26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13760

Presiden Dukung Mendagri Pecat Kepala Daerah Bandel

JAKARTA- Ancaman pemecatan Menteri Dalam Negeri kepada kepala daerah (Kada) dan Wakil Kepala Daerah (Wakada) yang menentang kebijakan pemerintah, dinilai pihak Istana sebagai sikap tegas dan tepat. Karena Kada dan Wakada bagian dari sistem pemerintah itu sendiri.
Jika Kada turut menentang kebijakan pemerintah, sama artinya merusak sistem pemerintah dari dalam. Sikap Kada seperti ini, dinilai bisa membingungkan masyarakat.

“Bukan hanya membingungkan, namun juga mengacaukan sistem pemerintahan republik. Sangat kacau. Tidak mendidik. Membahayakan sistem,” tegas staf ahli Presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparinga pada wartawan, Selasa (27/3).

Daniel pun mengimbau agar Kada dan Wakada lebih sadar posisi dan jabatan yang sedang mereka emban. Pemimpin di daerah ini pun diminta bisa membedakan posisi bernegara, bermasyarakat ataupun bagian dari partai politik tertentu.

Sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi, telah mengimbau agar seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah, tidak ikut turun melakukan aksi menolak kenaikan BBM. Penegasan ini sekaligus mengingatkan, agar Kada dan Wakada berkonsentrasi untuk menjaga sistem yang dijalankan pemerintah.
Bila ada Kada dan Wakada yang nekat turun menolak rencana pemerintah menaikan BBM, menurut Gamawan melanggar UU dan termasuk melanggar sumpah jabatan.’Jadi karenanya bisa saja diberhentikan,” tegasnya.

Namun meski sudah mendapatkan ancaman, tetap saja ada kepala daerah yang turun aksi menolak rencana pemerintah menaikan BBM. Contohnya adalah Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono. Keduanya merupakan kader partai PDIP.
Bambang DH mengaku tidak takut jika dipecat oleh pemerintah pusat. Dia juga tak gentar ditegur oleh Mendagri atau presiden sekalipun. “Kalau dihadapkan pada persoalan posisi dan misi, saya sebagai kader partai akan memilih misi,” kata Bambang.

Misi yang dimaksud adalah menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Dia menyatakan, tidak takut kehilangan posisinya sebagai wakil wali kota. “Saya tidak ingin menjadi oportunis yang loncat ke sana kemari untuk sebuah posisi,” ujar dia.

Bambang menyitir Mendagri Gamawan Fauzi yang pernah terpilih jadi Gubernur Sumatera Barat salah satunya diusung PDI Perjuangan sementara saat ini memakai baju partai Demokrat. Dia mengatakan, akan mengartukulasikan suara rakyat yang muaranya adalah penolakan terhadap kenaikan harga BBM. (afz/rio/ano/jpnn)

Mahendra Siregar Doakan Demonstran

Aksi menolak kenaikan BBM, serentak hari ini terjadi di berbagai kota besar di Indonesia. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar pun ikut mendoakan keselamatan bagi masyarakat umum yang ikut aksi.

“Saya ikut berdoa keselamatan bagi pendemo yang menyuarakan aspirasi,” ujar Mahendra Siregar di Jakarta, Selasa (27/3).
Menurutnya, demokrasi tanpa demonstrasi seperti perkawinan tanpa pertengkaran, sehingga akan  terasa hambar. Dilain pihak pemerintah tentunya tidak ingin dampaknya merugikan.

Ia mengatakan, pemerintah pasti mendengar aspirasi dari masyarakat, namun masalah prosedur untuk pengambilan keputusan akan dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Pasalnya, perekonomian Indonesia tengah berada dalam kondisi yang tidak mudah. “Mudah-mudahan bisa dimengerti walau tidak mudah diterima,” jelasnya.

Kendati demikian, katanya, dalam berdemokrasi tidak ada yang sia-sia, karena demokrasi dalam tujuan dan prosesnya sama pentingnya.(naa/jpnn)

Nuh Usulkan Subsidi 14 Juta Siswa Miskin

JAKARTA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku telah mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan berlaku 1 April mendatang. Menurutnya, langkah yang dilakukan untuk menghindari terjadinya putus sekolah dengan melakukan subsidi kepada 14 juta anak didik yang kurang mampu.

Mantan menteri komunikasi dan informasi ini mengungkapkan, langkah ini dilakukan untuk melindungi siswa dari dampak kenaikan harga BBM. “Pendidikan itu investasi strategis, sehingga dalam keadaan apapun tidak boleh dilepas,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (27/3).
Disebutkan Nuh, subsidi pendidikan ini sudah lama dipersiapkan agar pendidikan tetap berjalan normal. Kata dia, salah satu hak yang akan dipenuhi pemerintah kepada anak didik adalah pembiayaan personal. (cha/jpnn)

Darurat Penyalahgunaan Narkoba

Oleh:
Stevan Ivana Manihuruk

Di antara heboh rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan dilaksanakan pada awal bulan April mendatang, media massa ramai memberitakan penangkapan Kapolsek Cibarusah Bekasi, AKP Heru Budi saat sedang mengonsumsi sabu-sabu di rumah dinasnya, jalan raya Cibarusah, Bekasi. Sebelumnya, media juga memberitakan anak angkat Wakil Gubernur Banten, Rano Karno yang berhasil diciduk pihak yang berwajib lantaran terkait dengan penyalahgunaan ekstasi.

Masih terkait berita penyalahgunaan narkoba, beberapa waktu lalu kita juga dikejutkan berita Afriani Susanti si pengemudi Xenia maut yang membuat nyawa 9 orang pejalan kaki melayang sekaligus. Dan fakta yang terungkap, Afriani sebelum mengemudikan mobilnya terlebih dahulu mengonsumsi narkoba bersama rekan-rekannya. Alur ceritanya pun menjadi jelas, Afriani yang baru saja mengonsumsi narkoba dalam keadaan setengah sadar nekat mengemudikan mobilnya dan kecelakaan maut itu pun terjadi.

Praktik penyalahgunaan narkoba yang terjadi di negara ini memang sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Pelaku penyalahgunaan narkoba sudah tersebar luas tanpa memandang usia, latar belakang keluarga, kelas ekonomi dan lainnya. Semua berpotensi dan bisa kena. Tentu kita terheran-heran, beberapa pengguna narkoba justru berasal dari kelas usia yang sangat belia. Dan kita pun tidak habis fikir, beberapa pejabat, bahkan aparat penegak hukum sendiri pun ada yang terlibat pemakaian bahkan peredaran barang haram tersebut. Inilah faktanya; negara kita sedang berada dalam kondisi darurat penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat Berbahaya. Departemen Kesehatan juga memperkenalkan istilah NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup (www.wikipedia.org). Baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Untuk jumlah penyalahgunaannya saat ini, menurut data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) pada tahun 2010, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,21 persen atau sekitar 4,02 juta orang. Pada tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan meningkat menjadi 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang.

Sementara itu, kelompok pengguna nya pun sudah tersebar di hampir semua kelompok usia, tingkat ekonomi, pendidikan dan lainnya. Fakta yang paling mengkhawatirkan bahwa pada kelompok usia pelajar (siswa/mahasiswa) yang menyalahgunakan narkoba selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sangat disayangkan karena generasi tersebutlah yang sebenarnya menjadi harapan bangsa ini di masa mendatang.

Jika ditelusuri faktor penyebabnya, seseorang bisa jatuh ke dalam praktik penyalahgunaan narkoba kebanyakan adalah karena besarnya rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Dan cara para pengedar atau penjual narkoba untuk menjerumuskan calon korbannya pun memang sangat gencar dan sangat manis. Seperti yang sering kita dengar dari pengakuan mantan pengguna narkoba, biasanya mereka dijebak dengan cara diberikan secara gratis, dan ketika ia sudah menjadi pecandu, mulailah diwajibkan membeli.

Perhatian Bersama

Fakta ini yang seharusnya membuat kita semua tidak menjadikan para pengguna narkoba sebagai “sampah” yang harus disingkirkan. Justru, diperlukan kesadaran dan pertolongan banyak pihak untuk merangkul dan menyadarkan seseorang yang sudah terlanjur terjebak dalam praktik penyalahgunaan narkoba. Sesungguhnya, kebanyakan dari para pengguna narkoba apalagi yang masih dalam usia sekolah kemungkinan besar adalah korban dari besarnya rasa ingin tahu dan juga ketidakmengertian mereka tentang bahaya penyalahgunaan barang haram tersebut.

Sementara untuk kegiatan para pengedar, kita berharap agar pihak yang berwajib bisa segera memberantasnya agar korban tidak semakin bertambah. Jelas-jelas bahwa kegiatan mereka sangat berpotensi menghancurkan generasi muda bangsa ini yang berarti juga sedang merongrong masa depan bangsa ini. Saat ini di Indonesia memang memiliki sekitar 3,8 juta orang yang menjadi pecandu narkoba. Sementara yang direhabilitasi, hanya sekitar 18 ribu. Itulah yang mengakibatkan Indonesia menjadi pasar yang potensial untuk peredaran Narkoba.

Kita sangat berharap agar praktik penyalahgunaan narkoba di negeri ini segera menjadi perhatian bersama. Jangan sampai masalah ini dianggap sebagai masalah biasa dan enteng agar tidak menjadi bumerang. Jika merunut pada sejarah, hendaknya kita belajar dari China yang pernah mengalami kemunduran sebagai suatu bangsa karena tidak mampu meredam dampak masuknya peredaran candu dan obat-obat terlarang ke negeri mereka yang kemudian merusak mental para generasi muda nya.

Dari pihak pemerintah selain menegakkan sanksi yang tegas terutama kepada pengedar narkoba, juga diharapkan tidak pernah berhenti mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Sama halnya, peran institusi pendidikan dan keagamaan untuk tetap menyuarakan pentingnya menjaga akhlak dan moral. Dan tentunya peran dari keluarga untuk tetap menjaga keharmonisan dan kehangatan kasih sayang dalam rumah tangga khususnya antara orangtua dan anak. Karena sudah sering pula kita dengar anak usia sekolah yang terjebak dalam penyalahgunaan narkoba pada umumnya karena kurangnya pengawasan dari keluarga. Akhirnya, dengan sedikit menyitir ucapan terkenal Bang Napi, ketika kita sudah menyadari bahaya penyalahgunaan narkoba dan siapa pun bisa terjebak didalamnya maka, Waspadalah….Waspadalah!(*)

Penulis adalah Alumni FISIPOL USU dan Pemerhati masalah sosial politik

Bentrok Akhirnya Pecah Dua Stasiun KA Lumpuh, 35 Mahasiswa Ditangkap

JAKARTA – Bentrok antara mahasiswa yang berdemonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sekitar Stasiun Kereta Api, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (27/3) sore dengan aparat kepolisian tak terelakkan. Bentrok terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, hingga mengakibatkan aktivitas KA lumpuh sementara waktu.

Bentrokan itu pun berujung dengan penangkapan sekitar 35 mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami). Puluhan mahasiswa ini diamankan aparat saat bentrok dengan aparat.

Saat bentrok terjadi, untuk memukul mundur mahasiswa yang melempari petugas dengan batu, polisi terpaksa melontarkan gas air mata. Tak hanya itu, water cannon pun berkali-kali disemprotkan ke arah demonstran yang menolak kebijakan SBY-Boediono yang akan menaikkan harga BBM.
Aparat kepolisian juga mengejar beberapa mahasiswa yang diduga provokator. Terlihat ada mahasiswa yang dikejar bahkan dipukuli aparat saat tertangkap. Tidak hanya mahasiswa, wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistik juga jadi sasaran amarah aparat kepolisian.

Berdasarkan sumber JPNN,  seorang kameramen dari salah satu stasiun televisi swasta nasional, sempat menjadi korban pemukulan. “Katanya gara-gara mengambil gambar saat (oknum) polisi memukuli mahasiswa,” ujar sumber JPNN. “P2 card (seperti memory card) camera juga diambil,” sambung dia. Sementara di Surabaya, saat konsentrasi petugas tertuju pada objek vital seperti Gedung Negara Grahadi dan SPBU, sekitar seratus mahasiswa malah beraksi di Stasiun Gubeng. Aksi mereka seakan tak terpantau aparat kepolisian. Di stasiun, mereka begitu leluasa berorasi hingga membakar ban.
Akibat aksi yang berlangsung selama 2,5 jam itu, jadwal perjalanan kereta api (KA) terganggu. Sebab, mahasiswa menutup jalur KA. Kereta komuter Porong Surabaya pergi pulang (PP) yang sedianya tiba pukul 11.30 masuk Gubeng sekitar pukul 12.40. Begitu pula KA Penataran Blitar Surabaya (PP) merapat ke Gubeng setelah tertahan di Stasiun Wonokromo pukul 12.45 WIB.

“Aksi mereka salah alamat karena kami sebatas operator. PT KAI bukan pembuat kebijakan kenaikan BBM,” sesal Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Sri Winarto yang mengomentari aksi itu. Jajarannya tidak menduga masuknya ratusan pendemo melalui Stasiun Gubeng lama berujung pada diblokadenya jalur rel. Apalagi, mereka masuk saat jam kedatangan kereta sedang sepi.

Pihaknya semula mendengar rumor adanya kereta BBM yang akan dikuasai mahasiswa. Namun, jajaran polsuska di kantor Daop 8 yang bersebelahan dengan Stasiun Gubeng yakin hal itu bisa ditangani petugas pengamanan internal BUMN penyedia moda transportasi masal tersebut. “Hari ini (kemarin) memang tidak ada KA pengangkut BBM yang jalan,” ujar dia.

Di Medan, aksi unjuk rasa penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus berlanjut. Kali ini, giliran ribuan masyarakat dari elemen pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Utara tumpah ke kantor Gubsu dan DPRD Sumut, Selasa (27/3).
Selain dari kawasan KIM Mabar, ribuan buruh dari kawasan Tanjung Morawa dan Deliserdang juga ikut turun ke jalan. Sekitar pukul 09.00 WIB, sebagian dari pengunjuk rasa tiba di Medan. Tepatnya di Jalan Pulau Pinang yang merupakan titik kumpul seluruh demonstran dari berbagai penjuru di Sumut.(adl/ari/gus/jpnn)

Selingkuh, Suami Bakar Istri Hidup-hidup

HAMPARAN PERAK- Nurmala Dewi (32), ibu rumah tangga yang menetap di Dusun VIII Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, meregang nyawa setelah dibakar hidup-hidup oleh Sugianto (32) suaminya. Perbuatan sadis itu dilakukan tersangka karena curiga kalau istrinya selingkuh dengan pria lain saat melihat sepeda motor seorang pria singgah di kediamannya.

Ditemui di sel tahanan Polsekta Hamparan Perak, Selasa (27/3) siang, Sugianto mengaku, dirinya nekat membakar Nurmala karena dipicu api cemburu. Pelaku membakar istrinya di teras rumah Rabu (21/3) lalu.

Diceritakan dia, malam itu sepulang dari merantau di Jakarta, ia melihat sebuah sepeda motor parkir di depan rumahnya. Melihat hal itu, tersangka lantas memutar masuk ke rumah lewat pintu belakang. Tak lama sepeda motor yang tadinya berada di depan rumahnya beranjak pergi. “Selama 6 bulan saya kerja sebagai buruh bangunan di Jakarta. Begitu pulang saya lihat ada kreta (motor) parkir di depan rumah, dan selama aku merantau aku sering dapat kabar dari kampung tentang perbuatan istri ku, tapi aku tak lantas percaya begitu saja,” ungkap Sugianto.

Kecurigaan tersangka terhadap perselingkuhan istrinya pun muncul begitu mengetahui tamu yang berada di rumahnya seorang pria. Ketika masuk dari belakang rumah, ia mendapati istrinya sedang menonton televisi sambil mengisap sebatang rokok dan tengah asyik berkomunikasi melalui telepon selular dengan seseorang.

“Aku kesal kali dibuat dia malam itu, aku baru pulang dia malah asyik ketawa-ketawa berbicara di handpone dengan orang lain. Saat aku kasi tahu baik-baik dia malah mengabaikanku, akupun bermaksud keluar rumah naik kereta karena suntuk melihat dia, tapi begitu ku engkol rupanya minyaknya tak ada,” ucapnya.

Karena bahan bakar sepeda motornya ludes, Sugianto lantas menuju warung di depan rumahnya. Di warung itu tersangka membeli satu liter bensin menggunakan plastik dan membeli korek api. Setibanya di rumah, korban tetap terlihat asyik menelpon tanpa memperdulikannya. Hal inilah yang akhirnya membuat tersangka emosional serta mengancam akan membakar istrinya.

“Begitu melihat aku marah dia lalu menutup HP-nya, aku sama dia kemudian bertengkar mulut. Dan plastik berisi bensin yang ku bawa terjatuh ke lantai dan mengenai kaki istri ku. Karena dia (korban) sedang merokok lalu api menyambar ke tumpahan bensin dan membakar kaki serta badannya,” bebernya.

Begitu melihat api sudah membakar tubuh istrinya, Sugianto berupaya memberikan pertolongan dengan mengambil air dari kamar mandi. Sementara korban berteriak minta tolong. “Waktu aku balik dari kamar mandi ku lihat badan istri ku sudah melepuh, warga pun ramai berdatangan,” sebutnya.
Melihat kondisi luka korban cukup parah, tersangka bersama warga lantas melarikan korban ke RSU Sundari di Pinang Baris, Medan. Karena luka bakar diderita korban cukup parah, pihak rumah sakit kemudian merujuknya ke RSU Adam Malik, Medan.

“Setelah 3 hari dirawat di rumah sakit, istri ku akhirnya meninggal dunia. Sedangkan aku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari warga,” tuturnya.

Kapolsekta Hamparan Perak, Kompol M Silaen ketika dikonfirmasi Sumut Pos terkait kejadian dimaksud membenarkan. “Setelah adanya laporan warga kita langsung melakukan pengecekan di TKP, baru kemudian mengamankan tersangka,” kata Silaen.
Dia menambahkan, akibat perbuatannya, Sugianto dijerat dengan KUHPidana tentang KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) hingga menyebabkan korbannya tewas. (mag-17)

Tim Advokasi KRSU Laporkan Penembak Warga

MEDAN- Tim Advokasi Kongres Rakyat Sumatera Utara (KRSU) yang di ketuai Heri Djulmi, akan melaporkan peristiwa penembakan terhadap warga oleh oknum polisi, kepada Kemenkum HAM.

“Kami akan membuat pengaduan atas peristiwa ini, dan kami akan bentuk tim khusus untuk mencari fakta-fakta mengenai peristiwa penembakan tersebut. Kami akan bawa kasus ini ke jalur hukum,” terang Heri Djulmi, Selasa (27/3).

Sementara itu, korban penembakan Mantono (26) masih dirawat di RS Santa Elisabeth Medan.

Senin (26/3) malam, korban didatangi Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Bambang Sucahyo dan Kasat Intel Polresta Medan Kompol Ahyan, sejak pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Kasat Intelkam Polresta Medan datang bersama anggotanya pada pukul 20.00 WIB dan langsung menjumpai Mantono. Mantono yang saat itu sedang bersama Ketua Harian Forum Rakyat Bersatu (FRB) Sumut, Prabu Alam hanya ditanyai perihal kondisi terakhir kesehatannya.
“Saat itu cuma ditanyai kondisi terakhir saja,” kata Mantono kepada Sumut Pos, Selasa (27/3) sore.

Setelah itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Dir Intelkam Polda Sumut juga datang namun tidak menjumpai korban melainkan mencari dokter yang memeriksa kondisi Mantono. (adl/sc-1/smg)

Warga Desa Beringin Protes Galian Kabel Listrik

LUBUKPAKAM- Warga Dusun Masjid, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, memprotes kegiatan penggalian kabel listrik di lingkungan mereka. Pasalnya, PT Sidohita Jaya selaku kontraktor mengabaikan keselamatan warga yang melintas, apalagi sudah banyak warga yang jatuh karena terpeleset di sana.
Warga meminta agar kontraktor menyediakan lampu penerangan di lokasi penggalian pada malam hari sehingga tidak membahayakan pengguna jalan. Selain itu, kontraktor juga diminta melakukan pemadatan bekas galian dan saat pengerjaan dibuat rambu-rambu di pinggir jalan.
Selain itu, warga meminta agar pelaksanan pengalian tidak menggunakan alat berat, karena dapat menyebabkan kemacetan di ruas jalan penghubung antar Kecamatan Beringin dengan Lubukpakam itu.

“Kontraktornya tidak membersihkan lokasi pekerjaannya, sehingga pada malam hari jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan,” kata Kabulan, warga setempat.

Sementara Kepala Desa Beringin Poniman mengaku pernah menyampaikan keluhan masyarakatnya ini kepada kontraktor, namun belumn direspon. “Warga pernah protes ke kita, kemudian protes itu kita disampaikan kepada kontraktor, tetapi tidak direspon. Iya inilah jadinya,” kata Poniman yang menjadi sasaran pertanyaan warga.

Sementara itu, PT Sidohita Jaya selaku kontraktor pemasangan kabel yang bakal mengalirkan listrik ke lokasi Bandara Kualanamu itu dalam surat pemberitahuannya menyebutkan, PT Sidohita Jaya telah mendapat izin dari Bupati Deliserdang nomor 503.620/5455 tentang izin penggalian tanah atau jalan untuk penanaman kabel listrik.

Disebutkan, dalam surat izin yang diterbitkan Bupati DeliSerdang, PT Sidohita Jaya harus memasang papan pengenal serta rambu-rambu pengaman lalulintas selama pekerjaan berlangsung. (btr)

Paman Bacok Kepala Ponakan

PERDAGANGAN– Nasrun Tindaon (34), menderita luka bajok di keningnya, setelah ditebas parang oleh pamannya sendiri P saragih, Selasa (27/3) pukul 10.00 WIB.

Peristiwa yang terjadi di depan rumah korban di Huta II, Nagori Pematang Bandar, Simalungun itu, ditenggarai kecurigaan P Saragih kepada keponakannya Nasrun, terkait titipan uang dari salah satu perusahaan tempatnya bekerja yang tidak diserahkan Nasrun kepada dirinya.

Keterangan diperoleh, sekira pukul 09.45 WIB, Nasrun Tindaon tengah duduk santai di rumahnya bersama dengan seorang anaknya.
Tak lama berselang, P Saragih tiba dirumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian mendatangi korban untuk menanyakan uang titipan dari salah satu perusahaan tempatnya bekerja, namun korban membantah menerima uang titipan dari perusahaan tersebut.

Mendengar itu, pelaku berang dan emosi hingga pergi ke dapur rumah korban mengambil parang yang terselip di dinding dapur rumahnya. Setelah parang digenggam pelaku, pensiunan tentara ini langsung membacokkan parang ke arah kepala korban hingga mengenai keningnya. Kejadian itu tepat di depan anak korban.

Korban yang mengalami luka bacok di keningnya, lalu pergi ke Kilinik Kerasaan dengan sepeda motornya yang berjarak 3 Km dari kediamannya, dengan kondisi bersimbah darah untuk meminta pertolongan. Sementara pelaku, setelah membacok korban langsung kabur.
Usai mengobati lukanya, korban mendatangi Polsek Perdagangan. (mag– 02/smg)

Ditanya Galian C, Zainuddin Mars Marah

LUBUKPAKAM- Maraknya aktivitas galian C ilegal di wilayah Deliserdang terkesan kalau Pemkab Deliserdang tak mampu melakukan penertiban usaha ilegal tersebut. Bahkan, penertiban yang pernah dilakukan Pemkab Deliserdang terkesan tebang pilih dan terindikasi ada oknum di lingkungan Permkab yang melindungi usaha galian C tersebut.

Saat hal ini dikonfirmasi kepada Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars usai rapat paripurna di gedung DPRD Deliserdang, Senin (26/3), dia langsung marah-marah. Bahkan, orang nomor dua di Pemkab Deliserdang ini sempat melontarkan kata-kata tak pantas diucapkan kepada wartawan.
“Tidak benar isu itu. Nggak ada itu.….(tak pantas dituliskan, Red)” kata Zainuddin sambil berlalu.

Namun sebelumnya, Zainuddin sempat menyatakan, pihaknya akan mengumpulkan semua stafnya yang berhubungan dengan penerbitan serta penertiban izin galian C dan izin industri. “Dalam waktu dekat ini akan kita kumpulkan semua SKPD terkait itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil ketua DPRD Deliserdang Wagirin Arman mendesak Pemkab Deli Serdang untuk bersikap tegas terhadap pengusaha galian C illegal. “Beberapa waktu lalu, Pemkab Deliserdang melalui Satpol-PP bisa menarik alat berat milik pengusaha galian C ilegal. Nah, ini kok tak bisa dilakukan ketegasan. Jangan-jangan ada orang dalam yang membeking kegiatan illegal itu,” kata Wagirin.

Menurutnya, sudah banyak temuan anggota dewan terkait maraknya aktivitas galian C illegal di Deliserdang. Bahkan beberapa di intaranya, ada yang memiliki kilang pemecah batu permanen yang sudah lama beraktivitas, seperti kilang milik PT Mitra Kuring (MK). (btr)