31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13711

Pilot Tewas, Nenek Daratkan Pesawat

MILWAUKEE- Dalam situasi terdesak, manusia bisa dan cenderung berani melakukan tindakan apapun. Begitu pula yang terjadi pada Helen Collins Senin (2/4) petang lalu. Nenek berusia 80 tahun tersebut memberanikan diri untuk menjalankan pesawat dan mendaratkannya darurat di Bandara Cherryland, timur laut Negara Bagian Wisconsin, setelah sang pilot yang juga suaminya, John Collins (81), tiba-tiba meninggal.

Untungnya, sang nenek pernah mempelajari teknik dasar penerbangan sekitar 30 tahun lalu. Karena itulah, saat mendapati suaminya terkulai lemas di balik kemudi karena serangan jantung, dia mengambil alih kendali pesawat. Berkat panduan pilot pesawat lain, Robert Vuksanovic, dan panduan lewat radio, nenek asal Sturgeon Bay itu berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat.

“Ibu saya pernah belajar menerbangkan pesawat. Ibu diminta belajar jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di udara,” ujar James Collins, putra pasangan itu, seperti dilansir BBC, kemarin (4/4).

Pasangan Collins yang memiliki C and S Manufacturing di Door County tersebut memang acap bepergian dengan pesawat. Saat itu, mereka baru mengunjungi rumah kedua mereka di Marco Island, Florida. (ap/bbc/hep/dwi)

Bunuh Diri karena Uang Pensiun Dipotong

Roma- Gara-gara uang pensiunnya dipotong pemerintah, seorang nenek berusia 78 tahun di Sisilia, Italia, nekat bunuh diri dengan melompat dari lantai 4. Aksi nekatnya ini dipicu karena kekhawatirannya tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya setelah uang pensiunnya dipotong.

Saat ini, otoritas Italia melakukan pemotongan uang pensiun yang cukup banyak kepada para pensiunan. Uang pensiun yang tadinya sebesar 800 euro atau sekitar Rp9,6 juta per bulan, dipotong menjadi sebesar 600 euro atau Rp7,2 per bulannya.

Menurut sang anak, ibunya stres setelah mengetahui uang pensiunnya dipotong. “Dia khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelas sang anak seperti dilansir Reuters, Rabu (4/4).(net)

Fiorentina Pangkas Harga Tiket

Fiorentina memotong harga tiket sebagai upaya menarik para penggemar untuk memadati Stadio Artemio Franchi, untuk membantu memberi dukungan moral bagi tim yang sedang berjuang agar tidak terdegradasi dari Serie A.

Si Ungu berada satu posisi dan lima poin di atas zona degradasi, namun telah bisa dianggap terjun bebas, setelah hanya meraih satu poin dari 12 poin terakhir yang mungkin diraih.

Harga tiket untuk pertandingan kandang selanjutnya, yakni menjamu Palermo pada 11 April, akan dipotong sehingga tiketnya hanya berharga lima dan tujuh euro.

Jumlah penonton di Artemio Franchi jarang mencapai setengah kapasitas stadion, dan belakangan ini para pendukung mereka memperlihatkan sikap bermusuhan kepada pihak klub berjuluk La Viola tersebut. (bbs)

Beri Fasilitas Penonton Buta

KIEV- Kemeriahan Euro 2012 di stadion tidak hanya bisa dinikmati para penonton yang memiliki fisik normal. Penonton difabel pun dimanjakan. Biasanya, stadion hanya memberi fasilitas bagi para pengguna kursi roda. Nah, di Euro, orang buta pun mendapat hak yang sama.

Setiap venue (delapan stadion) bakal dilengkapi 30 earphone khusus. Earphone itu ibarat mata bagi mereka atau radio bagi penonton normal. Dari audio tersebut diberikan deskripsi mengenai segala sesuatu yang terjadi di dalam stadion alias tidak hanya sekadar mengenai jalannya pertandingan.

Fasilitas itu merupakan bagian dari kampanye “respect” UEFA (Asosiasi Sepak Bola Eropa) untuk Euro 2012: Sepak Bola Tanpa Batas. Salah satu tuan rumah Euro, Ukraina, bahkan berharap fasilitas itu tidak hanya diberikan selama turnamen empat tahunan tersebut.

“Kami berharap fasilitas tersebut bisa dipermanenkan setelah Euro 2012,” tandas Valeriy Sushkevych, kepala badan nasional orang difabel Ukraina, seperti dilansir Ukraine2012.

Sushkevych juga menambahkan, layanan tersebut sekaligus menjadi lahan profesi baru. Untuk Euro, pihaknya telah diminta bantuan untuk melatih para volunteer (sukarelawan) mengenai cara berkomunikasi dengan orang buta.

Sejatinya, fasilitas earphone di stadion bukan barang baru. Di Austria, salah satu tuan rumah Euro 2008, misalnya. “Stasiun televisi di negeri kami diharuskan memiliki layanan kepada penonton buta minimal 17 persen dari keseluruhan cabang olahraga yang ditayangkan,” kata salah satu reporter olahraga Austria Martin Zwinschenberger di kesempatan terpisah.

“Kami secara rutin sudah melakukannya di semua pertandingan sepak bola di divisi utama, semua pertandingan timnas Austria, dan tentu saja, pertandingan Paralympic Games,” sambungnya.(dns/jpnn)

Informasi, Panglima Sejahterakan Rakyat

Oleh:Chairil Huda

Pada 15 April 2012 mendatang, usia Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) genap 64 tahun. Jika diibaratkan manusia, di usia tersebut sudah tergolong ‘senja’. Karenanya, untuk meningkatkan dan mengembangkan pembangunan di seluruh daerah, dibutuhkan komunikasi yang intens sebagai penyampai informasi antar kabupaten/kota.

Di era reformasi, seluruh lapisan masyarakat bebas menyampaikan pendapat, baik lisan dan tulisan. Bahkan, atas nama demokrasi, unjuk rasa dibenarkan dengan catatan; harus tertib.

Kondisi ini berbeda dengan era orde baru. Pada masa itu, sekali mengkritisi pemerintah atau berkumpul menyuarakan atas nama masyarakat menuntut pemerintah berbuat, ujung-ujungnya berdampak buruk, dipenajara atau hilang.

Dua era yang berbeda, tentu memiliki satu prihal baik dan buruk. Di era orde baru, masyarakat lebih tertib. Namun tidak bisa mengkritisi segala kebijakan pemerintah. Sedangkan di era reformasi, masyarakat bebas meminta, mengkritisi dan memberi saran. Bahkan, pola pembangunan satu wilayah sifatnya, dari masyarakat ke pemerintah.

Perbedaan pola itu, berujung kepada tata kelola pemerintahan. Pegawai negeri sipil (PNS) tak bisa menjadi seorang yang berkuasa atau dilayani, tapi dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik. Bahkan, harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat lewat penjelasan yang sesuai aturan, prosedural, etika dan sopan.

Ditambah dengan munculnya UU No.14/2008 tentang keterbukaan informasi publik, maka peran pemerintah sebagai pengayom dan mengatur satu wilayah menjadi posisi yang paling disorot publik. Apalagi, ketika informasi dibungkam, dampaknya kepada tindakan hukum yang bersifat pidana.

Bukan itu saja, setiap pelayanan yang bersifat untuk pengurusan izin hingga kepada pungutan retribusi, diwajibkan menggelar sosialisasi yang luwes, sehingga masyarakat memahami aturan dan proseduralnya.

Hal lainnya, seiring tingginya intensitas sebaran informasi melalui televisi, radio, surat kabar, majalah, hingga media online. Tentunya, sekecil apapun, atas nama informasi tentang satu aturan ataupun kebijakan pemerintah tak bisa dibungkam. Jika hal itu dilakukan, dampaknya akan ada sanksi aturan yang disebut polisi informasi atau Komisi Informasi Publik (KIP).

Berseliwerannya informasi yang bersifat fakta, provokasi dan kepentingan kelompok, cendrung memperkeruh suasana, apalagi dipancing dari sikap diam pemerintah. Hal inilah yang sudah semestinya dikawal melalui lembaga KIP. Sehingga, masyarakat dan lembaga terlayani di jalur tengah.

Kelanjutan dari adanya pengawalan lembaga informasi, bisa terlaksana dengan munculnya komitmen antara kedua belah pihak. Sehingga ketidakpuasan yang dilampiaskan dengan cara unjuk rasa bisa berubah ke satu wadah pelaporan ke KIP.
Menyampaikan informasi, bukan hal mudah.

Dikarenakan, informasi itu sifatnya jamak, bisa menyinggung pembangunan, pembukaan kawasan perkebunan, industri dan perumahan serta hal lainnya masuknya investor. Hal itu menunjukkan informasi menjadi satu kepentingan banyak pihak, mulai masyarakat umum, pengusaha, politikus hingga mahasiswa. Artinya, semua masyarakat memiliki kepentingan yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan.

Ditambah lagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumut tahun 2011, jumlah penduduk di Sumut mencapai 13.103.596 jiwa, diantaranya 6.544.092 jiwa berjenis kelami laki-laki dan perempuan sebanyak 6.559.504 jiwa. Kesemuanya berada didaratan Sumut seluas, 71.680 kilometer per segi.

Di antara masyarakat yang menghuni daratan Sumut, penduduk Sumut berasal dari 12 etnis, antara lain Melayu, Batak Karo, Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Angkola, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, Jawa dan Tionghoa.

Selain sukuisme, penduduk Sumut berasal dari ragam keyakinan, antara lain didominasi beragama Islam sebanyak 65.5 persen, Kristen (Protestan/Katolik) sebanyak 31,4 persen, Buddha 2,8 persen, Hindu 0,2 persen serta ada Parmalim dan Konghucu.

Namun, latar belakang etnis itu sudah pernah dilakoni 17 nama yang pernah memimpin Sumut. Kesemuanya menitiskan pengetahuan keberagaman latar belakang etnis. Bahkan, banyak pemimpin menyebutkan dirinya adalah sahabat semua suku. Simbol ketokohan yang menyatakan ragam etnis, digunakan untuk memudahkan menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan santun, sopan dan demi memberikan informasi pelayanan beretika ke masyarakat.

Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST secara gamblang menyatakan, Sumut harus diwujudkan menjadi luar biasa, karena memiliki alam yang kaya dan dihuni ragam etnis. Penataan wilayah merata di setiap kabupaten/kota, tanpa menghilangkan satu tata kelola yang berbeda-beda.

Bukti itu, diwujudkannya Sumut sebagai pintu gerbang ekonomi di wilayah Barat Indonesia. Demi mencapainya sebagai langkah mendorong sektor industri, hulu dan hilir dari sumber daya alam (SDA) asal Sumut.
“Mewujudkan kesejahteraan itu diperlukan komitmen bersama, seperti menciptakan, menata, mengelola dan melaksanakan,” tegasnya.

Komitmen yang dimaksudkannya, seperti kebersamaan para pemangku kepentingan di Sumut untuk menemukan hal terbaru dari SDA beragam, menata wilayah sesuai pendekatan pembangunan, menjaga kewilayahan dari cengkraman atau kepentingan menyimpang serta melaksanakan komitmen bersama sesuai aturan perundang-undangan.

Isyarat itu, sebaiknya diserap Pemerintah Daerah (Pemda) di kabupaten/kota. Hal itu perlu diseleraskan tujuan bersama untuk para pemangku kepentingan demi mensejahterakan rakyat. Bukan sebaliknya, kepentingan keuntungan kelompok sehingga memperbesar pos subsidi.

Keputusan untuk menyamakan komitmen, sebenarnya sudah dibungkus dalam master plan Sumut, yang telah menyelaraskan dengan master plan nasional. Hanya saja, master plan kabupaten/kota bisa berubah dengan mudah hanya melalui satu rapat paripurna. Hal inilah yang akhirnya mengacaukan hubungan komunikasi vertikal dengan propinsi dan kabupaten/kota.

Kendala itu, sebaiknya diputuskan bersama bukan atas nama keinginan atau kepentingan kepentingan kelompok. Tapi, kebijakan kepala daerah kabupaten/kota seminimalnya melaporkan ke pemerintah setingkat di atasnya. Komunikasi itu penting dilakukan, demi mencegah terjadinya dampak disharmonisasi umat.

Ketika konflik fisik tak muncul di masyarakat Sumut, namun konflik penataan wilayah sering muncul antar daerah. Hal tersebut berdampak buruk kepada pelaksanaan program Pemerintah Pusat dan provinsi. Kondisi itu semestinya tak terjadi, ketika komunikasi antar tingkatan pemerintahan saling mendukung, demi mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera.

Prihal konflik tata wilayah itu, sebenarnya bisa diselesaikan bila pemerintah berkomitmen menciptakan informasi yang luwes dari rencana wilayah, baik dibangun, ditutup atau diubah. Prihal itu perlu disosialisasikan agar masyarakat mengetahui. Ketika masyarakat merespon kebijakan dan mendukung untuk kepentingan perekonomian, itulah bukti informasi sebagai panglima sejahterakan umat. (*)

Penulis adalah wartawan Sumut Pos
(Tulisan ini sebagai bahan untuk Lomba Karya Tulis Pers Dinas Komunikasi dan
Informatika Provinsi Sumatera Utara).

Sampah Bertumpuk di Pinggir Proyek Kanal

ENATAAN sampah di pinggiran proyek kanal yang berada antara Jalan Brigjen Katamso Medan Johor dengan Jalan Bajak V Medan Amplas mendesak. Sebab di kawasan ini terdapat 24 titik pembuangan sampah yang sebagian besar tidak terangkut sehingga meluber ke jalan.

Kondisi menumpuk sebagian besar sampah sudah berlangsung lama sehingga Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM beserta jajarannya diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. “Sampah di kanal terutama menuju Jalan Bajak V jarang diangkat. Ada yang ditumpuk secara sembarangan. Ada pula yang berada di bak sampah yang dibuat dari tembok,” kata Yono, pengguna jalan tersebut.

Lanjut Yono yang bermukim di Mariendal ini, bak sampah tak cukup menampung sampah sehingga meluber ke jalan. “Ada bak sampah yang penuh dibiarkan membusuk hingga penuh. Akhirnya warga membuang sampah secara sembarangan sehingga terjatuh di luar bak sampah,” sesalnya.

Adi, warga Tanjung Morawa yang sedang melintasi jalan alternatif dari Amplas menuju Kedai Durian ini juga berharap adanya perhatian Wali Kota Medan. “Jalan ini semakin ramai dilalui masyarakat.Kita harap jalan ini dapat dijaga kebersihannya karena menyangkut kenyaman dan kesehatan lingkungan,” pintanya.

Harapan serupa juga disampaikan Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut yang pernah menjadi Anggota DPRD Tapanuli Selatan H Sanggup Purba. Warga Mariendal ini berharap perhatian serius pemerintah dalam penataan sampah di Medan yang memiliki volume sampah yang besar setiap hari. (*)

King James Kemblai Bersinar

MIAMI – Dalam laga ketat yang terjadi di AmericanAirlines Arena antara Miami Heat dan Philadelphia 76ers, muncul satu nama yang paling bersinar. LeBron James menjadi penentu utama Heat menang tipis dan mengamankan satu tiket play off.

Heat sendiri menang 99-93 atas 76ers, di mana LeBron mencetak 41 poin dan enam rebound. Miami yang tak dihuni salah satu pilarnya, Dwayne Wade, butuh esktra penggedor dan ternyata mampu dijalani LeBron dengan sempurna.

Ketatnya laga sudah terlihat sejak kuarter pertama. Hingga waktu menutup kuarter pertama, perolehan kedua tim terlihat sengit, meski Miami masih mengungguli 76ers, 29-27. Tapi di kuarter kedua, 76ers yang dimotori Evan Turner, bangkit dan mendapuk 27 poin, sementara Heat hanya 22 angka.

Heat kembali memanaskan arenanya sendiri dengan poin demi poin di kuarter ketiga. Heat menang telak dengan pengumpulan 25 poin, berbeda sembilan poin dari perolehan 76ers. Kuarter keempat pun kembali terjadi pertarungan sengit, hingga akhirnya Heat membakar 76ers dengan kemenangan 99-93.

“Sungguh sebuah pertandingan yang membuat tegang. Tak diragukan lagi, ketegangan melanda seluruh stadion,” ungkap pelatih Heat, Erik Spoelstra kepada ESPN, Rabu (4/4).

Lorenzo Semakin Antusias

JAKARTA-Jorge Lorenzo sudah tak sabar untuk segera memulai musim baru yang akan dibuka di Losail, lintasan yang belum pernah ia menangi di kelas MotoGP.

Ketika berlaga di 125 cc dan 250cc, Loreno pernah tiga kali erjaya di Losail—satu kali di 125cc (2004) dan dua kali di 250cc (2006 dan 2007).
Akan tetapi, sejak turun di kelas MotoGP sedari tahun 2008, belum satu kalipun rider Yamaha itu menyudahi balapan di Losail di posisi terdepan.

Di Losail musim lalu Lorenzo hanya bisa finis di posisi dua. Itu adalah capaian terbaiknya di MotoGP Qatar, yang mana juga pernah ia raih dua kali sebelumnya (2008 dan 2010).

Saat itu Lorenzo menjadi satu-satunya pebalap Yamaha yang finis di posisi lima besar Losail, yang didominasi Honda. Musim ini pun ia tahu Honda akan kembali tangguh meski Lorenzo tetap antusias untuk membalap di Losail dan memulai musim.

“Aku sangat antusias untuk membalap lagi dan melihat bagaimana posisi kami dibandingkan dengan para rival,” ujar Lorenzo di situs MotoGP.

“Tahun lalu Qatar adalah balapan yang bagus buat kami tapi aku pikir musim ini kami akan memiliki motor yang sedikit lebih kompetitif jadi aku mengharapkan hasil bagus,” lanjut juara dunia MotoGP 2010 itu.
Lorenzo menutup musim lalu dengan absen di tiga seri terakhir karena cedera. Ini membuatnya kian tak sabar beraksi lagi, terlebih ia mengaku sudah sangat maksimal melakukan persiapan untuk musim ini.

“Karena cedera tanganku, sudah cukup lama sejak aku mengikuti sebuah balapan jadi aku sangat antusias menanti hari Minggu. Aku sudah banyak berlatih untuk musim ini; aku merasa amat baik dan juga sangat senang dengan motornya,” simpul Lorenzo. (bbs/jpnn)

Ribuan Ubur-ubur Serang Perairan Belawan

BELAWAN- Perubahan iklim diduga menyebabkan terjadinya lonjakan populasi ubur-ubur secara drastis. Ribuan ubur-ubur menyerang perairan Belawan, Rabu (4/4) siang. Meski belum memakan korban, namun hewan yang bisa menyebabkan gatal-gatal itu kian hari populasinya semakin bertambah.

Amatan Sumut Pos di sekitar pinggiran pantai perairan Belawan, populasi ubur-ubur yang diperkirakan mencapai ribuan ekor tersebut tampak berenang berkelompok melintasi pinggiran pantai menuju laut lepas. Bahkan hewan ini terlihat terhempas kembali ke pinggiran pantai saat gelombang laut muncul.

Ismail (30), seorang nelayan kepada Sumut Pos mengatakan, kian banyaknya populasi ubur-ubur di perairan Belawan ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir. “Kalau sudah terjadi perubahan musim seperti ini biasanya jumlah ubur-ubur lebih banyak dari biasanya,” ujar warga Bagan Deli, Belawan ini.

Kemunculan ubur-ubur di laut Belawan, sebut dia, setelah gelombang di tengah perairan membawa hewan ini ke pinggiran pantai, dan ini biasanya terjadi pada saat kondisi air laut naik (pasang) atau dikenal dengan istilah pasang besar lima belas hari bulan. “Saat memasuki musim pasang lima belas hari bulan, jumlah ubur-ubur akan bertambah. Hewan ini terbawa arus gelombang dari tengah laut sampai ke pinggiran pantai,” katanya.

Meski belum ditemukan korban gatal-gatal akibat terkena ubur-ubur, namun kian banyaknya hewan berumbai itu lanjut dia, sangat mengganggu aktivitas nelayan setempat. “Banyaknya ubur-ubur ini sudah pasti mengganggu, biasanya nelayan tak mau turun ke laut memperbaiki boat (kapal ikan) begitu melihat di dalam air banyak ubur-ubur, karena kalau tersentuh kulit bisa menjadi gatal-gatal,” tuturnya.(mag-17)

Servis Serena 196,3 Kilometer/Jam

PETENIS putri dengan servis paling kencang pada tahun ini adalah Serena Williams (AS). Servis paling kencang Serena tercatat 122 mil per jam atau 196,3 kilometer per jam.

Servis terkencang itu terjadi di turnamen Sony Ericsson Terbuka di Key Biscayne, Miami, Florida. Namun, Serena tersingkir di babak perempat final, kalah dari Caroline Wozniacki (Denmark) 4-6, 4-6.

Petenis dengan servis paling kencang kedua saat ini adalah kakak kandung Serena, Venus Williams. Sang kakak tercatat memukul bola saat servis dengan kecepatan 121 mil per jam atau 194,7 kilometer per jam juga di Miami.

Namun Venus tercatat sebagai petenis dengan servis paling kencang sedunia sepanjang sejarah, yakni 129 mil per jam atau 207,6 kilometer per jam, yang tercipta di turnamen Grand Slam AS Terbuka tahun 2007.

Untuk kategori ini, giliran Serena di urutan kedua dengan kecepatan 128 mil per jam atau 206 kilometer per jam. Serena membukukan pencapaian tersebut di Grand Slam Perancis Terbuka tahun 2010.

Dalam kategori servis paling cepat tahun ini, urutan ketiga adalah Sabine Lisicki (Jerman) dengan 118,1 mil per jam atau 190 kilometer per jam ketika tampil di Australia Terbuka. Selanjutnya, servis paling cepat keempat dan kelima adalah Samantha Stosur (Australia, 118 mph/189 km per jam, Indian Wells) dan Kaia Kanepi (Estonia, 116,8 mph/188 km per jam, Brisbane).

Urutan keenam hingga kedelapan ditempati tiga petenis dengan kecepatan servis sama yakni 116,2 mph atau 187 km per jam di Australia Terbuka yakni Jarmila Hajdosova (Australia), Lucie Hradecka (Ceko), dan Madison Keys (AS). (bbs/jpnn)