27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 13780

Cynthiara Alona Batalkan Pernikahan

Artis dan penyanyi seksi Cynthiara Alona belakangan sering mendapat masalah. Masalah-masalah itu pun datang dari teman-teman tunangan Alona.
Tunangan bintang film ‘Diperkosa Setan’ itu diketahui bernama Ferdy. Mereka sempat berniat untuk melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini.
Baru-baru ini, Alona dituding telah menjiplak lagu orang lain. Padahal, Alona merasa sudah membeli lagu tersebut dari Gober, teman tunangannya yang mengaku pencipta lagu tersebut.

“Setiap berhubungan dengan teman-teman mantan tunangan, saya selalu kena masalah. Yang pertama kasus penipuan ATM, sekarang yang ini,” tuturnya kesal saat ditemui di Plaza 3, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3).

Alona pun akhirnya membatalkan rencananya untuk menikah dengan sang tunangan. Ia tak mau mendapat masalah lagi. “Makanya aku putuskan nggak jadi nikah,” tandasnya.

Sementara,  melalui kuasa hukumnya, pihak Cynthiara Alona tetap kekeuh mengaku belum menerima surat somasi yang telah dilayangkan oleh personel Rindu band, Arifin atau Ipin. Sebaliknya, pihak Alona  meminta bukti legalitas kepada Ipin kalau lagu Pacarku Beristri telah dibajak.

“Mungkin kalau ada somasi dari Ipin kita belum terima, kita sama sekali belum terima apapun. Tentunya kalau orang yang ngaku-ngaku tentang sebuah karya pasti sudah di daftarkan, tolong dibuktikan legalitasnya,” ujar kuasa hukum Alona, Sunan Kalijaga, di Jakarta, baru-baru ini.

Sunan menyayangkan pembelian lagu tersebut tidak ada hitam diatas putih. Namun itupun tidak terlalu masalah, jika dilandasi atas dasar azas kepercayaan dan saling menghargai.

“Segala transaksi enggak harus ada hitam-putihnya, tapi ini kan atas azas percaya, dasar saling menghargai. Jadi itu wajar dalam bisnis, namun yang kita pertanyakan tunjukan legalitas dari lagu yang dibawakan klien saya ini,” pintanya.  (bbs/net)

Tim Sukses Diserang, 4 Mobil Hancur

Aceh Kembali Memanas

BIREUEN- Menjelang Pilkada Aceh kembali memanas. Tim sukses (timses) calon Gubernur Irwandi-Muhyan kembali diserang. Kali ini menyebar di daerah Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (23/3) malam. Empat Mobil timses Irwandi-Muhyan dihancurkan dan posko pemenangan timses juga ikut di lemparkan batu oleh sekelompok orang.

Informasi yang dihimpun, insinden tersebut berawal dari salah seorang timses Irwandi-Muhyan, pada pukul 20.30 WIB malam, di Desa Kareung, Kecamatan Kula, Kabupaten Bireuen, sedang memasang sepanduk calon gubernurnya. Saat pemasangan itu, tiba-tiba datang sejumlah orang yang melarang menaikkan spanduk tersebut dan langsung memukul timses tersebut hingga mengalami luka memar.

Selanjutnya, penyerangan kubu timses Irwandi-Muhyan berlanjut pada pukul 20.00 WIB, di Desa Balai Setuy, Kecamatan Peusangan. Akibatnya massa tersebut kembali merusaki empat unit mobil milik Timses Irwandi-Muhyan, satu diantaranya mobil itu di gulingkan. Selain itu, posko di desa tersebut juga dirusak dengan dilempari batu.

Kemudian insinden itu berlanjut ke Desa Linggong, Kecamatan Jangka. Satu unit motor milik timses Irwandi-Muhyan di bakar oleh sekelompok massa sekitar pukul 22.00 WIB tadi. Dalam kejadian itu, dilaporkan belum ada korban jiwa dari pihak Timses Irwandi-Muhyan, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Pantauan wartawan Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), Avanza warna hitam BL 845 Z mengalami kerusakan di kaca bagian depan, kaca belakang pecah, pintu depan kanan penyot, kaca samping belakang sebelah kanan pecah, pintu kiri belakang peyot serta spion kiri patah.

Selanjutnya, Avanza warna hitam BK 1900 KB kaca depan pecah, pintu depan sebelah kanan kacanya pecah. Kaca belakang pecah dan spion kiri patah. Avanza Z 1899 DI kaca depan bolong sebelah kanan dan belakang hancur.

Feroza BL 973 ZY kaca belakang dan pintu kanan depan hancur. Selain itu, satu baliho di depan posko juga ikut di robek. Mobil Avanza yang telah tulis nama calon sempat digulingkan oleh pelaku yang berjumlah sekitar 50 orang.

Kabag Ops Polres Bireun, Kompol Nur Azhari saat dihubungi, membenarkan terjadinya penyerangan dan pengrusakan di tiga lokasi. Saat ini pihaknya sudah menerima laporan resmi oleh korban.

“Saat ini kita telah mengembangkan dan menyelidiki kasus tersebut, diduga pelaku banyak dan dari salah salu simpatisan partai,” sebutnya.
Sebelumnya, Jumat (23/3) malam pukul 19.30 sekelompok simpatisan salah satu partai lokal juga melakukan penyerangan terhadap tim pemenangan cagub yang memasang spanduk, di Gampong Kareueng Kecamatan Kuala Bireuen. dalam aksi brutal tersebut, dua korban jatuh di pihak timses cagub dan cawagub Mulyadi Murdani dan Munzir Abdurrahman. Mereka pun sudah melaporkan kejadian ke Mapolres Bireuen.

Ketua tim sukses cagub Mulyadi-Munzir di Kabupaten Bireuen, Malek Muin mengakui kasus pengrusakan 4 mobil timses di Bale Setuy saling berkaitan.
Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono menjelaskan polisi sudah mengambil langkah-langkah strategis. Polisi sudah melakukan pengamanan serta menyisir TKP dan kawasan sekitar. (rakyat aceh/mpr/rpg)

Massa Incar Depot Pertamina dan Bandara

Polisi-TNI Rapat Tertutup antisipasi Demo

MEDAN- Aksi unjuk rasa besar-besaran mahasiswa dan masyarakat menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (26/3) besok, tampaknya bukan gertak sambal. Massa pendemo sudah mengincar dua tempat vital, yakni Depot Pertamina Unit Pemasaran I Belawan dan Bandara Polonia.

Informasi itu langsung ditanggapi Polda Sumut dengan melakukan rapat koordinasi bersama Kodam I/BB dan Pemko Medan, Sabtu (24/3) di Mapolresta Medan. Dari hasil pertemuan  tertutup tersebut pihak TNI dari Kodam I/ BB sepakat membantu Polri menurunkan sebanyak 5.000 personel guna mengamankan Depot Pertamina Unit Pemasaran I Belawan dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Diinformasikan, satu SPBU akan diamankan dua personel TNI dibantu beberapa personel Polri.

“Ada 88 SPBU di Kota Medan. Setiap SPBU akan dijaga dua personel TNI dibantu anggota Polri,” ungkap Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro selepas pertemuan.

Menurut Wisjnu, polisi sudah melakukan koordinasi dengan TNI untuk menjaga kamtibmas di Kota Medan. “Kami sudah berkordinasi dengan TNI AD,  AU, dan AL untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Medan,” katanya.

Wisjnu menjelaskan 2.000 personel Polri akan diturunkan melakukan pengamanan langsung. Dia juga menyarankan agar massa bersikap tenang dalam menyampaikan orasi. Bila ada pendemo yang berlaku anarkis, dia menegaskan, Polri tidak akan segan-segan bertindak tegas. “Dipersilakan demo tapi jangan anarkis. Kalau anarkis akan kami tindak,” katanya.

Personel Polri, lebih lanjut dikatakan, akan melakukan apel bersama dengan pihak TNI di Lapangan Merdeka, Minggu (25/3) hari ini. Wisjnu menyabutkan TNI juga siap memback-up selama aksi berlangsung.

“Sekitar 5.000 personel sudah disiapkan untuk pengamanan. Kami berkoordinasi dengan Polri untuk memberikan keamanan saat unjuk rasa,” ungkap Kolonel Yana Tabi, Asisten Operasional Kodam I/BB.

Yana mengatakan TNI akan mengamankan perkantoran seperti Kantor Wali Kota Medan, DPRD Kota Medan, Kantor Gubsu, dan DPRD Sumut, serta lokasi yang menjadi titik unjuk rasa.

Menurut Yana TNI akan melakukan pengamanan hingga unjuk rasa dinyatakan selesai. “Keberadaan TNI dalam pengamanan aksi unjuk rasa untuk memberikan ketertiban dan keamanan masyarakat dengan berkoordinasi dengan Polri. Sikap TNI dalam pengamanan harus humanis dan netral,” katanya. Saat pengamanan, Yana menegaskan, personel TNI tidak dipersenjatai karena sifatnya hanya pengamanan biasa.

Secara terpisah, pihak Rektorat Universitas HKBP Nommensen (UHN) mengutuk aksi unjuk rasa yang berujung pengrusakan mobil plat merah di depan kampus Universitas HKBP Nommensen di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan. “Kami mengutuk aksi demo yang berujung anarkis dan penyekapan mobil berplat merah. Itu bukan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen tapi pihak luar yang melakukan aksi di depan kampus. Tindakan anarkis mereka mencoba menodai nama baik kampus ini,” tegas Wakil Rektor III Drs Maringan Panjaitan, MSi yang didampingi Wakil Rektor I Dr T Sihol Nababan, SE, kemarin (24/3).

Menurut Maringan, berdasarkan data yang dikumpulkan ditambah foto-foto aksi yang berhasil direkam bahwa aksi tersebut  bukan digerakkan mahasiswa UHN. “Kami keberatan bila itu menamakan kampus UHN. Kami tak suka membawa nama kampus. UHN anti dengan yang namanya demo anarkis. Bisa demo tapi dengan cara-cara yang beradab dan pihak kampus menemani setiap mahasiswa yang demo,” jelasnya. Maringan mengaku sangat prihatin dengan aksi demo yang berujung dengan anarkis. “Mohon polisi mengusutnya,” katanya. Dari hasil pertemuan dengan pihak rektorat, Maringan menegaskan, seluruh civitas akademika dan organisasi mahasiswa boleh saja menggelar demo. Pihak Rektorat sepakat dengan aksi penolakan kenaikan BBM, namun harus digelar secara tertib dan sesuai etika kemahasiswaan. ‘’Kami mengimbau mahasiswa agar waspada dengan orang luar yang mencoba masuk ke kampus,” pungkasnya. Maringan menegaskan pihak Rektorat sudah meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)

dengan Poldasu  untuk mengizinkan polisi masuk kampus sejauh itu berkorelasi dengan tugas-tugas  kepolisian.  “Polisi boleh masuk kampus menangkap misalnya ada mahasiswa yang diduga terlibat sebagai pengedar narkoba,  pelaku tindakan anarkis atau pelaku tindak kriminal lainnya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, hingga Sabtu (24/3), sejumlah manajemen perhotelan belum menambah personel keamanan mereka. Pihak manajemen hotel yakin aksi demo pada Senin (26.3) akan berjalan damai dan jauh dari tindakan anarkis.

Public Relation Officer Hotel Grand Aston Medan, Cindy Lailani, menyatakan, pihaknya belum meminta tambahan personel Polri untuk berjaga-jaga di sekitar hotel.  “Dalam menghadapi isu demo besar-besaran Senin ini kami hanya memaksimalkan tenaga sekuriti,’’ katanya. Kendfati begitu, Cindy mengaku, manajemen hotel sudah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Medan. Di lain pihak, Director of Sales dari Hotel Aryaduta Medan, Fifin Erdiady, menyatakan sudah berkoordinasi dengan Polsekta Medan Baru. “Sejak dua hari lalu kami sudah menjalin komunikasi dengan Polsek Medan Baru. Paling tidak membahas kemungkinan situasi terburuk yang bakal terjadi,” tukasnya. Dia mengakui ada penambahan personel keamanan, namun hingga ini masih mempelajari situasi. Fifin menyatakan isu demo besar-besaran di Medan ini tidak berpengaruh pada jumlah pemesanan kamar hotel. Akan halnya Hotel Santika Premiere Dyandra Medan juga menyatakan belum berpikir untuk menambah personel keamanan. ‘’Kami lihat situasi saja,’’ kata Manager Hotel, Gledy Simanjuntak

Ceng Beng Jalan Terus

Sementara itu, momen Ceng Beng pada etnis Tionghoa di Medan yang dirayakan sejak Minggu (25/3) hingga Sabtu (4/4) dipastikan tak terpengaruh rencana aksi besar-besaran menolak rencana kenaikan BBM, Senin (26/3). Anggota DPRD Medan asal etnis Tionghoa, Hasyim, menuturkan, aksi besar-besaran itu lebih fokus di kantor-kantor pemerintahan seperti kantor Gubsu, Gedung DPRD Sumut, Balai Kota Medan, dan Gedung DPRD Medan. “Perayaannya selama 20 hari dari 25 Maret sampai 14 April. Ini kedua yang terbesar setelah Imlek. Jadi, tidak ada pengaruh karena hanya sebatas di kantor dewan dan pemerintahan dan gedung dewan,” ungkapnya. Begitupun Hasyim berharapn aksi demo tersebut tidak berakhir anarkis. Pasalnya aksi anarkisme boleh jadi tidak menutup keinginan warga etnis Tionghoa dari luar kota menjadi batal mudik.

“Kami harap demo ini berjalan damai. Mereka yang pulang nanti bukan tak mungkin akan berinvestasi di Medan. Tradisinya yang mudik itu sudah cukup berhasil di perantauan dan ingin kembali ke Medan untuk merayakan Ceng Beng. Kalau anarkis, tidak jadilah orang itu berinvestasi di sini,” tukasnya. Lebih lanjut, Hasyim menjelaskan, perayaan Ceng Beng  merupakan ritual sembahyang kubur. “Ini perayaan untuk membersihkan kuburan leluhur. Tujuannya agar bersih diri dan bersih pikiran. Dalam perayaan itu ada juga ritual silaturahmi dengan keluarga dan tetangga,” ujarnya. Anggota DPRD Sumut lainnya dari etnis Tionghoa, Brillian Moktar, menegaskan tak ada korelasi pengaruh antara aksi besar-besaran tanggal 26 Maret mendatang dengan perayaan Ceng Beng. “Hari H Ceng Beng jatuh pada 4 Maret. Tradisi ini boleh dilakukan satu minggu sebelum dan satu minggu sesudahnya. Saya pikir tidak akan terganggu, apa lagi lokasi demo ini kan berpusat di inti kota,” ucapnya. (gus/ari/jon/ram)

Harga Naik, Pedagang Bingung

Harga BBM belum naik, harga kebutuhan malah sudah lebih dulu melonjak. Kenyataan ini ternyata tidak memberat pembeli, penjual pun merasa bingung. Ya, mereka bingung dengan harga yang belum stabil.

Setidaknya dari pantauan Sumut Pos di beberapa pasar tradisional, harga bahan kebutuhan pokok di kota ini mulai beranjak naik. Kenaikan terjadi pada gula pasir menjadi Rp11.000 dari sebelumnya Rp9.000 per kilogram. Begitu juga dengan ikan-ikanan mulai naik bervariasi dari Rp3.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Sedangkan beras, kenaikannya belum begitu tinggi yakni berkisar Rp250 sampai Rp500 per kilogram.

Kenaikan ini justru dikeluhkan pedagang karena barang dagangan sulit terjual. Seorang pedagang di Pasar Sei Sikambing, Romauli boru Sinaga (48) mengaku sulit menjual barang dagangannya.

Perempuan yang sehari-hari berjualan tomat dan sayur-sayuran ini menilai masyarakat sudah mulai melakukan penghematan. “Bingung kami mau jualan. Kalau harga tidak dinaikkan, kami rugi. Tapi kalau dinaikkan, tak ada yang mau beli,” keluhnya.
Begitu juga dengan pedagang lainnya di Pusat Pasar Medan, Linda boru Simanjuntak. Dia mengaku mengaku penjualannya menurun sejak ada rencana kenaikan BBM. “Pembeli membeli dalam jumlah kecil jadi penjualan saya menurun,” terangnya.

Soal kenaikan harga yang mendahului kenaikan harga BBM juga dikeluhkan nelayan di Serdang Bedagai (Sergai). Setidaknya hal ini diungkapkan. Sekretaris Kelompok Nelayan Tradisional Jaring Udang Cahaya Pagi, Sainik (39) warga Dusun III, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan. Dia mengatakan, harga solar eceran sudah mengalami kenaikan dari Rp5.000 per liter, sekarang sudah naik Rp6.000 hingga Rp6.500 per liter. “Sehingga biaya operasional melaut membengkak,” terangnya, Kamis (22/3) lalu.

Pernyataan senada diucapkan, Amirul (32), nelayan jaring udang warga Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu.  “Sudah harganya mahal mendapatkannya pun susah,” ungkap Amirul.

Ketua Federasi Sarekat Nelayan Nasional, Tris Zamansyah didampingi Ketua Sarekat Nelayan Sumatra Utara (SNSU) Sergai, Irwan Syahril mengungkapkan, ada ribuan jumlah nelayan tradisional khususnya nelayan jaring udang di Sergai yang menggunakan sampan dengan BBM jenis solar. Katanya, di Kecamatan Pantai Cermin sekitar 500 sampan, Kecamatan Perbaungan 150 sampan, Kecamatan Teluk Mengkudu 500 sampan, serta 120 sampan di Kecamatan Tanjung Beringin yang sudah mulai terkena dampak kenaikan harga BBM. “Nasib nelayan Sergai terancam semakin terpuruk. Kiranya alokasi pengalihan subsidi BBM menyentuh kalangan nelayan karena mereka kelompok yang sangat rentan terkena kenaikan BBM,” imbuh Irwan Syahril.

Soal heboh harga ini langsung mendapat respon dari Ketua DPRD Medan Amiruddin. Katanya, Pemko Medan harus sigap. “Lebih kurang seminggu lagi kenaikan BBM sudah terjadi. Karenanya Pemko harus sigap dengan melakukan pengawasan terhadap spekulan yang mengambil keuntungan jelang kenaikan BBM,” katanya, kemarin.

Menurut Amiruddin, Pemko sudah seharusnya turun langsung ke pasar untuk melihat gejolak yang terjadi. Dengan begitu pemerintah bisa langsung mengambil langkah antisipasi. “Jangan sampai masyarakat sudah merasakan dampak dari tindakan spekulan ini baru pemerintah turun. Dari sekarang harus sudah diingatkan dengan turun langsung ke lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, ratusan pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran mengendarai sepeda motor membawa puluhan jerigen dari 4 Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai mendatangi Mapolres Tebingtinggi, Jumat malam (23/3) sekira pukul 21.30 WIB. Warga Kecamatan Tebingtinggi, Sipispis, Tebing Syahbandar dan Kecamatan Bandar Khalifah itu meminta polisi memberikan izin kepada pengecer membeli BBM di SPBU yang ada di Kota Tebingtinggi.

Seorang pedagang BBM eceren,  Muhammad Ali (40) ,warga Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai mengungkapkan setiap mendatangi SPBU dia bersama rekan-rekanya tidak diperbolehkan membeli bensin dan solar.

“Katanya pihak SPBU takut melayani pedagang menggunakan jerigen karena mendapat pengawasan,” ujar Ali.
Kapolres Tebingtinggi, AKBP Andi Rian Djajadi Sik menjelaskan kepada ratusan pedangan minyak eceran bahwa yang memberikan izin itu bukan polisi. Kepolisian hanya  sebatas menjalankan tugas menjaga SPBU menjelang kenaikan harga BBM.

“Sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan Polres Tebingtinggi dan Dinas Perindagsar Kabupaten Serdang Bedagai dan Dinas Koperindag Tebingtinggi tentang larangan kapada warga membeli BBM menggunakan jerigen,” jelas Andi Rian Dajajadi dihadapan ratusan pedagang BBM eceran.
Dijelaskannya, menjelang kenaikan harga BBM polisi selalu mengatisipasi agar warga jangan ketakutan dan melakukan penimbunan. Pembelian menggunakan jerigen dan melebihi kapasitas bisa menimbulkan kekacauan dan juga bisa menimbulkan antrean di sejumlah SPBU. “Para pedegang diminta bersabar, semua sudah ada ketentuan hukumnya,” ungkapnya.

Setelah mendapat penjelasan kapolres mengizinkan para pedegang eceran membeli BBM di SPBU dengan syarat tidak boleh lebih dari satu jerigen. Para pedagang eceran BBM kemudian membubarkan diri dengan tertib tanpa berbuat anarkis.  (adl/mag-16/mag-3)

Brimob Sekarat Dipukuli Sipir

MEDAN-Anggota Brimob Polresta Siantar yang menjadi tahanan di Rutan Kelas I Medan, Briptu Nimrod Sitorus (27), sekarat dipukuli sipir penjara Rutan Klas I Tanjung Gusta, Sabtu (24/3).

Informasi yang dihimpun Sumut Pos, Briptu Nimrod Sitorus adalah tahanan Polda Sumut terlibat kasus judi di titipkan di rutan. Saat apel pagi yang setiap hari rutin digelar di rutan untuk mengetahui jumlah tahanan, Briptu Nimrod Sitorus tidak ikut. Sipir penjara lantas mencari Briptu Nimrod di ruang tahanan. Akan tetapi Briptu Nimrod Sitorus tak bersedia mengikuti apel pagi. Sipir penjara pun emosi. Kemudian terjadi adu mulut antara sipir penjara dengan Briptu Nimrod. Tapi, Briptu Nimrod Sitorus tetap melawan. Tak kuat menahan emosi, sipir penjara memukuli Briptu Nimrod Sitorus hingga wajahnya lebam dan hidungnya mengeluarkan darah.

Sipir penjara lantas melarikan Nimrod ke RS Bina Kasih Jalan TB Simatupang Medan Sunggal untuk mendapatkan perawatan intensif di lantai V Ruang Isolasi RSU Bina Kasih. Manager Operasional RSU Bina Kasih Medan, Rita Ginting saat ditemui mengatakan, Nimrod Sitorus mengalami luka pada wajah dan tubuh “Tersangka Nimrod Sitorus masih kita rawat di Ruang Isolasi RSU Bina Kasih lantai V,” katanya. Kepala Rutan Tanjung Gusta, Toni Nainggolan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar dengan alasan belum dapat izin dari Kakanwil Depkum HAM Sumut. “Mohon izin Mas. Kakanwil belum kasih izin karena masih ada pemeriksaan dari internal dan Kanwil. Mohon mengerti ya, Mas,” tulis Toni melalui SMS.

Seorang pegawai Rutan yang berjaga di pintu bermarga Hutapea membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan kejadian tersebut pada pukul 09.00 WIB. Dia mengakui korban sudah dilarikan ke RS Bina Kasih dalam kondisi sekarat. Namun saat ditanya siapa saja nama sipir penjara yang melakukan penganiayaan dia mengaku kurang tahu. Kapolsekta Helvetia Kompol Sutrisno Hady saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Hanya saja dia mengaku belum menerima laporan rinci. (gus/jon)

PKS Cari Jodoh Gatot

MEDAN-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih mencari jodoh untuk dipasangkan dengan calon incumbent Gatot Pujonugroho, dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara mendatang. Proses pencarian itu dilakukan dengan metode survei dan menjalin komunikasi dengan seluruh partai.

“Kami masih menjalin komunikasi dengan seluruh partai, bisa jadi koalisi dengan sejumlah partai yang lama atau ada koalisi baru,” kata Ketua Bidang Kebijakan Publik DPW PKS Sumut, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, H Hidayatullah SE kepada Sumut Pos, Sabtu (24/3).

Menurutnya, PKS sebagai partai terbuka tetap menjalin komunikasi dengan seluruh partai yang ada. Jalinan komunikasi itu untuk menyatukan persamaan ide dan keputusan dalam menentukan wakil.

“Karena keputusan di tingkat pusat, Gatot Pujonugroho merupakan kandidat yang akan diusung PKS maju dalam Pilgubsu mendatang,” ujarnya.
Dia memaparkan, yang dimaksudkan kesamaan ide itu yakni dalam hal visi dan misi membangun Sumut yang lebih baik pada masa akan datang. Karena pembagian dalam posisi cagubsu dan cawagubsu adalah keputusan secara bersama.

“Terpenting kami inikan melakukan komunikasi dengan seluruh partai, mulai PPP, Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI-P, bahkan partai yang nggak punya kursi di DPRD Sumut,” ucapnya.

Ketika disinggung mengenai ada ketakutan partai lain koalisi dengan PKS, Hidayatullah menegaskan, koalisi partai itu sebenarnya bukan semestinya ditakuti, pasalnya asal seluruh partai koalisi komitmen dengan perjanjian politiknya. Selanjutnya sama-sama mewujudkan kesejahteraan dan keadilan untuk rakyat serta bersikap untuk perbaikan.

Seperti biasanya, setiap calon yang hendak maju menjadi kepala daerah harus menyiapkan anggaran perahu partai, Hidayatullah menegaskan bagi PKS hal itu tidak ada. Intinya, bila partai mau koalisi akan diberikan porsi wakil ataupun ada perjanjian politik lainnya.

“Kami hanya mengenal dana kampanye, kalau anggaran beli perahu partai atau tiket menuju menjadi pencalonan bagi kami tidak ada,” tegasnya.
Menanggapi itu, Prof DR HM Arif Nasution MA berpendapat, ketika PKS sudah lebih dahulu menetapkan Gatot Pujonugroho menjadi kandidat yang diusungnya, maka partai lain harus mulai melihat dan memetakan kekuatannya. Sedangkan untuk PKS, harus tetap menjalin komunikasi politik dengan partai lain.

Dia menyatakan, untuk menyatukan PKS dengan partai lain, masih ada kesulitan karena partai lain menganggap PKS merupakan partai yang eksklusif. Makanya PKS harus benar-benar membuka diri dengan partai lainnya.

“Jadi pada intinya, komunikasi politik PKS harus diperkuat, begitu juga komunikasi kandidat yang dijagokan juga harus lebih baik,” katanya.  (ril)

Konser Lady Gaga Haram

Artis Magdalena mengaku terkejut saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik konser Lady Gaga yang akan digelar bulan Juni mendatang di Gelora Bung Karno, Jakarta. Pasalnya, MUI langsung menegaskan nonton Lady Gaga haram , disebabkan Lady Gaga selalu tampil seksi setiap aksi manggunya.
“Tapi bagi saya, kalau masih ada tiketnya, saya juga ingin nonton,” ujarnya wanita kelahiran Jakarta, 28 tahun silam. (ins/jpnn)

Edies Adelia Temui Ulama Sebelum Nonton Konser

Saking  tak percaya kalau konser Lady Gaga difatwa haram, Edies Adelia mendatangi satu ulama terkenal.

“Itu bukan pendapat MUI secara keseluruhan (fatwa). Itu hanya ucapan sebagian anggota MUI yang was-was konser Gaga vulgar. Sebaiknya kita tanggap imbauan MUI dengan positif dan jangan terlalu dipermasalahkan,” kata Edies saat dihubungi Rakyat Merdeka (Grup Sumut Pos), Kamis (22/3).
Namun tak urung bintang sitcom horor Jadi Pocong ini penasaran. Dia menemui Ketua Umum Muhamaddiyah, Dien Syamsudin. “Awalnya aku nggak berani spekulasi. Akhirnya aku coba tanya dan ketemuan sama pemuka agama, salah satunya Pak Dien. Beliau jelaskan, ini hanya imbauan belum sampai fatwa,” bebernya.

Pemeran film 5 Sehat 4 Sempurna ini mengaku paham kekhawatiran MUI soal polah Lady Gaga nanti di panggung.  Berdasarkan pengalaman pribadi, dia pernah tonton konser Mother Monster, julukan Lady Gaga, itu di Singapura tahun lalu. “Di Singapura, dia nyanyi kayak nggak pakai baju, terus pakai hot pants. Memang ekstrim sih, tapi pihak panitia di Indonesia maunya merancang yang sesuai budaya tanah air,” katanya. (ins/jpnn)
Selain itu, bintang FTV Pria Rumah Tangga (PRT) meminta ada pembatasan umur bagi yang menonton konser tesebut. Meski ada jaminan dari panitia, konsep Lady Gaga nanti tidak akan terlalu vulgar.

Meski masih diperdebatkan MUI, cewek cantik berjilbab ini keukeuh ingin menonton. Karena itu, sekarang ini dia sudah sibuk cari tiket.
“Awalnya nggak ingin nonton, tapi berubah pikiran. Apalagi ingin dibandingin sama aksinya di Singapura. Aku bakal bareng teman-teman artis yang pasti heboh juga,”pungkasnya. (ins/jpnn)

Simpan Rahasia Klien sampai Mati

Liku-liku Hidup Bodyguard Langganan Perempuan Eksekutif

Profesi pengawal pribadi alias bodyguard menjadi pilihan Artini. Selama 24 jam dia mendampingi kliennya. Perempuan 34 tahun itu selalu siap dengan risiko terburuk: mati!

RIDLWAN HABIB, Jakarta

Pistol Sig Sauer P-226 itu tergeletak di tepi meja. Tangan mulus Artini mengambilnya dengan lembut. Senjata api genggam standar US Navy SEALs itu lalu dikokang dengan cekatan untuk memastikan tidak ada peluru yang tertinggal. “Saya pakai ini kalau memang situasinya darurat,” katanya saat ditemui Jawa Pos (grup Sumut Pos) di gedung Citra Graha Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/3) lalu.

Artini saat itu mengawal seorang perempuan yang merupakan petinggi sebuah badan usaha milik negara (BUMN). Dia meminta izin tiga jam untuk interview. “Kebetulan, Ibu juga sedang istirahat,” katanya.

Artini lalu membuka magasinnya. Standarnya, bongkar pasang itu maksimal sepuluh menit. “Kalau sedang tak bawa pisol, saya pakai semprotan merica dan pengejut listrik,” ujar Artini sembari mengeluarkan pepper spray dan stunt gun dari tas kecilnya.

Senjata memang tak bisa dipisahkan dari keseharian Artini. Maklum, dia sudah teken kontrak untuk melindungi keselamatan kliennya. “Saya harus siap pasang badan. Pernah nonton film Whitney Houston, The Bodyguard” Ya seperti itu. Bedanya, saya bukan Kevin Costner,” katanya, lalu tersenyum.
Sejak terjun sebagai pengawal pribadi lima tahun lalu, janda kelahiran 1978 tersebut sudah mendampingi belasan klien. Mulai istri pengusaha papan atas, pejabat, hingga artis. Bahkan, selingkuhan pejabat. Dia menyebut beberapa nama. Namun, dengan alasan kerahasiaan, Artini meminta nama-nama itu tidak ditulis. “Saya terikat dengan kontrak, “ ujarnya.

Perempuan yang dibayar minimal Rp 8 juta per bulan tersebut mengaku memiliki segudang rahasia paling pribadi klien-kliennya. Misalnya, kebiasaan mabuk-mabukan sampai urusan seputar asmara dan ranjang. “Saya pernah harus mendorong klien pakai kursi roda pukul tiga pagi dari sebuah diskotek karena dia mabuk berat,” ujar lulusan sebuah SMA di Tangerang itu.

Pengalaman Artini memang beragam. Suatu ketika, dia mengikuti kliennya seminggu penuh. Yang menarik, setiap hari sang klien selalu berbelanja di mal. “Di setiap lift kami ketemu orang yang sama. Sehari dua hari, ternyata memang dibuntuti,” ujarnya.

Setelah yakin bahwa kliennya terancam, Artini meminta si ibu berpindah rumah selama beberapa hari. “Jenis teror macam-macam. Yang paling penting memang dibuntuti. Untuk menimbulkan perasaan resah, tapi tak bisa dihukum pidana,” tutur dia.

Salah seorang kliennya pernah dikuntit kendaraan berpelat aparat. Hal itu berlangsung dua hari. Nah, pada hari ketiga Artini menyusun rencana escape (melarikan diri). Mobil dibawa masuk ke SPBU. Klien turun, menuju toilet, dan berganti pakaian. “Saya larikan lewat jalan tembus pakai taksi,” tutur dia.
Di setiap lokasi Artini selalu mencari jalur evakuasi atau tempat lari. “Itu prosedur tetapnya. Masuk ke mana pun, harus cari dulu. Kalau situasi darurat, klien harus dikeluarkan dari titik mana,” terang dia.

Hal yang paling dilematis adalah ketika konflik yang mengancam kliennya justru datang dari keluarga atau orang dekat. Misalnya, suami atau mantan suami. “Saya pernah mengamankan seorang ibu dengan anaknya yang masih TK,” ujar dia.

Mantan suami kliennya itu tidak terima karena tidak mendapatkan hak pengasuhan anak. Dia membawa puluhan preman untuk menjemput si anak. Tentu saja sang ibu panik. “Saya dipaksa dan dilatih untuk harus tenang dalam situasi apa pun. Saya bawa anaknya ke ruang kepala sekolah, ditemani gurunya di dalam, saya kunci dari luar,” tutur dia.

Lalu, dia membawa sang ibu ke tempat terbuka untuk “berdebat” dengan mantannya. “Di lokasi terbuka banyak saksi. Secara hukum, kalau ada apa-apa, kami menang,” tambahnya.

Untuk memberikan shock therapy bagi para pengawal si pria, Artini cukup menyentuh pimpinan mereka di titik berbahaya. “Lalu, tatap tajam di mata. Kuncinya, harus berani adu mata,” ucap dia.

Langkah itu cukup efektif. Artini adalah pemegang sabuk hitam bela diri boxer tarung derajat. Sentuhannya terasa menyakitkan jika diiringi dengan tenaga dan titik sentuh yang pas. Tarung derajat terkenal dengan latihan full body contact yang keras dan disiplin.

Lantas, debat dimenangi sang ibu. Mantan suaminya pun ngeloyor pergi bersama rombongan preman. “Saya juga siap dengan telepon petugas kepolisian setempat. Jika ada apa-apa, mereka on call,” katanya.

Tinggal bersama klien, Artini harus siap tidur di mana saja. Terkadang saat berada di luar kota, dia tidak dijatah kamar hotel. “Saya tidur di sofa, sudah biasa,” imbuh dia.

Ketika klien makan, Artini tak boleh ikut menyantap makanan. Dia harus tetap waspada dan menjaga jarak. “Biasanya, saya makan pagi pukul tiga sore,” terang dia. Demikian juga ketika mereka dugem di diskotek. “Kode etiknya, diharamkan menyentuh rokok, apalagi minum,” beber dia.

Soal pakaian, Artini fleksibel. Ada klien yang menginginkan dia berdandan formal untuk mengesankan seorang pengawal pribadi. Namun, ada juga yang risi dan memintanya berdandan biasa layaknya sekretaris. “Tapi, saya menolak kalau disuruh membawakan tas belanja atau mendorong troli. Sebab, bodyguard bukan pembantu,” tegas dia.

Rutinitas pagi Artini dimulai dengan push-up. “Minimal sepuluh kali,” katanya. Setelah itu, dia minum air putih tiga gelas dan buah yang selalu disiapkan. “Kalau tidak push-up, rasanya ada yang kurang,” katanya.

Dia juga rajin mengecek senjatanya. Pistol harus dibersihkan setiap hari. Sedangkan penyemprot merica harus diganti dua minggu sekali. “Lewat waktunya, mericanya sudah tak perih lagi di mata,” jelas dia.

Kok mau jadi bodyguard” Rupanya, Artini punya sejarah hidup yang pahit. “Saya pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu juga, saya bercerai,” ucap dia. Setelah rumah tangganya gagal, Artini berkonsentrasi belajar bela diri. Dia lantas menjadi satpam.

Wira, CEO Omyganesha, perusahaan penyedia jasa bodyguard, mengakui bahwa permintaan akan bodyguard sangat tinggi. “Klien sampai antre,” ucap dia. Dia sekarang memiliki enam bodyguard yang siap bertugas di seluruh Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Dulu perusahaannya hanya menyediakan pengawal cowok. Namun, ternyata banyak klien yang komplain ketika bodyguard itu harus mengawal perempuan. “Ada suami marah-marah karena bodyguard-nya ada affair dengan istrinya,” jelas dia.

Karena itu, Wira lalu merekrut pengawal perempuan. Mereka disekolahkan di International Security Academy di Singapura. Mereka juga dibekali pengetahuan standar kepolisian. “Mereka harus siap dengan risiko terburuk,” katanya.

Pria yang juga mantan bodyguard itu menilai, pengawal perempuan semakin dibutuhkan ketika ancaman di tengah masyarakat, terutama Jakarta, meningkat tajam. “Lagi jalan, dirampok. Bahkan, di rumah sendiri ditembak, bahaya sekali,” ucap mantan pengawal Rahardi Ramelan dan Tommy Soeharto tersebut.

Dia juga sengaja memilih janda untuk direkrut karena relatif bisa all-out saat berdinas. “Bukan bermaksud apa-apa. Supaya lebih fokus saja,” katanya. (*/c11/ca/jpnn)

Listrik Padam, Dokter Operasi Gunakan Senter

Listrik RSU Pirngadi Medan Padam, Keluarga Pasien Panik

MEDAN- Aliran listrik di dalam Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan mendadak padam, Sabtu (24/3) siang 13.15 WIB. Aktivitas di dalam rumah sakit menjadi terganggu. Tragisnya, pemadaman terjadi saat operasi pasien sedang berlangsung. Sontak kejadian itu membuat keluarga pasien di ruangan insentif care unit ( ICU) panik.

Amatan Sumut Pos, pemadaman listrik oleh PLN itu diperkirakan berlangsung 20 menit; mulai pukul 13.15 WIB hingga 13.35 WIB. Suasana di RSU dr Pirngadi terlihat ramai. Keluarga pasien terlihat panik sambil mengumpat. Bahkan mereka beberapa kali mencoba menghubungi seseorang dengan menggunakan telepon genggam.

“Sialan, lama kali hidup genset di RSU Pirngadi ini. Begitu sudah tahu mati, seharusnya petugas genset harus secepatnya menghidupkan genset,” kata, seorang wanita berjilbab warna hitam yang berada di rumah sakit Pirngadi Medan itu.

Tak hanya itu. Dokter yang sedang melakukan operasi di Ruang KBE Lantai I IGD RSU Pirngadi Medan terpaksa melakukan operasi menggunakan lampu senter. “Suster, carikan senter karena ini tak bisa didiamkan, lebih baik pakai lampu senter,” kata dokter pria menggunakan baju operasi hijau sambil berlalu masuk ke dalam.

Sementara itu, di Ruangan ICU Lantai IV RSU Pringadi Medan, terlihat di beberapa ruangan terpaksa menggunakan lampu senter ala kadarnya.
“Bagaimananya petugas kelistrikan di RSU Pirngadi Medan ini, kok lamban kali mereka menghidupkan gensetnya,” kata Adi, salah satu keluarga pasien yang berada di Lantai IV.

Tak hanya itu, para keluarga sangat menyayangkan lambanya penanganan disaat listrik padam. Sari (28), salah satu keluarga pasien lainnya mengatakan, rumah sakit seharusnya sudah berkoordinasi dengan PLN jika listrik padam. “Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali lah,” pintanya.

Tidak hanya keluarga pasien saja yang terlihat panik. Namun, petugas securiti dan petugas lift juga terlihat panik karena khawatir ada orang yang terkurung di dalam lift. Setelah genset hidup kembali, ternyata didalam lift Gedung Lama, tak ada yang warga atau keluarga pasien yang terkurung.
Sementara itu, Dewi, petugas medis mengatakan, situasi seperti itu sudah biasa mereka alami dan tidak perlu dibesar-besarkan. “Sudah biasanya itu,” katanya sambil berlalu pergi setelah selesai mengurus surat-surat pasien di meja Administrasi IGD.

Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes saat dihubungi via telepon seluleranya mengaku, dirinya berada di luar sedang ada kegiatan. “Saya tak dengar, karena saya sedang di luar. Saya sedang ada acara ini,” ujarnya sambil mematikan telepon selulernya. (jon)

Sepeda Motor Hilang, Jukir Tewas Gantung Diri

LUBUKPAKAM-Nazaruddin alias Ucok (46) warga Jalan Thamrin Lubukpakam yang berprofesi sebagai juru parkir (Jukit) di Jalan Sutomo Lubukpakam di sekitaran Bank BNI itu, mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di kediamannya, Sabtu (24/3) sekitar pukul 12.00 Wib.

Korban tergantung di atas kayu broti tepatnya di atas tempat tidur yang berdekatan dengan kamar mandi di dalam rumahnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya Siti Fatimah (45). Sebelum peristiwa itu terjadi, isterinya bersama anaknya pergi ke Polres Deli serdang untuk membuat laporan tentang sepeda motor mereka yang hilang beberapa waktu lalu.

Sebelum berangkat Siti Fatimah sempat mengajak korban untuk ikut ke Polres Deliserdang untuk membuat laporan. Namun korban yang memiliki empat orang anak itu, menolak ajakan isterinya. Korban pun ditinggal sendiri di rumah, sedangkan isterinya bersama anaknya pergi ke Polres Deliserdang. Setelah selesai membuat laporan pengaduan ke Polres Deliserdang, Siti Fatimah kembali ke rumah.

Setiba di rumah, Siti Fatimah tidak menemukan korban. Namun pintu depan rumah tertutup tapi tidak terkunci. Karena Siti Fatimah tidak menemukan korban di ruang tengah, tapi pintu ke arah dapur terkunci dari dalam, sehingga Siti Fatimah meminta tolong kepada tetangganya untuk mendobrak pintu. Dia curiga terjadi sesuatu terhadap suaminya itu.

Diabtu warga, akhirnya pintu berhasil didobrak. Kecurigaan Siti ternyata terbukti. Ucok ditemukan tewas tergantung dengan se-utas tali nilon warna kuning yang disambungkan dengan tali pinggang warna coklat yang melingkar di leher korban.

Siti Fatimah dibantu warga menurunkan jasad korban. Kemudian dibaringkan di kamar yang ada diruang tengah rumah. Tidak lama kemudian, pihak kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, dan jasad korban dibawa ke RSUD Deliserdang untuk diotopsi.

Setelah selesai otopsi, korban disemayamkan di rumah duka. Informasi lain diperoleh sejak sepeda motor miliknya hilang, korban sering merenung dan menyendiri dan merasa linglung. Meskipun keluarga korban membelikan sepeda motor yang baru namun hal itu tidak dapat mengobati rasa kecewanya. (btr)