Home Blog Page 13807

Bendahara Gaji RSUD Tanjungpura Ditangkap

Diduga Melakukan Pemerasan

LANGKAT- Tim khusus Propam Polres Langkat menciduk bendahara gaji Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura, Nina Amalia alias Lia (26) warga Perum Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Langkat dengan dugaan pemerasan.

Lia diamankan ke Mapolres Langkat, setelah tertangkap tangan menerima uang dari dokter (dr) Mardiana Agustina Br Tarigan (35) tenaga medis RS itu, warga Jalan Jamin Ginting Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Kamis (15/3).

Terkait dugaan kasus pemerasan dimaksud, dr S selaku Direktur RSUD Tanjung Pura secara resmi turut dilaporkan ke polisi terkait adanya dugaan kasus pemerasan.

Disebutkan, korbannya Mardiana Agustina Br Tarigan (35) dokter umum yang bertugas di RSUD Tanjung Pura tersebut mengaku telah diperas dr S dengan meminta sejumlah uang.

Pasalnya, sang direktur dalam modusnya beralasan bagi setiap petugas di RS telah melakukan pinjaman sejumlah uang ke Bank Sumut maka diharuskan memberi uang setoran kepadanya. Melegalkan praktiknya, disebut-sebut S melakukan di bawah ancaman mutasi atau dipindahkan, karenanya korban dengan berat hati menyerahkannya untuk diterima atau melalui Nina Amalia (26) selaku juru bayar gaji RS.

Saat serah terima uang berlangsung, Kamis (15/3) pagi, petugas Paminal Polres Langkat dipimpin Apitu Zulkarnaen Ginting dan beberapa anggota lainnya yang sudah menerima informasi aksi pemerasan seketika mengamankan Lia ke Mapolres Langkat setelah tertangkap tangan menerima uang perasan.
Informasi diperoleh, aksi pemerasan muncul Selasa (13/3) siang. Saat itu, korban sedang melakukan penarikan uang pinjaman Rp124 juta di Bank Sumut langsung dihubungi bendahara tersebut melalui via telepon untuk menemui dr S.

Keesokannya, Rabu (14/5), korban menghadap direktur di ruang kerja guna  menjelaskan pencairan uang pinjaman tersebut. Namun penjelasan korban tidak didengarkan S yang bersikeras meminta bagian Rp2,8 juta sebagai syarat utama setiap petugas di RSUD Tanjung Pura bermohon pinjaman ke Bank Sumut dengan memakai anggunan slip gaji.

“Kalau uang itu tidak saya kasi, kata dia (direktur) saya mau dipindahkan ke daerah lain. Saat itu, uangnya sudah sama suami saya, makanya saya bilang besok saja pak saya serahkan uangnya, nah setelah itu dibilangnya supaya besok saya menyerahkan uangnya kepada petugas bendahara di rumah sakit,” urai Mardiana kepada petugas SPK Polres Langkat saat membuat pengaduan.

Setelah berkonsultasi dengan suami atau keluarga, ternyata kebijakan Sadikun tidak dapat diterima. Sampai akhirnya dilakukan pengintaian saat upeti diserahkan melalui juru bayar bendahara gaji RS. Sayangnya, pelaku tidak dapat diwawancarai wartawan di Mapolres karena sedang dimintai keterangan guna pengembangan kasus.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi Subartono, dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut setelah petugas Paminal menangkap pelaku, sekaligus mengakui masih melakukan pemeriksaan secara intensif.

Terpisah, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu ketikadiknfirmasi soal pemerasan meminta Inspektorat memeriksa direktur RS tersebut.(mag-4)
RSUD Tanjung Pura, Sadikun.

“Wah, kalau seperti itu kejadiannya saya sangat prihatin. Kita minta Inspektorat turun dan memeriksanya bagaimana sebenarnya peristiwa tersebut. Sambil kasus hukumnya terus berlanjut di kepolisian, kita akan melakukan pemeriksaan,” tegas Ngogesa di Gedung DPRD Langkat, Kamis (15/3).
Dia mengaku, belum mengetahui persis kasus dimaksudkan. Bahkan berjanji mengecek laporan kasus dimaksud.

Puluhan Wartawan Demo Kabag Humas Sergai

SERGAI-  Puluhan wartawan yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai, melakukan aksi demo di depan kantor Bupati Serdang Bedagai, menuntut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sergai Drs Mariyono SP dicopot  dari jabatannya, Kamis (15/3).

Ketua orasi Rasum Santarwi dalam pernyataan sikapnya meminta kepada Bupati Serdang Bedagai Ir HT Erry Nuradi untuk mengganti Kabag Humas Sergai Mariyono karena sejak menjabat November 2011 lalu, dinilai sangat arogansi dalam menjalankan tugas terutama menyikapi pemberitaan-pemberitaan.
“Kabag Humas Mariyono seharusnya mampu menjembatani dan menyikapi pemberitaan tersebut, bukan disikapi  dengan intimidasi,” teriak Rasum.
Bahkan, Kabag Humas enggan memberi informasi seputar kegiatan yang dilakukan Pemkab Sergai, beberapa kali dengan sengaja menyembunyikan informasi kegiatan Pemkab, sehingga jurnalis  terhalang untuk meliput.

Orasi yang hampir dua jam itu disambut Wakil Bupati Sergai Ir Soekirman didampingi Kakan Kesbanglinmas Ramses Tambunan.
Soekirman di hadapan puluhan wartawan langsung menampung aspirasi para wartawan dan tuntutan wartawan, namun dalam arahannya Wakil Bupati tidak ada wewenang untuk mencopot Kabag Humas. “Saya tak ada kaitan dengan pencopotan itu, ada Baperjakat yang menangani. Pun begitu, aspirasi ini akan segera kita tampung dan langsung diketahui Bupati Sergai HT Erry Nuradi,” tegas Soekirman.  (mag-16)

Dewi Persik Hengkang dari RCM Ahmad Dhani?

Kecewa dengan Ahmad Dhani karena tidak bisa membantu dalam persidangan kasus penganiayaan. Dewi Persik berencana keluar
dari Republik Cinta Manajemen (RCM).

“Kita lihat saja nanti,” ucap Depe usai menerima putusan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Penggilingan, Jakarta, Rabu (14/3).
Pemilik goyang gergaji itu pun sangat kecewa dengan putusan hakim yang menjatuhkan hukuman dua bulan penjara dengan empat bulan masa percobaan.

Kekecewaan Depe diungkapkan dengan rasa terimakasih kepada Ahmad Dhani dan Shanker selaku produser film Hantu Goyang Kerawang.
“Saya cuma bisa bilang, terimakasih banyak, Mas Dhani, terimakasih banyak Pak Shanker. Apapun yang kalian lakukan terhadap saya, saya hanya manusia biasa, pembelaan diri pasti.Saya minta maaf sebesar-besarnya,” tuturnya.

Namun janda dari Saipul Jamil itu tetap mengambil hikmah atas kejadian yang dialami.”Saya akan tetap intropeksi diri, ini pembelajaran diri buat saya,” tandasnya.

Terkait  rencana Depe ini, Ahmad Dhani menangginya dengan santai.

‘’Nggak apa-apa (Dewi Persik keluar), nggak ada masalah buat RCM,” ujar Dhani di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (15/3).
Dhani pun menegaskan, selama anak buahnya mengalami kesulitan, RCM tidak akan tinggal diam. Pentolan band Dewa 19 ini mengaku sudah memberikan yang terbaik untuk Dewi Persik. “Kami sebenarnya nggak lepas tangan. Pengacara Depe itu kan, dari pengacara kami. Dan, kami sudah memberikan yang terbaik. Tetapi kan, pengadilan yang menentukan,” tandasnya.

Disebutkannya, dia  sudah melarang Depe untuk memperkarakan kasusnya dengan Jupe ke pengadilan. “Sebenernya dari awal saya nggak pernah setuju adanya pristiwa hukum. Dari awal saya nggak kepingin ada kasus, karena membuang tenaga. sekarang Depe merasakan (akibatnya),” ungkap Dhani.
Seperti diketahui sebelumnya, kasus cakar-cakaran Dewi Persik dan Julia Perez akhirnya menemui muaranya. Setelah melalui proses persidangan, Depe divonis 2 bulan penjara dengan masa percobaan 4 bulan.

Mendengar putusan majelis hakim, Depe pun sontak menangis. Ia seperti terkejut dan tak terima dengan putusan itu.
Penyanyi bernama lengkap Dewi Murya Agung itu dinyatakan terbukti bersalah menganiaya Julia Perez. Ia telah melanggar pasal 352 ayat 1 tentang penganiayaan.

Vonis yang dijatuhkan hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sebelumnya, mantan istri Saipul Jamil itu dituntut dengan hukuman 6 bulan penjara.

Dengan masa percobaan 4 bulan, artinya Depe tak akan merasakan dinginnya lantai penjara. Namun, jika dalam 4 bulan itu ia melakukan pelanggaran hukum lagi, maka penjara pun menantinya. (bbs/net)

Pertamina Stop BBM di SPBU Kabanjahe

MEDAN- Pertamina Sumbangut sementara waktu menghentikan penyaluran BBM disalah satu SPBU di Kaban Jahe, Kabupaten Karo. Penghentian sementara ini, karena SPBU bernomor 14.221.241 diduga menyelewengkan BBM.

Indikasi penghentian penyaluran BBM tersebut, berawal saat terjadi kebakaran mobil yang dicurigai di dalamnya berisi BBM, Rabu (14/3) kemarin. “Untuk saat ini, kita sedang melakukan investigasi. Dan terhitung mulai hari ini (Kamis, 15/3), penyaluran BBM tersebut dihentikan,” ujar Asisten Manager Eksternal Relationship PT Pertamina Sumbagut, Fitri Erika didampingi Asisten Customer Relationship PT Pertamina, Sonny Mirath ketika ditemui di kantornya, Kamis (15/3) kemarin.

Karena hal ini, Pertamina mohon maaf apabila kenyamanan masyarakat di Kaban Jahe terganggu. Tapi dipastikan tidak akan menimbulkan dampak negatif pada masyarakat, mengingat di Kabupaten Karo telah tersedia 11 SPBU.

“Ada 11 SPBU tersedia di Kabupaten Karo, dan 5 di Kaban Jahe, seperti di Tiga Panah dan Jalan Raya Kaban Jahe. Karena itu, kami harapkan agar masyarakat setempat tetap tenang, karena masih ada 3 SPBU lagi,” ujar Sonny.

Setiap harinya, Pertamina menyalurkan premium sebesar 16 kilo liter per hari dan Solar sebesar 7 kilo liter per hari ke SPBU yang terletak di Desa Kamoung Dalam, Kabajahe di Jalan Jamin Ginting Nomor 1 Kabanjahe. Walaupun begitu, stok di Kabupaten ini dipastikan akan tetap aman. Oleh karena itu, Pertamina mengharapkan agar masyarakat setempat memahami tindakan Pertamina ini, dengan harapan SPBU menjadi jera, dan tidak mengulangi kesalahan. “Mulai pertengahan 2011 hingga saat ini, ada sekitar 31 SPBU yang telah kena sangsi. Karena penyelewengan BBM,” tambah Sonny.
Terkait dengan kenaikan harga, PT Pertamina Sumbangut, yang terletak di Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (15/3) kemarin, mendapat kunjungan dari mahasiswa yang mengaku Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UMSU) Untuk Rakyat atau AMUK Rakyat yang melakukan aksi damai dan menyampaikan orasi penolakan kenaikan BBM.

Bahkan, saat ini disetiap SPBU telah dilengkapi dengan penjagaan polisi. Hal ini untuk mengantisipasi pembelian yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Ini untuk antisipasi saja. Kita telah bekerja sama dengan pihak kepolisian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Pengamanan ini dilakukan pada 380 SPBU yang tersebar di Sumut dan daerah lain.
“Jangan sampai SPBU bermain, karena akan mendapat sangsi tegas dari pertamina, dan dari kepolisian bila sudah masuk dalam tindak pidana,” tambah Erika.(ram)

Katrina Kaif Tolak Rp1 M Demi Shahrukh Khan

Apa yang dilakukan Katrrina Kaif ini  luar biasa. Demi komitmennya pada Shahrukh Khan, bintang Bollywood ini rela melepas uang £127,000 (lebih dari Rp1 miliar) yang seharusnya mengalir ke kantongnya.

Katrina diminta untuk tampil selama 10 menit di fashion show yang berlokasi di Kochi.

Namun karena tidak mau menunda syuting film LONDON ISHQ, dia memilih untuk melepas kesempatan emas itu.
Fashion show itu sendiri dijadwalkan pada 25 Maret mendatang. Jika dihitung-hitung, penghasilan yang akan diterima lebih dari £12.000 per menit.
Namun sayang saat itu Katrina harus berada di Inggris untuk keperluan syuting film Shahrukh Khan tersebut.
LONDON ISHQ sendiri direncanakan akan rilis tanggal 16 November mendatang.

Waktu yang mepet itulah yang kemungkinan membuat Katrina lebih memilih komitmennya di film tersebut. Selain itu, Katrina juga sedang disibukkan dengan syuting film lain, yaitu EK THA TIGER bersama Salman Khan. Katrina sendiri memang dikenal sebagai bintang yang sangat profesional.
Walaupun dia pernah terlibat perpisahan yang menyakitkan dengan Salman, namun dia masih mampu bekerja sama dengan baik dengan aktor kawakan tersebut.

Katrina Kaif yang lahir di Hong Kong, 16 Juli 1984 adalah seorang model, aktris, Bollywood. yang pernah mendapat predikat sebagai wanita terseksi oleh polling majalah FHM India pada tahun 2009. (bbs/net)

Silaturahmi Menguatkan Keberhasilan Anggota

Ir H Chaidir Ritonga MM Bersama Alumni Imatapsel Bogor di Pantai Cermin

Keluarga besar Alumni Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan (Imatapsel) Bogor menggelar reuni di Pantai Cermin, Serdangbedagai, Minggu (11/3). Reuni mempersiapkan organisasi wadah alumni Imatapsel Bogor ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Makan bersama dan hiburan keyboard semakin menambah kekompakan para mahasiswa asal Tapsel yang berburu ilmu pengetahuan di Bogor termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB). Pertemuan perdana ini dihadiri alumni Imatapsel angkatan tertua; tahun 1978, yakni Ali Rintop Siregar yang kini sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang.

Ali Rintop Siregar yang pernah menjadi Kepala BPN Asahan pun secara aklamasi dipercayai memimpin wadah silaturahmi Ikatan Alumni Imatapsel yang memperkokoh keberhasilan para anggota dalam meniti karir baik politik, birokrasi, pendidikan, wirausaha dan profesi lain.
Hadir juga Ir H Chaidir Ritonga MM (Wakil Ketua DPRD Sumut), Prof Dr H Zulkarnain Lubis (Rektor UISU), Bahri Effendi Dongaran, Rakmad Simbolon, Sri Enny, Salbiah, Evi Sahfitri Nasution, Syahrida, Makruf Siregar, Masrida Lubis, Aulia R Hasibuan dan sejumlah alumni mahasiswa Imatapsel yang pernah kuliah di Bogor.

Silaturahim makin terasa penting di tengah zaman yang terus berubah sehingga tidak ada pangkat dan jabatan yang abadi. Karenanya, silaturahmi alumni Imatapsel Bogor ini mengusung tema Strengthening Each Other dimana para alumni saling menguatkan dan mendukung.

Wakil Ketua DPRD Sumut yang juga anggota Imatapsel Bogor, Ir H Chaidir Ritonga MM mengutarakan, semua alumni Imatapsel memberikan testimoni terhadap dua hal. ‘’Pertama ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Almarhum Prof Andi Hakim Nasution yang berjasa secara afirmatif memberikan kesempatan kepada anak-anak daerah belajar di IPB termasuk dari Rapsel,’’ katanya.

Testomoni kedua, lanjut Chaidir, berbagai cerita suka duka, lucu, penuh perjuangan dan keharuan berangkat dari Tapsel menuju Bogor untuk belajar. ‘’Pertemuan alumni Imatapsel Bogor pertama kali ini makin terasa bermakna dan bernas,’’ ucapnya.

Berbagai hal serius juga dikaji para alumni Imatapsel dalam silaturahmi tersebut. Menurut Prof Dr H Zulkarnain Lubis, alumi Imatapsel akan terus memberi kontribusi bagi daerah asal Tapsel sekitarnya maupun mahasiswa Imatapsel yang sedang kuliah di Bogor terutama dari kalangan kurang mampu dalam bidang ekonomi.

‘’Organisasi ini dapat digunakan apa saja untuk para anggotanya termasuk dalam hal kepentingan politik, bisnis dan kekeluargaan, sehingga alumni Imatapsel Bogor yang bekerja dalam berbagai profesi bisa saling menguatkan satu sama lain,’’ kata Zulkarnain.

Pertemuan alumni Imatapsel akan rutin diadakan di mana pertemuan berikut diadakan Mei 2012 di Hotel JW Marriot dengan tuan rumah Ir H Chaidir Ritonga MM, Wakil Ketua DPRD Sumut yang juga Ketua Perhimpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). (*/dmp)

Polres Razia Pasangan Mesum

TEBINGTINGGI- Satuan Reskrim melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tebingtinggi, melakukan razia siang bolong di beberapa hotel kelas melati di Kota Tebingtinggi, Kamis (15/3) siang. Razia ini dilakukan karena menanggapi laporan dari warga tentang maraknya kasus pencabulan yang terjadi diwilayah jajaran hukum Polres Tebingtinggi.

Dalam razia itu, petugas berhasil menjaring enam orang pasangan selingkuh yang kedapatan tidur berduaan di dalam kamar hotel. Karena pasangan itu tidak bisa menunjukan kartu pengenalnya, kemudian petugas menggiring enam pasangan selingkuh ke Mapolres Tebingtinggi guna didata.

Dua pasangan terjaring di Hotel Melati Srikandi Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi masing-masing bernama Novi (20) warga Jalan Soekarno Hatta dan Andre (21) warga Kampung Bicara, Kota Tebingtinggi yang mengaku masih berpacaran. Hotma Napitupulu (40) dan Br Saragih warga Pematangsiantar yang mengaku pasangan suami istri. Petugas juga mengamankan enam pasangan selingkuh lain dari beberapa lokasi berbeda.

Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti didampingi Kanit V Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Ismar Ramadhan mengatakan, pihaknya mengantisipasi banyaknya kejadian pencabulan dan perselingkuhan diwilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Enam pasangan selingkuh yang tertangkap tangan oleh petugas sedang berduan di dalam kamar kosan di Jalan Letda Sujono, Kota Tebingtinggi. Mereka yang terjaring kebanyakn perempuan yang mengaku sebagai sales kosmetik masing-masing bernama  Amirul Siregar (22) warga Jalan Bakti dan pasangannya Fika Rahayu (17) warga Jalan Asrama Bagelen Kota Tebingtinggi. Feri (26) warga Medan Tuntungan dan pasangannya Lia Ramadhani (24) penduduk Kampung Keling Kota Tebingtinggi.

Kemudian pasangan Zulkarnain Lubis (26) warga Jalan Darat dan pasangannya Hilda (21) warga Jalan Darat Kota Tebingtinggi serta dua pasangan lain Sri Wahyuni (20) warga Jalan Imam Bonjol dan pasangan selingkuhnya Muhammad Wahyudi (24) warga Jalan Jalak, Kota Tebingtinggi diamanakan di Hotel Delima, Jalan Delima Kota Tebingtinggi.

Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti didampingi Kanit V Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Ismar Ramadhan mengatakan, pihaknya mengatisipasi banyaknya kejadian pencabulan dan perselingkuhan diwilayah Polres Tebingtinggi.

“Hasilnya kita menjaring enam pasangan selingkuh dan kebanyakan mereka masih remaja dan bersatus pacaran. Setelah didata dan dipanggil para orangtuanya, mereka diperbolehkan pulang ke rumah dengan perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya kembali,” tegas Ngemat Surbakti.  (mag-3)

Iko Uwais ‘The Raid’ Lebih Agresif

Iko Uwais mulai menampilkan kemampuan silatnya di film pada 2009 lalu lewat ‘Merantau’. Meskipun gaungnya tak sampai Hollywood, film tersebut mendapatkan respons positif dari penikmat film Tanah Air. Kini dia kembali membintangi film The Raid. Apa yang beda dari The Raid?

“Pasti lebih baik, dapat pengalaman lebih berharga. Dari Merantau, The Raid lebih agresif,” ujarnya saat ditemui di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (14/3) malam.

Menurut aktor kelahiran 12 Februari 1983 itu, film  The Raid menampilkan pertarungan jarak dekat yang lebih brutal. Ruang lingkup ceritanya juga sederhana, hanya mengambil tempat di sebuah gedung bertingkat.

Tetapi, proses syuting ‘The Raid’ juga terasa lebih berat karena sutradaranya, Gareth Evans orang yang perfeksionis. Jadi dalam satu adegan pertarungan, bisa diulang berkali-kali jika ia merasa belum sempurna. “(Pertarungan) dari lantai ke lantai beda,” tambahnya.
Saat ini Iko tengah melakukan persiapan untuk sekuel The Raid yang berjudul Berandal. Ia akan kembali menciptakan koreografi silat bersama Yayan Ruhiyan.

The Raid akan tayang di serentak di Indonesia, Amerika, dan Australia pada 23 Maret mendatang.

The Raid berkisah tentang sekelompok tim SWAT tiba di sebuah blok apartemen yang tidak terurus dengan misi menangkap pemiliknya seorang raja
bandar narkotik bernama TAMA. Blok ini tidak pernah digerebek atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya.

Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh,  anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat  tinggal aman.

Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai  yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi ketika mereka terlihat oleh pengintai TAMA, penyerangan mereka  terbongkar. Dari penthouse suite-nya, TAMA menginstruksikan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar.

Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh TAMA, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup. (bbs/net)

Pemain Sama Sedihnya dengan Interisti

Pasca Gagalnya Inter Milan di Liga Champion

FANS sejati mana yang tak bersedih ketika melihat tim kesayangan harus tersingkir dari ajang sekelas Liga Champions. Itulah yang dialami para Interisti saat Inter Milan disingkirkan Marseille di perdelapan final.

Di Giuseppe Meazza, para pendukung setia La Beneamata harus menjadi saksi hasil akhir pahit yang diterima Maicon cs memandang kosong ke tribun selepas laga.

Kendati menang 2-1 mereka tetap gagal lolos karena agregat 2-2 menyatakan si wakil Prancis unggul agresivitas tandang. Perasaan pahit pendukung Interisti itu, diakui oleh kapten Javier Zanetti turut bisa ia rasakan, pemain asal Argentina itu menyampaikan empatinya.

“Kemenangan yang tetap disayangkan pada malam ini, karena tidak cukup untuk lolos. kami minta maaf, kami benar-benar menyesal karena ini pertandingan yang kami perjuangkan dengan. Kami benar-benar ingin terus melangkah,” ucap Il Tractore.

“Kami harus memulai dengan mengatakan terima kasih kepada fans kami, yang sudah mendukung kami di setiap pertandingan tersebut.. fans sangat sedih pada saat ini, sama seperti kami di sini, karena kita semua sejatinya ingin kemajuan yang baik di Liga Champions,” tutup Il Capitan di situs Inter.it.
Javier Zanetti menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang sangat menyakitkan. Inter kembali menuai hasil buruk setelah penampilan mereka di Serie A juga menurun.

“Kami sekarang harus fokus ke liga dan melakukan segala yang kami bisa untuk finish di papan atas. Hal ini takkan mudah karena ini merupakan pukulan besar yang harus kami terima namun kami akan mencoba,” ujar Zanetti.

“Musim ini telah menjadi musim yang rumit. Musim yang sulit sejak awal namun kami akan mencoba mengakhirinya sebaik yang kami bisa,” pungkasnya. (bbs)

Pizarro Diskors Dua Laga

BERLIN- Skorsing terhadap pemain kembali terjadi. Kini Claudio Pizarro harus menerima konsekuensi atas tindakan tidak terpujinya di atas lapangan. Penyerang Werder Bremen itu diskors dua pertandingan karena telah menampar pemain lawan.

Pizarro mengangkat tangannya dan tampak seperti menampar Emanuel Pogatetz saat Bremen bertemu Hannover, akhir pekan lalu. Pizarro saat itu tak mendapat hukuman karena wasit Christian Dingert tak melihat insiden tersebut.

Namun, Pizarro tetap tak bisa begitu berkelit dari hukuman. Setelah mempelajari rekaman televisi, Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) memutuskan untuk menjatuhkan larangan bertanding sebanyak dua laga untuk Pizarro. DFB menganggap penyerang asal Peru itu melakukan ‘tindakan kekerasan ringan’.
Meski punya peluang untuk mengajukan banding, kubu Bremen tak akan melakukannya. Dengan demikian, Pizarro akan absen dalam laga melawan Borussia Dortmund dan Augsburg.

“Tak ada keraguan bahwa perilaku Claudio Pizarro dalam insiden itu tidak benar,” kata Direktur Olahraga Bremen, Klaus Allofs, seperti dikutip Soccernet.
Pizarro sendiri telah meminta maaf atas perbuatannya ini. Meski begitu, pemain yang sudah mencetak 16 gol pada musim ini tersebut mengaku tak bermaksud menampar Pogatetz dan cuma berusaha untuk membebaskan tangannya.(bbs)