Home Blog Page 13787

Nabrak Lobang, Ditabrak Truk

Muhammad Angga Pratama Panjaitan (9) meregang nyawa setelah sepeda motor Honda Blade yang dikemudikan ibunya, Yuni (32) terjatuh menabrak lobang di saat melintas di depan SPBU di Jalan Kapten Sumarsono Helvetia, Medan, Selasa (20/3) siang.

Pengakuan Aiptu K Nasution, petugas Satlantas Polresta Medan yang mengantarkan jenazah korban ke RSU dr Pirngadi Medan, korban berbonceng dengan ibunya dan melintas di Jalan Kapten Sumarsono. Tepat di depan SPBU, ibunya menabrak lubang dan sepeda motor yang dikemudikannya terjatuh.
“Keduanya terjatuh ke sebelah kanan,” katanya, saat di instalasi jenazah RSU dr Pirngadi Medan.

Tiba-tiba sebuah truk dari arah belakang menabrak korban. “Korban sempat dibawa ke rumah sakit di Helvetia. Namun, nyawa korban tak dapat terselamatkan dan korban meninggal,” akunya.

Warga Jalan Sei Mencirim, Kompleks Suka Maju, Sunggal itu mengalami luka di kepala, seluruh tubuh luka lecet.
“Sedangkan ibunya juga mengalami luka lecet dan sedang ditangani petugas medis,” sebutnya. (jon)

Cara United Menekan City

WOLVERHAMPTON -Cara Manchester United merespons kegagalan di Europa League (15/3) adalah dengan mengandaskan lawan dengan skor telak. Memberondong lima gol tanpa balas ke gawang Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, cukup bagi United untuk mengancam rival utamanya musim ini: Manchester City.

Seperti saat mengalahkan Bolton, Javier “Chicharito” Hernandez memborong dua gol kemenangan United. Dua gol Chicharito tadi malam diciptakannya pada menit ke-56 dan ke-61. Sedangkan tiga gol lainnya dibagi rata Jonny Evans (21’), Antonio Valencia (43’), dan Danny Welbeck di masa injury time babak pertama.

“Saya kira tidak ada yang spesial dari kemenangan kami. Bermain dengan sepuluh orang menyulitkan mereka (Wolves) dan kami memanfaatkannya,” sahut pelatih United Sir Alex Ferguson di kesempatan terpisah.

Kondisi tersebut jelas memberi tekanan berat The Citizens – sebutan City – saat menghadapi Chelsea. Apalagi calon lawan tengah dalam menikmati masa bulan madu di tangan pelatih interim Roberto Di Matteo. Di Matteo mencatat kemenangan keempatnya dengan mengeliminasi Leicester City 5-2 di perempat final Piala FA. (dns/jpnn)

Lanjutkan Mimpi

Juventus vs AC Milan

TURIN- Satu langkah di final Coppa Italia sudah terjejak kala Juventus mampu menang 1-2 di San Siro. Kini leg kedua digelar di Juventus Stadium. Apakah peluang akan tersia?

“Kami akan terus berusaha tampil maksimal. Kami sadar lawan di depan sangat berat, tapi kami akan melanjutkan mimpi untuk trofi,” kata Antonio Conte-peracik taktik Juventus di situs resmi klub seperti dilansir Goal.

Demi capaian maksimal, Conte bakal tak banyak ubah gaya. Pola 3-5-2 kemungkinan masih digeber.
Lini belakang Juve bakal segera dengan kembalinya Giorgio Chiellini dari cedera. Dia akan masuk line up, jika kebugaran terakhir oke bersama Leonardo Bonucci dan Martin Caceres, yang mencetak dua gol untuk Nyonya Tua di leg pertama.

Di depan, mungkin Alessandro Del Piero akan bersaing dengan Marco Borriello. Sedangkan di tengah, Andrea Pirlo masih akan jadi andalan.
Sebaliknya, Milan berusaha mencuri gol demi defisit agreagt. Bos Milan, Massimiliano Allegri juga bakal tegar karena skuadnya terbilang aman. Philippe Mexes, Clarence Seedorf dan Gennaro Gattuso sudah kembali dan bisa tampil. Itu bisa jadi angin segar di saat skuad keletihan karena baru saja tampil di liga.
“Yang jelas target kami adalah memperkecil defisit agregat. Setelah itu tercapai kami akan berusaha menang walaupun kami sadar laga ini bakal sulit,” kata Allegri.

“Usaha terbaik akan kami lakukan. Coppa Italia tetap incaran kami musim ini. Dan tentu saja kami ingin mencapai final,” sambung Allegri di Goal. (ful)

Talasemia Renggut Nyawa si Bungsu

Mereka yang Berjuang Mendampingi Anak-anak Penderita Talasemia

Banyak alasan yang membuat Syarmawaty (51) peduli terhadap para penderita thalasemia. Betapa tidak, berkisar 4 tahun silam atau tepatnya di tahun 2008, penyakit thalasemia telah merenggut putri bungsunya.

Bersama para orangtua yang juga memiliki anak menderita Talasemia, Syarmawaty mendirikan Perhimpunan Orangtua Penderita Talasemia (POPTI) Wilayah Sumut.

Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal. Akibatnya penderita Talasemia akan mengalami gejala anemia diantaranya pusing, muka pucat, badan sering lemas, sukar tidur, nafsu makan hilang, dan infeksi berulang. Talasemia tidak dapat disembuhkan. Untuk bisa bertahan, si penderita harus menjalani perawatan secara terpadu seperti transfusi darah setiap bulannya.

“Khairunnisa, putri bungsu saya didiagnosa oleh dokter menderita Talasemia pada usia 2 tahun. Awalnya saya selaku orangtua merasa curiga, tubuh anak saya pucat, lemas, nggak selera makan dan sering demam. Lalu kami membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa secara lengkap. Ternyata kecurigaan saya terbukti, Nisa menderita Talasemia,” kata Ketua Popti wilayah Sumut ini saat ditemui dikediamannya di Jalan Pintu Air IV Komplek Politeknik No.27 Medan.

Sejak itu, Nisa menjalani aktifitas seperti anak seusianya. “Seperti biasa, Nisa sekolah, tapi tiap bulan dia harus menjalani transfusi darah dan terapi pengobatan zat besi. Kalau Hemoglobinnya sangat rendah, anak saya sering merasa pusing dan lemas. Kalau sudah begitu, darah yang ditransfusi harus banyak bisa mencapai dua kantong darah,”ujarnya.

Disebutkannya, Nisa juga nggak boleh capek. ‘’Nisa tau memiliki kelainan darah. Tapi dia nggak pernah sedih. Di usianya yang ke-13 tahun, anak saya pergi untuk selamanya karena penyakit komplikasi yang juga dideritanya,” kata Syarmawati.

Menurutnya, jika sudah sering melakukan transfusi darah maka zat besi akan terus menumpuk di limpa. Akibat penumpukan itu maka limpa akan membesar. Pada beberapa kasus jika limpa sudah terlalu besar maka organ limpa harus diangkat. “Bahkan jika terlalu sering transfusi darah saat hemoglobinnya sangat rendah, ini juga pemicu membesarnya limpa. Kalau limpa sudah diangkat, maka akan mudah terserang virus penyakit serta bisa mengalami komplikasi,” ujarnya. Sama halnya dengan Mursida Siregar (45) selaku Bendahara POPTI wilayah Sumut. Awalnya tidak mengetahui kalau putri keduanya mengalami Talasemia. “Dulunya saya pikir, putri saya terkena palasik karena wajah dan tubuhnya pucat saat usia 8 bulan. Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh ternyata anak saya menderita Talasemia. Setelah itu, anak saya menjalani transfusi darah setiap bulannya ke RSUP H Adam Malik. Namun saat usianya memasuki 9 tahun, anak saya nggak tertolong lagi,” terangnya.

Namun, berbeda dengan Zulkifli (45) yang merupakan Humas POPTI wilayah Sumut. Karena Talasemia, putranya, Ibnu Hajar (16) harus putus sekolah saat duduk di kelas 2 SMP. “Tubuh anak saya sempat drop. Sebagai penderita talasemia dia nggak boleh capek. Akhirnya dia nggak sekolah lagi. Setiap bulan saya harus membawanya ke RSUP H Adam Malik Medan untuk tranfusi darah dan dia juga membutuhkan hingga 4 kantong darah golongan O,” urainya. (mag- 11)

Dapat Dicegah dengan Screening Test

Di RSUP H Adam Malik Medan sendiri saat ini ada sekitar 60 anak penderita talasemia yang harus tranfusi darah serta menjalani rawat inap. “Sejak POPTI wilayah Sumut dibentuk dari 2006 lalu, sudah ratusan anak talasemia yang kita dampingi. Masalah kita hadapi hingga kini adalah kurangnya stok darah. Padahal darah ini sangat urgen bagi penderita talasemia. Per bulannya, kita membutuhkan dari 130-150 kantong darah. Namun, jumlah sering tidak tercukupi,”ujar Zulkifli Humas POPTI wilayah Sumut.

Pihaknya juga berharap, adanya ruang khusus untuk para penderita talasemia. “Di RSUP H Adam Malik, ruangannya hanya cukup untuk 3 anak saja. Sedangkan penderita talasemia ini semakin banyak. Padahal kenyamanan sangat dibutuhkan anak-anak talasemia. Kita ingin hal ini menjadi perhatian. Pengurus POPTI wilayah Sumut ada 8 orang yang masing-masing memiliki anak talasemia,” bebernya.

Sebenarnya, katanya, talasemia dapat dicegah dengan melakukan screening test atau pemeriksaan darah. “Dari pemeriksaan ini kita bisa peroleh kesimpulan apakah si ibu mempunyai gen talasemia atau tidak. Jika salah satunya memiliki gen talasemia, ataupun keduanya memiliki gen itu, maka DNA si janin harus dicek. Kalau si janin terbukti menderita talasemia yang mewarisi kedua gen dari ayah-ibunya maka hanya ada dua pilihan. Hentikan kehamilan atau teruskan kehamilan. Jika pilihannya adalah teruskan kehamilan maka kedua orang tua si anak harus menerima konsekensi yaitu si anak terlahir dengan penyakit talasemia seumur hidup,” ucapnya. (mag-11)

19-0

Barcelona vs Granada

KALI ini takkan ada cerita layaknya kisah David dan Goliath saat Granada berkunjung ke Stadion Nou Camp dalam lanjutan La Liga Primera jornada ke-28, dini hari nanti.

Barcelona, tim raksasa asal Spanyol nampaknya akan mudah melumat tim liliput Granada, meski pada pertemuan pertama yang berlangsung di kandang Granada, 25 Oktober 2011 lalu, Los Blaugranas hanya menang 1-0.

Motivasi untuk terus menguntit Real Madrid yang berada di puncak klasemen dengan keunggulan delapan angka, seakan terus dipelihara punggawa Los Blaugranas, meski jika mereka mau jujur, sesungguhnya mustahil bagi anak asuh Pep Guardiola menyalip posisi seteru abadinya itu.
Namun perlu diingat jika marwah Barcelona sebagai pemegang 21 gelar juara La Liga harus tetap dijaga. Dua kekalahan dari tim sempilan  Getafe (0-1) dan Osasuna (2-3) tak harus terulang.

Selain hal tersebut, selama ini Barcelona pun terlihat sangat dominan setiap kali menjamu Granda di Nou Camp. Betapa tidak, dari 18 pertemuan yang sudah terjadi di sana, Blaugranas memenangkan seluruh laga.

Nah, peluang untuk menorehkan kemenangan ke-19 atas Granada pun terlihat semakin terbuka pasca gelandang enerjik milik Granda Carlos Martins, yang pekan lalu mencetak satu gol saat membantu timnya menang 2-1 atas Sporting Lisbon dipastikan absen.

“Konsentrasi harus tetap dijaga sehingga kami bisa memaksimalkan semua pertandingan yang dilakoni. Apalagi, setelah ini kami bakal menjalani tiga laga berat, yakni bertandang ke markas Mallorca dan dua kali menghadapi AC Milan,” bilang Pep Guardiola, entrenador Barcelona.
Terpisah, pelatih Granada Abel Resino menyadari timnya hanya  menjadi ajang pemanasan bagi skuad Barcelona yang akan berlaga di babak perempat final Liga Champions.

Karenanya Resino kembali meminta anak asuhnya untuk tampil all out sebagaimana yang mereka perlihatkan saat menekuk Sporting Gijon akhir pekan lalu.

“Itu (semangat, Red) yang menjadi modal kami dalam memenangi pertandingan. Bukan hanya saat menghadapi Gijon, ketika kami menang 4-1 atas Real Sosiedad, hal tersebut pun memiliki peran yang sangat besar,” bilang Abel Resino, entrenador Granada.

Resino boleh optimis namun dirinya tetap harus realistis dengan peluang timnya. Pasalnya,  fakta membuktikan terakhir kali Granda mengalahkan Barcelona adalah pada 9 April 1972. Dan itu sudah berlalu 40 tahun yang lalu.

Artinya, kemenangan 2-0 yang diraih Granada atas Barcelona itu takkan mampu menghalangi langkah Blaugranas membukukan rekor 19 kemenangan tanpa kalah atas Granada di Nou Camp. (*)

Messi tak Pernah Puas

LIONEL Messi sulit dilepaskan dari kisah sukses Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Penyerang asal Argentina ini mencetak 189 gol dalam empat musim terakhir dan ikut membantu Blaugrana berjaya di Spanyol, Eropa, dan dunia.

Sebagai pembuktian kehebatan Messi, puluhan penghargaan telah diraih pemuda kelahiran 24 tahun lalu itu. Yang paling bergengsi tentu saja predikat pemain terbaik dunia dalam tiga tahun belakangan.

Dengan capaian semacam itu, Messi ternyata masih ingin terus menaikkan level permainannya dan tak mau berhenti belajar.
“Tahun demi tahun saya tumbuh dan berkembang. Saya cukup beruntung memulai karier dari usia sangat muda dan saya selalu memiliki rekan-rekan yang sangat baik di sekitar saya. Ini telah membantu saya dan bagaimana saya bermain,” jelas Messi kepada The Sun.
“Bahkan sekarang saya berpikir masih bisa mengeluarkan banyak hal. Saya sama sekali belum mendekati puncak performa saya. Saya masih muda dan masih berkembang sebagai pemain,” imbuhnya.

“Saya tak akan pernah berhenti belajar. Bahkan, kalau saya sudah berhenti bermain,” bilang Messi. (net/jpnn)

Foto Syur Beredar Jenny Cortez Stress Berat

Lagi-lagi foto-foto syur aktris seksi Jenny Cortez tersebar di internet. Bintang film ‘Air Terjun Pengantin’ itu pun kini dikabarkan mengalami stres berat. Hal tersebut diungkapkan oleh sang manajer Ika Maulani. Menurutnya saat ini Jenny belum mau berkomentar lantaran mengalami stres.

Sorry, Jenny belum mau ngomong. Stres banget dia kayaknya,” ungkapnya saat dihubungi  Senin (19/3).

Lebih jauh kata Ika, foto-foto syur yang tersebar di internet tersebut memang benar Jenny.  Namun,  ia sendiri belum mengetahui kapan dan di mana foto tersebut diabadikan. “Itu memang Jenny ya mukanya. Tapi aku sendiri belum dikasih tahu itu kapan, dimana dan kenapa bisa sampai begitu (tersebar),” jelasnya.

Ika pun meminta agar media jangan membesar-besarkan berita tersebut. “Sudahlah, jangan dibesar-besarin dulu, kasihan kan Jenny,” tandasnya ketus.
Foto-foto yang tersebar tersebut memperlihatkan Jenny berada di sebuah pantai dengan mengenakan bikini bersama dua orang pria. Dalam beberapa foto, ia tampak bertelanjang dada.

Jenny Cortez lahir di Jakarta pada tanggal 8 oktober 1987. Gadis yang merupakan bungsu dari dua bersaudara ini  punya hobi belanja, travelling, dan pergi ke club malam.

Namanya mulai jadi perbincangan saat ia dikabarkan menjadi orang ketiga retaknya hubungan Deddy Courbuzier dan Kalina. Jenny juga tersandung foto-foto seronok yang beredar di internet. Sempat muncul kabar foto-foto ini berasal dari casting film Air Terjun Pengantin, namun sang produser, Ody Mulya, membantah hal ini. Sementara itu, Jenny sendiri memang mengakui itu adalah fotonya untuk pemotretan majalah pria dewasa, tapi tidak termasuk foto yang nude dan topless.

Dalam hubungan pribadinya, Jenny sempat mengalami cinta lokasi dengan salah satu pemain ATP, Andrew Ralph Roxburgh, namun hubungan ini tak berlanjut. Jenny juga pernah dekat dekat pesinetron Ferry Ardiansyah.  (bbs/net)

Cavani Harusnya Hat-trick

Udinese vs Napoli

UDINE – Empat gol, dua kartu merah, dan satu penalti mewarnai duel Udinese versus Napoli di Stadio Friuli kemarin. Udinese sempat di atas angin setelah memimpin dua gol melalui Giampiero Pinzi pada menit ke-28 dan Antonio Di Natale pada menit ke-52.

Kendati harus kehilangan striker Diego Fabbrini pada menit ke-59 yang diusir keluar lapangan, Udinese masih mampu mempertahankan keunggulan.  Namun, kartu merah kedua yang diterima pelatih Udinese Francesco Guidolin saat melakoni laga keseratus bersama klub berjuluk Zebrette tersebut membuat mental penggawa Udinese goyah.

Hasilnya, Napoli mendapat peluang memperkecil skor lewat titik penalti pada menit ke-75.  Sayang, Edinson Cavani gagal menjalankan tugas. Tendangan striker internasional Uruguay tersebut ditepis kiper Udinese Samir Handanovic. Tapi, Cavani tidak putus asa. Hanya dalam rentang empat menit, striker gondrong itu mencetak dua gol untuk membuat skor akhir menjadi 2-2.

Hasil seri praktis tidak memengaruhi posisi kedua tim di klasemen sementara. Hingga giornata ke-28, Napoli dan Udinese tetap menempati masing-masing peringkat keempat dan kelima dengan 47 angka. Kedua tim hanya terpaut satu angka dari peringkat ketiga Lazio yang beberapa jam sebelum laga di Friuli takluk 0-1 di kandang Catania.

“Kedua tim memiliki kesempatan merebut peringkat ketiga dan pertandingan berjalan ketat,” kata allenatore Napoli Walter Mazzarri di situs resmi klub.
“Kami tertinggal dua gol di babak pertama, tapi kami tidak kalah secara permainan. Kami justru membuat lebih banyak peluang dibandingkan Udinese. Secara keseluruhan, kami layak menang seandainya penalti itu masuk,” sambungnya.

Mazzarri pun tidak menyalahkan Cavani atas kegagalan penalti. Sebelum Cavani, Marek Hamsik juga pernah gagal mengeksekusi tendangan 12 pas di Serie A musim ini. “Tidak ada masalah dengan penendang penalti kami. Dalam latihan, mereka melakukannya dengan baik. Marek dan Edinson masih muda dan dalam penalti, keberuntungan juga menentukan,” jelasnya.

Dari kubu Udinese, wasit Gianluca Rocchi menjadi sasaran atas hasil imbang. Presiden Udinese Giampaolo Pozzo menyebut kepemimpinan wasit sangat menyedihkan. ?Wasit benar-benar tidak layak memimpin pertandingan. Selama 26 tahun di sepak bola, saya tidak pernah melihat kesalahan wasit yang begitu fatal,? komplain Pozzo di Sky Italia.

Berbeda dengan Pozzo, Guidolin tidak ingin berkonfrontasi dengan pengadil lapangan. Untuk diketahui, Guidolin diusir karena protes atas penalti Napoli. “Diusir di laga spesial memang tidak menyenangkan. Tapi, saya bisa apa. Keputusan itu sudah tepat,” ucapnya. (dns/jpnn)

Massimo Moratti yang Mendadak Pemaaf

Jika melihat kondisi Inter Milan saat ini yang kian mengenaskan, pandangan publik tentu tertuju pada sosok Claudio Ranieri. Sang pembesut strategi yang kini kian getir menerima hujatan atas sederet hasil buruk yang diraihnya.

Catatan: Doni Hermawan

Bayang-bayang pemecatan terus menghantuinya. Teranyar The Tinker Man membawa Inter menyingkir dari hingar bingar pentas Eropa ala Liga Champions. Dilengkapi Minggu (18/3) kemarin, Ranieri masih juga belum menghadirkan senyum bagi para Interisti. Hasil imbang tanpa gol kontra Atalanta di Giuseppe Meazza melanjutkan kisah getir Ranieri.

Setiap hasil buruk yang ditorehkan pria berusia 60 tahun itu, pandangan tentu akan tertuju pada sosok Presiden Inter Massimo Moratti. Penghuni tribun kehormatan Stadion Giuseppe Meazza terkenal ringan tangan untuk urusan gonta ganti pelatih. Namun Ranieri digolongkan orang beruntung karena berulang kali mendapat pengampunan dari salah satu raja minyak Italia itu.

Pengampunan Moratti dimulai saat Ranieri memulai kisah buruk dari markas Lecce, Stadion Via Del Mare di awal Januari. Kekalahan 0-1 diikuti rentetan hasil buruk lainnya. Ditahan Palermo (4-4), dikandaskan mantan klubnya AS Roma (4-0) lalu diluluhlantakkan tim promosi Novara (0-1) dan Bologna (0-3) di Giuseppe Meazza. Belum kering lagi luka, Marseille (0-1) dan Catania (2-2) menabur garam.

Kurang dari sepekan berikutnya, Ranieri kembali mempertaruhkan ‘nyawanya’ di Mark Antonio Bentegodi, markas Chievo. Bahkan kali ini sangat krusial karena bertepatan dengan ulang tahun ke 104 Il Biscione yang jatuh 9 Maret.

Selain untuk menyelamatkan karir kepelatihannya, Ranieri tentu tak mau dicap “raja tega” memberikan kado kekalahan kepada klub dan fans.
Pencapaian sederhana itu akhirnya didapatkan Ranieri. Samuel dan Milito lewat golnya membuat Ranieri punya kado kecil untuk ultah si Hitam Biru. Luapan kelegaan atas beban yang demikian berat hadir lewat mata yang berkaca-kaca.

Ranieri memang sukses membuat Moratti tersenyum waktu itu. Namun masih dalam suasana perayaan empat hari berselang, senyum itu berubah getir karena Inter tak bisa melewati hadangan Marseille. Milito dan Pazzini memang sukses membuat Si Hitam Biru menang 2-1. Tapi itu kemenangan terpahit Inter. Lewat satu kesempatan, striker pengganti  Les Phoceens-julukan Marseille-Brandao mengeliminasi Inter dari kompetisi terbaik Eropa itu.
Tak ada maaf! Begitu pikir kebanyakan orang. Seiring wajah Moratti yang kian memerah menahan malu. Tapi nyatanya lagi-lagi kita mendapati reaksi yang sangat santun dari seorang Moratti. Kata-kata bijak Moratti memastikan posisi Ranieri aman. Setidaknya hingga akhir musim.

“Pada malam seperti ini saya tidak merasa seperti mengambil tindakan apapun. Saya tidak melihat bagaimana Ranieri yang harus disalahkan, itu lebih berkaitan dengan keberuntungan tim klub Perancis asuhan Deschamps. Jika kita telah kehilangan 4-0, saya mungkin telah melihat sesuatu yang berbeda, tetapi setelah memasukkan dua gol saat berakhirnya pertandingan saya tidak merasa saya bisa memberikan penilaian negatif. Ranieri tidak layak mendapatkannya,” katanya di laman resmi Inter.

Menilik sosok Moratti yang mendadak pemaaf publik Italia atau bahkan sepak bola dunia pantas saja heran. Ini bukan karakternya, mengingat kegemarannya gonta-ganti pelatih sejak mengambil alih tampuk kepemimpinan Inter di tahun 1995. Tercatat 16 nama pelatih (Luciano Castellini dan Roy Hogson menjabat dua kali-Red) silih berganti dalam perjalanan 16 musim sebagai pemberi instruksi dari pinggir lapangan. Artinya rata-rata Moratti mengganti pelatih setiap musim. Korban terakhir, Gianpiero Gasperini yang hanya bertahan enam laga.

Bandingkan dengan Manchester United dan Arsenal yang setia dengan satu nama selama lebih dari satu dekade (Alex Ferguson 25 musim dan Arsene Wenger 16 musim-red). Keduanya memang kerap menghadirkan deretan trofi di lemari klub. Satu yang perlu dicatat, keduanya juga tak selalu membuat tim berpesta setiap musim. Kegagalan tak lepas dari perjalanan mengarsiteki klub.

Menilik sosok Moratti yang sangat ambisius bisa dibilang untuk pembuktian diri. Angelo Moratti, ayahnya adalah presiden tersukses Inter sepanjang masa. La Grande Inter pada masanya dibuktikan dengan dua gelar Piala Champion (belum berformat setengah kompetisi-red) 1964 dan 1965, serta 3 titel Serie A dan 2 Piala Interkontinental. Karena itu Moratti tak ingin kalah dari ayahnya dalam waktu yang singkat.Pembelian nama-nama beken pemain dunia dengan kocek tinggi dan pergantian pelatih yang dianggap tak berkontribusi positif adalah upaya menyamai prestasi ala Moratti.

Tapi Moratti kini berevolusi menjadi lebih penyabar. Moratti ternyata kini coba lebih jeli melihat sederet hasil buruk Tinker Man. Bukan hal yang mudah mendongkrak kembali Inter peninggalan Gasperini yang saat itu berada di posisi 18 klasemen. Nah, Ranieri punya andil sempat melesatkan Inter ke posisi tiga dengan 10 kemenangan sebelum Januari.

Musim 2011/2012 yang pasti dilalui Inter tanpa gelar kemungkinan besar membuat pengusaha minyak Italia itu memasrahkan diri. Zanetti dkk yang selama satu dekade terakhir ini membanggakannya dengan lima gelar seri A, satu gelar Champions, tiga gelar Coppa Italia, dan tiga gelar Super Italia itu tidak sedang berada dalam performa, mental dan kondisi hati yang masuk kategori baik untuk menaiki sebuah altar juara. Tiket ke Liga Champions musim depan juga terasa sangat jauh dari genggaman dengan posisi Inter yang terjerambab di posisi tujuh klasemen sementara. Kali ini Moratti memberi Ranieri kesempatan 10 partai lagi.

Apakah kini sang presiden tak lagi penganut paham instan untuk melahirkan prestasi? Sangat dini untuk menyimpulkan. Yang pasti Appiano Gentile-markas Inter sudah terbiasa menjadi saksi datang dan perginya para peracik taktik. Entah itu pekan depan, bulan depan, atau musim berikutnya. (*)

Jeng Kelin Laporkan Calon Suami ke Polisi

Artis kocak Nycta Gina (Jeng Kelin) sedang tersandung masalah. Sang kekasih Rizal Diansyah dituding melakukan penipuan dan penggelapan. Rizal pun telah dipolisikan.

Pria bernama Dapi Jamaludin melaporkan Rizal ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya pada Februari 2012 lalu. Laporan Dapi tercatat pada tanda bukti lapor dengan nomor 548/II/2012/PMJ/Ditreskrimum.

“Ini sebenarnya kasus sudah lama. Periode Maret hingga Juli 2011 lalu kejadiannya,” tutur Dapi  Senin (19/3)
Dapi pun menceritakan awal mula kejadian yang membuatnya rugi sekitar Rp 90 juta itu. Namun, Dapi belum mau mengungkapkan secara gamblang dugaan penipuan yang dilakukan Rizal, yang tak lain rekan bisnisnya.

“Kerugian Rp 90 juta, karena uang yang saya setor awalnya Rp 200 juta hanya kembali sekitar Rp 110 juta. Janji-janji selalu ada, tapi sampai sekarang nggak jelas,” rincinya.

Dalam laporannya ke polisi, Dapi menyebut penggelapan uangnya sebesar Rp 90 juta yang diduga dilakukan kekasih Nycta Gina itu di kawasan Tebet, Jakarta Selatan dan Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur pada 24 Maret 2011.

Meski belum jelas bentuk penipuan dan penggelapan seperti apa yang dituduhkan kepada Rizal, Dapi bulat untuk membawa masalah tersebut ke jalur hukum.

Rizal merupakan seorang pengusaha yang juga kekasih dari artis Nycta Gina. Keduanya dikabarkan sudah merencanakan pernikahan.
Menanggapi  kasus yang tengah menimpa kekasihnya tersebut, Nycta cuek dan mengaku tidak ingin mencampuri urusan pacarnya tersebut. “Selama ini sih tahunya baik-baik aja, enggak ada masalah kok,” kata artis yang bersuara cempreng itu.

Kalaupun kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan ke polisi itu benar, Nycta hanya bisa memberikan support kepada Rizal. “Aku akan terus berikan support kalau terjadi apa-apa. Aku akan mendoakan yang terbaik,” ujar Nycta yang enggan berkomentar banyak.

Menurut perempuan bernama panjang Rizna Nyctagina itu, persoalan yang kini menimpa Rizal bisa terjadi pada semua orang. Hanya saja, selama ini, kata dara kelahiran Jakarta, 3 November 1984, yang pernah bermain di film Poconggg Juga Pocong, itu kekasihnya tadi tidak pernah bercerita mengenai apa yang dituduhan itu.

Meski begitu, Nycta mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar berita tersebut. Apalagi selama berpacaran, Nycta yang juga dokter umum ini mengetahui benar pribadi Rizal. “Aku tahu Rizal ini pekerjaannya baik. Tetapi aku enggak tahu jika ada kasus seperti itu,” kata Nycta yang juga bermain di banyak sinetron ini. (bbs/net)