Home Blog Page 13749

Delapan Kapal Patroli Disiagakan

Delapan unit kapal patroli dikerahkan Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut, untuk mengantisipasi aksi penyelundupan BBM (bahan bakar minyak) lewat perairan dan gejolak sosial yang muncul akibat kenaikkan harga BBM.

Kedelapan kapal patrol tersebut kini telah ditempatkan di lima titik rawan di sekitar perairan Sumatera. “Kapal-kapal patroli kita sudah ditempatkan di lima titik rawan penyelundupan BBM diantaranya di perairan Kuala Belawan, Kuala Tanjung, Batubara, Pantai Cermin dan perairan Tanjung Balai Asahan,” kata Kasubdit Penegak Hukum (Gakkum) Dirpolair Polda Sumut, AKBP Burhanuddin Desky, Selasa (27/3) siang.

Desky menambahkan, terkait rencana pemerintah pusat menaikan harga BBM, pihak kepolisian perairan saat ini juga melakukan antisipasi terjadi gejolak sosial seperti aksi demo yang kemungkinan bisa terjadi dikawasan perairan.

“Selain penempatan armada patrol di perairan, kita juga telah melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga nelayan. Termasuk berkoordinasi dengan Ketua HNSI Medan, Zulfahri untuk mengantisipasi unjuk rasa nelayan di laut,” ungkapnya.

Mobil Dinas TNI pun Disandera

Aksi massa menolak BBM juga merebak  di berbagai daerah di Sumatera Utara. Di Siantar, massa malah menyandera mobil dinas TNI.
Adalah Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (UHN) Siantar yang menyandera truk TNI 8520-I, kemarin. Aksi ini digelar setelah massa berhasil memblokir Jalan Sangnaualuh, Kecamatan Siantar Timur.

Situasi sempat panas, ketika supir truk 8520-I yang mengenakan seragam TNI mencoba menerobos hadangan. Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara intel TNI dan puluhan Polri melawan mahasiswa. TNI dan Polri berusaha melepaskan mobil tersebut dari penyanderaan mahasiswa. Selama 30 menit, adu otot terjadi, hingga mobil TNI 8520-I berhasil lepas dari sanderaan mahasiswa.

Di Binjai, Ketua DPRD Binjai turut menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat. “Secara pribadi, saya setuju dengan penolakan kenaikan harga BBM ini,” ujar Ketua DPRD Binjai Zainuddin Purba, saat menerima masa Hanura, di gedung DPRD Binjai.
Terpisah, Polres Tebingtinggi mempersiapkan kekuatan penuh dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebanyak 50 personel untuk menjaga dan mengawal aksi unjuk rasa yang gagal dilaksanakan. (mag-17/osi/mua/dan/mag-3/smg)

Forum Anak Yatim Tolak Kenaikan BBM

MEDAN- Sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Utara yang tergabung dalam Forum Peduli Anak Yatim Indonesia Sumatera Utara (FPAYSU)  menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini berkaitan dengan adanya kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM pada 1 April mendatang.

Penolakan kenaikan harga BBM tertuang dalam penyataan sikap FPAYSU yang dibacakan  Ketua FPAYSU Drs H Daudyah Munthe,MM  didampingi H.Jhony Sembiring ,SH (Sekretaris) dihalaman Mesjid Agung Jl. Diponegoro Medan, kemarin.

Dalam pernyataan sikapnya, FPAYSU memaparkan bahwa banyak akibat dan dampak buruk kebijakan pemerintah yang sangat tidak populis ini.  “Rakyat tengah mengalami kesulitan  ekonomi saat ini, malah ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga BBM yang berakibat naikknya harga kebutuhan pokok lainnya,” kata Daudysah yang didampingi pengurus FPAYSU lainnya, diantaranya;  H.Asli Chan Chaniago, Drs h Rahmad Hasibuan (Penasehat) dan  H Subandi,SH,H.M Subandi (Wakil Bendahara)  serta  H Donal Sidabalok (Bid.Dana dan Keuangan dan Bidang HUmas, Drs H Jumiran Abdi.

Disebutkan Daudsyah, Pemerintah harusnya menyadari bahwa  kebijakan itu  akan jelas-jelas menyengsarakan rakyat ditengah himpitan ekonomi yang semakin sulit ini.”Bukan kita berseberangan dengan kebijakan pemerintah, tetapi kenaikan ini jelas-jelas bukan jalan keluar dari permasalahan bangsa yang tengah membelit negeri ini.

Menurut Ketua FPAYSU, Drs H Daudsyah Munthe,MM, adalah sebagai negara kepulauan dan mempunyai masyarakat yang majemuk, yang sebenarnya alamnya kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan sumber daya manusia, dan kaya budaya.Tetapi akibat krisis global dunia,  masyarakat kita mau tidak mau mendapat imbasnya.

Namun, menaikkan harga BBM bukan jawaban untuk mengatasi persoalkan lain yang lebih besar.

Ada 8 poin yang tertulis dalam pernyataan sikap FPAYSU sebagai  solusi koknrit kepada pemerintah  untuk menghemat anggaran tanpa menaikkan harga BBM diantaranya; agar pemerintah mengefesiensikan semua APBN dan APBD Provinsi dan Kabupaten Kota.
Selanjutnya,  pemerintah tidak melakukan pembangunan kantor pemerintah yang baru (gedung baru), meniadakan program kegiatan rehabilitasi kantor- kantor pemerintah dan rumah dinas.Selain itu, tidak melakukan pembelian kenderaan  mobil  dinas baru, tidak melakukan Perjalanan dinas ke luar negeri dan luar provinsi.

Hal yang harus dilakukan adalah menekan dan mengefesiensikan pemakaian dana rutin, melakukan pengawasan yang ketat terhadap pengelolaan dan penggunaan anggaran Negara dan daerah. Yang perlu diperhatikan, para pejabat pemerintah baik itu (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif ) serta keluarganya menunjukkan sikap kesederhanaan dalam kegiatan sehari-hari.
Terakhir, penegakan supremasi hukum  harus dilaksanakan dan menjadi niat dan tekad kita bersama antara Masyarakat dan Pemerintah , ujar  Daudsyah lagi.

Pihaknya mengingatkan, solusi diatas harus disikapi dengan sungguh-sungguh sebagai salahsatu solusi, dimana disadari,  dampak terberat naiknya harga BBM bakal dirasakan masyarakat  Sumatera Utara khususnya  dengan melambungnya harga barang, lesunya dunia usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP di DPR-RI Drs H Hasrul Azwar MM menegaskan fraksinya memahami pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM). “Kami dari Fraksi PPP memahami rencana kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM),” ujar Hasrul pada wartawan, usai meninjau pelaksanaan tryout untuk anak SD, Selasa (29/3) di Yayasan Pendidikan Islam(YPI) Plus Khairul Imam di Jalan Suka Teguh Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Ketika ditanya wartawan, apakah memahami berarti mendukung kenaikan harga BBM, Hasrul tidak menjawab dengan gamblang.
“Yang jelas PPP memahami kenaikan harga BBM tersebut, alasannya karena melonjak harga minyak dunia yakni 180 dollar per barel yang tentunya akan memberatkan APBN,” ujar Hasrul kembali.(ila/rud)

Perusahaan Jerman Ikut Bangun PLTGU Sicanang

Akhir 2014 Siap Alirkan Listrik ke Masyarakat

MEDAN-PT Cahaya Sakti dan Ferrostaal Jerman mengikat kontrak untuk membangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Sicanang, Belawan. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti Ground Breaking akhir 2011 lalu, di mana PT Cahaya Sakti secara serius terus berbenah agar Pembangunan PLTGU dapat segera dimulai sehingga masyarakat luas dapat menikmati kehidupan yang lebih baik dengan tersedianya listrik.

Demikian disampaikan Chairman PT Cahaya Sakti Edison Sinaga didampingi Dirut Erasmus Sinaga, Komisaris Agus Susanto, Henry Yogiaman, Denny Marthin, Direktur Endra, dan General Manager Nelson Panjaitan, setiba dari Lisbon, Portugal,  Selasa (27/3).

Dia mengatakan, berbekal komitmen akan kualitas PLTGU yang akan dibangun ke depan, PT Cahaya Sakti  memilih Ferrostaal, sebuah Grup Kontraktor ternama dunia yang berkantor pusat di Jerman untuk bekerjasama dalam pembangunan proyek tersebut.

“Makanya pada 16 Maret 2012 lalu, PT Cahaya Sakti dan Ferrostaal melakukan penandatanganan kontrak pembangunan PLTGU Cahaya Sakti Sicanang, Belawan, Sumut. PLTGU ini berkapasitas 450 MW akan terlaksana dan siap mengalirkan listriknya akhir 2014,” paparnya.

Acara penandatanganan kontrak proyek tahap pertama itu sendiri berlangsung di Lisbon, Portugal.  “Sehari sebelumnya, rombongan PT Cahaya Sakti dan partner lokalnya dari Indonesia juga berkesempatan meninjau salah satu PLTGU yang dibangun oleh Ferrostaal di Ribatejo, Portugal.  PLTGU ini berkapasitas 1200 MW dan menjadi referensi acuan mengingat tingkat efisiensi dan produktivitasnya yang tinggi,” ucapnya.

Viability study yang komprehensif untuk mega proyek ini pun sudah diselesaikan sebelumnya oleh Ferrostaal. “Adapun kontrak yang sudah ditandatangani mencakup tahap pertama proyek ini. Juga pengembangan yang lebih jauh dengan memasukkan Basic dan Detail Engineering. Kontrak tersebut kemudian akan diubah menjadi kontrak full turnkey. Konsep ini memberi keleluasaan bagi PT Cahaya Sakti agar segenap kemampuannya  mendapatkan jadwal waktu yang meliputi kesepakatan gas awal untuk keperluan commissioning di PLTGU itu awal 2014 mendatang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, PT Cahaya Sakti dan Ferrostaal juga menandatangani NOI (Notice of Intent) untuk merealisasikan proyek kedua PLTG Tarakan berbasis turnkey. Proyek yang berlokasi di Pulau Tarakan  ini meliputi ekspansi pengembangan kapasitas yang sudah ada dan penggantian fasilitas eksisting seperti Turbin, Switchyard, gedung dan fasilitas lainnya. (*/jul)

Giliran TNI-Polri Blokir Jalan ke Bandara Polonia

Guna menghindari aksi anarkis yang terjadi Senin sore lalu, pihak TNI dan Polri memblokir (menutup) Jalan Imam Bonjol Medan menuju pintu gerbang Polonia Medan.  Hal ini dilakukan mencegah kembali terjadi aksi anarkis yang merusak fasilitas umum yang ada di sekitar bandara dan Petronas yang rawan menjadi sasaran massa aksi.

Tidak tanggung-tanggung, persiapan aparat tampak lengkap. Buktinya terlihat mobil pengangkut kawat berduri, anjing pelacak, personel lengkap dengan alat anti hura-hura, dan water canon. Pengamanan pun bergeser 100 meter dari lokasin bentrok Senin lalu. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol R Heru Prakoso Heru menjelaskan, digeserkan lokasi aksi dari lokasi tersebut karena banyak fasilitas umum. “Di situ ada SPBU yang rawan terbakar, makanya kita geser tempat untuk aksinya,” ujarnya.

Akibatnya sejumlah ruas jalan yang ditutup diahlikan ke ruas jalan lainnya. Misalnya, Jalan Imam Bonjol yang ditutup petugas dialihkan ke Jalan Juanda Medan, Jalan Mustang, dan Jalan Avros Medan. Penutupan jalan ini membuat penumpang yang hendak memasuki Bandara Polonia Medan harus berjalan kaki sambil menenteng tas besar.

Amatan Sumut Pos, kemarin pagi, penutupan akses utama ke bandara dengan pengamanan empat lapis. Lapis pertama kawat berduri dan personel dari Sat Samapta dan personel Pamobvit, lapis kedua personel Sat Brimob Polda Sumut, lapis ketiga personel TNI AD dan lapis terakhir personel TNI AU. Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus usai mengikuti rapat tertutup di VIP mengatakan, personel TNI dalam hal tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian. “TNI tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pengamanan di dalam dan luar Bandara Polonia Medan. Jumlah personel tetap ada penambahan sesuai dengan penyesuaian,” sebutnya.

Sementara itu, GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Kolonel PNB Bram Bharoto mengatakan, akses menuju dan keluar dari Bandara Polonia Medan  menggunakan akses dari Jalan Mustang simpang Jalan Perhubungan. “Jika pendemo ada yang melakukan aksi hari dan menutup akses tersebut, maka penumpang kita alihkan dari akses ketiga, masuk dan keluar dari Kompleks Perumahan Angkasa Puri yang tembus ke Jalan Mongonsidi melaluis Jalan Polonia Medan,” sebutnya.

Hal senada juga diucapkan Staff Duty Manager OIC Bandara Polonia Medan, Djamal dan Andi Mulyono. “Jika akses ketiga juga ditutup, kita tetap mempunyai akses keempat tapi itu masih rahasia,” tegasnya.

Kemarin, rapat tertutup di VIP bandara dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu A Sastro, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, Pangkosek Hanudnas III Medan TNI AU Kolonel (Pnb) Yuyu S, Danlanud Medan Kolonel (Pnb) A Rasyid, GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Kolonel (Pnb) Bram Bharoto, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang, dan  Perwakilan Pemprov Sumut.

Jadi Ajang Foto-foto

Sementara itu, di sisi lain di Bandara Polonia, petugas dari TNI-Polri yang bertugas malah jadi tontonan warga sekitar. Bahkan, pengguna jalan ada yang khusus berhenti untuk melihat persiapan dan penjaga dilakukan oleh pihak keamanan ini.

Uniknya lagi, warga tidak segan-segan foto bersama di dekat barisan petugas TNI-Polri yang standby di lokasi dengan menggunakan kamera ponsel. “Iya bang, habis keren deh petugas ini dengan atribut perlengkapnya, fotonya bisa jadi untuk profil di FB,” ujar salah seorang siswa SMA di lokasi.
Tak hanya itu, beberapa penumpang yang baru tiba di Bandara Polonia tak ketinggalan ikut foto-foto bersama petugas anti huru hara “Untuk kenang-kenangan saja, bahwa saya pernah ke Medan, habis keren berfoto dengan mereka,” kata Rosa, seorang penumpang yang hendak bertolak ke Batam. (jon/gus)

Pedagang di Jalan Asia Minta Sampah Diangkut

MEDAN-  Pedagang di Jalan Asia Raya Indah  Kecamatan Medan Areameminta kepada pemerintah setempat untuk mengangkut sampah tiga kali dalam sehari di sekitar lokasi dagangan mereka.

Menurut mereka, selama ini sampah-sampah itu hanya diangkut sekali dalam sehari, yakni pada pukul 07.00 WIB. Dampaknya, sampah menumpuk dan menganggu para pedagang yang bekerja hingga malam hari. “Kalau ditanya, kita sangat resah dengan bau sampah yang berada di dekat jualan kita, namun, mau bagaimana lagi. kita terpaksa harus menahan baunya. Begiu juga dirasakan pembeli kami,” kata Aleh, salah seorang pedagang di Jalan Asia Raya Indah itu kepada wartawan koran ini, Selasa (27/3).

Menurutnya tumpukan sampah yang berada di tong itu  sebenarnya bukan hanya buangan warga yang tinggal di Jalan Asia ini saja, warga lainnya juga membuang sampah di tong itu. “Saya selalu melihat warga lain mencampakkan sampah dengan sembarangan di dalam tong itu,”bilangnya.

Iwan warga lainnya juga mengatakan hal sama, Menurutnya ada baiknya tumpukan sampah tersebut diangkut tiga kali dalam sehari. Sehingga, bau atau pun kotoran yang timbul dari sampah tidak berdampak kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Asia.

“ Bila sampah diangkut tiga kali sehari, bau sampah tidak akan tercium lagi, pembeli pun bisa enak melahap makanan dagangan kami,” ucap pedagang mekanan ini. (omi)

Bazar PKS di Lapangan Benteng Medan

Tampilkan Busana Tradisional Sumut dan Makan Gratis

MEDAN- Festival makanan dan busana tradisional Sumatera Utara (Sumut), meriahkan bazar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di lapangan Benteng, Medan. Bazar yang berlangsung dari tangal 25-30 Maret 2012 ini dihadiri banyak elemen masyarakat Sumatera Utara.

Beberapa acara menarik lainnya, juga diikuti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemprovsu seperti festival makanan tradisional Sumut.
“Dalam festival, para pengunjung diberikan waktu untuk mencicipi beberapa jenis makanan khas daerah yang ada di Sumut seperti Cimpa yang berasal dari Tanahkaro. Kemudian juga ada arsik ikan mas khas batak dan juga bubur pedas khas makanan Melayu,” kata Jiank Tampanz, pelaksana kegiatan yang dipercayakan Disbudpar Sumut, kemarin.

Menurutnya, seluruh makanan tersebut dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung bazar. Selain itu juga, ada cooking demo dari makanan tradisional yang akan diperagakan oleh chef dari salah satu hotel bintang lima di kota Medan.

“Selain makanan, festival busana tradisional juga ikut memeriahkan acara ini. Pada festival akan menampilkan para model cewek dan cowok yang akan memamerkan busana tradisional dari pakaian adat Batak, Melayu, Padang dan daerah lainnya dari Sumatera Utara,” ucapnya lagi.
Dijelaskannya, kegiatan yang melibatkan para designer asal Sumut. “Nantinya juga ada talkshow antara MC yang dipandu Reza Pardomuan dengan para designer, karena akan ada pencampuran gaya etnik dengan modern, sehingga diharapkan pakaian adat tidak ditinggalkan dan akhirnya punah dimakan zaman akibat ketingalan zaman,” ucapnya.

Diharapkannya, acara yang berlangsung selama 6 hari itu dapat membangkitkan kesadaran masyarakat, khususnya kaum muda. “Jadi, diharapkan dapat melestarikan kebudayaan sebagai warisan nenek moyang dan juga kuliner Sumut yang merupakan objek wisata potensial untuk menarik para wisatawan asing maupun mancanegara,” pungkasnya.(adl)

Plt Gubsu Berjanji di Depan Elemen Buruh

Upah Minimum Dihitung Ulang

MEDAN-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, berjanji akan menghitung ulang (merevisi) Upah Minimum Provinsi (UMP). Bahkan, revisi tersebut selambat-lambatnya satu bulan setelah ketetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April mendatang.
“Mudah-mudahan ada keajaiban sehingga BBM tidak perlu naik. Kalaupun naik, UMP pasti direvisi,” ujar Gatot, Senin (26/3) lalu.

Kalimat Gatot ini kembali ditegaskannya kemarin. “Kami sudah menyaksikan dua hari ini demonstrasi yang dilakukan elemen masyarakat. Kepada para pendemo saya tetap menyatakan, tidak bisa menolak dan tidak menerima. Pemprovsu posisinya bersikap netral,” ucap Gatot, Selasa (27/3), usai bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa di Kantor Gubsu.

Dia menyebutkan, dalam demonstrasi yang dilakukan masyarakat, Pemprovsu tetap menyahuti aspirasi ini massa. Bahkan, Pemprovsu sudah menyampaikan aspirasi massa yang bersifat tuntutan kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), serta diteruskan ke beberapa menteri dan seterusnya ke Presiden RI.

Soal kenaikan harga, memang belum diputuskan. Pasalnya, pembahasan kenaikan harga BBM subsidi ditunda hingga Kamis (29/3) atau paling lambat Jumat (30/3) mendatang. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso beralasan pimpinan DPR belum menerima surat dari Badan Anggaran DPR untuk menjadwalkan pembahasan kenaikan BBM bersubsidi tersebut.

Priyo mengatakan, fraksi-fraksi di Badan Anggaran DPR belum mencapai keputusan bulat mengenai kenaikan harga BBM subsidi tersebut. Dia mengatakan, sembilan fraksi Badan Anggaran DPR masih memiliki opsi yang berbeda terhadap kebijakan pemerintah ini.

Priyo menyebut Badan Anggaran baru mengkerucutkan dua opsi. Opsi pertama adalah subsidi energi sejumlah Rp225 triliun dengan catatan bahwa pasal 7 ayat 6 APBN 2011 dicabut dan kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi bisa disesuaikan.

Sedangkan, opsi kedua adalah pemberian subsidi mencapai Rp 266 triliun dengan catatan pasal 7 ayat 6 tidak diubah. “Yang artinya adalah tidak boleh ada kenaikan BBM,” imbuh Priyo, Selasa (27/3).

Sebelumnya, janji merivisi UMP, Gatot ucapkan di depan massa Komite Aksi Pekerja/Buruh Sumatera Utara (KAP-BSU) yang datang sekitar pukul 11.30 WIB, Senin (29/3) lalu ke Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan. Tepatnya sebelum aksi ‘pendudukan’ Bandara Polonia.

Senin lalu,  massa memang mendesak agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk mengambil sikap, menolak atau menerima kebijakan pemerintah menaikan harga BBM. Massa juga meminta agar Pemprovsu merevisi Surat Keputusan (SK) No.188.44/988/KPTS/2011 tanggal 17 November 2011 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) yang sebesar Rp1.200.000. Massa meminta, kenaikan UMP yang dinginkan menjadi sebesar Rp1.500.000.
Massa KAP-SBSU sempat akan menerobos Kantor Gubsu, jika Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho tidak bersedia menemui mereka. Akhirnya, dengan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Nurdin Lubis, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprovsu lainnya bersedia menemui para buruh.

Dengan menaiki mobil polisi, Gatot menegaskan, pihaknya akan menyampaikan tuntutan massa ke pusat dengan menggunakan kop surat Pemprovsu. “Saya tugaskan, Assisten Pemerintahan dan Sekda untuk mengantarkan surat tuntutan ini. Kalau surat ini tidak dengan kop surat Pemprovsu, tidak akan diterima. Makanya, seperti tuntutan-tuntutan lain, surat ini akan dibuat kop surat Pemprovsu untuk disampaikan ke pusat,” jawabnya.
Lebih lanjut, Gatot mengajak 10 perwakilan aksi massa untuk berdiskusi. Diskusi pun dilangsungkan di Gedung Lama Kantor Gubsu. Pada kesempatan itu, Gatot berjanji, akan merevisi besaran upah minimum provinsi (UMP), jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM pada 1 April 2012. Revisi akan dilakukan selambat-lambatnya satu bulan setelah ketetapan tersebut. “Revisi UMP pasti akan dilakukan tapi semua ada prosedurnya. Besarannya akan disesuaikan dengan dampak akibat kenaikan BBM. Yang pasti kami menyiapkan langkah untuk itu (merevisi UMP),” katanya di hadapan seluruh buruh dan pekerja.

Massa yang terdiri dari sepuluh elemen pekerja/buruh antara lain KSBSI, FSPMI, DPC F-SP-LEM KSPSI Kota Medan, PPMI, SBRI, KBI, FNPBI, Sejati, Repdem, dan Sakti juga menuntut penghapusan sistem buruh kontrak (outsourcing) dan menolak kebijakan politik upah buruh murah. Semua tuntutan itu disampaikan pekerja/buruh dalam bentuk surat rekomendasi yang harus ditandatangani oleh gubernur sebagai pemimpin wilayah ini.
Kembali, Gatot mengatakan, seluruh tuntutan itu akan disampaikannya ke pemerintah pusat secepat mungkin. Asisten Pemerintahan Pemprovsu Hasiolan Silaen yang akan dikirimkan ke Jakarta membawa surat tuntutan tersebut. Dia juga mempersilahkan salah seorang perwakilan dari buruh dan pekerja untuk turut serta menyampaikan surat tersebut langsung ke pemerintah pusat.

“Kami siap untuk meneruskan ini. Bahkan surat akan kami sampaikan lebih resmi menggunakan surat pengantar dari Pemprovsu. Diharapkan pemerintah pusat bisa mendengar keluhan seluruh buruh dan pekerja di Sumut,” ucapnya.

Sebagai pemerintah, kata dia, pihaknya tidak bisa memutuskan apapun terhadap tuntutan seluruh buruh dan pekerja karena mereka hanya perpanjangan tangan pemerintah pusat. Namun dia akan berusaha semaksimal mungkin meminimalisir dampak dari kenaikan harga BBM.  “Seperti merevisi UMP, akan kami upayakan,” ujarnya.

Panglima Komite Aksi Pekerja/Buruh Sumatera Utara (KAPBSU), Indra Syafi’i mengatakan apabila Gubsu tidak bisa memenuhi tuntutan buruh maka mereka akan melakukan unjuk rasa dengan massa lebih banyak lagi. “Kami minta Gubsu paham dengan kondisi di dalam negeri dengan mendukung buruh dan pekerja menolak kenaikan harga BBM. Kalau tidak, aksi akan terus dilanjutkan dengan massa lebih banyak,” katanya disambut teriakan dari seluruh peserta demo. (bbs/ril/ari)

Aksi Peduli XL di Pantai Tanjungtinggi

Ingatkah Anda dengan bagian dari adegan dalam film Laskar Pelangi? Film fenomenal yang sukses menyedot jutaan penonton di Indonesia ini juga menggambarkan keindahan alam pulau Belitung.

Salah satu lokasi syuting pengambilan gambar film ini dilakukan di pantai Tanjungtinggi.

Sebuah pantai eksotis dengan hamparan pasir putih, warna air laut yang jernih, tampak hijau kebiru- biruan, deburan ombak yang bersahabat dan bertabur dengan batu granit besar mulai dari ukuran beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah.
Bentuk dari batu-batu besar itu juga unik, sebagian membentuk celah atau gua, yang dapat dilalui atau digunakan berteduh selama hujan. Batu-batu itu tersusun sama lain membentuk obyek pemandangan yang menarik. Sayang keindahan pemandangan ini sedikit terganggu dengan coretan coretan atau tulisan pada batu oleh ulah tangan jahil/iseng.

Akhir pekan kemarin, Minggu (25/3) tim Sales XL Belitung bersama dengan dealer XL melakukan aksi peduli dengan membersihkan coretan/tulisan pada batu granit di Pantai Tanjungtinggi, Belitung. Sampah dan kotoran yang bertebaran di sepanjang atau sekitar pantai juga tidak luput dibersihkan dalam kegiatan ini.

Diharapkan kesadaran pengunjung terhadap kebersihan pantai dan lingkungan akan meningkat, tidak membuang sampah bukan pada tempatnya. Kebersihan lingkungan juga akan meningkatan kesehatan masyarakat.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan pemasangan atau branding XL oleh team promo XL di warung warung makan dekat lokasi pantai wisata ini.
Terkait dengan kegiatan ini, Regional Sales Operation Manager XL Bangka Belitung Darwing mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial, khususnya terhadap lokasi wisata yang ada di pulau Belitung. Sedangkan lokasinya sengaja dipilih pantai wisata Tanjung Tinggi, selain pernah menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi, pantai ini adalah salah satu andalan atau ikon wisata di Belitung dengan menawarkan keistimewaan tersendiri dan panorama yang menawan.

“Tentunya aksi positif semacam ini nantinya akan kami jadikan sebagai kegiatan reguler di tempat atau lokasi wisata yang lain di Bumi Laskar Pelangi”,” katanya. (ila)

Sehari, Transaksi Tunai Turun Rp200 Miliar

Efek Demo Tolak BBM NAIK di Medan

Aksi demo yang terjadi pada Senin (26/3) lalu memberikan dampak dalam perekonomian di Medan. Dari data Bank Indonesia Medan, terjadi penurunan dalam transaksi tunai di perbankan lebih dari 15 persen dibandingkan hari biasanya.

Pada Senin kemarin, transaksi tunai di perbankan Medan hanya Rp400 miliar, sedangkan pada Kamis (22/3) lalu, transaksi tunai mencapai Rp600 miliar.
“Ada penurunan dalam transaksi tunai di perbankan, apalagi bank yang dilewati oleh pendemo,” ujar Manajer Sistem Pembayaran Bank Indonesia Medan, Kahfi Zulkarnaen.

Penurunan transaksi hingga Rp200 M ini, menurutnya merupakan hal yang biasa, walau bisa dikatakan cukup tidak biasa juga. “Perbankan selalu berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi dari suatu daerah. Jadi penurunan ini bisa dikatakan biasa, bisa juga tidak biasa,” ungkap Kahfi.
‘Tidak biasa’ dalam hal ini, menurut Kahfi karena pekan lalu ada libur panjang selama 3 hari. “Kalau Senin biasanya bank akan sibuk karena hari kerja pertama setelah libur,” ungkapnya.

Pada aksi demo Senin lalu, walau terkesan tutup, sejatinya operasional bank di Medan masih berjalan. “Hanya tidak terbuka. Pihak bank meminta kepada nasabah untuk mencari kantor cabang pembantu yang tidak dilewati demo,” ungkap Kahfi. Sementara untuk RTGS (Real Time Gross Settlement) masih berjalan normal, bahkan pada Selasa (27/3) kemarin, tercatat mencapai Rp2,7 triliun.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Hervian Tahier, bila ini berlangsung sesuai dengan isu yang berkembang, dipastikan Medan dan Sumut akan mengalami penurunan ekonomi hingga 20 persen. “Kalau demonya berjalan 1 minggu, dan seperti (Senin) ini yang menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, bisa mengalami kerugian lebih dari Rp1 triliun,” ungkap Hervian.

Menurutnya, kerugian tersebut terjadi bila titik ekonomi seperti bandara, pelabuhan, buruh, petani, dan sopir angkot berhenti bekerja. “Ini akan menjadi multi player effect, semua sektor akan kena, terutama dalam distribusi barang yang akan terganggu,” tambahnya.

Hervian menjelaskan, pintu masuk barang ada dipelabuhan dan bandara. Sedangkan yang bekerja untuk menyalurkan produk tersebut adalah sopir, dan yang mengerjakan produk tersebut adalah buruh. Jadi, bila distributor yang terganggu, maka bisa dipastikan kebutuhan masyarakat juga akan terganggu.
Aksi demo yang terjadi juga menimbulkan ketakutan bagi sebagian warga, sehingga mereka memilih untuk tetap berada di rumah dibandingkan beraktivitas di luar rumah. Hal ini membuat sebagian pusat pembelanjaan menjadi sepi. Padahal 80 persen peredaran uang itu ada di pasar modern (pusat pembelanjaan) dan sisanya ada di pasar tradisional.

Menurut Pengamat Ekonomi dari Unimed, M Ishak, peredaran uang secara tunai tidak akan terganggu, bila demo tidak mengganggu pasar tradisional. Tetapi bila sudah menimbulkan ketakutan pada masyarakat, dipastikan pusat pembelanjaan akan sepi, sehingga transaksi jual beli tidak ada. Padahal kebutuhan masyarakat di Pusat Pasar mencapai 100 persen, sedangkan dipasar tradisional hanya 80 persen. “Karena itu, bila demo ini terus membuat masyarakat takut, jelas akan menganggu perekonomian. Jangankan pembeli, pedagang di pusat pembelanjaan juga tidak mau meninggalkan rumah, karena takut. Padahal seluruh kebutuhan masyarakat ada di pusat pembelanjaan. Tapi, kalau pasar tradisional yang diganggu, kebutuhan masyarakat kecil yang akan terganggu. Sudah kecil diganggu pula,” tambah Ishak. (ram)

Persiapkan Mental Menuju Miss Indonesia

Kastria Soldiana Elizabeth

Wanita cantik ini memiliki berbagai prestasi dalam dunia model. Salah satunya, terpilih menjadi Brand Ambassador Natur 2011 dan berkesempatan menimba ilmu di Look Modelling School and Public Speaking Tantowi Yahya. Tidak puas terhadap apa yang diraihnya, Kastria Soldiana Elizabeth Hutagaol, terus mengikuti berbagai audisi pemilihan bakat.

Sebelum berangkat ke Jakarta untuk melaksanakan tugasnya sebagai Brand Ambassador Natur 2011, Ria – sapaan akrab Kastria,  mencoba audisi pencarian Miss Indonesia 2012 untuk finalis dari Sumut. Tepat seminggu yang lalu, melalui telepon, Ria dikabari oleh panitia Miss Indonesia bahwa dirinya berkesempatan mewakili Sumut dalam ajang kecantikan tersebut. “Rasanya senang banget saat dikabari oleh panitia. Bahkan sampai loncat-loncat saat mengetahui kabar gembira ini,” ungkap gadis yang memiliki tinggi 168 cm ini.

Ria sebelumnya juga sempat lolos sebagai reporter disalah satu TV Swasta. Tetapi hal tersebut ditolaknya karena takut tidak mampu menjalani tugasnya untuk mencari berita. “Menjadi reporter bukanlah hal yang mudah, karena itu saat mengetahui lolos dan akan dikontrak selama 6 bulan, dengan berat hati, harus ditolak,” ungkap Ria yang merupakan tamatan dari Politekhnik Negeri Medan Jurusan Tekhnik Konversi Energi ini.

Rencananya, 14 April, Ria akan mengikuti masa karantina pemilihan Miss Indonesia 2012 selama 2 minggu. Karena itu, berbagai persiapan sudah dilakukan Kastria untuk memantapkan jalannya nanti. Salah satunya dengan mempelajari berbagai hal tentang Sumut, mulai dari budayanya hingga daerah pariwisatanya. “Ria juga belajar menyanyi dan menari, karena ini penting dalam penilaian nanti.” tambah Ria.

Selain seni, penguasaan dalam olahraga merupakan salah satu nilai pendukung dalam penilaian Miss Indonesia, seperti renang dan voli. Karena itu, ia  juga sudah mempersiapkan diri dengan mulai belajar tentang olahraga renang dan juga voli.

Disamping itu, persiapan yang tak kalah penting adalah persiapan mental dan hati. “Harus siap mental dan hati, karena ini sebuah kompetisi yang positif. Jadi saya mau hasilnya juga positif untuk saya,” tambah Ria.

Gadis yang memiliki berat 55 kg ini pun memohon dukungan olah masyarakat Sumut melalui SMS. “Semoga masyarakt Sumut bersedia dukung Ria, dalam pemilihan ini melalui SMS,” tambahnya. (ram)