26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13805

Berharap Bursa Transfer Diperpanjang

MEDAN-Wacana memundurkan bursa transfer pemain hingga 1 April mendatang memang memberikan angin segar bagi klub yang ingin menyolidkan skuad untuk putaran kedua.

Namun, itu juga menjadi kekhawatiran bagi PSMS yang sampai saat ini baru mendatangkan satu pemain baru, Nico Susanto. PSMS yang berharap bisa lebih baik di putaran kedua tentu saja resah, terbatasnya waktu transfer pemain, membuat target tersebut tak akan kesampaian.

Manajer PSMS Doli Sinomba Siregar menyambut baik wacana LPIS untuk menunda penutupan transfer pemain. Dia mengatakan, hal itu akan membantu klub-klub seperti PSMS. “Harusnya seperti itu, transfer market tetap dibuka hingga 1 April seperti yang direncanakan. Kami berharap, wacana itu terwujud agar klub-klub seperti PSMS bisa lebih memaksimalkan lagi penambahan pemain,” ungkapnya, Selasa (20/3).

Bagi Doli, PSMS memang belum maksimal melakukan transfer pemain lantaran berbagai sebab. Salah satunya, tur empat laga tandang berturut-turut, membuat pihaknya tak bisa konsentrasi melakukan pendekatan kepada beberapa pemain. “Karena itu, kita tak bisa maksimal melakukan pencarian pemain, karena fokus ke pertandingan. Jadi penundaan ini selayaknya direalisasikan,” harapnya.

Apa lagi, pihaknya saat ini juga sedang melakukan pendekatan dengan beberapa pemain baru. Kalau tenggat waktu tetap 18 Maret lalu, upaya PSMS bakal sia-sia. “Terus terang, wacana penundaan penutupan transfer market memberi harapan bagi kita. Itu pula yang membuat kita sedang melakukan pendekatan dengan beberapa pemain lain,” tambah Doli.

Sementara, manajer operasional PSMS Johnny Sembiring mengatakan, lamanya proses perekrutan pemain baru untuk putaran kedua terjadi karena manajemen PSMS belum menerima surat keluar pemain incaran.

“Itu yang membuat prosesnya jadi lama. Kita baru akan mengesahkan pemain tersebut setelah si pemain mengantongi surat keluar dari klub lamanya. Itu sebagai bukti agar kita bisa mendaftarkannya ke LPIS,” ujarnya.

Di sisi lain, jeda waktu kompetisi IPL berlangsung selama seminggu. Berdasarkan informasi yang didapat, seluruh klub baru akan menggelar latihan pada Senin (26/3) mendatang.

“Ya, seluruh klub IPL libur dari kegiatan hingga Minggu (25/3) mendatang, dan memulai latihan Senin (26/3). Kita juga seperti itu. Pelatih (Fabio Lopez) juga setuju dengan ketetapan itu,” ungkap sekretaris tim PSMS Heru Prawono. (saz)

Penambahan Cabor PON XVIII Masih tak Jelas

MEDAN- Perdebatan soal penambahan cabang olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau masih berlangsung a lot. Hoki, dansa, berkuda dan drumband adalah empat cabang masih dipertimbangkan untuk dipertandingkan. Pro dan kontra masih terjadi antara KONI daerah yang mendukung dengan KONI Pusat dan PB PON.

KONI Jawa Barat saat ini tercatat sebagai pihak yang sangat ngotot meminta empat cabang olahraga itu dipertandingkan. Hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), menjadi senjata untuk menuntut empat cabor ini digelar. Sementara beberapa KONI daerah lainnya membentuk kelompok yang lebih mengarah kepada penolakan.

Ketua Harian KONI Sumut, John Lubis saat ditemui di Sekretariat KONI Sumut, Senin (19/3) kemarin mengatakan belum ada keputusan final. Pihaknya baru kembali dari pertemuan KONI se-Indonesia di Semarang beberapa waktu lalu.

“Belum ada keputusan. Semuanya masih simpang siur. Bukan hanya enam tapi 21 KONI pun menolak. Memang ada usulan dari Ketua KONI Pusat, Toto Suratman. Tapi belum ada SK dari PB PON,” ujarnya didampingi Wakil Ketua II, Agung Sunarno dan Sekum, Chairul Azmi.

John sendiri mengaku tidak sepakat pihaknya disebut kontra. Hanya saja dengan sisa waktu yang tak lagi banyak menjelang PON, hal itu sangat riskan untuk diwujudkan. “Dulu pertama kali kita pernah usulkan penambahan 4 cabang ini. Tapi harusnya itu diputuskan pada Rakernas 2011. Nah, kalau diputuskan sekarang sementara waktu tinggal beberapa bulan lagi kita yang bingung,” ujarnya.

Selain itu tidak sembarangan penambahan cabor mengingat batas pendaftaran entry by number sudah melewati deadline. “Kapan lagi cabang-cabang ini mendaftarkan atlet. Sementara entry by number sudah habis pada 9 Maret lalu. Jabar sendiri yang sangat ngotot tidak terlihat mendaftarkan atletnya,” ungkapnya.

Kebingungan itu tentu beralasan. Menyoal pelatda yang sudah berjalan juga anggaran yang sudah diajukan. “Kita sudah anggarkan dana untuk cabang-cabang yang pasti kita ikuti. Juga untuk pelatda yang sudah berjalan. Kapan lagi cabang-cabang itu akan mempersiapkan diri,” katanya.
John tak memungkiri akan ada pembengkakan biaya jika memang PB PON mengeluarkan keputusan. “Sekali berangkat itu drumband dan hoki bisa mencapai puluhan atlet. Bayangkan saja penambahan biayanya” Jhon Lubis. (mag-18)

Ibu-ibu Bawa Alat Masak ke Gedung Dewan

Demo Tolak Kenaikan BBM Berlanjut

MEDAN-Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Sema Unimed), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia dan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia serta sejumlah elemen mahasiswa lainnya, menggelar aksi penolakan terhadap rencana kenaikan  Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (20/3).

Aksi yang sempat menimbulkan macet di sejumlah ruas jalan utama di Kota Medan, seperti Jalan HM Yamin mulai dari Simpang Empat HM Yamin-Gaharu-SM Raja hingga ke Jalan Gatot Subroto, serta sampai ke Jalan Guru Patimpus, Zainul Arifin ini.

Dalam aksinya mereka menuntut agar pemerintah pusat membatalkan rencana kenaikan harga BBM tersebut, karena secara otomatis akan menimbulkan keprihatinan dan kesusahan terhadap masyarakat Indonesia.

Menurut Massa Sema Unimed, Pelaksana Gubsu, Gatot Pujo Nugroho harus mengambil sikap dan tindakan tegas atas kebijakan pemerintah pusat.  Karena sesungguhnya menaikkan harga BBM telah mencerminkan ketidakadilan kepada rakyat. Sama artinya, kebijakan pemerintah itu merupakan bentuk kegagalan pemerintahan SBY-Boediono. Massa juga meminta agar DPRD Sumut menolak rencana pemerintah tersebut.

“Kenaikan BBM dan Kompensasi Bantuan Langsung Masyarakat Sementara (BLMS) wujud nyata penindasan dan pembohongan. Kenaikan BBM sebagai wujud pengingkaran terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tolak BBM sekarang juga, atau kita akan terjajah dengan kekejian pemerintah,” tegas orator Sema Unimed, Agus Khairul Umri dalam orasinya.

Sedangkan massa Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan, kenaikan harga BBM meski didasarkan kenaikan harga minyak dunia merupakan langkah lanjut menuju liberalisasi Migas. Kenaikan BBM ini pula akan memberi keuntungan perusahaan minyak asing.

Hizbut Tahrir Indonesia maupun Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia dengan tegas menolak kebijakan pemerintah, untuk menaikan harga BBM karena akan menyengsarakan rakyat.

Dengan membawa anak-anak, jerigen tempat minyak lampu dan peralatan dapur seperti penggorengan, panci. Pengunjuk rasa juga berkali-kali memukul alat-alat dapur sebagai bentuk protes kenaikan BBM.

“Bila benar-benar dilakukan kenaikan harga BBM pasti akan menambah beban hidup masyarakat. Kaum ibu adalah salah satu pihak yang akan langsung merasakan akibat buruknya. Melalui ini ditegaskan bahwa sistem kapitalisme hanya menghasilkan penderitaan bagi umat terlebih lagi bagi perempuan,” kata Ketua DPD MHTI Sumut, Linda Wulandari.

Dikatakannya, kenaikan BBM merupakan bentuk kegagalan pemerintah. Dengan demikian penyelesaian permasalahan saat ini tidak cukup hanya dengan mengganti SBY tetapi juga harus mengganti sistim pemerintahannya.

Pengunjuk rasa juga membaca ayat-ayat suci dilanjutkan dengan saritilawah, teatrikal dan pembacaan puisi.
Sementara itu, massa GMNI usai menggelar aksi di depan Gedung DPRD Sumut, kemudian melanjutkan aksi dengan menggelar long march melawan arah jalur lalu lintas dari gedung DPRD Sumut menyusuri Jalan Zainul Arifin menuju ke Jalan Guru Pattimpus ke arah Bundaran Air Pancur Jalan Gatot Subroto.

Sontak, aksi yang dilakukan massa GMNI tersebut mengakibatkan pengguna jalan yang melintas menjadi kewalahan.

Massa aksi di Gedung DPRD Sumut diterima Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI-P, Brillian Moktar. Dalam pernyataannya, Brillian Moktar menyatakan, secara pribadi dan kepartaian dirinya kecewa dan menolak kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.
“Pemerintah harus mengevaluasi kebijakan ini,” jawabnya terhadap aksi massa.

Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy didampingi anggota DPRD lainnya mengatakan kebijakan pemerintah yang akan menaikkan BBM masih menjadi perdebatan di kalangan internal partai dan parlemen. Dinilainya, kebijakan pemerintah itu dikarenakan tidak konsistennya (inkonstitusional) UUD dengan Undang-undang Migas tahun 2002. Dalam UUD jelas dikatakan bumi, air dan sumber daya alam dikuasai langsung oleh negara dan digunakan untuk kepentingan rakyat.

“Namun dalam UU Migas tahun 2003 dibuka kran untuk masuknya asing sehingga privatisasi muncul. Ini terjadi karena pada saat reformasi dimana Indonesia ikut aturan IMF sehingga harus terbuka dan saat ini masuk WTO yang mengakibatkan subsidi dicabut. Kita kecewa dengan inkonsitusional ini,” ucap Ikrimah.

7 Batalyon Antisipasi Mogok Angkot

Kodam I/ BB mempersiapkan 7 batalyon untuk mengantisipasi terjadinya mogok massal angkutan kota, menjelang naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April yang akan datang.

“Untuk antisipasi mogok massal yang dilakukan angkutan umum menjelang kenaikan BBM 1 April yang akan datang kita (Kodam I/BB) telah mempersiapkan 7 batalyon. Pasukan ini dibekali sarana angkutan milik TNI, berfungsi untuk membantu dan mengangkut masyarakat yang membutuhkan angkutan,” ujar Panglima Kodam I/BB, Mayjen TNI Lowdewijk F Paulus kepada wartawan, Selasa (20/3), di rumah dinasnya di Jalan Sudirman Medan, usai pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Pangdam juga menegaskan bahwa seluruh pasukan dua per tiga akan disebar dengan sarana dan fasilitas kendaraan milik Kodam I/ BB untuk membantu masyarakat, yang terjebak karena aksi mogok angkutan kota.

“Bukan itu saja mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat demontrasi, kita juga mem-BKO kan pasukan membantu teman-teman polri, untuk menjaga sarana SPBU baik yang ada di Sumut ataupun di Kota Medan,” tegas mantan Danjen Kopassus ini.

Bukan itu saja, sambung Lowdewijk, ia juga sudah menurunkan pasukan intelijen untuk mendeteksi, terjadinya arus unjukrasa dari masyarakat, yang dinilai rentan dengan terjadinya perbuatan anarkis.

“Sejauh ini berdasarkan hasil laporan intelijen kita sudah menerima akan terjadi aksi unjukrasa yang besar pada 1 April yang akan datang. Namun, kita belum mendapatkan laporan tentang adanya aksi unjukrasa yang anarkis,” tegas Pangdam.

Pangdam juga sudah menyebar intelijen, untuk mencari informasi mengenai adanya penimbunan BBM yang dilakukan masyarakat. “Bukan hanya penimbunan BBM yang dilakukan masyarakat, kita juga mengawasi dan memantau untuk mengantisipasi terjadi penimbunan yang dilakukan pengusaha SPBU. Tentunya hasil temuan ini nantinya akan kita laporkan, pada teman-teman Polri, untuk segera ditindak lanjuti,” tegasnya.

Sejauh ini, tegas Pangdam, bahwa Kodam I/BB, telah mempersiapkan seluruh truk angkutan prajurit, baik yang ada di Batalyon daerah ataupun kota, untuk antisipasi penumpukan penumpang yang tidak diangkut angkutan kota dalam aksi mogok.

“Seluruh angkutan milik Kodam, baik truk ataupun angkutan massal prajurit akan kita standbykan, untuk mengantisipasi dan untuk mengungkut masyarakat dalam aksi unjukrasa pada kenaikan BBM, kita juga sudah melakukan pada beberapa tokoh organsisasi dari Kesper, ataupun organda, untuk membahas langkah lanjut soal aksi yang dilakukan supir angkutan.Kita juga berharap, pada masyarakat bahwa melakukan orasi dan unjukrasa, agar dilakukan dengam damai,” beber Lowdewij. (rud/adl/ari)

DPRD Dipastikan Sewa Gedung Pelni

MEDAN-Proses tender penyewaan kantor sementara DPRD Medan senilai Rp1 miliar belum jelas. Tapi, lokasi gedung sementara DPRD Medan dipastikan menyewa gedung Pelni di Jalan Krakatau Medan. “Rencananya memang memakai kantor Pelni,” kata Sekretaris Dinas Perkim, Ahmad Mahdi Siregarn
Menurutnya, pemindahan itu nantinya akan diikuti dengan penghancuran gedung lama DPRD Medan agar bisa dibangun kembali dengan gedung baru.

“Dinas Perkim Medan hanya menangani pembangunan fisik. Sementara tender penyewaan beserta penghancuran aset itu bukan wilayah kami,” kata Ahmad Mahdi, di sela-sela kunjungan kerja Komisi D DPRD Medan ke Dinas Perumahan dan Permukiman, Selasa (20/3).

Sementara, Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Pemko Medan, Ahmad Basarudin Nasution mengaku, tugas mereka hanya mengumumkan pengumuman tender penyewaan gedung secara elektronik di website. “Dan pengumuman itu sudah kami tayangkan sejak tanggal 14 Maret lalu dengan nilai sewa Rp1 miliar,” ujarnya. (adl)

Renovasi Rumah Dinas Wali Kota Rp2,5 Miliar Sudah Disahkan DPRD

Rahudman: Biar Bisa Menjamu Menteri

MEDAN-Pemko Medan mengalokasikan biaya renovasi rumah dinas Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dalam APBD 2012 senilai Rp2,5 miliar. Alokasi anggaran renovasi itu diakui Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Anggaran itu menurutnya merupakan hal yang penting digelontorkan mengingat selama ini Pemko Medan sulit untuk menyambut kedatangan menteri ke Medan.

Selain itu, renovasi rumah dinas dapat dimanfaatkan menjadi lebih luas lagi dan terbuka bagi masyarakat.
“Ini kan yang kita lakukan renovasi ruang tamu, nantinya ada ruang tamu VIP jadi kalau datang menteri tidak usah lagin
mencari tempat makan nanti makan di sana saja,” kata Rahudman Harahap.

Dikatakan Rahudman, dari anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD 2012 itu biasanya akan kembali diupayakan untuk dihemat.
“Kalau penghematan itu pastilah ada, seperti tahun lalu, anggarannya itu juga kan terhemat, yang terpakai hanya Rp1 miliar. Lagian itu untuk negara bukan untuk saya, kalau saya berapa tahun lagi sih,” ucap Rahudman.

Dijelaskannya, alokasi rumah dinas Wali Kota Medan masih dalam rencana.

Berdasarkan data Fitra Sumut, anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi rumah dinas Wali Kota Medan totalnya Rp2,5 miliar dengan rincian, rehabilitasi pendopo rumah dinas Wali Kota Medan sebesar Rp750 juta, rehabilitasi garasi dan ruang kerja rumah dinas Wali Kota Medan sebesar Rp800 juta, dan rehabilitasi dapur dan kamar rumah dinas Wali Kota Medan sebesar Rp1 miliar.

“Anggaran rehabilitasi rumah dinas Wali Kota Medan ini terlalu besar dan mewah. Jelas wali kota hanya menghamburkan uang untuk kepentingan pribadi dan keluarganya tanpa memikirkan masyarakat,” kata Sekretaris Eksekutif Fitra Sumut, Rurita Ningrum, kemarin.

Anggaran alokasi untuk renovasi rumah dinas ini juga dinilai mubazir, sebab kalau dilihat garasi dan pendopo rumah dinas Wali kota Medan sebenarnya masih layak dipakai dan tidak membutuhkan renovasi, sehingga dinilai anggaran ini hanya bertujuan untuk mengambil keuntungan bagi segelintir orang.
Padahal, kalau diperuntukkan dan dialokasikan untuk kepentingan masyarakat banyak, anggaran Rp2,5 miliar ini tentunya bisa menyelamatkan 417 KK miskin di Medan agar bisa membeli rumah sangat sederhana (RSS).

“Jika harga rumah RSS Rp60 juta, maka anggaran renovasi rumah dinas Rp2,5 miliar dibagi Rp60 juta akan bisa menyelamatkan masyarakat miskin 417 KK,” terang Rurita.

Selain itu, alokasi anggaran rumah dinas Wali Kota Medan ini juga teralu mewah dan tidak manusiawi bila dibandingkan dengan anggaran program Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak (KIBLA) tahun 2012 yang hanya sebesar Rp22 juta per tahun.

“Kita tahu APBD ini adalah untuk kepentingan rakyat , seharusnya program-programnya juga untuk kepentingan rakyat bukan untuk merenovasi rumah dinas Wali Kota Medan yang hanya untuk kepentingan pribadi,” tegas Rurita.

Melihat kondisi ini, Rurita menegaskan, pihaknya meminta kepada DPRD Medan untuk membatalkan anggaran renovasi rumah dinas Wali Kota Medan.
“Kita minta anggaran itu dibatalkan karena telah mencederai hati nurani rakyat. Di mana rakyat dipaksa untuk menerima kenaikan BBM sementara pemerintah Kota Medan justru mempertontonkan kepada publik dengan menghambur-hamburkan uang rakyat,” kata Rurita.

Selain itu, terang Rurita, Fitra Sumut juga meminta kepada Wali Kota Medan agar membatalkan renovasi rumah dinas tersebut, karena kebijakan anggaran untuk renovasi itu tidak memperlihatkan kebijakan pemerintah Kota Medan yang peka dan peduli terhadap kondisi masyarakat Kota Medan yang masih banyak di bawah garis kemiskinan.

Ketua DPRD Medan, Amiruddin mengatakan, anggaran renovasi rumah dinas Wali Kota Medan itu merupakan anggaran yang sudah ditetapkan oleh Pemko Medan dan diajukan ke DPRD Medan bahkan sekarang sudah disahkan dalam APBD 2012.

Apakah anggaran ini kemungkinan bisa untuk dibatalkan? Amiruddin mengatakan, sulit dilakukan, paling yang dapat dilakukan adalah penghematan biaya pembangunan. Kalau anggaran ini kan pada prinsipnya berazaskan penghematan, kalau bisa kita berharap sebisa mungkin untuk dihemat,” terang Amiruddin.

Disinggung soal pertimbangan dari DPRD Medan tentang kelayakan dilakukannya renovasi rumah dinas Wali Kota Medan, Amiruddin mengakui kalau urusan layak atau tidaknya itu sudah dikaji sendiri oleh Pemko Medan.

“Kalau yang melihat layak atau tidaknya dilakukan renovasi rumah dinas itu kan sudah dikaji oleh  Pemko Medan, mereka yang melihat sudah layak untuk direnovasi atau tidak,” jelas Amiruddin.(adl)

Pembunuh WN Amerika Serikat Dituntut 15 Tahun Penjara

MEDAN-Dua terdakwa pembunuhan warga Amerika Serikat Samuel Hyein, Arifin alias Ifin dan Muhammad Toha disidang di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (20/3).

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irma Hasibuan SH, dipimpin Ketua Majelis Hakim Mulyanto, kedua terdakwa, dalam berkas terpisah, dituntut 15 tahun penjara.

“Terdakwa dikenakan pasal 365 ayat 4 jo pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap warga Amerika Serikat, Samuel Hyein (28). Korban dirampok setelah keluar dari Bandara Polonia Medan,” ucap JPU, Irma Hasibuan SH.

Irma Hasibuan SH menyatakan kalau kedua terdakwa terbukti telah melakukan perampokan disertai kekerasan terhadap Samuel Hyein yang ketika itu baru sampai di Medan, 19 Oktober 2011 lalu sepulang dari Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kedua terdakwa melihat korban saat berada di atas beca bermotor menuju Swiss-Belhotel, di Jalan S Parman, korban dihadang pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha RX King di kawasan Jalan Mustang Medan,” tegas JPU di hadapan majelis hakim.

Lebih lanjut dikatakan Irma Hasibuan dalam dakwaannya, terdakwa dan korban sempat bergumul, korban akhirnya roboh setelah betisnya ditusuk.
“Salah seorang pelaku bernama Toha, sedang Arifin hanya menunggu di atas sepeda motor. Samuel sempat mendapat perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Elisabeth, namun nyawanya tak tertolong meski demikian barang korban tidak berhasil diambil oleh pelakunya,” beber JPU.
Selama pembacaan dakwaan, kedua terdakwa Muhammad Toha dan Arifin hanya tertunduk lesu.

Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan, majelis hakim PN Medan menunda persidangan hingga minggu depan dengan agenda pembacaan eksepsi. (rud)

Belajar di Teras hingga Digabung di Kelas Lain

Pasca Kebakaran Dua SD Negeri

Pasca kebakaran di dua sekolah di SD Negeri 067243 dan SD Negeri 0672 44, di Jalan Bunga Sedap Malam IX, Medan Selayang, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung walaupun dalam keadaan darurat. Seperti apa?

Bagus-Farida,  Medan

Meski ruang belajar mereka terbakar tak menyurutkan niat mereka untuk kembali belajar seperti biasa. Selasa (20/3) pagi, sekitar pukul 09.00 Wib, para guru kedua sekolah memberikan solusi agar anak didiknya tetap belajar seperti yang dilakukan SD Negeri 067243 para guru memanfaatkan ruang kelas yang tidak terbakar denga cara menggabungkan siswa-siswi dari kelas lain di dalam satu ruangan yang tidak terbakar.

Lebih memperhatinkan lagi, saat akitivitas belajar anak didik terpaksa kesempitan saat mengikuti pelajaran. Ini karena satu bangku sekolah harus berbagi untuk dua orang, belum lagi meja yang kecil membuat anak susah untuk menulis.

“Sempit-sempitan kami, karena sekolah kami terbakar, ya kami tetap harus belajar,” ungkap Riski (10), siswa kelas 3 SD Negeri 067243, saat ditemui Sumut Pos di lokasi kebakaran.

Riski mengatakan, dirinya mengharapkan kepada pemerintahan Kota Medan untuk segera membangun ruang kelasnya yang terbakar, sehinga saat belajar tidak lagi kesempitan dan digabung dengan siswa kelas yang lainnya saat belajar di sekolah.
“Ya, Riski meminta secepatnya lah dibangun kelas yang terbakar,” harap Riski.

Sedangkan di sekolah SD Negeri 067244 yang hanya terbakar di ruangan kelas agama dan ruang perpustakaan, pihak sekolah menyisiati dengan melakukan belajar mengajar di depan kelas 1 (teras, Red), saat belajar siswa kelas 3 di depan siswa kelas 1.
“Kek mana lah lagi dek, harus tetap belajar kita walaupun dalam kondisi seperti kita akan tetap belajar terus,” ungkap Damenta Ginting (51), guru kelas 3 di SD 067244.

Menurutnya, untuk hari selanjutnya pihak sekolah sudah mengatur jadwal belajar mengajar dengan cara sistem paralel atau bergantian, agar tidak mengganggu konsentrasi para siswa saat belajar mengajar berlangsung.

“Belajar di teras sekolah ini pasti mengganggu siswa yang belajar, pasalnya siswa akan tergangu pemikiran saat melihat di sekitarnya seperti orang yang melintas maupun melihat temannya yang lainnya saat berada di luar kelas,” sebutnya.

Menurutnya, bukan hanya bangunan sekolah yang terbakar SK PNS sebagai guru ikut terbakar karena disimpan pihak sekolah di dalam ruang perpustakaan yang ikut ludes terbakar.

Dia mengharapkan kepada pihak terkait untuk segera kembali membangun ruang sekolah yang terbakar, agar anak didiknya belajar tidak terlantar dan terganggu. (*)

Bidik Misi tak Jangkau Mahasiswa Miskin

MEDAN- Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Zulkarnaen Lubis menilai Program Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidik Misi), yang rencananya akan digelontorkan kepada 2.000 mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS)  belum memenuhi prinsip keadilan. Sebab, alokasi itu dinilai terlalu kecil dan tak menjangkaun kebutuhan mahasiswa miskin.

“Jika dibandingkan jumlah PTS, dan jumlahnya mahasiswanya itu masih kecil,” ungkapnya.Pada prinsipnya, bilang Zulkarnaen, PTS sangat mendukung munculnya kebijakan tersebut. Mengingat, salah satu upaya dalam memperbesar akses masyarakat dalam mencicipi pendidikan tinggi dan hendaknya juga dihitung secara proporsional.

“Mahasiswa yang kuliah di PTS itu bukan orang kaya semua, banyak juga mahasiswa miskin di PTS, tidak hanya di PTN. Namun, bukan persoalan miskin atau kaya, tetapi objeknya adalah masyarakat. Seharusnya ada pertimbangan yang objektif,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, pemberian bidik misi tidak hanya sebagai bentuk kompensasi BBM. Sebab, selama ini perhatian lebih ditujukan kepada PTN. Padahal, mereka-mereka yang kuliah di PTS merupakan bagian dari masyarakat Indonesia.

“Ya tidak seluruhnya dibebani APBN atau APBD. Pemerintah bisa meminta sektor swasta dengan menggalakkan orangtua asuh. Memberikan bantuan
tulus tanpa ada ikatan beban terhadap yang dibantu,” terangnya.

Hal senda juga disampaikan Pembantu Rektor IV Universitas Panca Budi Medan, Indra Jaya Lubis. Dia mengatakan, pemerintah harus memperbesar jumlah bidik misi. “Kalau segitu masih tidak cukup, harus diperbesar,” jelasnya.
Indra menekankan, pemberian bantuan pendidikan kepada masyarakat sudah menjadi keharusan pemerintah. Tidak hanya berlaku di PTN, namun juga di PTS.

“Karena mau di PTS dan PTN mereka itu bagian dari masyarakat. Hanya saja kesempatan tidak didapatkan di PTN,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator Kopertis I Sumut-Aceh, M Nawawiy Lubis menyatakan, pihaknya hingga saat ini belum bisa menjelaskan berapa kuota untuk Sumut tersebut.

“Belum, belum ada penjelasan lebih lanjut berapa kuota di Sumut,” jelasnya.
Nawawiy menilai, jika dihitung dengan jumlah mahasiswa, dan PTS yang ada, maka jumlah itu terbilang sangat kecil. Namun, kesanggupan
pemerintah disesuaikan beban APBN hanya mampu untuk 2.000 mahasiswa.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, pihaknya akan memberikan program beasiswa itu kepada 2.000 mahasiswa di PTS. Beasiswa itu hanya diberikan kepada mahasiswa miskin berprestasi dari PTS dengan program studi (prodi) terakreditasi A.

Ia menjelaskan, mahasiswa PTS juga akan mendapatkan jatah yang sama dengan penerima bidik misi mahasiswa PTN, yaitu sekitar Rp12 juta per orang per tahun.

Seleksi bidik misi untuk mahasiswa PTS diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing perguruan tinggi.
Kemendikbud hanya memberikan beberapa rambu, seperti akreditasi program studi, program studi yang dipilih, dan mahasiswa yang bersangkutan memenuhi kriteria miskin berprestasi. Hingga saat ini, bidik misi telah menyentuh sekitar 50.000 mahasiswa miskin
berprestasi.  (uma)

Nabrak Lobang, Ditabrak Truk

Muhammad Angga Pratama Panjaitan (9) meregang nyawa setelah sepeda motor Honda Blade yang dikemudikan ibunya, Yuni (32) terjatuh menabrak lobang di saat melintas di depan SPBU di Jalan Kapten Sumarsono Helvetia, Medan, Selasa (20/3) siang.

Pengakuan Aiptu K Nasution, petugas Satlantas Polresta Medan yang mengantarkan jenazah korban ke RSU dr Pirngadi Medan, korban berbonceng dengan ibunya dan melintas di Jalan Kapten Sumarsono. Tepat di depan SPBU, ibunya menabrak lubang dan sepeda motor yang dikemudikannya terjatuh.
“Keduanya terjatuh ke sebelah kanan,” katanya, saat di instalasi jenazah RSU dr Pirngadi Medan.

Tiba-tiba sebuah truk dari arah belakang menabrak korban. “Korban sempat dibawa ke rumah sakit di Helvetia. Namun, nyawa korban tak dapat terselamatkan dan korban meninggal,” akunya.

Warga Jalan Sei Mencirim, Kompleks Suka Maju, Sunggal itu mengalami luka di kepala, seluruh tubuh luka lecet.
“Sedangkan ibunya juga mengalami luka lecet dan sedang ditangani petugas medis,” sebutnya. (jon)

Cara United Menekan City

WOLVERHAMPTON -Cara Manchester United merespons kegagalan di Europa League (15/3) adalah dengan mengandaskan lawan dengan skor telak. Memberondong lima gol tanpa balas ke gawang Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, cukup bagi United untuk mengancam rival utamanya musim ini: Manchester City.

Seperti saat mengalahkan Bolton, Javier “Chicharito” Hernandez memborong dua gol kemenangan United. Dua gol Chicharito tadi malam diciptakannya pada menit ke-56 dan ke-61. Sedangkan tiga gol lainnya dibagi rata Jonny Evans (21’), Antonio Valencia (43’), dan Danny Welbeck di masa injury time babak pertama.

“Saya kira tidak ada yang spesial dari kemenangan kami. Bermain dengan sepuluh orang menyulitkan mereka (Wolves) dan kami memanfaatkannya,” sahut pelatih United Sir Alex Ferguson di kesempatan terpisah.

Kondisi tersebut jelas memberi tekanan berat The Citizens – sebutan City – saat menghadapi Chelsea. Apalagi calon lawan tengah dalam menikmati masa bulan madu di tangan pelatih interim Roberto Di Matteo. Di Matteo mencatat kemenangan keempatnya dengan mengeliminasi Leicester City 5-2 di perempat final Piala FA. (dns/jpnn)