26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13807

Dua Tahanan Poldasu Kabur

Bermodal Gergaji dan Kain Sarung

MEDAN-Markas Polisi Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu) Senin (19/3) geger. Pukul 4.00 WIB, dua orang tahanan diketahui kabur. Dua warga Aceh yang ditahan karena kepemilikan senjata api tanpa izin berhasil kabur hanya dengan bermodalkan gergaji dan kain sarung.

Sejatinya, dua tahanan itu di jebloskan di Sel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. Menurut informasi yang didapat Sumut Pos di Mapoldasu, keduanya berhasil kabur setelah merusak jeruji besi penjara. Tahanan yang dimaksud adalah Saiful Amri alias Cekpul (39), warga Dusun Bahagia Desa Meudangara Kecamatan Nurusalam, Aceh Timur. Satu tahanan lainnya bernama Wahyudi alias Tengku Agam (35), warga Dusun Setia Desa Labuhan Kecamatan Sungai Ara, Aceh Timur.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso, kedua tahanan yang berhasil kabur sebelumnya ditangkap di Langkat, tepatnya Januari lalu. “Seharusnya kedua tersangka ini, hari ini (kemarin) dikirim ke jaksa, berkasnya sudah dinyatakan lengkap (P21),” ujar Heru.

Menurut Heru, sekitar pukul 03.00 WIB kemarin, petugas jaga bernama Briptu MH melakukan pengecekan di  5 ruang tahanan yang dihuni 38 tahanan. Pada saat dicek, tahanan masih lengkap.

Namun, selang sejam, sekira pukul 04.00 WIB, Briptu MH yang kembali melakukan pemeriksaan menemukan dua tahanan di sel empat telah raib. Bersamaan dengan itu petugas jaga mendapatkan jerjak jeruji ventilasi yang lebar sekitar semeter lebih dan tinggi sekitar 40 CM telah rusak. Yakin tahanan telah kabur, petugas jaga langsung melapor kepada Perwira Pengawas (Pawas), Ipda RS. Mengetahui tahanan telah kabur, petugas yang berjumlah sekitar belasan orang langsung menyisir areal Polda Sumut. Namun, kedua tahanan tak berhasil juga ditemukan (lihat grafis). “Hasil olah TKP kita, setelah merusak dengan cara menggergaji, pelaku menggunakan kain sarung untuk turun,” ujar Heru.

Atas kaburnya dua tahanan tersebut, Heru mengatakan, Poldasu membentuk dua tim untuk memburu kedua tersangka. “Satu tim beranggotakan 10 orang,” ujar Heru.

Petugas jaga dan perwira pengawas yang saat kejadian sedang bertugas langsung diperiksa Propam Polda Sumut. “Dua petugas sudah diperiksa. Selain itu, petugas juga sudah mengamankan sarung dan gergaji besi sebagai barang bukti,” tambah Heru.

Kasubdit I Kamneg (Keamanan Negara ) Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Pol Heri Sulismono menambahkan dari pagi kemarin pihaknya telah menyisir berapa wilayah yang banyak dimukimi warga Aceh. “Kita coba menulusuri beberapa wilayah yang ada di Medan yang banyak dimukimi warga Aceh, hal ini kita lakukan karena yang bersangkutan warga Aceh,” terang Heri.

Kabur Sehari Setelah Kedatangan Kapolda Aceh

Terlepas dari itu, kaburnya dua warga Aceh ini makin menimbulkan banyak pertanyaan. Apalagi diketahui mereka kabur sehari setelah kedatangan Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan dari Sabtu (18/3) hingga Minggu (19/3) di Medan.

Selama ditahan di bawah naungan Direktorat Tahanan Barang Bukti (Dit Tahti), Syaiful Amri dan Wahyudin ditempatkan di ruang 4 sel tahanan yang berisi 12 tahanan. Yang letaknya sekitar 20 meter dari meja piket jaga tahanan.

Semua keterangan di atas dibenarkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Namun, Wisjnu sempat terlihat berang dan menjawab dengan nada tinggi ketika ditanya, apakah kasus kepemilikan senjata api (Senpi) dua tahanan Polda Sumut yang kabur tersebut adalah jaringan teroris. “Ya betul-betul. Ya betul-betul. Kau kan sudah tahu masalahnya. Kalau lari langsung saya cari,” ungkapnya sembari pergi. (mag-5/ari)

Tamparan untuk Kapolda

Beberapa kalangan menganggap larinya tahanan dari Mapoldasu cukup mencurigakan. Pasalnya, Mapoldasu bukanlah kawasan minim penjagaan. Keamanan pasti menjadi yang utama di tempat itu.

Itulah sebab, muncul pula kecurigaan kalau pelarian itu dibantu oleh orang dalam. “Kalau dia pemasok senjata api, harus dicermati jangan-jangan ada kolusi dengan oknum. Kalau penjahat biasa, tidak mungkin. Sebab ‘kolusi damainya’ pasti terbatas. Selain dana kuat, dia biasanya punya backing,” cetus Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kemarin.

Untuk itu Neta menyarankan Kapolda untuk segera mencopot petugas yang bertanggung jawab terhadap hal tersebut. Demikian juga dengan petugas jaga, benar-benar harus diproses secara intensif. “(Peristiwa) ini tamparan kepada Kapolda. Menunjukkan kalau dalam membina personel (Kapolda) masih kurang maksimal. Sama saja mempermalukan Kapolda. Jadi dia harus segera perintahkan dalam waktu singkat tahanan yang kabur harus segera ditangkap,” jelas Neta.

Dari pantauan IPW selama ini, menurut Neta, sangat banyak kasus dimana oknum kepolisian yang tidak lagi patuh pada atasan. Terutama di Sumut yang dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan tindakan pelanggaran hukum. “Contoh kita lihat baru-baru ini ada oknum di Polda yang mengonsumsi narkoba. Jadi dengan peristiwa-peristiwa ini semakin menambah panjang daftar oknum yang tidak patuh atasan. Jadi kita melihat tingkat kepatuhan di jajaran kepolisian terus semakin melemah,” katanya.

Hal ini tidak lain menurut Neta, karena tidak ada kontrol yang maksimal dari atasan. Untuk itu Kapolda disarankan agar semakin giat melakukan langkah-langkah pembinaan terhadap jajaran yang ada dibawahnya. “Jadi biar nggak dipecundangi anak buahnya lagi,” tegas Neta.

Kecurigaan Neta soal ada bantuan orang dalam makin diperkuat dengan keterangan seorang buruh bangunan, Ucok Getar. Dia menarnagkan, scara teknis untuk menggerjaji jeruji besi bukanlah hal gampang. Menurut Ucok untuk memotong besi tergantung gergaji yang digunakan dan lokasi tempat untuk menggergaji.

Ucok menjelaskan, untuk besi belasan milimeter dibutuhkan waktu sangat lama, bahkan bisa sehari. Apalagi kalau menggunakan gergaji tanpa gagang. “Kalau pakai gagang bisa cepat. Kalau gak pakai gagang, mampuslah yang gergaji. Bisa sehari. Soalnya gergaji itu bisa panas. Biasanya, orang yang mau gergaji besi, di lapisnya dulu ujung gergaji dengan kain,” jelas Ucok.

Menanggapi letak lokasi jerjak besi di sel tahanan Polda yang letaknya jauh dari lantai dan tidak menggunakan bantuan tangga untuk mencapai besi, Ucok langsung mengatakan para pelaku pasti sangat lama mengerjakan. Apalagi, kalau pelaku menggunakan topangan tubuh kawannya agar bisa sampai untuk menggergaji. “Saya yakin ada beberapa hari mereka mengerjakannya. Karena bukan gampang gergaji besi sebesar itu,” ujar Ucok.

Saat disinggung apakah ada suara atau bunyi dari gesekan saat menggergaji. Ucok mengatakan pasti ada keluar suara. “Pasti lah, kalau gak tahan yang dengarnya gigi bisa ngilu, tidak ada yang bisa buat tidak bersuara saat menggergaji sepuluh meter, kalau dalam satu ruangan pasti dengar,” kata Ucok. (gir/mag-5)

Dua SD di Jalan Bunga Sedap Malam Hangus Terbakar

Tak Ada Alasan Berhenti Sekolah

MEDAN-Si jago merah kembali beraksi, kali ini bukan di sebuah rumah atau di sebuah toko, melainkan dua sekolah yakni SD Negeri 067243 dan SD Negeri 067244.

Dua sekolah yang berada di Jalan Bunga Sedap Malam IX Medan Selayang terbakar pada Senin (19/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Akibatnya kebakaran di dua sekolah itu, 4 ruang kelas dan 1 ruang perpustakaan sekolah ludes.

Kejadian itu hanya berselang setengah jam usai les pelajaran. “Baru saja kami siap les, cuma setengah jam saja, langsung terbakar setelah kami keluar kelas,” tutur kepala sekolah (kasek) 067244 Masniari Harahap (52).

Sang Kasek menerangkan anak muridnya yang ikut les adalah kelas 3,4, 5 dan kelas 6. “Hampir semua murid kita yang les,” sebutnya.
Apakah aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung mengingat ujian nasional (UN) dan semester tinggal beberapa bulan lagi? Masniari mengatakan tidak ada kata berhenti untuk sekolah. “Tidak ada alasan untuk terhentinya aktivitas belajar mengajar,” ujarnya.

Solusi yang akan dilakukan untuk berlangsung belajar mengajar pasca kebakaran ini dengan cara memanfaatkan ruang sekolah yang tidak terbakar dengan cara menyekat-nyekat ruang. “Kita akan menyekat-nyekat ruangan sekolah yang tidak terbakar sampai ruang sekolah terbakar kembali dibangun,” katanya.

Terlepas dari itu, kebakaran di dua sekolah ini, bukan saja meludeskan bangunan. Di ruangan perpustakaan buku-buka sekolah ikut terbakar, bukan itu saja ijazah yang disimpan di dalam perpustakaan ikut terbakar. Naasnya lagi, di ruang perpustakaan yang juga sebagai ruang administrasi SD Negeri 067244 terdapat surat keterangan (SK) PNS yang menjadi guru ikut terbakar.

“Kami baru mengikuti sertifikasi guru jadi SK guru PNS maupun SK guru honor di dalam perpustakaan itu disimpan ikut terbakar, buku dan ijazah juga terbakar,” ungkap Masniari.

Masniari menerangkan api berwal dari kantin. “Api terlihat dari kantin sekolah  SD Negeri 067243, kemudian api dengan spontan langsung merambat ke ruang kelas yang lain,” jelasnya.

Di SD Negeri 067243 ruang kelas terbakar 3 ruang dan SD Negeri 067244 ruang satu kelas dan satu ruang perpustakaan. Untuk memadami api di lokasi Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan menurunkan armadanya sebanyak 10 unit. Sekitar 90 menit akhirnya si jago merah berhasil dipadamkan. Berselang api padam, Wali Kota Medan bersama rombongan datang ke lokasi untuk melihat kebakaran yang menghangus ruang sekolah ini.

“Saya akan membangun kembali sekolah, jangan sampai aktifitas belajar-mengajar terganggu, secepatnya akan didata dan dibangun kembali sekolah,” ungkap Rahudman Harahap.

Kapolsek Sunggal Kompol Budi Hendrawan saat dikonfirmasi Sumut Pos di lokasi kebakaran, mengaku belum mengetahui asal api. “Masih kita lidik penyebab dan asal api, semua itu perlu waktu,” sebut Budi. (gus)

UN, Siswa Butuh Dukungan Orangtua

Wali Kota Medan Resmikan Laboratorium IPA dan Sosialisasi UN 2012

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM mengajak seluruh orangtua (ortu) siswa memberikan dukungan mental dan spiritual bagi anak-anaknya yang hendak mengikuti Ujian Nasional (UN) 2012. Sebab, tidak sedikit para siswa yang merasa terbebani dengan UN.

“Dengan  ada nya dukungan moral yang diberikan ortu kepada masing-masing siswa, sebenarnya para siswa dapat bersemangat dan melakukan yang terbaik ketika ujian berlangsung,” Kata Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM saat menghadiri acara peresmian laboratorium IPA dan sosialisasi  UN tahun 2012 di gedung perguruan  Al -Ulum Jalan Amaliun Medan, Senin (19/3).

Rahudman mengingatkan kepada siswa untuk terus senantiasa berusaha dan berdoa. Tidak hanya ketika menghadapi UN, tapi setiap hari sehingga Allah SWT selalu membukakan hati dan fikiran. Selain itu, melancarkan segala urusan serta mempermudah dalam menerima pelajaran yang diberikan para guru.

“Siapkan mental dan pembobotan pengetahuan yang baik. Jangan cemas dan takut, teruslah berusaha karena siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil (manjadda wa jada). Saya ucapkan semoga sukses dalam UN mendatang,” ucapnya.

Usai memberikan arahan terkait sosialisasi pelaksanaan UN, Rahudman didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, DR M Rajab Lubis melanjutkan peresmian laboratorium IPA untuk siswa tingkat SMP Perguruan Al-Ulum.

Dia berharap, laboratorium bisa menjadi wadah bagi siswa dalam mengembangkan kecintaannya  terhadap bidang sains. Dengan adanya laboratorium, para siswa bisa lebih banyak melakukan praktek penelitian di bidang studi IPA. Sehingga menunjang nalar siswa dalam memahami sains.
“Peresmian laboratorium ini, saya harapkan siswa lebih  memahami pelajaran dan dapat mengembangkan kreatifitas di bidang IPA,” ucapnya.
Rahudman menyampaikan satu upaya dalam menciptakan pendidikan karakter. Dimana membangun sikap dan prilaku sesuai dengan tuntunan agama.
“Pemko Medan tengah menggalakkan pendidikan karakter ba gi siswa. Jadi, tugas untuk membekali pendidikan tak hanya milik sekolah dan guru, tapi orangtua di rumah juga,” ucapnya.

Seorang siswa kelas III SMP, Reni  menyatakan terimakasih kepada Wali Kota Medan yang meluangkan waktunya meresmikan laboratorium IPA sebagai penyemangat siswa paham IT. (adl)

Ujian Nasional Harus Jujur

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan DR M Rajab Lubis mengingatkan, dalam menghadapi pelaksanaan UN, pihaknya memberikan keamanan, kenyamanan dan kelancaran bagi seluruh siswa yang akan mengikuti ujian untuk semua tingkatan sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Artinya, tidak pandang bulu baik itu sekolah negeri maupun swasta. “Semua mendapat perlakuan sama,” ujar Rajab.

Menurut Rajab, kunci pelaksanaan UN sebenarnya bagaimana cara menetapkan prosedur dan mekanisme tentang aliran soal, mulai dari tempat penyimpanan soal ujian sampai ke sekolah selaku tempat pelaksana ujian dan kembali lagi dengan pengumpulan soal ujian.
“Inilah kunci pelaksanaan UN tersebut,” paparnya.

Rajab selanjutnya berharap pelaksanaan UN 2012 berlangsung dengan jujur dan berprestasi . Hal ini sesuai dengan keinginan Manteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Karenanya, pelaksanaan UN harus berjalan dengan sejujur-jujurnya dan harus berprestasi. (adl)
Untuk itu Rajab melarang dengan keras guru bekerjasama dengan murid memberikan jawaban supaya siswanya lulus ujian. “Jika ada guru yang melakukan ini, mereka menjadi lawan saya,” tegasnya.

Dia mengatakan, Kota Medan siap melaksanakan Ujian Nasional (UN) jujur dan berprestasi.  “Persiapan untuk UN 2012 sudah siap baik sekolah, anak didik, bahkan beberapa sudah membuat tryout,” ujarnya.

Hal lainnya, dia menyatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, M Nuh menjanjikan akan memulai ikrar UN Jujur dan Berprestasi di mulai dari Kota Medan. “Jadi tinggal menunggu waktu, karena sudah mendesak. Kalau mendesak saya tidak mau, takut merugikan anak didik,” tambahnya. (adl)

Pendidikan Bermutu

Ketua Umum Yayasan Pembangunan  dan Pendidikan Jihadul Ilmi  Perguruan Al-Ulum rs H Zainal Abidin Zein memberikan apresiasi kepada Pemko Medan yang sudah banyak memberi bantuan.

“Kami sudah banyak menerima bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Perguruan Al-Ulum, termasuk dengan laboratorium IPA yang diresmikan. Untuk itu kami mengundang Pak Wali untuk meresmikan bantuan yang telah diberikan pemerintah,” ucapnya.
Dalam menghadapi pelaksanaan UN, Zainal mengaku sudah melakukan persiapan, sehingga hasilnya tidak mengecewakan. Berdasarkan hasil UN tahun-tahun se belumnya, Perguru an Al Ulum ma suk kategori terbaik.

“Malah tahun kemarin, kami mendapat piagam dari Pak Wali Kota Medan sebagai kelulusan yang terbanyak di Sumatera Utara dan jumlah siswa terbanyak yang diterima perguruan tinggi negeri,” paparnya.

Dia menjelaskan, mewujudkan UN Jujur 2012 dan berprestasi bukan hal yang mustahil. Selama semua pihak baik siswa, guru, pengawas, sekolah sudah membangun satu kesepakatan untuk menciptakan UN Jujur dan berprestasi. (adl)

Memperkuat Komitmen Bantu Masyarakat Menengah ke Bawah

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tabligh Akbar Bersama Ustadz Maulana

Ribuan umat Islam di kawasan Labuhan Deli sekitarnya memadati kampus Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Sinar Husni. Kehadiran umat Islam ini untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Maulana, Sabtu (17/3) lalu.

KEHADIRAN Ustadz Maulana, ulama pengisi acara ‘Damai Itu Indah’ di Trans TV ini mendapat perhatian luas masyarakat. Dalam kesempatan ini dilaksanakan pembacaan salawat dan doa bersama. Sejumlah peserta dan undangan terlihat menitikan air mata penuh haru.

Empat putera Pendiri Yayasan Sinar Husni yakni Almarhum H Husin Abdul Aziz dan Almarhumah Hj Arfiah di antaranya Drs HM Arif Husni MPd (Ketua Yayasan Sinar Husni), dr Syoufi Rizal Husni MARS (Ketua Pembina Yayasan Sinar Husni yang juga Direktur RSU Sinar Husni), Ir H Agus Husni MPd (Ketua STT Sinar Husni) dan AKP dr H Jamal Nasir Husni mengikuti acara dengan hikmat.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Maulana mengingatkan besarnya jasa orangtua dalam membina anak-anak sehingga siswa SD, SMP, SMA dan SMK serta mahasiswa STT Sinar Husni harus lebih mematuhi bimbingan dan nasehat dari orangtua. Bagi orangtua yang sudah wafat, Maulana mengingatkan anak untuk selalu mendoakannya.

Maulana memberi apresiasi terhadap pimpinan dan siswa Yayasan Sinar Husni yang antusias mengikuti acara tabligh akbar. Ia berharap Yayasan Sinar Husni semakin intens melakukan pembinaan generasi muda sehingga anak didik dapat memahami kehidupan dengan benar sesuai tuntunan Al-Quran dan Al-Hadist.

Pimpinan Yayasan Sinar Husni yang merupakan putera Almarhum H Husin Abdul Aziz dan Almarhumah Hj Arfiah menegaskan komitmen membantu masyarakat menengah ke bawah. ‘’Terima kasih atas kehadirannya dalam tabligh akbar. Kiranya doa yang disampaikan dikabulkan Allah SWT. Dilapangkan kuburnya dan diampuni dosa-dosanya,’’ kata Drs HM Arif Husni MPd, Ketua Yayasan Sinar Husni.

dr Syoufi Rizal Husni MARS, Ketua Pembina Yayasan Sinar Husni yang juga Direktur RSU Sinar Husni juga berjanji akan meneruskan keinginan orangtuanya untuk membantu masyarakat menengah ke bawah dalam meraih pendidikan dan pelayanan kesehatan berkualitas yang tidak memberatkan masyarakat. ‘’Kami akan teruskan amanah orangtua,’’ katanya.

Ir H Agus Husni MPd selaku Ketua STT Sinar Husni menambahkan kehadiran ustadz ternama dari Jakarta meneruskan tradisi orangtuanya yang pernah mendatangkan KH Zainuddin MZ dan ulama  untuk memberi ceramah agama di Sinar Husni. ‘’Kita tidak mengutip sumbangan dari para siswa untuk terselenggaranya acara ini. Semua gratis. Kedepan hal semacam ini akan kami tingkatkan,’’ imbuh Agus.

Ketua STT Sinar Husni yakin anak didik di Yayasan Sinar Husni dapat semakin meningkatkan keimanan. ‘’Insya Allah, kita juga akan hadirkan Ustadz Jefri Al-Bukhari di Sinar Husni,’’ terangnya.

Sedangkan AKP dr H Jamal Nasir Husni, Perwira Polda Aceh menggambarkan kehidupan Almarhum H Husin Abdul Aziz yang juga pernah mengalami kesusahan. (*)

Gus Irawan Gandeng Fadli Nurzal Koalisi Golkar-PPP Mulai Terang

JAKARTA- Koalisi partai menjelang pilgub Sumut 2013 mulai terang. Partai Golkar yang kemungkinan besar bakal mengusung Gus Irawan sebagai cagub, berpeluang besar bergandengan dengan PPP yang memasang Fadli Nurzal. Paketnya, Gus Irawan sebagai cagub, Fadli cawagub.

“Saya yakin Golkar ke Gus Irawan. Golkar akan koalisi dengan PPP, Fadli Nurzal. Bisa jadi model di DKI pindah ke Sumut,” ujar pengamat politik, Umar Syadat Hasibuan kepada wartawan koran ini di Jakarta, kemarin (19/3). Doktor ilmu politik lulusan Universitas Indonesia (UI) itu tetap yakin, Golkar tidak punya pilihan lain selain Gus Irawan.

Dia mengatakan, meski dari internal Golkar ada nama Chairuman Harahap, namun peluang mantan Ketua Komisi II DPR itu tipis. Golkar diyakini tidak mau mengusung Chairuman. “Chairuman itu menurut saya dianggap bermasalah oleh internal Golkar. Buktinya dia dicopot sebagai ketua Komisi II DPR, apa pun alasannya,” ujar pria kelahiran Labuhan Batu itu.

Seperti diketahui, di pilgub DKI DKI Jakarta, Golkar berkoalisi dengan PPP dan PDS, mengusung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Sedang PDIP, yang sebelumnya sempat akan bergabung dengan Partai Demokrat dan PKB mengusung Fauzi Bowo duet dengan Adang Ruchiatna, akhirnya berubah sikap.

Megawati Soekarnoputri lebih sreg mengajukan cagub sendiri, yakni Joko Widodo alias Jokowi, duet dengan bekas Bupati Belitung Timur Tjahja Purnama yang biasa disapa Ahok. Ahok sendiri sempat ancang-ancang di pilgub Sumut 2008, bahkan sempat dikabarkan minat lagi di pilgub Sumut 2013. Sedang Taufiq Kiemas lebih suka PDIP koalisi dengan Demokrat mengusung Fauzi-Adang.

Umar Syadat mengatakan, memang ada tren PDIP lebih suka mengusung cagub sendiri. Untuk di Sumut, peluangnya ada di RE Nainggolan. “Karena PDIP tak punya tokoh di Sumut. Tak mungkinlah PDIP mengusung Rudolf Pardede, yang sudah gagal di pilkada Kota Medan. RE Nainggolan yang punya peluang karena dia punya kedekatan dengan sejumlah petinggi PDIP,” ujar Umar, yang juga staf pengajar di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor itu.

Kemungkinan besar, PDIP akan berkaolisi dengan PDS, Gerindra, dan PPRN. “Kecil kemungkinan dengan parta-partai yang tergabung dalam setgab (partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono, red),” imbuhnya.

Umar juga mengingatkan para kandidat agar lebih cermat jika mau melamar ke PDIP. Disarankan agar lobi langsung ke Megawati, bukan ke Tuafiq Kiemas. “Harus ke Megawati karena beliau yang punya otoritas mengeluarkan rekomendasi cagub yang akan dimajukan,” kata Umar.

Sekadar cacatan, dalam kasus pilkada DKI, santer telah terbangun duet Fauzi-Adang karena Taufiq Kiemas sudah terang-terangan mendukung duet itu. Namun, duet itu mentah lantaran tidak direstui Megawati, termasuk Puan Maharani. Mega lebih memilih koalisi dengan Gerindra.
Disebut-sebut, Chairuman Harahap pada pilgub Sumut 2008 silam juga ‘masuk’ ke PDIP lewat Taufiq Kiemas. Namun, keputusan Mega setelah menggelar rapat dengan para petinggi PDIP, mementalkan nama Chairuman.

Sedang dalam kasus Golkar di pilkada DKI, yang mengusung calon sendiri, tak lagi mengusung Fauzi Bowo seperti pada pilgub 2007, bukan lantaran Golkar tak mau bersanding dengan Demokrat. Menurut Umar, sikap Golkar lebih dipicu figur Fauzi Bowo yang dianggap tidak kooperatif. “Foke (Fuazi Bowo, red), sedikit arogan sehingga Golkar tak mau lagi. Sejumlah partai yang dulu mengusung Foke sekarang tak mau lagi juga karena sosok Foke yang seperti itu. Jadi Foke sekarang hanya diusung Demokrat dan PKB,” ulas Umar.

Dengan kata lain, model koalisi pada pilgub Sumut 2008, sama sekali tidak bisa menjadi ukuran untuk membaca kemungkinan koalisi pilgub 2013. PKS yang berkoalisi dengan PPP pada pilgub 2008, kemungkinan besar tidak terjadi lagi. “Di Sumut, PPP malah punya irisan dengan Golkar,” ujar Umar lagi, memperkuat prediksinya bahwa Gus Irawan bakal duet dengan Fadli.

PPP sendiri, seperti diberitakan koran ini, Senin (19/3), membuka peluang Fadli jadi cawagub, tidak harus cagub. Ini seperti disampaikan Wakil Ketua Umum PPP, Drs H Hasrul Azwar MM. Menurut Hazrul, PPP tak mungkin mengusung sendiri calonnya, sehingga harus berkaolisi dengan partai lain. Karenanya, kader PPP bisa menjadi cagub atau pun cawagub.

Peran Warga Perantau Dibutuhkan

Kepedulian masyarakat Sumut yang merantau ke sejumlah kota-kota besar maupun luarnegeri, sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Sehingga jangan sampai akibat konflik kepentingan calon-calon gubernur nantinya, menimbulkan gejolak aksi kekerasan ditengah masyarakat.

Demikian dikemukakan mantan Kepala Hakim Tinggi Ambon, Maluku, Humala Simajuntak beberapa waktu lalu. Dalam hal ini memang diakui Humala, masyarakat Sumut yang telah merantau tidak lagi memungkinkan untuk memilih. Sebab besar kemungkinan telah ber-KTP daerah lain. Hanya saja hal tersebut bukan penghalang untuk berbuat demi kampung halaman. Justru peran utama dibutuhkan memberi pencerahan.
“Sebab dari kasus-kasus yang pernah saya alami, saya kira peran pangaranto memberikan pencerahan itu sangat besar. Tapi pangaranto-nya sudah harus cerah terlebih dahulu dong. Supaya masyarakat kita lebih jernih melihat Pilkada langsung.”

Pendekatan unsur budaya menurut Humala kemudian, juga sangat dibutuhkan dalam memberi pengertian terhadap masyarakat terkait pelaksanaan pilkada. “Sebab terbukti, beberapa kerusuhan di tanah air, itu dapat diatasi dengan pendekatan budaya,” katanya.

Selain itu pendekatan ini menurutnya jauh lebih objektif daripada akal pikiran dan rasa. Apalagi dalam budaya batak terdapat unsur kejujuran, kedisplinan dan kerja keras yang begitu kuat. “Dalam falsafah hidup orang batak, tertuang istilah pantun do hangoluan, tois do hamagoan. Tapi sayangnya sekarang ini, budaya kerja keras masih tetap mengemuka. Namun kejujuran dan disiplin hanya tinggal 50 persen.

Untuk itulah pendekatan unsur budaya menurutnya harus kembali dihidupkan secara berkesinambungan. Menariknya, pola pendekatan budaya atau yang di istilahkan dengan back to nature ini menurut pria yang kini berprofesi sebagai pengacara, terbukti juga cukup efektif memajukan Sumut. Ia mencontohkan bagaimana Korea Selatan berhasil bangkit setelah sebelumnya merupakan negara termiskin sebelum perang dunia kedua. Demikian juga dengan Provinsi Bali.

“Nah mereka ini kembali ke budaya,” katanya.

Apa yang diungkapkan si-ompung ini tentu tidak hanya sekadar rekaan semata. Sebab untuk itu, ia bahkan telah melakukan serangkaian penelitian hingga kemudian melahirkan sebuah buku “Dalihan Na Tolu”.

Dalam buku tersebut, ia memaparkan secara objektif bagaimana falsafah hidup orang batak yang terangkum dalam falsafah Dalihan Na Tolu, benar-benar sangat luarbiasa mendewasakan pola pikir dan memajukan orang batak selama ini. Bahkan dalam buku yang telah dicetak ulang pada tahun 2006 lalu ini, ia memuat perbandingan dengan pandangan hidup suku-suku lain seperti Maluku dan Minahasa. Jadi kalau ompung yang telah berusia lebih dari 75 tahun ini yakin Sumut dapat maju dengan kembali pada pendekatan budaya, sepertinya patut menjadi pertimbangan bagi para kepala daerah yang ada. Terutama saat menjelang pilkada pemilihan gubernur yang dalam tahun 2013 ini akan digelar.(sam/gir)

Lurah Minta Uang Bangunan

081973176xxx

Pak wali tolong segera dicopot dan tindak tegas Lurah Kedai Durian Kecamatan Medan Johor yang bertindak sewenang-wenang meminta uang untuk membekingi izin bangunan di Gang Ladang Bangun Sari Lingkungan 2. Sumut Pos maju terus.

Saya Konfirmasi Lurah Bersangkutan

Saya akan konfirmasi terlebih lurah bersangkutan untuk mencari kebenaran duduk permasalahan. Dengan demikian dapat dicari solusi yang tepat. Terima kasih.

M Azwarlin Nasution SH
Camat Medan Johor

Tindak Pencuri Kabel Listrik di Marelan

081265085xxx

Kepada, Yth Bapak Kapoldasu di Medan. Tolong ditindaklanjuti para pelaku pencurian kabel listrik/telpon di Kecamatan Medan Marelan yang cukup dan sangat meresahkan warga. Aksi para pelaku pada 13 Maret 2012 lalu kepergok warga lagi memotong kabel listrik yang bertegangan tinggi hampir saja diamuk massa. Tapi setelah mendapat ancaman dari para pelaku, warga jadi takut. Karna para pelaku pimpinan salah satu OKP ternama. Warga sempat mengumpulkan barang bukti yang dipakai para pelaku dan menyerahkan ke kantor PLN Medan Deli tapi sampai detik ini tidak ada tindak lanjut dari pihak PLN. Para pelaku terus meneror warga jika ada yang berani melaporkan kegilaan mereka dengan aparat. Tolong ya Bapak Kapolda. Kami khususnya warga Pasar 1 Rel Tanah 600  Kecamatan Medan Marelan, memohon 10 jari kepada Bapak.

Kami Teruskan

Terima kasih atas informasinya. Lapor kan saja untuk ditindak lanjuti.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Tertibkan Bangunan di Atas Parit

08887339xxx

Kepada Yth Camat Medan Denai, tolong ditertibkan warga yang membangun/menjadikan teras atau pekarangan rumah di atas parit di Jalan Rawa Gang Tengah/Srikandi. Ini sangat mengganggu karena membuat jalan semakin sempit. Terima kasih.

Saya Cek ke Lokasi

Saya akan cek ke lokasi. Apabila bangunan lama kita akan adakan pendekatan persuasif. Kalau bangunan baru kita akan stop. Terima kasih.

Edi Mulia Matondang SSos
Camat Medan Denai

Dampak Sampah Bertumpuk

Sampah perkotaan adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan.

Berikut dampak yang timbul di kota akibat sampah menumpuk.

  • Lingkungan menjadi terlihat kumuh, kotor dan jorok yang menjadi tempat berkembangnya organisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia, merupakan sarang lalat, tikus dan hewan liar lainnya. Dengan demikian sampah berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit.
  • Sampah yang membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan. Air yang dikeluarkan (lindi) juga dapat menimbulkan pencemaran sumur, sungai maupun air tanah.
  • Sampah yang tercecer tidak pada tempatnya dapat menyumbat saluran drainase sehingga dapat menimbulkan bahaya banjir.
  • Pengumpulan sampah dalam jumlah besar memerlukan tempat yang luas, tertutup dan jauh dari pemukiman. (net)

Pengabdian untuk Almamater

Jelang Reuni dan Munas Perdana Alumni SMAN 3 Padangsidimpuan

ALUMNI SMAN 3 Padangsidempuan akan menggelar reuni akbar dan Musyawarah Nasional (Munas) I di Hotel JW Mariot Jalan Puteri Hijau Medan, Sabtu 24/3). Demikian dikatakan Ketua Panitia Reuni dan Munas I Alumni SMA Makruf Siregar didampingi Sekretaris Panitia Muhammad Aswin di Medan, Senin (19/3).

Reuni dan Munas ini dilakukan guna menghimpun para alumni SMAN 3 Padang Sidimpuan yang selama 30 tahun telah menamatkan ribuan alumni.
‘’Para alumni SMAN 3 Padangsidimpuan sudah tersebar di seluruh tanah air bahkan luar negeri,’’ ucap Makruf.

Ia menilai sangat wajar adanya reuni dan Munas I alumni SMAN 3 Padangsidimpuan sebagai media silaturahmi dan menghimpun potensi para alumni. ‘’Bila hal ini terlaksana maka untuk berbuat dan mengabdi pada almamater dan membangun kampung halaman yakni Kota Padangsidimpuan tentunya akan sangat luar biasa manfaatnya,’’ kata dia.

Makruf menambahkan, pada Munas I Alumni SMAN 3 Padangsidimpuan akan mehghasilkan para pengurus alumni yang diberi amanah para alumni mengabdi terhadap almamater dan Kota Padangsidimpuan. ‘’Tentunya mengabdikan diri tanpa sekat dan batas dimana pun berada,’’ imbuh ketua panitia.
Makruf berharap reuni dapat dihadiri seluruh alumni SMAN 3 Padangsidimpuan yang berjumlah seribu peserta baik dari Kota medan maupun dari luar Kota Medan. ‘’Alumni yang ingin menghadiri reuni dan pembentukan Ikatan Alumni SMAN 3 Padangsidimpuan dapat menghubungi panitia antara lain Makruf Siregar (08126075998), Muhammad Aswin (081286354550), Nur Enny (08126595591) dan Dermalina Siregar (081396312256).
Keinginan membentuk Ikatan Alumni SMAN 3 Padangsidimpuan ini diawali dari pertemuan perdana alumni sekolah di ‘kota salak’ tersebut di Restoran Lembur Kuring Jalan T Amir Hamzah Medan pada 8 Januari 2012.

Ada tiga inisiator yang juga alumni SMAN 3 Padangsidimpuan yakni Ir H Chaidir Ritonga MM, Drs Aswin Hasibuan MAP dan Choirun Saleh.
Dalam acara ini dibentuk panitia pembentukan ikatan alumni dipimpin Makruf Siregar. (dmp)