28 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13716

Gus Irawan Dalam Radar PDIP

MEDAN-Sosok Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu, tampaknya makin banyak dilirik partai terkait Pilgubsu 2013. Setelah dikaitkan dengan Golkar dan diisukan dilirik Demokrat, Gus Irawan kini dalam radar PDIP.

Setidaknya hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P. “Ya seperti yang sudah dibicarakan banyak orang, ada kader yang ikut pertemuan dengan Gus Irawan dan ada kader yang ikut pertemuan dengan Chairuman Harahap. Tapi itu masih secara internal,” tegasnya usai acara konfrensi pers pembukaan pendaftaran Calon Gubernur Sumut (Cagubsu) dan Calon Wakil Gubernur Sumut (Cawagubsu) pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mendatang, di Kantor DPD PDI P Sumut Jalan Hayam Wuruk No.11 Medan, Minggu (1/4) lalu.

Apakah ada sosok dari internal PDI P sendiri, yang akan diusung selain nama-nama tersebut? Menyikapi pertanyaan itu, pria yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut tersebut mengaku, belum ada sosok yang akan maju dari PDI P. “Belumlah, belum ada. Semuanya masih akan melalui proses penjaringan dan survey, dari hasil yang ada akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI P,” jawabnya lagi.

HM Affan saat berlangsungnya konfrensi pers tersebut juga sempat mengemukakan, ada usulan kader-kader PDI P Sumut yang ada di daerah-daerah. “Ada usulan nama-nama dari kader di daerah. Namun itu masih internal dan sifatnya subjektif. Makanya kita akan melakukan proses penjaringan, dengan skema dan aturan yang ada untuk menghasilkan calon yang terbaik,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Informasi dan  Komunikasi (Infokom) DPD PDI P Sumut Eddy Rangkuti, mengatakan sejak Senin (2/4) hingga Sabtu (2/6) mendatang DPD PDI P Sumut mulai membuka pendaftaran bagi siapa saja, baik kader PDI P maupun kader lain dan masyarakat biasa yang memiliki keinginan untuk maju menjadi Cagubsu dan Cawagubsu 2013 mendatang. Tempat pendaftarannya di Kantor DPD PDI P, Jalan Hayam Wuruk No.11 Medan. “Dalam tahapannya, nanti setelah mendaftar dan mengembalikan formulir, akan dilakukan verifikasi oleh DPD pada 3 Juni-10 Juni 2012. Selanjutnya, simulasi pada Juni-Juli 2012, survey Agustus 2012 dan fit and proper test oleh DPP pada Oktober 2012 dan pada bulan yang sama dikeluarkan rekomendasi pasangan balon yang akan diusung PDIP,” terang Eddy Rangkuti.

M Affan juga sempat menambahkan, pihaknya akan serius dalam melakukan penjaringan balon tersebut Namun demikian, katanya, sampai saat ini belum ada deal-deal terkait parpol yang akan diajak berkoalisi. Dengan perolehan 12 kursi di DPRD Sumut pada pemilu 2009, PDIP harus berkoalisi dengan parpol lain untuk memenuhi persyaratan mengusung pasangan calon, yakni minimal 15 dari 100 kursi di DPRD Sumut.

“Koalisi PDIP terbuka dengan parpol manapun dan itu menjadi keharusan, karena PDIP tidak bisa mengusung pasangan calon secara tunggal,” katanya.

Agung Laksono Sebut Gus Irawan

Sementara, di Jakarta, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar (DPP PG) Agung Laksono mengatakan, penentuan calon yang akan diusung Partai Golkar di pilgub Sumut 2013, murni berdasarkan hasil survei.

“Kita akan lakukan survei untuk melihat aksesabilitas dan elektabilitas yang tertinggi siapa. Sekarang sejumlah nama mulai muncul. Nanti kita ukur siapa yang tertinggi elektabilitas dan popularitasnya,” ujar Agung Laksono kepada Sumut Pos di Jakarta, Selasa (3/4).

Agung juga mengatakan, bahwa partainya akan mengusng kadernya sendiri yang akan dijadikan Cagub Sumut. Bukankah kader Golkar yang sudah muncul Chairuman Harahap? Agung buru-buru membantahnya. “Ada juga Dirut…Gus Irawan itu dan beberapa bupati,” ujar Agung, alumni SMAN 1 Medan tersebut.

Maksudnya, Golkar mau mengusung Gus Irawan? “Tapi harus disurvei dulu. Kita akan survei lagi. Survei yang tak bisa direkayasa,” terang mantan Ketua DPR itu. (ari/sam)

Syamsul Restui Ketua PBR Pimpin Golkar Sumut

Kelompok 55 Desak Musdalub

MEDAN-Kabar perpecahan di Partai Golkar Sumut makin mengemuka. 14 DPD Partai Golkar se-Kabupaten/Kota atau kelompok 55 mendesak diadakan Musyawah Daerah Luar Bisa (Musdalub) untuk memilih ketua DPD baru. Lima kandidat pun muncul, satu di antaranya malah kader Partai Bintang Reformasi (PBR).

Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh Sumut Pos pada Selasa (3/4), diketahui lima kandidat itu telah mendapat restu dari Ketua DPD Sumut Nonaktif, Syamsul Arifin. Kelima kandidat yang dimaksud adalah Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu, Anggota DPR-RI Chairuman Harahap, Anggota DPRD Sumut Ajib Shah, dan Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddinsyah Sitorus atau yan lebih dikenal dengan H Buyung.

Kemunculan H Buyung cukup mencengangkan. Pasalnya, hingga kini dia masih menjadi Ketua PBR Labuhanbatu Utara.

Namun, kehadiran H Buyung ikut dalam kancah pertarungan ini dianggap sebagai nuansa baru dan dia bisa dianggap sebagai poros tengah. “Akibat timbulnya konflik di tubuh Golkar Sumut, membuat Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakrie memanggil dan mengumpulkan seluruh pengurus Partai Golkar Kabupaten/ Kota se-Sumut,” ujar sumber itu.

Menurut sang sumber, persaingan kelima kandidat baru terlihat jika Musdalub benar-benar digelar. Jalan menuju Musdalub memang sudah digagas. Setidaknya hal ini tampak setelah ada pertemuan di Hotel Polonia Medan pada Rabu malam lalu. Adalah kelompok pendukung Syamsul Arifin yang terdiri dari 14 DPD Partai Golkar se-Kabupaten/Kota atau kelompok 55 yang bersuara. Kelompok ini dikomandoi Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut Hardi Mulyono dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut Mahmudin Lubis. Mereka mendesak dan menginginkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar agar segera melaksanakan Musdalub untuk memilih ketua baru DPD.

Rapat tertutup yang dipimpin Hardi Mulyono ini dihadiri 14 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Sumut dan pengurus lainnya berjumlah 55 orang hingga dikenal dengan nama Kelompok 55.

Pertemuan 14 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se Sumut ini, sambung sumber itu, berdasarkan izin dari Syamsul Arifin. “Justru pertemuan itu diketahui oleh Bapak Syamsul Arifin.Makanya semua pengurus yang hadir mau menandatangani opsi itu. Karena semua pengurus yang hadir adalah pendukung Syamsul Arifin,” kata sumber lagi.

Ke-14 DPD Partai Golkar yang mendukung Syamsul Arifin  adalah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias, Kotamadya Gunungsitoli, Kota Tebingtinggi, Kabupaten Langkat, Kota Medan, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Serdangbedagai, dan Kabupaten Asahan.

Nah, hasil pertemuan rapat internal tersebut melahirkan tiga opsi. Pertama, DPD meminta pada DPP Partai Golkar untuk mengembalikan Syamsul Arifin sebagai Ketua DPD. Kedua, meminta DPP untuk menggantikan Plt Ketua DPD Golkar Sumut Andi Ahmad Dara atau Adai karena dianggap tidak koperatif. Dan ketiga, meminta DPP segera melaksanakan Musdalub untuk memilih ketua baru menggantikan posisi Syamsul Arifin yang tersandung dalam perkara korupsi.

Hasil kesepakatan kelompok 55 ini, ditandatangani secara bersama-sama untuk segera di sampaikan pada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Sementara itu kelompok pendukung Andi Ahmad Dara, yang dikomandoi Wakil Ketua DPD Golkar Sumut Wagirin Arman dan Wakil Sekretaris Partai Golkar Sumut Hanafi Harahap, ingin mempertahankan Adai sebagai Plt. Mereka pun menganggap pertemuan kelompok 55 itu tidak sah dan melanggar AD/ART.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari fungsionaris Partai Golkar Sumut, bahwa para pengurus mendapatkan dua surat yang dilayangkan kedua kubu ini. “Yang pertama surat undangan untuk menghadiri rapat di Hotel Polonia Medan, untuk membahas tiga opsi tadi. Surat undangan itu memakai kop surat DPD Partai Golkar Sumut yang ditandatangani Sekretaris Hardi Mulyono dan Wakil Ketua Mahmudin Lubis. Sedangkan surat protes penolakan untuk menghadiri rapat itu juga dilayangkan pada seluruh pengurus, memakai fotokopi kop surat Partai Golkar Sumut distempel dan ditandatangani Wagirin Arman dan Hanafi Harahap,” ujar fungsionaris Partai Golkar Sumut yang namanya enggan dikorankan.

Lebih lanjut dikatakan pengurus Golkar Sumut itu, bahwa dari rapat internal tertutup itu, selain membahas tiga opsi tersebut, kelompok 55 ini juga membahas tentang menempatkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Tanjungbalai yang dari pengurus Partai Golkar Tanjungbalai sendiri.

“Hal inilah yang mendasari bahwa pertemuan itu digelar. Karena selama ini DPD Golkar Sumut dipimpin plt-nya yang bukan kader Golkar Sumut. Makanya, kepengurusan Partai Golkar menjadi vakum akibat Plt-nya tidak koorporatif. Bukan itu saja kelompok 55 ini juga mendesak DPD Partai Golkar Sumut, untuk melayangkan surat peringatan dan ini sudah dilakukan pada dua kader Partai Golkar yang tidak mendukung mosi tidak percaya pada Adai. Selain itu, kedua kader ini, juga dianggap telah melanggar AD/ART, memakai kop surat (fotokopi) dan memakai stempel partai tanpa diketahui sekretariat partai,” beber sumber itu.

Sementara itu Sekretaris Partai Golkar Sumut Hardi Mulyono hingga saat ini belum bisa dihubungi. Sedangkan Wakil Sekretaris, Muhammad Hanafi Siregar mengatakan posisi Plt DPD Golkar tetap kuat. “Sebagai Wakil Sekretaris Golkar Sumut, kepemimpinan tidak berafiliasi orang per orang. Itulah ruh sebagai kader Golkar SUmut. Pak Andy Achmad Dara selaku Plt Ketua DPD adalah atas SK DPP. Hal revitalisasi di DPD adalah perintah DPP dan berlaku seluruh Indonesia. SK Revitalisasi dimaksud belum saya lihat. Dan sebagai kader, demikian juga kawan-kawan lain. Sebagai kader siap ditugaskan oleh pimpinan,” tegasnya.

Sementara itu, fungsionaris Partai Golkar Sumut Gomo Mendrofa ketika dikonfirmasi wartawan mengaku dirinya sedang berada di Jakarta. “Kalau masalah naiknya berita di media hari ini yang mengatakan adanya konflik internal di Partai Golkar Sumut, abang belum dapat perintah untuk bicara. Nanti abang bicara kan dulu pada pimpinan partai, kalau memang abang dapat izin untuk menerangkan ini, nanti abang hubungi lagi adik ya,” ujar Gomo. (rud/ari)

Kamseupay

Ramadhan Batubara

Warga Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang patut berbangga. Pembangunan bandara di Kualanamu adalah penyebabnya. Maka, ketika wilayah mereka menjadi lintasan pembangunan bandara internasional itu, mereka tak mempermasalahkan.

Sayangnya, rasa bangga tersebut makin lama makin surut. Ini bukan soal ganti rugi atau apapun istilahnya. Ini hanya soal kenyamanan. Ya, entah sudah berapa kali truk pengangkut material bolak-balik. Akibatnya, jalan sepanjang delapan kilometer mulai dari Sekip hingga Desa Beringin di Kecamatan Beringin hancur lebur. Istilah gaulnya, jalan itu kini tak berlubang lagi karena seluruh jalan sudah berlubang. Becek dan berlumpur tak terhindarkan; itu kalau musim hujan. Debu mengakibatkan pohon di sekitar jalan berwarna cokelat; ini kalau lagi kemarau.

Warga di sana – dengan menyisihkan rasa bangga – protes. Ayolah, bukan menentang pembangunan, tapi mereka meminta tolong agar keadaan tersebut diperhatikan. Eh, ketika mereka menyuarakan itu, mereka malah dianggap lebay. Bahkan, beberapa kalangan malah anggap warga kecamatan itu kamseupay. Tahukan arti istilah itu? Istilah kamseupay adalah singkatan dari padanan kata ‘kampungan sekali, udik, payah’. Istilah kaum alay ini kembali populer karena mantan artis, akademis, sekaligus blogger Marissa Haque membuat postingan blog dan kicauannya di Twitter.

Ya, mereka dianggap tak mendukung pembangunan. Pemerintah yang terlibat dalam pembangunan bandara di Kualanamu pun seakan tutup mata. “Kekmana tak tutup mata, mereka kan tidak melihat jalan yang rusak itu, mereka lewat depan?” kata seorang kawan.

Kawan yang lain lebih ekstrem lagi. Katanya, soal jalan rusak itu tak seksi dibahas. “Pemerintah kan lebih suka diskusi soal nama,” timpalnya.
Maka, khalayak sibuk mendebatkan Sultan Sulaiman, Tengku Rizal Nurdin, Sisingamangaraja XII, Amir Hamzah, Adam Malik, dan lainnya untuk bandara tersebut. Tidak hanya di Deliserdang, Kabupaten Langkat juga menggelar diskusi nama tersebut. Sementara, nasib warga di Kecamatan Beringin hingga Kecamatan Pantailabu sama sekali tak diketahui. Ya, tidak pernah diseminarkan. Padahal, keberadaan warga di sekitar situ cukup berperan.
Jika begitu, siapa sebenarnya yang kamseupay?

Selain itu, efek debu dan becek juga bisa memakan korban kan? Tidak itu saja, bias sosial dari bandara juga penting dibahas. Pemerintah atawa pengambil kebijakan sudah selayaknya memikirkan nasib mereka yang menjadi pelintasan proyek. Bahkan, setelah proyek selesai, mereka juga wajib diperhatikan. Maka, diskusi atau seminar atau sarasehan untuk warga Kecamatan Beringin dirasa perlu agar mereka tak terbiarkan begitu saja. Ujung-ujungnya, jika semua nyaman, kan semuanya senang. Jika semua senang, maka tak ada lagi kecemburuan dan kesenjangan. Pemerintah pun bisa nyaman menjalankan roda pemerintahan.

“Tampaknya tak perlulah diskusi, cukup benahi saja jalan itu,” balas kawan tadi.
“Iya, kamu jangan ikut-ikutan kamseupay lah?” timpal kawan satunya lagi. Bah! (*)

Penulis adalah Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Medan-Berastagi Cukup 50 Menit

Jalan yang Belum Dibuka Tinggal 10 Kilometer Lagi

LUBUKPAKAM-Jalan lain Medan-Berastagi ternyata bukan rencana isapan jempol. Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Deliserdang ternyata sudah memulainya. Dari 55 kilometer jalan yang direncanakan, sudah 45 kilometer yang dibuka. Dan, jika nanti sudah menyambung semua, maka Medan-Berastagi dipercayai hanya memakan waktu 50 menit.

Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala Dinas PU Pemkab Deli Serdang Ir Faisal melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Khairum Rizal, Senin (3/4).

“Untuk saat ini, kondisi jalan yang telah dibuka sepanjang sekitar 45 km, sebagian masih pengerasan. Bila rencana pembukaan 10 km yang masih tersisa, pada triwulan kedua ini terlaksana, maka kondisi jalan yang masih pengerasan akan ditingkatkan dengan pengaspalkan. Sehingga bila seluruh jalan diaspal diharapkan jarak tempuh Medan-Karo hanya sekitar 50 menit,” jelas Khairum Rizal.

Dia menjelaskan, sejatinya sudah hampir empat tahun secara bertahap Dinas PU Pemkab Deliserdang membuka ruas jalan tersebut. Jalan itu nantinya memiliki lebar delapan meter. Untuk sepuluh kilometer yang beluim dibuka, nantinya akan dibangun 4 jembatan. Jalan itu nantinya akan tembus perbatasan Karo dengan Dusun Sembekan II Desa Rumah Bacang Kecamatan Kutalimbaru.

Sebenarnya, kata Khairum, pihaknya telah berulang kali mengajukan rencana pembuatan ruas jalan itu. Namun, usulan itu tidak pernah terealisasi bahkan selalu ditolak. Kini, setelah ada pernyataan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, pihaknya langsung semangat. “Bila diambil ahli Provinsi, tentu kita akan berterima kasih. Soalnya provinsi dan pemkab akan sama sama bertanggung jawab soal jalan itu,” katanya.
Secara terpisah, anggota DPRD Deliserdang, Mbergap Sembiring, merespon positif rencana pemerintah provinsi tersebut. “Kami berharap rencana itu terelalisasi segera,” katanya.

Disebutkannya, bila ruas jalan itu terlaksana, maka sarana infrastruktur di sana akan terkena imbasnya. Bahkan, perekonomian warga di Kecamatan Kutalimbaru yang selama ini statis dipastikan akan berkembang.

Sambutan baik juga disampaikan Pemkab Karo. ‘Itu memang sudah sangat dibutuhkan, mengingat jalan yang saat ini sudah tidak layak lagi. Kita harapkan wacana ini akan  terealisasi dan tidak mendapat banyak halangan,” kata Kabid Humas Pemkab Karo, Jhonson Tarigan

Jalan Jadi Dua, Pertumbuhan Ekonomi Tidak Signifikan

Tanggapan berbeda malah muncul dari para pengamat. Sebut saja Prof Bachtiar Hassan Miraza, Dosen Perencanaan Wilayah Pascasarjana USU. Menurutnya, menambah jalur bukanlah cara terbaik untuk meningkatkan perekonomian rakyat. “Pembangunan fasilitas ini baik, tetapi akan menelan biaya yang sangat besar, kalau bisa kenapa tidak digunakan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, dana yang sangat besar untuk penambahan jalan akan lebih baik bila digunakan untuk masyarakat, misalnya dengan pembangunan fasilitas kerajinan tangan. Atau, kalau memang untuk infrastruktur, lebih baik bila digunakan untuk memperbaiki jalan tujuan Tebingtinggi, Kisaran, dan Rantauprapat. “Jalur jalan ini sangat penting, karena merupakan jalan lintas, selain itu pergerakkan ekonomi juga ditunjang dari jalan ini. Lebih baik, dana tersebut dialihkan untuk memperbaiki jalan ini,” ungkapnya.

Dia menegaskan, bahwa jalan baru ini nantinya bukan hal yang mudah untuk dilakukan bila hanya bertumpu pada APBD. Tetapi, bila ditunjang dnegan APBN akan ada kesempatan untuk membangunnya. Selain dana, kebenturan lain yang akan ditemui saat pembangunan ini adalah geografis tanah yang tidak mendukung, sehingga akan sangat sulit untuk pembangunan jalan ini bila tidak menggunakan teknologi. “Minimal waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan jalur baru ini adalah 5 tahun, acuan saya pada pembangunan jalan Jakarta-Bandung via Cipularang, geografisnya hampir sama, berbukit dan berjurang,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak, menyatakan bahwa pembangunan jalan ini sangat bagus. Pertumbuhan ekonomi menurutnya juga akan bagus, walau tidak terlalu besar. Karena adanya jalur baru tersebut, akan ada wilayah yang dibuka, sehingga secara tidak langsung akan membuat masyarakat akan berpindah kedaerah pembangunan jalan itu sendiri. “Akan ada pemukiman, yang secara langsung akan ada kegiatan ekonomi. Pasti ada pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak besar,” lanjut Ishak.

Pengamat ekonomi dari Nommensen, Parulian Simanjuntak juga menyatakan hal yang sama, bahwa pembangunan jalan baru ini tidak signifikan dalam pertumbuhan ekonomi. Karena yang akan ada kegiatan ekonominya ini merupakan jalan lintas yang tidak memiliki pajak, dan lain sebagainya. “Inikan hanya jalan lintas, jadi orang hanya akan numpang lewat, singgah sebentar, lalu pergi lagi. Tetapi bila ini menjadi sebuah daerah tetap, dan ada industri, baru akan memberikan sumbangan yang cukup besar,” ujar Parulian. (btr/wan/ram)

Mampu Jual Album ‘Cermin’ God Bless Rp100 Ribu

Majid Kaset, Mantan Anak Band Penjual Kaset Lawas

Melintas Jalan Gedung Arca menuju Kampus Institut Teknologi Medan (ITM), dua tahun belakangan ini sorot mata para pelintas pasti cepat tertuju pada sebuah lapak pinggir jalan. Di tengah menjamurnya toko-toko penjual compact disk (cd),  hadir seorang penjual kaset-kaset lama yang tak gentar tertelan zaman.

DONI HERMAWAN, Medan

Majid Kaset, biasa dia dipanggil. Ia bermodalkan lapak sederhana berupa lemari buatan untuk memamekan kaset-kaset dagangannya dan sebuah earphone untuk mendengarkan musik lewat tape. Tanpa atap dan penerangan, setiap pukul 3 sore hingga gelap, Majid mencoba hidup dari kaset-kaset dagangannya yang terkesan kuno dan lawas bagi kalangan umum. Tapi tidak demikian dengan para kolektor yang memburu kenangan lewat kaset.

Ada banyak koleksi kaset yang disediakan Majid. Tak tanggung, 5000-an kaset yang dimilikinya. Beragam genre musik mulai dari pop, rock, jazz, blues, alternatif, hingga dangdut dari berbagai musisi luar negeri maupun domestik ada di sana. Koleksi kaset Majid itu pun ibarat surga bagi para kolektor kaset.

“Ya sekitar 5000-an kaset saya punya. Tidak semua saya bawa kemari. Sebagian di rumah. Selain di sini saya juga jual di rumah tapi itu biasanya dari kawan-kawan yang memang minat dengan kaset saya. Peminatnya banyak. Anak muda sampai orang tua. Dari semua kalangan dari yang jalan kaki sampai naik mobil. Yang pasti mereka semua penggemar musik,” kata Majid sambil melayani seorang pembeli.

Bukan waktu yang singkat untuk mengumpulkan kaset sebanyak itu. 10 tahun lamanya ayah empat orang anak itu mengoleksi kaset-kaset itu. Bahkan, ia tak berpikir jika ia bakal hidup dari kaset-kaset koleksinya itu. “Dulu saya masih sebagai kolektor. Biasanya ada teman-teman yang tahu saya suka kaset. Mereka jual. Selain itu di belakang Ramayana dulu ada toko kaset lama dan saya sering main ke sana. Keseringan datang ke situ jika ada barang baru saya suka ngambil yang sisa. Dari situ aku beli dan kumpulkan hingga bisa sebanyak ini selama 10 tahun. Tapi karena tuntutan ekonomi harus saya jual. Meskipun sebenarnya sayang,” kenangnya.

Untuk koleksi kaset terlawas yang dimiliki Majid adalah Beethoven, Elvis Presley dan lainnya. Kaset langka 1970-an ia punya Grand punk, Free, Bad company, Ufo, Duo Kribo, Aka, Rod Stewart, John Lennon, The Cats dan lainnya. Namun koleksi terbanyaknya berkisar di tahun 80-an hingga 90-an dan awal tahun 2000-an. “Tahun 1960-an biasanya musik-musik klasik yang saya punya. Yang paling banyak memang tahun 80-an. Kalau album-album sekarang jarang. Paling yang awal 2000-an saya punya,” lanjutnya.

Selain itu harga-harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Berkisar hingga 10 ribu-35 ribu. “Yang termahal itu kaset rock. Bisa sampai 35 ribu saya jual. Karena memang proses mendapatkannya sulit. Kita harus kontak kawan-kawan dari luar. Itupun mendapatkannya harus membujuk. Apalagi penggemar musik Rock ini biasanya orangnya idealis. Seperti lagu Europe yang terkenal biasanya Final Countdown. Tapi begitu mendengar satu lagu mereka akan mencari lagu-lagu dari album lainnya. Tapi kalau untuk Pop dan dangdut saya hanya patok 10 rib sampai 15 ribu,” kata mantan personel grup musik bergenre Trash Metal, Akhlak pada 1988-1997.

Untuk kaset termahal yang pernah ia jual adalah album Cermin dari God Bless yang laku 100 ribu rupiah. “Itu mendapatkannya memang sulit. Bahkan saya belinya saja sudah modal 80 ribu. Ada teman yang minta,” katanya.

Keorisinalitasan menjadi keunggulan dagangan pria yang juga mahir dalam usaha perbaikan dan pemasangan kamera CCTV. Apalagi bagi para kolektor, keorisinalitasan itu menjadi hal yang utama. Meskipun kaset tersebut sudah lusuh covernya atau kondisinya sudah tak lagi apik. “Orisinal itu penting. Kalau pandangan para kolektor itu biar jelek tetap ori. Karena bagaimanapun barang orisinal itu tetap dicari orang. Ketahanannya tetap lama, 20 tahun ke depan masih bisa kita dengar. Beda dengan kaset bajakan yang semakin lama suaranya hilang,” katanya.

Memang tak dipungkiri eranya kaset mulai ditinggalkan karena teknologi yang berkembang kini semakin memanjakan penikmat musik untuk mendapatkan lagu-lagunya dalam bentuk CD maupun MP3 yang bebas diunduh di internet. Namun, Majid Kaset bergeming dengan perkembangan itu.
“Perbedaan kolektor kaset biar pop biar dangdut dan rock dia gk mau beralih ke CD. Memang untuk mendapatkan CD yang banyak lagu cukup punya modal 5 ribu hingga 7 ribu. Tapi tidak bertahan lama. Sebulan bisa macet. Selama rajin ngerawat kaset itu tentu akan lebih bagus suaranya,” lanjutnya.
Bahkan menurutnya kaset bekas akan selalu dicari walaupun nantinya produksi kaset dihapuskan. “Memang saya dengar pada 2012 katanya gak produksi lewat kaset lagi. Tapi, tidak perlu takut. Ini semacam tradisi. Kaset bekas tidak akan bisa hilang sampai kapan pun,” ulasnya.

Majid pun tak segan membeberkan sejumlah tips untuk merawat kaset agar suaranya tetap enak. Selain dengan sparepart berupa rewind manual, Majid membenarkan tips merawat kaset dengan memasukkannya ke lemari pendingin. “Yang paling vital itu pita dan penggulungnya yang sering putus. Dengan rewind manual bisa kembali bagus. Tapi alat ini sudah tidak ada produksi lagi. Dulu banyak tahun 90-an. Selain itu masukin di kulkas juga benar. Asalkan nanti setelah basah dikeringkan dengan benar agar kotoran berupa jamur mengelupas. Bisa dengan diputar berulang-ulang. Yakinlah suaranya akan kembali bagus,” tambah pria kelahiran Pematangsiantar ini.

Di akhir cerita, Majid yang merupakan penggemar musik turut memberikan pendapatnya soal perkembangan musik Indonesia. “Sekarang studio rekaman yang beli karya band. Kalau dulu anak band yang menyodorkan karya mereka agar diproduksi. Yang menjadi paham lagu itu bisa bertahan lama dan bisa gak jadi legenda? Tapi sekarang beda. Cuma memikiran pasar. Banyak band-band di Amerika tidak memikirkan pasar. Contoh saja Scorpion dan Deep purple yang lagunya tetap dinikmati meski zamannya sudah berbeda.Anak muda sekarang juga,” pungkasnya. (*)

SBY Kumpulkan Ketum Anggota Koalisi di Cikeas, PKS tak Diundang

BOGOR-Tidak solidnya suara partai politik pendukung pemerintah dalam sidang paripurna DPR yang membahas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sepertinya, bakal berujung pada formasi koalisi. Tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku ketua sekretariat gabungan (Setgab) mengumpulkan para ketua umum partai koalisi di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor.

“Pertemuan yang berlangsung tertutup bagi media itu berlangsung mulai sekitar pukul 20.00. Berdasarkan mobil yang terpantau memasuki gerbang Puri Cikeas, tampak hadir Ketum PAN Hatta Rajasa dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Mensesneg Sudi Silalahi juga ikut dalam pertemuan itu.
Pertemuan itu sesuai dengan pernyataan SBY saat memberikan pengarahan di depan kader Partai Demokrat (1/4). Ketika itu, menurut Ketum Demokrat Anas Urbaningrum, SBY akan melibatkan ketum partai anggota koalisi untuk membahas nasib PKS yang memilih menolak opsi kenaikan harga BBM.
Pertemuan berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Beberapa peserta rapat yang dicegat di Gapura Puri Cikeas tidak menghentikan laju mobilnya. Misalnya, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketum PPP Suryadharma Ali, dan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Hanya Sekretaris Setgab Syarif Hasan yang sempat berhenti dan memberikan keterangan. Dia mengakui bahwa PKS tidak dilibatkan dalam pertemuan itu. Namun, dia tidak memerinci alasan tidak diundangnya PKS. “Pokoknya nggak diundang,” kata Syarif yang masih menumpang mobil dinas berpelat sipil B 1254 RFS.

Syarif yang juga Menkop dan UKM itu menjelaskan, pembahasan dalam pertemuan yang dipimpin SBY itu adalah kontrak koalisi. Peserta rapat sepakat bahwa sikap PKS sudah merupakan bentuk pelanggaran kontrak koalisi. Sebab, kebijakan pemerintah yang strategis wajib didukung anggota koalisi. “(PKS) sangat melanggar (kontrak koalisi),” tegasnya.

Lantas, apa sanksi yang dijatuhkan kepada PKS? Syarif menolak adanya istilah PKS dikeluarkan dari koalisi. “Di kontrak koalisi, kalau sudah tidak sama-sama, ya berakhir. Tidak ada istilah dikeluarkan. Memang semua sudah berakhir,” ujarnya.

Syarif menjelaskan, dalam kontrak koalisi disebutkan, jika berseberangan dengan kebijakan pemerintah, anggota koalisi harus mengundurkan diri atau dengan sendirinya keberadaan di koalisi berakhir.  “Jumlah anggota koalisi sekarang ini ada lima, soalnya yang masih bersama-sama,” tutup Syarif. Kelimanya adalah Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan PKB.

Sayang, dia tidak menjawab mengenai kader PKS yang saat ini duduk di kabinet. (fal/c4/nw/jpnn)

Matangkan Persiapan Jelang Laga PSMS Kontra PSPS

MEDAN- Hari ini (4/4) PSMS memulai latihan rutinnya di Stadion Teladan sekira pukul 15.30 WIB. Usai menikmati libur singkat putaran pertama, skuad PSMS kembali harus kebut persiapan jelang laga lanjutan ISL bentrok PSPS Pekanbaru, 9 April mendatang.

Dipimpin caretaker PSMS Suharto AD, tim berjuluk Ayam Kinantan ini juga akan latihan bersama pemain yang baru saja direkrut dari Deltras FC Sidoarjo, yakni Fahruddin. “Malam ini (Kemarin) mungkin dia akan sampai, jadi besok dia sudah ikut latihan bersama tim,” ungkapnya, Selasa (3/4).

Menurut Suharto, tak banyak materi sesi latihan perdana untuk persiapan pertandingan putaran kedua tersebut. “Kembali kita akan memperkuat penguasaan bola di lapangan. Karena ini merupakan latihan awal, latihan kita belum begitu berat,” kata pelatih berkepala pelontos itu.

Mengenai latihan taktik dan strategi ia mengaku akan mulai digelar 5 April. “Kita berangkat ke Pekanbaru pada 7 April. Tentu, sebelum berangkat kita sudah mempersiapkan latihan taktik. Meski di sana (PSPS) kita tetap akan melakukannya lagi,” tutur Suharto.

Ia juga mengaku, menatap putaran kedua, bakal tak banyak perubahan dalam tim, baik taktik juga strategi. “Mungkin hanya pemain dan posisi yang dirotasi. Kalau taktik dan strategi tak banyak berubah,” kata Suharto lagi.

Dengan didapatnya gelandang lokal asal Deltras FC Sidoarjo, Fahruddin, Suharto lebih optimis menatap pertandingan demi pertandingan di putaran kedua. “Meski belum mendapat dua pemain asing, yang juga berposisi di lini tengah, saya yakin dengan kemampuannya (Fahruddin),” jelasnya.
“Namun begitu, kita tetap masih membutuhkan dua pemain asing lagi untuk mensupport lini depan kita agar tak timpang. Soal siapa mereka, itu bakal kita ketahui sebelum 22 April nanti. Kita tak mau buru-buru mempublikasikannya, kita takut nanti semakin banyak klub lain yang turut mengincar pemain yang kita inginkan itu,” tambah Suharto.

Suharto mengimbau agar anak-anak asuhannya tak mengalami penurunan semangat dan spirit saat tim diterpa berbagai masalah. “Kita harus tetap optmis menatap putaran kedua ini. Dengan tambahan pemain baru, kita harus memiliki spirit baru pula yang lebih baik,” tandasnya. (saz)

Kepergok ML di Lokasi Syuting?

Nikita Mirzani dan Indra Birowo

Nikita Mirzani dan Indra Birowo sudah menghilang dari Kakek-Kakek Narsis (KKN), tayangan tengah malam dewasa di Trans TV. Kabarnya, keduanya dipecat karena tertangkap basah ML (make love) di lokasi syuting.

“Mereka udah nggak di KKN sudah lama. Itu sejak imbauan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), setelahnya, nggak berapa lama, mereka nggak main lagi. Kejadian itu udah lama sekitar akhir tahun lalu,” jawab Humas Trans TV Hadiansyah Lubis saat dihubungi wartawan, kemarin.

Menurut Hadiansyah, ada beberapa  hal yang membuat mereka diberhentikan dari KKN. Namun, Hadi enggan menjawab apakah keduanya dipecat lantaran ketahuan ML di lokasi syuting.

“Penyebabnya nggak hanya satu. Ada beberapa hal yang jadi  pertimbangan juga. Salah satunya kita masih cari yang paling pas untuk program acara (KKN) itu. Yah ada banyak hal lah. Nggak tahu kalau untuk alasan itu (ML-red),” jelasnya.

Seperti diberitakan, Nikita telah mengaku sempat pacaran dengan Indra yang sudah beristri, Noella Andrianty. “Iya, kita setahun pacaran,” ungkap Nikita.
Saat itu, janda semok ini tahu status Indra sudah berkeluarga. Namun, dirinya nekat berselingkuh dengan Indra. “Kita nggak pernah tahu yang akan terjadi, semua sudah ada yang mengatur,” jawab Nikita.

Mereka pun putus dan mengakhiri hubungan terlarang karena ketahuan istri Indra. “Istrinya Indra tahu dan langsung nangis-nangis. Nggak lama setelah itu, kami putus,” ucap Nikita. (rm/jpnn)

Sempat Gagal di Lebih dari 100 Audisi

Ha Ji Won

Menjadi aktris ternyata sudah menjadi cita-cita si cantik Ha Ji Won. Namun siapa sangka, bintang ‘Secret Garden’ itu pernah gagal banyak audisi untuk jadi aktris.

Ji Won bercerita tentang kisahnya tersebut di sebuah episode KBS ‘Win Win’. Ia pertama kali ditemukan sebuah agensi karena fotonya terpajang di sebuah studio foto.

“Sejak aku masih anak kecil, aku sudah bermimpi untuk jadi aktris. Ketika aku duduk di bangku SMA, sebuah agensi menghubungiku setelah melihat fotoku di studio foto,” ujar Ji Won dilansir Soompi, Selasa (3/4). Namun setelah dikontak agensi, bukan berarti ia langsung bisa tampil di sebuah drama atau film. Ia melewati lebih dari 100 audisi sampai akhirnya bisa debut pada 1996 lalu.

“Aku lalu lulus ujian masuk universitas dan diterima di jurusan teater dan film. Tapi tetap saja sebelum debut aku audisi untuk 100 atau bahkan lebih proyek namun tak dapat peran,” kenangnya.

Ditanya soal pernihakan, meskipun sudah berusia 34 tahun, aktris yang satu ini masih saja meniti karir di dunia perfilm-an dan belum juga memikirkan pernikahan. Ha Ji Won mengatakan bahwa sampai sekarang ia belum pernah berpikir untuk menikah, meskipun sahabat dan keluarga dekatnya sudah menanyakan hal itu berulang-ulang.

“Sebenarnya, aku belum berpikir untuk menikah, tapi orang-orang sekitarku sudah membicarakan hal itu. Kadang mereka bilang ‘Bagaimana jika aku kehilangan kesempatan untuk menikah’, dan aku mencoba untuk memikirkannya,’”ujarnya. (bbs/net)

HP Dibajak, Video Porno Beredar

Charlize Theron

Dulu, Paris Hilton dan Kim Kardashian makin top sejak  sejak video seksnya beredar di publik. Nah, kini giliran Charlize Theron yang mengikuti jejak mereka berdua.

Dailymail melansir, peraih Oscar di film Monster ini tampil dalam sebuah video porno bergaya kinky. Tapi eits, ternyata ini semua hanyalah lelucon April Mop. Video ini merupakan kolaborasi dirinya dengan program Funny or Die. Diceritakan, Theron meninggalkan ponselnya di kantor Funny or Die. Namun bukannya mengembalikan ponsel tersebut, staf program acara tersebut malah membajaknya.

Video ini dibuat seperti video asli minus adegan porno yang vulgar, lengkap dengan judul Never before seen footage of Charlize Theron’s weird kinky sex tape. Banyak situs porno yang langsung menganggap video ini asli hingga akhirnya banyak yang menyadari kalau ini hanyalah April Mop.

Artis asal Afrika Selatan ini menanggapi hal tersebut dengan sangat lucu, karena banyak pihak yang tertipu. Ia kini disibukkan dengan persiapan dua film terbarunya yang akan tayang Juni mendatang, yakni Snow White and the Hunstman dan Promoetheus. (rm/jpnn)