Home Blog Page 13750

Tiga Anak di Medan Deli Disengat Tomcat

Tak Bisa ke Rumah Sakit, Obati Pakai Salep China

Tomcat ternyata tak hanya menyerang masyarakat di Pulau Jawa. Serangga itu kini merambah ke Kota Medan. Buktinya, sekeluarga di Lingkungan X Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Selasa (27/3) siang dikabarkan menjadi korban sengatan serangga berbisa tersebut.

Temuan tomcat diketahui setelah seorang korbannya, Diki Syahputra (32) melaporkannya ke Kantor Lurah setempat. Kepada Sumut Pos, Diki mengatakan temuan serangga itu diketahui setelah anak pertamanya, Putri Nova Rizki (7), mengeluhkan luka yang timbul pada bagian lengannya. Tak hanya putri pertamanya, putra keduanya M.Alfarizi (4) juga mengeluhkan gejala penyakit serupa kepada dirinya.

“Awalnya anakku itu merasa perih dan gatal-gatal pada bagian tangannya, saat kulihat lukanya memerah. Lalu diobati pakai minyak sama istriku,” cerita ayah tiga anak itu.

Menurut pria yang keseharian bekerja sebagai sopir truk di pelabuhan Belawan itu, tadinya ia dan istri Sri Hartati tak menyangka kalau luka ditubuh putrinya merupakan sengatan tomcat. Dia baru menyadari setelah berselang tiga hari kemudian.

“Aku baru tahu pas anakku paling kecil, Cahya Ningrum, juga mengalami gejala penyakit serupa. Dan, saat itu tak sengaja aku melihat binatang (tomcat) seperti di televisi berjalan di dinding rumahku,” ujarnya.

Merasa penasaran, Diki lantas menangkap hewan berbisa tersebut dengan menggunakan plastik. “Sekarang tomcatnya sudah dibawa Kepling ke kantor kelurahan,” ucap pria yang bermukim tak jauh dari areal persawahan ini.

Disebutkannya, ketiga anaknya yang menderita luka akibat sengatan tomcat kini hanya menjalani perawatan di rumah. Dirinya mengaku tidak memiliki biaya cukup untuk membawa anaknya ke rumah sakit untuk dirawat.

“Kami hanya mengobati lukanya pakai obat salep buatan China yang dibeli di apotek, soalnya kalau dibawa ke rumah sakit mau berapa lagi biayanya,” tuturnya.

Begitupun, dia mengharapkan agar dinas terkait melakukan peninjauan guna mengecek dan membasmi hama tomcat sebelum merambah ke pemukiman warga lainnya.

“Kalau dapat di areal ini dilakukan penyemprotan hama, supaya tak ada lagi korban. Karena di sini merupakan kawasan persawahan,” pintanya.
Sebelumnya, soal penyebaran tomcat, Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departemen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) sudah buka suara. Menurut Sumali, pola penyebaran bukan berantai berdasarkan kedekatan dengan Surabaya. Melainkan, bisa terjadi di mana pun yang terdapat tanaman yang menjadi makanan idola serangga tomcat itu.

“Seperti serangan ulat bulu dulu itu, di daerah mana pun, jenis tanaman yang dihinggapi sama,” ujar Sumali.

Hanya saja, Sumali mengaku tidak tahu jenis tanaman apa yang menjadi sasaran tomcat, serangga berwarna hitam orange itu. Yang pasti, lanjutnya, serangga itu habitat awalnya di kawasan-kawasan pertanian, pinggir-pinggir sungai, dan daerah berawa.

Karena sudah sulit menemukan makanan di habitatnya, Tomcat hijrah ke pemukiman-pemukiman penduduk, mulai dari desa dekat kawasan pertanian, hingga masuk ke kawasan perkotaan. Sebenarnya, kata Sumali, Tomcat bukan menyerang manusia. “Hanya karena jumlahnya banyak, ada yang hinggap di tubuh manusia,” ujarnya.

Bagaimana cara mengatasi jika ada Tomcat hinggap di tubuh manusia? “Jangan dipukul. Tapi cukup diusir dengan cara halus sehingga dia tidak merasa terganggu. Kalau merasa terganggu dia mengeluarkan semacam enzim yang bisa menyebabkan kerusakan kulit, panas dan melepuh,” sarannya. Sedang kalau dipukul, otomatis tubuhnya pecah dan enzimnya menempel di kulit.

Jika sudah telanjur kena cairan Tomcat bagaimana? Sumali mengatakan, cepat-cepat saja bagian kulit yang kena cairan itu disiram dengan air dan jangan digosok. “Kalau bisa kasih insektisida alami yakni minyak serai,” ujarnya. Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. (mag-17/sam)

Selamatkan WNI, Heli Taiwan Jatuh ke Laut

TAIPEI- Gara-gara hendak menyelamatkan seorang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia, lima anggota Angkatan Udara Taiwan dilaporkan hilang setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh ke laut. Helikopter jenis s70-C tersebut masuk ke dalam air, sekira 129,64 kilometer sebelah tenggara Pulau Lanyu. Pulau tersebut tidak jauh dari wilayah Taitung.

“Helikopter itu ditumpangi enam awak saat jatuh ke laut,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan seperti dikutip AFP, Selasa (27/3).
Sepertinya helikopter ini bermaksud untuk menyelamatkan seorang pelaut Indonesia yang diketahui sakit di atas kapal tempatnya bekerja.
Hingga kini pihak militer masih terus melakukan pencarian dari helikopter yang hendak melakukan penyelamatan yang gagal tersebut. Masih belum jelas apa yang menyebabkan helikopter nahas itu jatuh ke laut.

Tidak diketahui bagaimana nasib dari pelaut Indonesia tersebut. Sementara regu penyelamat berhasil menyelamatkan satu orang dari kru helikopter, tetapi sisanya hingga kini masih dilaporkan hilang. (net)

Bantuan Langsung Hanya 6 Bulan

JAKARTA- Belum usai polemik kenaikan harga BBM dengan kompensasi pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BSLM), pemerintah malah meralat waktu pemberian bantuan tersebut. BLSM bagi rakyat miskin yang tadinya akan diberikan selama sembilan bulan, ternyata hanya akan dikucurkan dalam waktu enam bulan.

“BLSM-nya kemungkinan tidak sembilan bulan, tapi hanya enam bulan,” jelas Menkokesra Agung Laksono di Hotel Sahid Jakarta, kemarin (27/3).
Menurut rencana, kata dia, BLSM sebesar Rp150 ribu akan diberikan kepada 180 juta rumah tangga setiap bulannya sampai enam bulan. Agung berkilah, dengan pemberian BLSM selama enam bulan, diperkirakan kehidupan perekonomian masyarakat miskin sudah kembali stabil. Politikus Partai Golkar itu melanjutkan, karena hanya akan diberikan enam bulan, maka kelebihan BLSM yang tidak jadi disalurkan akan dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur.

“Saya kira memang sudah bisa stabil enam bulan. Tapi memang kalau diturunkan dari sembilan bulan ke enam bulan maka kelebihan itu dikembalikan lagi untuk membangun infrastruktur, seperti infrastruktur gas,” lanjutnya.

Terkait protes kenaikan harga BBM yang makin marak melalui sejumlah demo besar-besaran, Agung hanya menanggapi dengan diplomatis. Menurut dia, pemerintah tidak melarang masyarakat yang ingin berdemo. Dia hanya berharap aspirasi melalui demo tersebut disampaikan dengan baik. Agung menambahkan, pengurangan subsidi BBM yang berdampak pada kenaikan harga BBM memang harus dilakukan.

“Karena untuk mengurangi beban subsidi akibat kenaikan harga (minyak) internasional. Tetapi pada saat bersamaan pemerintah mengalokasikan semacam kompensasi. Dalam rangka penurunan subsidi ini akibatnya memang harga bahan bakar naik, selanjutnya bisa menimbulkan kenaikan sembako, nah guna mengurangi beban masyarakat maka ada kompensasi antara lain BLSM,” imbuh dia.

Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati pemberian BLSM akan disalurkan selama sembilan bulan. “BSLM tersebut akan dikucurkan bertepatan dengan mulai berlakunya kenaikan BBM pada 1 April mendatang. BLSM tersebut akan diberikan setiap bulan selama sembilan bulan, mulai dari bulan April hingga Desember mendatang. Namun karena diralat, BLSM tersebut hanya akan diberikan hingga bulan September. Bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi penduduk Indonesia yang tergolong miskin, hampir miskin dan sangat miskin. Selain itu, penerima BSLM juga berasal dari berbagai sektor seperti nelayan dan buruh tani yang berpenghasilan rendah. (ken/jpnn)

Semua Jenis Kampus Boleh Cetak Doktor

JAKARTA- Pemerintah mulai menemukan cara mengatasi minimnya populasi dosen bergelar doktor. Dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Tinggi (Dikti), diatur semua jenis perguruan tinggi (PT) boleh menjalankan program S3 untuk mencetak doktor.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, selama ini PT yang boleh menjalankan program S3 hanya yang berjenis universitas dan institut saja. “Dalam RUU ini (Dikti, red) sekolah tinggi dan politeknik juga boleh menjalankan program doktor,” tutur menteri asal Surabaya itu, Selasa (27/3). Dua jenis PT ini, keragaman disiplin ilmunya lebih sedikit dibandingkan dengan universitas atau institut.

Dengan adanya perkembangan ini, Nuh menjelaskan kelangkaan dosen bergelar doktor di Indonesia bisa teratasi. Saat ini, jumlah dosen yang ada di Indonesia mencapai 165.331 orang. Dari jumlah tersebut, dosen  yang bergelar doktor hanya berkisar 14.542 orang atau sekitar 8,7 persen. Dengan semakin luasnya akses meraih gelar doktor, Nuh mengatakan target persentase dosen doktor bisa naik jadi 15 persen.

Menurutnya, kebijakan memuka luas akses meraih gelar doktor ini menimbulkan beberapa konsekuensi. Diantaranya adalah, Kemendikbud juga harus memperlanjar kelanjutan studi mahasiswa dari program S1 ke S2. Jika akses mahasiswa dari program S1 ke S2 masih seret, maka akses S3 yang dibuka luas tadi bakal percuma.

Untuk itu, Nuh mengatakan Kemendikbud sedang merancang beasiswa untuk lulusan S1 yang berprestasi dan berniat melanjutkan studi ke S2. “Kan tidak bisa ujuk-ujuk (tiba-tiba, red) studi S3, harus tetap melewati jenjang yang sudah ada,” katanya.(wan/jpnn)

Lima Makanan ‘Haram’ Disimpan di Kulkas

Kulkas berfungsi sebagai lemari penyimpanan agar makanan lebih awet. Pemahaman inilah yang seringkali membuat banyak orang sembarangan memasukkan semua jenis sayuran dan buah ke dalamnya.

Padahal, tak semua buah dan sayur tersimpan baik di dalam kulkas. Beberapa justru memiliki karakter yang mudah rusak ketika bersentuhan dengan suhu dingin. Berikut lima jenis buah dan sayuran yang sebaiknya disimpan di luar kulkas, seperti dikutip Shine.

Tomat
Tomat sebenarnya masuk kategori buah, meski mungkin karakternya lebih dekat dengan sayuran. Jika Anda pernah menanamnya, mungkin Anda jadi tahu bahwa tomat menyukai udara panas dan membenci dingin. Kulkas bukan tempat ideal untuk menyimpan tomat.

Menyimpannya di kulkas  akan membuat tomat kisut. Dalam kondisi ini mungkin masih cukup baik untuk dimasak, tapi sama sekali tak nikmat dikonsumsi langsung sebagai makanan segar. Sebaiknya simpan di meja dapur kering yang terlindung dari paparan langsung sinar matahari.

Kemangi

Seperti tomat, kemangi juga tidak menyukai paparan dingin. Menyimpannya terlalu lama di dalam lemari pendingin hanya akan membuatnya layu sebelum waktunya. Setelah membeli seikat kemangi, sebaiknya letakkan di dalam wadah atau cangkir berisi air, seperti ketika menata bunga di vas.
Pastikan mengganti airnya setiap hari. Biarkan gagang kemangi terendam air. Sementara tutup bagian daun dengan plastik berlubang ventilasi untuk menjaga kelembabannya.

Kentang

Karakter kentang sangat menyukai suhu sejuk, bukan dingin. Paling ideal menyimpannya pada suhu sekitar 10 derajat Celsius. Menyimpan kentang di kulkas akan mengonversi zat pati menjadi gula lebih cepat, sehingga berpotensi memengaruhi rasa, dan teksturnya.
Sebaiknya, simpan kentang di dalam laci meja dapur dengan terlebih dahulu membungkusnya dengan kantong kertas.

Bawang

Hindari menyimpannya di tempat lembab seperti kulkas. Menyimpan bawang di dalam kulkas akan merusak lapisan kulit tipis yang melindungi permukaannya.

Sebaiknya simpan di tempat kering dengan sirkulasi udara yang baik.

Avokad
Penyimpanan di lemari pendingin hanya akan memperlambat proses pematangan. Menyimpan avokad di dalam kulkas hanya disarankan untuk yang sudah sangat matang.

Pisang

Jika buah pisang disimpan dalam lemari es atau kulas, kulit pisang akan segera dipenuhi bercak hitam hingga tak indah lagi saat disuguhkan. Sehingga penyimpanan pisang yang tepat adalah pada suhu ruang.  (bbs/net)

Presiden Dukung Mendagri Pecat Kepala Daerah Bandel

JAKARTA- Ancaman pemecatan Menteri Dalam Negeri kepada kepala daerah (Kada) dan Wakil Kepala Daerah (Wakada) yang menentang kebijakan pemerintah, dinilai pihak Istana sebagai sikap tegas dan tepat. Karena Kada dan Wakada bagian dari sistem pemerintah itu sendiri.
Jika Kada turut menentang kebijakan pemerintah, sama artinya merusak sistem pemerintah dari dalam. Sikap Kada seperti ini, dinilai bisa membingungkan masyarakat.

“Bukan hanya membingungkan, namun juga mengacaukan sistem pemerintahan republik. Sangat kacau. Tidak mendidik. Membahayakan sistem,” tegas staf ahli Presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparinga pada wartawan, Selasa (27/3).

Daniel pun mengimbau agar Kada dan Wakada lebih sadar posisi dan jabatan yang sedang mereka emban. Pemimpin di daerah ini pun diminta bisa membedakan posisi bernegara, bermasyarakat ataupun bagian dari partai politik tertentu.

Sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi, telah mengimbau agar seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah, tidak ikut turun melakukan aksi menolak kenaikan BBM. Penegasan ini sekaligus mengingatkan, agar Kada dan Wakada berkonsentrasi untuk menjaga sistem yang dijalankan pemerintah.
Bila ada Kada dan Wakada yang nekat turun menolak rencana pemerintah menaikan BBM, menurut Gamawan melanggar UU dan termasuk melanggar sumpah jabatan.’Jadi karenanya bisa saja diberhentikan,” tegasnya.

Namun meski sudah mendapatkan ancaman, tetap saja ada kepala daerah yang turun aksi menolak rencana pemerintah menaikan BBM. Contohnya adalah Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono. Keduanya merupakan kader partai PDIP.
Bambang DH mengaku tidak takut jika dipecat oleh pemerintah pusat. Dia juga tak gentar ditegur oleh Mendagri atau presiden sekalipun. “Kalau dihadapkan pada persoalan posisi dan misi, saya sebagai kader partai akan memilih misi,” kata Bambang.

Misi yang dimaksud adalah menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Dia menyatakan, tidak takut kehilangan posisinya sebagai wakil wali kota. “Saya tidak ingin menjadi oportunis yang loncat ke sana kemari untuk sebuah posisi,” ujar dia.

Bambang menyitir Mendagri Gamawan Fauzi yang pernah terpilih jadi Gubernur Sumatera Barat salah satunya diusung PDI Perjuangan sementara saat ini memakai baju partai Demokrat. Dia mengatakan, akan mengartukulasikan suara rakyat yang muaranya adalah penolakan terhadap kenaikan harga BBM. (afz/rio/ano/jpnn)

Mahendra Siregar Doakan Demonstran

Aksi menolak kenaikan BBM, serentak hari ini terjadi di berbagai kota besar di Indonesia. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar pun ikut mendoakan keselamatan bagi masyarakat umum yang ikut aksi.

“Saya ikut berdoa keselamatan bagi pendemo yang menyuarakan aspirasi,” ujar Mahendra Siregar di Jakarta, Selasa (27/3).
Menurutnya, demokrasi tanpa demonstrasi seperti perkawinan tanpa pertengkaran, sehingga akan  terasa hambar. Dilain pihak pemerintah tentunya tidak ingin dampaknya merugikan.

Ia mengatakan, pemerintah pasti mendengar aspirasi dari masyarakat, namun masalah prosedur untuk pengambilan keputusan akan dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Pasalnya, perekonomian Indonesia tengah berada dalam kondisi yang tidak mudah. “Mudah-mudahan bisa dimengerti walau tidak mudah diterima,” jelasnya.

Kendati demikian, katanya, dalam berdemokrasi tidak ada yang sia-sia, karena demokrasi dalam tujuan dan prosesnya sama pentingnya.(naa/jpnn)

Nuh Usulkan Subsidi 14 Juta Siswa Miskin

JAKARTA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku telah mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan berlaku 1 April mendatang. Menurutnya, langkah yang dilakukan untuk menghindari terjadinya putus sekolah dengan melakukan subsidi kepada 14 juta anak didik yang kurang mampu.

Mantan menteri komunikasi dan informasi ini mengungkapkan, langkah ini dilakukan untuk melindungi siswa dari dampak kenaikan harga BBM. “Pendidikan itu investasi strategis, sehingga dalam keadaan apapun tidak boleh dilepas,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (27/3).
Disebutkan Nuh, subsidi pendidikan ini sudah lama dipersiapkan agar pendidikan tetap berjalan normal. Kata dia, salah satu hak yang akan dipenuhi pemerintah kepada anak didik adalah pembiayaan personal. (cha/jpnn)

Darurat Penyalahgunaan Narkoba

Oleh:
Stevan Ivana Manihuruk

Di antara heboh rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan dilaksanakan pada awal bulan April mendatang, media massa ramai memberitakan penangkapan Kapolsek Cibarusah Bekasi, AKP Heru Budi saat sedang mengonsumsi sabu-sabu di rumah dinasnya, jalan raya Cibarusah, Bekasi. Sebelumnya, media juga memberitakan anak angkat Wakil Gubernur Banten, Rano Karno yang berhasil diciduk pihak yang berwajib lantaran terkait dengan penyalahgunaan ekstasi.

Masih terkait berita penyalahgunaan narkoba, beberapa waktu lalu kita juga dikejutkan berita Afriani Susanti si pengemudi Xenia maut yang membuat nyawa 9 orang pejalan kaki melayang sekaligus. Dan fakta yang terungkap, Afriani sebelum mengemudikan mobilnya terlebih dahulu mengonsumsi narkoba bersama rekan-rekannya. Alur ceritanya pun menjadi jelas, Afriani yang baru saja mengonsumsi narkoba dalam keadaan setengah sadar nekat mengemudikan mobilnya dan kecelakaan maut itu pun terjadi.

Praktik penyalahgunaan narkoba yang terjadi di negara ini memang sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Pelaku penyalahgunaan narkoba sudah tersebar luas tanpa memandang usia, latar belakang keluarga, kelas ekonomi dan lainnya. Semua berpotensi dan bisa kena. Tentu kita terheran-heran, beberapa pengguna narkoba justru berasal dari kelas usia yang sangat belia. Dan kita pun tidak habis fikir, beberapa pejabat, bahkan aparat penegak hukum sendiri pun ada yang terlibat pemakaian bahkan peredaran barang haram tersebut. Inilah faktanya; negara kita sedang berada dalam kondisi darurat penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat Berbahaya. Departemen Kesehatan juga memperkenalkan istilah NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup (www.wikipedia.org). Baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Untuk jumlah penyalahgunaannya saat ini, menurut data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) pada tahun 2010, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,21 persen atau sekitar 4,02 juta orang. Pada tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan meningkat menjadi 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang.

Sementara itu, kelompok pengguna nya pun sudah tersebar di hampir semua kelompok usia, tingkat ekonomi, pendidikan dan lainnya. Fakta yang paling mengkhawatirkan bahwa pada kelompok usia pelajar (siswa/mahasiswa) yang menyalahgunakan narkoba selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sangat disayangkan karena generasi tersebutlah yang sebenarnya menjadi harapan bangsa ini di masa mendatang.

Jika ditelusuri faktor penyebabnya, seseorang bisa jatuh ke dalam praktik penyalahgunaan narkoba kebanyakan adalah karena besarnya rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Dan cara para pengedar atau penjual narkoba untuk menjerumuskan calon korbannya pun memang sangat gencar dan sangat manis. Seperti yang sering kita dengar dari pengakuan mantan pengguna narkoba, biasanya mereka dijebak dengan cara diberikan secara gratis, dan ketika ia sudah menjadi pecandu, mulailah diwajibkan membeli.

Perhatian Bersama

Fakta ini yang seharusnya membuat kita semua tidak menjadikan para pengguna narkoba sebagai “sampah” yang harus disingkirkan. Justru, diperlukan kesadaran dan pertolongan banyak pihak untuk merangkul dan menyadarkan seseorang yang sudah terlanjur terjebak dalam praktik penyalahgunaan narkoba. Sesungguhnya, kebanyakan dari para pengguna narkoba apalagi yang masih dalam usia sekolah kemungkinan besar adalah korban dari besarnya rasa ingin tahu dan juga ketidakmengertian mereka tentang bahaya penyalahgunaan barang haram tersebut.

Sementara untuk kegiatan para pengedar, kita berharap agar pihak yang berwajib bisa segera memberantasnya agar korban tidak semakin bertambah. Jelas-jelas bahwa kegiatan mereka sangat berpotensi menghancurkan generasi muda bangsa ini yang berarti juga sedang merongrong masa depan bangsa ini. Saat ini di Indonesia memang memiliki sekitar 3,8 juta orang yang menjadi pecandu narkoba. Sementara yang direhabilitasi, hanya sekitar 18 ribu. Itulah yang mengakibatkan Indonesia menjadi pasar yang potensial untuk peredaran Narkoba.

Kita sangat berharap agar praktik penyalahgunaan narkoba di negeri ini segera menjadi perhatian bersama. Jangan sampai masalah ini dianggap sebagai masalah biasa dan enteng agar tidak menjadi bumerang. Jika merunut pada sejarah, hendaknya kita belajar dari China yang pernah mengalami kemunduran sebagai suatu bangsa karena tidak mampu meredam dampak masuknya peredaran candu dan obat-obat terlarang ke negeri mereka yang kemudian merusak mental para generasi muda nya.

Dari pihak pemerintah selain menegakkan sanksi yang tegas terutama kepada pengedar narkoba, juga diharapkan tidak pernah berhenti mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Sama halnya, peran institusi pendidikan dan keagamaan untuk tetap menyuarakan pentingnya menjaga akhlak dan moral. Dan tentunya peran dari keluarga untuk tetap menjaga keharmonisan dan kehangatan kasih sayang dalam rumah tangga khususnya antara orangtua dan anak. Karena sudah sering pula kita dengar anak usia sekolah yang terjebak dalam penyalahgunaan narkoba pada umumnya karena kurangnya pengawasan dari keluarga. Akhirnya, dengan sedikit menyitir ucapan terkenal Bang Napi, ketika kita sudah menyadari bahaya penyalahgunaan narkoba dan siapa pun bisa terjebak didalamnya maka, Waspadalah….Waspadalah!(*)

Penulis adalah Alumni FISIPOL USU dan Pemerhati masalah sosial politik

Bentrok Akhirnya Pecah Dua Stasiun KA Lumpuh, 35 Mahasiswa Ditangkap

JAKARTA – Bentrok antara mahasiswa yang berdemonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sekitar Stasiun Kereta Api, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (27/3) sore dengan aparat kepolisian tak terelakkan. Bentrok terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, hingga mengakibatkan aktivitas KA lumpuh sementara waktu.

Bentrokan itu pun berujung dengan penangkapan sekitar 35 mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami). Puluhan mahasiswa ini diamankan aparat saat bentrok dengan aparat.

Saat bentrok terjadi, untuk memukul mundur mahasiswa yang melempari petugas dengan batu, polisi terpaksa melontarkan gas air mata. Tak hanya itu, water cannon pun berkali-kali disemprotkan ke arah demonstran yang menolak kebijakan SBY-Boediono yang akan menaikkan harga BBM.
Aparat kepolisian juga mengejar beberapa mahasiswa yang diduga provokator. Terlihat ada mahasiswa yang dikejar bahkan dipukuli aparat saat tertangkap. Tidak hanya mahasiswa, wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistik juga jadi sasaran amarah aparat kepolisian.

Berdasarkan sumber JPNN,  seorang kameramen dari salah satu stasiun televisi swasta nasional, sempat menjadi korban pemukulan. “Katanya gara-gara mengambil gambar saat (oknum) polisi memukuli mahasiswa,” ujar sumber JPNN. “P2 card (seperti memory card) camera juga diambil,” sambung dia. Sementara di Surabaya, saat konsentrasi petugas tertuju pada objek vital seperti Gedung Negara Grahadi dan SPBU, sekitar seratus mahasiswa malah beraksi di Stasiun Gubeng. Aksi mereka seakan tak terpantau aparat kepolisian. Di stasiun, mereka begitu leluasa berorasi hingga membakar ban.
Akibat aksi yang berlangsung selama 2,5 jam itu, jadwal perjalanan kereta api (KA) terganggu. Sebab, mahasiswa menutup jalur KA. Kereta komuter Porong Surabaya pergi pulang (PP) yang sedianya tiba pukul 11.30 masuk Gubeng sekitar pukul 12.40. Begitu pula KA Penataran Blitar Surabaya (PP) merapat ke Gubeng setelah tertahan di Stasiun Wonokromo pukul 12.45 WIB.

“Aksi mereka salah alamat karena kami sebatas operator. PT KAI bukan pembuat kebijakan kenaikan BBM,” sesal Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Sri Winarto yang mengomentari aksi itu. Jajarannya tidak menduga masuknya ratusan pendemo melalui Stasiun Gubeng lama berujung pada diblokadenya jalur rel. Apalagi, mereka masuk saat jam kedatangan kereta sedang sepi.

Pihaknya semula mendengar rumor adanya kereta BBM yang akan dikuasai mahasiswa. Namun, jajaran polsuska di kantor Daop 8 yang bersebelahan dengan Stasiun Gubeng yakin hal itu bisa ditangani petugas pengamanan internal BUMN penyedia moda transportasi masal tersebut. “Hari ini (kemarin) memang tidak ada KA pengangkut BBM yang jalan,” ujar dia.

Di Medan, aksi unjuk rasa penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus berlanjut. Kali ini, giliran ribuan masyarakat dari elemen pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Utara tumpah ke kantor Gubsu dan DPRD Sumut, Selasa (27/3).
Selain dari kawasan KIM Mabar, ribuan buruh dari kawasan Tanjung Morawa dan Deliserdang juga ikut turun ke jalan. Sekitar pukul 09.00 WIB, sebagian dari pengunjuk rasa tiba di Medan. Tepatnya di Jalan Pulau Pinang yang merupakan titik kumpul seluruh demonstran dari berbagai penjuru di Sumut.(adl/ari/gus/jpnn)