Home Blog Page 13797

BBM Naik, Dua Kali Rakyat Dimiskinkan

JAKARTA- Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto mengatakan, pihaknya paham betul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) luar negeri membawa konsekuensi kepada Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara (APBN).

“Kita paham betul APBN terganggu oleh kenaikan harga BBM luar negeri. Yang kita kritisi, kenapa harus mengambil kebijakan yang teramat gampang yakni menaikan harga eceran BBM dalam negeri,” kata Wiranto, di gedung DPR,dalam diskusi bertema ‘Menolak Kenaikan BBM = Makar’, di press room DPR, gedung Nusantara III, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (8/3).

Kebijakan menaikan harga eceran BBM dalam negeri sebagai respon atas harga BBM dunia bergejolak, menurut Wiranto, membawa konsekuensi terberat bagi 240 juta lebih warga negara Indonesia karena dalam waktu yang relatif singkat terjadi dua kali proses memiskinkan rakyat sendiri.

“Pertama terjadi proses pemiskinan disaat pemerintah mewacakan harga BBM dalam negeri akan dinaikan. Kedua setelah harga BBM itu naik, rakyat harus memenuhi kebutuhan pokoknya seperti pangan dan transportasi dengan harga sangat tinggi,” ungkap Wiranto.

Kalau dihitung-hitung dengan akal sehat, lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya kalau BBM dinaikan. “Cara berpikir dan kritikan Hanura inilah yang disampaikan ke pemerintah dan saya malah dituding provokator dan makar,” ujarnya.

Hanura juga mengkritisi pembengkakan belanja pegawai di APBN yang mencapai pada kisaran 400 persen dalam lima tahun terakhir. “Lebih baik kurangi kemewahan pejabat  daripada membikin jurang kaya dan miskin semakin menganga,” pungkasnya.(fas/jpnn)

Thaksin Shinawatra Punya Cara Sendiri untuk Pulang

Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra yang tengah dalam pengasingan di luar negeri, menolak anggapan bahwa Pemerintah Thailand saat ini masih berusaha untuk memulangkannya. Dugaan ini mencuat setelah adanya upaya dari sekutu politiknya berupaya untuk mendorong amandemen dari konstitusi Thailand, guna membawanya kembali dari pengasingan di luar negeri.

“Saya memiliki cara sendiri untuk kembali pulang, tanpa harus mengubah kembali aturan,” ucap Thaksin dari pengasingannya di Dubai, seperti dikutip Bangkok Post, kemarin.

Desas-desus mengenai kepulangan Thaksin ke Thailand santer terdengar setelah adiknya Yingluck menduduki kursi Perdana Menteri Thailand menggantikan Abhisit Vejjajiva.

Sejak naik ke kursi perdana menteri, Yingluck dicurigai banyak pihak akan mengusahakan kakaknya kembali ke Thailand. Ditambah lagi dengan berkuasanya Partai Pheu Thai di parlemen, makin membuka peluang Thaksin untuk kembali.

Mantan Perdana Menteri Thailand yang dilengserkan dari jabatannya pada 2006 silam ini kini berada di pengasingannya, setelah dirinya dianggap bersalah atas kasus korupsi. Mantan pengusaha media Thailand itu pun divonis hukuman penjara dua tahun.(net/jpnn)

Alex Noerdin Diperiksa KPK

Diincar dalam Penyelidikan Wisma Atlet

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhenti mendalami kasus suap wisma atlet. Bahkan, kini komisi antikorupsi itu tengah sibuk membidik praktik-praktik korupsi wisma atlet yang dilakukan para pejabat daerah. Kemarin (8/3), KPK pun memeriksa Alex Noerdin.

“Yang bersangkutan kami mintai keterangan untuk keperluan pengembangan penyelidikan,” kata juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Kamis (8/3).    Katanya, pengembangan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Karena masih penyelidikan, maka belum ada tersangka baru.

Saat ditanya siapa sebenarnya yang diincar KPK sebagai tersangka baru dalam penyelidikan kasus ini, Johan langsung membantahnya. “KPK sama sekali tidak pernah mengincar siapa pun. KPK bekerja berdasarkan alat bukti. Kalau memang ada alat bukti yang kuat, maka siapa pun bisa jadi tersangka,” katanya dengan nada tinggi.

Alex diperiksa sekitar 7 jam. Saat keluar, dia pun menyempatkan diri berbicara kepada para wartawan yang sudah menunggunya. Dengan mimik tenang, Gubernur Sumatera Selatan itu mengaku, dirinya sangat senang telah menjalani pemeriksaan. “Saya lega sudah diperiksa dan mengklarifikasi itu (wisma atlet). Jadi tidak ada lagi orang yang bisa seenaknya menuduh saya ini itu,” katanya.

Penyidik pun tak luput menanyakan tentang bagian 2,5 persen dari anggaran proyek wisma atlet seperti yang tertuang dalam dakwaan mantan Direktur Marketing PT Anak Mindo Rosalina Manulang, mantan Direktur Marketing PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris dan terdakawa wisma atlet lainnya.(kuh/jpnn)

Gelar Seminar dan Workshop Teknologi Multimedia

PK IMM Fakutas Teknik UMSU Kunjungi Graha Pena Medan

MEDAN- Pimpinan Perusahaan Sumut Pos Finka Rozanna Tanjung, menerima audiensi Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM UMSU) Fakultas Teknik, Rabu (7/3) siang. Rombongan yang dipimpin sang ketua Joko Arif Setiawan, itu selain untuk menjalin keakraban juga untuk mengabarkan agenda yang akan mereka gelar dalam waktu dekat ini.

Adalah Seminar dan Workshop Teknologi Multimedia yang akan berlangsung 12 Maret mendatang. Seminar yang dimaksud direncanakan diikuti 200 orang, baik mahasiswa dan umum.

“Selama ini kami menganggap Sumut Pos sangat peduli dengan dunia kampus. Karena itulah, kami berharap mendapat dukungan dalam menggelar acara tersebut,” buka Joko setelah berada di ruang rapat yang ada di lantai 3 Graha Pena Medan, kantor Sumut Pos.

Finka yang didampingi Kepala Departemen Pracetak Sumut Pos Wahidin, menyambut baik niat PK IMM Fakutas Teknik. “Pasti kita dukung. Kehadiran teman-teman ke kantor kami ini saja sudah membuat kami senang,” balas Finka.

Partaonan Harahap ST, dosen yang mendampingi rombongan menambahkan, kunjungan tersebut juga bermaksud untuk mengetahui kerja Tim Sumut Pos hingga meraih penghargaan koran perwajahan terbaik se-Sumatera dari SPS Pusat dalam ajang IPMA 2011. “Kami melihat, selain berita yang enak dibaca, tampilan Sumut Pos cukup menarik. Jadi, kami ingin adik-adik ini juga diberi pemahaman kerja koran,” katanya.

Finka dan Wahidin secara bergantian menerangkan cara kerja Sumut Pos. Sesekali, rombongan yang terdiri dari 23 orang itu bertanya. Tanya jawab mengalir dengan nyaman.

Setelah berdiskusi, rombongan pun diajak Wahidin melihat percetakan yang berada di dasar gedung Graha Pena. Setelah puas menghujani Wahidin dengan berbagai permasalahan cetak, rombongan pun meninggalkan Graha Pena sekitar pukul 14.30 WIB.(rmd)

Truk Trailer Tabrak Taman Jalan

BELAWAN-Sebuah truk trailer muatan kontainer 20 pet BK 8745 BU dikemudikan S Tampubolon (30), menubruk taman di persimpangan Kampung Salam, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (8/3) pukul 13.00 WIB. Kecelakaan ini terjadi karena rem mendadak sehingga taman jalan rusak dan menggangu arus lalulintas keluar pintu tol Belawan.

Keterangan yang berhasil dihimpun Posmetro Medan (grup Sumut Pos) menyebutkan, mobil truk muatan kontainer ini baru keluar dari pintu tol menuju ke Pelabuhan Belawan. Tepat di persimpangan Kampung Salam, tiba-tiba beberapa remaja mencoba menyetop truk tersebut.

Akibatnya, S Tampubolon terkejut langsung melakukan rem mendadak hingga membuat muatan kontainer menyorong ke arah depan kepala mobil hingga menyeruduk ke arah kiri taman jalan. “Tadi saya jalan santi, tiba-tiba ada anak-anak nyetop, saya rem mendadak rupanya muatan di belakang lebih berat langsung menyorong kepala mobil,” kata S Tampubolon.

Kecelakaan itu mengakibatkan arus lalulintas kendaraan keluar dari pintu tol terganggu, petugas Satlantas Belawan langsung datang ke lokasi untuk menertibkan arus lalulintas. “Kecekaan ini karena rem mendadak, kita masih menanganinya agar truk bisa kita evakuasi agar jalan kembali normal,” kata Kanit Lantas Belawan Iptu Hasan. (ril)

Kasus Penipuan Ngendap di Polsek Binjai Selatan

Setahun Dilaporkan, Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

BINJAI- Polsek Binjai Selatan diduga mempetieskan kasus dugaan penipuan yang dialami Widrawati (36), warga Dusun Pasar VIII, Namotrasi, Kecamatan Sei Bingai, Kabipaten Langkat. Pasalnya, meski telah setahun lalu dilaporkan, hingga kini kasus tersebut tak ada perkembangan. Bahkan, pelakunya berinisial ES (50), warga Jalan Letjen Jamin Ginting, Binjai Selatan, hingga kini masih bebas berkeliaran.

“Kasus ini sudah satu tahun yang lalu, tapi kenapa sampai sekarang pelaku tidak ditangkap oleh polisi,” kata Widrawati saat ditemui wartawan Sumut Pos di rumahnya, Kamis (8/3).

Menurutnya, ia dan pelaku sudah kenal sejak lama. Saat itu ES datang ke rumahnya dan menawarkan proyek pengerjaan sekolah dan jalan di Langkat dengan anggaran sebesar Rp200 juta. “Jadi, untuk mendapatkan proyek itu, kami diminta Rp35 juta. Waktu itu kami tidak punya uang, tapi dia terus mendesak. Kata dia, proyek ini punya Sekda Langkat dan bisa saja diserahkan ke orang lain,” ungkapnya.

Karena terus didesak, akhirnya Widra dan suaminya memenuhi permintaan ES. Mereka pun menggadaikan mobilnya. “Uang itu langsung kami serahkan di tempat kami menggadaikan mobil, di Jalan Jamin Ginting, tepat di persipangan SMA Nnegeri 2 Binjai,” ungkapnya.

Ternyata, beberapa bulan sejak uang diserahkan, proyek yang dijanjikan tak kunjung diberikan. “Ketika kami tanya sama dia, dijawabnya Sekda Langkat lagi di luar kota. Jadi, proyek belum bisa dikerjakan,” kata Widra didampingi suaminya.

Berselang beberapa bulan kemudian, Widra kembali menanyakan proyek tersebut kepada ES dan meminta agar uang yang telah diserahkan segera dikembalikan. Namun ES mengatakan, uang tersebut telah diserahkan kepada temannya berinisial M yang katanya orang kepercayaan Sekda Langkat. “Jadi intinya, ia seolah-olah sudah ditipu oleh temannya itu,” terangnya.

Berselang beberapa minggu , Widra ditelepon ES dan bertemu di Lapangan Merdeka Binjai. “Saya tanya kepada ES soal temannya itu. Lantas ditunjukkannya, kalau temannya itu ada di sebelahnya,” jelas Widra.

Ketika itu M berjanji akan memulangkan uang tersebut. Setelah itu Widra diberi cek oleh pelaku. Setelah dicek ke BRI Cabang Binjai, ternyata cek tersebut kosong. “Akhirnya, saya dan suami saya membuat pengaduan ke Polsek Binjai Selatan. Tapi, sampai sekarang kasusnya entah bagaimana. Sebab, pelaku saya lihat masih bebas berkeliaran,” bebernya.

Menyikapi persoalan ini, Kapolsek Binjai Selatan Kompol Kamaludin T menerangkan, selama ini pihaknya masih terus menanggapi laporan dari korban. Namun, saksi dari korban tidak pernah menghadiri panggilan polisi untuk dimintai keterangan.(dan)

Warga Minta Rekan Mereka Dibebaskan

BINJAI- Masyarakat tani di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur meminta kepada Forom Rakyat Bersatu (FRB) Sumut dan Anggota Komisi A DPRD Sumut Raudin Purba untuk mendesak aparat penegak hukum untuk membebaskan teman mereka yang ditangkap sejak tiga bulan silam. Permintaan ini disampaikan masyarakat pada pertemuan yang digelar di Jalan Bangau, Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kamis (8/3) pukul 10.00 WIB.

“Kami hanya ingin teman kami dibebaskan sekarang juga. Karena teman kami ini kepling yang sangat bijaksana. Jadi, kalau kita memang kuat dan tidak bersalah. Kenapa teman kami sampai ditangkap dan sampai berjalan selama tiga bulan? Untuk itu, kami hanya inginkan, agar bapak anggota DPRD Sumut dan ketua FRB, dapat membebaskan teman kami itu,” kata Salbiah, seorang warga yang disambut yel-yel ratusan temannya.

Menyikapi hal ini, Ketua FRB Sumut Alimuddin berjanji akan berusaha membebaskan warga tani yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Binjai. “Kita akan melakukan unjuk rasa di PN Binjai. Agar kasus ini dapat menjadi perhatian,” ucap Alimuddin.

Sebelumnya, Alimuddin juga menguraikan sedikit sejarah lahan PTPN 2 yang saat ini terus menjadi konflik di tengah-tengah masyarakat. “Zaman dulu, semasa lahan PTPN 2 ini masih dipegang PTPN IX, dan masih ditanami tembakau, bapak dan ibu dibenarkan untuk menanami lahan PTPN itu, tanpa ada dimintai imbalan apapun. Namun sekarang ini, jangankan untuk menanami, masuk ke pinggir lahan itu saja sudah dilarang,” tegas Alimuddin.
Sementara, anggota Komisi A DPRD Sumut Raudin Purba mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak yang menangani kasus warga tani tersebut. “Kita akan usahakan berkoordinasi dengan Polres Binjai dan PN Binjai. Kita juga usahakan, agar warga yang diamankan ini dapat segera dibebaskan,” tegas Raudin Purba.(dan)

Puluhan Truk dan Pakaian Bekas Diamankan

BELAWAN- Sedikitnya 37 unit truk dan alat berat eks Singapura diamankan petugas Kantor Pelayanan Tipe Madya Bea Cukai (BC) Belawan. Selain itu, petugas Kapal Patroli BC juga mengamankan dua kapal bermuatan ribuan bal pakaian bekas impor, Kamis (8/3) sore.

Informasi dihimpun Sumut Pos di Belawan menyebutkan, puluhan unit truk dan alat berat eks luar negeri yang dipasok dari Pelabuhan Lhong Singapura dengan menggunakan kapal tongkang, diamankan petugas BC saat akan masuk dan sandar di Pelabuhan Belawan. Dari hasil pemeriksaan petugas, perusahaan importir pemasok puluhan unit truk dan alat berat tersebut ternyata tidak dapat menunjukan kelengkapan dokumen.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, alat berat dan truk ‘bodong’ impor yang kini diamankan di gudang 101 dan 103 itu selanjutnya diamankan dan disegel petugas BC.

Kasubsi Pencegah dan Penyidikan (P2) BC Belawan ketika dikonfirmasi via selularnya membenarkan. Disebutkannya, puluhan unit truk dan alat berat tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan kelengkapan dokumen. “Kita amankan karena masih dalam pemeriksaan dokumen, untuk lebih lanjutnya silakan konfirmasi pimpinan. Karena saya tidak berhak untuk memberikan penjelasan,” tandasnya.

Sementara dua kapal bermuatan seribuan bal pakaian bekas impor, ditangkap petugas kapal patroli BC saat berlayar di sekitar perairan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang. Rencananya, pakaian bekas asal Malaysia yang diduga tidak dilengkapi dokumen tersebut dipasok melalui pelabuhan Tanjung Balai, Asahan.

Penangkapan dua unit kapal bermuatan pakaian eks Malaysia tersebut bermula dari kecurigaan petugas kapal patroli BC 9001 saat melihat kapal nelayan yang telah dimodifikasi melintas di sekitar perairan Pantai Labu, Deliserdang.

Dari hasil pemeriksaan, awak kapal tidak dapat menunjukan dokumen resmi terkait isi muatan ribuan bal pakaian bekas impor asal negeri serumpun itu. Rencananya, pakaian bekas asal luar negeri tersebut dipasok dari Malaysia untuk kemudian dibawa ke tangkahan kecil di perairan Tanjung Balai, Asahan.
Hingga Kamis malam, kapal penyelundup pakaian bekas itu belum terlihat bersandar di dermaga karena masih dalam perjalanan menuju perairan Belawan. Menurut penuturan seorang petugas penjagaan menyebutkan, kondisi kedua kapal itu masih berada di perairan Pantai Labu, Deliserdang, karena mengalami kendala di dalam pelayaran. “Informasinya kapal mengalami kandas di perairan Pantai Labu, mungkin menjalang dinihari nanti baru tiba disini,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC I Sumut di Belawan, Imron ketika dihubungi via selularnya terkait ditangkapnya dua kapal bermuatan pakaian bekas impor dimaksud tidak bersedia menjawab.(mag-17)

AKBP Apriyanto Diperiksa 7 Jam

Dikawal 3 Anggota Provost, Dikonfrontir dengan 3 TSK Lainnya

MEDAN- Penyidik Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu)  mengkonfrontir keterangan mantan Wakil Direktur (Wadir) Narkoba AKBP Apriyanto Basuki Rahmat dengan tiga tersangka lain selama 7 jam lebih.

Pantauan Sumut Pos Rabu (7/3) malam sekira pukul 21.00 WIB, seorang saksi bernama Wina, terlihat dimarkas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, ditemani seorang pria keturunan Tionghoa menjalani pemeriksaan terkait kebersamaanya dengan AKBP Apriyanto saat pulang dari lokasi tempat hiburan malam Dcore pada 11 Februari lalu.

Pemeriksaan digelar di ruang Direktorat Narkoba Polda Sumut oleh Kasubdit I AKBP Suhadi.

Di sisi lain, pemeriksaan AKBP Apriyanto sudah kedua kalinya dilaksanakan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Adapaun ketiga tersangka lain yang dikonfrontir dengan AKBP Apriyanto yaitu, Sri Agustina, Jhonson Jingga dan Ade Hendrawan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengkonfrontir keterangan AKBP Aprianto dengan tiga tersangka lainnya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba tersebut.
“Ya, sudah dilakukan pemeriksaannya. Itu untuk konfrontir keterangan dengan tersangka lainnya. Tapi belum tau hasilnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin (8/3).

Saat disinggung mengenai penyidik yang melakukan pemeriksaan itu seharusnya oleh perwira menengah (Pamen) Polda Sumut, Heru menjelaskan, tidak ada masalah yang melakukan pemeriksaan tersebut.

“Nggak ada masalah siapa penyidiknya, pangkat dibawahnya pun bisa saja. Nggak mesti harus diatas pangkat pak Apriyanto,” ujarnya.
AKBP Apriyanto, lanjutnya telah dimutasi menjadi Pamen di Bidang Propam Polda Sumut. “Jadi itu sudah membuat pemeriksaan berjalan netral, tidak ada keseganan dalam pemeriksaan penyidik, meski pangkatnya lebih tinggi,” terangnya.

Hingga kemarin malam, pemeriksaan terhadap AKBP Apriyanto untuk dikonfrontir dengan tiga tersangka lainnya belum diketahui hasilnya. “Belum selesai, jadi belum tahu hasil pemeriksaannya bagaimana,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum AKBP Aprianto, Marudud Simanjuntak mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan di ruang Direktorat Narkoba Polda Sumut. Pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap kliennya itu selama 7 jam lebih. Namun, dia enggan membeberkan terkait agenda apa yang dibicarakan dalam pemeriksaan tersebut. “Masih diperiksa dan dikonfrontir. Belum selesai,” jelasnya, kemarin.

AKBP Apriyanto dikonfrontir dengan keterangan tersangka Sri Agustina, Jhonson Jingga dan Ade Hendrawan untuk diketahui keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba. “Sudah dikonfrontir tapi belum diketahui hasilnya,” tutur Marudud.

Sementara itu, petugas juga membawa AKBP Apriyanto bersama saksi Wina ke Dcore untuk menjalani rekonstruksi. Sayangnya, rekonstruksi dilakukan petugas itu dilakukan tertutup. Bahkan, wartawan tak diperkenankan melihat rekonstruksi yang dipimpin Direktur Narkoba Kombes Andjar Dewanto.
Ketika dikonfirmasi, Andjar tak bersedia memberi keterangan terkait rekonstruksi tersebut. (mag-5)

PKK Pemprovsu Bantu Korban Banjir Madina

MADINA- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho menyerahkan bantuan kepada korban banjir di kawasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Bantuan diserahkan, Rabu (7/3) dam disambut antusias para korban banjir bandang Madina.

Penyerahan bantuan itu dilakukan sekaligus kunjungannya dalam kegiatan supervisi di Madina. Bantuan yang disampaikan berupa selimut, pakaian, makanan pendamping air susu ibu (MP ASI), perlengkapan Peralatan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti sikat dan pasta gigi, serta makanan tambahan bagi anak sekolah dan ibu hamil.

Sutias mengharapkan, para korban banjir, khususnya anak-anak dan kaum ibu dapat tetap terjaga kesehatannya meskipun berada dalam lingkungan yang belum nyaman seperti sedia kala.

Dalam kesempatan itu, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho sempat berdialog dengan masyarakat para korban banjir. Kepada para korban banjir, dia berharap bencana banjir  yang menimpa warga masyarakat di empat desa bukanlah sesuatu yang harus disesalkan terus menerus.
“Tak ada gunanya kita sesali terus menerus, tapi yakinlah dibalik bencana yang menimpa, ada hikmah yang dapat dipetik,” ungkapnya.
Sutias mengajak masyarakat bangkit kembali menata kehidupan demi masa depan yang lebih baik. Bencana harus disikapi dengan semangat menjaga lingkungan hidup untuk kehidupan kita dan anak cucu kelak.

“Mulai hari ini, mari kita semua menjaga kelestarian alam, saling mendukung, menjaga dan mengingatkan agar tidak menebang hutan sembarangan,” kata Sutias.   Di samping itu, isteri dari Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengimbau agar masyarakat selalu menggiatkan gotong royong sehingga parit-parit tidak tersumbat dan air dapat mengalir dengan lancar.

Untuk diketahui, banjir melanda 10 desa di Kecamatan Panyabungan, Minggu 26 Februari 2012 malam, akibatnya ratusan rumah terendam dan seribuan warga di Kecamatan Panyabungan Kota, Mandina terpaksa mengungsi.

Adapun desa yang dilanda banjir bandang tersebut, Desa Gunung Manaon, Desa Pagaran Tonga dan Desa Manyabar dan Gunung Tua.  Air yang bersumber dari hulu sungai, menghantam kediaman warga dan mengakibatkan sejumlah infrastruktur di wilayah itu rusak. Satu diantaranya adalah jembatan yang terletak di atas Sungai Aek Rantopuran, Desa Gunung Tua. (ril/ari)