31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13724

Slank Bawa Pesan Damai

MEDAN-Teriakan para Slanker, sebutan fans Slank, mulai menggema ketika Kaka, Bimbim, Rhido, Abde dan Ivan memulai dengan lagu-lagu hit andalan mereka. Para Slanker merapat ke panggung yang diberi pagar untuk bisa menyaksikan dari dekat artis papan atas tersebut hingga konser selesai. Dengan lagu berjudul Puyuh Cinta, Slank memberikan surprise untuk menjawab kerinduan Slanker, sebutan untuk fans Slank di Lapangan Benteng, dalam gawean Galan Mild Art of Party, Minggu (1/4).

“Apakah Medan siap kerja,” ucap Bimbim dari belakang yang sudah duduk stand by dengan drumnya yang dilanjutkan dengan lagu Ayo Kita Kerja. Usai lagu itu, Bimbim kembali berteriak dari belakang.

“Tak lupa Slank menyebar virus kedamaian buat Slanker di Medan,” ucapnya lagi yang dilanjutkan dengan lagu berjudul Virus.
Setelah hujan reda, seperti bisa dalam setiap konser Slank, Kaka sang vokalis meminta panitia untuk menyiram para Slanker untuk mendinginkan suasana agar tidak terjadi pertengkaran.

“Anak Medan suka menyanyi dan akan terus bernyanyi. Slank minta air disiramkan kepada Slanker setiap tiga menit,” pinta Kaka. Lagu dilanjutkan dengan judul Gara-gara Kamu dan Tong Kosong.

“Terimah kasih Tuhan, semua teman, saudara sudah pada ngumpul. Slank datang dari Jakarta ke Medan membawakan cinta yang banyak,” ucap Kaka yang pandai menaikkan emosi fansnya dengan suara dan perform di panggung.

Dilanjutkan dengan lagu berjudul Merantau dari album I Slank You, Kaka yang dari awal membuka pakaiannya dan membiarkan rambut gondrongnya tergerai terus mengajak Slanker bernyanyi bersama. Tak lupa, sesekali air dari mobil pemadam kebakaran (Damkar) Medan menyirami pengunjung.
Lagu terus dilanjutkan dengan judul, Mawar Merah, I Miss U But I Hate U, Bang-Bang Tut. Sedangkan untuk lagu berjudul Kuambil Gitar, Kaka membukanya dengan kepiawaiannya bermain harmonika dengan dilanjutkan lagu berjudul Kutak Bisa dengan gaya Ridho memainkan pianonya.
“Tak lupa Slank membawakan lagu tahun 97, tentang lima cewek,” ujar Kaka menyanyikan lagu berjudul Popi Slank Memori.
“Masih mau lanjut Medan,” ajak Kaka kembali disambut teriakan Slanker.

Denga lagu berjudul, Naik-naik Ke Puncak Gunung, SBY dan Pandangan Pertama Kaka bernyanyi  bersama penggemarnya, Dinda. Kemudian di sela-sela lagu Orkes Sakit Hati, Kaka kembali mengajak beberapa para Slanker cewek untuk naik panggung bernyanyi bersama di atas panggung dan Slanker memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bernyanyi sambil mencium Kaka.

Lagu berjudul Ayo Kita Pulang dengan aransemen regge, lagu itu sebagai penutup.

“Medan keren. Slank datang ke mari dengan damai, jadi pulang harus dengan damai. Slank kirim salam dengan orangtua dirumah ya,” pungkas Kaka. Slank membawakan 17 lagu lawas dengan aransmen berbeda dan beberapa lagu baru. (adl)

Lahirkan Pemimpin Berkualitas Islami

Pelatihan Kepemimpinan Bagi Mahasiswa Fakultas Agama Islam Univa

MAHASISWA Fakultas Agama Islam Universitas Al-Washliyah (FAI Univa) mengikuti ‘Pelatihan Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Kependidikan Islam di kampus Univa di Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (31/3).

Empat tokoh memberikan materi pelatihan yakni Rektor Univa Ir H Aliman Saragih MSi (materi Kepemimpinan dan Keorganisasian), Pembantu Rektor IV Univa Drs Sulthoni Trikusuma MA (Pengambilan Keputusan), Drs Alimuddin Siregar SPdI SH (Pengaturan Eksistensi Organisasi Mahasiswa Internal Kampus) dan Ismed Batubara SH MHum (Administrasi Praktis).

Dalam pelatihan yang juga dihadiri Dekan FAI Univa Dra Hasnil Aida MA, Ketua Panitia Pelatihan Zul Arwan Lubis dan Sekretaris Panitia Pelatihan Nurul Hasri Masithah dan undangan tersebut, juga dilakukan pendalaman materi oleh sejumlah instruktur.

Rektor Univa Ir H Aliman Saragih MSi mengemukakan, kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikut dalam upaya mencapai tujuan organisasi. ‘’Guru manajemen terkenal yakni Peter Drucker menyebutkan, fondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasarkan misi organisasi, juga mampu mendefinisikan dan menegakkan misi organisasi secara jelas dan nyata,’’ kata Aliman.
Menjadi pemimpin, lanjut Aliman bukan perkara mudah karena harus memiliki tanggungjawab yang berat dan memiliki berbagai macam kemampuan tentang kepemimpinan. ‘’Hal penting lain yang dapat digunakan untuk menunjang kepemimpinan adalah gengsi kepemimpinan,’’ urainya.

Rektor Univa juga menyebut persyaratan kepemimpinan berkualitas dari perspektif Islam diantaranya memiliki penghayatan budaya ilmu, memiliki akhlak baik, berani menanggung risiko, terbuka, mampu memberi motivasi, senantiasa bermuhasabah (memberi penilaian), sanggup berkorban, tidak ada kepentingan pribadi dan selalu ingat Allah,’’ papar Aliman.

Pembantu Rektor IV Univa Drs Sulthoni Trikusuma MA menggambarkan empat metode pengambilan keputusan oleh pemimpin yakni kewenangan tanpa diskusi, pendapat ahli, kewenangan setelah diskusi dan kesepakatan. ‘’Metode yang paling efektif tergantung pada faktor ketersediaan waktu, manfaat, tingkat kepentingan keputusan dan kemampuan pemimpin dalam mengelola kegiatan,’’ katanya.

Dekan FAI Univa Dra Hasnil Aida MA berharap mahasiswa FAI Univa ke depan akan menjadi pemimpin baik yang bisa menempatkan diri sehingga mampu meraih keberhasilan. ‘’Dalam Islam disebutkan pemimpin yang paling baik yang demokratis, bijaksana, memberi pengajaran yang baik, mampu menjadi pengayom. ‘’Mahasiswa FAI Univa tatkala menjadi bawahan maupun pemimpin dapat berbuat yang terbaik. Tiap-tiap manusia itu pemimpin, minimal pemimpin bagi diri sendiri yang nanti akan diminta pertanggungjawabannya,’’ jelas Hasnil.

Ketua Panitia Pelatihan Kepemimpinan FAI Univa Zul Arwan Lubis menambahkan, pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa ini merupakan pelatihan perdana yang akan terus dilaksanakan termasuk kepada mahasiswa baru angkatan tahun 2012/2013. ‘’Melalui pelatihan ini, sewaktu saat jadi pemimpin dapat menjadi pemimpin yang tangguh, andal dan tahu menempatkan diri,’’ imbuh mahasiswa FAI Univa semester 6 tersebut. (*/dmp)

Lurah Kwala Bekala Pungli Kepling untuk Perpanjangan SK

MEDAN-Anggota DPRD Medan mendesak Wali Kota Medan, Rahudman Harahap untuk segera memberi sanksi tegas dan mengevaluasi kinerja Lurah Kwala Bekala, Enoh P Tapiv, yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp600 ribu kepada 20 kepala lingkungan (kepling) dengan dalih perpanjangan SK tugas para kepling.

“Jika pungli itu benar wali kota diharapkan mencopot jabatan Lurah Kwala Bekala Enoh Tapiv. Ini sangat tidak manusiawi. Atas dasar apa pungutan itu kasihan para kepling dibebani kutipan. Padahal kepling sudah bekerja 24 jam memantau dan bersosialisasi dengan masyarakat,” kata Ketua Komisi A DPRD Medan itu.

Ilhamsyah sangat menyayangkan lurah melakukan pemerasan terhadap bawahannya. “Kepling adalah perpanjangan tangan Wali Kota dan Lurah menjalankan kebijakan ke masyarakat. Untuk itu kepling harus didukung bukan malah diperas,” cetus politisi Partai Golkar itu.
Dikatakannya, honor kepling terlalu sedikit sehingga tidak sebanding dengan beban tugas yang diembannya.

“Jadi sangat tidak etis jika kepling dijadikan lurah sebagai ajang bisnis,” ujarnya.

Menurut Ilhamsyah, jika lingkungan bersih, aman dan pembangunan meningkat. Lurahlah yang dapat nama. Tapi jika sebaliknya, lingkungan jorok dan kumuh, keplinglah yang menjadi sorotan dan menanggung risiko. Makanya, kepling tidak pantas mendapat beban biaya lagi.

Ditegaskan Ilhamsyah, terkait hal itu Wali Kota Medan Rahudman Harahap harus cepat merespon persoalan di lingkungan kelurahan. Sebab, jika persoalan dimaksud tidak disikapi secara serius bisa berdampak buruk terhadap kinerja para kepling.

“Selain itu jika pungli yang dilakukan Lurah Kwala Bekala tidak diberikan sanksi tegas, dikuatirkan lurah yang lain akan bertindak serupa melakukan pungli kepada keplingnya dalam segala urusan apa saja,” bebernya.

Lurah Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Enoh P Tavip membantah melakukan pungli terhadap 20 keplingnya.
“Tidak ada itu. Semua tidak benar. Itu semua hanya sebagian orang yang tidak senang dengan saya,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Lurah Kwala Bekala, Nurhayati yang dituding sebagai pelaku pemotongan honor kepling Rp600 ribu atas persetujuan dari lurah, mengelak dan melimpahkannya kepada lurah.

“Maaf ya saya tidak tahu, konfirmasi saja ke Pak Lurah,” tulisnya melalui SMS ke telepon wartawan koran ini.(adl)

Indomaret Mandala Digasak Maling

Polisi: CCTV-nya tak Ada

MEDAN-Mini market Indomaret di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Per cut Seituan digasak kawanan maling, Sabtu (31/3). Akibatnya, Indomaret mengalami kerugian mencapai Rp8 juta.

Keterangan yang dihimpun, pencurian tersebut sebenarnya diketahui oleh karyawan, Sabtu (31/3) sekirtar pukul 06.30 WIB, namun karyawan Indomaret baru melapor ke Mapolsekta Percut Seituan, Senin (2/4).

Keterangan karyawan Indomaret, Elvina Darika, pagi itu dia baru sampai ke tempat kerja dan bermaksud hendak masuk ke Indomaret. Elvina terkejut melihat gembok pintu putar (rolling door) tidak ada lagi, sedangkan pintu putar tersebut sudah terbuka. Merasa curiga, selanjutnya Elvina menelepon teman kerjanya bernama Habibi.

Tak lama kemudian, Habibi pun datang. Kedua karyawan tersebut juga melihat pintu kaca di bagian dalam yang biasanya diikat pakai rantai besi, ternyata sudah terbuka sedangkan gembok dan rantainya hilang.

Selain itu, kedua karyawan tersebut juga melihat barang-barang yang berada di dalam swalayan berserakan di lantai. Setelah diperiksa, ternyata sebagian barang-barang seperti air minum mineral galon, puluhan bungkus rokok, susu, minyak wangi dan lainnya hilang.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan saat dikonfirmasi Sumut Pos menyebutkan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan identifikasi.

“Pelakunya masih dalam pengejaran,” sebut Faidir Chan.

Faidir juga menjelaskan mini market tersebut pada malam hari tidak memiliki petugas keamanan sehingga maling mudah beraksi. Saat ditanya tentang CCTV di dalam mini market tersebut, Faidir mengatakan Indomaret itu tidak memiliki CCTV. (gus)

Ajak Tidur Teman Baru

Purie  ‘Mahadewi’

Setelah hampir sebulan seorang diri, Purie akhirnya menemukan pasangannya di Mahadewi. Wanita yang menggantikan posisi Tata itu adalah Gwen Prisilia. Bagi Purie, tak mudah untuk mencari pengganti Tata.

Namun, Gwen memiliki ciri khas yang masuk dalam kriteria Mahadewi. Purie pun mencoba mendekatkan diri. Mulai dari makan, jalan, hingga tidur bareng. Pasalnya, Mahadewi  mulai tur ke beberapa daerah.

“Saya ajak ke rumah, tidur sama saya, biar menemukan chemistry, ternyata Gwen sampai detik ini sejiwa,” ucap Purie yang didamping Gwen saat ditemui, akhir pekan lalu.

Gwen pun dibuat menangis oleh Purie. Pasalnya, demi konsep dan memberikan penampilan yang baik, Purie mengubah seluruh penampilan Gwen. Mulai dari gaya, hingga tatanan rambut.

Gwen terkejut saat Purie mengajaknya ke salon dan memapas habis rambutnya yang hitam dan panjang itu.
“Aku datang Senin kemaren. Saat datang rambut aku masih panjang, hitam dan lurus. Tapi kata kak Purie, aku harus mengubah penampilan. Aku bilang oke. Dia bilang potong pendek,” cerita Gwen.

“Aku nggak pernah potong pendek selama 22 tahun. Aku di-makeover, sampai nangis, kak Purie malah ketawa-ketawa lihat aku. Tapi pas lihat hasilnya, okelah. Malah minta dipendekin lagi sekalian,” ujarnya.

Kini, Gwen pun siap tampil dengan penampilan barunya. Menurut Purie, kualitas vokal Gwen-lah yang membuatnya kepincut.
“Aku sih lihat dia bisa R ‘n B dan soul, dan itu pas di Mahadewi,” kata Purie.

Gwen mengaku bangga dan tidak menyangka bisa menjadi bagian dari duo Mahadewi. “Aku sendiri sangat tertarik bisa masuk di sini, ini duo bentukan Ahmad Dhani. Di Indonesia siapa sih yang nggak kenal mas Ahmad Dhani dan Mahadewi sendiri adalah duo yang besar,” puji Gwen.  (rm/jpnn)

Penghijauan Barengi dengan Perawatan

Penghijauan di Kota Medan gencar dilakukan kecamatan dan kelurahan. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Tomi Sanjaya Lubis dengan Camat Medan Polonia, Ody Dody  Prasetyo.

Bagaimana program penghijuan di kecamatan?

Porgam kerja penghijauan yang dilakuakan di kecamatan menanam bibit pohon Mahoni di bantaran Sungai Taman Beringin Jalan Sudirmann Kemudian kita menanam di bantaran Sungai Babura yang berada di Jalan Zainal Arifin.

Apa lagi?

Kita juga menanam tanaman hias di sepanjang Jalan Adi Sucipto Medan dan di sekretariat kelurahan dan kecamata. Lalu, kita juga telah menanam tanaman buah seperti mangga, alpukat dan melinjo.

Dari mana bibitnya?

Untuk bibit pohon mahoni berasal dari sumbangan para warga dermawan setempat serta sebagian dari dana pribadi. Tapi, kalau untuk tanaman buah seperti mangga, alpukat dan melinjo sumbangan dari pihak dinas pertanian Kota Medan.

Bagaimana cara perawatannya?

Merawat tanaman seperti bibit pohon mahoni, bunga dan buah tersebut sangat mudah. Dimana, pihak kecamatan selalu memberikan penyiraman setiap hari. Namun, kalau untuk pemupukan diberikan dalam satu bulan sekali. Pupuk kita beli sendiri ke toko. Selain itu juga kita juga memakai pupuk kompos.

Bagaimana cara menyiramnya?

Saya melakukan  penyiraman tanaman dengan menggunakan mobil dinas kebersihan kecamatan. Saat ingin menyiram tanaman tersebut kita selalu memesankan kepada pihak kelurahan atau tim penyiram bunga untuk selalu membawa semprotan penyiram bunga. Kita tidak ingin merepotkan pihak dinas kebersihan dan dinas pertamanan. (*)

BAP Guru Penabrak Murid Lengkap

MEDAN-Polisi menyatakan berkas acara perkara (BAP) Marini, guru perguruan  Bodhicitta yang menabrak muridnya, sudah lengkap (P-21) setelah berkas sempat dikembalikan oleh Kejari Medan.

“Sudah P-21 besok (hari ini, Red) kita serahkan ke Kejari,” kata Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Risya Mustario, Senin (2/4)n
Risya mengutarakan, berkas pemeriksaan terhadap Marini yang sempat diserahkan Sat Lantas ke Kejari beberapa waktu lalu dikembalikan oleh jaksa dengan alasan polisi harus menyertakan hasil visum terhadap para korban tabrakan.

“Sudah kita lengkapi (P21) besok kita serahkan berkas sekaligus tersangkanya,” terangnya.
Sekadar mengingatkan, Marini (22) menabrak kerumunan siswanya yang sedang senam pagi di lapangan sekolah. Akibat kelalainnya 18 siswanya harus dilarikan ke rumah sakit. (gus)

Gugat Cerai Suami Kedua?

Tamara Bleszynski

Rumah tangga Tamara Bleszynski dengan suaminya, Mike Lewis kabarnya sedang berada di ujung tanduk. Pernikahan Tamara dengan Mike yang baru berusia 2 tahun itu diambang perceraian. Tamara dikabarkan telah menggugat Mike yang lebih muda darinya itu.

Kabar tersebut mulai beredar di kalangan wartawan. Pihak manajemen Tamara telah mengundang awak media untuk menggelar jumpa pers tentang perceraian pasangan yang telah dikaruniai satu orang anak tersebut.

“Tamara Bleszynski jumpa pers soal perceraian pukul 11.00 WIB di RollingStone Cafe,” tulisnya, Senin (2/4)
Setelah menikah dengan Mike Lewis Februari 2010 lalu, mereka memang jauh dari kabar miring. Tentu saja, undangan jumpa pers tersebut sangat mengejutkan melihat keduanya kerap tampil mesra.

Dari pernikahan tersebut, Tamara dikaruniai bayi laki-laki bernama Kenzou Leon Blezynski Lewis pada 22 Desember 2010. Mereka pun mengaku sangat bahagia dengan pernikahannya bahkan ingin segera menambah momongan.

Kabar perceraian Tamara ini sedikit terdengar mengejutkan. Lantaran, selama ini, keduanya selalu terlihat harmonis dan bahagia. (bbs/net)

2 Jambret Babak Belur

Ahmad Azhari (20) dan temannya M Arwinsyah (30), babak belur dihajar warga, karena tertangkap usai menjambret tas milik Ika Kurniasari Noprianti (38), saat melintas di Jalan Suratman, Pulo Brayan, Senin (2/4) siang.

Keterangan yang dihimpun, siang itu Kurniasari korban bersama anaknya Tamara (13) mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Suratman. Dua tersangka dengan mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro bernimor polisi BK 6669 AAP langsung memepet korban. Arwinsyah yang berada di boncengan langsung merampas tas Kurniasari.

Kurniasari tetap mempertahankan tasnya. Hingga aksi tarik-tarikan pun terjadi. Kurniasari dan dua tersangka sama-sama terjatuh. Melihat kedua tersangka terjatuh, korban lalu berteriak rampok. Hingga warga sekitar yang mendengar itu tanpa dikomandoi langsung memukuli kedua tersangka hingga babak belur.

Beruntung, aksi main hakim itu tak berlangsung lama. Petugas Polsekta Medan Barat yang melintas langsung mengamankan kedua tersangka dan korbannya. Kedua tersangka akhirnya diserahkan ke Polsekta Medan Timur.

Polisi berhasil menyita barang bukti tas korban berisi uang Rp100 ribu, sepeda motor Mega Pro BK 6669 AAP.
Kanit Reskrim Medan Timur, AKP Ridwan saat dikonfirmasi mengatakan akibat kejadian itu korban dan anaknya mengalami luka lecet pada tangan dan kakinya.

Sedangkan kedua tersangka dibawa ke RS Bayangkara karena babak belur dihakimi warga. “Kedua tersangka masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Polri,” tandas Ridwan. (eza/smg)

Perusahaan Daerah Dituntut Profesional

Seminar Sehari tentang Pengembangan Dunia Usaha

Perusahaan Daerah (PD) harus dikembangkan dan dituntut untuk lebih profesional, agar dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memiliki daya saing di daerah.

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menekankan, tiga PD di Kota Medan yakni PD Rumah Potong Hewan (RPH), Pembangunan dan Pasar harus bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan prinsip-prinsip perusahaan professional kebanyakan.

Demikian disampaikannya saat membuka seminar sehari tentang Pengembangan PD di jajaran Pemko Medan di Hotel Grand Antares, Jalan SM Raja Medan, Rabu (28/3).

Dalam sambutanya, Rahudman menyatakan, PD sebagai publik service dituntut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, baik barang maupun jasa, sekaligus sebagai satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang potensial.

Dia menerangkan, ada lima faktor kunci yang mempengaruhi peningkatan daya saing PD yaitu sumber daya manusia (SDM), kebijakan yang efektif, modal usaha, manajemen produksi dan operasional serta manajemen keuangan.

“Lima faktor kunci tersebut harus dikembangkan, dikelola dan ditingkatkan secara terus-menerus,” sebutnya.
Menurut dia, PD harus memiliki daya saing dalam bisnisnya, apalagi dalam sistem ekonomi yang semakin kompetitif saat ini. “Saya berharap agar pengembangan, peningkatan dan penguatan daya saing PD menjadi perhatian dan orientasi utama kita semua. Khususnya bagi segenap jajaran Direksi PD,” ucapnya.

Rahudman mengajak semua PD agar lebih profesional. Khususnya para Dewan Direksi PD dan jajarannya, agar semakin profesional dalam mengelola PD. Melalui peningkatan keahlian dan integritas, sehingga ke depan diharapkan PD harus dikelola sebagaimana layaknya usaha komersial yang mempertimbangkan efisiensi dan pencapaian laba usaha.

Dia menambahkan, tidak meninggalkan fungsi pelayanan publik. PD harus dapat menjadi perusahaan yang mandiri, bertambah asetnya, bertambah nilai usahanya dan pasar-pasar tradisonal bisa direvitalisasi, sehingga dapat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi kota sekaligus mendukung visi kota Medan menjadi kota metropolitan yang berdaya saing nyaman, peduli dan sejahtera.

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Sekretariat Kota Medan, Ir H Dahnar Siregar MM mengatakan tujuan dari seminar sehari tentang pengembangan PD adalah untuk menata PD menuju kepada usaha yang sehat dan mandiri baik dari SDM, permodalan, keuangan dan manajemen.

Dalam pelaksanaannya, sebutnya ada sebanyak 70 peserta ikut dalam seminar tersebut. Adapu pesertanya berasal dari unsur Dewan Direksi dan staf PD Kota Medan dan Badan Pengawas PD.

Adapun yang bertindak sebagai narasumber dalam seminar tersebut, antara lain Drs H Affifuddin Lubis MSi dari Dewan Kota, Ir Djangga Lubis selaku Direktur PD Pasar Jaya Provinsi DKI Jakarta, Drs Idris Sasmita MM selaku  Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo. (adl)

Tata Kolam Renang Deli

Direktur PD Pembangunan Harmen Ginting menjelaskan sejak diamanahkan sebagai satu pimpinan di PD Pembangunan Kota Medan, segala upaya dilakukannya dengan memberikan sentuhan perubahan, lingkungan dan opini pada publik terhadap keberadaan dan kehadiran kolam renang Deli Kota Medan serta Kebun Bintang Medan yang sudah diluncurkan menjadi Taman Margasatwa Medan.

Menurut dia, sebagai aset Kota Medan yang telah memberikan manfaat kepada warga, sebagai sarana hiburan warga yang strategis dan terjangkau, maka kedepannya kolam renang Deli ini direncanakan akan ditambah fasilitas kolam prestasi yang sesuai standarisasi nasional. Sehigga bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga bagi atlet dan perlombaan renang, maupun polo air yang akan terus digalakkan.

“Jadi tidak hanya sepak bola atau futsal saja yang dikembangkan dan digalakkan, tapi olahraga polo air dan renang perlu digalakkan semoga semakin bergairah dan digemari masyarakat,” paparnya.

Harmen menyatakan, disisi yang lain, akan  dibangun wisma atlet yang berkapasitas 70 kamar dan didukung menjadi ruang, yang dapat dijadikan pertemuan juga acara-acara umum, dan sebagai pendukung kolam renang Deli tersebut.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, Taman Marga Satwa Medan yang terletak  di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan akan lebih diperhatikan unsur-unsur konservasi alam dan kelestarian lingkungan hidup dalam pengelolaannya yang dituangkan dalam MoU antara Pemerintah Kota Medan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

“TMM tetap dipertahankan sebagai bagian hutan Kota Medan agar ruang terbuka hijau (RTH) mencapai 30 persen. Apalagi TMM sudah menjadi konservasi alam berdasarkan Surat Menteri Kehutanan RI No SK 124/Menhut-II/2010 yang telah disahkan Menteri Kehutanan RI,” ucapnya.
Selain itu, dia menyatakan, pembangunan fasilitas tersebut, PD akan menjalin kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk membangun jalur kereta api wisata dari Stasiun Besar Kereta Api Medan menuju TMM, koridor busway sampai ke TMM, serta memperbanyak angkutan kota ke wilayah itu.

Harmen juga menambahkan, pihaknya akan meningkatkan fasilitas kepada pengunjung, sehingga TMM bukan saja berperan sebagai sarana hiburan masyarakat Medan. Tapi, secara ekonomi berdampak terciptanya lapangan pekerjaan yang baru, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Medan Tutungan khususnya dan Kota Medan umumnya. (adl)

Revitalisasi Tiga Pasar

Dirut PD Pasar Kota Medan, Benny H Sihotang berencana merevitalisasi tiga pasar di kawasan Medan Utara. Keputusan itu diambil karena dianggap perlu untuk meningkatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PD Pasar tahun 2012 sebesar Rp1 miliar.

Ketiga pasar tersebut meliputi Pasar Kapuas, Pasar Paus, dan Pasar Ikan di Belawan. Selain itu mencapai target PAD, program revitalisasi itu agar pedagang semakin nyaman melakukan transaksi jual beli di bawah pasar yang lebih baik.

“Pada tahun 2011 lalu, PD Pasar hanya mampu menghasilkan PAD sebesar Rp300 juta, tapi tahun ini harusnya bisa mencapai Rp1 miliar. Satu cara pengupayaannya, revitalisasi dan memberdayakan bangunan-bangunan pasar yang telah ada,” ucap Dirut PD Pasar Kota Medan.

Benny menyatakan, dirinya telah mempersiapkan banyak program demi kemajuan pasar dan meninggalkan kesan kumuh, yang selama ini melekat di benak masyarakat umum. Dua pasar yang menjadi prioritasnya yakni, Pasar Tradisional Petisah dan Pusat Pasar.

“Kedua pasar itu harus didahulukan, karena besarnya nilai persoalan dari keduanya. Seperti ramainya pedagang pasar informal di sekitar pasar. Hal itu telah menganggu pedagang formal dan pastinya menyebabkan lalulintas di sekitarnya semakin semraut,” sebutnya.

Dia menambahkan, ketika ada kesan semraut, maka para konsumen atau pembeli semakin enggan beranjak menuju pasar. Sehingga, secara perlahan pihaknya telah mempersiapkan cara-cara pendekatan agar para pedangan informal bisa menempati lokasi-lokasi yang telah disediakan oleh PD Pasar Kota Medan. Seperti untuk Pasar Petisah, lantai dua telah disiapkan guna menampung para pedagang. Bahkan akan dibangun satu tangga sebagai akses menuju lantai dua.

“Di lantai dua para pedagang diharapkan bisa melakukan transaksi. Tujuannya, agar segala macam jual beli menjadi rapi dan tidak semraut,” ungkapnya.(adl)

Jadi PD RPH Terbesar

Direktur utama Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) kota Medan, Putrama Alkhairi berkeinginan membuat PD yang dipimpinnya menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. “Lihat saja potensi pasar 2,5 juta warga Kota Medan. Seperti China yang kuat karena punya market besar,” katanya.

Menurut Putra, Direksi RPH Medan berharap mendapat dana yang cukup untuk pembuatan rumah potong khusus babi dan perawatan alat-alat dari dana penyertaan modal-modal di APBD 2012. Untuk itu, PD yang dianggarkan berjumlah Rp38,98 miliar. “Bagusnya Rp10 miliar, saja” ucapnya.
Dia memaparkan, kini PD RPH kota Medan menyebarkan spanduk di sejumlah titik strategis di Kota Medan, terkait ajakan memotong hewan di RPH. ‘Ayo memotong hewan di RPH Mabar Medan’.

Hal itu sengaja dilakukan untuk mengajak masyarakat menyembelih hewannya di PD RPH Mabar karena terjamin halal dan sehat.
Putrama menyatakan, untuk mensosialisasikan pemotongan hewan di PD RPH, kini sedang dijajaki kerjasama dengan Dirut PD Pasar.
“Rencananya segera dilakukan pertemuan dengan Dirut PD Pasar dan ditindaklanjuti melalui MoU,” tambahnya.(adl)