28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13810

Plt Gubsu Imbau Warganya Taat Pajak

Prihatin Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Masih Rendah

MEDAN- Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho mengimbau warga Sumatera Utara untuk menjadi orang-orang yang bijak dan taat pajak mengingat sampai sekarang tingkat kepatuhan wajib pajak (WP) masih sangat rendah, baru 43 persen.

“Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang bijak yang taat pajak,” ungkap Gatot pada acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) tahun 2011 di Tiara Convention Center Medan Senin (19/3) siang.

Acara yang diselenggarakan Ditjen Pajak Sumut I itu, dirangkaikan dengan penyampaian SPT Tahunan PPh OP tahun 2011 Gatot Pujo Nugroho yang dimasukkannya ke drop box Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Sumut I.

Wakil Ketua DPRD Sumut Sigit Pramono Asri memasukkan SPT pajak-pajak pribadinya tahun 2011 ke drop box Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah dan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memasukkan SPT PPh OP-nya ke drop box KPP Pratama Medan Timur.

Hadir juga di sana Kakanwil DJP Sumut I Estu Bidiarto, Kakanwil DJP Sumut II Harta Indra Tarigan, Rektor USU Prof Dr Syahril Effendy Pasaribu, anggota DPRD Sumut Sonny Firdaus Panjaitan SH dan para Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dan Madya di lingkungan Ditjen Pajak (DJP) Sumut I.
Gatot menyebutkan, membayar pajak merupakan satu kewajiban untuk mendukung pembangunan di negara ini. Pada APBN 2012, konstribusi dari pajak mencapai 78,79 persen atau Rp1032,6 triliun. “Kita harus menjadi panutan dalam lingkungan kerja dan masyarakat supaya menyampaikan SPT PPh OP 2012 tepat waktu dan benar,” katanya.

Ia menganalogikan pasangan suami istri. Jika suami hanya menuntut hak tanpa memberikan kewajiban kepada istri dan begitu sebaliknya maka hubungan keluarga menjadi tidak harmonis. Keluarga merupakan lingkup kecil sebuah tanggung jawab dan hak.

“Kalau kita menuntut hak banyak-banyak maka utamakan kewajiban dulu seperti di negara tercinta ini jika ingin hak, kewajiban membayar pajak juga harus dipenuhi,” ujarnya.

Membayar pajak dengan benar dan tepat waktu, menurut Gatot, merupakan kewajiban sebagai warga negara. Apalagi pembangunan daerah terus berlanjut, bagaimana Medan dapat sejajar atau ekuivalen dengan Kuala Lumpur dan Singapura? Kota Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional. Bahkan Medan, Deliserdang dan Karo akan menjadi kawasan megapolitan baru.

“Mari kita memposisikan diri sebagai wajib pajak yang punya kewajiban membayar pajak. Kita harus sadari kalau pajak untuk pembangunan negara,” ujarnya. (ila)

Tak Kantongi Izin, Bangunan SPBU Dibongkar

MEDAN DELI- Diduga tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Pemkab Deli Serdang, Senin (19/3) kemarin, membongkar bangunan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Kawasan Industri Medan (KIM) II.

Pembongkaran bangunan yang melibatkan muspika di Kecamatan Percut Sei Tuan tersebut tidak mendapat perlawanan dari pihak pengelola.
Pantauan Sumut Pos di lapangan, pembongkaran bangunan SPBU tak mengantongi izin itu dilakukan petugas Satpol PP dengan menggunakan palu ukuran besar. Bangunan dua lantai berdiri persis bersebelahan dengan kantor PT (Persero) KIM II itu sudah hampir 45 persen selesai dikerjakan, lantas dirobohkan petugas pada bagian depan bangunan.

Para pekerja bangunan dan petugas pengawas hanya tampak terdiam dan tidak melakukan perlawanan begitu mengetahui pasukan Satpol PP dan Muspika memasuki areal dan melakukan pembongkaran bangunan SPBU ilegal dimaksud. Usai melakukan penertiban bangunan, para petugas dari Pemkab Deli Serdang itu kemudian meninggalkan lokasi.

Camat Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Darwin Zain mengatakan, sebelumnya pihak kecamatan sudah pernah melayangkan surat teguran kepada pihak pengelola SPBU namun tak diindahkan.

“Terakhir kali kita memberikan surat teguran ketiga sepekan lalu, namun tetap saja tidak diindahkan pihak pengelola SPBU. Selanjutnya, Pemkab mengambil ketegasan untuk menertibkan bangunan ini,” kata Darwin. (mag-17)

Sebulan, 10 Kasus Pencabulan Anak Terjadi di Langkat

LANGKAT- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Langkat menilai kasus pencabulan terhadap anak berstatus mengkhawatirkan. Tercatat, sampai Maret 2012 sudah 10 kasus.

“Status pencabulan terhadap anak sudah memasuki tahapan mengkhawatirkan, dibutuhkan kepedulian semua pihak mulai keluarga maupun instansi terkait yang masuk dalam gugus tugas antisipasi kerawanan itu,” kata Ketua KPAI, Ernis SA Lubis, Senin (19/3).

Munculnya kasus-kasus tersebut ditengarai KPAI, akibat adanya pergeseran nilai menjurus kelainan karena pikiran waras orang tua (bapak) dihapus nafsu melihat gadis ingusan walaupun sebenarnya anak sendiri.

Pun demikian, urai dia, persoalan ekonomi berperan. Pasalnya, beberapa kasus itu dikarenakan ibu korban tidak di tempat misalnya bekerja di luar bahkan menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

Lebih lanjut diharapkan dia, semua pihak harus melibatkan diri berikan perhatian kepada anak bukan hanya di rumah namun aktivitas keseharian mulai lingkungan hingga sekolah. Kaum ibu dianggap jadi panutan memonitor anak kesehariannya, terutama bagi anak yang telah diberikan telepon genggam.
“Banyak hal yang perlu dimaksimalkan, semisalnya saja program kerakyatan seperti ekonomi mandiri melalui kursus menjahit ataupun penopangan usaha kecil. Selain itu, aktipasi pengawasan terhadap anak di setiap ruang dan tempat diperkirakan mampu memperkecil munculnya peristiwa serupa,” seru dia.

Untuk diketahui, parahnya kasus pencabulan dilakukan orang tua kandung kepada putri sendiri diikuti orang tua tiri mencabuli anaknya hingga kini terangkum empat kasus. Belum lagi, pencabulan dilakukan anak-anak terhadap rekan sebaya terdapat 2 kasus. Diikuti, modus orang yang berpura-pura membantu tawarkan kebaikan seperti pekerjaan ternyata mencabuli ada 1 kasus serta pencabulan ingkar janji terdapat 3 kasus dan 1 diantaranya sudah ke ranah hukum.

Kepala Bidang (Kabid) Perempuan dan Anak BKKBN Langkat, Rina Marpaung, sepaham jika semua pihak menseriusi kasus tersebut. Bahkan, beberapa institusi harus bergabung mengikis persoalan  ini. (mag-4)

Kasus Pencabulan Anak s/d Maret 2012

  1. Ortu Kandung Cabuli Anak Sendiri    :    2 Kasus
  2. Ortu Tiri Cabuli Anak Sendiri    :    2 Kasus
  3. Anak Cabuli Anak (Teman)     :    2 Kasus
  4. Dicabuli Dijanjikan Kerja    :    1 Kasus
  5. Cabul Ingkar Janji (Pacaran)    :    3 Kasus (1 Masuk Proses Hukum)

Nb: Sumber KPAI Langkat

Pasien RS Kusta Sicanang Protes

BELAWAN- Puluhan pasien di RS Kusta Sicanang, Belawan, kembali menggelar aksi demo, Senin (19/3) kemarin. Lagi-lagi mereka menuntut Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) secepatnya mencopot jabatan, dr Lindungan Siagian sebagai Kepala TU (Tata Usaha), karena dinilai telah mengabaikan hak-hak mereka yang tidak direalisasikan selama ini.

“Copot Lindung Siagian, kami tidak mau lagi dia menjabat sebagai Kepala TU di rumah sakit ini. Karena semenjak dia menjabat banyak hak-hak pasien diabaikannya,” teriak pendemo, begitu melihat petugas Dinas Kesehatan Sumut memasuki lingkungan rumah sakit penderita kusta ini.

Melihat aksi pasien, membuat Kepala RS Kusta, dr Pangihutan Simatupang yang menerima kunjungan rombongan dari Dinas Kesehatan kebingungan. Mencoba menenangkan massa, Simatupang lantas mengajak sejumlah penderita kusta untuk melakukan musyawarah di aula RS Kusta Sicanang, Belawan.
Dalam pertemuan tersebut, pendemo nyaris bersitegang. Pasalnya, mereka tetap meminta dengan tegas agar dr Lindung Siagian selaku Kepala TU segera dicopot dari jabatannnya.

Kasubbag Program Dinas Kesehatan Sumut, Sugianto langsung menyambut aspirasi penderita kusta. Utusan dari Dinkes Sumut ini mencoba menjelaskan permasalah yang selama ini dihadapi penderita kusta. (mag-17)

Bandar Judi Bola Online Dibekuk

Beromset Rp500 Juta Perhari

MEDAN- Petugas Polresta Medan berhasil membongkar dan membekuk bandar judi bola online beromset ratusan juta rupiah perhari di sebuah rumah di Jalan Brigjen Katamso Gang Kasih Medan, Senin (19/3) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti berupa buku rekening BRI, Mandiri, BCA, 1 unit laptop Compac, 9 unit hp, 18 berkas transaksi uang, calculator, uang Rp10 juta dan 3 butir senjata api jenis FN.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos di Mapolresta Medan, pelaku yang berhasil diamankan petugas bernama Kevin (23) warga Jalan Brigjen Katamso Gg Kasih Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki saat pemaparan di Mapolresta Medan menyebutkan, penangkapan bandar judi bola online tersebut berkat informasi dari masyarakat. “Kita langsung melakukan pengintaian ke lokasi perjudian. Pelaku baru lima bulan beroperasi sebagai bandar judi bola online yang memiliki omset Rp500 juta per hari,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan. Dia menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan untuk menyelidiki siapa pelaku lainnya. “Kita terus membongkar jaringan judi bola online ini. Pemasang judi bola online sudah kita periksa dan mayoritas pemasang berasal dari Medan,” kata Yoris.(gus)

Coca-Cola Gelar Pelatihan

MEDAN-Perusahaan minuman ringan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) kembali memberi kontribusi nyata dalam memajukan dunia olahraga Indonesia, khususnya sepak bola.

Permainan sepak bola sangat digemari oleh masyarakat Indonesia terutama anak-anak. Oleh karenanya CCAI ingin memberikan pelatihan/ pendidikan untuk mengasah ketrampilan bermain sepak bola kepada generasi muda Indonesia guna memajukan dunia persepakbolaan Indonesia.

Mengulang kesuksesannya tahun lalu, CCAI kembali menyelenggarakan Coke Kicks Grass Root Soccer Development Program yang dilaksanakan tanggal 17-18 Maret 2012 di Lapangan Rajawali Mabar,  Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli,  Kota Medan – Sumatera Utara.

Sebanyak 240 anak dan 16 pelatih dari 8 desa diundang untuk mendapatkan satu hari pelatihan sepak bola di bawah bimbingan pelatih profesional dan berpengalaman.

“Sebagai perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan minuman yang sangat digemari anak-anak dan remaja, Coke Kicks adalah komitmen CCAI bagi para tunas bangsa untuk memaksimalkan potensi mereka dalam olahraga, siapa tahu mereka bisa menjadi bibit baru pemain sepak bola yang dapat mengharumkan nama bangsa di kemudian hari,” ujar Yustinus Suhartanto Manufacturing Manager CCAI.

Hadir dalam pembukaan Coke kicks, Kadispora Kota Medan Drs. Anas Hasibuan.  dalam kesempatan ini Kadispora Kota Medan Hanas Hasibuan didampingi Camat Medan Deli melakukan Kick off pertannda dimulainya kegiatan olah raga sepak bola yang di kenal dengan program “Coke Kicks”.
Dalam sambutannya Kadispora menyampaikan “ Kegiatan ini sangat bagus buat perkembangan dunia olah raga sepak bola, terutama untuk pemula-pemula seperti ini, dan sangat berterima kasih kepada Coca-Cola yang bisa membuat program seperti ini di Kecamatan Medan Deli, semoga dalam program pelatihan ini, para peserta, dapat menjadi pesepak bolayang handal”

“Coke Kicks adalah salah satu program CSR CCAI yang didesain untuk membantu anak-anak muda Indonesia dalam mewujudkan mimpi mereka lewat aktivitas yang mencerminkan gaya hidup aktif dan sehat. Program tahunan ini dilaksanakan secara nasional mulai dari bulan Januari hingga Juni 2012 di lebih dari 20 provinsi di Indonesia. Tahun lalu, Coke Kicks telah melibatkan sekitar 2100 anak-anak usia 12-16 tahun,” bilang Ahmad Nasoha Corporate Affairs Manager CCAI.

“Untuk tahun ini Coke Kicks melibatkan 4200 anak dan 280 pelatihnya dari 140 desa yang tersebar di seluruh nusantara,” tambahnya lagi. AI.
Dalam pelaksanaannya, CCAI bekerja sama dengan Asian Soccer Academy (ASA) dan Kelme yang telah berpengalaman lebih dari 8 tahun dalam melakukan pembinaan sepak bola. Semua peserta akan dilatih langsung oleh pelatih bersertifikat dari ASA, serta mendapatkan lima paket perangkat sepak bola dari CCAI termasuk seragam bermerek Kelme. Selain memberikan pelatihan sepakbola bagi anak-anak, kegiatan ini juga berupaya untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pelatih lokal.

“Kami juga mengadakan sesi “coaching clinic” untuk para pelatih di setiap desa, untuk membekali mereka dengan dasar-dasar permainan sepak bola, dan bagaimana cara melatih yang baik. Nantinya mereka akan mendapatkan sertifikat dari CCAI-Yayasan ASA,” ujar Lee Hawkins, Manajer dari Yayasan ASA.

“Coke Kicks adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk membantu para pelatih-pelatih lokal, karena mereka memegang peran penting dalam mewujudkan pesepakbolaan nasional yang lebih berkualitas di masa mendatang,” tuntasnya. (zan)

Nenas Pakpak Jadi Ikon Pertanian

PAKPAK BHARAT- Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat menargetkan pengembangan komoditi nenas di tahun 2013 dengan jenis nenas varietas Pakpak.

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, kepada wartawan Senin (19/3), melalui telepon selularnya menyampaikan, pada 2007 lalu, nenas varietas Pakpak telah dikukuhkan sebagai nenas varietas unggul dari Kabupaten Pakpak Bharat melalui SK Pelepasan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 321/kpts/SR.120/5/2007.

Pengembangan varietas nenas unggul Pakpak tersebut dikatakan Bupati, akan menjadi salah satu ikon pertanian Pakpak Bharat yang sejak lama sudah dikembangkan di tujuh kecamatan.  Bupati juga menyampaikan, pihaknya membuka lebar peluang usaha ini kepada para investor yang berniat mengembangkan jenis tanaman dimaksud.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Chairul Pane, saat ditemui di  ruang kerjanya mengatakan, hingga saat ini komoditi nenas di Kabupaten Pakpak Bharat masih digemari masyarakat sebagai salah satu komoditi utama di pertanian mereka.

Tanaman nenas terluas terdapat di Kecamatan Salak mencapai 41,4 hektar, sementara di kecamatan lain seperti Siempat Rube terdapat 20 hektar, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE) 1 hektar, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu (STTU JULU) 3,5 hektar, Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS) 1 hektar, Kecamatan Kerajaan 3 hektara, dan Kecamatan Tinada 2 hektar.

“Kita juga sedang melakukan pengembangan dengan pihak BPTP dan telah melakukan survei lapangan untuk melakukan pengembangan komoditi nenas di Kecamatan Siempat Rube yang kita targetkan 2013 sudah berproduksi” ungkap Pane.(mag-14)

Keterangan Gambar:

1.      Nenas Unggul Varietas Pakpak dari Pakpak Bharat saat di pasarkan di seputaran Kota Salak.
2.      Nenas Varietas Pakpak yang dikembangkan oleh para petani di kawasan pertanian masyarakat yang masih dikelola secara tradisional. Senin 19/3 (Fhoto : Sumut Pos / Tamba Tinendung)

Hasiholan Sinaga Pimpin PSDS

LUBUK PAKAM-Musyawara daerah luar biasa (Musda) PSDS tahun 2012 akhirnya memilih Hasiholan Sinaga sebagai Ketua PSDS untuk lima tahun kedepan.Gelaran Musdalub ini berlangsung di Cadikan Lubuk Pakam, Minggu (18/3).

Menurut Hasiholan bahwa sebelum terpilih sebagai Ketua PSDS, dirinya telah mendapat restu dari ketua umum PSDS Amri Tambunan. “Saya direstui Ketum sebelumnya yakni Amri Tambunan,”bilangnya.

Pada Musda kali ini dari 36 klub yang bernaung di bawah bendera PSDS, 30 di antaranya memberikan hak suaranya.

Secara terpisah sekretaris umum (Sekum) PSDS priode tahun 2010-2015, H Erwin N. Pelos, kaget serta heran soal adanya pelaksanan Musda atau rapat anggota PSDS. “Sampai saat ini kami (pengurus sebelumnya) tidak pernah diberitahu Pak Amri Tambunan,” bilang H Erwin N. Pelos.

Padahal, sejatinya Musda itu, bukan hanya memilih kepengurusan tetapi pengurus lama harus membacakan pertanggungjawabanya. Bahkan H Erwin N. Pelos berkali kali menyatakan dirinya tidak mengetahui rencana Musda itu. “Tentu saja sekretaris umum membuat laporan pertanggungjawab pengurus lama untuk dibacakan didepan peserta Musda. Tapi saya tidak diberitahukan, jadi tak mungkin ada laporan pertanggung jawaban itu,” tandas Erwin.
Lanjutnya Musda atau rapat anggota PSDS tahun 2012 yang digelar itu melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PSDS. Pasalnya priodesasi kepengurusan lama berakhir pada 2015 mendatang.

“Musda itu sama saja Musda luar biasa, atau dapat disebut kudeta terhadap kepengurusan lama. Karenanya, dengan kejadian tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan disharmonisasi di antara pengurus,” tambah Moh Katolo mantan pemain PSDS.
Sebelumnya, kegiatan Musda itu direstui Ketua Umum PSDS Amri Tambunan dengan terbitnya SK Nomor SKEP/57/PSDS/III/2012. SK.(btr)

Masih Defisit Gol

MEDAN-Hingga pertandingan ke-15, PSMS masih berkutat di posisi 13 klasemen sementara ISL dengan mengoleksi 17 poin. Dari keseluruhan pertandingan yang dilakoni, tim besutan Suharto AD ini baru menghasilkan 16 gol dan kebobolan 19 gol. Artinya masih defisit tiga gol.

Dengan menyisakan dua laga sisa hingga putaran pertama usai, PSMS masih harus memburu gol demi gol ke gawang lawan. Kali ini, kans skuad berjuluk Ayam Kinantan ini akan lebih besar, baik menambah pundi-pundi gol dan meraup poin penuh.

Pasalnya, dua laga sisa ini akan berlangsung di Stadion Teladan, menghadapi PSPS Pekanbaru pada 26 Maret ini dan 30 Maret menghadapi Persija Jakarta. Meski di atas kertas, kedua lawan yang bakal dijamu PSMS merupakan tim-tim papan atas ISL.

“Kita bertanding bukan berdasar kertas. Apa yang terjadi di lapangan itulah faktanya. Dan semua bisa terjadi,” tegas Suharto, Senin (19/3).
Menurutnya, melihat motivasi anak-anak asuhannya, Suharto sangat optimis bisa meraih poin penuh di dua laga sisa tersebut. “Performa tim sudah membaik. Melihat semangat mereka, sepertinya mereka sangat yakin bisa membekuk dua tim besar ISL itu,” ujarnya.

Mengenai defisit gol, Suharto juga mengaku sudah mengantisipasinya. “Ya, kita tahu jumlah gol kita masih lebih rendah dari kebobolan yang kita derita. Ini menyangkut masalah di lini depan dan finishing touch. Dan ini juga sudah menjadi agenda kita menatap latihan berikutnya,” katanya.
Dari data yang dihimpun, top skor PSMS masih dipegang striker asal Nigeria Ikpefua Osas Saha dengan mengoleksi lima gol dari lima pertandingan yang dilakoninya bersama PSMS. Saat dijamu Persib Bandung PSMS menyerah 3-1 dan satu-satunya gol diciptakan olehnya.

Begitu pula saat PSMS bertandang ke Arema Indonesia, PSMS juga takluk 2-1, dan satu gol itu juga diciptakan oleh Saha. Saat menjamu Persiba Balikpapan, PSMS menang besar dengan skor 4-1.

Dari empat gol, satu diantaranya diciptakan oleh Saha. Saat PSMS dikalahkan PSAP 2-1, kembali gol satu-satunya dicetak oleh Saha. Dan terakhir saat meladeni Persela Lamongan, PSMS juga harus menyerah dengan skor 2-1. Dan lagi-lagi, gol semata wayang dicetak dari kaki Saha.
Pencetak gol terbanyak berikutnya dari PSMS yakni Luis Pena dan Zulkarnain yang masing-masing mengoleksi tiga gol. Arie Supriatna dua gol, dan Sasa, Alamsyah serta Nico yang masing-masing mencetak satu gol. (saz)

Ayam Kinantan Masih Timpang

MEDAN-Hasil 2-1 bagi PSMS saat melakoni laga uji coba bentrok PS PTPN IV di Stadion Teladan, Senin (19/3) sore, tentu tak memuaskan. Pelatih sementara PSMS Suharto AD mengaku, ketimpangan terjadi saat perbandingan kolektivitas permainan yang cukup tinggi dengan finishing touch yang kerap tak maksimal.

“Penguasaan bola cukup baik, namun pemain di lini depan kerap menyia-nyiakan kesempatan demi kesempatan pada tiap serangan yang dibangun,” ungkapnya usai laga.

Menurutnya, permainan yang menarik dalam pertandingan sepak bola adalah saat kolektivitas seimbang dengan jumlah tekanan yang diberikan ke gawang lawan. “Saat menguasai bola, harusnya serangan demi serangan serta tekanan dapat dimaksimalkan,” kata Suharto.

“Namun, positifnya dari pertandingan ini adalah kolektivitas yang dibangun anak-anak cukup meningkat signifikan. Ditambah serangan yang dibangun mereka cukup bervariasi, ini akan menyulitkan lawan membaca gerak-gerik dan taktik serta strategi kita,” ujarnya lagi.

Usai laga uji coba ini, Suharto akan kembali mengenjot persiapan tim besutannya. “Mulai besok (Hari ini) kita akan fokus ke latihan taktikal dan strategi. Persiapan ini juga mengantisipasi pemain yang hingga saat ini belum bergabung untuk latihan bersama tim. Seperti Sasa Zecevic dan Anton Samba,” tuturnya.

“Untuk Anton Samba, ia sudah hadir di mess sore ini (Kemarin). Mengenai cederanya, akan berangsur pulih. Kalau untuk latihan, sepertinya besok (Hari ini) ia sudah bisa bergabung,” tambah Suharto.

Dari pantauan wartawan, pada pertandingan uji coba tersebut, striker asal Korea Dong Soo masih belum diturunkan. “Ia masih dibekap cedera. Tapi sudah berangsur pulih juga. Kita harap seluruh pemain inti PSMS bisa berada pada performa terbaiknya sebelum laga krusial jelang istirahat paruh musim itu digelar,” harap Suharto.

Pada pertandingan uji coba tersebut Saha dan Nico yang menyumbangkan dua gol bagi kemenangan PSMS. Sedangkan gol satu-satunya PS PTPN IV dicetak Sutrisno. (saz)