26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13789

Lurah Harjosari II Serukan Gotong-royong

MEDAN- Warga bersama Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas bergotong-royong membersihkan lingkungan serta menanam pohon di halaman kantor kelurahan, Kamis (22/3) pukul 16.15 WIB.

Menurut Lurah Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, Muktar Lubis, SE bahwa gotong-royong ini bertujuan untuk menciptakan kondisi lingkungan bersih dan asri. “Bila kantor lurah asri, tentunya warga akan membuat lingkungannya menjadi asri,” kata Muktar.

Muktar berharap kepada warganya untuk terus bersama-sama membersihkan lingkungannya yang dijadwalkan pukul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.
“Bila kegiatan ini berjalan lancar, Kelurahan Harjosari II akan selalu terjaga kebersihannya,” ucapnya.
Muktar tak segan-segan memberi teguran kepada warganya bila tidak menjalankan program kebersihannya itu. “ Kepling setempat yang akan mengawasi kebersihan lingkungan warga itu,” tegasnya.

Bagi Kelurahan Harjosari II dan Kecamatan Medan Amplas hampir setiap hari melakukan penyisiran lokasi pembuangan sampah yakni: sore pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. “ Kalau pagi hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB dan siang pukul 13.00 WIB hingga 14.00 Wib,” paparnya.(omi)

SimPATI TalkMania, Memperlancar Usaha

Ferdi Suparta Warga Tembung Pemenang Jutawan TalkMania Telkomsel

MEDAN- Bagai mimpi di siang bolong. Hanya dengan mengaktifkan simPATI TalkMania (TM), Ferdy Supharta (26) warga Tembung ketiban rejeki yang tidak kepalang tanggung jumlahnya; Rp150 juta yang diterimanya langsung dari Telkomsel.

Sebagai seorang pengusaha gas, Ferdy memang aktif menggunakan paket simPATI TalkMania Telkomsel.  Menurutnya, dengan paket TalkMania sudah memudahkannya dalam menjalankan usaha sebagai penjual gas.

Ferdy Supharta yang  merupakan pemenang Jutawan TalkMania se Sumatera ini merupakan pelanggan Telkomsel sejak 12 tahun yang lalu. Untuk mempermudah pekerjaannya sebagai pengusaha gas, setiap hari, baik siang dan malam, Ferdy selalu mengaktifkan paket TalkMania. “Paket ini mempermudah kinerja saya, baik untuk telepon pelanggan dan telepon keluarga,” ujar Ferdy.

Dia mengaku, banyak sekali pelanggannya menggunakan nomor dari Telkomsel, karena itu TalkMania memperhemat Ferdy dalam telekomunikasi. “Bayangkan, jika tidak pakai TalkMania, berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk menelepon atau SMS pelanggan yang jumlahnya ratusan,” ungkap pengusaha gas Elpiji ini.

Biasanya, dalam sebulan Ferdy hanya mengeluarkan uang sebesar Rp160 ribu untuk biaya telekomunikasi. Dan menurutnya, seharusnya lebih mahal bila tidak menggunakan TalkMania (TM). Apalagi, operasional usaha gas yang dikelolanya buka mulai pagi hingga malam. “Bisa dibayangkan, bila dari siang hingga malam saya menelpon pelanggan, dan tidak menggunakan TM, karena setiap harinya, baik kerja atau tidak saya selalu aktifkan TM,” tambah Ferdy.

Ferdy juga menjelaskan ,  TM sangat mudah diaktifkan. Hanya tinggal menggetik *999*99# tekan Ok atau kirim via sms dengan mengetik TM spasi ON kirim ke 8999. “Aktifnya juga cepat, gitu SMS langsung dapat jawaban, sehingga TM sudah aktif,” ungkap Ferdy.

Selain itu, Ferdy juga menjelaskan, mendapatkan pulsa Telkomsel sangat mudah, karena hampir semua outlet penjual pulsa menyediakan pulsa Telkomsel. Selain itu, harganya juga sangat mudah dibandingkan dengan yang lain. “Saya sudah pernah mencoba provider lain, tetapi sinyal kurang, dan harga untuk pulsa juga tidak sesuai. Karena itu, sejak pakai Simpati, tidak pernah menggunakan produk lain lagi,” ujar Ferdy.

Program Jutawan Talkmania merupakan program loyalti yang diperuntukkan bagi pengguna kartu simPATI di Sumatera yang aktif memanfaatkan paket TalkMania. ‘’Program ini sebagai bentuk apresiasi atas tingginya minat pengguna simPATI dalam memaksimalkan paket TalkMania sebagai salahsatu cara menikmati tarif murah dari Telkomsel,’’ jelas Head of Branch Medan Department – Heribertus Budi Ariyanto.

Sementara paket TalkMania merupakan paket yang sangat tinggi peminatnya. Hal ini dikarenakan pengguna simPATI  dapat menikmati paket nelpon semaunya gak pakai mahal dari TalkMania, yakni bebas nelpon ke seluruh pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI, dan Kartu As) berkali-kali hingga 100 menit (6.000 detik) untuk paket TalkMania siang, dan 50 Menit (3.000 detik) untuk paket TalkMania Malam.

TalkMania siang bisa digunakan untuk nelpon mulai pukul 01.00 hingga pukul 18.00 dengan cukup sekali melakukan aktivasi pada pukul 01.00 hingga pukul 16.30. Sedangkan TalkMania malam berlaku mulai pukul 17.00 hingga pukul 23.59 dengan melakukan aktivasi pada pukul 17.00 hingga pukul 23.30.  (*/ram/sih)

Medan Tuntungan Gelar Dialog Rencana Kenaikan BBM

MEDAN-Ratusan masyarakat di Kecamatan Medan Tuntungan hadir dalam dialog sosialisasi rencana kenaikan harga Bahan Bakan Minyak (BBM) di Balai Pertemuan Aula Kantor Camat Medan Tuntungan Rabu (21/3) malam kemarin. Kegiatan ini merupakan program yang dicanangkan pemerintah kepada seluruh kepala daerah tingkat I dan II se-Indonesia tentang rencana kenaikan BBM 1 April mendatang.

Dalam kegiatan ini hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, seluruh Kepala Lingkungan dan Lurah se Kecamatan Medan Tuntungan, Camat Medan Tuntungan, Gelora K P Ginting SSTP MM, Sekretaris Camat Rudi F Lubis AP MSi serta Danramil 07 Tuntungan Kapten (Inf) T Hamdani.

Camat Medan Tuntungan Gelora K P Ginting SSTP MM mengatakan bahwa rencana tujuan Pemerintah  menaikkan harga BBM khususnya premium dan solar untuk subsidi bagi rakyat tepat sasaran.

“Apalagi dengan adanya bentuk kompensasi yang diberikan kepada rakyat miskin dalam hal penambahan jatah beras miskin dari 13 kali menjadi 14 kali, bantuan langsung tunai dan beasiswa bagi warga yang tidak mampu serta subsidi angkutan transportasi, “ imbuhnya.

Danramil 07 Tuntungan Kapten (Inf) T Hamdani berharap bagi warga Kecamatan Medan Tuntungan agar menjaga kekondusifan tentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM agar tepat sasaran. “Saya juga berharap masyarakat tidak gampang terpengaruh oleh pihak tertentu untuk melakukan anarkis demi kepentingan politik yang bisa merugikan keluarga kita juga, “ katanya. (*)

200 Kios untuk Kampung HIPMI

MEDAN-Badan Perwakilan Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara (Sumut) periode 2011-2014 dilantik Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HIPMI Raja Sapta Oktohari, di Hotel Santika Medan, Selasa (20/3) malam. BPD HIPMI Sumut mencanangkan 200 kios wirausaha dicanangkan di Medan.

Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Firsal Ferial Mutyara dalam sam butan pelantikan dan perkenalan BPD HIPMI Sumut masa Bakti 2011-2014 dengan tema ‘Komitmen dan Kebangkitan Pengusaha Muda Menuju Sumut Tangguh, Sejahtera dan Berdaya Saing’ menyebutkan, BPD HIPMI memiliki visi dan misi pengembangan wirausaha yang berdaya saing.

“Sumut memiliki sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dari semua sisi wirausaha. Bahkan, Sumut merupakan motor penggerak di bidang wirausaha disamping sumber daya alam yang kaya. Program yang sudah dicanangkan untuk Kampung HIPMI Sumut, membangun 200 kios wirausaha,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dida itu berharap, stake holder dapat bekersama dengan HIPMI Sumut untuk mengembangkan program kewirausahaan yang dicanangkan HIPMI Sumut. “Sumut merupakan daerah yang strategis dalam mengembangkan wirausaha. HIPMI Sumut berkomitmen untuk meningkatkan inflasi di Sumut,” sebutnya.

Sementara Ketua Umum DPP HIPMI, Raja Sapta Oktohari menambahkan, HIPMI merupakan organisasi pengusaha yang ber gerak di bidang wirausaha harus berperan membantu pemerintah khususnya dalam bidang ekonomi.

“Peningkatan ekonomi bukan berarti hanya pemerintah saja yang harus berperan, namun program dan pencanangan HIPMI harus bersinergi dengan pemerintah,” jelasnya seraya menambahkan, pelantikan HIPMI Kordinator Wilayah (Korwil) Indonesia Barat dalam waktu dekat akan dilaksanakan.
Sementara Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujonugroho memberikan apresiasi dengan dibentuknya HIPMI Sumut. Pembentukan tersebut merupakan langkah awal dan sebagian dari awal persiapan untuk bersaing dengan negara Asia Tenggara pada tahun 2015.

Hadir dalam acara pelantikan dan perkenalan BPD HIPMI Sumut masa bakti 2011-2014, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Ketua MPW PP Sumut Anuar Shah, Ketua AMPI Sumut, Syaf Lubis dan unsur muspida. (azw)

Kapoldasu akan Lepas Peserta Gerak Jalan Santai

MEDAN-Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro direncanakan melepas peserta gerak jalan santai yang dilaksanakan Panitia Reuni Akbar SD Kemala Bhayangkari 1, Medan, Minggu (20/5) mendatang. Itu kata Panitia Pelaksana reuni audensi ke Kapolda di rumah dinas, Rabu (22/3) pagi.

“Alhamdulillah, Kapolda menyatakan kesediaannya melepas peserta jalan santai terbuka untuk umum ini. Bahkan menyatakan dukungan dengan melibatkan pengurus Bhayangkari serta membantu pengamanan,” terang Ketua Panitia Reuni, Suriadin Noernikmat didampingi Achyanuarli (Sekretaris), Farah Diba (Bendahara), Busyra Iman Basri (Koordinator Acara), Ade Reza S.N (Koordinator Sponsor) dan M.Affan S.Sos (Dewan Pembina) yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut.

Menurut Suriadin, Kapolda juga mengapresiasi sekaligus menyatakan dukungan terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan tiga hari berturut sejak Jumat-Minggu (18-20/5) di SD Kemala Bha yangkari 1 Jalan HM Misbach 18 H, Medan.  Jalan santai nantinya mengambil rute HM Misbach-Imam Bonjol-Sudirman-Walikota-Imam Bonjol dan finish di HM Misbach.

Sementara Suriadin menyatakan, audensi dilakukan kepada Kapoldasu karena sebagai pembina di Yayasan Bhayangkari, sekaligus meminta dukungan. “Reuni diikuti mulai angkatan 1958 sebagai alumni pertama. Selama tiga hari, beragam kegiatan dilakukan selain gerak jalan santai, juga donor darah, lomba kreatifitas anak dan sebagainya. Bahkan dihibur artis cilik Jakarta, Cowboys Junior pada hari kedua, Sabtu (19/3),” terang Suriadin.

Saat pelaksanaan kegiatan, sambungnya, semoga terbentuk ikatan alumni sebagai suatu organisasi yang mampu mengayomi alumni dari berbagai latarbelakang guna menyatukan visi dan misi membantu almamater dan kehidupan bersama, serta berbagi informasi.

Suriadin menyatakan, calon Ketua Ikatan Alumni yakni Fauzi Usman yang juga tokoh masyarakat sekaligus pemilik beberapa radio swasta di Medan juga berharap, seluruh alumni datang ke acara tersebut.

”Sebab, reuni semakin meningkatkan silaturahmi antarsesama alumni,” imbuhnya. (azw)

Cukupi Energi Anak Anda

Bermain adalah dunianya anak-anak. Bermain bagi anak-anak bukanlah sekedar memuaskan hasrat mereka namun dibalik itu bermain akan membantu anak dalam pertumbuhan, baik fisik maupun mental, dan untuk melakukan aktifitas bermain dibutuhkan energi yang mencukupi.

Dalam bermain anak, anak-anak tak hanya menggunakan aktifitas fisik semata, diluar itu secara langsung maupun tak langsung mereka menggunakan otaknya untuk berfikir dan berkonsentrasi. Dua hal terakhir inilah energi mereka akan banyak terkuras.

Memilih makanan dan minuman yang tepat akan membantu anak-anak untuk tetap aktif dan bertenaga sepanjang hari. Dimulai pagi hari saat tingkat energi anak-anak relatif rendah, karena tak makan apapun sepanjang malam. Padahal, saat tidur pun tubuh menggunakan energi. Oleh karena itu, sarapan sangat penting untuk isi ulang energi.

Dari berbagai penelitian diketahui bahwa anak-anak membutuhkan sekitar 2.000 kalori setiap harinya. Penelitian juga mengungkapkan bahwa aktivitas yang melibatkan otak anak akan memerlukan energi hingga 1,5 kali lebih banyak daripada orang dewasa.

Karena hal itulah kecukupan enrgi pada anak harus benar-benar diperhatikan oleh para orangtua dan jika hal ini diabaikan kemungkinan terhambatnya perkembangan anak baik secara fisik dan mental akan semakin besar.

Secara logika, kekurangan energi pada anak akan menyebabkan malasnya anak untuk beraktifitas, dan jika aktifitas fisik terganggu akan berujung pada keterlambatan perkembangan anak baik secara fisik maupun mental.

Banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mencukupi kebutuhan energi anak-anaknya. Diantaranya,  dengan menekankan dan membiasakan anak-anak untuk sarapan di pagi hari dan tentunya menu sarapan harus memenuhi standar gizi yang diperlukan. (bbs/net)

Utamakan Kepentingan Anak dan Keluarga

Wanita di Balik Sukses Dua Politisi Lintas Generasi

Siapa yang tidak kenal anggota DPR RI Maruarar Sirait, apalagi sang ayah Sabam Sirait. Siapakah sosok wanita yang  paling berjasa dibalik kesuksesan keduanya meniti karir di panggung perpolitikan tanah air?

Yup, tidak lain berkat dukungan  penuh dari dr.Sondang Sidabutar,MM. Istri tercinta Sabam yang sekaligus ibunda dari tokoh muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang paling berpengaruh saat ini, Maruarar Sirait.

“Kebanyakan perempuan itu perasaan lebih dominan daripada objektifitas. Tapi mama, dia lebih dominan rasionalitas-objektifitas daripada perasaan,’’ujar Marurar Sirait.  Dikatakannya, mamanya juga betul-betul mengutamakan kepentingan anak dan keluarga daripada kepentingan sendiri. Terutama menyangkut pendidikan dan kesehatan.’’ Ini yang utama bagi dia, dibanding kepentingannya sebagai wanita dan istri dalam hal penampilan. Ini benar-benar kami rasakan di tengah kesederhanaan dari dahulu sampai sekarang,’’ujar  Maruarar.

Ungkapan Maruarar tentunya tidak berlebihan. Terbukti, ia tidak hanya sukses menghantarkan sang suami dan keempat buah hati menuju jenjang kesuksesan. Namun juga mampu menyelaraskannya dengan tetap aktif di dunia pekerjaan maupun organisasi. Buah nyata, salah satunya mantan dokter di Rumah Sakit Cikini, Jakarta ini juga mampu mendirikan Ikatan Demokrasi Wanita Indonesia (Ika Dewi). Lewat organisasi ini pula, beberapa kali Ia menyelenggarakan seminar berskala nasional. “Jadi sejak muda sampai tua, selalu aktif. Hingga setiap waktu yang kita lewati tidak terasa. Tahu-tahu sekarang sudah tua,”ungkap dokter lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1970 lalu ini.

Rahasia kesuksesan Sondang sebagai istri maupun ibu, ternyata sangat sederhana. Terhadap suami, ia mendukung penuh apapun yang dilakukan. Karena ia tahu, sejak masa muda Sabam telah mengabdikan diri memperjuangkan tegaknya demokrasi di Indonesia. Bahkan meski untuk itu, kerap urusan rumah tangga ia yang menghandle. Semisal inisiatif membangun kediaman yang mereka tempati saat ini.

Praktis mulai tahap perencanaan hingga selesai, rumah yang terletak di Bintaro, Jakarta Selatan saat ini, semuanya ia lakukan seorang diri. Sebelumnya Sabam mengaku ia sempat berpikir bahwa kalau berbuat baik dan mengabdi pada bangsa, maka otomatis rumah pun disediakan oleh negara. Namun ternyata hal tersebut tidak pernah kesampaian.

Bahkan menjelang Pemilu 1977, mereka justru digusur dari rumah dinas yang sebelumnya dipinjamkan. “Jadi istri yang duluan merasa bahwa itu nggak benar, makanya mengambil keputusan,”ujarnya. Diceritakannya, Sondang mengatakan, laki-laki itu harus punya rumah sebelum usia 40. Terhadap anak, Boru ni Raja yang berasal dari Tomok ini membiasakan sejak kecil untuk bebas mengutarakan pendapat. Cuma ada batasnya.  Dan itu tentunya juga dibarengi dengan mendekatkan sang buah hati pada ajaran kerohanian. “Biasanya setiap pagi kami  menyetel lagu-lagu gereja. Jadi anak nggak perlu dibangunkan, begitu mendengar lagu mereka langsung terbangun,’’ sebut  Sabam. Istrinya, Sondang biasanya terlebih dahulu mengantar anak-anak satu persatu ke sekolah. Baru kemudian ia berangkat bekerja ke RS.Cikini. “Nah dalam perjalanan ini, kita baca Renungan Harian. Di rumah juga dari kecil anak- anak  kita didik rajin ke gereja,’’sebutnya. (gir)

Kaos Korea Keren dan Simpel

MEDAN – Berbicara soal fashion tidak akan ada habisnya. Terutama di kalangan para wanita, fashion memiliki tempat tersendiri. Setiap saat  mengalami banyak perubahan. Saat ini yang semakin digandrungi adalah fashion ala Korea. Mulai dari gaun, kemeja hingga kaos model Korea. Seperti yang ditawarkan di butik Devin Internasional Fashion Lantai 2 Plaza Medan Fair.

“Dengan corak yang lebih terang, kaos Korea ini juga tersedia dengan banyak motif. Tapi motif yang lebih ramai seperti kartun atau bunga menjadi pilihan dan lagi ngetren. Bahannya yang lembut membuat baju ini dingin dan nyaman dikenakan dalam suasana seperti apa aja,” kata Dani selaku Karyawan Devin Internasional Fashion.

Baju kaos Korea ini sendiri nyaman digunakan pada saat santai baik di rumah maupun berpergian. Apalagi jika dimodifikasi dengan celana jeans. Wanita akan terlihat lebih modis dan bisa juga dipadukan dengan rok mini. Yang pasti pakaian ini hanya dikenakan disaat senggang dan nyantai aja. Pembelinya sendiri kebanyakan mahasiswa wanita.

“Kaos ini sangat nyaman dipakai dan sangat cocok untuk acara-acara santai,”terangnya.
Soal harga, Devin Internasional Fashion memberikan harga khusus yang terjangkau. Bahkan ada diskon tersendiri untuk setiap model dan jenis pakaian. “Setiap harinya kita memberikan diskon dan harga khusus. Untuk kaos korea ini harga awalnya Rp60 ribu, kita berikan diskon khusus sekitar 30 persen. Jadi dengan harga yang sangat terjangkau, wanita bisa tampil gaya,” ungkapnya. (mag-11)

Unjuk Rasa Berujung Bentrok, Polisi Kecolongan di Nommensen

MEDAN-Demonstrasi menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) terus berlanjut di Medan. Setelah membuat cedera dua perwira polisi pada aksi Rabu (21/3) lalu, kemarin massa menghancurkan mobil plat merah alias milik pemerintah.

Unjuk rasa yang berujung bentrok itu diakui polisi sebagai sebuah kecolongan. Pasalnya, pihak kepolisian menyiagakan personel di dua titik demo lainnya.

Yakni, di Bundaran Majestyk dan di Gedung DPRD Sumut.

Ya, kemarin, mahasiswa kembali bentrok dengan pihak kepolisian. Adalah Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (UHN) yang beraksi di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain itu, saat puluhan mahasiswa melakukan orasi, sebuah mobil dinas plat merah Mitsubisi Kuda dengan plat BK 1026 H menjadi korban. Mobil berplat merah itu milik Kantor Migrasi Belawan yang dikendari oleh Andreas Perangin-perangin dan 5 pegawai Migrasi Belawan. Mobil tersebut melintas dari dari Jalan Merak Jingga melewati Jalan Perintis Kemerdekaan dan hendak menuju Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM (Depkuham) Sumut di Jalan Putri Hijau Medan. Begitu sampai di persimpangan Jalan Timor, massa yang melakukan sweeping kenderaan plat merah langsung menghentikan laju mobil tersebut.

Massa aksi pun langsung menyandera mobil tersebut dan awak mobil disuruh keluar. Mobil pun digiring ke arah dekat kampus UHN. Tak pelak, mobil itu menjadi bulan-bulan. Kaca bagian depannya hancur, begitu juga kaca pintu tengah bagian kiri. Tidak itu saja, kaca bagian belakang dan seluruh body mobil hancur dihantam dengan kayu dan batu. Mobil yang hancur ini pun langsung menjadi mimbar orasi bagi mahasiswa.
Dari pantauan di lokasi, terlihat personel kepolisian tidak seimbang dengan jumlah massa. Menurut informasi seluruh polisi disiagakan di Bundaran Majestyk dan di gedung DPRD Sumut, sehingga Polsekta Medan Timur cukup kewalahan menghadapi massa.

Kenyataan ini membuat Polsekta Medan Timur meminta bantuan. Tidak lama kemudian puluhan Satuan Sabhara Polresta Medan terjun ke lokasi, aksi lengkap dengan mobil water canon. Spontan keberadaan puluhan personel itu membuat kondisi di lokasi semakin ricuh. Kedatangan puluhan personel polisi itu disambut dengan lemparan batu. Kemudian polisi juga membalasnya dengan mengejar sehingga puluhan massa aksi berhamburan ke dalam kampus. Kepolisian yang berhasil memukul mundur massa ke dalam kampus langsung mengevakuasi mobil yang disandera dan mobil langsung diboyong ke Satlantas Polresta Medan. Jalan Perintis Kemerdekaan yang diblokir kembali dibuka.

Jarak sekitar 500 meter dari lokasi aksi, tepatnya di Mapolresta Medan, Muspida tingkat II melakukan pertemuan untuk mengatasi pengunjuk rasa menjelang kenaikkan Harga BBM di Kota Medan. Aksi di Kampus UHN sempat memecah konsentrasi di dalam pertemuan. Terlihat Kapolsekta Medan Timur Kompol Patar Silalahi keluar dari ruang pertemuan. Patar menumpang sepeda motor milik jurnalis yang hendak meliput aksi. Kemudian Patar langsung masuk ke tengah gerombolan aksi agar tidak melakukan tindak anarkis.

“Boleh dilakukan aksi unjuk rasa, asal jangan anarkis!” teriak Wakil Rektor III UHN Maringan Panjaitan di lokasi aksi.

Maringan menambahkan kepada Sumut Pos, aksi tersebut bukan murni mahasiswa UHN. “Ada juga mahasiswa dari luar kampus ini,” ujarnya sembari melakukan sweeping terhadap mahasiswa yang bukan mahasiswa UHN bersama pihak kepolisian.

Di Gedung DPR juga Panas

“Bakar kantor gubernur, bakar kantor gubernur!” Begitulah sorak-sorai sekitar 50-an massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), saat menuruni anak tanggal Lantai V Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Diponegoro Medan, kemarin.

Itu dilakukan massa GMNI se-Kota Medan, seusai berdialog Kabiro Perekonomian Pemprovsu Bangun Oloan Harahap, yang didampingi Kabag Perekonomian Pemprovsu, S Pulungan, dan Plt Kabid Migas Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumut Samintarto.

Pada dialog dengan massa yang dipimpin oleh Andi Junianto Barus tersebut, Kabag Perekonomian Pemprov Sumut S Pulungan enggan menerima tawaran para pengunjuk rasa tersebut. Sebab, kapasitasnya dalam menerima aspirasi hanya untuk menampung dan membawa masalah tersebut ke pimpinan. “Persoalan menolak atau tidak atas kebijakan kenaikan BBM, bukan kewenangan Pemprovsu,” jawabnya.

Sementara itu, Samintarto dalam penjelasannya menyatakan, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM. Itu dikarenakan, subsidi BBM yang selama ini ditutupi dengan ekspor migas tidak lagi bisa menampung beban harga minyak dunia yang semakin tinggi di atas perkiraan APBN.

“Kalau mau memperbaiki APBN-P, kenapa setiap kementerian menaikkan anggarannya. Seperti Kapolri Timor Pradopo, yang meminta kenaikan anggaran, gaji PNS diminta naik 50 persen, tapi kinerja tidak dirasakan. Satu solusi adalah berhentikan SBY-Boediono,” timpal Turedo Sitindaon, seorang pengunjuk rasa.

Upaya negosiasi itu, sebelumnya disebabkan karena massa GMNI sempat melakukan aksi blokir Jalan Diponegoro dan membakar ban, yang berlangsung selama lebih kurang 60 menit. Sehingga memacetkan arus lalu lintas terhadap sejumlah ruas jalan di inti kota Medan. Karena aksi tersebut, maka pihak kepolisan meminta agar Pemprovsu bersedia melakukan negosiasi.

Dari Kantor Gubsu, massa GMNI merangsek menuju Gedung DPRD Sumut. Saat menggelar orasi di depan pintu pagar gedung dewan tersebut, sekelompok massa lainnya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Medan juga menuju ke depan gedung dewan tersebut, untuk bergabung dengan massa GMNI. Penyampaian orasi kedua elemen mahasiswa tersebut dilakukan secara bergantian. Kedua elemen tersebut, juga sempat melakukan aksi bakar ban. (gus/ari)

Senin Demo Besar-Besaran, Polresta Siapkan 2.000 Personel

MEDAN-Kejadian bentrok antara pengunjuk rasa dan pihak keamanan yang terus berulang dalam dua hari menjadi perhatian penting pihak kepolisian. Polresta Medan pun berjanji akan menurunkan sekitar 2.000 personel untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa menentang dan menolak rencana pemerintah menaikkan tarif BBM mulai 1 April berlangsung, Senin (26/3) mendatang.

“Dari 2.000 personel yang akan kita turunkan itu, sekitar 1.715 personel akan melakukan PAM terbuka. Mereka akan di tempatkan di 12 titik yang diperkirakan akan menjadi lokasi unjuk rasa,” kata Wakapolresta Medan, AKBP Pranyoto dalam Rapat koordinasi mengantisipasi gangguan kantibmas berkaitan dengan rencana kenaikan BBM  di Rupatama Polresta Medan, Kamis (22/3)

Dijelaskannya, 12 lokasi yang diperkirakan akan menjadi objek unjuk rasa itu, yakni Gedung DPRD Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Kantor Pertamina, Kantor Wali kota Medan, Gedung DPRD Medan, Budaran SIB, Tol Bandar Selamat, Kantor Badan Pertanahan Nasional, Petronas Jalan Patimura, Petronas Ring Road, RRI, dan Kampus Universitas HKBP Nommensen.

Di luar personel yang telah dipersiapkan itu, Pranyoto  mengungkapkan pengamanan akan dibantu lagi oleh Brimodasu sebanyak 450 personel dan  200 peronel dari Dit Shabara Poldasu. Selain itu, Polresta masih minta bantuan personel dari Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan, Satuan polisi Pamong Praja, Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (Dinas P2K) serta Dinas Kesehatan Kota Medan.

“Khusus Dinas P2K, diminta untuk menempatkan mobil pemadam kebakaran beserta personel. Selain untuk mengatasi pembakaran yang dilakukan para pengunjuk rasa, kehadiran mobil pemadam itu juga untuk membantu mengisi air mobil water canon.  Sedangkan petugas Dishub diharapkan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Medan, sebab ada dilakukan pemutusan jalan di sejumlah ruas jalan terkait unjukrasa,” ucapnya.

Meski telah melakukan persiapan pengamanan sedemikian rupa, Pranyoto berharap dan berdoa agar unjuk rasa yang dilakukan berjalan dengan aman dan damai. “Kapoldasu berharap unjuk rasa berlangsung di satu titik saja yakni Lapangan Merdeka saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Medan Rahudman Harahap mengatakan pertemuan yang dilakukan ini untuk melakukan sinergitas dengan pihak yang terkait untuk pengamanan unjuk rasa. Pemko Medan sendiri telah melakukan pertemuan dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan. Dalam pertemuan itu disampaikan tentang apa latar belakang pemerintah menaikkan tarif BBM. Termasuk, solusi mengantisipasi dampak yang ditimbulkan darim kenaikan tersebut.

Selain itu, lanjutnya, 2001 kepala lingkungan yang ada telah diinstruksikan untuk memberikan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Apabila masyarakat telah memahaminya, diyakini tidak akan terprovoklasi untuk mengikuti unjuk rasa. Selanjutnya, wali kota memerintahkan kepada seluruh Camat untuk ikut membantu aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan di wilayahnya masing-masing.

Buruh Tuntut Kenaikan Upah

Rencana kenaikan harga BBM, ternyata juga membuat buruh di Sumut gerah. Dan meminta agar Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kota (UMK) yang telah ditetapkan untuk direvisi. Karena secara otomatis, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung dengan kenaikan harga-harga barang lainnya.
Sedangkan UMP Sumut 2012 yang hanya Rp1,2 juta, dirasa tidak cukup. Untuk itu, buruh meminta dengan tegas adanya kenaikan UMP minimalnya sebesar 15 persen dari yang telah ditetapkan.

Diketahui, UMP Sumut 2012 berdasarkan SK No.188.44/988/KPTS/2011 adalah sebesar Rp1.200.000. Sementara untuk UMK Medan 2012 berdasarkan SK No.188.44/2012 adalah sebesar Rp1.285.000.

“Belum lagi rencana kenaikan BBM itu terlaksana, harga-harga barang saja sudah naik. Kami meminta, minimal gaji buruh dinaikan 15 persen dari yang ada sekarang. Dengan kenaikan BBM ini, posisi buruh akan semakin termarjinalkan,” tegas Kepala Divisi Humas Serikat Buruh Sumatera Utara (SBSU) M Amrul Sinaga SH.

Permintaan kenaikan atau revisi SK UMP dan UMK dari para buruh tersebut bila tidak dipenuhi bukan hal yang mustahil para buruh se Sumatera Utara akan menggelar aksi besar-besaran. “Ya, bisa saja kita turun ke jalan dan bersamaan dengan massa lainnya. Dan kita akan memobilisasi semua anggota yang ada di daerah. SBSU saat ini memiliki 1.200 anggota aktif, dan sekitar 1.500 sampai 1.600 anggota tidak aktif,” tukasnya.

Permintaan kenaikan UMP yang diminta para buruh tersebut, mendapat dukungan dari sejumlah anggota DPRD Sumut. Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri kepada Sumut Pos menyatakan, bila kebijakan menaikkan harga BBM tersebut terjadi, dan berimplikasi langsung maka kenaikan upah buruh harus dipertimbangkan.

Hal senada disampaikan Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi  Serikat Perkerja  Seluruh Indonesia (DPC  K-SPSI) ini. Ketua DPC K SPSI Kota Medan Maruli Sihombing mengaku pihaknya tak mungkin lagi menahan agar buruh  tidak berunjukrasa. “Jika pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM, kami minta kepada Pemko Medan untuk bisa memberikan solusi kepada buruh. Salah satu yang kami inginkan agar para buruh bisa mendapatkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selama ini buruh tidak pernah mendapatkan  bantuan BLT, padahal BLT itu untuk membantu masyarakat yang kurang mampu menyusul terjadinya kenaikan BBM.” kata Maruli dalam pertemuan dengan Wali Kota Medan Rahudman Harahap di Balai Kota, kemarin.

BBM Mulai Langka dan Mahal

Selain itu, keberadaan BBm di beberapa daerah ternyata sudah mulai mahal dan langka. Contohnya di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Setidaknya hal ini diungkapkan. Sekretaris Kelompok Nelayan Tradisional Jaring Udang Cahaya Pagi, Sainik (39) warga Dusun III, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan. Dia mengatakan, harga bensin eceran sudah mengalami kenaikan dari Rp5.000 per liter, sekarang sudah naik Rp6.000 hingga Rp6.500 per liter. “Sehingga biaya operasional melaut membengkak,” terangnya, kemarin.

Pernyataan senada diucapkan, Amirul (32), nelayan jaring udang warga Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu.  “Sudah harganya mahal mendapatkannya pun susah,” ungkap Amirul.

Ketua Federasi Sarekat Nelayan Nasional, Tris Zamansyah didampingi Ketua Sarekat Nelayan Sumatra Utara (SNSU) Sergai, Irwan Syahril mengungkapkan, ada ribuan jumlah nelayan tradisional khususnya nelayan jaring udang di Sergai yang menggunakan sampan dengan BBM jenis bensin. Katanya, di Kecamatan Pantai Cermin sekitar 500 sampan, Kecamatan Perbaungan 150 sampan, Kecamatan Teluk Mengkudu 500 sampan, serta 120 sampan di Kecamatan Tanjung Beringin yang sudah mulai terkena dampak kenaikan harga BBM. “Nasib nelayan Sergai terancam semakin terpuruk. Kiranya alokasi pengalihan subsidi BBM menyentuh kalangan nelayan karena mereka kelompok yang sangat rentan terkena kenaikan BBM,” imbuh Irwan Syahril. (adl/ari/mag-16)