26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13761

Ditanya Galian C, Zainuddin Mars Marah

LUBUKPAKAM- Maraknya aktivitas galian C ilegal di wilayah Deliserdang terkesan kalau Pemkab Deliserdang tak mampu melakukan penertiban usaha ilegal tersebut. Bahkan, penertiban yang pernah dilakukan Pemkab Deliserdang terkesan tebang pilih dan terindikasi ada oknum di lingkungan Permkab yang melindungi usaha galian C tersebut.

Saat hal ini dikonfirmasi kepada Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars usai rapat paripurna di gedung DPRD Deliserdang, Senin (26/3), dia langsung marah-marah. Bahkan, orang nomor dua di Pemkab Deliserdang ini sempat melontarkan kata-kata tak pantas diucapkan kepada wartawan.
“Tidak benar isu itu. Nggak ada itu.….(tak pantas dituliskan, Red)” kata Zainuddin sambil berlalu.

Namun sebelumnya, Zainuddin sempat menyatakan, pihaknya akan mengumpulkan semua stafnya yang berhubungan dengan penerbitan serta penertiban izin galian C dan izin industri. “Dalam waktu dekat ini akan kita kumpulkan semua SKPD terkait itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil ketua DPRD Deliserdang Wagirin Arman mendesak Pemkab Deli Serdang untuk bersikap tegas terhadap pengusaha galian C illegal. “Beberapa waktu lalu, Pemkab Deliserdang melalui Satpol-PP bisa menarik alat berat milik pengusaha galian C ilegal. Nah, ini kok tak bisa dilakukan ketegasan. Jangan-jangan ada orang dalam yang membeking kegiatan illegal itu,” kata Wagirin.

Menurutnya, sudah banyak temuan anggota dewan terkait maraknya aktivitas galian C illegal di Deliserdang. Bahkan beberapa di intaranya, ada yang memiliki kilang pemecah batu permanen yang sudah lama beraktivitas, seperti kilang milik PT Mitra Kuring (MK). (btr)

Kasus Sipir Keroyok Brimob, Enam Orang Ditetapkan Tersangka

MEDAN- Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang  petugas sipir Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan, enam orang diantaranya ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pengeroyokan terhadap Briptu Nimrod Sitorus beberapa waktu lalu.

Meski telah menetapkan enam tersangka, polisi masih bungkam ketika ditanya terkait identitas tersangka.
Keterangan diperoleh Sumut Pos di Polresta Medan, Selasa (27/3), penetapan enam orang tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang petugas sipir yakni JS, R, RS, DG, HB, MP, S, RT dan FS.

Kanit Jahtanras Polresta Medan AKP Yudi Frianto, saat dikonfirmasi enggan menyebutkan identitas enam orang tersangka itu. “Langsung Kapolres ajalah mas,” tolaknya.

Sementara Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang, saat dikonfirmasi tidak dapat dihubungi.
Sekedar mengingatkan, Sabtu (24/3) sekira pukul 09.00 WIB, tersangka kasus judi Briptu Nimrod Sitorus (27) oknum Brimob Siantar dianiaya sipir Rutan saat menjalani  hukuman di Rutan Kelas I Medan tersebut.

Ketika berada di Rutan, Briptu Nimrod Sitorus diketahui tidak mau mengikuti apel pagi sebagaimana telah menjadi kegiatan rutin di Rutan. Kemudian pegawai sipir yang tak melihat Briptu Nimrod Sitorus dalam barisan, mencoba mencari keberadaannya dan memanggil dirinya. Namun Briptu Nimrod tak bersedia mengikuti apel pagi karena alasan yang tak jelas. Melihat Briptu Nimrod di dalam sel sambil bersantai-santai, membuat sejumlah pegawai sipir geram dan emosi, hingga terjadi penganiayaan.(gus)

Kembangkan Gambir, PD PAL Didirikan

PAKPAK BHARAT- Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, Pemkab Pakpak Bharat melalui instansi terkait mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni Perusahaan Daerah Pakpak Agro Lestari (PD PAL).

Hal tersebut disampaikan Kadis Perindagkop melalui Kabag Humas Kastro di ruang kerjanya, Selasa (27/3).
“Untuk mengantisipasi dan meminimalisir permasalahan terkait perekonomian serta mendorong terciptanya peningkatan pertumbuhan daya saing dalam usaha pertanian dan pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat, maka pada tahun anggaran 2011 telah dibentuk Badan Usaha Milik Daerah, yaitu Perusahaan Daerah Pakpak Agro Lestari” terang Kastro.

Lebih jauh disampaikannya, tugas pokok yang akan dilaksanakan PD PAL adalah membina, mengelola, menyelenggarakan dan mengembangkan kegiatan dibidang usaha-usaha ekonomi produktif yang diarahkan kepada pelayanan masyarakat, pemberian jasa dan perolehan laba berdasarkan prinsip -prinsip dan fungsi-fungsi sebagai suatu perusahaan dengan tujuan menyelenggarakan kegiatan usaha yang  profesional sesuai peraturan perundang-undangan.
“Untuk sementara waktu, PD PAL bakal mengelola dan mengembangkan komoditi gambir,” ujarnya. (mag-14)

Rumah Bantuan Kemenpera Ambruk

LANGKAT- Tragis, dua unit bangunan rumah (satu kopel) untuk nelayan bantuan Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) belum dihuni ambruk total. Dugaan sementara, disebabkan tiang penyangga tidak kuat menopang rumah panggung tersebut.

Keterangan yang diperoleh Sumut Pos, Selasa (26/3), rumah berlokasi di Gang Meriam Ujung, Kelurahan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, ambruk, Jumat (23/3) lalu, kendati tidak ada hujan maupun angin kencang. Bahkan, bangunan pemukiman nelayan berlokasi di kawasan pasang surut tersebut dikabarkan posisinya mulai miring. Untungnya, peristiwa itu tidak memakan korban jiwa menyusul belum adanya nelayan yang menempati.
Beberapa warga menduga, kontruksi bangunan sangat diragukan ketahanannya sehingga warga yang kelak mendapatkan rumah itu dikhawatirkan enggan menempati proyek perumahan yang disebut-sebut menelan biaya miliaran rupiah.

Menyikapi ambruknya rumah tersebut, Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal, ketika dikonfirmasimengakui telah mendengar informasinya. Namun, tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci.(mag-4)

PPP Gelar Tes Baca Al-Quran bagi Pasangan Calon

Jelang Pilkada Padangsidimpuan

PADANGSIDIMPUAN– Menjelang pemilihan kepada daerah di Kota Padangsidimpuan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan tes baca al-Qur’an bagi bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota yang mendaftar ke partai berlambang kabah ini. Kemampuan baca al-Qur’an menjadi syarat penting bagi setiap pasangan balon walikota dan wakil walikota yang harus dilewati.

“Bagi PPP, kemampuan baca al-Qur’an menjadi syarat utama untuk dapat ditetapkan sebagai pasangan yang akan diusung pada pilkada Oktober mendatang,” kata Ketua DPC PPP Kota Padangsidimpuan Adnan Buyung Lubis didampingi Ketua Panitia Penjaringan, Anggara di sela-sela acara penyampaian pembukaan Rapimcab DPC PPP Padangsidimpuan sekaligus penyampaian visi misi masing-masing kandidat di Hotel Natama, Padangsidimpun, beberapa hari lalu.

Seperti ketahui, terdapat tiga pasangan bakal calon yang sudah mendaftar ke PPP, yakni pasangan Dedy JP Harahap-H Affan Siregar, Andar Amir Harahap-Muhammad Iskandar Nasution, Adnan Buyung Lubis-Mamora Nauli.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal Pohan SAg pada kesempatan itu menegaskan, untuk membangun suatu bangsa atau daerah menjadi lebih baik, dibutuhkan kesamaan tujuan seluruh elemen masyarakat, bahwa apapun yang dilakukan tujuannya menciptakan maslahat atau kebaikan.
“Dalam kehidupan sesama kita pasti ada perbedaan. Tapi perbedaan itu tidak boleh menjadi jalan menciptakan perpecahan. Jika kita melihat pesan Allah dalam Al-Qur’an terkait kepemimpinan, maka kita akan menemukan satu ayat yang artinya, taati Allah, taati Rasul dan pemimpin di antara kamu,” kata Fadly.

Dijelaskannya, ayat tersebut menjelaskan, untuk mendapatkan pemimpin membutuhkan proses. Dalam perjalan proses tersebut, tentu kita pasti memiliki pandangan dan penilaian berbeda-beda dan itu diakomodir oleh al-Qur’an,” jelas Fadly yang berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara ini.

Kemudian kata Fadly, Padangsidimpun merupakan kota baru yang terus berbenah dalam rangka percepatan pembangunan. Kota Sidimpuan diapit tiga daerah dengan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Artinya, Kota Sidimpun ke depan akan menjadi pusat perdagangan dan sentra-sentra pertumbuhan perekonomian di ini.

Hadir pada acara itu para pengurus DPW PPP Sumut di antaranya, H Ahmad Hosen Hutagalung yang juga anggota DPRD Sumut, H Nurzirwan Lubis, Ahmadan Harahap, Faisal Hutabarat, Jon Masren Saragih.

Pengurus Anak Cabang PPP, tiga pasangan balon wali kota dan wakil wali kota pendukung masing-masing pasangan balon dan undangan lainnya. (ade)

BPK Berharap Pemprovsu Naik Kelas

MEDAN- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berharap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) 2011 “naik kelas” dari sebelumnya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Dari kesungguhan dan komitmen Pemprovsu dewasa ini kami berharap tahun ini Pemprovsu mendapat opini WTP untuk laporan 2011,” ujar Kepala BPK Perwakilan Sumut Muktini SH, saat menerima Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprovsu di Aula Kantor BPK Sumut di Medan, Selasa (27/3).

LKPD tahun anggaran 2011 tersebut diserahkan langsung oleh Sekdaprovsu, Nurdin Lubis yang mewakili Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho kepada Kepala BPK Perwakilan Sumut, disaksikan Kasuband Sumut I R Aryo Bomantari SE MM Ak serta Kasubag Hukum dan Humas Mikael PH Togatorop SH MHum.
Lebih lanjut, Muktini mengemukakan harapan agar “naik kelas” tersebut bukan semata obsesi Pemprovsu, tapi BPK Perwakilan Sumut akan senang dan berharap agar opini tersebut naik menjadi WTP. “Naik kelasnya opini Pemprovsu juga akan menjadi penilaian kinerja positip bagi BPK,” tegasnya.

Meski harapan “naik kelas” tersebut harus menjadi obsesi dan komitmen, lanjutnya, namun Muktini berharap minimal prestasi yang sudah diperoleh dalam tiga tahun terakhir ini dengan opini WDP dapat dipertahankan, tidak seperti salah satu provinsi di Indonesia yang telah mendapat opini WTP, malah tahun lalu turun kelas kembali dengan opini WDP.

Muktini juga memberi apresiasi, tahun ini Pemprovsu bisa lebih cepat menyampaikan LKPD dibanding tahun lalu, yakni diserahkan pada 27 Maret.
“Masa penyampaian memang sudah lebih cepat, namun urutannya masih tetap posisi ke-14 pada urutan LKPD kabupaten dan kota se-Sumut,” ujarnya.
Dikemukakan, tahun lalu hanya 15 daerah termasuk Pemprovsu yang bisa menyampaikan LKPD sesuai jadwal yang ditetapkan, namun tahun ini hingga 31 Maret 2012 diperkirakan 20 daerah.

Sekdaprovsu Nurdin Lubis mengemukakan penyerahan LKPD 2011 ini merupakan perintah tiga paket undang-undang tentang pengelolaan keuangan negara dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8/2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

“Pemprovsu sudah berupaya berbuat maksimal. Kami berharap tahun ini dapat naik jadi WTP karena beberapa koreksi dan rekomendasi yang diberikan BPK tahun lalu telah kami perbaiki terutama menyangkut aset dan SPI,” ujarnya.

Dalam upaya pembenahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik, ujarnya, tahun ini Pemprovsu juga telah melakukan pendampingan dengan BPK sejak awal dalam penyusunan LKPD.

“Artinya, proses LKPD ini telah dalam arahan dan bimbingan pihak BPK. Untuk ini kami menyampaikan terima kasih dan berupaya mengikuti bimbingan tersebut sesuai ketentuan dan peraturan berlaku,” tuturnya.

Dalam rangka proses percapatan dan kualitas LKPD ini, lanjutnya, juga di-review oleh Inspektorat yang juga bersama-sama dengan BPK sehingga keikutsertaan dalam proses ini diharapkan LKPD 2011 Pemprovsu dapat lebih baik.(ari)

Gaji PNS Karo, Langkat, dan Palas Tetap Aman

JAKARTA- Para PNS di Kabupaten Karo, Langkat, dan Padang Lawas (Palas) tidak perlu resah, meski nantinya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merealisasikan ancamannya memangkas 25 persen Dana Alokasi Umum (DAU) ke tiga daerah itu. Pasalnya, gaji para PNS tersebut akan tetap dibayarkan.
Pakar pengelolaan keuangan daerah dari Direktorat Fasilitasi dan Perimbangan Keuangan Daerah Kemendagri, Fermin Silaban, menjelaskan, memang perencanaan penggunaan anggaran di ketiga daerah itu akan terganggu jika pemotongan DAU benar-benar dilaksanakan.

Hanya saja, lanjutnya, ketiga pemda itu tidak akan berani menunda pembayaran gaji PNS, yang alokasi dananya berasal dari DAU yang dikucurkan dari pusat itu. “Gaji PNS pasti tetap dibayar. Pasti dibayar. Apa mau didemo para PNS pemda-pemda itu?” ujar Fermin Silaban kepada koran ini di Jakarta, kemarin.

Lantas dari mana dana untuk membayar gaji jika DAU dipotong hingga 25 persen? Dijelaskan, pembayaran gaji PNS tetap diambilkan dari dana DAU, yang 75 persen dibayarkan pusat. “Karena dana DAU itu tidak semuanya untuk membayar gaji pegawai. Jadi yang terganggu adalah anggaran rutin lainnya selain untuk gaji pegawai. Tenang saja, gaji pasti dibayar,” cetusnya lagi.

Fermin menjelaskan, memang dalam beberapa tahun ini kemenkeu ketat dalam upaya menertibkan pengelolaan keuangan di daerah. Sanksi penundaan dan pemotongan DAU, bukan saja diberikan bagi daerah yang terlambat menyerahkan Perda APBD. Namun, juga bagi daerah yang tidak mempertanggungjawabkan penggunaan DAU tahun sebelumnya.

“Sanksi itu lebih sebagai shock therapy saja,” ujarnya. Karenanya, dia menyarankan agar ketiga daerah itu segera menyelesaikan pembahasan Perda APBD-nya dan selanjutnya diserahkan ke kemenkeu. Pasalnya, jika terlambat lagi, maka pemotongan DAU akan berlanjut di bulan berikutnya.
Sebelumnya diberitakan, DAU ketiga daerah di Sumut itu, dan juga 13 daerah lainnya, untuk April 2012 akan dipotong 25 persen. Ancaman Kemenkeu ini berkaitan dengan keterlambatan penyerahan Perda APBD oleh 16 daerah itu. Deadline penyerahan Perda APBD dari Kemenkeu adalah 31 Januari 2012 lalu.

Kemenkeu sendiri sebelumnya telah menyampaikan surat peringatan kepada 16 daerah, pada 7 Februari 2012. Ke-16 daerah itu adalah Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Lebong, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, Kabupaten Alor, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Mappi, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Teluk Wondama.

Penyerahan Perda APBD tepat waktu, sudah diperintahkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2005 tentang sistem informasi keuangan daerah sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 65 tahun 2010. (sam)

Ciptakan Medan Bersih, Nyaman, dan Sejuk

Wali Kota Terima Penghargaan dari PW NU Sumut

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PW NU) Provinsi Sumatera Utara, atas perhatian khususnya ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan atas pemberian piagam penghargaan menciptakan Kota Medan menjadi bersih, nyaman dan sejuk.

Penyerahan piagam menciptakan Kota Medan menjadi bersih, nyaman dan sejuk kepada Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM itu langsung diserahkan Ketua PW NU H Ashari Tambunan SE didampingi pengurus Rois Suriyah, Prof DR H Pagar Hasibuan SH, di Gedung PW NU Provsu di Jalan Sei Batang Hari, Selasa (27/3).

Setelah menerima piagam tersebut, Rahudman mengatakan, keberhasilan tidak akan tercapai, tanpa adanya dukungan dari semua pihak yang terkait. Termasuk Kepala Dinas Kebersihan, camat, lurah, kepala lingkungan, mandor pasukan Melati dan Bestari.

“Tak akan ada apa-apanya Wali Kota Medan tanpa adanya dukungan dari semua pihak untuk menciptakan Kota Medan menjadi bersih, nyaman dan sejuk. Ini merupakan keberhasilan Pemko Medan, saya sangat berterimakasih kepada semuanya,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, pria berkumis itu menyatakan, banyak hal yang bisa didapatkan setelah satu wilayah itu bersih. Seperti pada bulan Juni mendatang, Kota Medan diberikan kepercayaan oleh Kementerian Pertanian sebagai tuan rumah pameran holtikultura, yang bersifat nasional dan internasional. Kegiatan itu difokuskan untuk menciptakan Kota Medan sejuk.

“Di samping itu, kegiatan akan dihadiri oleh banyak pengunjung dari belahan tanah air. Jadi banyak keunggulannya ketika satu kota bersih, banyak orang yang bangga berkunjung ke Medan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia membeberkan, pameran penanaman tanaman Jambore Varietas, bisa memberikan pendidikan kepada banyak masyarakat di perkotaan untuk bisa menanami halamannya yang sekelumit, seperti menenama tanaman dalam waktu 3 bulan sudah bisa panen.
Selanjutnya, paparnya petani juga akan mendapatkan pengetahuan baru dalam menanam varietas seperti sayur-sayuran, melon, semangka maupun cabai. Sehingga, dalam waktu 3 bulan tanaman yang ditanam sudah dapat dipanen. “Rencananya begitu PF2N dibuka, sekaligus diikuti dengan acara panen tanaman varietas yang akan dibuat di Jalan Gatot Subroto atau lahan eks Taman Ria, Medan,” cetusnya.

Rahudman menyatakan, satu bentuk kepedulian terhadap kebersihan di Kota Medan, Rahudman mencontohkan lokasi taman di bundaran Bandara Polonia Medan yang rusak dan berantakan langsung dibenahi.

“Lokasi bundaran Bandara Polonia, yang habis berantakan dan bunga-bungan habis berterbangan saat unjuk rasa kemarin, pada malam harinya semua dibersihkan dan ditata kembali. Hal ini dilakukan agar Bandara Polonia jangan menimbulkan kesan jorok,” ujarnya.

Tak hanya itu, mewakili petugas kebersihan, Rahudman menyampaikan rasa terima kasih kepada PW NU, yang telah peduli kepada 250 orang petugas kebersihan dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Medan Sunggal, Medan Petisah dan Medan Barat. “Saya harapkan semua instansi terkait dapat menjadikan Kota Medan menjadi Kota Bunga,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PW NU) Provsu sangat bahagia atas keberhasilan Wali Kota Medan, membuat Kota Medan menjadi kota bersih, sejuk dan nyaman.

“NU adalah satu organisasi keagamaan yang terus memberikan penilaian setiap hari, demi peningkatan kebersihan di Kota Medan yang semakin bersih, sejuk dan nyaman,” ujar Ketua PW NU, H Ashari Tambunan SE.

Menurut Ashari, keberhasilan itu berkat hasil kerja keras Wali Kota Medan dengan didukung pasukan Melati dan Bestari. Untuk itu, PW NU memberikan Penghargaan Piagam kepada Wali Kota Medan atas kerja kerasnya yang selama ini. Selain itu, PW NU juga memberikan bingkisan kepada  250 orang petugas melati dan bestari dari 3 Kecamatan yakni Kecamatan Medan Sunggal, Medan Petisah dan Medan barat.
Pemberian bingkisan ini diberikan secara simbolis kepada perwakilan petugas kebersihan yakni, kepada Nurhidayah, Sulasti dan Intan. Penyerahannya langsung diberikan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM dan ketua PW NU Provinsi H Ashari Tambunan. (adl)

Sampah Diangkat Tiga Kali Sehari

Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar menjelaskan setiap harinya Dinas Kebersihan melakukan pengangkutan sampah sebanyak tiga kali dalam sehari dengan waktu yang teratur.

Pardemean menyebutkan, pengangkutannya dimulai dari pagi pukul 06.30 hingga 08.00 WIB dengan menggunakan 157 unit truk sampah, kedua dimulai dari pukul 13.00 hingga 18.00 WIB menggunakan pickup yang disebut ambulance sampah sebanyak 6 unit. Selanjutnya, untuk jadwal malam dimulai dari pukul 19.00 hingga selesai dengan menggunakan 8 unit truk sampah, yang dipakai secara rutin.
“Bila dibutuhkan lebih banyak bisa bertambah jumlah truk sampahnya,” ucapnya.

Dia menyampaikan, sampah yang diangkut itu diantar ke dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemko Medan. Satu di kawasan Desa Namo Bintang, Pancur Batu dengan luas 16 hektare, yang kondisinya sudah penuh dengan sampah yang sudah menumpuk dengan jumlah 350 orang pemulung sampah.
Kemudian, sebutnya di kawasan Desa Terjun, Kecamatan Medan Marelan dengan luas 14 hektare. Di lahan itu, luas lahan yang terisi sampah 10 hektare dan 4 hektare masih kosong.

“Kalau untuk kawasan TPA Terjun kondisi lahan masih 80 persen, rencananya Pemko Medan akan menambah lahan untuk mencari TPA di sekitar kawasan Terjun. Hal itu dilakukan karena kondisi TPA di Namo Bintang sudah penuh dengan sampah dan hanya diratakan saja,” cetusnya.
Dia mengatakan, untuk pengelolaan sampah di TPA, petugas Dinas Kebersihan langsung dibantu dengan pemulung yang hampir seluruhnya warga sekitar untuk memilah-milah sampah jenis plastik, karton dan sampah jenis logam.

“Sebenarnya, secara tugas pemulung itu sangat menggangu. Tapi, kalau dilarang mereka akan marah. Karena kita juga punya petugas untuk memilah-milah sampah yang hasilnya akan dijual ke tempat penampungan barang bekas untuk tambah rezeki. Tapi sebenarnya, para pemulung itu juga membantu untuk memilah sampah yang hampir setiap harinya 25 persen sampah diambilnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, paparnya seluruh sampah yang tertumpuk di TPA, akan dibiarkan saja setelah diserakkan oleh alat berat beko. Selanjutnya, pemulung diendapkan yang didalamnya terdapat gas metan yang berbahaya bagi manusia. Hal inilah yang sedang dicari solusinya agar masyarakat tidak mendekati wilayah TPA.

“Jadi, sifatnya sampah yang di TPA hanya di paparkan saja. Biasanya, TPA yang bisa dimanfaatkan setelah 20 tahun diendapkan dan gas metannya sudah habis,” pungkasnya.(adl)

Wujudkan Bebas Sampah

Kepala Bagian Humas Pemko Medan, Budi Hariono menambahkan untuk mewujudkan Kota Medan sebagai kota yang bebas sampah, Pemko Medan menyiapkan ambulan sampah.

“Kepala Dinas (Kadis) Kebersihan sudah membuat mobil Ambulan Sampah. Artinya, selain kendaraan sampah yang ada sekarang ini dan juga mobil sampah yang ada di setiap kecamatan,” ucap mantan Camat Medan Perjuangan itu.

Dia menyampaikan, bila ada sampah yang belum diangkut sampai pukul 10.00.WIB, maka masyarakat bisa langsung menelpon Dinas Kebersihan agar tidak ada lagi sampah yang tidak diangkut karena tidak boleh lagi ada sampah didiamkan.

Sesuai petunjuk Wali Kota Medan, dia menyebutkan sudah ada yang meminta kepada seluruh lurah dan camat agar memagari tanah kosong (aset Pemko), agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Tanah kosong, diimbau dipagar agar tidak menjadi tumpukan sampah,” pintanya.

Kepada masyarakat, Budi mengimbau, sebaiknya sama-sama menyadari dan melakukan gotong royong demi untuk kebersihan lingkungan. “Semua ikut bersama-sama bergotong royong, mudah-mudahan apa yang diinginkan Kota Medan menjadi Kota bebas sampah segera terwujud,” ucapnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat Kota Medan, agar terus menggalakkan kegiatan gotong royong sebagai wujud nyata Kota Medan sebagai Kota Metropolitan yang berdaya saing, aman, nyaman dan sejahtera. (adl)

Seperti di Zaman Perang yang Siap Tempur

Pengamanan Pasca Aksi Demo di Bandara Polonia

Ada suasana berbeda di Bandara Polonia pada Selasa (27/3), kemarin. Bandara Internasional itu semakin banyak dijaga aparat keamanan, mulai dari polisi, TNI hingga hadirnya anjing pelacak dan mobil ambulan. Ya, suasana berbeda ini terjadi pasca aksi demo di Bandara Polonia pada Senin (26/3), yang berakhir ricuh.  Seperti apa suasananya?

Jhonson Siahaan-Laila, Medan

Bandara Polonia Selasa pagi itu masih ramai dipenuhi aparat pengaman. Mulai dari aparat polisi, Brimob, TNI AD, TNI AU dan lainnya. Padahal, aksi demo yang dilakukan di Bandara Polonia sudah berlalu sehari. Tapi, kehadiran aparat pengamanan itu seakan membawa kita seperti berada di zaman perang.

Lihat saja, adanya kehadiran beberapa unit mobil panser milik Brimob Poldasu. Bagi masyarakat, tentu sangat jarang melihat mobil berbodi baja satu ini. Paling-paling, mobil panser itu bisa dilihat saat pawai di Hari Kemerdeaan RI.  Nah, ditambah lagi adanya benteng-benteng pertahanan seakan benteng-benteng pertahanan yang terbuat dari kawat berduri itu sebagai benteng pertahanan dari ‘musuh’. Kawat-kawat berduri itu ditempatkan pada pintu utama masuk dan keluar Bandara Polonia, tepatnya di depan rumah sakit milik TNI AU, simpang Jalan Juanda kawat berduri terbentang dengan ‘garang’. Mobil rantis (water canon) milik POLRI juga diturunkan kali ini pada barisan depan selain kawat berduri.

Sementara itu, di lapisan pertama, personel juga dilengkapi dengan senjata gas air mata. Terlihat petugas tersebut menenteng senjata gas air mata. Kemudian, semua personel pengamanan  menggunakan peralatan anti huru hara dengan lengkap. Di antaranya, tameng dan seragam anti huru hara yang dilengkapi dengan bambu atau rotan alat pemukul. Sementara itu, pada barisan dalam, pasukan juga dilengkapi peralatan pengamanan, baik dari personil TNI maupun Polri.

Tak ketinggalan, anjing pelacak milik personel kepolisian juga hadir dalam misi kali ini untuk mengendus dan mengejar target kerusuhan. Bila nantinya terjadi lagi kerusuhan, di sana juga sudah ditempatkan dua mobil ambulans milik Pemprov Sumut dan satu unit dan mobil pemadam kebakaran.

Sedangkan beberapa mobil truk yang mengangkut personel TNI – POLRI tetap berada di parkiran Bandara Polonia. Tenda-tenda tempat personel Sat Brimob Polda Sumut juga masih berada di halaman Bandara Polonia. Mereka semuanya melakukan pengawasan, mencurigai gerak-gerik orang-orang yang dianggap provokator. “Seragam yang kami gunakan sesuai dengan perintah dari Pimpinan Kepolisian RI,” kata petugas berpangkat Brigadir itu.
Tidak sampai disitu saja, kehadiran ‘Panglima Perang’ alias para petinggi keamanan berkumpul di Bandara Polonia. Di antaranya, KapoldasuIrjen Pol Wisnju, Pangdam I BB Mayjend Lowdjik, Pangkosek Hanudnas III Medan TNI AU Kolonel PNB Yuyu S, Danlanud Medan Kolonel PNB A Rasyid, GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Kolonel PNB Bram Bharoto, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang dan  dari perwakilan Pemprovsu ada disana. Mereka berkumpul melakukan rapat tertutup di ruangan VIP Bandara Polonia Selasa pagi kemarin seperti mengatur ‘strategi perang’ melawan ‘musuh’.

Memang, keberadaan para personil pengamanan ‘perang’ itu sejak Senin malam tak beranjak dari Bandara Polonia. Lalu, kekuatan pengamanan ditambah pada Selasa paginya, tepatnya pukul 08.30 WIB, dimana para personel TNI AD dari Yonif 121 tiba di pelataran pakir Bandara Polonia. Disusul oleh personel kepolisian, TNI AD dan TNI AU yang lainnya. Sang ‘komandan perang’ yakni Kapolda Sumut Irjen Pol Wisnju juga menyempatkan diri memantau pengamanan dan pemeriksaan barisan personelnya.

Hal yang sama juga dilakukan Pangdam I BB Mayjend Lowdijk terhadap personelnya, termasuk Pangkosek Hanudnas III Kol PNB Yuyu S. Personel yang diturunkan di Bandara Polonia Medan jumlah tak terhitung karena semua sudah ada penambahan.

Pangdam I BB, Mayjend Lowdijk mengaku, semua dilakukan sesuai dengan SOP anti huru hara. Pihaknya tak ada menggunakan cara-cara yang tak sesuai dengan SOP. “TNI dalam hal ini tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam pengamanan,” ujarnya.

Tentu saja kehadiran pasukan pengaman yang bertabur di Bandara Polonia menarik perhatian para penumpang di sana. Ada yang melihat dengan terkagum-kagum karena baju seragam yang dilengkapi peralatan terkesan sangat gagah, tapi ada juga yang mengeryitkan dahi seakan menaruh rasa heran. “Ah, seperti di zaman perang saja pengamanannya. Berlebihan sekali, kayak menghadapi musuh, seolah siap tempur,” kata Rony Kurnia Sembiring, Warga Jamin Ginting yang akan bertolak ke Jakarta.

Ujian Allegri

AC Milan vs BARCELONA

Sejauh ini AC Milan sukses mengungguli seteru abadinya di pentas Serie A, Juventus di klasemen sementara. Itu setelah tim berjuluk Rossoneri mampu mengumpulkan poin 63, atau unggul empat angka dari yang dikemas Juventus. Meski belum benar-benar aman, namun setidaknya hasil di atas membuka peluang Rossoneri itu memperkecil selisih raihan tropi di pentas Serie A Liga Italia, yang justru masih didominasi Juventus sebanyak 27 tropi, semantara AC Milan hanya 18 kali menjadi  scudetto, sama seperti yang diraih Inter Milan.

Namun Massimilano Allegri jangan buru-buru senang. Pasalnya, dini hari nanti akan ada ujian lain  nya yang harus dilewati Clerence  Seddorf dkk di ajang Liga Chamnoions, yakni saat menjamu raksasa Spanyol Barcelona.

Memang, sejauh ini Real Madrid adalah pengumpul tropi terbanyak di Liga Champons. Namun perlu diingat jika ternyata AC Milan yang telah tujuh kali mengangkat tropi Liga Champions dan Barcelona yang empat kali memenanginya, justru memiliki catatan pertemuan yang teramat panjang di kompetisi antar klub paling bergengsi di tanah Eropa itu.

Betapa tidak, sepanjang sejarah kedua tim telah bertemu sebanyak 13 kali di seluruh kompetisi Eropa.  Dari pertemuan itu AC Milan menang 4 kali, Barcelona menang 5 kali, sedang 4 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Ironis bagi AC Milan saat melihat fakta bahwa dari 6 kali menjamu Barcelona di Stadion San Siro, tim “Merah Hitam” itu justru lebih sering jadi pecundang. Ya, dari enam pertemuan yang berlangsung di San Siro, Barcelona mampu memenangkan pertandingan sebanyak 3 kali, ketika tuan rumah jusru hanya menang 2 kali.

Artinya, pertemuan di Stadion San Siro dini hari nanti akan menjadi ujian terberat bagi Massimiliano Allegri, sebab saat kedua ti bertemu di babak penyisihan grup pada 23 November lalu, timnya justru dipermalukan dengan skor 2-3.

“Mereka tim terbaik di dunia. Tapi, kami punya kesempatan. Kami harus percaya kami mampu karena Milan selalu menunjukakan permainan terbaiknya, pada pertandingan seperti ini. Tapi, saya juga berharap beberapa pemain saya pulih dari cedera pada waktunya,” bilang Allegri.

Ya, dini hari nanti Rossoneri dipastikan tak diperkuat dua bintangnya, Thiago Silva dan Alexandre Pato yang sedang cedera. “Kami tidak menyesali apa yang terjadi pada Silva dan Pato. Banyak yang berkata bahwa cedera yang mereka alami disebabkan kelelahan yang mendera. Namun perlu diingat bahwa itu kami lakukan karena kami ingin memenangkan seluruh pertandingan,” bilang Allegri.

Dengan materi pemain yang tak komplet plus kekuatan lawan yang tak diragukan kualitasnya, maka paling realistis bagi Allegri adalah menerapkan serangan balik.

Bermain terbuka menghadapi Barcelona sama halnya menantang badai, karena Los Blauranas adalah sebuah tim yang sangat piawai mencetak gol dari permainan terbuka. Buktinya, dari 30 gol di Liga Champions musim ini, 24 gol di antaranya tercipta melalui permainan terbuka.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena mereka (AC Milan)  adalah tim yang tangguh dan berpengalaman. Takkan mudah menaklukkan mereka,” bilang Pep Guardiola, entrenador Barcelona. (*)