Home Blog Page 13789

Kemenangan ke-13

MIAMI – Sumbangan 31 poin dari Dwyane Wade, di mana 14 diantaranya dicetak di kuarter keempat, membawa Miami Heat mengalahkan Orlando Magic 91-81. Ini merupakan kemenangan kandang mereka yang ke-13 berturut-turut.

Dalam laga di American Airlines Arena, Miami, pada Minggu (18/3) malam waktu setempat atau Senin (19/3) pagi WIB yang disaksikan langsung oleh bintang tenis asal Inggris Andy Murray, Big Three Heat tampil gemilang.

Chris Bosh menambah dengan 23 poin dan LeBron James membuat double-double dengan 14 poin, 12 rebound plus tujuh assist dan lima steals bagi Heat. Assist LeBron kepada Bosh saat laga tinggal 3:46 lagi di kuarter keempat berhasil diselesaikan Bosh dengan tembakan tiga angka sekaligus membawa Heat unggul 84-73.

Wade pun tak mau kalah beraksi. Assist Wade kepada Shane Battier berhasil diselesaikan Battier dengan lemparan tiga angka sehingga membuat Heat unggul 87-75 saat laga tinggal dua menit lagi. Total Wade membuat empat assist.

Kemenangan ini membuat rekor menang-kalah Heat menjadi 33-11 dan masih menempati peringkat kedua Wilayah Timur di bawah Chicago Bulls yang mencatat 37-10.

Dari kubu Magic, bintang andalan mereka yang tidak jadi hengkang, Dwight Howard membukukan double-double 18 poin dan 11 rebound. Small forward Quentin Richardson menyumbang 15 poin. Point guard Jameer Nelson membuat 15 poin. Serta shooting guard Jason Richardson menciptakan 12 angka.
Posisi Magic di Wilayah Timur masih berada di tempat ketiga atau persis di bawah Heat dengan 29-17. Laga mereka selanjutnya adalah menghadapi Bulls. (net/jpnn)

Milik Azarenka dan Federer

INDIAN WELLS – Victoria Azarenka mengklaim gelar perdananya di turnamen WTA Indian Wells. Azarenka menjadi juara setelah mengalahkan Maria Sharapova 6-2 6-3.

Petenis nomor satu putri itu terus melanjutkan performa mengejutkannya di musim 2012. Azarenka meraih kemenangan ke-23 secara beruntun.
Selanjutnya, Azarenka akan berusaha mempertahankan gelar juara di Miami. Sharapova memang bukan lawan yang gampang. Terbukti, petenis asal petenis berparas cantik itu berusaha keras untuk memberikan perlawanan. Namun, Sharapova tidak mampu meladeni permainan Azarenka.
Kendati demikian, Azarenka tetap memberikan acungan jempol kepada Sharapova. “Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik. Sebab, saya tahu Sharapova adalah seorang pejuang,” kata Azarenka selepas pertandingan.

“Saya memang berusaha untuk bermain fokus dan menekan sepanjang pertandingan. Namun, saya sama sekali tidakmemimpikan mengenai hasil ini,” lanjut petenis asal Belarusia, menanngapi awal musim yang sempurna ini.

“Ini sangat luar biasa dan saya sangat senang, saya mampu tampil konsisten. Saya hanya mencoba untuk disiplin dan professional setiap hari,” tandasnya dilansir dari Reuters.

Sementara itu di nomor tunggal putra Roger Federer tampil sebagai juara usai mengalahkan John Isner 7-6(7), 6-3. Hasil itu sekaligus membuat Federer menorehkan rekor baru.

Kesuksesan Federer di Indian Wells Tennis Garden, , tersebut membuat si petenis Swiss peringkat tiga dunia menjadi petenis pertama yang bisa meraih empat kemenangan di ajang ATP World Tour Masters 1000.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pembalasan Fededer atas Isner yang sempat mengalahkannya di Piala Davis. Kekalahan itu menjadi satu dari dua kekalahan Federer usai AS Terbuka tahun lalu—kekalahan lain Federer alami dari Rafael Nadal di Australia Terbuka, lawan yang juga berhasil ia kalahkan di semifinal Indian Wells kali ini.

Kemenangan Federer atas Isner sendiri tidak diraih dengan mudah. Perlawanan alot Isner, yang lolos ke final usai mengalahkan unggulan pertama Novak Djokovic, membuat set pertama mesti diselesaikan lewat tiebreak.
Di set kedua, perlawanan Isner sedikit mengendur sehingga Federer sukses melakukan dua break di set itu. Kemenangan Federer akhirnya dipastikan setelah bola pukulan forehand Isner mengenai net, saat pertandingan memasuki berjalan 1 jam dan 21 menit. (bbs/jpnn)

12 Ton Solar Diamankan

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut kembali mengamankan 12 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang diangkut mobil tanki Pertamina BK 8944 LJ di kawasan Kabupaten Dairi, Senin dinihari (19/3).

Menurut Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Rudi Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, terungkapnya penyelewengan BBM ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap truk tengki bercat biru putih tersebut yang milintas di kawasan Kabupaten Dairi. Saat dilakukan penggeledahan, Ngadimen (37), sopir truk pengangkut BBM solar tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen sah.

Rudi mengatakan, solar tersebut dibeli dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Negera (SPBN) dari Belawan. Namun, Ngadimen mengaku, menerima dan membawa mobil berisi solar itu dari Dairi menuju Kuta Cane, Aceh.

Untuk membuktikan keterangan Ngadimen ini, Rudi mengaku masih melakukan  penyelidikan untuk perkembangan guna mengungkap siapa pelaku utama dalam penyelewengan BBM tersebut.

Pantauan di Mapoldasu, di tanki truk berisi 12 ton solar itu tertulis PT SB Jaya dan Pertamina. Disinggung mengenai indikasi keterlibatan Pertamina atau SPBU atas hasil tangkapan tersebut, Rudi mengaku belum menemukan indikasi tersebut. “Belum ada kita temukan, inikan masih pengembangan,” kata Rudi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru mengatakan, dari keseluruhan BBM yang diamankan, telah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 22 orang. Oknum anggota TNI AL dua dan dua oknum anggota polisi. (mag-5)

Ramos Horta Tumbang

DILI- Timor Leste dipastikan bakal memiliki presiden baru untuk lima tahun ke depan. Pasalnya, presiden berkuasa, Jose Ramos-Horta, dipastikan terlempar dari dua besar suara terbanyak pada pemilihan presiden (pilpres) Timor Leste putaran pertama.

Yang melaju ke putaran kedua adalah Francisco “Lu-Olo” Guterres dari Partai Fretilin dan Taur Matan Ruak, calon independen yang didukung CNRT (Partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Leste) pimpinan Xanana Gusmao.

Penghitungan suara memang belum selesai. Hingga pukul 18.03 waktu setempat kemarin atau 16.03 WIB, suara yang masuk baru mencapai 450.905 atau masih kurang 185.146 suara yang belum terhitung. Tetapi, sudah dapat dipastikan, Lu-Olo keluar sebagai pemenang putaran pertama.(ham/c10/ttg/jpnn)

Kapal Taiwan Tenggelam, Empat WNI Tewas

TAIPEI- Empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) tewas tenggalam bersama kapal Hai Hsiang No 8 milik Taiwan tidak jauh dari Pelabuhan Keelung di sebelah utara negara itu, Senin (19/3). Selain empat WNI, kecelakaan kapal tersebut juga merenggut nyawa dua ABK warga Taiwan.

Hingga kini petugas penjaga pantai berhasil menemukan enam mayat, yang terdiri dari empat WNI dan dua warga Taiwan. Penjaga pantai dikabarkan masih mencari manajer awak dan kapten kapal yang keduanya berasal dari Taiwan. Saat tenggelam, kapal seberat 2.998 ton tersebut diisi 15 kru.
Kecelakaan ini terjadi pada pagi hari tadi waktu setempat, di saat kapal dalam perjalanan menuju Pelabuhan Hualien. Saat tenggelam, kapal tersebut dipenuhi dengan muatan tanah.(net)

Nama Honorer K1 Wajib Dipublikasi

JAKARTA- Seluruh instansi wajib mempublikasi nama-nama tenaga honorer Kategori 1 atau K1 (digaji APBN atau APBD). Perintah ini digunakan untuk antisipasi terjadi kericuhan saat mereka diangkat menjadi CPNS nanti.

Perintah publikasi nama-nama tenaga honorer K1 tersebut, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 3 Tahun 2012. Surat yang ditandatangi oleh Menpan-RB Azwar Abubakar itu mewajibkan publikasi selama 14 hari berturut-turut. Deadline untuk publikasi ini hingga 31 Maret nanti.

Dalam surat edaran itu disebutkan, sesuai dengan SE Menpan-RB Nomor 5 Tahun 2010 dinyatakan bahwa pejabat Pembina Kepegaiwan Pusat dan dan Daerah telah menyampaikan daftar nama tenaga honorer K1 dan jumlah tenaga honorer K2.

Nah, daftar nama tenaga honorer K1 yang telah disampaikan itu terdiri dari dua kelompok. Yaitu tenaga honorer K1 yang memenuhi kriteria (MK), serta tenaga honorer K1 yang tidak memenuhi kriteria (TMK). Pengklasifikasian dua kriteria berdasarkan pada PP Nomor 48 Tahun 2005 jo PP Nomor 43 Tahun 2007.

Merujuk pada surat edaran tadi, nama-nama tenaga honorer K1 yang wajib dipublikasikan adalah mereka yang masuk kategori MK. Cara untuk mempublikasi bisa mellaui pengumuman tertulis di kantor pemda, melalui media cetak lolak, dan media online yang dikelola pemda.

Setelah dipublikasikan, pejabat Pembina kepegawaian daerah maupun pusat atau pejabat yang ditunjuk meneliti kembali nama-nama tenaga honorer K1 kategori MK yang dipublikasikan tersebut. Dalam penelitian ini, tim verifikasi atau validasi wajib menampung suara dari masyarakat.

Kepala Bagian Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat di Jakarta kemarin (19/3) menuturkan, saat dipublikasi tidak menutup kemungkinan ada masukan atau protes dari masyarakat.? Nah, masukan atau protes ini bisa dijadikan pintu masuk bagi tim verifikasi atau validasi bisa menjalankan penelitian. Selama ini, ada sejumlah pihak yang melapor telah terjadi dugaan pemalsuan dokumen pengangkatan tenaga honorer K1 kateogri MK.

Dengan upaya ini, Tumpak mengatakan pemerintah sudah mendapatkan cara untuk mencegah terjadi pergolakan pengangkatan tenaga honorer K1 maupun K2 yang dijadwal tahun ini. “Intinya kan Presiden SBY berpesan supaya pengangkatan honorer jangan sampai menimbulkan gejolak,” kata dia.
Dengan dibukanya kesempatan kepada masyarakat untuk melihat nama-nama tenaga honorer, Tumpak meminta masyarakat melapor jika ada kejanggalan. Dia juga mengingatkan, dokumen publikasi dan hasil penelitian oleh tim validasi atau verifikasi itu dilaporkan ke BKN dan ditembuskan ke Kemen PAN-RB.

Tumpak mengatakan, sesuai dengan SE Menpan-RB yang baru itu, instansi yang memiliki tenaga honorer K1 kategori TM diberi tenggat waktu hingga 31 Maret untuk melaporkan hasil publikasi dan penilitian itu. Laporan ini dijadikan bahan rujukan sebelum ada pengangkatan tenaga honorer K1 dan K2 beberapa saat lagi.(wan/jpnn)

Politik Dana Kompensasi

Anomali sikap masyarakat tercermin dalam hasil survey LSI (Lingkaran Survey Indonesia) yang dirilis baru-baru ini. Di satu sisi, sebanyak 69,94 persen responden menganggap program pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) sebagai kebijakan populis dan sangat disukai. Namun di saat yang bersamaan, mayoritas responden yakni sebanyak 86,6 persen responden justru tidak setuju adanya kebijakan kenaikan harga BBM.

Oleh:
Stevan Ivana Manihuruk

Inilah fakta yang bisa terungkap terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM dalam waktu dekat ini. Pemerintah sendiri sepertinya sudah sangat yakin akan segera melaksanakan kebijakan ini meski di kalangan anggota DPR, beberapa fraksi menolak dengan tegas rencana kebijakan tersebut. Dari kalangan akademisi, pengamat dan pemerhati, pendapat mereka juga terbelah menjadi dua; yang pro (bisa menerima) dan kontra.

Melihat perkembangan situasi terakhir, kebijakan kenaikan harga BBM sepertinya memang akan segera digulirkan. Banyak yang akhirnya bisa menerima alasan bahwa kebijakan ini adalah untuk menyelamatkan APBN agar tidak “jebol” karena membengkaknya nilai subsidi sehubungan dengan kenaikan harga minyak dunia. Asumsi harga minyak dunia di APBN kita memang sudah sangat jauh dari kenyataan saat ini. Jika tidak segera diambil kebijakan, dikhawatirkan APBN kita akan “jebol”.

Selanjutnya yang banyak diperbincangkan adalah mengenai kebijakan yang akan diambil pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Dari pihak pemerintah, setidaknya ada dua kebijakan yang akan diambil, yakni pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan subsidi kepada angkutan umum. Kedua program tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM. Program BLSM dilakukan dengan memberikan dana sebesar Rp150 ribu setiap bulannya kepada 18,5 juta rumah tangga selama sembilan bulan penuh. Dengan demikian, totalnya pemerintah akan membagikan langsung uang tunai sebanyak Rp24,9 triliun kepada masyarakat yang dianggap miskin. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tambahan dana pembangunan infrastruktur dalam RAPBN-P 2012 senilai Rp16,9 triliun.

Konon pemerintah sudah melakukan hitung-hitungan, penaikan harga BBM akan meningkatkan laju inflasi hingga 7 persen dan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan 1,6 persen – 2 persen. Pemberian BLSM selama sembilan bulan menurut logika pemerintah akan mampu menahan laju kemiskinan.

Bersifat Politis (?)

Logika ini yang kemudian mendapat sanggahan dari banyak kalangan termasuk mereka yang setuju (bisa menerima) kebijakan kenaikan harga BBM. Kebijakan pemberian BLSM dinilai kurang tepat sebagai langkah untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM. Kebijakan BLSM juga dinilai hanya meng-copy paste kebijakan pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang pernah dilaksanakan pada periode lalu.

Alasan penolakan pemberian BLSM diantaranya; Pertama, sifatnya hanya sementara karena begitu diberikan akan segera habis dikonsumsi, tidak produktif dan tidak mendidik. Pemberian BLSM identik dengan pemberian derma kepada orang miskin. Alih-alih menjadi solusi, pemberian BLSM bahkan berpotensi membuat orang miskin menjadi ketergantungan, tidak berusaha mandiri, bahkan dapat membentuk mental peminta-minta.
Kedua, potensi penyalahgunaan dana kompensasi tersebut terbuka lebar. Pemberian BLSM bisa jadi sangat berpotensi disalahgunakan; yang menerima adalah orang-orang mampu, sementara yang seharusnya menerima justru harus gigit jari.

Ketiga, daripada diberikan dalam bentuk BLSM, dana kompensasi kenaikan harga BBM akan lebih baik jika dialokasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dalam jangka panjang seperti misalnya pembangunan infrastruktur, subsidi pupuk, atau pembangunan irigasi yang tentunya bakal lebih bermanfaat bagi masyarakat miskin. Ibarat pepatah, langkah-langkah semacam ini lebih bijak karena memberikan “pancing” yang tentunya bisa dipergunakan untuk waktu yang cukup lama dibandingkan memberi “ikan” yang ketika diberikan akan segera habis dikonsumsi saat itu juga.

Kalangan akademisi dan pengusaha pun berpendapat senada. Meski bisa memahami kebijakan penaikan harga BBM, namun mereka tidak sependapat dengan program BLSM sebagai kompensasi penaikan harga BBM. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofjan Wanandi misalnya menyatakan, pengurangan subsidi bahan bakar minyak oleh pemerintah hanya dialihkan ke subisid lain. Pasalnya, mayoritas anggaran penghematan alokasinya juga untuk subsidi.

Sofjan berpendapat, masyarakat harusnya diberi pekerjaan, bukan bantuan langsung tunai. Kasih pancing, bukan ikannya. Daripada memberikan bantuan langsung yang sifatnya tidak mendidik, lebih baik dialokasikan untuk pembangunan proyek infrastruktur padat karya yang akan menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya memberikan pendapatan kepada masyarakat.

Pengamat ekonomi, Aviliani pun berpendapat senada. Menurutnya, bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tidak produktif dan hanya bersifat sesaat. Kompensasi seharusnya diarahkan untuk membangun infrastruktur yang langsung menyangga hidup kelompok masyarakat paling rawan dampak kenaikan harga BBM.

Namun demikian, tampaknya pemerintah bersikeras untuk tetap melaksanakan program BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Jika ditelaah lebih lanjut, tentu mudah ditebak mengapa pemerintah terkesan lebih memilih memberi “ikan” daripada “pancing” kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Alasan politis tampaknya lebih mendasari keputusan tersebut. Harus diakui, dan terbukti dari hasil survey LSI diatas, kebijakan pemberian dana tunai kepada masyarakat merupakan kebijakan populis yang sangat disenangi oleh masyarakat. Maka, tidak salah lagi, pemberian BLSM merupakan upaya pemerintah untuk menarik simpati dari masyarakat, sekaligus “menabung” kepercayaan dari masyarakat untuk mempertahankan kekuasaan.

Pemilu 2009 lalu menjadi bukti yang cukup sahih. Kemenangan partai Demokrat dan keberhasilan mendudukkan Presiden SBY untuk periode kedua pemerintahan tidak lepas dari bahan “jualan” Partai tersebut yang menyebutkan bahwa pada periode pertama pemerintahannya, Presiden SBY sudah banyak melakukan kebijakan populis dan pro rakyat, dan salah satu kebijakan yang dimaksud adalah pemberian dana tunai kepada masyarakat miskin (BLT). Dan sepertinya, kenangan manis inilah yang ingin diulang kembali oleh pemerintah (penguasa).(*)

Penulis adalah Alumnus FISIPOL USU dan pemerhati masalah sosial dan politik

Biduan Keyboard Dibakar Saat Tidur

LUBUK PAKAM- Deni Friska Lase alias Eka (27) yang berprofesi sebagai biduan (penyanyi, red) organ tunggal (Keyboard), kritis setelah tubuhnya gosong terbakar.

Korban dibakar saat tidur di rumah kontrakannya di Jalan Lubuk Pakam-Pantai Labu Gang Blora, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Berigin Deli Serdang, Senin (19/3) pukul 03.00 WIB. Kini korban mendapat perawatan intensif dari petugas medis di RSUP Adam Malik Medan.

Akibat peristiwa itu, tim buser Polsek Beringin kini telah mengamankan 3 pria, untuk diminta keterangan. Ketiganya, JS (37) mantan suami korban, JO (17) warga Jalan Kirap Remaja Nasional, Kelurahan Paluh Kemiri, Lubuk Pakam, dan Fu (24) warga Pasar VI Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin.
Menurut saksi mata, Zulfan Suhedi (38), warga satu kontrakan dengan korban mengatakan, sebelumnya Deni Friska Lase alias Eka pulang ke rumah kontrakannya untuk istrirahat, Minggu (18/3) pukul 23.00 WIB, diantar dengan mengendarai sepeda motor.

Sejam kemudian, Zulfan Suhedi mendengar adanya nada panggil handphone milik Eka bersuara (dipanggil seseorang-red), namun tidak diangkat-angkat.
Sejurus kemudian, sekira pukul 03.00 WIB, Zulfan mendengar ada suara menjerit minta tolong dari kamar korban. Setelah mendengar suara itu, Zulfan membangunkan istrinya dan mengetahui rumah mereka sudah tersulut api dari kamar tidur Eka. Panik dengan kejadian itu, Zulfan membawa anggota keluarganya berserta 2 anaknya ke luar rumah.

Kemudian Zulfan mendobrak paksa pintu samping rumah yang dipakai Eka sebagai akses keluar masuk. Berhasil menjebol pintu terbuat dari kayu itu, Zulfan berupaya masuk keruangan tempat kontrakan Eka, namun, kondisi tubuh korban sudah terbakar.

Dibantu tetangga, Eka selanjutnya dilarikan ke RSUD Deli Serdang. Dalam perjalan menuju RSU, Eka sempat mengatakan dirinya disiram bensin melalui jendela kamarnya. Sempat mendapat perawatan dari tim RSUD Deli Serdang, tetapi karena luka bakar terlalu serius, Eka akhirnya dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan.

Disebutkan, Eka telah pisah ranjang dengan suaminya JS sekira 1 tahun lalu. Untuk mempertahankan hidupnya dengan status single parent, Eka selanjutnya menggeluti penyanyi Keyboard. Beberapa bulan sebelumnya, JS minta agar Eka rujuk kembali, tetapi permintaan itu ditolak korban.
Sedangkan alasan rujuk kembali itu, karena korban bersama suaminya dikaruiani dua orang putra yang selama ini bersama suaminnya.
Sementara itu, Kepolisian Sektor Beringin ketika dikonfirmasi  tidak ada yang bersedia memberikan keterangan.

Kapolres Deli Serdang AKBP Wawan Munawar SiK, dihubungi melalui telepon selularnya, hanya memberikan jawaban, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. “Besok (Selasa, 19/3) saya akan ekspos,” ucapnya singkat.(btr)

PT Aquafarm Didemo Warga

SERGAI- Pabrik ekspor ikan air tawar PT Aquafarm Nusantara di Dusun VII, Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, didemo puluhan warga Dusun III, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan, Senin (19/3) sore.

Aksi warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkugan Hidup ini, dipicu dengan adanya pencemaran lingkungan di Sungai Jamik dan Sungai Nipah diduga berasal dari limbah perusahaan tersebut.

Pimpinan aksi Tris Zamansyah (37) dalam orasinya mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir, limbah PT Aquafarm Nusantara telah mencemari Sungai Jamik dan Sungai Nipah saat pasang mati. Akibatnya, biota sungai seperti ikan, kepiting, serta ular mengalami kematian, selain itu limbah juga menyebabkan aroma tidak sedap yang menyesakkan dada, bahkan air sungai yang tercemari mengakibatkan gatal-gatal.

“Kami meminta kepada pihak PT Aquafarm Nusantara untuk menjelaskan kepada masyarakat Dusun III, Desa Sei Naga Lawan, segera menghentikan praktik pembuangan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan baik di sungai maupun di laut,” urau Tris Zamansyah.
Sementara itu, Asisten Direksi PT Aquafarm Nusantara, Rudi didampingi Humas Hafrizal, mengakui, limbah yang mencemari Sungai Nipah diduga akibat aktifitas pembersihan (pengorekan) kanal bukan berasal dari limbah cair harian pengolahan ikan PT Aquafarm Nusantara.

“Limbah cair PT Aquafarm Nusantara tidak berbahaya, sebab tidak mengandung zat kimia maupun zat pengawet, walaupun demikian kami tetap menampung aspirasi  masyarakat dan berupaya mencari solusinya,” imbuh Hafrizal. (mag-16)

Plt Gubsu Imbau Warganya Taat Pajak

Prihatin Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Masih Rendah

MEDAN- Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho mengimbau warga Sumatera Utara untuk menjadi orang-orang yang bijak dan taat pajak mengingat sampai sekarang tingkat kepatuhan wajib pajak (WP) masih sangat rendah, baru 43 persen.

“Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang bijak yang taat pajak,” ungkap Gatot pada acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) tahun 2011 di Tiara Convention Center Medan Senin (19/3) siang.

Acara yang diselenggarakan Ditjen Pajak Sumut I itu, dirangkaikan dengan penyampaian SPT Tahunan PPh OP tahun 2011 Gatot Pujo Nugroho yang dimasukkannya ke drop box Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Sumut I.

Wakil Ketua DPRD Sumut Sigit Pramono Asri memasukkan SPT pajak-pajak pribadinya tahun 2011 ke drop box Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah dan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memasukkan SPT PPh OP-nya ke drop box KPP Pratama Medan Timur.

Hadir juga di sana Kakanwil DJP Sumut I Estu Bidiarto, Kakanwil DJP Sumut II Harta Indra Tarigan, Rektor USU Prof Dr Syahril Effendy Pasaribu, anggota DPRD Sumut Sonny Firdaus Panjaitan SH dan para Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dan Madya di lingkungan Ditjen Pajak (DJP) Sumut I.
Gatot menyebutkan, membayar pajak merupakan satu kewajiban untuk mendukung pembangunan di negara ini. Pada APBN 2012, konstribusi dari pajak mencapai 78,79 persen atau Rp1032,6 triliun. “Kita harus menjadi panutan dalam lingkungan kerja dan masyarakat supaya menyampaikan SPT PPh OP 2012 tepat waktu dan benar,” katanya.

Ia menganalogikan pasangan suami istri. Jika suami hanya menuntut hak tanpa memberikan kewajiban kepada istri dan begitu sebaliknya maka hubungan keluarga menjadi tidak harmonis. Keluarga merupakan lingkup kecil sebuah tanggung jawab dan hak.

“Kalau kita menuntut hak banyak-banyak maka utamakan kewajiban dulu seperti di negara tercinta ini jika ingin hak, kewajiban membayar pajak juga harus dipenuhi,” ujarnya.

Membayar pajak dengan benar dan tepat waktu, menurut Gatot, merupakan kewajiban sebagai warga negara. Apalagi pembangunan daerah terus berlanjut, bagaimana Medan dapat sejajar atau ekuivalen dengan Kuala Lumpur dan Singapura? Kota Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional. Bahkan Medan, Deliserdang dan Karo akan menjadi kawasan megapolitan baru.

“Mari kita memposisikan diri sebagai wajib pajak yang punya kewajiban membayar pajak. Kita harus sadari kalau pajak untuk pembangunan negara,” ujarnya. (ila)