23 C
Medan
Thursday, February 5, 2026
Home Blog Page 13797

Gatot yang Paling Bertanggung Jawab

Dugaan Korupsi Bansos Pemprovsu Rp1,2 T

MEDAN-Terseretnya nama Plt Gubsu, Gatot Pudjonugroho, dalam dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) 2009-2011 sebagaimana terungkap dalam hasil gelar perkara yang digelar Kejatisu, pekan lalu, masih jadi sorotan publik. Gatot dinilai bertanggung jawab dalam perkara yang merugikan negara Rp1,2 triliun itu.

“Harusnya ada seleksi secara ketat dan transapran. Jangan sampai yang sebenarnya tidak memenuhi syarat, kemudian bisa terealisasi karena adanya kepentingan,” sesal analis anggaran dan kebijakan Sumut, Elfenda Ananda, Minggu (19/2).

Pernyataan Elfenda tersebut terkait dugaan pelanggaran Gatot terhadap UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, maupun Permendagri No 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bansos yang bersumber dari APBD.

Menurutnya, jika Gatot benar-benar mempedomani kedua ketentuan itu, bantuan pembangunan asrama mahasiswa asal Sumut di Kairo, Mesir, tak perlu dilakukan. Tidak hanya soal dana bantuan untuk mahasiswa di luar negeri, lanjutnya, semua bantuan atau dana hibah yang dibawa ke luar negeri harus terkordinasi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dengan adanya bantuan itu, apa berarti mahasiswa yang ada di Mesir itu lebih membutuhkan ketimbang mahasiswa yang belajar di Indonesia dan Sumut. Kan tidak seperti itu. Maka dari itu, perlu azas transparansi serta skala prioritas. Kalau daerah yang anggarannya berlebih, itu bisa namun tetap harus berkoordinasi dengan kementerian yang terkait,” ujarnya.

Elfenda mengatakan, kenapa Gatot menganggap pemberian bantuan kepada mahasiswa Sumut di Mesir lebih penting? “Muncul pertanyaan, apakah ini (asrama di Mesir, Red) nantinya jadi aset Pemprovsu? Bantuan yang sifatnya hibah, harus ada ketentuan, pos yang mana dan sebagainya. Kalau bantuan itu masuk dalam kategori belanja modal, maka itu nantinya akan menjadi aset Pemprovsu. Kalau tidak, jadi masuk ke pos mana, itu harus dijelaskan,” tegasnya.

Polemik ini, sambungnya, harus dievaluasi. Karena  jika dilihat dari aspek regulasi, Kejatisu benar menilai bantuan ke luar negeri itu harus melalui Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri. Apakah Pemprovsu sudah melakukan itu? “Ini pasti kebijakan dari jabatan tertinggi, yakni Plt Gubsu. Kemudian mekanismenya, tetap dari bawah. Suka tidak suka, Plt Gubsu harus mengetahui hal itu,” pungkasnya. (ari)

Akbar Tanjung: Hati-hati Pilih Gubsu 2013

MEDAN- Akbar Tanjung yang dikenal sebagai tokoh politik nasional, mewanti-wanti kepada masyarakat Sumatera Utara (Sumut), untuk berhati-hati dalam menghadapi proses Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) yang akan digelar 7 Maret 2013 mendatang.

Itu dikemukakannya, saat hadir sebagai pembicara pada seminar bertajuk, ‘Konstelasi Perpolitikan Nasional Jelang 2014 dan Implikasinya terhadap Pilkada Sumut 2013’ di Raz Plaza, Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (19/2).

Apa yang dikemukakan Akbar tidak terlepas dari prediksinya dimana perhelatan Pilgubsu 2013 mendatang akan menjadi salah satu perhatian pusat dan nasional. “Intinya, Pilgubsu 2013 harus disikapi lebih arif, lebih cerdas dan masyarakat harus lebih siap dan dipersiapkan secara lebih matang. Kehadiran pemimpin sangat mempengaruhi perubahan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu harus lebih hati-hati memilih gubernur pada Pilgubsu 2013 jika masyarakat menginginkan perubahan lebih signifikan bagi kemajuan Sumut ke arah lebih baik ke depan,” ujarnya.

Pria yang juga mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini menegaskan, dalam perspektif Islam pemimpin yang didambakan itu memiliki sifat Siddiq atau dapat dipercaya alias jujur, kemudian tabligh yang bermakna mampu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terutama rakyat dan masyarakat. Selain itu, pemimpin yang baik itu harus juga amanah, yakni menjaga integritas serta tidak berorientasi korup. Dan yang tak kalah pentingnya, pemimpin yang baik itu harus memiliki sifat fathanah yang maknanya memliki kecerdasan, arif serta bijaksana.

“Kita pasti tidak menginginkan, tidak adanya perubahan di Sumut. Untuk itu, Pilgubsu 2013 adalah momen yang tepat dan strategis jika ingin perubahan itu,” tegasnya.(ari)

Kumpulkan Sampah pada Tempatnya

MEDAN-Salah satu lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kecamatan Medan Kota yakni di Jalan Stadion Teladan Kelurahan Teladan Timur Lingkungan 6. Menurut warga sampah di TPS itu hampir setiap hari diangkut dinas kebersihan.
“Hampir setiap pagi sampah yang berada di TPS selalu diangkat dengan mobil dinas kebersihan,” kata Erna pedagang di sekitar Stadion Teladan kepada Sumut Pos, (18/2).

Kata Erna sampah-sampah itu kerap menumpuk pada sore hari. Bahkan pemulung memanfaatkan sampah itu untuk dijual.
“Setiap sore, beberapa pemulung menyisir sampah yang bisa digunakan dan dijual,” ungkapnya.
Terkait gangguan yang sering terjadi akibat dari tumpukan sampah tersebut, sambung Erna adalah munculnya aroma tidak sedap. “Mau bagaimana lagi, terpaksa lah kita selalu merasakan aroma sampah tersebut,” tandasnya.

Terkait dengan TPS yang berada di Stadion Teladan, Camat Medan Kota Parlindungan Nasution SSos mengakui dinas kebersihan Kecamatan Medan Kota selalu mengangkut sampah itu. Dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.
Untuk itu, Parlindungan berharap kepada masyarakatnya agar mengumpulkan sampah dalam wadah plastik dengan rapi agar memudahkan petugas kebersihan mengangkutnya pada pagi hari.

“Parahnya lagi kadang warga membuang sampah sembarang tempat, tidak sesuai tempat,” terangnya.
Untuk membuat sadar masyarakat tentang sampah ini memang agak sulit, karena tidak ada sanksi yang diberikan. Hanya saja, lanjut Parlindungan bila masyarakat tertangkap basah membuang sampah sembarang, maka sampah itu akan dikembalikan kepadanya.
“Bila masyarakat membuang sampah pada tempatnya, mungkin Kecamatan Medan Kota ini semakin indah,” pungkasnya. (omi)

Berjalan agar Berpikir Lebih Sehat

City Fun Walk 2012 Digelar di Lapangan Benteng

MEDAN- Walk To Think Health “Berjalan agar Berpikir Lebih Sehat.” Begitulah moto dalam acara City Fun Walk 2012 yang dilakukan oleh City Radio di lapangan Benteng Medan, Minggu (19/20.

City Fun Walk 2012 merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membudayakan jalan sehat, sekaligus memperkenalkan kembali 95,9 FM City Radio. Kegiatan ini dilepas langsung oleh Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM didampingi oleh General Manajer City Radio serta dimeriahkan dengan hadirnya Putri Indonesia 2011, Maria Selena.

General Manajer 95,9 FM City Radio mengatakan City Fun Walk 2012 dengan program jalan santai, juga dilakukan untuk mensukseskan program pemerintah menuju Indonesia sehat 2012. Karenanya kegiatan City Fun Walk ini sengaja ditujukan untuk semua kalangan masyarakat Kota Medan.
Bahkan untuk lebih memeriahkan acara, manajemen City Radio juga menggelar sejumlah kegiatan sosial dan aktifitas hiburan. Diantaranya donor darah, denam aerobik, panggung hiburan, door prize, dan games lainnya.

Kegiatan City Fun Walk ternyata mendapat antusias besar dari ribuan masyarakat kota Medan. Mulai dari kalangan remaja, anak-anak hingga orang tua, berkumpul menikmati jalan santai bersama keluarga. Lebih dari 2000 peserta mengikuti program jalan santai dengan rute mengelilingi sejumlah jalan protokol Medan.

City Fun Walk 2012 juga dimeriahkan oleh sejumlah produk makanan dan minuman kesehatan yang dapat langsung dinikmati oleh ribuan peserta ketika beradan di kawasan lapangan Benteng Medan. Kegiatan yang berjalan dengan lancar, aman dan tertib ini diakhiri dengan penarikan door prize sepeda motor dan ratusan hadiah hiburan lainnya. (*/ari)

Rindukan Presiden Beribawa, Tegas, dan Berkomitmen Membangun Bangsa

Rapimda Partai Gerindra Sumut Digelar

MEDAN-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumut Ir Ramses Simbolon mengatakan, masyarakat Sumut sangat merindukan Presiden RI yang berwibawa, tegas pada prinsip dan mempunyai komitmen untuk membangun bangsa ini pada tahun 2014.

Hal itu disampaikan Ramses Simbolon usai pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Gerindra Sumut, Sabtu (18/2) di Hotel Danau Toba Internasional (HDTI) Medan. Untuk itu, konsolidasi partai Gerindra harus selesai sampai ke tingkat ranting di akhir Januari 2012.

“Jadi melalui Rapimda ini kita ingin melihat sejauh mana konsolidasi itu dilaksanakan oleh masing-masing pengurus DPC Gerindra. Apakah pembentukan ranting sudah seperti yang diharapkan sesuai dengan Rakerda lalu? Bukan hanya bentuk administrasi, tapi apakah pengurus ranting itu sungguh-sungguh ada di lapangan, dan itu yang ditegaskan di sini,” jelasnya.

Rapimda juga membahas bagaimana Gerindra bisa menjadi partai berkuasa secara konstitusional di Pemilu 2014 mendatang, sehingga mampu mencalonkan sendiri Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto sebagai Presiden RI tahun 2014. Meskipun kriteria sosok Gubsu juga sudah disiapkan.

“Perlu diingat, bahwa calon Gubsu dari Gerindra hanya bisa diputuskan DPP, DPD hanya punya kewenangan mengusulkan. Gerindra sendiri memiliki kriteria sosok calon Gubsu, namun harus dikoordinasikan dengan partai lain sebab Partai Gerindra dalam mencalonkan Gubsu tidak bisa mandiri karena kuota suara tidak cukup,” paparnya.

Selain itu Gerindra Sumut menargetkan perolehan suara Pemilu 2014 minimum 20 persen. Karena dengan jumlah 20 persen saja, pihaknya sudah bisa mengusulkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2014. “Saya optimis suara itu bisa diraih pada Pemilu 2014 melihat di lapangan khususnya ke kecamatan, desa, dan dusun di Sumut. Banyak masyarakat menyampaikan kalau mereka merindukan sosok presiden yang beribawa dan tegas pada prinsip, serta punya komitmen penuh membangun bangsa ini,” pungkasnya. (*/jul)

Minta Pengamanan Aset dan Tertibkan Galian C

Dirut PDAMTirtanadi dan Rajamin Sirait Audensi ke Kapoldasu

MEDAN-Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Sumut, Ir.H. Azzam Rizal, MEng dan anggota Dewan Pengawas Rajamin Sirait, SE bersilaturahmi kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Kamis (16/2) petang kemarin.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu, Azzam Rizal memaparkan kondisi terkini PDAM Tirtanadi dan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi. Selain itu, Dirut meminta bantuan Polri untuk turutserta menjaga aset milik perusahaan tersebut. Sebab, PDAM merupakan salah satu obyek vital yang turut dijaga.

“Saat ini, PDAM Tirtanadi banyak mengalami kasus pencurian air serta perusakan meteran,” katanya.

Azzam Rizal juga mengakui perusahaan yang dipimpinnya masih kurang dalam hal produktifitas air. Dengan demikian, diperlukan sumber-sumber air baru guna menambah produksi. Tetapi, dengan adanya beberapa ulah masyarakat di antaranya galian C, otomatis dapat mengurangi kualitas dan debit air.

Rajamin menambahkan, air berperan penting dalam kehidupan manusia dan lingkungan. Karena itu, diperlukan langkah nyata untuk menjaga kwaliltas dan produktivitasnya supaya semakin meningkat.

Menanggapi hal itu, Kapolda berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak PDAM misalnya membentuk tim untuk melakukan operasi (Ops) penertiban terhadap pihak-pihak yang melakukan pencurian atau perusakan.

“Pihak kepolisian siap membantu kelangsungan dan eksistensi PDAM demi menjaga produktifitas dan kualitas air sebagai kebutuhan dasar hidup manusia,” terangnya.

Soal adanya tindak pencurian, sebut Kapolda, perlu dibentuk tim untuk melakukan operasi tetapi lebih dulu disosialisasikan ke masyarakat. (azw)

Sungmin Patah Hati

Konser Super Show 4 Super Junior di Singapore

Siap untuk mendengar serangkaian konser Super Show 4 (SS4) Super Junior yang digelar di Singapore Indoor Stadium, Singapura pada Sabtu (18/2) malam? Ini dia konser yang Anda lewatkan itu.

Konser dimulai pukul 18.18 WIB. Sekitar 5 ribu penonton yang rata-rata dari usia remaja dan lebih banyak perempuan itu langsung tidak sabar menanti idolanya muncul. Begitu lampu dipadamkan, teriakan histeris pun terdengar di segala penjuru. Arena konser dipenuhi cahaya biru yang berasal dari lightstick para Elf (penggemar berat SuJu).

Panggung ditata sedemikian rupa. Craine untuk mengangkat personel SuJu agar lebih dekat dengan penggemarnya, juga panggung yang bisa naik turun pun ada di tengah-tengah. Dari sekeliling panggung tengah itu, muncul air mancur. Wow…

‘Opera’, ‘Twin’ dan ‘A Man in Love’ berturut-turut langsung dibawakan. ‘Bonamana’ yang merupakan hits album keempat mereka jadi pemanas di sesi pertama.

SuJu pun masuk ke sesi perkenalan. Satu-satu ke-9 personel SuJu yang meramaikan konser memberikan kata sambutan. “Singapura hot tapi bukan karena cuaca, tapi karena kalian,” ujar Shindong.

Hormat untuk Heechul

Heechul, salah satu personel SuJu kini sedang menjalani wajib militer. Ia pun tidak terlibat dalam tur SS4. Tapi bukan berarti status Heechul sebagai personel SuJu diabaikan.

Saatnya Sesi Solo

Setelah Shindong selesai bersenang-senang dengan lagu ‘Walkin’, sesi solo pun berlangsung. Satu persatu personel SuJu unjuk gigi. Dimulai dari Henry yang tak lain adalah personel SuJu M. Ia menyanyikan bagian suara Bruno Mars dalam lagu ‘Billionaire’ dan ‘Lighters’.
Lalu giliran Eunhyuk, Sungmin dan Kyuhyun. Ryeowook memilih untuk bernyanyi dan menari dengan lagu ‘Moves Like Jagger’ milik Maroon 5. Aksinya ditutup aksi dansa bersama perempuan seksi.

Shindong Seksi ala Hyuna

Bukan Shindong namanya kalau tidak membuat kehebohan. Begitu tiba sesi solo, Shindong benar-benar tampil beda. Ia menjadi Hyuna. Shindong memakai wig berambut panjang dan baju perempuan. Ia langsung menyanyikan lagu ‘Troublemaker’ lengkap dengan gerakan seksi ala Hyuna.

Sungmin Patah Hati

Dalam kesempatan SS4 di Singapura, Sungmin berencana mencari pacar. Didampingi Leeteuk, ia memilih seorang gadis dari barisan festival di depan panggung.

Perempuan berambut panjang itu diajak naik ke atas panggung. Sungmin pun melancarkan rayuan agar si gadis jatuh hati. Sayangnya gadis itu lebih menyukai Kyuhyun.

Jelang konser berakhir, lagu ‘Sorry Sorry’ dilantunkan. Semua kembali bergoyang, para personel SuJu memberikan fans service di semua penjuru penonton.

‘Miracle’ dan ‘Destiny’ menutu perjumpaan mereka. Setelah konser selesai, mereka tak langsung pamit, ucapan terima kasih tak henti-hentinya mereka berikan.

Total SuJu membawakan sekitar 40 lagu, songlist mereka nyaris sama dengan SS4 yang dilakukan di Seoul. Konser berlangsung hampir satu jam. Tepatnya 3 jam 42 menit. Konser panjang yang tak pernah cukup memuaskan para pecintanya. (yla/yla/dtc)

Ersa Mayori, ‘Tukang Gosip’ yang Jauh dari Gosip

Meski telah lama berkecimpung di dunia selebritas Tanah Air, kehidupan Ersa Mayori terbilang jauh dari gosip. Presenter ‘!nsert’ yang tayang di Trans TV itu berprinsip, tidak akan ada asap kalau tak ada api.

Baginya, pepatah tersebut merupakan rahasianya terhindar dari gosip. “Kalau ada berita yang tidak baik, kita musti pikirkan kenapa sampai ada. Harus introspeksi. Karena dari apa yang saya alami, nggak akan ada asap kalau tak ada api,” ungkapnya .

Lebih jauh mantan Gadis Sampul 1993 itu mengatakan, jika permasalahan rumah tangga terdengar hingga diberitakan media, sebaiknya seorang artis mulai banyak merefleksi diri.

“Mungkinkah kita sering berkoar-koar tentang masalah rumah tangga kita, pasangan kita dan cerita sama orang. Tanpa sengaja kita sering menjelek-jelekkan pasangan sendiri. Itu ya bisa bergulir,” ia memberi ilustrasi.

“Kalau kita memang biasa-biasa saja, mau dengar dari mana wartawan? Kalau nggak ada apa-apa kan nggak ada yang diberitakan. Kalau pun nggak benar tinggal dibantah. Selesai kan?” tambahnya memperjelas.

Oleh karenanya, istri dari Otto Satria Jauhari itu selalu menjaga agar keluarganya tetap harmonis. Meski sibuk, ia tak khawatir dengan perkembangan kedua puterinya Aiska Fairana dan Talula Malaika karena dibantu sang suami.

“Saya sama suami teamwork sih kalau bagi waktu untuk keluarga. Misalnya saya tiba-tiba weekend harus menjadi MC di luar kota, pasti nanti suami yang take over untuk ngajak anak jalan-jalan, main atau bikin PR,” jelasnya.

Apa anak-anak tak protes  sering ditinggal ibunya? “Ya, namanya juga anak kecil. Tapi aku jelaskan dan mereka mengerti.  Aku kan kerja demi mereka juga,” ujarnya. (bar/mmu/dtc)

Okan Cornelius Menanti Kelahiran Anak Pertama

Jakarta – Pasangan Okan Cornelius dan Viviane tengah menanti kelahiran anak pertamanya. Sang istri kini tengah hamil 7 bulan.
Okan mengaku istrinya itu tak mengalami masa-masa ngidam. Namun tak bisa dipungkiri, sang istri banyak mengalami perubahan termasuk dalam hal makan. “Dia laper melulu, kalau dia makannya kayak marmut, tiap satu jam makan. Makan apa saja masuk,” kelakar Okan saat ditemui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (18/2)

Namun Okan tampaknya tak mau ambil pusing. Ia pun membebaskan sang istri untuk makan apa saja.
“Nggak mau dicerewetin ntar dia stres,” tuturnya.

Dijadwalkan, Viviane akan melahirkan pada 2 Mei mendatang. Hasil USG pun menunjukkan, Okan dan Viviane akan dikaruniai bayi laki-laki. (nu2/nu2/dtc)

Angelina Jolie Mau Dibunuh Warga Sarajevo

Karir Angelina Jolie sebagai sutradara ternyata bukan tanpa risiko. Pemilik bibir seksi ini mengakui bahwa selama menggarap film debutnya yang berjudul In The Land of Blood and Money, dia telah diteror sejumlah ancaman pembunuhan.

Namun, dilansir dari Aceshowbiz, bukan cuma Jolie yang bernasib demikian. Sejumlah warga Serbia yang menjadi pemeran dalam filmnya itu juga mendapat ancaman yang sama setelah film tersebut dipremierkan pada Selasa malam (14/2) di depan 5.000 orang Sarajevo.  Munculnya teror sangat beralasan mengingat film yang diangkat Jolie adalah isu yang sangat kontroversial.

“Ada yang dikirim langsung padaku, ada yang di-posting secara online. Para pemeran… memang mereka tidak pernah komplain padaku tentang ancaman ini, tapi aku dengar sendiri bahwa ancaman itu memang ada. Salah satu dari mereka menemukan kaca mobilnya sudah dirusak, ada pula yang teleponnya di-hack…,” ungkapnya.

Selain itu, kekasih Brad Pitt ini juga menjelaskan bahwa dirinya telah memberi pilihan bagi para korban teror untuk meninggalkan Sarajevo ketika screening pertama film itu. Namun, tak ada yang sepakat dengan idenya.

Pemilik bibir seksi ini pun sempat tidak hadir dalam screening film. Namun, ibu enam anak ini bersikeras bahwa ketidakhadirannya bukan karena takut, melainkan karena alasan kesehatan. (rm/jpnn)