Home Blog Page 13750

Pedagang Segera Seret Yayasan UISU ke Jalur Hukum

MEDAN- Lurah Teladan Barat, Papaner Purba dan Yayasan Universitas Islam Sumetara Utara (UISU), belum memberikan apresiasi atas somasi yang diberikan Rusdi selaku pemilik warung makanan dan minuman yang sudah melayangkan surat tersebut sejak, Jumat (16/3) lalu.

“Sampai saat ini, Lurah dan Yayasan UISU belum ada memberikan apresiasi sejak melayangkan surat Somasi sejak, Jumat (16/3) lalu,” kata Dudy Harahap SH selaku kuasa hukum Pasutri, Rusdi dan Elvita kepada Sumut Pos, Minggu (18/3) siang.

Dikatakannya, Somasi yang bersifat memberikan peringatan dengan menekankan untuk mengganti kerugian atas perobohan dan pengrusakan warung yang sudah disewakannya.

“Mereka sebagai penyewa dengan memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian atau menurut undang-undang. Dengan beritikad baik, bukan pendatang tanpa dasar hak. Lagi pula secara resmi melakukan sewa menyewa dan pembangunan warung,” jelasnya.

Pihaknya akan menunggu balasan somasi tersebut sampai, Senin (19/3) mendatang. “Bila tidak ada tanggapan juga, klien saya akan melanjutkan masalah ini ke  langkah hukum. Baik itu pidana dan perdata akan kita tempuh secepatnya,” ujarnya lagi.

Helmi selaku ketua Yayasan UISU yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku sudah aman. “Lahan itukan bukan punya mereka. Lagi pula dengan siapa mereka menyewa,” ucapnya.(adl)

Tingkatkan Penerimaan Pajak Daerah

Wali Kota Hadiri Rapat Evaluasi PAD di Dispenda Medan

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM berpesan, untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Medan perlu tiga hal, pahami tugas dan fungsi, bekerja lebih keras dan memiliki komitmen.

Peningkatan PAD di Kota Medan perlu dilakukan pembahasan setiap bulannya untuk mengetahui angka pencapaian dari target yang ditentukan. Rapat evaluasi perolehan PAD itu digelar setiap bulannya di ruang rapat  lantai dua Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan.

Rapat evaluasi bulanan itu digelar di Dispenda, Rabu (7/3). Dalam rapat itu, Rahudman Harahap didampingi Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Sekda Ir Syaiful Bahri. Hadir pada kesempatan itu sejumlah pejabat lainnya, seperti Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Ir Syampurno Pohan, Kepala Dinas Pendidikan DR M Rajab Lubis serta sejumlah pejabat dan staf di lingkungan Dispenda Medan.

Rahudman mengatakan, evaluasi harus dilakukan secara rutin setiap bulannya. Hal itu penting dilakukan dalam upaya meningkatkan PAD.  Di samping itu ada tiga pesan yang disampaikan untuk selanjutnya dipatuhi dan dilaksanakan guna mewujudkan hal tersebut. Pertama, semua kepala bidang maupun kepala seksi harus memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Selanjutnya, semua unit maupun bidang-bidang pengelola sumber-sumber PAD harus bekerja lebih keras agar bisa merealisasikan penerimaan daerah. Dengan demikian tahapan target yang ditetapkan tercapai tepat waktu. Kemudian, membangun sinergitas semua PNS yang ada di Dispenda. “Karena semua pegawai harus punya komitmen apa yang harus dilakukan, terutama dalam pencapaian target,” katanya.

Dia berharap tidak ada saling menyalahkan, apa yang dilakukan itu merupakan tanggung jawab bersama. Jadi yang terpenting bagaimana caranya membangun disiplin kepribadian dan harus bekerja dengan penuh keihlasan.

“Ini yang paling perlu kita dapatkan dari jajaran Dispenda Medan,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan seluruh jajaran Dispenda harus bisa berfikir bagaimana cara meningkatkan PAD, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Hal itu diperlukan orang-orang yang mau bekerja keras di Dispenda Medan.
“Semua pegawai di Dispenda harus bekerja sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan. Jadi ketiga pesan tersebut harus benar-benar dilaksanakan,” ucapnya.

Selain ketiga pesan itu, Rahudman mengingatkan masalah disiplin harus lebih ditingkatkan lagi. Dengan modal disiplin, tentunya  percepatan dan peningkatan PAD dapat direalisasikan. Ditambah lagi  perlu ditumbuhkembangkan rasa kasih sayang dari pimpinan kepada bawahan.

Menurut Rahudman, Dispenda harus diisi orang-orang pilihan, berdedikasi serta mampu bekerja keras dengan penuh keikhlasan. Sebab, Dispenda merupakan institusi terdepan Pemko Medan dalam upaya penerimaan daerah.

“Kalau hal ini sudah dilaksanakan, tetapi percepatan dan peningkatan PAD tidak berjalan seperti yang diharapkan, barulah kadisnya kita evaluasi. Termasuk, para kepala dinas lainnya yang tidak memenuhi target pada 2012,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rahudman menyampaikan ada sejumlah sektor yang masih belum digali secara maksimal, terutama potensi burung walet. Padahal Pemko Medan sudah memiliki perda tentang burung walet. Karenanya, perda itu harus terus dikembangkan dan dikaji lebih mendalam sehingga target Rp500 juta yang telah ditetapkan dapat terealisasi.

“Di samping burung walet, saya juga menilai pengelolaan parkir yang dilakukan selama ini dirasakan belum maksimal. Kondisi itu menyebakan penerimaan dari sektor perparkiran masih belum sesuai dengan potensi parkir yang dimiliki.  Untuk memaksimalkannya perlu dilakukan langkah-langkah terobosan ektensifikasi sehingga penerimaan dari sektor perparkiran bisa lebih meningkat lagi,” katanya.(adl)

Bergunjing untuk Mendongkrak PAD

Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi memberikan saran dalam upaya peningkatan PAD. Sebagai mantan Kadispenda, disarankannya perlu dilakukan komunikasi yang baik antara pimpinan dengan bawahan. Kemudian, tidak usah saling menceritakan tapi jika bergunjing bagaimana cara mendongkrak PAD bisa dibenarkan.

“Bangun kekompakan dan kerjasama.  Lebih baik berkejasama dibandingkan kerja sendiri. Di samping itu terus ciptakan rasa kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan. Lebih penting lagi, jangan pernah merasa tertekan ketika melaksanakan pekerjaan sehingga hasilnya lebih maksimal,” sarannya.
Dia mengatakan, Dispenda Medan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pungutan pajak, retribusi dan pendapatan daerah lainnya yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah.
“Dinas Pendapatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pendapatan daerah dan melaksanakan tugas pembantu sesuai dengan bidang tugasnya,” ucap Eldin.

Eldin menerangkan, tugas Dispenda Medan melaksankan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah, melakukan pembukuan dan pelaporan atas pekerjaan penagihan pajak daerah, retribusi daerah dan penerimaan asli daerah lainnya, serta penagihan Pajak Bumi dan Bangunan.
Kemudian, melaksanakan koordinasi di bidang pendapatan daerah dengan unit dan instansi terkait dalam rangka penetapan besarnya pajak dan retribusi, melakukan penyuluhan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya serta PBB, melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. (adl)

Optimis Penuhi Target PAD

Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan, Drs Syahrul Harahap melaporkan perbandingan realisasi penerimaan Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2011 dan 2012 hingga tanggal  6 Maret. Dalam laporannya, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan bisa tercapai sesuai target 2012.
Syahrul membeberkan, untuk jenis penerimaan pajak hotel tahun 2011, targetnya sebesra Rp61.903.789.500, tapi terealisasi Rp7.190.813.964, sementara 2012 targetnya Rp80 miliar, realisasinya Rp9.652.380.643.

Selanjutnya, penerimaan pajak restoran pada 2011, targetnya Rp96.209.441.389, realisasinya Rp11.217.616.014. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp113.209.441.000, realisasinya Rp14.396.149.432. Untuk penerimaan pajak hiburan pada 2011, targetnya Rp25.308.417.400, realisasinya Rp2.196.080.029. Pada 2012, targetnya Rp32.308.417.000, realisasinya Rp3.269.178.298.

Penerimaan pajak reklame pada 2011, targetnya Rp48.161.250.000, realisasinya Rp4.961.990.211. Sedangkan pada  2012, targetnya Rp56.161.250.000, realisasinya Rp3.828.435.110. Untuk penerimaan pajak penerangan jalan pada 2011, targetnya  Rp158.400.000.000, realisasi Rp12.421.798.925. Sedangkan pada 2012, targetnya  Rp125 miliar, realisasinya  Rp17.639.738.762.

Kemudian, penerimaan pajak parkir pada  2011 targetnya  Rp11.216.150.000, realisasinya Rp782.418.158. Sedangkan  pada 2012, targetnya Rp15 miliar, realisasinya Rp955.390.700. Untuk penerimaan sektor pajak air tanah pada 2011, targetnya Rp2.830.000.000. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp6 miliar, sedangkan realisasinya Rp1.096.850.185.

Syahrul menyebutkan, untuk penerimaan BPHTB pada 2011, targetnya Rp175 miliar, realisasinya Rp5.742.836.188. Sedangkan 2012, targetnya Rp220 miliar realisasinya Rp14.778.602.823. Sementara penerimaan PBB pada 2011, targetnya Rp192.902.847.000 realisasinya Rp2.753.994.159. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp300 miliar, realisasinya Rp6.439.679.664.

“Insya Allah, target yang telah ditetapkan bisa tercapai. Sehingga penerimaan PAD Kota Medan bisa lebih meningkat,” ucapnya. (adl)

Tangkap Pencuri Besi di Medan Labuhan

085313393xxx

Kepada Yth Bapak Kapolda Sumut tolong tangkap para pencuri/penjarah besi digudang PT WRP Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan karena sangat merusak mental anak sekolah. Mereka beraksi layaknya koboi, Polsek setempat terkesan membiarkan penjarahan itu terjadi.

Menjadi Tugas Kepolisian Ciptakan Rasa Aman

Sudah menjadi tugas kepolisian untuk menciptakan suasana nyaman bagi warga. Untuk itu, laporan ini akan kami teruskan ke Kapolresta dan Kapolsek terkait untuk ditindak lanjuti. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Warga Medan Deli Keluhkan Sampah dalam Drainase

MEDAN- Sampah yang menggenangi aliran air di dalam drainase Gang Banten/Alumunium Raya Lingkungan II Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli meresahkan warga. Pasalnya, rumah warga kerap menjadi langganan banjir bila hujan deras turun akibat luapan air dari drainase.
“Kalau udah banjir, tingginya hingga sebetis orang dewasa,” beber Ani, salah seorang warga di Kelurahan Tenjung Mulia Hilir kepada Koran ini, Jumat (16/3)

Ani heran asal sampah dalam drainse itu. Padahal warga yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya tidak pernah membuang sampah ke dalam drainse. “Kalau warga di sini tidak pernah membuang sampah ke dalam drainase kami. Biasanya, kami membuang sampah pada tempatnya,” kata Ani.
Ani beserta warga kadang bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah dalam drainase agar tidak kian banyak menumpuk.

Ani berharap agar pihak kelurahan mengambil langkah agar masalah sampah dalam drainse itu tidak berlarut-larut terjadi. “Kalau saran saya lebih baik dipasang jaring sampah di dalam drainase agar sampah tidak terus mengalir ke mari dan gampang diangkat, kami gak tahan dengan kondisi seperti ini, karena terus dihantui banjir bila hujan deras datang,” harapnya.(omi)

Al Washliyah Butuh Inventaris Aset dan Kader

MEDAN-Ketua PW Al Washliyah H Hasbullah Hadi SH MKn meminta organisasi Al Jamiatul  Washliyah membuat inventaris aset dan kader dengan melakukan pendaftaran anggota  dan mencari kader-kader yang masih tercecer atau selama ini belum terdata.

Hal itu dikatakannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat kerja daerah (Rakerda) I PD Al Jamiatul Washliyah dan Muslimat Al Washliyah, Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA dan Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kota Medan di Asrama Haji Medan, Sabtu (10/3).
Selain itu, Al Washliyah juga harus melakukan konsolidasi struktur dan program. Dalam konsolidasi struktur membuat pemberdayaan personil pimpinan sampai ke  tingkat ranting baik pimpinan daerah maupun organ-organ bagian.

Menurutnya, yang sudah melakukan konsolidasi struktur ke tingkat ranting baru Medan, Batubara, Labuhanbatu, dan Asahan. Sedangkan organ-organ bagian baru Muslimat Al Washliyah. Sementara konsolidasi program yakni tentang pendidikan akan dibuat sistem pendidikan yang baru. Selanjutnya program dakwah. “Di program ini saya melihat organisasi ini kehilangan rohnya. Karena itu dia meminta kegiatan dakwah Al Washliyah perlu digalakkan kembali terutama pengajian washliyah,” ucapnya di hadapan warga dan kader Al Washliyah Kota Medan yang hadir pada saat itu.

Kemudian lanjutnya, program kaderisasi harus memperbaharui organ-organ bagian dan pimpinan daerah yang dibuat. “Program pemberdayaan ekonomi umat di setiap daerah koperasi harus diwujudkan,” tandasnya.

Di samping membuat inventaris aset dan kader serta konsolidasi, tambahnya, Al Washliyah harus melakukan rekomendasi. Artinya pimpinan daerah Medan mencari isu-isu tertentu yang kemudian direkomendasikan. “Tapi jangan bertentangan dengan Rakernas dan rapat pimpinan wilayah,” tuturnya.
Sementara, Ketua PD Al Washliyah Medan Ir Azzam Rizal mengajak, para kader untuk membangun kebersamaan dalam bingkai Al Washliyah dan menghampiri yang jauh serta mengumpulkan anggota yang masih tercecer. Dia juga berharap rakerda dapat melahirkan program kerja yang menyentuh umat. (*/ila)

Touring, Modifikasi hingga Lomba Menyanyi

Clas Bikers Action with Anniversary 4th Jupiter MX Club Medan

MEDAN- Clas Mild bekerjasama dengan Jupiter MX (X MAX) klub Medan yang tergabung dalam BMP (Bikers Mitra Polri), kembali menggelar acara untuk  para Bikers Mania di Lapangan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (17/3) mendatang.

Acara yang bertajuk ‘Clas Bikers Bikers Action’ dimulai dari pukul 10.00 WIB, sekaligus meramaikan ulang tahun ke-4 Jupiter MX Medan dengan memberikan inovasi terhadap komunitas sepeda motor di kota Medan.

“Adapun maksud dan tujuan dari even Clas Bikers Action ini, memberikan wadah yang positif untuk para bikers ataupun club-club sepeda motor yang ada di kota Medan untuk bisa berkreasi dan berekspresi,” kata Sulianto selaku Branch Manager Clas Mild Cabang Medan didampingi, Edi Agustin selaku Sales dan Promotion Supervisor, kemarin.

Dikatakan Sulianto, dengan keberadaan klub motor selalu mendapat pandangan negativ dari masyarakat seiring dengan maraknya isu mengenai genk motor yang sering membuat keonaran dan keresahan masyarakat, salah satunya dengan melakukan balap liar.

“Belakangan ini, pandangan masyarakat selalu negative terhadap klub motor akibat dengan maraknya isu genk motor yang selalu membuat keresahan masyarakat dan tindak kriminal. Untuk itu, kita harapkan kepada seluruh klub motor di kota Medan untuk selalu patuh dan tertib pada peraturan lalulintas,” ucapnya.

Sementara, M Zuhery selaku President X MAX club Medan menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan. Adapun materi acara Clas Bikers Action ini antara lain, city touring, bikers clinic, modification contest, kampanye safety riding, talk show, lomba fotoghrapy, lomba nyanyi (idol).

“Tak lupa juga, panitia membuat kompetisi modelling dan juga banyak materi acara dan  games- games seru yang akan diselenggarakan dari pihak Clas Mild selaku sponsor utama pada gelaran even ini.” jelasnya.(*/adl)

Tipikor Sumut Audiensi dengan Pangkosek

MEDAN-Rombongan pimpinan koran Tipikor Sumatera berdialog tentang kebangsaan dengan Panglima Hanudnas (Pangkosek Udara) Wilayah-III,  Marsekal Madya TNI Udara, Bonar H Hutagaol di ruang Markas Hanudnas di Bandara Polonia Medan, Rabu (14/3).

Rombongan dipimpin Muhammad Nasir SE selaku Pimpinan Umum (PU) didampingi Pemred Zulfikar Dipo, pembina Lie Ming Sun alias Asiong Bratajaya dan Kompol Darwin Hutagaol SH MH, Erdy Syahputera dan Drs Ridwan.

“Apapun yang dihadapi manajemen koran Tipikor selayaknya tim redaksi berjuang pantang surut. Meski hanya koran mingguan tentu ada nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan kepada para pembaca,” sebut Bonar Hutagaol.

Diungkapkannya, soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah pusat punya alasan positif.

Katanya, bila harga BBM tinggi, tentu mafia minyak tak mau melakukan penimbunan BBM, karena murahnya harga BBM maka muncul kelompok-kelompok tertentu yang sengaja menimbun BBM, untuk dijual ke luar negeri atau pun konsumen non-subsidi.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, PU M Nasir meminta kepada Pangkosek-III berkenan menjadi pembina bagi medianya. Meski tak harus selalu ketemu, setidaknya Panglima Bonar Hutagaol dapat berkomunikasi dan memantau.

Pemred Tipikor yang juga ketua panitia rapet kerja daerah (Rakerda) dan resepsi HUT Tipikor ke-3 tahun memita kesediaan Marsma TNI Bonar untuk berkenan hadiri 5 Mei 2012 mendatang.

Sementara, Marsekal Madya TNI Bonar H Hutagaol menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengakhiri masa tugas selaku Pangkosek-III dan bersiap untuk kembali ke Mabes TNI untuk proses kenaikan bintang dua.

“Bila ada izin dari Panglima TNI, Insya Allah saya bisa menjadi bagian dari Tipikor,” ujar Bonar Hutagaol.
Panglima Bonar Hutagaol juga menyinggung kasus pembakaran mobil yang menelan 2 korban jiwa di Kutalimbaru.  (rel)

Ketua KNPI Medan: Narkoba Jalan ke Neraka

MEDAN-Narkoba jalan ke neraka. Pengonsumsi narkoba tidak saja menderita di dunia juga di akhirat. Demikian dikatakan, Zulham Effendi Siregar ST Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Medan mengatakan di hadapan siswa-siswi SD, SMP, MTs, guru-guru dan pemangku pendidikan Darul Aman Jalan Brgijen Katamso Gang Darul Aman Medan, Selasa (13/3) pagi.

Kata Zulham yang didampingi Ahwat dan anggota KNPI lainnya, dari data yang ada, pengguna kebanyakan tidak mengetahui bahaya narkoba. “Mereka terus menggunakan drugs (nakoba) sampai sekian lama,” tegasnya pada acara penyerahan bantuan seperangkat pakaian olahraga untuk siswa-siswi Daru Aman.

Zulham menyebutkan, bahaya yang diakibatkan oleh pemakaian narkoba dapat bermacam-macam. “Tidak hanya organ tubuh seperti otak, jantung dan paru-paru mereka yang terserang bahkan virus pun akan lebih mudah masuk kedalam tubuh, seperti Hepatitis C, HIV/AIDS dan juga penyakit menular lainnya. Bahaya ini tidak hanya menyerang fisik juga mental, emosional dan spiritual. Karena itu, jauhi narkoba,” tekannya.

Disebutkan, kebanyakan pengguna narkoba yang memakai jarum suntik, akan lebih mudah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS. Mereka tidak memikirkan risiko yang akan diperoleh dengan memakai alat suntik bergantian.

Diingatkan, jangan pernah sekali pun mencoba narkoba, kalau tidak mau ke neraka dunia dan akhirat. “Untuk itu isilah waktu dengan hal-hal yang berguna seperti berolahraga. Dengan berolahraga tubuh akan sehat, mensana inkorfore sano, di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat,” Zulham mengingatkan.

Sebelumnya, Budaya Makmur Hasibuan alias Dayon Arora, Kepala MTs Swasta Darul Aman memaparkan, Yayasan Perguruan Darul Aman mengelola pendidikan SD, SMP dan MTs. “Mereka ada yang bersekolah pagi, ada pula yang sore. Keseluruhan siswanya kurang lebih 1000 orang,” jelas Dayon.
Kepada wartawan Dayon Arora yang didampingi Koordinator Acara juga Wakil Kepala Madrasah Tsanawiyah Darul Aman Nur Hidayat SPd, mengemukakan kunjungan Ketua KNPI dan rombongan ini merupakan penghormatan yang besar bagi dirinya dan yayasan. “Spririt anak-anak menjadi lebih hidup karena merasa diperhatikan,” ungkapnya.

Begitu juga Yan Amarni Lubis, Humas Darul Aman yang pada acara tersebut bertindak sebagai pembawa acara, merasa kehadiran Ketua KNPI adalah hal yang istimewa buat siswa-siswi.

Menjawab hal itu, Ahwat mengemukakan, pemberian pakaian olahraga kepada siswa-sisiwi Darul Aman tujuannya di samping membangun kebersamaan juga untuk mendorong anak-anak meningkatkan prestasi belajarnya. “Sekolah-sekolah seperti Darul Aman inilah yang seharusnya diperhatikan pemerintah dan orang-orang yang peduli pendidikan,” ungkap Ahwat. (sih)

Kans Final El Clasico

Hasil drawing babak delapan besar Liga Champions telah diketahui. Peluang terjadinya El Clasico di babak final pun bisa terwujud. Duel Barcelona dan Real Madrid dianggap jadi final impian, setidaknya untuk publik Spanyol.

Memang, Barcelona dipertemukan dengan AC Milan di babak perempat final Liga Champions. Bukan lawan mudah mengingat di musim ini saja mereka telah bertemua dua kali di fase grup. Bahkan, Pelatih Milan Massimiliano Allegri yakin timnya bisa ke final sekaligus mengubur impian Spanyol.  “Mari lihat positifnya. Kalau kami bisa melewati mereka, maka kami punya kesempatan yang bagus untuk mencapai final,” tuturnya dikutip Football Italia.

Bagi Barca, jika bisa menyingkirkan Rossoneri, pasukan asal Katalan ditunggu pemenang laga antara Chelsea kontra Benfica. Sementara Madrid dapat lawan jauh lebih mudah di delapan besar karena mereka cuma menghadapi APOEL. Baru di semifinal El Real berpotensi menghadapi Bayer Munich, yang dijagokan bisa mendepak Marseille.

Tanpa bermaksud mengecilkan peluang tim-tim lain, terlebih terhadap dua jawara Eropa lainnya yakni Milan dan Bayern, Barcelona serta Madrid lebih diunggulkan untuk bisa masuk final dan kemudian saling berhadapan di Allianz Arena. Setidaknya demikian yang tergambar di beberapa rumah judi di Eropa pasca putaran 16 besar tuntas.

Barcelona dan Madrid adalah dua unggulan teratas untuk jadi juara. Dan pertemuan keduanya di puncak pentas kompetisi setinggi Liga Champions jelas jadi kabar yang ditunggu-tunggu publik Spanyol. Marca dan AS, dua harian berpengaruh di Spanyol, langsung memuat berita soal kans El Clasico di final Liga Champions begitu drawing tuntas digelar sore kemarin.

Terkait pertamuan Barcelona dan Madrid di Liga Champions, sejarah mencatat keduanya sudah saling berhadapan sebanyak delapan kali. Sementara ini Los Merengues unggul tipis dengan meraih tiga kemenangan, tiga hasil imbang serta dua kali kalah.

Sementara pertemuan terakhir keduanya di Liga Champions terjadi baru musim lalu, tepatnya di babak semifinal. Berhasil menang 2-0 di Santiago Bernabeu, Barca kemudian lolos ke final setelah pada laga kedua di Camp Nou bermain imbang 1-1. Barcelona dan Madrid sebelumnya tak pernah saling berhadapan di laga final kompetisi Eropa. (bbs)

Peringkat Guru di Sumut Jeblok

Nilai Uji Kompetensi Awal 2012:  Posisi 25 dari 33 Provinsi

JAKARTA-Nilai Uji Kompetensi Awal (KUA) guru tahun 2012 untuk wilayah Sumut, jeblok. Dari 33 provinsi, Sumut menempati peringkat ke-25, dengan nilai rata-rata 37,4. Ini jauh di bawah rata-rata nasional yakni 42,25.

Nilai KUA guru tahun 2012 diumumkan Mendikbud Mohammad Nuh di kantornya, kemarin (16/3). KUA tahun 2012 telah dilaksanakan pada Februari 2012 lalu. Nuh menyebutkan, provinsi yang memiliki nilai rata-rata UKA tertinggi adalah Daerah Istimewa Jogjakarta dengan nilai rata-rata 50,1.
Setelah Jogjakarta, provinsi yang masuk 10 besar adalah propinsi DKI Jakarta (49,2), Bali (48,9), Jawa Timur (47,1), Jawa Tengah (45,2), Jawa Barat (44,0), Kepulauan Riau (43,8), Sumatera Barat (42,7), Papua (41,1), dan Banten (41,1).

Sedangkan untuk nilai tertinggi nasional adalah 97,0 dan nilai terendah adalah 1,0. Sehingga, rata-rata nasional nilai UKA 2012 ini adalah 42,25 dengan standar deviasi 12,72. “Dengan berat hati, saya harus menyebutkan bahwa 5 provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, antara lain Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jambi,” ungkap Nuh saat memaparkan pemaparan hasil UKA 2012 di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3) sore.

Untuk terbaik kabupaten/kota diduduki Blitar, dengan skor 56,41. Tidak satu pun kabupaten/kota di Sumut yang masuk 10 besar terbaik. Yang ada justru masuk 10 besar terburuk, yakni Nias Selatan, dengan skor rata-rata 30,28. Yang terburuk Halmahera dengan nilai 30,68.

Nuh menyebutkan, di dalam pelaksanaan UKA 2012 ini, ada sebanyak 285.884 orang guru yang mendaftar. Akan tetapi, yang mengikuti ujian hanya 281.016 orang guru. Sedangkan sisanya 4.868 orang guru tidak mengikuti ujian. “Mungkin yang tidak mengikuti ujian ini karena alasan sakit atau lainnya,” imbuhnya.

Jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya, mantan Rektor ITS ini menerangkan ada sekitar 211.858 orang guru lulusan S1, 34.614 orang guru lulusan D2, 19.039 orang guru lulusan SMA, dan sisa lainnya lulusan SMP, SMA, D1, D3, S2 dan S3. “Dari ratusan ribu guru yang mengikuti uji kompetensi yang lulusan S3 hanya 9 orang. Tapi mungkin saja jurusan S3 yang diambil bukan jurusan pendidikan,” imbuhnya.

Dengan adanya hasil tersebut, Nuh menyimpulkan bahwa distribusi nilai UKA 2012 perlu dirancang secara khusus untuk pendidikan dan latihan guru dalam rangka sertifikasi serta perencanaan yang matang. “Yakni, mulai dari metodelogi dan materi agar kompetensi guru setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) memperoleh hasil yang signifikan,” jelasnya.

Nuh mengakui kecewa dengan hasil ini. “Jika dikatakan kecewa ya mau bagaimana lagi. Kenyataannya memang seperti ini. Tapi setidaknya, saya bisa mengatakan bahwa UKA ini cukup jujur. Inilah kondisi guru-guru kita. Kita harus hadapi,” ungkap Nuh.

Nuh mengatakan, pemerintah akan lebih memfokuskan pada guru-guru baru dan akan menjadi prioritas pemerintah ke depannya. “Rencana pemerintah ke depannya memang ingin memasukkan lulusan yang baik. Yang sudah telanjur disertifikasi biar saja. Tapi pastinya ke depan akan tertutup (diisi, red) dengan guru-guru yang lulusannya baik. Sehingga, akan jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Namun begitu, Nuh juga mengakui cukup lega karena pemerintah akhirnya memiliki data untuk pemetaan kondisi guru di Indonesia. Data ini, lanjut Nuh, juga sebagai data pendukung data lainnya. Yakni, data pemetaan Ujian Nasional (UN) dan data kondisi fisik sekolah. “Nanti semuanya akan disatukan semua. Sehingga pemerintah dapat memiliki data utuh mulai dari hasil UN dan nilai akademik siswa, tingkat kompetensi gurunya, dan kondisi fisik,” jelasnya.

Nuh menegaskan, pihaknya akan memberikan pembinaan khusus bagi para guru yang tidak lulus UKA 2012. Pembinaan ini akan dilakukan selama liburan sekolah di bulan Mei hingga Juni 2012 mendatang.

Di dalam proses pembinaan tersebut, para guru akan diberikan ilmu-ilmu pendidikan keguruan. Yakni, mulai dari masalah metodologi hingga materi-materi pengajaran lainnya. “Sehingga nantinya ketika masuk tahun ajaran baru, para guru yang tidak lulus UKA ini akan semakin fresh dan bisa semangat meningkatkan kualitas mengajarnya,” ungkapnya.

Sementara itu, para guru yang dinyatakan lulus UKA 2012 ini akan berlanjut mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) selama 10 hari di lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan profesi guru. Menurutnya, pendidikan di PLPG tersebut sebagai tempat persiapan para guru ini untuk melanjutkan ke Uji Kompetensi Akhir.

“Siapa yang layak masuk PLPG, harus ikut UKA dulu. Kalau sudah lulus (UKA), maka ikut PLPG dan kemudian ikut uji kompetensi akhir. Nah, kalau sudah dinyatakan lulus uji kompetensi akhir, maka tercatat sebagai guru bersertifikat profesi,” jelasnya.

Namun begitu, Nuh mengatakan bahwa pelaksanaan uji kompetensi awal hingga akhir ini bukan hanya untuk mengukut calon guru profesional. Akan tetapi, juga untuk mengukur kinerja badan penyelenggara pendidikan dan latihan profesi guru.

“Jadi pemerintah tidak hanya mengevaluasi kompetensi para guru. Tetapi juga sekaligus mengevaluasi lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan profesi guru itu. Sehingga semuanya akan terlihat jelas bagaimana kondisinya,” imbuhnya. (sam)