27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 13779

Warga Medan Maimun Ngamuk, Geng Motor Dihajar

MEDAN-Warga Kecamatan Medan Maimun mengamuk dan menyerang anak baru gede (ABG) yang diduga anggota geng motor, saat melintas di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, Minggu (25/3) dinihari.

Akibatnya dua ABG masing-masing Iqbal (15), warga Jalan Rel Kereta Api, Medan Maimun dan temannya Zulfadli (32), warga Jalan Karya Bhakti, Medan Johor babak belur dihajar warga.

Bukan itu saja warga juga membakar 2 sepeda motor masing-masing Suzuki Shogun dengan nomor polisi BK 3615 AAR, yang dikendarai keduanya serta sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BK 6370 AAC milik Dedi Christian (18), warga Pancur Batu yang kabur saat kejadian.
Keterangan yang dihimpun, penyerangan itu berawal saat seorang warga sekitar, yang kebetulan melintas dilempar oleh anggota kawanan geng motor yang mangkal di lokasi kejadian.

Merasa tak senang, warga tadi mendatangi anggota geng motor yang mangkal. Tapi, kawanan geng motor tadi malah melawan. Akibatnya, warga tadi berteriak meminta pertolongan.

Warga yang sudah resah dengan tindakan anarkis geng motor menggunakan senjata kelewang dan balok mengejar kawanan geng motor tadi. Akibatnya, kawanan geng motor langsung menghindar dan lari berlawanan arah menuju Jalan Ir Juanda.
Kebetulan Iqbal (15) yang berboncengan dengan Zulfadli (32) serta Dedi Crisitian melintas melintas dan berpapasan dengan anggota geng motor yang kabur dari kejaran warga yang sudah mengamuk.

Gugup, keduanya saling bertabrakan dan terjatuh. Puluhan geng motor yang mengandarai kendaraan roda dua berlainan jenis itu langsung kabur dan tidak peduli. Sementara, ketiganya langsung dihajar warga hingga babak belur dan membakar sepeda motornya.

Seorang warga, Burhanuddin (35) mengaku, sebelum peristiwa tersebut ada warga sekitar yang dianiaya oleh geng motor.
“Awalnya ada warga sini yang dipukuli gerombolan anak yang naik sepeda motor. Makanya warga ngamuk,” jelasnya.
Sementara kedua korban mengaku hanya berniat hendak jalan-jalan menghabiskan malam mingguan.

“Malam itu saya mau jalan-jalan ke warkop Elisabeth bersama teman-teman dengan memutar melintasi Jalan Brigjen Katamso. Tiba-tiba, saat melintas di depan SPBU Petronas, puluhan genk motor menuju ke arah kami dan langsung menabrak. Tak berapa lama, massa bersenjatakan kelewang dan balok langsung datang dan menghajar kami,” sambung Dedi Christian, yang ditemui Sumut Pos di Polsekta Medan Kota, Minggu (25/3) siang.

Dikatakan Dedi, massa yang datang saat itu seperti kesetanan. Dedi tak lagi menghiraukan sepeda motornya dan lari menghindar. Sementara, Iqbal dan Zulfadli tertangkap warga dan langsung dihajar hingga babak belur. Tak hanya itu, warga yang kesal langsung membakar sepeda motornya.

“Kawanku yang naik Shogun itu yang parah, sudah dipukuli keretanya dibakar pula. Aku masih sempat lari menghindar dari amukan masa,” jelasnya.
Iqbal dan Zulfadli langsung dilarikan ke RS Pirngadi untuk menjalani perawatan medis. Sedangkan Dedi Christian langsung pulang ke rumahnya dengan manaiki taksi. Kondisi Iqbal mengalami luka lecet pada sekujur tubuhnya, sementara Zulfadli mengalami luka serius di bagian kepala, perut sebelah kanan dan sekujur tubuh lecet.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat membenarkan peristiwa itu. Sandy mengatakan warga menduga kalau korban adalah anggota geng motor. “Kita belum mengetahui pasti kejadiannya, salah satu dari korban masih menjalani perawatan medis,” katanya.(adl)

PLT Gubsu dan Kader PKS Bersihkan Sungai Deli

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Gatot Pujo Nugroho bersama ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan bersih-bersih Sungai Deli.

Kegiatan ini dalam rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS Tahun 2012, yang akan diselenggarakan di Medan 26-30 Maret 2012n
Sekretaris DPW PKS Sumut, Satria Yudha Wibowo dalam sambutannya saat pembukaan gerakan menelusuri Sungai Deli mengatakan, keberadaan sungai sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan bangsa. Karena itu, katanya, kebersihan dan fungsi sungai harus tetap terjaga sebagai bentuk mewujudkan lingkungan yang bersih.

“Karena itu sebagai wujud kepedulian PKS yang peduli lingkungan, maka dalam setiap kegiatan kami memberikan perhatian kepada lingkungan, termasuk Sungai Deli yang sebagian besar masyarakat sangat tergantung kepada Sungai Deli,” katanya, di Jalan Avros Medan, Minggu (25/3).

Hadir dalam acara tersebut Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, Ketua MPW PKS, Sigit Pramono Asri dan pengurus serta kader PKS di Sumut, mulai tingkat wilayah hingga cabang.

Pada kesempatan tersebut, Satria yang juga Ketua Bidang Program Mukernas PKS Tahun 2012 mengungkapkan, kondisi Sungai Deli saat ini sudah semakin tidak terpelihara. Bahkan, katanya, sudah mulai tercemar di beberapa lokasi disebabkan minimnya perhatian untuk menjaga Sungai Deli yang dulunya menjadi jalur transportasi yang paling diandalkan di Sumut tersebut.

Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho memberikan apresiasi atas kepedulian PKS untuk tetap melaksanakan kegiatan yang pro lingkungan. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) sendiri, katanya, terus menggarakkan kepedulian yang diimplementasikan dalam program-program yang pro kepada lingkungan.

“Kami menyadari dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Namun butuh kerjasama dan dukungan antar tiga pihak yang menjadi stakeholder. Masing-masing pemerintah, swasta dan civil society. Karena itu, sekali lagi saya atas nama Pempropsu sangat berterima kasih dengan kegiatan yang dilaksanakan PKS ini dan tentu peran ini juga diikuti oleh civil society yang lain,” ujarnya.

Gerakan penelusuran dan bersih-bersih Sungai Deli tersebut dimulai dari Jalan Avros Medan dan berakhir di Kantor Wali Kota Medan. Setelah melakukan penelusuran Sungai Deli, Plt Gubsu dan pengurus serta kader PKS pun melanjutkan rangkaian acara membuka bazar yang diselengkarakan di Lapangan Benteng Medan.

Jalan Santai

Sebelumnya, pada pagi hari ribuan kader PKS juga sedang melaksanakan jalan santai dan senam nusantara di Lapangan Benteng Medan. Gerak santai dan senam nusantara tersebut diikuti Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tifatul Sembiring.

Ribuan masyarakat mulai bayi, anak-anak, pemuda, pemudi para orang tua hingga usia lanjut tumpah ruah di lapangan Benteng bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Tikaful Sembiring dan Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST, Minggu pagi (25/3).

Menkominfo didampingi Plt Gubsu yang melepas langsung kegiatan jalan santai di lapangan Benteng Medan menyampaikan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, maka untuk itu mari kita gerakkan tubuh kita dengan jalan santai. “Mungkin acara seperti ini dapat pula dilakukan tiap minggunya,” harap Tifatul Sembiring yang diamini Gatot Pujo Nugroho.

Dengan diiringi  drum band Sinar Husni serta drum band MAN 2 Medan, peserta gerak jalan santai langsung bergerak setelah dilepas. Mereka terlihat begitu antusias dan bergembira ria memenuhi ruas jalan meunuju garis finish di Lapangan Benteng Medan. Tak kelihatan rasa lelah dalam melintasi jalan yang hampir berjarang lebih kurang 5 kilometer.

Bahkah ada balita yang tertidur dalam gendongan orangtuanya saat melakukan jalan santai. Itu akibat respon positif terhadap kegiatan yang dilakukan PKS dalam rangka Mukernas 2012. “Ini memang sudah ditunggu-tunggu anak saya, dia yang mengingatkan saya untuk hadir ke lapangan Benteng ini usai salat subuh tadi,” ujar salah satu peserta yang mennceritakan besarkan minat anaknya untuk mengikuti jalan santai ini.

Hal yang sama juga terlihat pada Saula yang berumur satu tahun. Ditemani orangtuanya, Balita ini sampai juga di garis finish. Bahkan, orangtuanya semakin erat memegang anaknya agar tak hilang dari keramaian orang. Keringat bercucuran tak menjadi penghalang bagi semua peserta untuk menuntaskan hingga akhir kegiatan.

“Sudah dari jam 07.30 tadi kami sekeluarga hadir di lapangan ini, semuanya senang ikut. Selain sehat kalau beruntung juga dapat hadiah,” ujar orang tua Saula.

Lebih-lebih, keceriaan dan kegembiraan peserta terlihat juga terjadi pada acara pengundian hadiah/door prize di lapangan Merdeka. Yang beruntung langsung berteriak dan bersyukur mengucapkan nama besar Allah SWT saat nomor undiannya disebut pembawa acara.

Kesuksesan pelaksanaan gerak jalan santai tersebut merupakan kesuksesan dari DPW PKS Sumut yang menjadi tuan rumah Mukernas Nasional 2012. Usai melakukan gerak jalan para peserta juga bisa bersantai sambil melihat bazar yang ada di lapangan Benteng. Berbagai produk unggulan, serta sovenir dan juga permainan anak tersedia ditempat itu. berbagai jajanan berupa makanan dan minuman juga dapat dinikmati di tempat itu.(ari)

Operasi 4 Jam, Sebagian Otaknya Dipotong

Bayi tanpa Batok Kepala Pulang Kampung

Dua bulan lebih di Jakarta, Syahrani, bayi perempuan berusia 12 Bulan, buah hati pasangan Sutrisno (25) dan Eliana (25), yang lahir tanpa batok kepala, pulang ke kampung halamannya Padangsidimpuan.

Ari Sisworo, Medan

Sekira pukul 13.30 WIB, Sumut Pos berkesempatan untuk menemui Syahrani, bayi tanpa batok kepala kelahiran Padangsidimpuan, 6 Maret 2012 di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga di Komplek Murai Indah, Medan, Minggu (25/3).

Terlihat pipi Syahrani masih merah, layaknya bayi pada umumnya.  Sesekali terdengar tangisan kecilnya, saat dipangku ibunya, Elianan
Sesekali pula terdengar suara batuk-batuk kecil dari Syahrani. Sang ibu yang ketika ditemui mengenakan batik warna merah, dan tengah memangku Syahrani, batuk yang dialami puteri pertamanya setelah menikah dengan suaminya, Sutrisno (25) pada 2006 silam tersebut, sudah sejak sepekan ini.
“Sudah sejak dari Jakarta, sampai sekarang belum sembuh. Mungkin obat yang dikasih dokter itu nggak cocok. Batuknya ada dahaknya. Kalau batuk begini, jadi susah tidur. Paling satu hari cuma dua sampai tiga jam. Tapi kalau lagi sehat, seperti bayi-bayi biasanya. Tidurnya nyenyak,” kata perempuan 25 tahun kelahiran Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini.

Terlihat memang, saat sudah agak mendingan, Syahrani tampak begitu nyenyaknya tertidur di pangkuan sang ibu. Apalagi saat posisi tidurnya ditelungkupkan.

Sesekali Syahrani terbangun, karena batuk yang cukup mengganggunya. Terlihat pula, semacam lendir atau yang biasa disebut ingus keluar dari hidungnya yang mungil.

Sang ayah, Sutrisno yang mendampingi tepat disamping Eliana, rajin membersihkan ingus puteri tercintanya itu dengan tisu.

Cerita pun berlanjut, Sutrisno yang saat itu mengenakan kaos warna biru dengan setelan jeans ke abu-abuan menuturkan, proses operasi puterinya berjalan selama empat jam di Rumah Sakit (RS) Cipto Mangunkusumo Jakarta. Usai dioperasi, Syahrani langsung dipindahkan ke ruang ICU. Satu hari di ruang ICU, Syahrani Syahrani dipindahkan lagi ke ruang ICU dan kemudian dibawa ke ruang rawat inap, karena kondisi yang mulai membaik.

“Untuk intensifnya, sekitar tiga hari saja perawatannya. Operasinya tanggal 22 Februari 2012 lalu dan berlangsung selama empat jam saja. Saat itu dibutuhkan satu kantung darah. Yang kami persiapkan ada dua kantung darah,” kata pria yang menikahi Eliana pada 28 Agustus 2006 tersebut.
Saat operasi itu, ada sebagain otak yang dinilai tidak berfungsi dipotong sekitar 1,2 kilogram. Kemudian batok kepala Syahrani dijahit. Otak yang dipotong itu langsung dikuburkan di rumah sakit itu.

“Yang dipotong, dikuburkan di sana. Kata dokter, itu yang tidak berfungsi. Waktu belum dioperasi, tidak bisa digendong-gendong. Syukur, sekarang sudah bisa,” kata pria yang menetap di Sidimpuan ini sejak 2004 lalu.

Ya, memang terlihat di bagian kepala Syahrani masih ada bekas jahitan bekas operasi, tepatnya di bagian atas kepalanya.

Saat berbincang, sesekali Syahrani juga terdengar menangis. Eliana pun langsung sigap untuk menimang-nimang buah hatinya itu.

Di tengah perbincangan, Eliana sempat nyeletuk bahwa, Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, dan sejumlah pejabat Pemprovsu serta anggota DPRD Sumut sempat menjenguk Syahrani ketika masih di penginapan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di Jakarta. Katanya, saat itu Plt Gubsu berjanji akan memberi bantuan. Namun ternyata janji itu tidak terealisasi sampai saat ini.

“Ya, Pak Gubsu ada jenguk dan beberapa pejabat Pemprovsu dan sejumlah anggota dewan. Pak Gubsu waktu itu, kalau tidak salah dua minggu sebelum operasi, katanya mau ngasih bantuan. Tapi sampai kami pulang, tidak ada,” akunya.

Di sisi lain, perbincangan dengan Sutrisno, dirinya mengaku, saat istrinya mengandung Syahrani di usia sekitar 25 minggu, dirinya pernah bermimpi, jika istrinya melahirkan akan mengalami kekurangan atau kecacatan saat lahir.

“Ya, waktu itu Sabtu malam Minggu, usia hamil istri saya sekitar 25 minggu. Dalam mimpi itu, ada yang menemui saya dan mengatakan anak saya lahir nanti ada kekurangan. Ternyata benar,” cetusnya.

Syahrani dan kedua orangtuanya berangkat dari Medan pukul 14.00 WIB, dari kediaman Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga di Medan, dengan menggunakan perjalanan darat, yang memakai Mobil Toyota Avanza BK 1474 KK yang sengaja disewa untuk keberangkatan bayi kelahiran 6 Maret 2011 tersebut.

Diperkirakan, Syahrani baru akan tiba di Padangsidimpuan pada Senin (26/3) sekira pukul 01.00 WIB.

Kedua orangtua Syahrani, mengaku cukup bahagia dan bersyukur dengan kondisi Syahrani saat ini yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Syukur Alhamdulillah, atas segala sesuatunya yang telah diberikan kepada anak kami ini. Ini mukjizat yang diberikan Allah SWT. Saat ini, kondisi anak kami sudah jauh lebih baik. Sekarang berat badannya, sudah enam kilogram. Sebelum operasi beratnya masih empat kilogram,” ungkap  Eliana dan Sutrisno kepada wartawan.

Meskipun sudah jauh lebih baik, lanjut Eliana, dirinya diinstruksikan pihak dokter yang mengoperasi buah hatinya tersebut, agar setiap minggunya Syahrani diharuskan melakukan kontrol kesehatan serta guna mengecek kondisi kepalanya ke dokter di Medan.
“Dokter bilang, kami harus rutin kontrol seminggu sekali di Medan,” tambahnya.

Bagaimana dengan biaya kontrolnya? Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga menyatakan dirinya akan menanggung biaya tersebut.
“Syukur Alhamdulillah, Allah menunjukkan saya untuk menolong Syahrani. Dan untuk biayanya, dari proses pertama kali Syahrani dibawa ke Medan sampai kembali lagi di Medan, pakai biaya pribadi atau rekening umum. Saat dipenginapan milik Pemprovsu juga semuanya dibayar. Tidak pakai Asuransi Kesehatan (Askes), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ataupun Jamkesda. Kita berharap, kondisinya semakin membaik,” katanya.
Dijelaskannya, Tim Dokter RSUPN Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta yang menangani operasi Syahrani antara lain, dr Syamsul A Sp.Bs, dr Pryambodo, Sp.An dan dr Syaiful I, Sp.Bs. Sementara dokter dari Medan yang menjadi fasilitator adalah dr Mahyono, seorang dokter ahli bedah anak dari Rumah Sakit (RS) Adam Malik, Medan.

“Allah SWT telah menunjukkan mukzizatnya, Rumah Sakit Adam Malik telah pernah menolak menangani Syahrani 6 bulan yang lalu,” tambahnya.
Dijelaskannya, di Indonesia, kasus bayi tanpa batok kepala terbilang sedikit yang mampu bertahan.

“Tiada kata yang bisa kami ungkapkan kecuali rasa syukur pada Allah SWT yang telah menunjukkan kekuasaannya melalui ‘Tangan Mukzizatnya’ menyembuhkan Syahrani dibawah pertolongan Dokter-Dokter Ahli RSCM yang sangat berempati dan simpatik. Terimakasih yang tulus juga kami ucapkan kepada Warga dan masyarakat Padangsidimpuan serta Sumatera Utara yang telah turut mendoakan kesembuhan hamba Allah. Dan ini kasus yang terbilang sedikit di Indonesia,” bebernya lagi.

Namun, lanjut Chaidir, ada beberapa hal yang patut diketahui kedua orang tua Syahrani, dimana saat ini untuk melancarkan aliran pencernaan, darah dan sebagainya, dokter yang mengoperasi Syahrani memasangkan satu pipa kecil dari bagian belakang kepala Syahrani hingga ke bagian pembuangan.
Selain itu, dalam pertumbuhannya kelak, patut juga diwaspadai peluang terjadinya Hydrocepalus atau pembesaran kepala. Maka dari itu, instruksi dari dokter operasi Syahrani untuk control kesehatan harus rutin dijalankan.

Di sisi lain juga, untuk tingkat kecerdasan Syahrani ke depan relatif sedikit kurang. Karena disebabkan adanya sebagian kecil otak Syahrani yang dinilai tidak berfungsi dipotong.

“Jika nantinya otak yang ada saat ini, bisa tumbuh ada peluang bisa lebih baik. Karena dampak untuk tingkat kecerdasan Syahrani sedikit terhambat, karena ada otak yang dipotong itu. Karena dianggap atau dinilai tidak berfungsi,” urainya.(*)

Anggaran Rehab Rumah Dinas Harus Dijelaskan

Elfenda Ananda
Elfenda Ananda

Pemko Medan tetap melaksanakan renovasi rumah dinas Wali Kota Medan dan pembangunan tujuh rumah dinas camat di Medan. Anggarannya tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2012. Apakah sudah pas? Berikut petilkan wawancara wartawan Sumut Pos, Ari Sisworo dengan pengamat kebijakan dan anggaran, Elfenda Ananda.

Realistiskah anggaran rehab rumah dinas Wali Kota Medan?
Anggaran yang dilalokasikan itu merupakan anggaran yang terlalu besar. Kondisi yang ada di Medan masih banyak yang perlu diperbaiki. Sebaiknya, anggaran itu bisa dipangkas dan dipindahkan untuk hal-hal atau kebutuhan yang benar-benar bersinggungan dengan masyarakat.

Jadi, harusnya seperti apa?
Menurut saya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Wali Kota Medan. Sebagai pemimpin, Wali Kota Medan harus menjelaskan ini kepada publik karena anggaran ini bersumber dari anggaran publik. Kedua adalah harus ada transaparansi anggaran dengan menjelaskan apa-apa saja yang harus diperbaiki. Sampai seberapa besar semua kebutuhan yang diperlukan, dari anggaran gaji pekerja serta yang lainnya. Ketiga adalah harus dilakukan secara terbuka, proses tender yang akan diselenggarakan. Jangan sampai sudah ketahuan adanya pemenang tender. Jadi proses tendernya hanya sebatas formalitas.

Apa saran Anda?
Inilah yang selama ini berjalan dan salah. Anggaran pengajuannya dari eksekutif, kemudian dibahas di DPRD. Saya pikir, ini lolos dari pembahasan karena selama ini tidak pernah terdengar mengenai pembahasan itu. Ya, kita dan masyarakat tahu ini politik anggaran. Bisa dicek ke legislatif, apakah ini dibahas, dipertanyakan fraksi, dibahas di Badan Anggaran (Banggar) dan sebagainya? Dari masalah ini, kita yakin ini luput dan secara otomatis menandakan tidak adanya pembahasan sebelumnya. Kita kecewa dengan hal ini. Ajuan dari eksekutif, dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Tidaklah mungkin, SKPD itu berani mengurang-ngurangi anggaran itu, karena notabene itu untuk pimpinannya dalam hal ini Wali Kota Medan. Dan tidak mungkin juga, Wali Kota Medan mau mengkritik alokasi anggaran itu. Karena itu untuk kepentingannya. Harusnya, sebagai pemimpin yang baik Wali Kota Medan, juga menganalisis itu apalagi dalam situasi dan kondisi saat ini.

Dimana letak kesalahannya?
Saya yakin dalam pembahasan alokasi anggaran itu tidak terlebih dahulu disinkronkan dengan analisis yang ada. Bisa diricek, apa ada anggota dewan untuk meluluskan anggaran itu diawali dengan analisis yang ada. Intinya, ini harus dijelaskan oleh Wali Kota Medan.(*)

Tewas di Atas Becak

Ruslan (39), warga Jalan Sekata, Gang Melati, Medan Barat ditemukan warga tewas dengan posisi telungkup di atas becak bermotor miliknya, di Jalan Danau Singkarak Keluarahan Sekip Medan Petisah, Minggu (25/3) sekitar pukul 06.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, pagi itu Ruslan yang diketahui sudah satu harian menarik betornya berencana pulang menuju kediamannya. Namun, saat korban melintasi Jalan Danau Singkarak, Medan Petisah, tiba-tiba saja tersungkur dengan posisi telungkup di atas betornya.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung melaporkan hal tersebut kepada polisi lalulintas Polresta Medan, yang tak jauh dari lokasi penemuan jasad korban.

Atas laporan dari warga tersebut kepolisian lalu menghubungi pihak keluarga korban untuk selanjutnya di bawa ke RSU dr Pirngadi Medan, guna keperluan otopsi.

“Saat kami lihat, abang kami sudah tidak bernyawa lagi dan tergeletak di pinggir jalan dengan ditutupi koran,” ungkap Ramdan (27), sepupu korban saat dikonfirmasi di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.

Sementara itu, tangisan histeris Fitri (35), istri korban, tak terbendung saat mengetahui dan melihat langsung jasad suaminya di ruang Instalasi Jenazah Pirngadi.

“Saya terakhir kali jumpa dengan dia  (Ruslan) pada Sabtu (23/3) pagi, tapi saya tidak mengacuhkan dia,”ujar Fitri yang mengaku telah pisah dengan Ruslan, sejak beberapa bulan terakhir.

Dia juga mengakui jika mantan suaminya itu membawa anak ketiga mereka Odon (4), sedangkan ketiga anak lainnya mengikuti sang ibu. Berdasarkan hasil visum, didapati luka lecet dan memar di pinggang sebelah kanan serta memar di bagian bibir bawah korban. Diduga korban tewas akibat penyakit asam lambung yang sudah lama diidapnya serta indikasi serangan jantung. Selanjutnya jasad korban akan dirujuk ke kediaman keluarganya di Pangkalan Brandan untuk dikebumikan. (uma)

Bank Mega Jalin MoU dengan DEGREE

MEDAN–Sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang kartu kreditnya, Bank Mega bekerja sama dengan produsen kaca film DEGREE, memberikan penawaran khusus berupa diskon 50 persen dan cicilan 0 persen hingga 12 bulan untuk pembelian dan pemasangan semua jenis produk DEGREE Smart Window Film, yang transaksinya menggunakan kartu kredit Mega Visa periode transaksi 26 Maret 2012 hingga 08 April 2012.

Kerja sama ini ditandai dalam bentuk penandatanganan bersama antara PT Bank MEGA Tbk dan DEGREE Smart Window Film, Rabu (14/3) lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Regional Manager Sumatera, Husni Sim mewakili Bank Mega dan CEO DEGREE Indonesia, Tjhin Seng Huat.
Turut hadir dalam penandatanganan kerja sama, Pimpinan Divisi Card Sales–Jakarta Brando Tengdom, dan Deputy Credit Card Regional Sumatera, Heru Muskita.

“Ini sebagai fasilitas terbaik bagi pemegang kartu kredit Bank Mega. Sebagai apreasiasi kepada nasabah Bank Mega dengan memberikan satu produk bagus,” ujar Husni Sim. Dijelaskannya, seluruh pemegang kartu kredit Bank Mega bisa memanfaatkan program ini. Teristimewa bagi pemegang kartu jenis Platinum Mega Visa, pemasangan kaca film bisa dilakukan di rumah nasabah tanpa biaya tambahan.

Di Medan, kaca film DEGREE sudah tersedia di sejumlah outlet jaringan. Atau kalau Anda tertarik, bisa menghubungi The Ambassador DEGREE Window Film di Jalan T Amir Hamzah No. 12 AB Medan telepon 061 – 662 7111. (jun)

Sissy Priscillia Balik ke Layar Lebar

Lama tak terlihat eksis di dunia akting, Sissy Priscillia berniat kembali ke layar lebar. Bulan depan, istri pembalap nasional Rifat Sungkar itu, rencananya akan menjalani syuting sebuah film yang berkisah tentang persahabatan.

“Judulnya belum bisa saya kasih tahu, tapi saat ini saya sudah dapat peran pada sebuah film layar lebar. Bulan depan sudah kembali syuting,” kata Sissy senang.

Sissy menjelaskan dirinya memang sempat mengurangi aktivitas di dunia peran karena fokus dengan program kehamilan. Namun belakangan, pemeran Milly di film ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ itu mengaku mulai bosan hanya berdiam diri di rumah saja.

Karena itu, tanpa pikir panjang, Sissy menerima tawaran berperan dalam satu film layar lebar. “Saya mulai bosan di rumah saja nggak ada kegiatan. Karena itu, saat ada tawaran main film lagi, saya terima saja,” ujar Sissy.

Nama Sissy mulai dikenal di dunia layar lebar, saat dirinya ikut membintangi film AADC 2002 lalu. Pada film karya Rudi Soedjarwo tersebut, Sissy berperan sebagai sahabat Cinta (Dian Sastro) yang dalam kesehariannya tergolong wanita telmi (telat mikir).

Selain mengasah kembali kemampuan aktingnya, Sissy saat ini juga sedang giat dalam program penurunan berat badan. Karena itu, bersama suami tercinta, Rifat Sungkar, wanita kelahiran 5 April 1985 itu rajin fitness di bawah asuhan pelatih pribadi.

“Tidak ada target berat yang harus dicapai. Tergantung PT saya saja. Kalau katanya sudah cukup, berarti bobotnya harus saya pertahankan,” kata wanita yang pernah berduet dengan Nugie itu.

Sissy Priscillia mengawali karirnya di dunia model, sebelum kemudian menggeluti dunia akting dan menyanyi. Di dunia model, perempuan kelahiran Jakarta, 5 April 1985 itu memasuki panggung catwalk sejak usia 13 tahun dan pernah menjadi Juara II Model Kawanku pada 1999. Pada saat yang sama juga dirinya menjadi personel grup vokal Bocah Reggae, yang kemudian mengasah kemampuan vokalnya. Bakat menyanyinya itu datang kembali saat kesempatan diberikan oleh Nugie. Penyanyi yang kerap membawakan lagu kelestarian lingkungan itu menawarinya membawakan sebuah lagu dalam album Sampai Mati Cinta Padamu miliknya.

Terakhir Sissy membintangi film layar lebar, Cinta Apuccimo (2007), arahan sutradara Rudi Soedjarwo. Dalam film yang diangkat dari novel karya Icha Rachmanti itu Sissy mendapatkan peran utama sebagai Rahmi bersama Miller, seorang pendatang baru asal Malaysia.  (bbs/net)

 

Tya Ariestya Bersyukur Lulus Kuliah

Artis Tya Ariestya,  tengah berbahagia. Sabtu  (24/3) dia baru saja menjadi sarjana.  “Iya akhirnya Alhamdulillah aku bisa juga menyelesaikan kuliahku,” ujarnya.

Meski harus berjuang selama tujuh tahun, namun hal tersebut tak membuat Tya patah semangat. Justru selama kurun waktu yang begitu lama ia akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya dengan nilai terbaik.

“Aku nggak boleh egois karena kedua adikku juga sudah hampir lulus. Jadi aku mengalah untuk keduanya karena mama aku adalah single parent,” paparnya lagi.

Kini ia boleh berbangga hati, lantaran pendidikannya telah berjalan dengan mulus. “Kemarin adalah sidang ke 3 aku dan itu adalah sidang akhir untuk pertanggung jawaban skripsi aku (setelah melalui sidang outline dan sidang profesor). Judul skripsi aku ‘Efektifitas Tweet Berbayar Sebagai Media Promosi Produk Pocari Sweat’. Sampelnya diambil dari populasi @ariestyatya yang merupakan twitter aku sendiri,” jelas Tya lagi.

Sidang yang kala itu dilaksanakan secara terbuka, juga dihadiri oleh sang kekasih yang selalu ada untuknya. “Deg-degan banget rasanya. Tapi sekarang aku lega karena namaku Ariestya Noormita Azhar S.Ikom,” bebernya semangat.

Sementara itu berbicara soal pernihakan,  karena belum juga dilamar oleh pacarnya Tya  belum berani membicarakan pernikahan.
Karena menurutnya, untuk pernikahan dibutuhkan mental yang kuat. Apalagi, dia dan kekasihnya masih mempunyai urusan penting lainnya.  (bbs/net)

Berpotensi Kalahkan The Twilight Saga

Jennifer Lawrence; Daya Tarik Utama The Hunger Games

Pemilihan pemeran utama menjadi salah satu faktor penting sebuah film. Fakta ini akan menjadi tantangan terbesar The Hunger Games dengan Jennifer Lawrence sebagai ikonnya. Film yang disebut sebagai the next Twilight Saga karena kemiripan karakteristik filmnya itu, diyakini bakal merajai box office.
Kehadiran Lawrence akan dianggap menjadi penentu kesuksesan The Hunger Games. Kredibilitas akting Lawrence sudah mendapat respons positif sejak dia memerankan Ree Dolly dalam film indie Winter”s Bone (2010).

Para kritikus memujinya, Oscar pun mengganjarnya dengan nominasi Best Actress. Raihan ini menjadikan Lawrence aktris termuda kedua peraih nominasi tersebut dalam sejarah Academy Awards.

Sutradara The Hunger Games, Gary Ross, juga menyebutkan bahwa karakter Lawrence yang kuat akan menjadi salah satu daya tarik utama The Hunger Games. “Dia berani, kuat, percaya diri, paham siapa dirinya, dan ceria. Jen sangat cocok merepresentasikan tokoh utama, Katniss,” ujar Ross.  Ross menyebut talenta Lawrence sangat unik di generasinya.  Pemeran Mystique dalam X-Men: First Class itu juga mudah beradaptasi dengan linkungan barunya.

Menurut beberapa pihak, keunikan cerita The Hunger Games dan sosok Lawrence itu akan membuat sang distributor, Lionsgate, mengeruk banyak keuntungan. Kesempatan memecahkan rekor pemasukan minggu pertama rata-rata franchise Twilight yang mencapai USD 140 juta (sekitar Rp 1,2 triliun) pun terbuka lebar.  “Film ini (The Hunger Games, Red) bisa mengubah Lionsgate dan mengeruk pemasukan besar di box office,’’ujar Marla Backer, analis dari Hudson Square Research, kepada The Wrap.

The Hunger Games mendapatkan beragam tanggapan sejak sang bintang, Lawrence, mengumumkan di akun resmi Twitter-nya. Banyak yang memuji, tidak sedikit pula yang menyayangkan karena ceritanya dianggap terlalu “tua” untuk segmen remaja.

“Kami menemukan lokasi di luar yang bisa dibayangkan orang-orang. Lokasi ini sangat sempurna,” ujar sang produser, Dengan kemiripan kisah remaja dan romansanya, banyak yang menyebut bahwa film ini adalah the next The Twilight Saga.

The Hunger Games sendiri merupakan film adaptasi novel laris karangan Suzanne Collins. Novel tersebut telah dicetak dalam 26 bahasa berbeda di 38 negara. Sebagian besar cerita menggambarkan reality show kejam dengan konsep survival.

Reality show itu terjadi di sebuah tempat bernama Panem (versi masa depan dari Benua Amerika bagian Utara) dengan pusat pemerintahan di kota bernama Capitol. Sebagai pemegang kekuasaan, mereka membuat acara The Hunger Games dengan memilih peserta satu putra dan putri. Mereka harus bertarung sampai mati. (kkn/c2/any/jpnn)

Shanty Tunda Nambah Momongan

Niatan untuk menambah momongan belum terpikir di benak Shanty, meskipun banyak pertanyaan dari para sahabat dan kerabat. Saat ini, perempuan yang memiliki nama lengkap Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie sedang menikmati kebersamaan dengan anak pertamanya, Arjuna Lucio Paredes yang baru berusia sekitar 13 bulan.

“Iya itu sudah ditanyakan banyak orang, cuman saya itu lagi enjoy banget sama Juno, itu lagi lucu-lucunya, terus dia juga lagi mulai lari, terus nanti kalau saya lagi hamil nanti ngejar-ngejar susah, masih menikmati masa-masa lucunya,” ungkap Shanty.
Shanty  mengungkapkan, tidak menargetkan, kapan harus memiliki anak lagi.”Enggak tahu…Pengen, tapi kita nanti dulu deh, soalnya ini baru dinikmatin ya,” pungkas Santy .

Tubuh Shanty kini sudah terlihat idela kembali setelah sempat membengkak hingga 75 Kilogram pasca melahirkan.  Apa rahasianya? Ternyata pelantun ‘Oh Kasih’ itu mengaku hanya berolahraga dan menjalankan diet ketat daripada menempuh dengan cara instan seperti sedot lemak untuk mengembalikan berat badannya kembali ideal.

“Yang penting olahraga sama diet, udah nggak ada jurus lain,’’ujarnya.   (bbs/net)