27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13717

Perankan Steve Jobs Muda

Ashton Kutcher

Ashton Kutcher dikabarkan menerima tawaran untuk memerankan sosok Steve Jobs. Suami Demi Moore itu akan menjelma menjadi Jobs ketika muda dalam sebuah biopic tentang pendiri Apple tersebut. Kutcher dianggap layak karena memiliki kemiripan sosok dengan Jobs ketika berumur 20-an. Selain itu, Kutcher adalah penggemar berat gadget dan teknologi.

Film indie berjudul Jobs itu disutradarai Joshua Michael Stern yang pernah membesut Swing Vote (2008). Menurut laporan Variety, skrip ceritanya akan dikerjakan Matt Whiteley dan syuting dimulai bulan depan. Film tersebut bakal berkisah tentang perjalanan Jobs dari belum punya apa-apa hingga sukses dengan brand Apple-nya. Tawaran tersebut akan menjadi tantangan menarik bagi Kutcher. Sebab, dirinya harus memerankan sosok nyata yang sangat populer di dunia. Jobs juga menjadi film pertama Kutcher yang diilhami dari kisah nyata dan menjadi pemeran utama.

Tapi, Kutcher bukan orang pertama yang pernah memerankan Steve Jobs. Noah Wyle pernah melakukannya ketika bermain dalam Pirates of Silicon Valley (1999). (kkn/c5/any/jpnn)

Aturan Pelaksanaan Outsourcing Digodok

JAKARTA- Kementerin Tenga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) saat ini tengah menyusun aturan teknis pelaksanaan sistem outsourcing. Menakertrans Muhaimin Iskandar menerangkan, aturan ini akan menjadi acuan bagi perusahaan dalam menggunakan tenaga outsourcing.
“Aturan ini nantinya akan menjadi pelindung tenaga outsourcing dan acuan bagi perusahaan agar dapat memperlakukan tenaga outsourcing. Karena selama ini tenaga outsourcing kurang mendapatkan perlakuan yang baik,” ungkap Muhaimin di Jakarta, Selasa (3/4).

Muhaimin menjelaskan, aturan mengenai outsourcing ini akan  memperkuat Surat Edaran Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnakertrans Nomor B.31/PHIJSK/I/2012 tentang Pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27/PUU-IX/2011 tanggal 17 Januari 2012.

“Selama ini aturan outsourcing hanya menggunakan surat edaran itu saja. Maka dari itu, dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan apa yang disebut peraturan pelaksanaan dari pelaksanaan outsourcing,” ujarnya.

Ketua Umum DPP PKB ini mengatakan, salah satu yang bakal diatur lebih ketat adalah pengaturan  usaha inti , dan usaha tambahan atau penunjang. (cha/jpnn)

Denny Indrayana Bakal Dipolisikan

Wakil Menteri Hukum dan HAM Tampar Petugas Lapas saat Sidak

JAKARTA- Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana kembali mendapat sorotan. Kali ini, Denny diduga menampar seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru, Riau, Senin (2/4) dinihari, karena tak dibukakan pintu saat mendatangi Lapas  bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Ulah Denny Indrayana ini, ternyata memicu solidaritas di kalangan sipir. Rencananya, para sipir yang jumlahnya puluhan ribu akan melaporkan Denny dan ajudannya ke polisi.

Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sihabuddin, saat ini di seluruh Indonesia terdapat 31 ribu petugas lapas. “Mereka meminta saya selaku Dirjen Pemasyarakatan berbuat. Mereka bilang, kalau ada teman sakit, yang lain sakit juga. Ada kemunginan melapor ke polisi,” kata Sihabuddin saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Selasa (3/4). Namun Sihabudin juga menegaskan, bukan dirinya yang akan melaporkan Denny, melainkan para petugas lapas.

Lebih lanjut Sihabuddin membandingkan Denny dengan Mantan Menteri Kehakiman Ismail Saleh. Menurut Sihabuddin, Ismail  sangat disegani oleh para pejabat dan pegawai Ditjen PAS.

Namun demikian Sihabuddin juga menegaskan, Ismail tak pernah main tangan, “Dulu yang paling disegani dan ditakuti adalah almarhum mantan Menteri Kehakiman Ismail Saleh. Tapi beliau gak pernah berbuat itu (menampar petugas) saat sidak atau mengunjungi Lapas. Paling keras dia itu cuma membentak kalau ada yang salah,” ucapnya.

Ia justru menuding Denny selalu melanggar aturan setiap kali melakukan sidak ke lapas. Sebab, Denny tak pernah berkoordinasi dengan pihak Ditjen PAS.
Sihabudin juga menegaskan, berdasarkan aturan, setiap sidak dilakukan harus  menyertakan petugas Ditjen PAS dan perwakilan dari Kanwal Kementrian Hukum dan HAM di daerah. Padahal, Denny adalah ketua Satgas Pemberantasan Narkoba di Lapas, sementara Sihabuddin adalah wakilnya.
“Setiap operasi sidak, kami tidak pernah diajak. Itu hanya dia (Denny) dan BNN.  Padahal Denny itu ketua Satgas Pemberantasan Narkoba di Lapas dan saya adalah wakil ketuanya,” kata Sihabudin.

Tindakan ini juga dikecam politisi Senayan. Anggota Komisi III DPR Bambang Soesayto, menyesalkan jika benar Wamenkumham melakukan tindakan sebrutal itu.

“Ini bukan negeri preman. Jika benar Wamen melakukan kekerasan dan tindakan kesewenang-wenangan, presiden harus copot yang bersangkutan dan kasusnya dibawa ke pengadilan,” kata Bambang Soesatyo.

Ia menambahkan, kalau presiden tidak memberikan sanksi, berarti presiden merestui tindakan brutal Wamen. “Apapun alasannya, itu urusan presiden,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsy juga menyesalkan tindakan itu. “Pimpinan birokrasi yang Tut Wuri Handayani janganlah mentang-mentang posisi di atas mau senak-enaknya dengan gayanya ini bukan negeri preman,” katanya.

“Tata kramalah dengan birokrasi yang bagus saya yakin bawahan akan lebih menghormati pimpinan kalau caranya lebih positif. Saya tidak yakin kalau tidak ada sesuatu yang tidak mengenakan sanksi apapun harus kita klarifikas karena ini baru kita dengar,” tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), itu. Selebihnya, kata Aboe, Komisi III akan mengecek kebenaran informasi itu saat rapat dengan Menkumham nanti. (ara/awa/boy/dil/jpnn)

Kans Revans

MEDAN- PSMS (IPL) memang harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya saat takluk di Stadion Teladan pada laga perdana putaran pertama akhir tahun lalu. Namun pertarungan sebenarnya baru akan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (8/4) mendatang.

Pada 27 November 2011 lalu, skuad Ayam Kinantan harus kalah 1-2 saat bentrok tim besutan Divaldo Alves. Namun saat itu, PSMS baru terbentuk dua hari sebelum melakoni laga tersebut. Dan sekarang, PSMS berbeda plus persiapan jelang putaran kedua yang sudah digeber selama dua minggu.
Ada yang menarik dari laga tandang PSMS ini. Bagi kedua tim yang pernah saling jegal di play-off 2009 lalu, laga ini merupakan laga revans setelah tim besutan Fabio Lopez ini dijungkalkan Persebaya 30 Juni 2009 lalu dengan skor 7-6 (1-1) di Stasion Siliwangi.

Skor tersebut akhirnya mendegradasikan PSMS ke Divisi Utama dan mempromosikan Persebaya ke kasta tertinggi sepak bola tanah air 2009/2010 lalu.
Kegagalan bertahan di kasta tertinggi tersebut menjadi kenangan pahit bagi Fadli Hariri. Hand ball yang dilakukannya di kotak penalti menyebabkan PSMS harus ketinggalan 1-0 walau akhirnya bisa dibalas.

Menghadapi Persebaya nanti, PSMS bakal mengulangi pertandingan play-off tersebut, dan tentunya bertekad membalas memori kelam lalu. Pertandingan ini merupakan laga gengsi bagi kedua tim. PSMS berharap bisa menang setelah di tiga laga terakhir hanya mampu bermain imbang.
Bagi pelatih PSMS Fabio Lopez yang tidak mengetahui riwayat tersebut, laga kontra Bajul Ijo memang sebagai satu partai rutin yang wajib dilakoni di putaran kedua. Namun, lebih dari itu, di tengah asa yang meninggi, PSMS memiliki target lain, yakni memperbaiki catatan sejarah tersebut dengan membalas Persebaya.

“Intinya, ini merupakan pertandingan rutin PSMS. Kita tentu optimis dengan persiapan yang sedang berjalan saat ini sebagai modal untuk pertandingan menghadapi Persebaya nanti,” ungkap Fabio, Selasa (3/4).

Dari latihan yang digelar Selasa (3/4) pagi di lapangan Arhanud Baterai P Titi Kuning, game shadow yang menjadi bagian latihan juga dimainkan dengan baik. Baik skuad A dan B, tak lagi melakukan operan-operan panjang dari belakang ke lini depan seperti yang sebelumnya sesekali dilakukan.
Namun, skema penguasaan bola (ball possession) diterapkan dari lini belakang menuju tengah dan ke lini depan membangun serangan. Jika gagal menyerang, tim yang melakukan serangan balik juga melakukan hal yang sama, membangun serangan dari kaki ke kaki.

“Harus cermat. Lawan jadi bisa membangun serangan karena kesalahan kita. Jadi harus main simpel, jangan mengambil resiko ketika mengoper bola ke rekan,” ujar Fabio lagi.

Direncanakan, Jumat (6/4) skuad PSMS akan latihan pagi sebelum berangkat ke Surabaya di siang harinya. “Pelatih bilang, sebelum berangkat, tim lebih dulu latihan pagi hari. Setelah itu, bersiap-siap karena akan berangkat ke Surabaya,” tutur sekretaris tim PSMS Heru Prawono. (saz)

Setelah Semua Mengajar, Kini Semua Meneliti

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah gencar-gencarnya mempublikasikan program “Ayo Semua Mengajar”. Tentu tujuannya agar anak-anak di negara ini punya potensi yang sangat bagus dalam pengembangan SDM yang berkualitas. Mengajar bukan hanya pada persoalan formalistik di ruangan belaka. Mengajar bisa juga berbentuk informal. Memberikan sesuatu yang bernilai kepada si anak agar berbuat baik juga merupakan bagian dari proses mengajar.

Jhon Marihot Purba, SE, M. Si

Program “Ayo Semua Mengajar” patut kita dukung secara kolektif. Pendidikan yang paling berharga tentu bermula dari keluarga. Keluargalah kata kunci pertama dalam pendidikan si anak. Jika pendidikan dalam keluarga berhasil dengan baik, maka karakter si anak akan terbangun dengan baik dan bagus. Tentu menjadi modal dasar di sekolah formal untuk menjadi manusia yang cerdas, terampil dan punya bekal keahlian untuk menyongsong masa depan.
Kekuatan negara (state power) sangat tergantung dari sikap kritis masyarakatnya. Semakin kritis masyarakat dalam menyeimbangkan hak dan kewajiban, maka secara otomatis praktik penyelewengan dalam bentuk tindakan koruptif, manipulatif kemungkinan bisa diatasi.

Kita bisa melihat negara Swiss, di mana pemerintahannya bersih (clean goverment) dari korupsi. Mengapa pemerintahan Swiss bebas dari korupsi? Tentu karena pemerintahannya lahir dari embrio masyarakat yang terdidik dan kritis.

Sejak kecil masyarakat Swiss sudah dididik dalam lingkungan keluarga untuk menjadi anak yang baik. Sosialisasi dini tentang kebaikan dan nilai kemanusiaan sudah ditanamkan sejak anak-anak. Perkembangan anak pun disertai dengan muatan karakter yang baik. Jadi, pemerintahan yang lahir dari proses masyarakat yang terdidik (community proces knwoledge) maka pemerintahannya akan bersih dari KKN.

Menjadi masyarakat yang terdidik bisa dilakukan jika keluarga itu benar-benar peduli pada dunia pendidikan dan menanamkan nilai yang baik sejak dini kepada si anak. Untuk itu, proyek “Ayo Semua Mengajar” perlu didukung supaya bisa terimplementasi pada semua keluarga.

Kemudian, program “Ayo Semua Mengajar” ini perlu didukung oleh program “Ayo Meneliti”. Meneliti yang kita bicarakan bukan dalam skala sangat besar. Tentu kita pun harus memahami keterbatasan pemikiran kita. Kita tidak bicara tentang nuklir, bom atom, fisika quantum. Tetapi penelitian dalam skala terkecil.

Kita perlu melakukan instropeksi dalam diri kita masing-masing dengan memedomani langkah penelitian. Langkah penelitian yang paling sederhana adalah memahami apa latar belakang masalah, merumuskan masalah, menganalisis masalah, dan menyimpulkan. Penelitian terkecil bisa tersosialisasi dengan baik.

Sebagai warga negara yang baik misalnya, jika saya melakukan itu, apa latar belakangnya? Apakah latar belakang itu sudah benar atau tidak? Kemudian saya merumuskan, mengapa latar belakang itu muncul? Setelah itu dianalisis dengan logika sederhana, dan baru bisa disimpulkan. Kesimpulannya pun perlu diulang agar tidka benar.

Ketika kita ingin melakukan aktivitas sehari-hari, aktivitas itu bisa kita teliti dengan langkah yang sangat sederhana. Dengan demikian tindakan kita yang kita teliti sehari-hari akan menjauhkan tindakan kita dari tindakan yang salah. Sehingga apa yang kita perbuat bisa bermanfaat bagi orang lain. Minimal apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari tidak menganggu orang lain.

Mensosialisasikan penelitian, paling minim meneliti diri sendiri sangat penting agar negara ini punya struktur masyarakat yang ilmiah. Hanya saja ini sangat sulit jika pemerintah belum bisa menghargai penelitian, baik skala kecil dan besar. Akhir-akhir ini peneliti banyak mengeluh mengenai masalah dana penelitian, fasilitas penelitian, sampai tunjangan kesejahteraan penelitian. Tentu ini sangat menghambat perkembangan penelitian. Seharusnya pemerintah mampu sebagai garda terdepan dalam melembagakan penelitian yang ilmiah kepada masyarakat.

Pemerintah perlu membuat program go nasional dengan motto “Ayo Semua Meneliti”. Minimal kita meneliti dengan cermat apa yang kita lakukan sehari-hari. Dengan demikian hari-hari yang dilalui oleh masyarakat akan berguna untuk dirinya dan bagi bangsa ini. Saatnya bangsa kita bangkit. Saya punya keyakinan sebuah bangsa yang pemerintahannya bagus lahir dari masyarakat yang terdidik dan tahu akan kewajiban dan haknya dengan baik.
Menjadi masyarakat yang baik dan terdidik tidaklah sulit. Banyak media, informasi yang mendidik, perpustakaan, televisi, radio, dan koran yang bisa menjadi referensi bagi kita semua. Mengoptimalkan sumber pengetahuan dan informasi mendidik tentu menjadi modal dasar bagi pembangunan bangsa ini. Kita harus terus mendorong budaya meneliti masyarakat agar tersosialisasi dengan baik sampai ke akar rumput. Hanya dengan budaya penelitian dan masyarakat terdidiklah bangsa ini bisa bangkit.

Kita harus akui, di balik jebloknya pemerintahan kita ini, kondisi masyarakat juga sangat memperihatinkan. Disiplin masyarakat sangat rendah, kemampuan SDM masyarakat juga sangat rendah. Ancaman populasi penduduk yang terus tambah, tentu menjadi masalah bagi bangsa ini.
Apa jadinya sebuah bangsa yang penduduknya besar tapi kualitasnya sangat rendah. Bahaya kemiskinan, kelaparan, kriminal, hilangnya generasi emas, akan menjadi ancaman yang sangat laten. Kita sendiri pun harus menyadarinya bahwa populasi penduduk yang terus bertambah akan menajdi masalah mendasar pembangunan bangsa ini ke depan.

Semoga masyarakat tersadar tentang pentingnya program “Ayo Semua Mengajar” dan “Ayo Meneliti” yang sebenarnya bisa dimulai dari keluarga. Sangat penting ditanamkan sejak dini agar bangsa kita menjadi bangsa yang besar, bermartabat, dan beradab dalam pergaulan internasional. Masyarakat Indonesia perlu menyadari keberhasilan pemerintah Swiss yang bersih dari KKN.

Pemerintah Swiss lahir dari proses masyarakat yang terdidik dan bermoral. Mereka menanamkan nilai sejak awal kepada si anak. Si anak pun berkembang dengan karakter yang bagus. Kalau bisa kita terapkan maka kita bisa menjadi bangsa yang besar dan pemerintahan kita bisa bersih dari virus KKN. Untuk itu mari mendukung program “Ayo Semua Mengajar” dan “Ayo Semua Meneliti” yang bisa kita mulai dari lingkungan keluarga. (*)

Penulis adalah Dosen FE Universitas Sutomo Medan dan Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pemberdayaan Guru Sejahtera Sumut (LP3GSSU)

Dewi Sandra Bulan Madu demi Momongan

Artis dan penyanyi Dewi Sandra menyatakan sedang menikmati kehidupan pernikahan bersama suami ketiganya, Agus Rahman. Artis 31 tahun itu sangat bersyukur mendapat seorang suami yang pengertian dan sangat mendukung karirnya di dunia entertainment.

Namun, sebagai seorang perempuan, Dewi merasa kurang sreg jika belum dikaruniai momongan. Terkait hal tersebut, penyanyi blasteran Inggris-Indonesia itu tidak terlalu ngoyo meski merasa sudah siap. “Masalah momongan itu wewenang Yang Di Atas ya. Kita sebagai perempuan pasti pengin lah. Pasti sangat bahagia kalau dikaruniai buah hati. Kalau pertanyaannya siap, ya siap. Dalam kehidupan, banyak hal yang kita inginkan, tapi belum kesampaian. Saya percaya suatu saat pasti,” jelas Dewi kemarin (2/4).

Dewi menuturkan, dirinya dan suami memang tidak memiliki program khusus untuk mendapatkan momongan. Namun, sebentar lagi, mantan istri aktor Surya Saputra itu akan berbulan madu bersama sang suami selama seminggu. Dia berharap dari bulan madu tersebut bisa segera mendapatkan momongan. “Doakan berhasil ya. Mudah-mudahan ada hasilnya,” kata Dewi. Ketika ditanya destinasi bulan madunya, Dewi enggan menjawab. Dia hanya mengatakan akan berbulan madu di luar negeri. “Ada deh,” imbuh dia.

Pemilik nama lengkap Dewi Sandra Killick itu menuturkan, dirinya memang suka dengan anak-anak. Beruntung, meski belum diberi momongan, dia memiliki banyak keponakan yang masih kecil. Jika sedang senggang, Dewi kerap mengasuh para keponakannya tersebut. Menurut Dewi, kegiatan babysitting itu sangat menyenangkan.

“Keponakan banyak. Kemarin saja sempat babysit enam keponakan sama Mas Agus. Seru banget. Aku merasa bahagia karena sebagai tante mereka, aku juga punya tanggung jawab dengan keponakan,” ujarnya.

Disinggung soal adopsi sebagai pancingan untuk hamil, Dewi mengungkapkan pernah membahas itu. Namun, dia tidak setuju dengan pendapat bahwa adopsi bisa memancing supaya bisa segera dikaruniai anak. “Kalau waktunya tepat, ya mungkin saja (adopsi). Tapi, nggak sembarangan adopsi juga. Saya nggak setuju dengan kata-kata mancing. Kurang pas. Kalau buat saya, anak adalah anak. Mau dari mana asalnya, itu menjadi tanggung jawab kita,” imbuh Dewi yang menikah pada 11 Desember tahun lalu tersebut. (ken/c6/any/jpnn)

Perbaikan Traffic Light Sedot Rp1,1 M

Lampu Led yang Rusak Sementara Diganti Pijar

MEDAN-Dishub Kota Medan mengajukan anggaran Rp1.178.516.000 ke Pemko Medan, untuk perbaikan  traffic light di lima persimpangan yang rusak akibat aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM.

Rencananya, anggaran tersebut akan dialokasikan dari anggaran bencana dengan proses penunjukkan langsung (PL).

“Baru tadi kita ajukan kepada Pak Wali. Untuk memperbaiki sebanyak 20 traffic light yang rusak,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Armansyah Lubis, usai rapat evaluasi Pajak Bumi Bangunan di kantor Bapeda Medan, Selasa (3/4) siang.

Armansyah menjelaskan, untuk persimpangan Jalan Yos Sudarso/Adam Malik perbaikan traffic light dibutuhkan anggaran sebesar Rp94.040.000, simpang Jalan Perintis Kemerdekaan/Jalan Gaharu Rp119.476.000, simpang Jalan Sutomo/Jalan Perintis Kemerdekaan Rp163.172.000. Simpang HM Yamin/Jalan Sutomo Rp60.974.000. Begitu juga untuk simpang Jalan HM Yamin/Jalan Gaharu Rp60.974.000, simpang Jalan Sudirman/ Jalan S Parman Rp75.032.000, simpang Jalan Jamin Ginting/Jalan Iskandar Muda Rp141.006.000 simpang Jalan Jamin Ginting/Jalan Dr Mansyur Rp260.862.000, Jalan Ngumban Surbakti/Jalan Setia Budi Rp161.014.000 dan simpang Jalan Sm Raja/Jalan HM Jhoni Rp40.966.000.

Disebutkannya, anggaran yang diajukan ke Pemko Medan merupakan anggaran yang nantinya akan dialokasikan dari anggaran bencana, karena perbaikan traffic light itu terjadi karena adanya keadaan darurat akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen dalam menolak rencana kenaikan BBM.

Sedangkan untuk proses yang akan dilakukan secara penunjukan langsung dan tidak melalui proses tender, sehingga pengadaan traffic light yang rusak itu bisa langsung dilakukan. “Kalau menggunakan proses tender itu kan nanti akan lama waktunya, makanya untuk ini kita lakukan PL,” terangnya.
Ketika disinggung, kapan selesainya pengadaan untuk traffic light tersebut, Armansyah mengatakan kalau pengadaannya itu masih tergantung kepada persetujuan dari Wali Kota Medan.

Dikatakan Armansyah, tidak semua traffic light itu harus dilakukan pengadaan baru, sebab beberapa traffic light yang rusak itu merupakan tiang rendah, sedangkan yang tiang tinggi tidak rusak. Ada sebagian juga yang boksnya hancur dan alat control serta countdownnya yang rusak. “Jadi tidak semua alatnya yang harus diganti,” terang Armasnyah.

Terkait kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas Jalan di Medan seperti di persimpangan Jalan Sutomo dan Jalan Perintis Kemerdekaan juga di Jalan Sutomo/Jalan Gaharu, Armansyah mengaku mungkin bukan karena traffic light. Sebab, kalau traffic light yang rusak untuk sementara sudah kita pasang lampu pijar. Lampu pijar ini kan sebenarnya sistem traffic light kita yang lama. Sambil kita menunggu pengadaan traffic light dengan system LED. Kelebihannya kalau traffic light LED ini selain lebih terang juga dia memiliki countdown (perhitungan waktu) dibandingkan traffic light yang lampu pijar,” kata Armansyah.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiagakan petugas di setiap persimpangan di Medan. (adl)

Makin Kokoh di Puncak

BLACKBURN – Manchester United semakin dekat menuju gelar juara ke-20 di pentas Premier League. Setan Merah berhasil membalaskan dendam dengan mengalahkan Blackburn Rovers 2-0.

Dengan kemenangan ini, maka United unggul lima poin dari peringkat kedua sekaligus tim sekota Manchester City. Patrice Evra dkk mengumpulkan 76 dari 31 pertandingan. Sedangkan The Citizens, mengoleksi 71 poin.

Dalam pertandingan di Ewood Park, Selasa (3/4/2012) dini hari WIB, Sir Alex Ferguson kembali melakukan perubahan pada susunan pemain. Kali ini, Ferguson menurunkan formasi 4-3-3. United langsung menggebrak sejak menit awal.

Menanggapi kemenangan yang diraih timnya, pelatih Manchester United Sior Alex Ferguson mengaku senang, karena menurutnya Blackburn bukanlah lawan yang gampang ditaklukkan.

“Ini adalah malam yang sangat panjang. Kami harus bertarung dan berjuang keras. Kami mendapatkan hasil yang kami mau,” ungkap Ferguson selepas pertandingan dilaporkan Manchester Evening News, Selasa (3/4).

“Kami memang berhasil menekan mereka, tapi kami harus berhati-hati terhadap serangan balik mereka. Sebab, Blackburn memang sangat berbahaya dalam melakukan serangan balik. Kami terlalu banyak membuang kesempatan mencetak gol. Tapi ini adalah sebuah kemenangan yang sangat penting dan melambangkan sejarah dari klub ini,” tandas pelatih asal Skotlandia tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah pelatih Blackburn Rovers Steve Kean mengaku tak menyesal dengan kekalahan yang dialami timnya. “Apa yang harus kami lakukan adalah mengambil sisi positif dari 80 menit pertama di pertandingan ini,” ucap Kean. (bbs/jpnn)

Ketika Gemuk Tak Lagi Lucu

Lucu dan menggemaskan, mungkin hal itulah yang ada dibenak para orang tua ketika melihat anaknya yang tumbuh menjadi gemuk bahkan lebih gemuk dari anak-anak seusianya. Sebaliknya, banyak orang tua yang tak menyadari bahwa anak-anaknya yang terlihat ‘terlalu sehat’ itu sesungguhnya memiliki resiko terserang berbagai jenis penyakit serius.

Berat badan berlebih bukan tolak ukur bahwa anak tersebut sehat. Karenanya, kelebihan berat badan atau obesitas pada anak harus menjadi perhatian orangtua. Masalah ini awalnya dianggap hanya terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi. Namun pada kenyataannya jumlah anak dengan masalah kelebihan berat badan  ini sekarang semakin meningkat di negara berpendapatan rendah dan menengah, khususnya di perkotaan.

Pada dasarnya terdapat dua faktor yang mempengaruhi obesitas, yang pertama adalah faktor genetik.  Anak yang menderita obesitas biasanya memiliki orangtua yang obesitas pula. Jika salah satu orangtua menderita obesitas, maka 40% kemungkinan anaknya akan menderita obesitas, sedangkan jika kedua orangtua menderita obesitas, maka resikonya meningkat menjadi 70%. Sedangkan faktor yang kedua adalah lingkungan, hal ini berkaitan dengan tingkat metabolisme tubuh anak, aktivitas fisik, budaya dan asupan makanannya.

‘’Banyak faktor yang membuat anak-anak menjadi obesitas. Diantaranya karena asupan kalori yang berlebihan, terutama dari makanan manis dan berlemak. Namun tidak didukung dengan aktifitas anak dan olahraga yang teratur,”ujar Dokter Spesialis Anak RSUD dr Pirngadi Medan, dr Terapul.
Disebutkannya, jika anak-anak diberi makanan yang memiliki kalori tinggi namun setelah itu tidak ada aktifitas atau lebih banyak diam dan ditidurkan, maka berat badannya otomatis naik dan berlebih. ‘’Tapi, selain faktor makanan, anak obesitas juga bisa karena faktor keturunan,” katanya, Minggu (1/4).
Menurutnya, obesitas adalah salah satu faktor resiko kematian dini.

Bahkan anak-anak yang obesitas berpotensi menderita berbagai penyakit diantaranya risiko penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kanker tertentu. Dan obesitas, lebih berbahaya jika diidap oleh anak perempuan. Karena saat dewasa, mereka akan mengandung dan menjadi gemuk sehingga anak yang dilahirkan akan berisiko menjadi obesitas pula.
“Keluarga dengan latar belakang orang tua yang obesitas,maka anak-anak mereka akan cenderung memiliki badan lebih besar.  Namun perempuan lebih cenderung memiliki berat badan yang mirip dengan ibu mereka,” ungkapnya.

Untuk itu, orangtua harus mewaspadai terjadinya obesitas pada anak. Berikan asupan nutrisi yang baik dan tepat sejak usia kanak-kanak.
“ Banyak orangtua yang menganggap obesitas pada anak adalah permasalahan sepele. Padahal ini dapat menimbulkan masalah serius,”tambahnya. (mag-11)

Atur Pertandingan, Masiello Ditahan

ROMA- Pemain bertahan Atalanta, Andrea Masiello menjadi tersangka kasus pengaturan pertandingan di Seria A Italia. Untuk kepentingan penyelidikan, polisi Italia Carbineri menangkap Masiello di rumahnya Senin pagi dan kemudian menahannya. Polisi juga tengah memeriksa delapan mantan pemain Bari lainnya.

Penangkapan dilakukan setelah tim penyelidik Bari -klub yang diperkuat Masiello musim lalu- menemukan bukti-bukti baru terkait kasus tersebut. Masiello bermain untuk Bari selama tiga setengah musim sebelumnya akhirnya dikontrak Atalanta pertengahan musim ini.

Sebelum menangkap Masiello, penyidik mencermati sembilan pertandingan terakhir Bari musim lalu. Salah satu pertandingan yang dicurigai adalah ketika Bari bertemu tim sekota Lecce 15 Mei 2011.

Saat itu, Bari yang sudah pasti terdegrasi dicurigai sengaja mengalah, agar Lecce terhindar dari degradasi.

Di pertandingan itu, Masiello melakukan gol bunuh diri yang membantu kemenangan Lecce atas Bari 2-0. “Hasil investigasi menunjukkan ada penyerahan uang (suap) di akhir pertandingan,” papar penyidik Bari, Antonio Laudati kepada wartawan.

Pertandingan-pertandingan lain yang sedang diselidiki adalah saat Bari menang 3-0 atas Genoa pada 2 Mei. Hasil imbang 3-3 di Udinese pada 9 Mei. Serta kemenangan 4-0 atas Bologna di pekan terakhir musim lalu.

Mantan gelandang Bari, Rossi, yang sekarang bermain untuk Cesena, menjelaskan bahwa setelah Bari dipastikan terdegradasi, beberapa kelompok supporter garis keras mendekati mereka. Kelompok itu menekan para pemain agar mengalah pada dua pertandingan melawan Cesena dan Sampdoria. Para supporter itu bertaruh bahwa Bari akan kalah pada dua pertandingan tersebut.

Rossi mengatakan bahwa meski mereka diancam, para pemain menolak mengabulkan permintaan itu. Di kedua pertandingan tersebut, Bari akhirnya memang kalah. Rosi tidak menjelaskan apakah itu karena tekanan tadi.

Manajer Umum Bari Claudio Garzelli menolak tuduhan tersebut. Ia menimpali, “Saya tidak memiliki alasan apapun untuk percaya bahwa Masiello dapat terlibat dalam aktivitas curang apapun,” kilahnya.

Presiden FIGC Giancarlo Abate menegaskan bahwa dia tidak akan memberikan toleransi kepada pemain yang berbuat curang.(ap/jpnn)