26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13808

Kadis Pendidikan Buka Muswil III FK PKBM Sumut

MEDAN-Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang banyak membantu pemerintah dalam mengembangkan keilmuan dan keterampilan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kapala Dinas (Kadis) Pendidikan Sumut Drs Syaiful Syafri MM saat membuka secara resmi acara Musyawarah Wilayah III Forum Komunikasi PKBM Sumatera Utara di Aula BPPNFI Regional I Medan, Jalan Kenanga Raya, Tanjung Sari Medan, akhir pekan lalu.

Syaiful meminta agar PKBM di seluruh Sumatera Utara memperbaiki diri secara terus-menerus, baik dari aspek manajemen, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kurikulum dan pembelajaran serta data-data kelembagaan.

“Saya akan memberikan dukungan sepenuhnya, karena PKBM adalah bagian yang tak terpisahkan dalam membangun pendidikan Sumut ke depan, khususnya pendidikan nonformal,” tegas Syaiful.

Pada acara tersebut akan dilakukan berbagai agenda penting di antaranya penetapan program strategis dan pemilihan pengurus untuk periode lima tahun ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Drs Syamsir, MPd didampingi Sekretaris Indra Prawira ST menyampaikan, kepanitiaan telah menyiapkan berbagai hal yang diperlukan agar acara Muswil dapat berjalan dengan baik.

Syamsir juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan acara tersebut. Kegiatan diikuti 18 dari 21 Dewan Pengurus Daerah FK PKBM kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Turut hadir, Kepala BPPNFI Regional I Medan yang diwakili Drs Reka Hasugian MPd, deklarator FK PKBM Martius Latuperisa serta para pimpinan organisasi mitra pelaksana program pendidikan non formal.(*/ade)

City Plaza, Gagal Bertahan meski Usung Film Esek-esek

Pusat Perbelanjaan Era 1980-an di Medan, Apa Kabar? (2)

Olympia Plaza cenderung dikatakan sebagai pusat perbelanjaan modern tertua di Medan. Namun, setelah ditelusuri, ternyata ada plaza lain yang lebih dulu berdiri. Ya, meski tidak dianggap sebagai cikal bakal plaza yang ada di Medan. Dia adalah City Plaza yang terkubur
di era 1980-an.

Juli Ramadhani Rambe, Medan

“Dulu, di sana ada tempat jualanan pakaian, jam, sepatu, ada tempat bermain, ada kafe, juga dekat dengan bioskopnya,” ujar salah satu warga yang telah bekerja di Jalan Surabaya sejak beberapa tahun yang lalu, Ari Sutanto (61).

Warga kelurahan Sari Rejo ini mengungkapkan bahwa plaza itu sangat ramai dikunjungi, baik saat hari biasa maupun hari libur. Dengan bentuk gedung yang terbuka bagian atasnya membuat gedung ini cukup nyaman dihuni. “Tidak tertutup seperti plaza zaman sekarang,” ungkap Arin.

City Plaza, bangunan ini sudah berdiri sejak 1970-an. Walau sudah tidak beroperasi lagi sebagai pusat pembelanjaan, tetapi bangunanya masih berdiri megah di Jalan Surabaya. Awal berdirinya, City memiliki 4 lantai dan tiap lantai memiliki peran sendiri seperti kafe, bioskop, tempat permainan, dan tempat jualan. Hanya saja pada masa itu tidak menggunakan kios seperti di plaza zaman sekarang.

Pada masa City Plaza beroperasi, lebih banyak yang berjualan dengan menggunakan meja, dan penanda sebagai batas ditentukan oleh tali atau selotip yang diletakkan dilantai. “Bahkan dulunya, produk yang dijual di sini semuanya impor karena produksi kita tidak ada,” ungkap Ari.

Memasuki pertengahan 1980-an, City Plaza mulai kehilangan pengunjung, tepatnya, saat bangunan yang berada di sekitarnya mulai beroperasi sebagai tempat berdagang, bukan lagi sebuah hunian. Ditambah, plaza dengan gaya modern seperti Olympia mulai muncul kepermukaan, maka dengan pasti plaza ini mulai kehilangan arah. “Bioskop sudah mulai mutar film yang esek-esek. Padahal saat itu, masih ada film yang berkualitas walau produksinya sudah mulai berkurang,” tambah Ari.

Tidak diketahui pasti kapan plaza ini mulai tutup total. Yang pasti, saat operasional bangunan sebagai plaza berhenti, gedung ini terbiarkan atau tidak mendapat perhatian oleh pemiliknya. Bahkan, hingga bertahun-tahun. Gedung menjadi kotor, hitam, dan pekat.

Sekitar 2009, gedung ini berubah fungsi sebagai tempat penitipan mobil. Dan bangunan pun mulai dipelihara dengan baik, salah satunya dengan pengecetan ulang. “Saat pengecetan ulang, penampilan gedung sudah mulai baik, jadilah dia sebagai tempat penitipan mobil. Mungkin karena sudah terlihat lebih baik, ada yang minat dengan gedung, disewa dan sekarang jadi hotel,” tambah Ari.

Ya, City Plaza pun berubah menjadi My Hotel yang telah beroperasi sekitar 1 tahun yang lalu. Selain penampilan yang berbeda, tinggi gedung juga ditambah. Yang menyamakan hanya luas dari bangunan yang asli merupakan milik City Plaza.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Pusat Pembelanjaan Indonesia (APPBI) Sumut, Paulus Tamie, mulai marak bangunan yang beroperasional sebagai mal atau plaza sejak tahun 1990 seperti Thamrin Plaza, Medan Mall, Sinar Plaza, Menara Plaza, dan Istana Plaza. “Kalau City Plaza yang berdiri sekitar tahun 1970 itu tidak kita sebut plaza ya, karena dia berdiri sebagai ruko, yang terdiri dari supermarket dan lainnya,” ujar Paulus.

Menurutnya, dunia persaingan dalam industri jasa sangatlah ketat. Dan salah satu yang harus diperhatikan oleh pemilik gedung adalah kenyamanan gedung dan perkembangan zaman. Dan salah satu yang harus diperhatikan adalah tempat parkir motor. “Jangan anggap enteng dengan perkir motor, ingat mayoritas pengunjung plaza adalah pengguna motor, jadi kalau parkir motor tidak nyaman, bisa dipastikan kita akan kehilangan pelanggan. Selain itu kenyamanan gedung, daerah sekitar gedung juga bisa menjadi indikasi maju mundurnya sebuah plaza. Jadi itu yang harus diperhatikan,” ungkap Paulus.

Sedangkan untuk perkembangan zaman, baginya itu merupakan salah satu faktor yang penting. “Ikuti perkembangan zaman, penuhi semua kebutuhan masyarakat, jadi jangan hanya diam dan tidak mengikuti permintaan konsumen,” ungkap Paulus. (bersambung)

Berita sebelumnya:

Olympia Plaza, Beroperasi meski Enam Lantai Kosong

HUT ke-40 Basarnas, Gubsu Minta Tim SAR Harus Lebih Baik

MEDAN-Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu)  H Gatot Pujo Nugroho ST mengatakan momen HUT ke-40 Badan SAR Nasional menjadi titik awal sebuah perubahan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) insan search and rescue (SAR) untuk lebih baik lagi. “Saya mengajak kepada kita semua untuk terus meningkatkan profesionalitas kerja dalam hal bekerja demi kemanusiaan sehingga rasa ingin menolong sesama  tidak tercemari oleh egoisitas pribadi.” Kata Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprovsu H Nurdin Lubis, SH, MM saat menghadiri acara HUT ke-40 Basarnas di Medan, Kamis (15/03).

Pada kesempatan itu, Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST juga menghimbau kepada segenap rescuer Badan SAR Nasional yang bertugas agar bersiapsiaga dan senantiasa mengambil langkah cepat dalam setiap penanganan musibah dan bencana, meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan operasi SAR, terus melaksanakan latihan teknis SAR dalam upaya meningkatkan profesionalisme ataupun standard kompetensi SAR, serta terus mengoptimalkan sarana dan prasarana SAR dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan SAR.

“Untuk mendukung tugas insan SAR, saat ini Pemprovsu telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta terus berkoordinasi dengan Badan SAR, tapi semua ini tidaklah cukup tanpa ada dukungan dari segenap elemen dan masyarakat.” ujarnya.

Sekdaprovsu juga megatakan Pemprovsu sangat mendukung tugas kemanusiaan yang dilakukan SAR. “Pemprovsu sekarang sudah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan badan lain di setiap intasi, unsur, elemen-elemen termasuk TNI Polri dengan demikian kita lebih siap dan koordinatif dengan meningkatkan kualitas aparatur untuk mendukung kegiatan TIM SAR.” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Medan Hadi Tugiman mengatakan maksud dan tujuan HUT ke-40 kali ini adalah dalam rangka silaturahmi, komunikasi dan koordinasi dalam melaksanakan tugas kemanusiaan.

“Dalam melaksanakan dan kelancaran tugas, Badan SAR sangat membutuhkan dukungan dari berbagai unsur pemerintah, TNI/Polri dan seluruh masyarakat.” kata Hadi.

Dilaporkannya bahwa selama tahun 2011 di Sumatera Utara telah terjadi 50 kasus pencarian dan pertolongan, “musibah penerbangan 1 kasus, musibah pelayaran 5 kasus, bencana 6 kasus dan lain-lain 38 kasus.” Ujar Hadi seraya menjelaskan bahwa musibah di Medan urutan ketiga tingkat nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat urutan pertama dan Jawa Tengah dan Yogyakarta urutan kedua. (*/red)

Kadis Pendidikan Buka Muswil III FK PKBM Sumut

MEDAN-Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang banyak membantu pemerintah dalam mengembangkan keilmuan dan keterampilan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kapala Dinas (Kadis) Pendidikan Sumut Drs Syaiful Syafri MM saat membuka secara resmi acara Musyawarah Wilayah III Forum Komunikasi PKBM Sumatera Utara di Aula BPPNFI Regional I Medan, Jalan Kenanga Raya, Tanjung Sari Medan, akhir pekan lalu.

Syaiful meminta agar PKBM di seluruh Sumatera Utara memperbaiki diri secara terus-menerus, baik dari aspek manajemen, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kurikulum dan pembelajaran serta data-data kelembagaan.

“Saya akan memberikan dukungan sepenuhnya, karena PKBM adalah bagian yang tak terpisahkan dalam membangun pendidikan Sumut ke depan, khususnya pendidikan nonformal,” tegas Syaiful.

Pada acara tersebut akan dilakukan berbagai agenda penting di antaranya penetapan program strategis dan pemilihan pengurus untuk periode lima tahun ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Drs Syamsir, MPd didampingi Sekretaris Indra Prawira ST menyampaikan, kepanitiaan telah menyiapkan berbagai hal yang diperlukan agar acara Muswil dapat berjalan dengan baik.

Syamsir juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan acara tersebut. Kegiatan diikuti 18 dari 21 Dewan Pengurus Daerah FK PKBM kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Turut hadir, Kepala BPPNFI Regional I Medan yang diwakili Drs Reka Hasugian MPd, deklarator FK PKBM Martius Latuperisa serta para pimpinan organisasi mitra pelaksana program pendidikan non formal.(*/ade)

Adele Dipuji Madonna

Musik dan vokal Adele tampaknya berhasil merebut hati banyak orang, tak terkecuali Madonna. Tapi, bukan pujian yang terlontar dari mulut diva pop dunia itu. Melainkan, sebuah pesan khusus.

“Hal yang harus diingat Adele adalah pada akhirnya, saat sedang naik maupun turun, semuanya tentang bagaimana cara mempertahankan diri, menjaga integritas dan kekuatan batin,” nasihat Madonna.

Tak ketinggalan, ia juga ikut bereaksi menanggapi kritikan Karl Lagerfeld, Direktur Kreatif Chanel, soal tubuh Adele yang gemuk. “Itu sangat buruk dan jadi hal paling konyol yang pernah saya dengar. Adele memiliki bakat besar dan berat badannya tak ada hubungannya dengan itu,” bela Madonna.  Pujian terhadap pelantun Someone Like You itu pun datang dari Rebecca Ferguson. Runner Up The X Factor jilid ketujuh itu angkat jempol dengan cara jujur Adele menulis lirik.

“Kamu mendengarkannya dan kamu tahu dia berbicara jujur. Adele sedang sakit hati, pacarnya tidak berlaku baik padanya. Adele bukan seorang artis yang tidak bisa disentuh. Itu membuatnya menjadi nyata. Seperti itulah aku ingin menjadi seorang penyanyi,” ujar Ferguson.

Sebelum tenar, siapa sangka kalau Adele pernah menolak mentah-mentah tawaran rekaman album. Alasannya, bukan karena ketidakmampuannya bernyanyi, melainkan sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pesta ulang tahunnya ke-18.

Pemenang enam Grammy Awards 2012 ini tak ingin melewatkan momen bahagia tersebut bersama teman-temannya. “Itu tipikal Adele. Dia lebih mementingkan teman-temannya,” kata Alan, teman sekelas Adele di BRIT School for Performing Arts and Technology, London.  (rm/jpnn)

Keadilan Harus Ditegakkan Meski Langit Runtuh

Peringatan Berdirinya Monumen Nasional Keadilan

Keadilan memiliki makna yang luas dan berlaku universal. Keadilan milik semua bangsa serta makhluk hidup. Sebuah cahaya akan tegaknya keadilan di negeri ini atas upaya bersama yang tidak kenal lelah dan takut. Hal itu disampaikan Anggota DPD RI DR H Rahmat Shah saat acara peringatan berdirinya Monumen Nasional Keadilan, Senin (19/3) di Medan.

Sejarah telah ditorehkan ditempat ini, yaitu dengan diresmikannya pembangunan Monumen Nasional Keadilan oleh tokoh-tokoh nasional dan tokoh-tokoh yang ada di Sumut pada 3 April 2010 lalu. Ternyata harapan agar tegaknya keadilan terutama bagi masyarakat banyak, masih hanya sekedar harapan yang tidak bermakna,” katanya.

Menurutnya persoalan hukum, hak-hak atas tanah, tindak pidana, hak-hak untuk beribadah, kekerasan yang dialami oleh rakyat, dan lainnya, masih menjadi permasalahan sehari-hari yang rawan konflik dan telah banyak menguras tenaga dan dana yang kesemuanya seolah tanpa ada tanda-tanda perubahan.

“Di Sumut, persoalan tanah yang sudah bertahun-tahun belum juga bisa terselesaikan dengan baik. Sementara di lapangan telah banyak korban berjatuhan sebagai akibat konflik antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dengan penguasa. Ketika muncul konflik, penguasa saling lempar tanggungjawab sehingga persoalan yang terjadi terus berlangsung tanpa ada akhirnya,” tegasnya.

Dikatakan Rahmat, DPD RI sendiri telah menyikapi persoalan pertanahan dengan mempersiapkan RUU Hak-Hak Atas Tanah, guna menyempurnakan UUPA tahun 1960. “Besok akan dilaksanakan serentak uji shahih RUU Hak-Hak atas tanah oleh 4 Provinsi diantaranya Sumut, Lampung, Yogyakarta dan Maluku yang akan dilaksanakan di USU,” ujarnya lagi.

Ditambahkannya, masyarakat kecil, miskin dan lemah yang justru memahami dan menerapkan makna keadilan, sementara yang kaya dan kuat mengeksploitasi sumber daya yang ada untuk keluarga dan kelompoknya tanpa pernah mempertimbangkan hak-hak orang lain dan kehidupan serta masa depan masyarakat yang kurang mampu.

“Dibalik itu semua, ternyata tangan-tangan kekuasaan terutama oknum penguasa masih dominan di negeri ini. Artinya keputusan hukum formal tidak akan ada artinya apabila oknum penguasa tidak mau mentaati keputusan tersebut karena dia mempunyai kuasa dan jabatan. Akankah fakta ini akan kita wariskan kepada generasi penerus?,” ungkapnya lagi.

Untuk itulah, katanya, melalui keberadaan Monumen Nasional Keadilan tersebut, nantinya semua pihak menyadari dan memahami bahwa keadilan harus diutamakan dan ditegakkan meskipun karenanya langit akan runtuh. “Kita harus bersama-sama memperjuangkannya. Meski nantinya menghadapi resiko pribadi. Biarpun keadaan dalam konteks keadilan, masih belum memenuhi harapan kita semua, tentunya kita tidak perlu menyerah,” harapnya.
Dalam peringatan setahun berdirinya Monumen Nasional Keadilan itu, juga dilakukan pembacaan puisi Potret Sebuah Keadilan Karya Taufik Ismail yang dibawakan oleh Yulinar.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri Anggota DPD RI diantaranya Kamaruddin dari Sulawesi Tenggara, Budi Doku dari Gorontalo, Bachrum Manyak dari Nanggore Aceh Darussalam, Wahidin Ismail dari Papua Barat dan Aida Ismeth dari Kepulauan Riau, serta Ketua DPRD Kota Medan, Ketua MUI, Tokoh Masyarakat serta Konjen Jepang dan lainnya. (mag-11)

Gamang di Pinggir Jurang

Blackburn vs  Sunderland

BLACKBURN- Kubu Ewood Park masih berdebar. Tim kesayangan mereka tak aman. Berdiri di pinggir jurang degradasi, mereka butuh pengaman. Pengaman itu mesti datang lewat kemenangan. Ehm, kemenangan dari tim lebih mapan: Sunderland.

Kisah ironi. Itulah yang sedang menjadi dongeng fans Blackburn Rovers menjelang tidurnya. Bagaimana tidak, musim ini mereka kenyang berendam di zona degradasi. Tuntutan kepada sang arsitek plontos Steve Kean agar mundur selalu disuarakan fans. Syukurlah dia dekat dengan pemilik klub, jadi dia masih aman. Malah diperpanjang kontraknya dengan kenaikan gaji lumayan.

“Itu artinya manajemen masih percaya aku. Aku pun harus buktikan kalau aku bisa melakukan lebih baik di tim ini,” begitu kata Kean waktu tahu gajinya dinaikkan pertengahan musim lalu.

Cerita ironi mengalun bagai puisi satir. Apalagi jika ingat Blackburn dulu pernah jadi juara Primer League. Satu-satunya tim agak gurem yang pernah raih juara di era Premier League, menyebabkan fans agak lantang.  Mereka tak ingin kisah manis itu terbenam di zona degradasi malah lebih parah jika mereka terkirim ke kasta kedua.

Sayang, di saat begitu, lawan yang datang dini hari nanti tim lebih mapan. Kenapa mapan? Lihat saja dari posisi di klasemen. Mendatangkan sejumlah skuad Manchester United di awal musim membawa angin segar kepada skuad asuhan Martin O’Neill yang masuk menggantikan Steve Bruce Desember lalu.

Tim lebih oke digas jadi pesakitan. Lihat saja Liverpool yang kandas di tangan Bendtner dkk. Jangan lupa, Arsenal pun tunduk 2-0. Perjalanan luar biasa bagi tim sekelas Sunderland.

Melihat data itu saja, kubu Ewood Park bergidik. Lalu dipaparkan lagi statistik pertemuan kedua tim. Maka, dari lima laga ter akhir, tak pernah sekalipun Blackburn menang atas Sunderland-meskipun laga digelar di Ewood Park. Jika laga digelar di Light Stadium-markas Sunderland, maka si Kucing Hitam tak pernah menang.

Dilematis sekali. Karena, andai pun Blackburn menang, maka dia tak akan ke mana-mana. Posisinya stagnan. Aston Villa di peringkat 15 sudah kumpulkan 33 poin. Sedangkan Blackburn di peringkat 16 masih punya 25 angka. Hufh!

Tapi, kalau hal-hal payah saja yang dikenang, tak akan ada motivasi. Sebagai juru taktik, Kean tetap ingin melihat anak asuhnya fight!. “Skuad kami mulai menujukkan kapasitasnya. Ada Rochina dan Vukcevic yang sedang on fire. Ada juga Formica yang main bagus. Kembalinya Marcus Olsson juga berdampak kepada tim,” beber Kean di Lancashire Telegraph seperti dikutip Soccerway.

Jadi, persoalannya adalah di pertahanan saja Kean!. Blackburn mencetak 40 gol hingga pekan 28 tapi mereka kebobolan 60 gol di saat bersamaan. Sunderland relatif berimbang. Mencetak 37 gol, mereka kebobolan 31 gol.

Resep tajam nya Blackburn tentu karena satu nama: Yakubu.  Dia sudah bikin 13 gol di liga. Kalau Yakubu on fire dan bisa mencetak gol lebih dulu, maka Black burn harus tak lagi memaksakan serangan tak beraturan tanpa melirik pertahanan.
Ag resivitas mes ti dijaga dengan keteram pilan menjaga pertahanan. Jika tidak, maka Sunderland mahir memainkan peranan di saat lawan sedang panik bertahanan. (*)

Dan Torres pun Menggolkan!

LONDON- Gejala Fernando Torres tajam lagi muncul. Tak mencetak gol sejak 19 Oktober 2011 adalah hal tabu bagi striker seharga Rp700-an miliar lebih. Tapi melawan Leicester City di FA Cup yang dimenangi 5-2 kemarin malam, Torres buat dua gol.

Sejak tak kunjung cetak gol, Torres terus dikritik. Semua putus asa melihat kemandulannya. Pun setelah dua golnya itu, musim ini dia baru mencetak empat gol di semua ajang dari total 32 pertandingan.

Terakhir buat gol, Torres menyarangkannya di Liga Champions ke gawang Genk pada 19 Oktober 2011.

Jika dihitung berdasar menit yang dimainkan, maka dia telah gagal bikin gol selama 1.541 menit atau total 25 jam dan 41 menit.
“Mungkin musim ini saya bermain di level yang bagus tapi tidak mencetak gol. Itu adalah pekerjaan striker dan jika Anda tidak melakukannya maka orang-orang akan menganggap Anda bermain buruk,” sahut Torres pasca pertandingan di BBC.

“Tapi orang-orang, rekan satu tim dan seluruh staf mendukung saya dan saya merasa yakin dengan sang pelatih sekarang. Saya membutuhkan gol tersebut. Saya bekerja keras untuk mendapatkan kembali gol itu,” lanjut pemain Timnas Spanyol itu.  (net)

Lima Mayat Teroris Dibawa ke Jakarta

Dua Orang Masih Misterius

DENPASAR- Penembakan lima orang terduga teroris di dua lokasi di Denpasar, Bali, Minggu (18/3) malam lalu, masih menyisakan misteri. Sebab, selain lima korban tewas yang jenasahnya kemarin sudah dibawa ke Jakarta, ada dua orang lainnya yang diyakini masih hidup. Beberapa saksi di TKP Jalan Danau Poso 99 X, Sanur, Denpasar Selatan, menyatakan ada dua orang yang diborgol tim Densus 88.

“Dari arah barat, dua orang dengan tangan diborgol dan dipiting dua orang berbaju preman,” kata Butet (36), perempuan asal Medan, pemasok cewek panggilan di Bungalow 99X tersebut. Butet mengungkapkan, gerak-gerik mereka sangat terburu-buru. “Baru saja menengok ke arah pria terborgol, tiba-tiba beberapa pria dan polisi langsung loncat pagar tembok bungalow dan melepas tembakan,” tambahnya.

Terkait informasi soal adanya dua orang yang diborgol, langsung dibantah Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi. “Sampai sekarang lima dan semua sudah menjadi jenazah,” terangnya.

Dia juga membantah adanya dua pelaku yang diburu polisi. Kabar yang beredar, dari dua pelaku tersebut, seorang terluka dan satu lagi kabur.(jpnn)
Namun, lagi-lagi hal itu dibantah polisi. “Tidak benar. Tersangka buron itu adalah lima orang dan mereka sudah tewas tertembak saat penyergapan,” tegas Hariadi.

Dari lima orang pelaku, seorang di antaranya adalah buron paling dicari polisi dalam kasus perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara di Jalan AR Hakim, Medan, Sumatera Utara.(jpnn)

Gawang Madrid Dibobol Santi

MADRID – Gol Karim Benzema menit 35 tak menuai tiga angka bagi Real Madrid, karena pada akhirnya Malaga sukses bikin satu gol penyeimbang. Menjelang laga usai, Santi Cazorla membobol gawang Iker Casillas.  Memang tak berpengaruh pada hasil klasemen. Mereka tetap perkasa di puncak dengan selisih delapan angka dari penguntit setia Barcelona. Tapi, bagi seorang Cristiano Ronaldo, hasil imbang itu merupakan kesialan.

“Kami sedang mengalami nasib sial karena kemasukan gol di perpanjangan waktu setelah menguasai jalannya pertandingan namun kami masih bisa tenang. Kami menderita ketika kami tidak bisa mencetak gol,” beber Ronaldo.

Sedangkan Santi Cazorla memang yakin bakal bikin gol ke gawang Madrid. Pas ada momen tendangan bebas, Santi dengan gampang memperdaya Casillas.
“Kami terus berusaha menyamakan kedudukan karena masih memungkinkan,” ujar Cazorla seperti dikutip Reuters. “Di babak pertama, aku sudah nyaris bikin gol tapi gagal. Tapi pada akhirnya gol itu datang juga,” pungkas pemain termahal Malaga dengan harga Rp252 Miliar itu. (bbs)