29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13782

Jesus Tarpajal di Tano Batak

Drama Kolosal yang Siap Ditampilkan Ratusan Pelajar Kota Parapat. Memperingati Hari Raya Paskah 6 April mendatang, dipastikan lebih dari seratusan pelajar di Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, akan mempersembahkan pagelaran drama kolosal. Menariknya, drama tersebut yang berkisah penyaliban Yesus Sang Juruslamat, mengangkat judul, “Jesus Tarpajal di Tano Batak.”

Sang sutradara sekaligus penulis skenario, Sarido Ambarita dalam siaran persnya yang diterima koran ini, kemarin, memastikan pagelaran ini nantinya akan berbeda dari drama pada umumnya. Sebab kisah penyaliban Jesus dikemas dengan nuansa etnis batak. Baik termasuk pemakaian kostum pemain yang akan menggunakan ulos batak. “Jadi ini sebuah refleksi kalau Jesus lahir di setiap hati manusia yang mempercayaiNya.”

Menurut Sarido, direncanakan rute penyaliban akan menempuh perjalanan sekitar satu kilometer, yang dimulai dari Tigaraja melewati Siburak-burak hingga di Open stage , Pagoda. “Kisahnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami Jesus dulu, penuh penderitaan dan penyiksaan. Jadi kita rencanakan selama perjalanan menempuh rute-rute tersebut, tetap akan diwarnai dengan bagaimana Yesus dulunya juga memanggul salib dan mengalami siksaan.”

Hanya bedanya, dalam drama teaterikal kali ini, akan dimulai ketika Tanah Batak masih menganut kepercayaan kuno. “Jadi sesuai jamannya, peranan datu atau dukun sangat penting dan menjadi mediator antara manusia dengan Mulajadi Na Bolon atau Sang Kuasa Pencipta alam Semesta. Begitu juga ketika seorang Raja di Tanah Batak (diperankan Andreas Manik) merasa gundah dengan mimpinya sehingga harus bertanya dan minta petunjuk kepada dukun akan firasat dari mimpinya.”

Dikisahkan kemudian, setelah melalui proses acara ritual, sang Datu mengungkapkan bahwa kekuasaan Raja akan berakhir manakala seorang pemuda bernama Jesus (diperankan Lambok Manurung) akan hadir ke Tanah Batak dan menggantikan posisi sang raja. Wajar kiranya jika sang raja marah besar dan berusaha mencari tahu siapa sesungguhnya yang bakal datang menggantikan posisinya. Serdadu pun dikerahkan menyelidiki. Ramalan dukun ternyata benar. Beberapa masyarakat sudah mulai mengikuti ajaran Yesus.  (gir)

Akhir Zaman, dan Pengharapan

Ada banyak perbedaan tentang konsep akhir zaman, namun pendeta dari Calvary Chapel Costa Mesa, Chuck Smith mengungkapkan akhir zaman adalah pengharapan bagi semua gereja Tuhan di tengah berbagai krisis dan konflik yang melanda dunia.

Dalam kotbahnya, pendeta yang berusia 84 tahun itu mengutip Titus 2:13, dimana dijelaskan sebagai orang percaya kita harus hidup dalam pengharapan penuh akan kedatangan Kristus.

Banyak orang yang menyatakan bahwa mereka bisa memberi jalan keluar terhadap masalah-masalah dunia, namun bagi Smith hanya Yesuslah jalan keluarnya.

“Yah, mungkin Anda berharap pada orang-orang, tapi aku sudah hidup cukup lama dan sudah kehilangan harapan terhadap program yang dibuat manusia. Saya telah mencari sebuah harapan yang lebih baik – yaitu harapan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus,” ungkap Smith kepada delapan ribu hadirin pada konferensi gerejanya.

Pendeta California ini menyimpulkan pesannya dengan mengatakan, “Masa depan untuk dunia sangat suram, namun untuk gereja itu menarik. Dalam dunia yang makin bergejolak, kita teap berdiri tegak dan kuat karena iman kita terhadap pengharapan dari Allah,” ungkap Smith.

Salah seorang bapak gereja, Agustinus pernah berkata, “Kalaupun besok Tuhan datang, hari ini saya akan tetap menanam padi.” Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam menantikan kedatangan Tuhan, kita harus tetap produktif, baik dalam pelayanan maupun profesi kita. (cp/jc)

Potensi Sekolah Curangi Nilai Rapor Masih Ada

JAKARTA – Jajaran panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan mulai pasang telinga dan mata. Dalam fase verifikasi nilai rapor saat ini, mereka terus memantau potensi pelanggaran atau manipulasi data rapor. Sanksi tegas siap diberikan kepada sekolah yang nakal.

Dihubungi kemarin (24/3), Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2012 Akhmaloka menuturkan, saat ini sampai pertengahan April nanti merupakan masa verifikasi data calon mahasiswa pelamar jalur undangan. Rektor ITB itu mengatakan, verifikasi kali ini merupakan tahap pertama dan dilakukan oleh PTN yang menjadi pilihan pertama para pendaftar.

Selanjutnya, dokumen atau data mahasiswa yang dinyatakan tidak diterima pada PTN pilihan pertama, akan dilimpahkan ke PTN pilihan kedua. “Waktu verifikasi dua tahap ini sama. Masing-masing tiga bulanan,” ujar pria kelahiran Cirebon, 1 Februari 1961 itu. Jika masih ada kuota di PTN pilihan kedua, pelamar yang tidak diterima di PTN pilihan pertama tadi masih berpeluang diterima dalam SNMPTN jalur undangan.

Akhmaloka menjelaskan, potensi kecurangan dalam pengisian rapor siswa oleh pihak sekolah tetap ada tahun ini. Seperti diketahui, syarat utama dalam jalur undangan adalah melayangkan salinan nilai rapor semester III, IV, dan V.

Berdasarkan tahun lalu, pelanggaran berupa mengatrol nilai rapor ini baru ditemukan saat pengumuman penerimaan SNMPTN jalur undangan. Meskipun begitu, dia menginstruksikan seluruh tim yang bertugas memverifikasi data pelamar di masing-masing PTN untuk tetap teliti. “Tetap pasang mata untuk melihat ada kejanggalan nilai rapor,” katanya.

Dia lantas menuturkan, pengalaman tahun lalu kasus mengatrol nilai rapor ketahuan beberapa saat setelah kelulusan jalur undangan diumumkan. Saat itu, ada protes dari pelamar yang dinyatakan tidak lulus. Menurut Akhmaloka, kala itu siswa yang tidak lulus tadi protes karena selama ini nilai rapornya bagus-bagus terus. “Sedangkan ada temannya yang nilainya rendah, malah lulus,” ujar Akhmaloka.

Dari protes ini, terang Akhmaloka, tim pantia SNMPTN langsung terjung ke lapangan untuk klarifikasi dan investigasi. Dan akhirnya, sekolah tempat anak tadi menuntut ilmu ditetapkan curang karena mengakali nilai siswanya. Hukumannya, sekolah tadi di-blacklist tidak boleh ikut SNMPTN jalur undangan selama satu tahun. Menurut beberapa keterangan, sekolah yang di-blacklist ada di Medan dan Bali.

Untuk tahun ini, Akhmaloka menuturkan tetap akan menerima komplain atau protes dari para pelamar jalur undangan. “Kalau masih tahap verifikasi, belum ada yang protes. Ditunggu saja nanti saat pengumuman,” katanya. Pengumuman jalur undangan dijadwalkan pada 28 Mei nanti.
Akhmaloka menuturkan, ada banyak saluran yang bisa digunakan para pelamar untuk menyampaikan protes terhadap penilaian jalur undangan. Diantaranya, bisa dialamatkan langsung ke panitian SNMPTN. Selain itu, bisa dilayangkan melalui PTN yang menjadi pilihan pertama.(wan/jpnn)
atau kedua. “Dan juga bisa menyampaikan protes kepada media,” cetus Akhmaloka. Intinya, seluruh protes akan ditindalanjuti secepatnya.

Rano Karno Buat Album untuk Refreshing

DI tengah masalah yang dialami anaknya, Raka Widyarma, Wakil Gubernur Banten, Rano Karno menyempatkan diri untuk membuat video klip untuk singlenya yang berjudul Putri Sang Fajar.

“Memang hari ini saya membuat video klip untuk lagu Putri Sang Fajar, saya buat lagu ini terinspirasi dari buku yang saya baca,” terang Rano saat ditemui wartawan di kantornya Karnos Film, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (24/3).

Rencananya, bukan hanya single yang akan diluncurkan aktor kawakan itu, melainkan dalam bentuk album. Rencananya pada bulan Ramadan nanti album tersebut sudah dirilis.

“Bukan hanya single ini, Insya Allah Ramadan saya akan keluarkan album, yah belajar lagi jadi penyanyi setelah lama saya tinggalkan,” jelasnya.

Rano sendiri tidak menargetkan album atau single-nya harus laku keras. Bagi pemeran Si Doel itu menyanyi merupakan hobi sekaligus bagian dari refreshing dari padatnya aktivitas sebagai wakil gubernur. “Mau laku apa enggak terserah, ini hobi saja. Refreshing saya, saya ngajar, kalau nyanyi itu bagian refreshing saya,” katanya.(net/jpnn)

Tak Tertarik Nonton Lady Gaga

Astrid Tiar

Geliat antusiasme kedatangan penyanyi sekaliber Lady Gaga rupanya ditanggapi dingin presenter Astrid Tiar. Meski menyabet presenter musik, Astrid tak tertarik menyaksikan konser penyanyi negeri asal Paman Sam itu.

“Saya cuek saja tuh. Aku nggak begitu antusias dan aku memang tidak suka Lady Gaga,” katanya singkat di Jakarta, Selasa (20/3).
Presenter Inbox ini mengaku tak tertarik dengan penyanyi yang terlalu eksentrik itu. Apalagi menurutnya, banyak hal aneh dari penampilan Lady Gaga yang tak sesuai karakteristiknya.

“Aku sebutin ya, dalam penampilannya, mulai baju, gaya panggungnya hingga riasan wajahnya, pokoknya hampir semuanya nggak cocok sama aku. Jadi bukan aku banget. Aliran musiknya itu kan universal. Aku nggak suka musiknya, wajar kan. Jadi aku biasa aja,” paparnya.  Selain itu, kedatangan Gaga juga sama dengan musisi dunia lainnya. Makanya pesinetron Atas nama Cinta ini meminta masyarakat Indonesia jangan terlalu mengagungkan musikalitas Lady Gaga

“Dia (Gaga) sama kok kayak penyanyi dunia lain yang gelar tur di Indonesia. Antusias boleh, jangan terlalu heboh. Mungkin pamornya lagi di atas sekarang, jadi pada berlebihan menanggapi kedatangannya,” ujarnya.

Selain itu, pemeran FTV Cewek Penakluk ini menilai komentar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kholil Ridwan yang mengharamkan konser Lady Rocker tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

“Ya sah-sah aja ada himbauan kayak begitu. Mereka (MUI) itu kan lembaga agama. Pasti ada maksud keluarin komentar itu. Mungkin selama ini, ada aksi panggungnya yang nggak sesuai hukum, adat budaya dan nilai agama kita. Fatwa mereka itu, kan biar ngontrol mental kita biar nggak terlalu nyentrik, kayak dia (Gaga),” terangnya. (ins/jpnn)

Awas, Tomcat Bisa Serang Sumut

JAKARTA-  Serangan sejenis serangga bernama Tomcat sudah mulai menjalar ke sejumlah daerah. Pertama kali kasusnya ditemukan di 13 kecamatan di Surabaya, kemarin diberitakan sudah merambah Tuban dan Yogyakarta. Bisa jadi, diam-diam saat ini sudah menyerang warga yang ada di Sumut. Hanya barangkali belum terdeteksi.

Kemungkinan bisa menjalar ke Sumut, berdasar keterangan Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departermen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI), kepada koran ini, kemarin (21/3). Menurutnya, pola penyebaran Tomcat ini mirip-mirip dengan serangan ulat bulu yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Menurut Sumali, pola penyebaran bukan berantai berdasarkan kedekatan dengan Surabaya. Melainkan, bisa terjadi di mana pun yang terdapat tanaman yang menjadi makanan idola serangga Tomcat itu. “Seperti serangan ulat bulu dulu itu, di daerah mana pun, jenis tanaman yang dihinggapi sama,” ujar Sumali.

Karena sudah sulit menemukan makanan di habitatnya, Tomcat hijrah ke pemukiman-pemukiman penduduk, mulai dari desa dekat kawasan pertanian, hingga masuk ke kawasan perkotaan. Sebenarnya, kata Sumali, Tomcat bukan menyerang manusia. “Hanya karena jumlahnya banyak, ada yang hinggap di tubuh manusia,” ujarnya.

Bagaimana cara mengatasi jika ada Tomcat hinggap di tubuh manusia? “Jangan dipukul. Tapi cukup diusir dengan cara halus sehingga dia tidak merasa terganggu. Kalau merasa terganggu dia mengeluarkan semacam enzim yang bisa menyebabkan kerusakan kulit, panas dan melepuh,” sarannya. Sedang kalau dipukul, otomatis tubuhnya pecah dan enzimnya menempel di kulit.

Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah kemungkinan mewabahnya serangan tomcat. Melalui jajaran di daerah, mereka berupaya mengepung persebaran kumbang dengan nama ilmiah Paederus littoralis itu.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan, skenario membendung laju serangan tomcat sejauh ini berjalan sesuai dengan rencana.

Di Surabaya, Jatim, misalnya, dinkes setempat sudah menyiagakan pusat kesehatan masyarakat (PKM) selama 24 jam. PKM terdapat di puskesmas hingga rumah sakit milik pemerintah. “Pengobatan di PKM gratis,” ujar Tjandra.

Tjandra mengatakan, petugas dari dinas pertanian boleh menyemprot tomcat, tetapi dengan pestisida nabati. Sasaran yang boleh disemprot, antara lain, rumah-rumah yang sudah dijamah tomcat.

Kondisi penderita pada umumnya menunjukkan iritasi kulit di seputar titik yang terkena racun atau toksin tomcat. “Kami terus mengingatkan, iritasi itu sebenarnya bisa sembuh sendiri sekitar enam hari kemudian,” ujar dia.

Tjandra menambahkan, di Yogyakarta populasi tomcat meningkat ketika rata-rata umur padi yang ditanam petani sekitar 1,5 bulan. Perkembangan tomcat itu terus stabil hingga musim panen. Tomcat punya kebiasaan mengitari lampu rumah warga saat malam. “Warga mengantisipasi dengan memasang lampu perangkap,” papar dia. Dengan lampu perangkap itu, tomcat tidak sampai masuk ke rumah dan menyerang penghuninya.
Dengan upaya jajaran petugas kesehatan mulai pusat hingga daerah itu, Tjandra mengharapkan masyarakat tidak resah gara-gara ancaman serangan tomcat. Serangga tersebut adalah hewan yang sudah cukup lama menghuni persawahan Indonesia. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak cemas secara berlebihan. (sam/jpnn)

Pria Taiwan Dilarang Nikahi Wanita Asing

TAIPE- Anggota Parlemen Taiwan Chang Show-Foong mengeluarkan kritikan mengejutkan. Dia melarang para pria Taiwan menikahi gadis dari luar negeri. Alasannya, wanita Taiwan jadi tidak laku. Sontak, larangan ini dikecam.

Diberitakan AFP, Sabtu (23/3), Chang mengatakan hal tersebut dalam sidang parlemen pada hari Kamis. Menurut dia, pria Taiwan mengimpor wanita asing karena lebih mudah untuk mengontrolnya.

“Itulah mengapa kita memiliki begitu banyak wanita sisa di Taiwan,” tambahnya.

Pernyataan ini tentu saja dikecam, terutama para istri asing yang menikah dengan pria Taiwan dan perempuan lokal. Mereka menilai, Chang telah menyebarkan kebencian, diskriminasi terhadap pasangan asing dan menuntut permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Chiu Ya-ching, salah seorang pemrotes, mengaku marah setelah mendengar komentar Chang. Menurutnya, jika Chang mengatakan hal tersebut, berarti dia tidak menghormati wanita, khususnya bagi imigran baru.

Menurut data pemerintah, pada akhir 2011, 427.000 pria Taiwan menikah dengan perempuan asing, terutama dari China dan Asia Tenggara, terhitung sekitar delapan persen dari semua pria menikah dengan orang asing. (net/jpnn)

Hanya Tersisa Lansia, Toko Terdekat Sejauh 145 Kilometer

Fenomena Kota Hantu; Ditinggalkan Warga karena Berbagai Faktor

Penduduk dunia menembus tujuh miliar sejak tahun lalu. Tetapi, tidak seluruh permukaan bumi sesak dan dipadati manusia. Banyak pula wilayah yang nyaris tak berpenghuni sama sekali. Fenomena ’’kota hantu’’ atau kota mati (ghost town) itu tidak hanya dijumpai di dunia ketiga (negara-negara berkembang), tetapi bisa pula ditemukan di negara-negara maju. Termasuk, negara-negara Barat.

Dalam wikipedia, istilah ’’kota hantu’’ digunakan untuk menyebut desa atau kota yang telah ditinggalkan sebagian atau seluruh penduduknya. Itu bisa terjadi karena tidak ada aktivitas ekonomi yang mendukung keberadaannya. Bisa juga karena wilayah itu tersapu bencana, baik alam atau bencana yang disebabkan manusia.

Dua di antara kota hantu itu adalah Darwin yang terletak di Inyo County, Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), dan Kota Pripyat yang berada di Provinsi Kiev (Kiev Oblast), Ukraina. Dua kota di belahan dunia yang berbeda itu menjadi kota mati karena dua alasan berbeda. Darwin yang dulu dikenal sebagai kota tambang akhirnya berubah menjadi kota mati seiring dengan menipisnya timbunan bijih timah dan perak di wilayah tersebut. Sedangkan Kota Pripyat tidak berpenghuni lagi pasca-ledakan reaktor nuklir Chernobyl pada 26 April 1986 yang memicu bencana di negeri pecahan Uni Soviet itu.
Kini, Kota Darwin yang terletak dekat Taman Nasional Lembah Mati (Death Valley National Park) tersebut hanya dihuni sekitar 43 orang. Hal itu bertolak belakang dengan kondisinya di masa lampau.

Pada 1877 atau 135 tahun lalu, tambang timah dan perak di wilayah tersebut begitu menjanjikan. Alhasil, kota yang terletak pada ketinggian 1.460 meter dari permukaan laut itu pun dihuni ribuan orang. Dalam perkembangannya, deretan pertokoan memadati jalanan di pusat kota. Bar dan rumah bordil juga mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Kejayaan Darwin berakhir pada awal 1900-an seiring dengan tutupnya pertambangan perak dan timah di sana. Jangankan bar, toko pun tak terlihat lagi di kota tersebut. Untuk membeli aneka barang kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa menempuh perjalanan jauh. Sebab, toko kelontong yang terdekat pun terletak di lokasi yang jaraknya sekitar 145 kilometer dari Darwin.

’’Saya sadar bahwa selalu ada yang harus dikorbankan untuk dapat bertahan hidup di kota yang cantik dan alami seperti ini,’’ ujar John Rothgeb, salah seorang warga yang kini usianya sudah menginjak 67 tahun, dalam wawancara dengan Los Angeles Times. Karena itu, dia rela berkendara jauh hanya untuk membeli barang-barang kebutuhan hidup.

Sayang, kaum muda di Darwin tak sependapat dengan sikap Rothgeb. Meski mengaku tak ada yang mengalahkan keindahan alam kota kelahiran mereka, anak-anak muda di sana memilih untuk menjalani kehidupan yang jauh lebih mudah di luar kota. Karena itu, tak ada seorang pun warga berusia di bawah 24 tahun di kota tersebut. Mereka yang memilih bertahan di sana hanyalah pasangan lanjut usia (lansia).

Meski alamnya memesona, kota yang dibangun Darwin French pada 1874 itu tidak pernah dikunjungi wisatawan. Maklum, tak ada sentuhan modernitas di Darwin. Kota mati itu belum tersentuh internet. Sinyal telepon di wilayah pegunungan tersebut juga lemah. Jangan harap menemukan panduan wisata soal Darwin di internet. Atau, menemukan lokasi kota mati itu dengan bantuan satelit.

Satu-satunya alat komunikasi yang menghubungkan 43 penduduk Darwin dengan dunia luar hanyalah kantor pos. Karena itulah, kantor pos menjadi satu-satunya lokasi yang paling hidup di kota tersebut. ’’Biasanya, warga berkumpul di kantor pos pada siang hari,’’ kata Rothgeb sebagaimana dikutip Daily Mail awal pekan lalu. Sayangnya, pemerintah setempat berencana menutup kantor pos itu tahun depan. (dailymail/hep/dwi)

Donna Agnesia: Berharap Aksi Gaga tak Berlebihan

Sebagai penggemar musik, Donna Agnesia gembira menyambut kehadiran penyanyi top asal Amerika, Lady Gaga. Namun dia menghawatirkan adanya sinyalemen penolakan pengurus MUI Pusat, yang  menganggap aksi panggung The Mother Monster itu terlalu eksotis.

Makanya cewek kelahiran Jakarta, 8 Januari 1979 ini sangat berharap, agar pertunjukan bisa berlangsung tanpa harus mengenyampingkan masukan organisasi keagamaan tersebut.

“Kalau datang  ke Indonesia, memang  harus disesuaikan. Setidaknya promotor dan panitia yang mendatangkan Lady Gaga memberitahunya, agar konsernya tidak berlebihan,” ujar Donna di Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Menurut bekas pacar Okan Karnelius ini, Lady Gaga memang dikenal dunia bukan hanya karena lagu-lagunya yang hits, tetapi juga performa yang eksentrik di panggung.

“Yang aku tungguin selain lagu-lagunya, pastinya konsep konser yang bakalan unik dan berbeda. Gaga penyanyi fenomenal. Jadi cukup disesuaikan saja, khususnya saat menyanyi dan  performa nya,” ujar Donna.

Lebih lanjut, ibu tiga anak ini mengakui gaya panggung Gaga nyeleneh dan cenderung kontroversial. Karena itu, Gaga diharap harus mengerti kultur budaya ataupun keadaan masyarakat setempat.

“ Meski dipertentangkan, tapi kita ambil positifnya. Semoga pihak panitia bisa yakinkan dia agar konsernya nggak kelewat batas,”katanya.
Pelantun Aku Cinta Kamu Cinta ini menilai seorang artis harus punya pamor berbeda agar dikenal. Donna melihat Gaga sebagai selebtiris fenomenal karena bisa memadukan bakat nyanyi, olah panggung dan konsep artistik properti diri. Hal itu jadi bahan pembelajaran artis Indonesia.
“Sah-sah saja konser mewah dan heboh. Aku yakin artis Indonesia bisa belajar membuatnya,” ucapnya.  (ins/jpnn)

Pembalap Tim Yamaha Raih IMI Award

MEDAN-Pembalap asal Medan M Irvansyah Putra Lubis dan Agung Febri akan mendapat pengharaan IMI Award yang akan dilangsungkan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (27/3) mendatang.

Kedua pembalap yang membela tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI Yonkjaya TDR AHRS Medan mendapat penghargaan dari IMI Pusat karena prestasi membanggakan selama musim balapan tahun 2011.

Manajer tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI Yonkjaya TDR AHRS Medan, Apmansyah Tanjung kepada wartawan di Medan, Sabtu (24/3) mengatakan, penampilan yang konsisten pada sepanjang seri balapan Kejuaraan Nasional Motoprix Indonesia Region I 2011 membawa M Irvansyah Putra Lubis merebut mahkota juara Region I Su­matera, sehingga ia akan mendapat penghargaan IMI Award.

“M Irvansyah patut bangga karena bersama Yamaha Vega ZR dan New Jupiter Z yang ditungganginya di kelas MP5 dan MP6, mampu mendominasi balapan di sepanjang seri tahun 2011 ini. Tak satu seri pun dilalui tanpa naik podium. Ini menjadi hasil yang membanggakan bagi dunia olahraga otomotif di Medan maupun Sumatera Utara,” kata Apmansyah Tanjung.

Dominasi M Irvansyah dikukuhkan setelah di seri terakhir Kejurnas Motoprix 2011 yang berlangsung di Sirkuit NP STQ Bengkulu, akhir Oktober tahunh lalu, menjadi yang tercepat. Yamaha Vega ZR tunggangannya tak terlawan saat bertarung sengit para racer tuan rumah di kelas MP5. Begitu juga dengan ketangguhan Yamaha New Jupiter Z nya, yang sama sekali tak tersaingi di kelas MP6.

“Settingan motornya memang mendukung, dan saya hampir tidak mengalami masalah di sepanjang seri. Dan penghargaan dari IMI Pusat nanti kami persembahkan kepada masyarakat otomotif Sumut,” ujar M Irvansyah di Medan.

Selain M Irvansyah, tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI Yonkjaya TDR AHRS Medan juga menempatkan satu rider lainnya untuk meraih penghargaan IMI Award. Ia adalah Agung Febri, yang selama balapan tahun 2011 turun menggeber Yamaha New Jupiter Z di kelas MP3. Agung Febri yang mendapat persaingan sengit di sepanjang seri regional, mampu mempertahankan eksistensinya di jajaran papan atas klasemen.
Racer bernomor 2 ini di sepanjang seri regional harus ber­saing ketat dengan racer-racer asal Lampung maupun Sumsel. Bahkan Agung juga mendapat perlawanan ketat dari para kompetitor Yamaha. Namun berkat ketangguhan motor dan kemampuannya di atas lintasan, Agung pun tampil sebagai juara seri balapan Kejuaraan Nasional Motoprix Indonesia Region I 2011.

Apmansyah Tanjung, mengaku puas dengan hasil yang diraih di sepanjang seri Kejurnas Motoprix 2011, dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Irvansyah dan Agung Febri yang telah membawa nama harum Sumatera Utara. “Kami sangat puas dengan hasil balapan tahun 2011, apalagi sampai mendapat penghargaan dari IMI Pusat,” katanya. Tanjung berharap para pembalap muda ini terus berprestasi ke depannya baik tingkat regional maupun nasional. “Even berskala nasional maupun PON XVIII sudah menunggu. Jadi kami harap mereka terus giat berlatih, mengasah kemamapuannya agar prestasinya meningkat,” ujar Tanjung. (jun)