Home Blog Page 13747

Membalas di Olympico

Roma vs Genoa

ROMA- Statistik pertemuan kedua tim unik. Sample lima laga terakhir, Roma versus Genoa selalu berakhir dengan kemenangan salah satu tim alias nihil hasil imbang. Dan setiap kemenangan diraih di kandang masing-masing.

Mengacu data itu, maka pembalasan bagi Roma sedang dibukakan pintunya. Di pertemuan pertama awal musim lalu, Roma kalah 2-1 di Luigi Ferraris. Kini ketika laga akan digelar di Stadion Olympico, revans harusnya terjadi. Dua laga terakhir ke sana, Genoa takluk dengan skor masing 3-0 dan 2-1.
Apalagi di laga terakhir, Roma sukses curi angka penuh dari kandang Palermo yang sedang bagus performanya. Itu salah satu hal yang makin meningkatkan mental bertandingan Borini dkk.

“Kami bekerja keras untuk menang di setiap pertandingan. Tim bermain baik saat melawan Palermo. Borini juga main bagus. Kami memang layak meraih tiga angka,” kata Enrique di Soccerway.

Di saat kubu tuan rumah sedang membawa, rasanya ada trik jitu dari kubu tamu. Tujuannya seperti ‘mengelus’ agar tak bernafsu sekali untuk menang. Kebetulan Genoa sedang mencari pelatih permanen. Manajemen klub kabarnya ingin memburu Enrique.

“Dia merupakan pelatih bagus. Kami nyaris mendatangkanya awal musim lalu. Tapi dia memilih Roma. Kalau dia memikirkan tantangan lain, kami mau memberinya jabatan di sini,” kata Capozucca Forzaroma direktur Genoa seperti dilansir Goal.

Itu hanya pengalihan isu. Mari kita tilik strategi yang mungkin diaplikasikan kedua kubu. Tuan rumah jelas akan tetap main menyerang. Meski dikritik banyak pihak, Enrique ‘bandal’ dan ingin terus memainkan pola 4-3-3. Masalahnya, sebelum kehadiran Enrique, Roma belum pernah menerapka pola ini. Itu masalah besar, karena pada akhirnya skuad bingung. Meski menerapkan pola menyerang, toh Roma tak tercatat pernah menang besar musim ini.
Melawan Genoa, kalau 4-3-3 masih diterapkan, maka besar kemungkinan lini depan bakal dihuni Borini dan Osvaldo. Erik Lamela juga akan diplot jadi striker, tapi dengan peran lebih ke pengumpan.

Sebaliknya, kubu Genoa juga tak ingin mengendurkan serangan. Mereka berusaha menjegal Roma dengan main cepat kaki-kaki. Itu dibeberkan Kaka  Kaladze, bek Genoa. Mantan pemain Milan itu mengaku sangat kagum dengan permainan Barcelona. Lalu, kenapa tidak dicoba di Genoa? Begitulah pikirnya.

“Aku suka Barcelona. Ya, tak pernah membuang bola. Penguasaan bola mereka sangat bagus. Kami juga pemain berkualitas yang mampu melakukan itu,” katanya di Goal.

Apakah yakin mau pakai gaya main Barca di Olympico? “Wah kalau bagi kami sih yang penting selamat tanpa kalah di sana. Ya, ini sepak bola semua bisa terjadi. Target kami sebenarnya adalah selamat dari degradasi. Jadi kami juga harus menang dan menang,” sambungnya.  (*)

Gila Mau Timnas Lagi

STRIKER Genoa, Alberto Gilardino bernafsu untuk masuk skuad Timnas Italia di Euro 2012. Pemain 29 tahun itu merasa masih layak berseragam biru langit.

Pemain yang baru hengkang dari Fiorentina itu bilang dia masih punya 11 laga Serie A untuk menunjukkan performa. Itu sebabnya, Cesare Prandelli-arsitek Timnas Italia-jangan buru-buru menutup pintu untuknya.

“Saya masih bisa meyakinkan Prandelli dengan penampilan saya di 11 laga Serie A. Memang belakangan saya tak konsisten, tapi pelatih tahu apa yang bisa saya berikan,” bebernya di Tuttosport.

“Tapi kalau saya tak dipanggil, maka saya akan lebih fokus kepada penampilan saya. Tapi tanpa saya pun Italia pasti akan tampil bagus di Polandia dan Ukrania,” sambungnya.

Apa sudah betah di Genoa Bung? “Tentu saja. saya merasa sudah seumur hidup di Genoa. Saya ingin membawa tim ke posisi terbaik. Waktu di Fiorentina memang indah, tapi saya kecewa karena jarang dapat kesempatn tampil. Kini saya bahagia di Genoa,” katanya.

Kebahagian berlipat karena dia juga sudah pulih dari cedera paha.  Pun kenangan sebelum melawan Roma. Dia bercerita kisahnya di masa lalu.
“Jadi sebenarnya sebelum saya ke Milan, saya sempat dihubungi kapten Roma, Francesco Totti. Dia bilang inginkan saya di Roma. Saya tentu sangat senang dan bangga. Tapi saya sudah memilih Milan saat itu,” kenangnya. (ful)

Milan-Juve Adu Clean Sheet

ROMA – Juventus boleh tertinggal empat angka (56-60) dari AC Milan hingga giornata ke-28. Namun, Juve tidak mau kalah dengan Milan untuk urusan statistik. Seperti kemarin, kedua calon peraih scudetto itu sama-sama mencatat kemenangan clean sheet atas lawan-lawannya.

Ketika Rossoneri – sebutan Milan – mengakhiri lawatan melawan Parma dengan dua gol tanpa balas, masing-masing berkat gol penalti Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-17 dan Urby Emanuelson (55’), Juve seolah tidak mau kalah. Nyonya Tua – sebutan Juve – yang bertandang ke Fiorentina mencatat skor lebih mentereng, lima gol tanpa balas.

Juve membuka skor melalui Mirko Vucinic pada menit ke-15. Kartu merah yang diterima gelandang Fiorentina Alessio Cerci karena menendang defender Juve Martin Caceres memudahkan tim tamu menambah empat gol berikutnya yang dibagi rata Arturo Vidal (27’), Claudio Marchisio (55’), Andrea Pirlo (67’), dan Simone Padoin (72’).

“Ini mungkin penampilan terbaik Juventus musim ini,” klaim Conte kepada Football Italia.

“Tidak mudah kembali ke jalur kemenangan karena Fiorentina biasanya sulit dikalahkan di kandang sendiri. Tapi, anak-anak telah bermain luar biasa,” jelas pelatih yang kemarin mendapat sindiran wig warna-warni dari fans tuan rumah tersebut.

Kemenangan clean sheet Juve juga dicatat tanpa keberadaan Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli, dua bek tengah langganan starter musim ini. Chiellini memang sudah ada di bench, tapi Conte memilih tidak mengusik kombinasi Caceres dan Leonardo Bonucci sepanjang pertandingan.

Di Ennio Tardini, allenatore Milan Massimiliano Allegri Milan kembali mengandalkan Daniele Bonera sebagai tandem Thiago Silva.  Hasilnya, Bonera mencatat clean sheet ketujuh dari sepuluh kali dimainkan sebagai starter. “Kami tidak pernah kebobolan dalam tiga laga terakhir dan itu menunjukkan kinerja luar biasa dari pertahanan kami, khususnya Daniele Bonera yang menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Allegri kepada Sky Italia.

Bicara adu clean sheet kedua tim di Serie A musim ini, Juve lebih unggul daripada Milan dengan mencatat 14 kali berbanding 13 kali. Itu termasuk kemenangan 2-0 atas Milan di Turin (2/10/2011). Nyonya Tua juga mampu melakukannya lebih banyak di luar kandang (sembilan kali). Bandingkan dengan Milan yang baru kali kelima.  Namun, Milan unggul secara efektivitas. Rossoneri mampu mengonversikan clean sheet sebagai kemenangan lebih banyak (11 kali) dan Juve hanya 9 kali. (dns/bas/jpnn)

Satu Pekan Tiga Kali Pesta

Tim yang akan berhadapan dengan Bayern Munchen harus menyiapkan barisan pertahanan yang lebih solid.  Pasalnya, tim berjuluk FC Hollywood tersebut saat ini tengah ganas-ganasnya.  Untuk kali ketiga dalam sepekan, Bayern berhasil meraih kemenangan besar.

Setelah Minggu lalu (11/3) Bayern membantai Hoffenheim 7-1, kemudian melibas FC Basel 7-0 di Liga Champions (14/3), kemarin dini hari WIB giliran Hertha Berlin yang digasak dengan skor telak 6-0 (3-0)!

Kemenangan di Olympiastadion tersebut memang tak mempengaruhi posisi Bayern di klasemen sementara Bundesliga.

Anak asuh Jupp Heynckes tersebut  masih menempati peringkat kedua klasemen dengan koleksi 54 poin, atau tertinggal lima poin di belakang Borussia Dortmund.  Meski demikian, para penggawa Bayern optimistis timnya bisa meraih  prestasi jika mampu menjaga tren permainan.
“Ya, jika kami bisa terus bermain dengan fokus, kami pasti bisa meraih hasil yang hebat,” kata Toni Kroos, gelandang Bayern seperti dikutip AFP.
“Dalam tiga pertandingan terakhir, kami telah melihat dahsyatnya kualitas serangan tim ini.  Kami bisa membongkar ketatnya pertahanan tim lawan,” sambung Phillipp Lahm, bek sekaligus kapten Bayern.

Empat pemain punya andil atas pesta gol kemarin dini hari WIB.  Yakni Thomas Mueller (9’), Mario Gomez (penalti menit ke-50’), Kroos (51’),  dan Arjen Robben. Robben yang mencetak hat-trick pada menit ke-12, kemudian penalti pada menit ke-19 dan 67.
“Kami kesulitan mengatasi dua sayap mereka, yakni Robben dan Franck Ribery,” aku Pelatih Hertha Otto Rehhagel.
Pelatih yang sukses membawa Yunani menjadi jawara di Euro 2004 itu mengaku kalau dia sebetulnya sudah mengingatkan pemainnya untuk mematikan pergerakan dua winger Bayern tersebut.

“Saya sudah mengingatkan itu sebelumnya.  Tapi, kemudian Bayern bisa mencetak gol pertama di menit-menit awal.  Ini membuat pemain kami menjadi lebih inferior.  Situasi ini justru membuat Bayern semakin merajalela,” ungkapnya.
Kekalahan dari Bayern kemarin membuat Hertha harus berjuang lebih keras untuk lepas dari zona merah.  Saat ini Hertha menempati peringkat 17 klasemen dan baru mengumpulkan 23 poin. (bas/jpnn)

Musim Ini Barca tanpa Gelar La Liga

SEVILLA – Arsitek Barcelona lagi-lagi mengungkapkan bahwa timnya tak lagi berpeluang menjuarai La Liga. Hal itu dikatakannya usai mengandaskan Sevilla dini hari kemarin.

Terpaut 10 angka dari Real Madrid-jika kembali menang atas Malaga dini hari tadi, Barca hanya menguntit di peringkat dua. Kemenangan 2-0 Barca atas Sevilla, Minggu (18/3) dini hari WIB, membuat jarak poin mereka dengan Real Madrid menjadi tujuh poin.
Selisih angka yang terlalu jauh antara Madrid dan Barca membuat Guardiola tak lagi menyimpan optimisme. Ia menilai Madrid punya hasil yang lebih baik daripada Barca. “Lupakan, kami tidak akan memenangi liga ini,” sahut Guardiola di situs resmi Barca.(net)

Gelar Seremoni di Setiap Laga

KIEV – Seremoni di setiap kejuaraan sepak bola biasanya dilangsungkan di laga pembuka dan laga pengujung alias final. Tapi, di Euro 2012, bakal ada seremoni di setiap laga (31 laga). Hal itu diungkapkan ketua LOC (panitia lokal) Euro Markiyan Lubkivskyi.

Lubkivskyi mengatakan, seremoni pembukaan, final, dan laga lainnya memiliki waktu yang berbeda-beda. Untuk pembukaan di Stadion National (Narodowy) Warsawa (8/6) paling lama dilangsungkan selama 15 menit. Sedangkan untuk final di Stadion Olympiysky Kiev (1/7) sekitar 10-12 menit.  Nah, untuk laga lainnya, maksimal lima menit. “Seremoni akan menampilkan ikon atau budaya yang dimiliki di kota tuan rumah serta kehidupan sehari-hari warganya,” kata Lubkivskyi seperti dilansir Ukraine2012.  (dns/jpnn)

Muamba Mirip Foe dan Puerta

Kasus Muamba ini mengingatkan kita pada kasus yang dialami Mark Vivien Foe, Miklos Feher dan Antonio Puerta. Mereka bertiga tiba-tiba tak sadarkan diri di lapangan karena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia.

Mark Vivien Foe merupakan pemain timnas Kamerun kelahiran tahun 1975. Ia bermain di Olympique Lyonnais dan West Ham United dan kemudian pindah ke Manchester City.

Ia menjadi bagian dari timnas Kamerun di Piala Konfederasi tahun 2003. Setelah menghadapi Brasil dan Turki, Kamerun menghadapi Kolombia di semifinal pada 26 Juni 2003.

Saat pertandingan itu ia tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri pada menit ke-72. Setelah diotopsi penyebab kematiannya adalah Hypertrophic Cardiomyopathy.

Kemudian Miklos Feher yang meninggal saat membela klubnya Benfica menghadapi Vitoria Guimares, 25 Januari 2004. Kematiannya benar-benar tak terduga. Fehér, yang masuk sebagai pemain pengganti, menerima kartu kuning saat injury time dan maju beberapa langkah ke depan. Tiba-tiba saja ia terlihat kesakitan dan terjatuh. Pertolongan pun segera datang ke lapangan.

Ambulans datang ke lapangan dan membawanya ke rumah sakit. Saat tengah malam ia dipastikan meninggal. Nyawanya sudah tak tertolong lagi. Setelah diotopsi penyebab kematiannya adalah serangan jantung. Dia baru berusia 24 tahun.

Mungkin banyak orang tak lupa dengan senyuman terakhirnya, senyuman saat ia menerima kartu kuning sesaat sebelum ia terjatuh. Pertandingan dan senyum terakhir dalam hidupnya.

Terakhir Antonio Puerta. Dia merupakan pemain muda harapan Spanyol. Ia adalah pemain asli binaan Sevilla. Bakat besarnya telah membuat klub-klub besar tertarik. Real Madrid, Manchester United dan Arsenal mengincar Puerta. Pemain kelahiran 26 November 1984 meninggal saat membela klubnya Sevilla menghadapi Getafe di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, 25 Agustus 2007.

Kematiannya disebabkan Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy. Saat ia meninggal, pacarnya sedang mengandung anak pertamanya. Kematian yang sangat disesali penggemar tim Matador.

Simpati Muamba terus berdatangan. Kini giliran mantan klubnya, Arsenal, yang memberikan dukungan.  “Dukungan dan doa dari banyak rekan di Arsenal saat ini untuk Fabrice dan keluarganya,” tulis Arsenal dalam situsnya. (bbs)
dalam akun Twitter resminya.(bbs)

Jantungan, Muamba Kolaps

LONDON- Pertandingan perempatfinal Piala FA antara Tottenham Hotspur melawan Bolton Wanderers dihentikan pada menit 41. Gelandang Bolton, Fabrice Muamba tiba-tiba tergeletak tak sadarkan diri di lapangan. Saat insiden terjadi kedudukan sama kuat 1-1.
Muamba tiba-tiba tergeletak di tengah lapangan, jauh dari bola. Pemain 23 tahun ini langsung ditandu ke luar lapangan, diduga dia mengalami serangan jantung. Suasana sempat mencekam.

BBC Sport, melaporkan Muamba dalam kondisi sangat serius dan dilarikan ke rumah sakit. Dia sedang berjuang untuk hidupnya.
Sementara itu menurut laporan ESPN, Muamba mengenakan masker oksigen dan mendapat pertolongan dari staf medis Bolton saat meninggalkan lapangan. Para penonton terlihat tegang dengan yang mereka saksikan di lapangan.

Sebelum pertandingan Muamba  sempat “berkicau” di akun Twitternya, @fmuamba beberapa saat sebelum laga dimulai. Dirinya menuliskan, “Sudah sampai White Hart Lane, #coyw mari kita menangkan pertandingan ini.”

Seperti yang dilaporkan The Sun, p ihak Bolton menyatakan jika dirinya tampak sehat. Karena itu manajer Owen Coyle memasukkannya ke tim inti. Bahkan, satu hari sebelum pertandingan, ia juga menuliskan pesan yang menunjukkan jika ia sama sekali tidak bermasalah dengan kesehatannya. “Dalam perjalanan menuju London setelah melakukan sesi latihan yang baik,” tulis Muamba pada 16 Maret 2012.

Hal yang sama juga diungkapnya Manajer Bolton Wanderers, Owen Coyle. Dia mengatakan pemain bertahannya itu masih berjuang untuk hidup. Muamba, meski sudah dirawat intensif di pusat serangan jantung di London Chest Hospital, masih dalam keadaan kritis.
Coyle, yang menemani  si pemain di ambulans dari stadion White Hart Lane sampai rumah sakit, memberi sedikit gambaran tentang kondisi terakhir Muamba.

“Ini sangat serius. Keadaannya masih seperti itu. Berkat kehendak Tuhan, dia melewati (fase genting di lapangan) itu,” tutur sang manajer seperti dilaporkan BBC.

“Fabrice dalam kondisi kritis. 24 jam ke depan akan menjadi sangat krusial,” sambungnya.
“Dalam nama FA, saya ingin mengirimkan doa dan dukungan untuk Fabrice Muamba dan keluarganya atas kejadian pada hari Sabtu,” sambung Ketua Umum FA, David Bernstein, pada situs resmi FA.

“Fabrice telah bermain 33 kali untuk Timnas Inggris U-21, menjadi kapten untuk skuad Stuart Pearce saat masih ambil bagian, dan yang terpenting karena kami sangat peduli padanya,” ungkapnya.

“Kami masih terus menjalin hubungan dengan Bolton menyangkut kondisi Fabrice dan masih menunggu kabar lebih lanjut,” tutup pernyataan tersebut.
Setelah dilarikan ke London Chest Hospital, para pemain Bolton langsung mengunjungi kolega mereka. Rombongan tersebut dikepalai oleh pelatih Bolton sendiri, Owen Coyle, yang tampak masih terpukul dengan kejadian semalam.

Muamba, lahir di Zaira pada 6 April 1988, hijrah ke Inggris dalam usia 11 tahun, menyusul bapaknya, yang meninggalkan negara Afrika itu lantaran kekacauan politik.

Dia memulai karir di Arsenal, Birmingham City, sebelum bergabung dengan Bolton pada 2008. Sejak itu pemain bertinggi 185 cm itu sudah 130 kali membela ‘The Trotters’.

“Inggris adalah negara angkatku,” kata Muamba tahun lalu. “Orang-orang telah membantuku, menyambutku dengan tangan terbuka dan memberiku kesempatan ini. Aku memperoleh kehidupan yang lebih layak dan nyaman. Aku sangat menghargai itu,” katanya.

Di dunia sepakbola Muamba masuk akademi Arsenal di tahun 2002 saat berumur 14 tahun. Namun ia hanya bermain dua kali untuk The Gunners di Piala Liga musim 2007/2008, sebelum kemudian dipinjamkan ke Birmingham di musim berikutnya. Ia dibeli Bolton pada Juni 2008 seharga lima juta poundsterling.

Saat pertandingan Bolton unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan 6 menit lewat gol bunuh diri Gareth Bale.  Kemudian Bale membayar kekalahan itu dengan skor 1-1.(bbs)

Muamba Mirip Foe dan Puerta

Kasus Muamba ini mengingatkan kita pada kasus yang dialami Mark Vivien Foe, Miklos Feher dan Antonio Puerta. Mereka bertiga tiba-tiba tak sadarkan diri di lapangan karena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia.

Mark Vivien Foe merupakan pemain timnas Kamerun kelahiran tahun 1975. Ia bermain di Olympique Lyonnais dan West Ham United dan kemudian pindah ke Manchester City.

Ia menjadi bagian dari timnas Kamerun di Piala Konfederasi tahun 2003. Setelah menghadapi Brasil dan Turki, Kamerun menghadapi Kolombia di semifinal pada 26 Juni 2003.

Saat pertandingan itu ia tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri pada menit ke-72. Setelah diotopsi penyebab kematiannya adalah Hypertrophic Cardiomyopathy.

Kemudian Miklos Feher yang meninggal saat membela klubnya Benfica menghadapi Vitoria Guimares, 25 Januari 2004. Kematiannya benar-benar tak terduga. Fehér, yang masuk sebagai pemain pengganti, menerima kartu kuning saat injury time dan maju beberapa langkah ke depan. Tiba-tiba saja ia terlihat kesakitan dan terjatuh. Pertolongan pun segera datang ke lapangan.

Ambulans datang ke lapangan dan membawanya ke rumah sakit. Saat tengah malam ia dipastikan meninggal. Nyawanya sudah tak tertolong lagi. Setelah diotopsi penyebab kematiannya adalah serangan jantung. Dia baru berusia 24 tahun.

Mungkin banyak orang tak lupa dengan senyuman terakhirnya, senyuman saat ia menerima kartu kuning sesaat sebelum ia terjatuh. Pertandingan dan senyum terakhir dalam hidupnya.

Terakhir Antonio Puerta. Dia merupakan pemain muda harapan Spanyol. Ia adalah pemain asli binaan Sevilla. Bakat besarnya telah membuat klub-klub besar tertarik. Real Madrid, Manchester United dan Arsenal mengincar Puerta. Pemain kelahiran 26 November 1984 meninggal saat membela klubnya Sevilla menghadapi Getafe di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, 25 Agustus 2007.

Kematiannya disebabkan Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy. Saat ia meninggal, pacarnya sedang mengandung anak pertamanya. Kematian yang sangat disesali penggemar tim Matador.

Simpati Muamba terus berdatangan. Kini giliran mantan klubnya, Arsenal, yang memberikan dukungan.  “Dukungan dan doa dari banyak rekan di Arsenal saat ini untuk Fabrice dan keluarganya,” tulis Arsenal dalam situsnya. (bbs)
dalam akun Twitter resminya.(bbs)

Liverpool Harus Konsisten

LIVERPOOL- Meski sudah berhasil mendapatkan satu piala di musim ini, tapi Liverpool dinilai masih bermasalah dengan konsistensi. Dirk Kuyt menganalisis masa depan The Reds.

Dengan menjuarai Piala Liga Inggris bulan lalu, anak-anak Anfield sudah mengakhiri enam tahun paceklik gelar. Namun mereka masih tertinggal 10 angka dari tim peringkat keempat sementara Arsenal di liga, dan itu berarti mereka terancam untuk absen di Liga Champions untuk kali ketiga berturut-turut.
Skuad Kenny Dalglish masih berpeluang meraih satu titel lagi karena masih bertahan di Piala FA. Malam ini mereka akan bertempur melawan Stoke City di babak perempatfinal. Di pertanding liga di Anfield Januari lalu, The Kop ditahan imbang The Potters 0-0.

“Kami sudah punya banyak kemajuan. Tak pernah gampang jika banyak pemain baru bergabung. Anda harus menyesuaikan mereka ke dalam tim,” demikian Kuyt seperti dikutip AFP, Minggu (18/3). (bbs)