbuka untuk “berdebat” dengan mantannya. “Di lokasi terbuka banyak saksi. Secara hukum, kalau ada apa-apa, kami menang,” tambahnya.

Untuk memberikan shock therapy bagi para pengawal si pria, Artini cukup menyentuh pimpinan mereka di titik berbahaya. “Lalu, tatap tajam di mata. Kuncinya, harus berani adu mata,” ucap dia.

Langkah itu cukup efektif. Artini adalah pemegang sabuk hitam bela diri boxer tarung derajat. Sentuhannya terasa menyakitkan jika diiringi dengan tenaga dan titik sentuh yang pas. Tarung derajat terkenal dengan latihan full body contact yang keras dan disiplin.

Lantas, debat dimenangi sang ibu. Mantan suaminya pun ngeloyor pergi bersama rombongan preman. “Saya juga siap dengan telepon petugas kepolisian setempat. Jika ada apa-apa, mereka on call,” katanya.

Tinggal bersama klien, Artini harus siap tidur di mana saja. Terkadang saat berada di luar kota, dia tidak dijatah kamar hotel. “Saya tidur di sofa, sudah biasa,” imbuh dia.

Ketika klien makan, Artini tak boleh ikut menyantap makanan. Dia harus tetap waspada dan menjaga jarak. “Biasanya, saya makan pagi pukul tiga sore,” terang dia. Demikian juga ketika mereka dugem di diskotek. “Kode etiknya, diharamkan menyentuh rokok, apalagi minum,” beber dia.

Soal pakaian, Artini fleksibel. Ada klien yang menginginkan dia berdandan formal untuk mengesankan seorang pengawal pribadi. Namun, ada juga yang risi dan memintanya berdandan biasa layaknya sekretaris. “Tapi, saya menolak kalau disuruh membawakan tas belanja atau mendorong troli. Sebab, bodyguard bukan pembantu,” tegas dia.

Rutinitas pagi Artini dimulai dengan push-up. “Minimal sepuluh kali,” katanya. Setelah itu, dia minum air putih tiga gelas dan buah yang selalu disiapkan. “Kalau tidak push-up, rasanya ada yang kurang,” katanya.

Dia juga rajin mengecek senjatanya. Pistol harus dibersihkan setiap hari. Sedangkan penyemprot merica harus diganti dua minggu sekali. “Lewat waktunya, mericanya sudah tak perih lagi di mata,” jelas dia.

Kok mau jadi bodyguard” Rupanya, Artini punya sejarah hidup yang pahit. “Saya pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu juga, saya bercerai,” ucap dia. Setelah rumah tangganya gagal, Artini berkonsentrasi belajar bela diri. Dia lantas menjadi satpam.

Wira, CEO Omyganesha, perusahaan penyedia jasa bodyguard, mengakui bahwa permintaan akan bodyguard sangat tinggi. “Klien sampai antre,” ucap dia. Dia sekarang memiliki enam bodyguard yang siap bertugas di seluruh Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Dulu perusahaannya hanya menyediakan pengawal cowok. Namun, ternyata banyak klien yang komplain ketika bodyguard itu harus mengawal perempuan. “Ada suami marah-marah karena bodyguard-nya ada affair dengan istrinya,” jelas dia.

Karena itu, Wira lalu merekrut pengawal perempuan. Mereka disekolahkan di International Security Academy di Singapura. Mereka juga dibekali pengetahuan standar kepolisian. “Mereka harus siap dengan risiko terburuk,” katanya.

Pria yang juga mantan bodyguard itu menilai, pengawal perempuan semakin dibutuhkan ketika ancaman di tengah masyarakat, terutama Jakarta, meningkat tajam. “Lagi jalan, dirampok. Bahkan, di rumah sendiri ditembak, bahaya sekali,” ucap mantan pengawal Rahardi Ramelan dan Tommy Soeharto tersebut.

Dia juga sengaja memilih janda untuk direkrut karena relatif bisa all-out saat berdinas. “Bukan bermaksud apa-apa. Supaya lebih fokus saja,” katanya. (*/c11/ca/jpnn)

Listrik Padam, Dokter Operasi Gunakan Senter

Listrik RSU Pirngadi Medan Padam, Keluarga Pasien Panik

MEDAN- Aliran listrik di dalam Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan mendadak padam, Sabtu (24/3) siang 13.15 WIB. Aktivitas di dalam rumah sakit menjadi terganggu. Tragisnya, pemadaman terjadi saat operasi pasien sedang berlangsung. Sontak kejadian itu membuat keluarga pasien di ruangan insentif care unit ( ICU) panik.

Amatan Sumut Pos, pemadaman listrik oleh PLN itu diperkirakan berlangsung 20 menit; mulai pukul 13.15 WIB hingga 13.35 WIB. Suasana di RSU dr Pirngadi terlihat ramai. Keluarga pasien terlihat panik sambil mengumpat. Bahkan mereka beberapa kali mencoba menghubungi seseorang dengan menggunakan telepon genggam.

“Sialan, lama kali hidup genset di RSU Pirngadi ini. Begitu sudah tahu mati, seharusnya petugas genset harus secepatnya menghidupkan genset,” kata, seorang wanita berjilbab warna hitam yang berada di rumah sakit Pirngadi Medan itu.

Tak hanya itu. Dokter yang sedang melakukan operasi di Ruang KBE Lantai I IGD RSU Pirngadi Medan terpaksa melakukan operasi menggunakan lampu senter. “Suster, carikan senter karena ini tak bisa didiamkan, lebih baik pakai lampu senter,” kata dokter pria menggunakan baju operasi hijau sambil berlalu masuk ke dalam.

Sementara itu, di Ruangan ICU Lantai IV RSU Pringadi Medan, terlihat di beberapa ruangan terpaksa menggunakan lampu senter ala kadarnya.
“Bagaimananya petugas kelistrikan di RSU Pirngadi Medan ini, kok lamban kali mereka menghidupkan gensetnya,” kata Adi, salah satu keluarga pasien yang berada di Lantai IV.

Tak hanya itu, para keluarga sangat menyayangkan lambanya penanganan disaat listrik padam. Sari (28), salah satu keluarga pasien lainnya mengatakan, rumah sakit seharusnya sudah berkoordinasi dengan PLN jika listrik padam. “Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali lah,” pintanya.

Tidak hanya keluarga pasien saja yang terlihat panik. Namun, petugas securiti dan petugas lift juga terlihat panik karena khawatir ada orang yang terkurung di dalam lift. Setelah genset hidup kembali, ternyata didalam lift Gedung Lama, tak ada yang warga atau keluarga pasien yang terkurung.
Sementara itu, Dewi, petugas medis mengatakan, situasi seperti itu sudah biasa mereka alami dan tidak perlu dibesar-besarkan. “Sudah biasanya itu,” katanya sambil berlalu pergi setelah selesai mengurus surat-surat pasien di meja Administrasi IGD.

Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes saat dihubungi via telepon seluleranya mengaku, dirinya berada di luar sedang ada kegiatan. “Saya tak dengar, karena saya sedang di luar. Saya sedang ada acara ini,” ujarnya sambil mematikan telepon selulernya. (jon)

Sepeda Motor Hilang, Jukir Tewas Gantung Diri

LUBUKPAKAM-Nazaruddin alias Ucok (46) warga Jalan Thamrin Lubukpakam yang berprofesi sebagai juru parkir (Jukit) di Jalan Sutomo Lubukpakam di sekitaran Bank BNI itu, mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di kediamannya, Sabtu (24/3) sekitar pukul 12.00 Wib.

Korban tergantung di atas kayu broti tepatnya di atas tempat tidur yang berdekatan dengan kamar mandi di dalam rumahnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya Siti Fatimah (45). Sebelum peristiwa itu terjadi, isterinya bersama anaknya pergi ke Polres Deli serdang untuk membuat laporan tentang sepeda motor mereka yang hilang beberapa waktu lalu.

Sebelum berangkat Siti Fatimah sempat mengajak korban untuk ikut ke Polres Deliserdang untuk membuat laporan. Namun korban yang memiliki empat orang anak itu, menolak ajakan isterinya. Korban pun ditinggal sendiri di rumah, sedangkan isterinya bersama anaknya pergi ke Polres Deliserdang. Setelah selesai membuat laporan pengaduan ke Polres Deliserdang, Siti Fatimah kembali ke rumah.

Setiba di rumah, Siti Fatimah tidak menemukan korban. Namun pintu depan rumah tertutup tapi tidak terkunci. Karena Siti Fatimah tidak menemukan korban di ruang tengah, tapi pintu ke arah dapur terkunci dari dalam, sehingga Siti Fatimah meminta tolong kepada tetangganya untuk mendobrak pintu. Dia curiga terjadi sesuatu terhadap suaminya itu.

Diabtu warga, akhirnya pintu berhasil didobrak. Kecurigaan Siti ternyata terbukti. Ucok ditemukan tewas tergantung dengan se-utas tali nilon warna kuning yang disambungkan dengan tali pinggang warna coklat yang melingkar di leher korban.

Siti Fatimah dibantu warga menurunkan jasad korban. Kemudian dibaringkan di kamar yang ada diruang tengah rumah. Tidak lama kemudian, pihak kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, dan jasad korban dibawa ke RSUD Deliserdang untuk diotopsi.

Setelah selesai otopsi, korban disemayamkan di rumah duka. Informasi lain diperoleh sejak sepeda motor miliknya hilang, korban sering merenung dan menyendiri dan merasa linglung. Meskipun keluarga korban membelikan sepeda motor yang baru namun hal itu tidak dapat mengobati rasa kecewanya. (btr)

Siswa SD Tewas Dilindas Dumptruk

LABUHAN- Bryan Ignatius Ansel Sinambela (7), siswa Sekolah Dasar (SD) Kelas I Yayasan Perguruan Santo Paulus tewas dilindas dumptruk fuso BK 9599 BH di Jalan Pancing di depan Sinar Cahaya Servis, Sabtu (24/3) sekitar pukul 09.30 WIB. Bocah, warga Perumahan Griya Martubung II Jalan Tenggiri Blok B Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan itu sempat dibawa ke rumah sakit oleh, Ridwan Siregar (51), sopir truk yang menabraknya, namun nyawanya tak bisa terselamatkan.

Kejadian bermula saat Bryan sedang menunggu angkutan umum di Jalan Pancing Martabung, setelah pulang dari sekolah menuju ke rumahnya.
Dumptruk yang sebelumnya parkir di belakang Bryan mendadak mundur dan melindas. “Tadi dia lagi sedang nunggu angkot, tiba-tiba mobil dumptruk itu mundur dan anak itu terjepit dan terjatuh,” kata, Feri seorang saksi dalam kejadian itu.

Sang Sopir mengetahui mobilnya menabrak anak sekolah, langsung berhenti dan mencoba menolong. “Supirnya langsung turun dan membawa anak itu ke rumah sakit, tapi sampai di rumah sakit nyawanya tak tertolong lagi,” jelasnya lagi.
Kapala Pos Lantas Titipapan Iptu J Sinaga mengakui adanya kejadian itu.

“Mobilnya saat ini sudah kita amankan, sementara sopir masih kita minta keterangan,” kata Sinaga.
Katanya lagi, sopir dumptruk yang bernama Ridwan Siregar (51) itu tinggal di Jalan Aluminium Raya Lingkungan XX Kelurahan Tanjungmulia Hilir Kecamatan Medan Deli. (ris/smg)

Polisi Bungkam, Pengelola Kantin Belum Juga Diperiksa

Terkait Puluhan Buruh di BICT Keracunan Makanan

BELAWAN- Hingga, Sabtu (24/3) siang, kondisi kesehatan puluhan buruh di Belawan Internasional Container Terminal (BICT) yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit mulai membaik. Bahkan sejumlah korban yang sempat diopname diduga akibat keracunan makanan mulai meninggalkan rumah sakit. Namun sampai sejauh ini penyidik Polres Pelabuhan Belawan belum memeriksa pihak pengelola kantin di bawah nauangan Koperasi Karyawan Pelabuhan (Kopkarpel) tersebut.

Pantauan Sumut Pos di Mapolres Pelabuhan Belawan, kasus dugaan keracunan makanan puluhan buruh peti kemas di BICT penanganan perkaranya oleh aparat berwajib masih terkesan tertutup. Para petugas penyidik terlihat bungkam saat ditanyai seputar kasus sangkaan keracunan yang terjadi di perusahaan BUMN itu.

“Tanyakan sama komandan (Kasat Reskrim-red) saja, kami dilarang untuk berbicara soal itu,” sebut, seorang petugas berpakaian kemeja putih ini.
Namun begitu, petugas yang tak mau namanya dikorankan ini menyebutkan, kantin yang berada di areal milik PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I tersebut dikelola oleh pihak Kopkarpel.”Itu kantin dikelola Kopkarpel, sedangkan pihak pemasok makanan kepada puluhan buruh belum diperiksa,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi ketika dikonfirmasi Sumut Pos via telepon selularnya tetap enggan memberikan keterangan. Bahkan pertanyaan yang dikirim melalui layanan pesan singkat ke nomor handponenya tak kunjung dijawab.
Hal serupa juga terjadi pada Asisten Menejer Hukum dan Humas BICT, Suratman. Saat dihubungi via selularnya, mantan Asmen Pelabuhan Tanjung Pinang tersebut tidak mengaktifkan telepon selularnya.

Informasi diperoleh Sumut Pos, dampak dari puluhan pekerja di BICT diduga keracunan itu juga turut berimbas pada terganggunya aktivitas jasa bongkar muat peti kemas di pelabuhan terbesar ke tiga di luar Pulau Jawa ini. “Proses bongkar muat hari ini memang sedikit terlambat, kabarnya beberapa pekerja crane dan yang lainnya masuk rumah sakit gara-gara keracunan makanan,” kata, Edi Lubis (35) salah seorang supir trailer pengangkut peti kemas.

Seperti diberitakan, diperkirakan sekitar 80 pekerja di pelabuhan peti kemas berkelas internasional ini mengalami gejala aneh, kondisi kesehatan mereka menurun setelah menyantap nasi bungkus pada, Kamis (22/3) malam sekira pukul 23.45 Wib. (mag-17)

Resmi Mendaftar, Anang Siap Wujudkan BM PAN Tangguh

MEDAN- Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Sumut yang akan digelar di Perapat pada 1 April mendatang, Anang Anas Azhar mendaftarkan diri sebagai calon ketua BM PAN Sumut ke Sekretariat Panitia Muswil di Jalan Krakatau Medan, Sabtu (24/3) pagi pukul 09.00 WIB.

Pendaftaran Anang ini dipimpin sekretaris tim pemenangan Edi Syahputra ST didampingi sejumlah anggota tim yakni Richard Doni, Husni Lubis, Jamaluddin, Ahmad Khairuddin, Hendrik dan Herman Koto.

Pendaftaran Anang diterima Panitia Penerima Pendaftaran M Muhar Madi serta Ketua OC Muswil BM PAN Sumut H Hendra Cipta dan panitia lainnya.
Anang Anas Azhar dalam kesempatan itu menyampaikan visinya memajukan BM PAN Sumut ke depan, yakni mewujudkan BM PAN yang tangguh, mandiri dan profesional dalam membangun integritas berpartai.

Sedangkan misinya yakni melakukan konsolidasi internal secara totalitas, intensif dalam mengembangkan wilayah gerakan BM PAN Sumut sampai tingkat ranting dan rayon dan memperluas jaringan BM PAN dengan melakukan tranformasi kader.

Selain itu, menciptakan sinergitas antara BM PAN dengan PAN Sumut dan kabupaten/kota demi peningkatan suara PAN ke depan. Khususnya demi mencapai dua digit perolehan suara PAN dan menjadikan Ketua Umum DPP PAN Hatta Radjasa menjadi Presiden Indonesia ke depan.
Anang Anas Azhar merupakan inisiator BM PAN Sumut pada 1998, dan mantan pengurus DPW PAN Sumut, mantan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, mantan Ketua DPD IMM Sumut, dan aktivis pengurus KNPI Sumut. Kini Anang Anas Azhar menjabat salah satu Ketua PP Pemuda Muhammadiyah. (ade)