31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 13830

Deni Ingin Pertahankan Emas

MEDAN- Tidak banyak atlet yang bisa mempertahankan prestasinya pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON). Tidak demikian dengan Deni Zulpendri. Ya, dua kali penyelenggaraan even olahraga empat tahunan itu tepatnya di Palembang 2004 dan Kaltim 2008, atlet andalan Judo Sumut ini sukses menyabet dua emas.

Karena itu di Riau, September mendatang, Deni datang dengan target yang sama. Menyumbangkan medali emas untuk ketiga kalinya.
“Saya bertekad pada PON ke XVIII/2012 di Riau kembali mendapat medali emas, meski tentunya hal itu tidak mudah” katanya saat latihan di Sekretariat Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumut, Jalan Gaharu Medan.

Soal saingan berat, Deni menilai dua pejudo asal Kaltim, Ridwan dan M. Amin akan mengancam dirinya meraih target tersebut. Apalagi keduanya saat ini meraih rangking teratas di kelas 100 kg plus, kelas spesialisasi Deni.

Namun mengingat ini adalah keikutsertaan Deni karena usia, ia tak ingin gagal.
“Usia saya sudah semakin lanjut. Pasti pengaruh pada kemampuan. Tapi saya pikir ini kesempatan terakhir saya berprestasi di PON,” ujar pegawai Disporasu itu.(mag-18)

SSB Klumpang Tantang PSMS

DELISERDANG- SSB Klumpang Putra yang bermarkas di Jalan Klambir Lima, Sunggal Deliserdang akan menjamu PSMS dalam ujicoba KU-21 di Lapangan Klumpang, Minggu (18/3).

“Menghadapi pertandingan ini kita intensif latihan,” tutur Suryono, Pelatih Kepala SSB Klumpang kepada wartawan usai latihan, Kamis (15/3).
Kalau urusan formasi pemain, pelatih yang sudah puluhann tahun mangkal di SSB Klumpang Putra ini mengaku belum menentukan formasi. “Biasanya saya menerapkan formasi 4-4-2, tapi bagi saya, mental dan stamina anak-anaklah yang akan menentukan keberhasilan pertandingan nanti,” katanya.
Untuk skuad penjaga gawang pada laga ujicoba ini dipercayakan kepada Koko Andrianto, sedangkan kapten masih dalam proses seleksi.

Laga ujicoba ini bukan kali pertama diadakan SSB Klumpang Putra, tahun sebelumnya sudah pernah juga mengadakan pertandingan yang sama. “Sudah banyak pemain yang terbilang handal diciptakan SSB Klumpang Putra ini, diantaranya Septia Hadi yang masih aktif memperkuat Sriwijaya FC,” katanya.
Ada juga para pemain legendaris seperti Suryono sendiri yang pernah memperkuat klub Medan Jaya serta PSDS. Selain itu Sakun Nugroho dan Nirwanto yang juga pernah memperkuat klub PSMS Medan. “Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas anak-anak, baik dari segi karakter, maupun dalam hal kemampuan mengolah bola,” katanya mengakhiri. (mag-10)

Bupati Kunjungi Masjid Peninggalan Kerajaan Melayu

LANGKAT- Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu mengunjungi Masjid Ar Rahman, salah satu situs sejarah peninggalan zaman kerajaaan Melayu di Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kamis (15/3). Orang nomor satu di Langkat tersebut mendatangi lokasi masjid persis menjelang petang, bersama segenap pejabat Pemkab termasuk diantaranya Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Bambang Irawadi, secara pribadi membantu badan kenaziran masjid Rp6 juta untuk dipergunakan mengantisipasi terjangan abrasi.

Bahrum Sitompul selaku Ketua Badan Kenaziran selain bersyukur mendapat perhatian dari Pemkab Langkat mengakui, warga setempat masih tetap menggunakan (memakmurkan) sebagai tempat beribadah kendati kondisi bangunan masjid terancam, menyusul jarak bibir sungai dengan pondasi berkisar satu meter lagi.

Masjid Ar Rahman ini merupakan peninggalan zaman kerajaaan Melayu di Kelurahan Bingai Kecamatan Wampu-Langkat berornamenkan khas Melayu dengan lantai dan dinding papan, memiliki bentuk atau gaya bangunan model rumah panggung seperti kebanyakan rumah di wilayah pesisir.
Sedangkan mengenai asal muasal berdirinya masjid yang hingga kini masih terlihat kokoh, tak satupun yang mengetahui persis. Tetapi, berdasarkan cerita warga dari orang-orang tua dahulu menyebutkan, masjid tersebut sudah ada sejak kerajaan Melayu dipangku Tengku Abdul Djalil sekitar tahun 1901.
Dengan demikian, Masjid Ar Rahman yang dibelakangnya didapati belasan makam datuk atau raja-raja Melayu yang biasanya diberi gelar Tengku oleh pengikutnya, hingga saat ini sudah berusia 111.(mag-4)

NSRC 2012/Seri I Kejurnas Reli 2012

MEDAN-Pelaksanaan North Sumatra Rally Championship 2012 disambut antusias pecinta otomotif di Sumatera Utara. Persiapan pun digelar untuk mewujudkan ambisi ke depan.

Salah satunya pasangan Eddy WS dan Syariful Adil yang akan turun dengan mengusung Trans Sumatera Agung (TSA) Indocafe Spectra Rally Team. “2012 ini kita ada perubahan tim. Hal ini sebagai bukti eksistensi kita di dunia otomotif Sumut dan nasional,” ucap Eddy WS didampingi Syariful Adil saat ditemui di Jalan Sei Batang Hari Medan, Kamis (15/3).

Bersama TSA Indocafe Spectra Rally Team, keduanya mengusung ambisi yang baru pula. Tidak cuma mempertahankan gelar di pelaksanaan NSRC 2011, juga menatap persaingan satu level di atas.

Ya, mengandalkan mobil Suzuki SX4 berkapasitas 1600 CC dan 1600 Horse Power (HP), Eddy WS/Syariful Adil yang mengusung Suzuki Spectra Indocafe tidak hanya berhasil meramaikan persaingan di Grup GR2, tetapi tampil sebagai Juara Grup. Mengalahkan peserta dengan mobil berkapasitas 2000 cc dan 1800 HP.

Bahkan berhasil meninggalkan mobil kategori N-4 untuk masuk urutan 10 overall (umum).
Pencapaian ini pun coba dimaksimalkan pada NSRC 2012 ini. “Selama ini kita menggunakan spek mobil yang sangat standar sehingga tidak bisa berbuat banyak. Sementara reli juga mengalami perkembangan. Makanya kita berencana melakukan penyesuaian di bagian gear box untuk memaksimalkan power mesin yang ada,” tutur Eddy WS.

Dengan penyesuaian tadi, dirinya berharap mendapatkan persaingan dari peserta di Grup GR2 lainnya. Salah satunya Andy Jahmoon yang pada NSRC 2011 berpasangan dengan pereli muda Sumatera Utara yang juga putra dari Ketua Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (Pengprov IMI Sumut), Ijeck.

“Bagaimana pun, Andi Jahmoon masih tetap diperhitung di Grup GR2. Kita malah berharap Andre Tan dan Wiwik Riyanto juga dapat turun. Karena adanya persaingan ini akan membuat lomba lebih asyik. Kalau tidak ada kita coba menatap persaingan di Grup N4,” tambahnya.
Tampaknya harapan Eddy WS/Syariful Adil bakal terwujud. Pasalnya Seri I NSRC 2012 yang akan dilaksanakan di Langkat, 6-8 April menjadi Seri I Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Reli 2012.

Menurut Jhon Lubis yang juga panitia pelaksana NSRC 2012, usulan itu tinggal menunggu keputusan dari Pengurus Pusat (PP) IMI. “Kita yakin PP IMI tidak ada masalah dengan usul tersebut. Apalagi dengan tidak jelasnya pelaksanaan Kejurnas Reli tahun ini,” ucap Jhon Lubis yang dihubungi, Kamis (15/3) malam.

Pengprov IMI Sumut, lanjutnya bahkan siap bila pelaksanaan ketiga seri NSRC 2012 ini sebagai Kejurnas. Dengan demikian, geliat otomotif nasional dapat terus terjaga dan berkelanjutan. Tentunya ini juga bermanfaat bagi pecinta otomotif di Sumut khususnya yang ingin bergelut di reli.
“Begitu pun tetap melihat banyaknya peserta. Untuk itu kita harapkan pereli Sumut dapat ambil bagian,” pungkasnya.
NSRC 2012 sendiri akan dilaksanakan dalam tiga seri, diawali di Langkat, 6-8 April yang berlanjut di Kabupaten Serdangbedagai 6-8 Juli dan Medan 5-7 Oktober. Pendaftaran peserta dibuka 26 Maret-4 April di Sekretariat IMI Sumut Jalan Taruma No.52 Medan. (jul)

Azarenka Pastikan Tiket Semi Final

INDIAN WELLS –Victoria Azarenka tampil luar biasa menghadapi Agnieszka Radwanska di Indian Wells Open. Azarenka berhasil melaju ke babak semi final WTA Indian Wells setelah mengalahkan Agnieszka Radwanska.

Dalam pertandingan yang berlangsung di California, Azarenka berhasil kemenangan dengan menghancurkan Radwanska 6-0 6-2. Kemenangan ini, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 21-0.

“Saya benar-benar terkesan dengan permainan saya hari ini. Saya tidak mengharapkan bisa menang mudah. Saya sangat bangga bagaimana saya bertarung keras dan bermain tennis untuk menang,” kata Azarenka.

“Saya memiliki motivasi yang sangat bagus karena saya tahu Radwanska adalah petenis yang sangat tangguh. Jadi, saya harus bermain dengan luar biasa hari ini,” lanjut petenis asal Belarusia tersebut.  “Saya hanya mencoba untuk fokus di setiap momen, setiap poin yang saya mainkan, setiap bola yang saya pukul. Saya sekali tidak memikirkan mengenai skornya,” tandas petenis 22 tahun itu dilansir Reuters, Kamis (15/3).

Pada babak semi final mendatang, Azarenka akan berhadapan dengan Angelique Kerber. Petenis asal Jerman itu secara mengejutkan berhasil lolos, setelah mengalahkan petenis yang lebih diunggulkan Li Na 6-4 6-2.

Sementara Rafael Nadal di waktu sama juga memastikan langkah ke babak perdelapan final. Nadal sukses mengandaskan Alexandr Dolgopolov 6-3, 6-2. Nadal akan berjumpa dengan David Nalbandian di babak perempat final. (bbs)

Gantungkan Cita-cita di Bawah Guyuran Hujan

Bocah-bocah yang Menyewakan Payung

“Hari ini baru dapat Rp2 ribu, karena hujannya nggak begitu deras dan yang mau dipayungi juga sedikit. Kalau nggak hujan, aku nyemir sepatu orang. Jadi setelah pulang sekolah, semir sepatu sama payungnya dibawa kemana-mana,” kata Surya Kusuma, bocah usia 12 tahun, Rabu (15/3).

Dengan tubuh menggigil dan wajah pucat, Surya bersama lima temannya mencoba menyibak tirai air yang jatuh dari langit.

Dengan semangat, wajah-wajah ceria bocah miskin ini menunggu siapa saja yang berkenan memakai jasa payung mereka. Kehidupan yang keras tidak mematahkan semangat dan keinginan mereka untuk hidup layak dan menggapai cita-cita yang tinggi.

Guyuran hujan sudah menjadi hal biasa, meski seragam sekolah yang masih melekat di badan juga basah karena tidak sempat diganti siang itu. Bagi mereka hujan merupakan anugerah yang harus disyukuri, karena pada saat itulah bocah-bocah yang masih duduk di bangku sekolah ini mengais rezeki.
“Karena hari mendung dan hujan mulai turun, kami langsung kesini sehabis pulang sekolah. Jadi ada yang nggak sempat ganti seragam. Takutnya, hujan keburu berhenti. Kalau hujannya lama, bisa dapat lebih dari Rp20 ribu per hari,” ujar Surya yang masih duduk dibangku kelas 6 SD di Yayasan Hidayah Cipta Jalan Ayahanda Medan ini.

“Bu mau pakai payungnya?” kata Surya kepada salah seorang wanita saat keluar dari Medan Plaza. Lalu, Surya mengantar ibu itu ketempat parkiran sepeda motor yang letaknya agak jauh dari pusat perbelanjaan tersebut.

“Diantar sampai ketempat parkiran. Biasanya sekali ngantar, mereka ngasi Rp2 ribu, kalau orangnya baik, dikasi Rp5 ribu. Udah biasa kak, hujan-hujanan gini, jadi nggak pernah jatuh sakit,” ungkap Surya lagi.

Sejak ayahnya jatuh sakit, bocah berkulit hitam ini menjadi tulang punggung keluarga. Uang yang diperoleh, kata Surya, sebagian ditabung dan selebihnya dibagi dua dengan ibunya.

“Ayah sudah lama kena strok, jadi nggak narik becak lagi. Kalau ibu jadi tukang cuci dari rumah kerumah. Jadi, harus bantu-bantu ibu juga untuk cari makan. Paling tidak bisa untuk membayar uang sekolah,” urainya.

Surya sendiri setidaknya sudah dua tahun bercengkrama dengan hujan. Pantang baginya untuk meminta-minta atau menjadi pengamen jalanan.
“Awalnya lihat teman kerja begini, habis itu ikut aja. Kawan-kawan di sekolah juga tahu aku kerja seperti ini. Aku nggak mau kalau minta-minta sama orang, malu. Kalau hujannya pagi, kita nggak bisa kerja, karena harus sekolah,” jelasnya.

Begitu juga dengan Bintang, bocah usia sepuluh tahun ini mencari uang dengan menyewakan payung saat hujan turun. Katanya, uang yang diperoleh disimpan untuk membeli sepeda baru. “Kalau saya uangnya disimpan dulu, nanti kalau udah terkumpul banyak, mau beli sepeda baru. Memang hasilnya nggak banyak, tapi mudah-mudahan nanti bisa beli sepeda,” ucap Bintang.

Besar harapan baginya, untuk bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan merubah nasib keluarga untuk tidak berada digaris kemiskinan lagi.

“Aku mau menamatkan sekolah dan membuat orangtua bangga. Biarpun orangtua ku miskin dan hanya kerja serabutan, tapi aku pengen sekolah setinggi-tingginya dan mencari uang yang banyak,” ungkap Bintang dengan wajah polosnya.

Begitu pula dengan, Sandi (15), Fandi (11), Fadil (14), Aulia (13) dan Surya Kusuma (12). Meski terkadang beda penghasilan, namun persahabatan di antara anak-anak ini tetap terjalin dengan baik. “Kami udah biasa sama-sama kerja. Kadang anak-anak lain yang nggak senang kalau kami masuk kewilayah nya marah dan main kasar. Kami nggak mau melawan. Kalau udah begitu, kami menghindar aja,” tambah Aulia. (mag-11)

Ketika Ferrari Kembali Menargetkan Juara

Pembalap utama Ferrari Fernando Alonso, memaparkan target utama timnya di musim ini adalah meraih juara dunia F1. Untuk itu, Alonso ingin mengawali musim ini dengan raihan positif di sesi pembuka balapan Sabtu (17/3) besok di Melbourne Australia.

Melbourne memang menjadi seri pembuka F1 musim 2012 ini, dan Alonso mengaku sangat percaya diri menghadapinya. Meski begitu, Alonso tetap merasa masih harus mengerti kompleksitas mobil barunya, Ferrari F2012.

“Saya percaya diri. Saya sangat santai dengan kemungkinan dari mobil kami. Saya pikir musim dingin adalah momen sulit bagi kami dengan banyaknya tes yang dilakukan. Mobil ini cukup kompleks dalam hal settingan dan pengertian akan hal itu,” ujar Alonso, dilansir Autosport, Kamis (15/3). Pembalap asal Spanyol ini menolak bila mobil balap Ferrari F2012 lebih lambat dari para kompetitornya. Untuk itu, Alonso siap membuktikan pada race pembuka dengan mengatakan,”Mungkin kami tidak meraih target tetapi bukan berarti kami lebih lambat mobil yang yang lain. Soal kecepetan itu tidak akan kita ketahui hingga Sabtu nanti.”

Ferrari sejauh ini belum pernah meraih gelar, setelah terakhir kali meraih gelar juara di musim 2007 ketika dibela Kimi Raikkonen. Meskipun sudah menggaet Fernando Alonso yang menjuarai F1 musim 2005 dan 2006, gelar juara tetap belum menjadi rezeki Ferrari. Alhasil target pun diusung oleh tim berlogo kuda jingkrak tersebut.

“Kami ingin menjadi juara dunia di bulan November, itu target utama dan di Melbourne kami harus memiliki awal yang bagus. Tetapi kami akan mengetahui seberapa kompetitif mobil kami di hari Sabtu,” paparnya. Mantan pembalap Renault ini juga menandaskan dirinya sangat percaya dengan tim ini dalam membantunya bersaing meraih gelar juara dunia. Untuk itu, dirinya akan berusaha tampil sebaik mungkin untuk tampil sebaik mungkin di Melbourne.

Sebelumnya, Manajer Tim Ferrari Stefano Domenicali menegaskan bahwa fondasi bagi Scuderia untuk kembali ke jalur kemenangan telah terpasang dengan baik. Domenicali tetap optimis sekalipun mobil baru mereka F2012 kesulitan selama tes pramusim.
“Olahraga itu seperti lingkaran. Dalam 13 tahun terakhir, McLaren hanya sekali menang gelar konstruktor dan satu titel pembalap, Renault memiliki dua musim yang fantastis tapi tak mendapat apa-apa, Brawn mendapat satu kontruktor, Mercedes hanya meraih dua podium dalam tiga tahun terakhir,” kata Domenicali seperti dikutip Crash. (bbs)

Lompat dari Lantai 4, Warga Lubukpakam Tewas

Dirawat di RS Iman karena Gangguan Jiwa

MEDAN-Toni Sirait (21) tewas bunuh diri dengan melompat dari lantai 4  Rumah Sakit Iman di Komplek Ruko Griya Blok A, Jalan Amir Hamzah Medan, Kamis (15/3) pagi.

Informasi yang dihimpun di lakosi kejadian, sebelum bunuh diri warga Jalan Siantar, Gang Sepakat, Lubukpakam, Deliserdang itu sudah berada di rumah sakit tersebut sekitar 10 hari yang lalu. Toni berada di rumah sakit itu untuk perawatan karena mengalami
gangguan jiwa.

Saat ditemukan kaki sebelah kanan terikat dengan rantai besi. Mayat Toni langsung dibawa ke RS Sari Mutiara Medan. Namun keluarga Toni enggan dilakukan otopsi.

Keterangan saksi mata, Tatat Simanjuntak, dia sempat melihat Toni terjun.

“Aku lagi minum kopi, tiba-tiba aku lihat seorang laki-laki jatuh dari bangunan itu,” katanya.
Tatat langsung menolong, namun nyawanya tak bisa diselamatkan akibat luka benturan di kepala.
“Saaat ku tolong dia (Toni, Red) sudah tewas,” ujarnya.

Kapolsekta Medan Helvetia, Kompol Sutrisno Hadi  mengaku Toni tewas ditempat dengan pendarahan di bagian kepalanya.
“Langsung dibawa ke rumah sakit, namun keluarga tidak mau dilakukan otopsi,” sebut Sutrisno Hadi.(gus)

Lebih Baik Tembak Mati Saya…

Konflik Yayasan UISU vs Pemilik Warung Berlanjut

MEDAN-Konflik Yayasan UISU dengan pemilik warung terus berlanjut. Kemarin petang, Kamis (15/3), sekira pukul 17.30 WIB hingga 19.30 WIB, dua pemilik warung, Rusdi dan Elvhita, dikurung di dalam areal milik UISU yang mereka sewa sebesar Rp26 juta.

“Ini sudah sangat tidak manusiawi, kami masyarakat kecil yang mencoba untuk mencari makan. Buktinya, saya bersama istri dan karyawan semakin disiksa setiap harinya.

Kami dikurung di dalam lahan ini bersama puing-puing warung kami dengan pagar seng selama dua jam. Beruntung ada masyarakat yang membantu untuk membuka seng itu, baru kami bisa keluar dari siksaan itu,” kata Rusdi kepada wartawan koran ini.

Rusdi mengatakan, apa yang dialaminya juga dirasakan karyawannya yang sejak warung berdiri bulan lalu, belum menerima gaji. Mereka diusir pihak Yayasan UISU dengan alasan tidak boleh menempati warung yang tidak ada izinnya itu.

“Padahal karyawan terus bertahan untuk menjaga barang-barang yang ada. Kami berani menempati lahan ini karena sudah bayar sewa. Kemudian pihak yayasan melalui Helmi dan Iwan sudah memanggil pemilik warung yang saat itu berjumlah tiga orang menyewa lahan ini. Dalam pertemuan itu, Helmi dan Iwan meminta penjelasan kalau selama ini sewa menyewa lahan kepada siapa. Kami pedagang menjelaskan kalau membayar kepada pihak lain, yaitu Bu Haji melalui anaknya Muhfti SE dan pemuda setempat (PS) yang telah mendapat izin Yayasan UISU,” ucapnya.

Sementara, tambah Rusdi, pihak yayasan UISU sangat menyayangkan perjanjian sewa menyewa lahan tersebut kenapa tidak langsung ke yayasan. “Kami mengikuti aturan yang ada dan berlaku. Selama enam tahun, pemilik warung lainnya tak pernah membayar ke yayasan malah dibayarkan kepada Edi dan kawan-kawan yang merupakan PS ditunjuk sebagai kordinator,” ucapnya.

Dijelaskan Rusdi, sampai saat ini dirinya belum ada menemui pihak yayasan UISU untuk mempertanyakan nasibnya. “Pihak yayasan sudah sewenang-wenang. Dikarenakan saya tinggal sendiri mempertahankan warung yang sudah hancur. Saya juga sudah merasa dibunuh dengan disiksa secara perlahan-lahan. Secara tidak langsung, saya sudah diisolasi sepihak. Sementara, gaji karyawan belum dibayar dan masih terus bekerja menjaga barang-barang yang tinggal. Kalau barang hilang siapa yang bertanggungjawab?” tanyanya dengan kesal.

Menurutnya, jika menyewa lahan dan membangun warung tersebut menyalahi aturan, menapa saat dilakukan pembangunan tidak dilarang pihak yayasan. “Padahal jarak kantor yayasan dengan warung hanya beberapa meter saja, enggak mungkin mereka tidak tahu kalau di atas lahannya akan didirikan warung,” ucapnya.

Diharapkannya, pihak Kecamatan Medan Kota dan Kelurahan Teladan Barat serta Yayasan USIU memberikan ganti rugi yang disepakati dengan modal yang sudah keluar sebesar Rp40 juta. “Walau sedikit rugi tidak apalah, karena saya sudah habis Rp50 jutaan dari menyewa lahan sampai membangun dan membeli peralatan. Kalau tidak sanggup membayar segitu, lebih baik mereka menyewa aparat penegak hukum dengan membawa senjata api untuk menembak saya sampai mati di lokasi ini. Karena sampai kapanpun, warung ini tetap akan saya pertahankan,” bebernya.

Camat Medan Kota, Parlindungan Nasution yang dikonfirmasi wartawan, menyerahkannya persoalan itu ke Yayasan UISU. “Kalau itu, langsung saja tanya kepada pihak yayasan UISU. Maaf ya, saya lagi rapat,” jelasnya. (adl)

e-KTP Dimobilisasi Biar Selesai

Apakah program e-KTP di Kota Medan akan selesai tepat waktu? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut Pos, Ari Sisworo dengan anggota Komisi A DPRD Medan, Aripay Tambunan.

Apakah Anda yakin program e-KTP di Medan selesai tepat waktu?
Akhir April 2012 mendatang ditargetkan e-KTP di Kota Medan selesai. Namun, pada kenyataannya diprediksi akhir tahun 2012 target yang terealisasi baru mencapai 90 persen.

Apa dampak yang ditimbulkannya?
2013 mendatang, kita dihadapkan pada prosesi putaran Pilgubsu 2013 mendatang. Sebagai warga, kita berharap data e-KTP ini pertama kali digunakan untuk pilgubsu. Masih ada waktu sebelum pilgubsu dilaksanakan. Artinya, penyelesaian e-KTP harus dipacu agar bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, mengacu pada e-KTP nantinya.

Berapa besar tingkat kesalahan yang terjadi?
Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disukcapil), penduduk Kota Medan sekitar 2,7 juta jiwa dan yang wajib e-KTP sekitar 2 juta jiwa. Dari prediksi saya, akhir April nanti wajib KTP yang terekam hanya sekitar 1,1 juta jiwa saja. Kalaupun diperpanjang sampai akhir tahun 2012, yang terekam tidak melebihi 1,5 juta jiwa. Pertanyaannya, dapatkah e-KTP digunakan untuk pilgubsu, pemilu? Ini tugas dan tanggung jawab kita bersama. Tingkat kesalahan atau error sebesar 5 persen. Dan itu biasa. Tapi error mencapai 25 persen masalah.

Apa yang harus dilakukan Pemko Medan?
Dibutuhkan adanya mobilisasi, untuk dilakukan dari semua hirarki pemerintahan sampai ke tingkat kepling. Kita minta agar kepling diberi insentif lebih agar semua masyarakat benar-benar terdata.
Bila perlu diantar jemput agar tidak lagi ada alasan tak bisa ke kantor camat. Dan bagi lingkungan yang selesai secara keseluruhan diberi reward. Bagi yang tak beres kerjanya, sebaiknya diberi punishment atau sanksi.(*)