26 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 13824

Pasar Mata Pao Ganggu Wisatawan

SERGAI- Aksi pedagang berjualan di badan jalan membuat tujuan wisata Pantai Sialang Buah dan Pantai Kelang terganggu. Pasalnya, Jalan Sialang Buah Desa Mata Pao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, setiap minggunya di gunakan sebagai pasar minggu, otomatis jalan tujuan wisata itu macet.
Buyung (38) petugas parkir di pasar tersebut kepada Sumut Pos, Minggu (12/2) menuturkan, kemacetan sering terjadi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, maklum saja setiap minggunya ada sekitar 300 pedagang membuka lapak dagangannya di badan jalan.

Sementara itu, Suparti (45) pedagang baju di pasar minggu,  warga Dusun II Desa Pematang Pelintahan, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, mengatakan, kemacetan pasti tidak akan terjadi jika pedangan dapat di tata rapi dengan berlapak di dalam pasar.

Kepala Bidang Perindustrian dan Pasar Sergai M Syafi’i Lubis, mengatakan, pasar minggu tersebut salah satu tujuan wisata. (mag-16)
Dengan kondisi ini, pastinya agak mengganggu, namun kita sudah melakukan musyawarah, kemungkinan mengganti hari untuk membuka pasar itu. “ Tapi kita lihat dulu, apakan pedagang mau?” terangnya. (mag-16)

Pengakuan Mantan Kepala Sekolah yang Dipecat Bupati Dairi

Saya Heran, Kenapa Seperti Ini Jadinya…

Setahun telah berlalu, kasus pemutasian besar-besaran terhadap kepala sekolah dan pengawas sekolah di Kabupaten Dairi, masih menyisakan cerita pahit bagi mereka yang dimutasikan, salah satunya Martalena Sibayang (51).

Dia adalah satu diantara ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Dairi yang dipecat sebagai kepala sekolah (Kepsek) oleh Bupati Dairi, Kanjeng Raden Adipati (KRA) Johnny Sitohang Adinegoro.

Pemecatan di periode 2010-2011 itu, dinilai Martalena tidak sesuai dengan ketentuan berlaku, karena dirinya dipecat sepihak, sehingga melanjutkan kasus pemecatan ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

“Saya tidak terima pemecatan sepihak itu, karena saya tidak pernah mendapatkan teguran apapun atau sanksi atas kesalahan yang saya lakukan selama bertugas menjadi kepala sekolah. Keputusan Bupati ini jelas telah bertentangan dengan aturan yang berlaku,” ungkap Martalena didampingi kuasa hukumnya Dedi Cahyadi serta dari Aliansi Sumut Bersatu (ASB) dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), kemarin (12/2).
Menurut Martalena, dirinya mengalami pemecatan pada gelombang ke empat. Gelombang pertama ada sekitar 100 orang, gelombang ke dua dan ketiga juga sama, dan gelombang terakhir di awal tahun 2011, 120 orang termasuk dirinya. Awalnya, banyak PNS yang tak terima dan bahkan sempat dibentuk Forum Transparansi Guru, karena ada sekitar 25 guru yang ingin berjuang.

“Bersama dengan saya, sebenarnya kami ada empat orang yang dipecat yakni, Antajulin Tarigan, kepsek yang jadi guru biasa, Muhammad Karo Sembiring, pengawas sekolah yang jadi guru biasa, Nelson Bancin, kepsek yang juga jadi guru biasa. Tapi di tengah proses perjuangan untuk menuntut kesemena-menaan Bupati, dua di antara kami (Muhammad Karo Sembiring dan Antajulin Tarigan) diberikan kembali jabatannya, makanya saya menggugat sendiri ke ranah hukum,” terang Martalena.

Dikatakan Martalena, awalnya dia menjadi guru di SDN No. 035950 Silencer, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, sejak 30 November 1984. Mulai 9 November 2007, dipercaya sebagai Kepala Sekolah Negeri No.030325 Simanduma UPT Bina Pendidikan Dasar, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi berdasarkan SK Bupati Dairi No.682A Tahun 2007 tertanggal 10 November 2007.

Namun, pada 27 Januari 2011, Bupati Dairi menerbitkan surat keputusan pemberhentian, pengangkatan, mutasi jabatan kepala sekolah dan pemgawas sekolah di lingkungan Pemkab Dairi No. 821.23/29/I/2011 atas nama Martalena Sibayang.
Dalam surat itu, Martalena dimutasikan sebagai guru biasa di SD No.034792 Simartugan Jehe.

“Pemberhentian ini tidak beralasan. Karena dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah seharusnya diberhentikan dengan alasan seperti masa tugas berakhir, telah mencapai batas usia pensiun jabatan fungsional guru, diangkat pada jabatan lain, dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat, dinilai berkinerja kurang, berhalangan tetap, tugas belajar sekurang-kurangnya enam bulan dan meningal dunia, tapi tak ada satupun alasan dari yang disebutkan dalam aturan itu saat pemberhentian saya,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, selama bertugas menjadi kepala sekolah, dia tidak pernah sekalipun mendapatkan surat teguran ataupun peringatan serta pemberian sanksi dari pihak manapun yang dikarenakan kesalahan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala sekolah. Anehnya, meskipun SK pemberhentian dan mutasinya sudah dibuat Bupati Dairi pada 27 Januari 2011, namun hingga 7 Februari 2011 Martalena masih belum mendapatkan salinan SK tersebut.

Tak terima dengan kebijakan sepihak itu, Martalena lantas mengadukan kasusnya ke DPRD Dairi, 8 Maret 2011.  Dalam Rapat itu, bupati tidak hadir hanya diwakilkan Kepala Dinas Pendidikan Dairi Pasder Berutu, dan beberapa SKPD.
“Saya taunya dari isu yang beredar. Pada 7 Februari saya mengirimkan surat ke bupati  Dairi mengenai informasi pergantian jabatan kepala sekolah di SD Negeri No. 030325 Simanduma. Tapi saya nggak dapat jawaban apapun,” ucapnya.

Dari hasil rapat itu, katanya, DPRD Dairi mengeluarkan surat pada 16 Maret 2011 yang ditandatangani Wakil Ketua DPRD yang isinya tidak menemukan adanya kesalahan dilakukan Martalena Sibayang. “Setelah rapat itu, barulah SK saya keluar tanggal 24 Maret 2011,” ujarnya.

Namun, surat keputusan DPRD Dairi itu tak mampu menjawab SK pemberhentian yang telah dikeluarkan oleh Bupati, sehingga Martelena mendaftarkan gugatannya ke PTUN Medan pada 25 April 2011. Setelah melalui persidangan, majelis hakim PTUN Medan memberikan putusan, mengabulkan seluruh gugatan dirinya, bahwa pemutasian dibatalkan. Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp209.000.

“Tapi bupati kemudian mengajukan permohonan banding pada hari yang sama yakni 25 Juli 2011, dan berdasarkan hasil keputusan banding tanggal 27 Desember 2011, PTUN Medan lagi-lagi memenangkan saya sebagai penggugat. Saya heran, kenapa seperti ini jadinya. Saya sangat mengharapkan bupati Dairi dapat merealisasikan hasil PTUN Medan tersebut,” harapnya.

Menyikapi hal itu, Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen, Farid Wajdi mengatakan, dari kasus tersebut telah terjadi pergeseran dari negara hukum menjadi negara kekuasaan. Sebab, segala sesuatunya sudah menjadi perilaku birokrasi penguasa dan hal ini muncul setelah otonomi daerah. “Kalau ada sesuatu yang tidak sepaham atau perbedaan pendapat, katakanlah paham politik, maka yang terjadi belakangan segala sesuatu terjadi tidak atas dasar ketentuan hukum berlaku, melainkan atas ketentuan penguasa,” kata Farid.

Di sisi lain, Farid juga mengendus adanya aroma politik birokrasi meskipun hal ini sulit dibuktikan, tapi kasus ini ada kaitannya dengan Pilkada Dairi 2013 mendatang. Di mana PNS yang ada di level menengah bawah menjadi korban, dan penguasa berupaya menyingkirkan orang yang tidak memilih pemahaman yang sama dengan pemerintahan berkuasa.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Khairiah Lubis, mengapresiasi perjuangan Martalena Sibayang untuk menuntut haknya. Oleh karena itu, FJPI terus mendukung baik dari pemberitaan di media juga dukungan moril. “Kita terus mendukung ibu Martalena dan akan melakukan upaya-upaya penguatan terhadapnya dengan menyurati Gubsu, Menteri juga anggota DPD RI asal Sumut, kita ingin pemerintah dapat serius menangani permasalahan ini,” tegas Khairiah.

Lawan PSM, PSMS Lebih Siap

PSMS vs PSM

MEDAN- Dua tim dengan sejarah panjang bakal bertarung di Stadion Mattoangin Andi Mattalata malam ini (13/2). Untuk membuktikan siapa yang terbaik, Sang Ayam Jantan dari Timur PSM Makassar atau Ayam Kinantan PSMS.

Dua tim yang pernah menjadi tim yang diperhitungkan di era perserikatan, namun saat ini keduanya memang sedang terluka. Lalu tim berjuluk Ayam Kinantan berada di posisi juru kunci klasemen sementara IPL, sedangkan PSM berada dua setrip di atas skuad besutan pelatih Fabio Lopez.
Dipastikan, pertarungan yang tersaji di hadapan pendukung Juku Eja, julukan PSM, menjadi satu yang terpanas di IPL musim ini. Dan itu menjadi syarat nilai prestise bagi kedua tim besar dari dua dataran berbeda, Sumatera dan Sulawesi. Dua tim yang punya karakter yang hampir sama, keras bakal saling bekuk untuk mengamankan poin.

Namun, pelatih PSMS Fabio Lopez yang musim ini menangani tim, tidak mengetahuinya. Namun baginya, raihan poin di kandang lawan merupakan keharusan untuk memperbaiki atmosfer tim dan membuka asa untuk tampil lebih baik di pertandingan berikutnya. “Kita butuh poin untuk membuat suasana tim lebih baik dan memperbaiki posisi,” ungkapnya, Minggu (12/2).

Walau tanpa Jecky Pasarela yang absen lantaran menggelar resepsi pernikahan di Medan kemarin (12/2), Fabio mengaku percaya dengan kekuatan tim terutama lini depan. “Kita sudah mempersiapkan pengganti Jecky. Ada beberapa pilihan,” ujar pelatih asal Italia itu.

PSMS yang menggelar latihan persiapan di Stadion Mattoangin Andi Mattalata, kemarin (12/2) malam, lebih siap. Di barisan belakang, duet Goran Gancev dan Vagner Luis bakal menjadi momok bagi lini depan lawan. Kecepatan lini sayap PSMS serta pengalaman dan kemampuan individual pemain tengah seperti Ahn Hyo Yeon dan Heri Suwondo bakal menjaga kondusifitas lini tengah. Di lini depan, striker Julio Alcorse brrsama Juanda Mayadi dan Rinaldo ataupun Marwin Hanafi bakal menebar ancaman di kotak penalti lawan dari berbagai sisi.

Namun, Fabio tidak mau gegabah. Diakuinya, PSM yang bermain di kandang, bukanlah lawan yang mudah. Kemampuan Individu tim besutan Petar Segrt tersebut disebutkannya cukup mumpuni. “Mereka punya pemain yang punya kemampuan individual bagus,” kata Fabio.
“Kita akan memberikan pengawalan ekstra bagi pemain PSM yang pegang bola, tidak ada pengawalan khusus untuk satu pemain pun,” tambah asisten pelatih PSMS M Khaidir.

Menanggapi calon lawannya, beberapa sanjungan diberikan bagi PSMS. Petar Segrt yang menyaksikan pertandingan PSMS lewat rekaman menilai, PSMS memiliki pemain bagus. “Tak tau kenapa mereka berada di posisi yang sekarang, Medan tim bagus, begitu juga pelatihnya. Tapi intinya, selain PSM, semua tim saat ini berpotensi bisa saling mengalahkan, hanya Semen Padang yang paling kuat,” tuturnya.

Menghadapi Medan diakuinya merupakan pertandingan yang harus dipersiapkan sangat serius. Namun sayang, pasca pemanggilan lima pemain ke Timnas U-21 serta absennya Fadli (akumulasi kartu kuning), dia mengaku tidak banyak pilihan untuk timnya. “Tapi, kami berharap dan berjuang untuk bisa memenangkan pertandingan, seperti yang saya lakukan di setiap pertandingan,” ujar pelatih asal Kroasia itu. (saz)

Riders Yamaha Peduli Korban Kebakaran

MEDAN-Bencana kebakaran yang menimpa warga Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area beberapa waktu lalu mengundang perhatian banyak pihak untuk membantu. Salah satunya para riders dan pembalap  yang tergabung dalam klub Yamaha binaan PT Alfa Scorpii.

Pada kesempatan tersebut, PT Alfa Scorpii menyumbangkan t-shirt, mie instant, minyak goring, telor, dan kebutuhan pokok lainnya yang disalurkan langsung oleh Ismansyah SE, selaku Promotion Supervisor PT Alfa Scorpii Medan, di lokasi kebakaran, Kamis (9/2).

Kehadiran rombongan pecinta otomotif ini disambut oleh camat Medan Area, Khoiruddin Rangkuti SE, S.Sos didampingi Lurah Tegal Sari I, Batara Harahap dan tokoh masyarakat setempat.

Yang menarik dari kegiatan bakti sosial ini adalah cara pengemasan dalam penyalurannya, yakni dengan melakukan touring terlebih dahulu mengelilingi jalan-jalan protokol kota Medan.

Tak heran jika kegiatan ini mendapat perhatian cukup besar dari klub-klub otomotif  Yamaha. Ratusan riders diberangkatkan dari halaman PT Alfa Scorpii, begitu antusias mengikuti kegiatan touring yang dikemas dengan bakti sosial.

Besarnya jumlah anggota yang ikut dalam kegiatan tersebut merupakan potensi untuk mewujudkan kegiatan kemanusiaan.
“Acara diadakan secara mendadak, dan ternyata mendapat tanggapan positif dari klub-klub otomotif binaan PT Alfa Scorpii,” ujar Ismansyah.(jun)

Korupsi Rp500 Miliar Harus Dihukum Mati

JAKARTA- Hakim Agung DR Artidjo Alkostar SH LLM menilai, ancaman hukuman mati bagi para koruptor yang tertuang dalam pasal 2 ayat 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, merupakan rumusan setengah hati. Dengan rumusan yang ada di pasal itu, untuk menjatuhkan vonis hukuman mati bagi koruptor, tergantung kepada faktor lain yakni keadaan tertentu.

Misalnya, korupsi dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya, terjadi bencana alam nasional, pengulangan tindak pidana korupsi atau negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter. Jadi, menurut Artidjo, ancaman hukuman hanya berfungsi sebagai pemberatan.

“Seharusnya, ancaman hukuman mati itu mengkualifikasikan korupsi tertentu yang tertuang dalam rangkaian pasal, misalnya korupsi merugikan keuangan negara Rp500 miliar, sehingga jelas parameternya,” papar Artidjo dalam sebuah diskusi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dikatakan Hakim Agung yang terkenal ‘galak’ jika menangani perkara korupsi itu, kualifikasi korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes) tidak ada gunanya jika dalam praktek penerapannya dikelola secara biasa.

Dia juga mengingatkan agar para aparat penegak hukum mau mendengar dan menindaklanjuti temuan-temuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang dugaan korupsi. Jika penegak hukum cuek dengan laporan LSM,maka kewibawaan aparat hukum bakal makin menipis.

Menurut Artidjo, kasus dugaan korupsi biasanya susah disentuh hukum lantaran berkaitan dengan kekuasaan. Inilah yang menjadikan penegak hukum kehilangan wibawa. “Alangkah malangnya republik ini, jika penegak hukumnya kalah pintar dari koruptor,” ujar Artidjo.(sam)

Drag Bike dan Drag Race Djarum Black Diramaikan 271 Starter

MEDAN- Filter Management menggelar balap bergensi Drag Race dan Drag Bike di Apron Lanud Polonia Medan, Minggu (12/2).
Kegiatan yang dibuka Ketua Umum KONI Sumatera Utara H Gus Irawan Pasaribu itu mendapat apresiasi dari para peserta.
Tidak kurang dari 271 starter yang memiliki hobi menggeber mobil dan sepeda motornya, turut meramaikan acara yang disponsori Djarum Black dengan tema Tire Burning itu.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengapresiasikan olahraga dominan miliknya kawula muda ini. Kegiatan ini murni  mengakomodir keinginan para pembalap,” ungkap Eka Nugraha, Ketua Panitia.

Even ini juga mampu menarik animo masyarakat. Mengingat lomba ini diikuti 141 starter untuk katagori Drag Race dan 130 katagori Drag Bike.
Menurut Eka Nugraha peserta balap harus mengikuti beberapa ketentuan yakni safety reading yang meliputi kelengkapan alat pengaman seperti helm, sepatu, sarung tangan serta baju yang disesuaikan dengan standarisasi keamanan berkendara. “Selain itu peserta juga wajib memiliki syarat administrasi dari IMI untuk start,” sebutnya.

Selain memperlombakan Drag Bike dan Drag Race, Djarum Black Tire Burning juga menyelenggarakan beragam even kawula muda lainnya seperti  basket 3 on 3, Festival Rap, Modelling  (Pemilihan top model pelajar Sumut 2012)  serta diselingi dengan bazaar otomotif.
Sementara itu Ketua Umum KONI Sumatera Utara, H Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas even Djarum Black Tire Burning ini.

“Sebagai Ketua KONI Sumut,  saya sangat mendukung penuh segala macam olahraga yang diselenggarakan khususnya di Sumatera Utara. Kegiatan positif ini juga sangat mendukung hobi para pembalap yang selama ini masih kekurangan sarana dan media untuk menyalurkan bakatnya,” ujar  Gus sembari membuka secara resmi kegiatan tersebut. (uma)

Lawan Tentara Oposisi Assad Pakai Tameng Manusia

DAMASKUS- Presiden Bashar al-Assad tak sedikitpun mengendurkan represinya atas oposisi dan kelompok yang menentangnya di Syria. Kemarin (12/2), tentara pemerintah kembali melancarkan serangan ke Kota Homs, barat Syria atau sekitar 162 kilometer utara Damaskus. Kali ini, tentara Assad memanfaatkan warga sipil yang mereka tangkap sebagai tameng.

Seorang aktivis oposisi melaporkan kepada CNN, pasukan Assad menempatkan tawanan sipil mereka di tank. Lewat cara itu, militer Syria berharap tak mendapatkan perlawanan berarti dari Free Syrian Army (FSA). Selama ini, kelompok oposisi yang beranggotakan mantan tentara pemerintah itu selalu melawan pasukan Assad dengan sekuat tenaga.

Karena jumlahnya lebih besar daripada tentara Assad, FSA hampir selalu bisa mematahkan serangan pemerintah. “Pasukan (pro-Assad) berusaha untuk mencegah serangan balasan dari FSA dengan melibatkan warga sipil dalam pertempuran,” ungkap aktivis yang merahasiakan namanya tersebut. Alasannya, lanjut dia, pasukan Assad tahu persis bahwa FSA tidak akan pernah menyerang warga sipil.

Dengan taktik tameng manusia tersebut, pasukan Assad melancarkan serangan maut ke kawasan Baba Amr kemarin pagi. “Rumah saya bergetar karena tembakan roket. Saya nyaris mati karena serangan bertubi-tubi ini,” kata Omar, seorang aktivis oposisi dari kawasan yang menjadi markas FSA itu. Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), serangan kemarin menewaskan empat orang.

Dibandingkan sebelumnya, skala serangan pada hari ke-9 kemarin jauh lebih kecil. Selain jumlah korban tewas relatif sedikit, pasukan Assad pun memberikan kesempatan kepada sejumlah warga untuk meninggalkan kota terbesar ketiga di Syria (setelah Damaskus dan Aleppo) tersebut. “Sekitar 15 keluarga dari Baba Amr dan Inshaat diberi izin untuk meninggalkan Homs,” kata Mohammad al-Hassan, aktivis oposisi yang lain.

Sementara itu, krisis dan kekerasan yang mencengkeram Syria tak luput dari perhatian kelompok militan Al Qaeda. Ayman al-Zawahiri, pemimpin Al Qaeda sepeninggal Osama bin Laden, mengirim pesan khusus kepada rakyat Syria melalui video yang disebarluaskan kemarin. Dalam pesan bertajuk “Onwards, Lions of Syria” (Maju terus, para singa Syria) tersebut, tokoh 60 tahun itu mengimbau rakyat Syria agar bangkit melawan Assad.
Dalam kesempatan itu, Zawahiri juga meminta rakyat Syria serta seluruh umat muslim tak bergantung pada Barat.(ap/afp/rtr/cnn/hep/dwi/jpnn)

Bong dan Sabu Disimpan dalam Anus

MEDAN- Satu lagi kurir sabu-sabu asal Malaysia ditangkap petugas P2 Bandara Polonia Medan lantaran kedapatan membawa bong dan sabu yang disembunyikan di dalam perut, Sabtu (11/2) siang. Adalah Henri Gusnaidi (39), warga Jalan G Kampong Dle Klang Malaysia/Jalan Serdang, Lorong Sentosa Lama, Medan Perjuangan, ditangkap saat tiba di bandara Polonia Medan dengan Pesawat Fire Fly dari Malaysia.

Penangkapan Henri berawal dari kecurigaan petugas P2 Bea Cukai Bandara Polonia Medan Dedy F Ginting. Dia lantas berkordinasi dengan petugas lain dan langsung memboyong Henri untuk diperiksa menggunakan X-Ray. Benar saja, di dalam perut Henri terlihat benda mencurigakan.

Untuk pembuktian labih lanjut, petugas membawa Henri menuju RS Elisabeth, Medan. Kali ini lebih parah, Henri menyimpan satu set bong dan 11 bungkus kecil sabu di dalam perutnya menggunakan kondom. Setelah ditimbang, berat sabu tersebut 28 gram.

Pada polisi, Henri mengaku sabu dan alat hisapnya dimasukkan ke dalam dubur dengan menggunakan kondom agar lebih mudah. “Biar licin masuk ke lubang pantatnya, modus biasa itu. Tapi yang luar biasa bonk pun dibawanya juga, macam nggak bisa buat bonk saja dia. Langsung saja ke Dir bos, nanti awak yang kena,” ujar salah satu sumber koran ini di Dit Reserse Narkoba Polda Sumut, saat dihubungi via HP Minggu (12/2) siang.

Semakin maraknya penyeludupan narkoba asal Malaysia, membuat petugas Bandara Polonia Medan membuat strategi baru untuk lebih mudah memantau penyeludupan. Dalam satu hari, petugas sudah mengelompokkan penerbangan dari Malaysia menuju Medan.

Ini diungkapkan seorang petugas P2 Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan yang minta identitasnya dirahasiakan. “Setiap hari setiap penerbangan yang dari Malaysia sudah kami kelompokkan, kalau penumpang yang dari Malaysia kami perhatikan khusus gerak-geriknya,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto melalui Pjs Kasubdit II Kompol Donald Simanjuntak mengaku kewalahan memeriksa Henri. Sebab hingga saat ini Henri masih bungkam. “Masih bungkam dia, mungkin besok saja lah biar lebih enak menanyai dia,” tegasnya, Minggu (12/2) siang.

Tak Ada Atlet Sumut yang Terkena Diskualifikasi

Miliki Kemampuan yang Merata

MEDAN-Sebanyak 15 atlet tembak reaksi Sumatera Utara dinyatakan lulus ujian sertifikasi yang berlangsung selama dua hari di Lapangan Tembak Anugerah Perumahan Cemara Asri 10 hingga 11 Februari lalu. Sukses ini akan semakin membuka lebar peluang para petembak di daerah ini untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, dengan sertifikasi tersebut, maka pengurus untuk bidang tembak reaksi akan lebih mudah dibentuk. Menurut Beni Sutanandika, salah seorang pemateri ujian dari PB Perbakin, untuk membuka bidang tembak reaksi, harus memiliki setidaknya atlet tembak bersertifikasi dengan dilengkapi minimal tiga renga officer.

“Hasil dari ujian sertifikasi ini cukup bagus. Kemampuan para atlet tembak reaksi Sumatera Utara terlihat merata. Ini sangat baik karena akan menghadirkan persaingan yang sehat diantara atlet,” ujar Beni.

Menurut Beni, kelulusan para petembak ini merupakan bagian dari hasil pelatihan atlet  yang dilakukan pada November 2011 lalu. Beni mengatakan, hasil itu terlihat jelas dengan kemampuan saat ujian berlangsung. “Di Sumatera Utara terlihat lebih cepat berkembangnya. Itu artinya, Sumut memang memiliki atlet-atlet yang berpotensi. Jika dilihat dari hasil ujian, yang diperlukan hanya meningkatkan volume latihan saja,” tegas Beni.
Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idishah, menyambut gembira atas lulusnya para atlet tembak Sumut dalam ujian sertifikasi. Terlebih lagi, selama penataran dan ujian berlangsung, tidak satupun atlet terkena diskualifikasi. Itu artinya, atlet Sumut memang sudah benar-benar memahami aturan dan tata cara menggunakan senjata.

“Melihat pencapaian di ujian sertifikasi ini, saya cukup bangga. Dari hasil ujian juga terlihat kalau para atlet sudah cukup memahami keamanan senjata. Berlangsung cukup tertib dan disiplin,” kata pria yang akrab disapa Doddy ini.

Doddy berharap, setelah lulus ujian sertifikasi, kemampuan para atlet semakin meningkat dan dapat dibuktikan melalui pencapaian prestasi. “Ini ujian sertifikasi yang pertama kalinya di gelar di Sumut. Tujuan utamanya adalah mendulang prestasi di pentas nasional maupun internasional,” terang Doddy.
Atlet tembak Sumut, Wilson Hariyanto mengaku, ujian sertifikasi ini jelas menjadi picuan tersendiri bagi mereka para atlet untuk mendulang prestasi demi prestasi.

“Dengan sertifikasi yang ada saat ini, kesempatan untuk bertanding di nomor tembak reaksi sudah terbuka lebar. Ini sangat baik untuk perkembangan olahraga menembak di Sumut. Terbukti, kami sebagai atlet mendapat banyak pelajaran tentang teknik menembak ,” kata Wilson.

Atlet tembak reaksi Sumut rencananya akan mengikuti kejuaraan di Bandung pada akhir Februari mendatang. Ini menjadi ujian pertama bagi atlet tembak Sumut untuk menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan, penataran, hingga ujian sertifikasi. (jun)

MFC Siapkan Beragam Even

MEDAN- Medan Futsal Community (MFC) yang dibentuk akhir Januari lalu oleh berbagai insan peduli kemajuan futsal kota Medan akan melaksanakan kompetisi antar klub di kota Medan bertajuk Medan Futsal League 2012 (MFL2012). Hal ini dikatakan Aulia Andri, Ketua MFC, didampingi Fandy Butar-Butar, Wakil Ketua Bidang Kompetisi MFC, Jumat (10/2).
“Sesuai dengan hasil rapat anggota Medan Futsal Community tanggal 8 Februari 2012, kita putuskan untuk menggelar Medan Futsal League 2012,” kata Aulia.

Sementara itu, Ingan H Pane, Sekretaris MFC menambahkan, diadakannya kompetisi futsal ini mengingat belum ada kompetisi yang digarap serius di Kota Medan.

“MFL 2012 akan diselenggarakan di bulan Maret mendatang, dengan sistem kompetisi penuh. Selain itu kita juga menerapkan sistem promosi dan degradasi di musim berikutnya. Jadi klub-klub pun harus berkomitmen dengan MFL 2012 agar kompetisi ini berjalan berkesinambungan,” kata Ingan.
Sedangkan Koordinator Bidang Pembinaan MFC Drs Syamsu Rahman juga menambahkan Medan Futsal Laegue akan sedikit mencontoh pagelaran Liga Futsal Sumut 2009 lalu yang dimainkan setiap hari Sabtu dan Minggu saja. Sehingga pembinaan pada pemain dapat berjalan dengan baik.”
“Pemain-pemain yang berkompetisi di Medan Futsal League ini akan kita saring dengan sebaik mungkin untuk direkrut dan dibina di Medan Futsal
Club yang nantinya akan diikutkan pada ajang Indonesia Futsal League 2012,” sebut Syamsu Rahman yang saat ini juga menjadi pelatih kepala klub LP3I Gajahmada, juara Liga Amatir Sumut 2011 lalu.

Syamsu  menyebutkan, untuk mempercepat  kompetisi Medan Futsal League ini MFC akan menyurati semua klub yang ada di kota Medan. Serta juga sudah berkomunikasi dengan Badan Futsal Nasional agar kompetisi ini dapat didukung dengan sebaiknya.

Selain Medan Futsal League, dalam waktu dekat ini MFC juga yang bekerjasama dengan komunitas SABROM mengadakan acara open turnamen kategori umum putra bertajuk Sabrom Futsal Championship 2012 pada tanggal 17-19 Februari 2012 di lapangan KickOff Futsal Jalan Kutilang Medan.(jun)