Home Blog Page 13835

Warga tak Kenal PNPM Mandiri

082267029xxx

Kami pernah mendengar bahwa ada program pemberdayaan dari PNPM Mandiri. Salah satunya pemberdayaan usaha. Namun kami warga Medan Amplas tak pernah tersentuh program tersebut. Kami minta agar dibantu membuka unit usaha warga di kecamatan kami. Lantas apa yang harus kami lakukan agar keinginan kami tersebut dapat diwujudkan?

Hubungi Pihak Kelurahan

Silahkan menghubungi kelurahan masing-masing agar dapat lurah menyampaikan atau mempertemukan langsung dengan fasilitator PNPM Mandiri kelurahannya. Dengan demikian apa yang diinginkan dapat terangkum dengan baik. Terima kasih.

Emir Mahob Lubis
Camat Medan AmplasS

Tindak Provokator Desa Laubekeri

08126551xxx

Polisi harus menangkap dan menindak tegas massa dan provokator pembakaran sadis peristiwa di Desa Laubekeri karena benar-benar tindakan biadab.

Masih Didalami

Sampai sekarang masih didalami dan masih diselidiki para tersangka. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Dapat Perlawanan, Pabrik Roti Batal Ditutup

BINJAI- Dinilai meresahkan warga sekitar, Pemko Binjai melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Pasar dan Satpol PP menutup pabrik roti milik Sutrisno (55), di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Kamis (1/3).

Namun, upaya penutupan paksa pabrik roti ini mendapat perlawanan dari Sutrisno. Pasalnya, dia akan mengalami kerugian jutaan rupiah dan kehilangan mata pencarian.

“Usaha kami ini hanya untuk cari makan. Yang bekerja pun keluarga semua. Kalau seperti ini, bagaimana kami bisa makan?” kata Sutrisno, berang.
Karena Sutrisno bersikeras membuka usahnya, seorang staf Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Binjai, Efendi memberikan penjelasan kepada Sutrisno agar dapat memahami dan berkenana menutup usahanya.

“Kami datang kemari berdasarkan surat perintah Wali Kota Binjai. Jadi, hargailah kami yang sedang menjalankan tugas. Kami hanya minta bapak dapat menutup usaha ini untuk sementara. Sembari membuat izin usahnya,” ujar Efendi.

Selain itu, Efendi juga menerangkan, pabrik roti tersebut bisa dibuka kembali jika para tetangga sudah tidak keberatan lagi. “Sekarang begini saja, kita cari solusinya. Coba bapak kurangi suara mesin pengelola roti ini, agar tetangga bapak tidak terganggu. Nah, setelah tetangga bapak tidak terganggu lagi. Maka, izin usaha bapak ini dapat keluar dan usaha bapak akan dibuka kembali,” tambah Efendi.

Namun begitu, Sutrisno, beserta istri dan anaknya tetap tidak terima. Mereka hanya memilih berdiam diri, dan istri serta anak Sutrisno, tetap melanjutkan pekerjaannya mencetak roti yang sudah dipesan oleh pelanggan.

“Kami gak bisa berhenti hari ini. Kami minta waktu tiga hari. Karena roti hari ini sudah ada yang pesan, dan kalau kami dalam waktu lama tidak berproduksi, pelanggan kami bisa lari. Kalau pelanggan sudah lari, kami mau makan apa?,” kata Sutrisno lagi.

Keran Sutrisno terus membandel, akhirnya petugas memberi tempo sehari kepada Sutrisno untuk menutup usahanya.
“Ya sudahlah. Harusnya hari ini kami menutup usaha bapak, tapi kami beri toleransi. Jika besok (hari ini, Red) bapak masih buka, kami akan membuat surat penyitaan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Operasi Satpol PP, ST Panggabean.(dan)

11 Partai di Sumut Berkoalisi

MEDAN-Menjelang proses pemilihan kepala daerah Sumatera Utara (Pilkadasu) pada 2013 mendatang, 11 partai politik (Parpol) di Sumut membangun silaturahmi dan komunikasi. Deklrasi kesepakatan 11 Parpol tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sumut Jalan Krakatau Medan, Kamis (1/3).

Isi deklarasi 11 partai tersebut menyebutkan pengurus DPD/DPW partai politik yang definitif di Sumut, sesuai dengan surat keputusan (SK) DPP masing-masing Parpol.

Ruslan SE, selaku Ketua PKPI Sumut mengatakan, bahwa keberadaan partai politik di tingkat Sumut merasa perlu membentuk satu wadah yang diberi nama Forum Komunikasi Lintas Partai (Forklip) Sumut.

“ Tujuannya, agar lebih profesional dan berpotensi dan berdaya guna dalam menghimpun kekuatan guna menjalankan fungsi menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di Sumut,” ujar Ruslan.

Kami, sambung Ruslan, yang bergabung di Forklip Sumut sepakat untuk bersatu (koalisi) dalam menjalankan aspirasi politik secara khusus dalam menghadapi proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara priode 2013-2018.

“ Kami telah sepakat Forklip Sumut diorganisir secara jujur transparan dan penuh tanggungjawab. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan sebagai wujud deklarasi kebersamaan di Forklip Sumut, dengan jumlah persentase 11 partai ini mencapai 8,71 persen” ucap Ruslan di dampingi Rudi R Lubis Sekretaris Partai Merdeka Sumut.

Sebelas partai yang tergabung dalam koalisi ini diantaranya, PIS, PKPB, PKPI, PMB, PPDI, Partai Merdeka, Barnas, PDK, PPI, PNBK, PKDI.(*/rud)

Percepat Pembangunan Jalan Tol di Sumut

JAKARTA- Untuk mempercepat pembangunan jalan tol di Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Jasa Marga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama penyiapan rencana kerja sama pembangunan tol di Sumatera Utara.

Plt Gubernur Sumatera H Gatot Pujo Nugroho memprioritaskan pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi Junction Kualanamu mendukung keberadaan Bandara Internasional Kualanamu.

Bertempat di Kantor Pusat Jasa Marga, penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga,  Adityawarman dan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Acara ini dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Abdul Hadi, serta Kepala Bappeda Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis dan pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Gatot mengungkapkan, pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi, dan junction Kualanamu merupakan prioritas pertama dalam rencana tata ruang pemerintahannya. “Sesuai rencana Kementerian Perhubungan Pusat dan Pemprov Sumut, Kualanamu akan menjadi Bandara Internasional, sehingga kebutuhan jalan tol akan menjadi keharusan,” ujar Gatot.

Gatot juga mengungkapkan bahwa pihaknya menjamin, wilayah Kualanamu memiliki potensi yang besar untuk kegiatan bisnis sehingga perkembangannya ke depan dipastikan sangat pesat.

Gatot mengharapkan kesepahaman ini tidak hanya tertuang dalam MoU, tetapi dapat diimplementasikan sesegara mungkin.
“Saya berharap MoU ini menjadi jawaban mewujudkan harapan seluruh masyarakat Sumut yang telah lama memimpikan adanya jalan tol, khususnya yang menghubungkan Medan-Kualanamu-Tebingtinggi,” tutur Gatot. (ari)

Ikon Kembangkitan Umat Islam

Grand Wakaf Menara Haji 33 Tingkat Segera Dibangun

Pembangunan menara kembar Grand wakaf menara haji bertingkat 33 yang akan dibangun di Jakarta, merupakan suatu karya monumental yang akan menjadi ikon kebangkitan umat muslim Indonesia. Selain itu, sebagai lambang kesadaran baru bagi para haji untuk aktif menggelorakan dan menyemarakkan syiar Islam di Indonesia sebagai negara muslim terbesar jumlah jemaah hajinya
di dunia.

Hunian apartemen dan bangunan multifungsi terdiri dari tipe apartemen T48, T65, T88 serta kondominium T256 yang berada di lantai puncak dilengkapi dengan sarana masjid, tempat manasik/umroh, pusat belanja muslim modern, rental office, perkantoran bisnis syariah terbesar di Asia, convention hall dan meeting room skala nasional serta fasilitas pendukung lainnya akan di bangun dengan nilai investasi Rp1 trilun.

Merespon pembangunan grand menara haji itu, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM selaku Ketua Dewan Pembina Ikatan Perasudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut, dalam kegiatan sosialisasi rencana pembangunan grand wakaf menara haji di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman Medan, Kamis (1/3)mengatakan, pembangunan grand wakaf menara haji itu merupakan terobosan penting dalam sejarah budaya Islam di Indoensia.

“Dengan gedung yang direncanakan memiliki 33 tingkat, diharapkan nantinya akan menjadi ikon kebanggaan masyarakat muslim di Indonesia,” kata Rahudman dalam sosialisasi rencana pembangunan grand wakaf menara haji di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman Medan, Kamis (1/3) siang.

Menurutnya, sebagai seorang muslim, tentunya merasa memiliki dan bangga atas gedung ini. Nantinya, gedung ini serta fasilitas di dalamnya diharapakan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan perorangan maupun golongan.
Diyakininya, apartemen bisnis syariah yang akan di bangun akan dapat menambah kekuatan prekonomian Indonesia, terutama prekonomian masyarakat muslim Indonesia.

“Grand wakaf menara haji pantas berdiri di negeri ini yang mayoritas muslim. Berdasarkan data, Indonesia adalah penyumbang jemaah haji terbesar di dunia. Ikon ini diharapkan semakin menguatkan karakter bangsa Indonesia,” cetus Rahudman.

Hadir dalam sosialisasi rencana pembangunan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) Drs H Kurdi Mustofa MM, sekitar 250 pengurus IPHI se kabupaten/kota, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, anggota DPD RI asal Sumut, Rahmatsyah serta unsur koordinasi pimpinan daerah Kota Medan.(adl)

DPD RI Dukung Pembangunan

Anggota DPD RI asal Sumut DR H Rahmat Shah menilai, pembangunan grand menara haji ini sangat bermanfaat dan  baik sekali dan ini ditunggu-tunggu oleh umat.

Dia mengatakan, selama ini pelaksnanaan haji masih belum maksimal, jadi rencana pembangunan ini suatu jalan untuk melaksnakan ibadah haji dengan tertib dan tenang, sehingga tabungan yang mereka habiskan untuk berangkat haji bermanfaat.

Ditambahkannya, rencana ini merupakan suatu investasi yang halal dan baik. “Dalam kurun waktu 8 tahun juga bisa kembali modal,” ujar Rahmat.
Bangunan ini, sebutnya, juga bisa menunjukkakn kebesaran umat Islam khususnya yang sudah melaksanakan ibadah haji. “Dengan kebersamaan yang begitu besar, kita bisa membangun suatu ikon yang ditunggu-tunggu umat dan bangsa Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia,” ucapnya.

“Kami sangat mendukung rencana pembangunan grand wakaf menara haji Indonesia, dan kami juga telah memesan satu unit, NAD di lantai 33 dan Sumut diharapkan lantai 32, dan seterusnya daerah lain, sebab bila kita tidak memesan hari ini, nanti habis karena banyak daerah yang akan memesan,” tandas Rahmat Shah.(adl)

Wujudkan Wakaf Anggota IPHI

Ketua Umum Pusat IPHI Drs H Kurdi Mustofa MM mengatakan, latar belakang pembangunan grand wakaf menara haji ini pertama adalah IPHI sudah berumur 22 tahun, jadi perlu menunjukkan eksistensi dan kontribusi untuk kemaslahatan umat, salah satunya dengan membangun grand wakaf menara haji Indonesia.

Di mana, katanya, gedung ini menjadi ikon kebanggaan haji Indonesia. Dengan adanya menara haji ini sekaligus dimanfaatkan guna peningkatkan organisasi IPHI daerah untuk kemaslahatan umat.

Dikatakannya, sumber dana pembangunan grand wakaf menara haji ini diambil dari seluruh anggota IPHI yang dihimpun dari gerakan Wakaf Tunai Umat Islam se-Indonesia.

Pembangunan grand wakaf haji ini, memiliki dua tujuan yak ni, memanfaat gerakan wakaf dan mewujudkan nilai wakaf melalui menara haji tersebut.
“Saya kira, inilah yang melatarbelakangi IPHI membangun grand wakaf menara haji di Jakarta,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, berkaca dari pengurusan Masjidil Haram di Mekkah, seluruh operasional Menara Zam-Zam Masjidil Haram diperoleh dari wakaf jamaah. Karena itu, IPHI melakukan hal yang sama, karena selama ini harta wakaf belum dikelola dengan baik.Selama ini, ujar Kurdi, penggalangan da na melalui wakaf produktif belum terlaksana, karena itu IPHI mencoba memberi contoh pelaksanaan reksadana wakaf dan saham ventura. “Jawa Timur sudah mau memborong 10.000 lembar dan Ambon mau borong 5.000 lembar dalam rangka investasi ini,” terangnya.(adl)

KONI Medan Janjikan Bonus

MEDAN- Medan tercatat sebagai penyumbang terbanyak atlet Sumut untuk PON 2012 mendatang. 139 dari 200 atlet akan mengikuti 14 cabang olahraga.
Untuk motivasi atlet agar meraih prestasi, KONI Medan menjanjikan bonus. Hal itu diharapkan dapat memompa semangat atlet.

“Pemberian bonus ini diharapkan memompa semangat dan motivasi bagi para atlit Medan yang akan bertanding pada PON XVIII di Pekanbaru, September mendatang. Para atlet Medan yang memperoleh medali di PON nantinya, KONI Medan akan memberikan bonus,” ujar Ketua KONI Medan Zulhifzi Lubis saat ditemui di Sekretariat KONI Medan, Kamis (1/3) kemarin.

Selain itu  KONI Medan menyadari faktor cedera yang riskan terjadi. Karena itu selain bonus, KONI Medan juga menjanjikan asuransi. “Atlet yang berprestasi tentu harus kita perhatikan. Motivasi dari kita dengan mengasuransikan para atlet yang berprestasi,” tuturnya.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Opung Ladon menghimbau kepada atlet yang cabornya tidak lolos PON untuk berbenah. Ia berharap  Pengcab cabor dapat mengevaluasi diri. “Pengcab harus aktif mengurus cabornya. Kalau KONI, hanya sebagai mitra. Dan kita terus lakukan dorongan kepada Pengcab untuk lakukan pembinaan,” katanya.

Salah satunya dengan menggalakkan kompetisi. “KONI koordinasi dengan Pengcab untuk terus bina para atlet untuk ciptakan generasi yang baik,” pungkasnya.(mag-18)

Yang Seungho ‘MBLAQ’ Pingsan Saat Syuting

Kabar buruk datang dari leader MBLAQ Yang Seungho. Seungho terpaksa dilarikan ke rumah sakit (1/3) karena pingsan saat syuting.
Pagi kemarin,  MBLAQ sedang syuting untuk program musik Mnet ‘M! Countdown’ untuk tayang sorenya. Ketika sedang tampil dengan ‘Run’, punggung Seungho tiba-tiba cedera sampai ia pingsan.

“Performance ‘Run‘ dikenal memiliki koreografi powerful dan Seungho diketahui memiliki masalah dengan punggungnya. Tapi selama pre-recording untuk performance itu, punggung Seungho terluka dan dia pingsan,”ujar juru bicara agensi MBLAQ J.Tune Camp dilansir AllKPop, Kamis (1/3)
Seungho pun langsung dilarikan ke rumah sakit secepatnya. Saat ini pihak agensi masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah Seungho bisa melanjutkan aktivitasnya atau tidak.

“Seungho sudah dibawa ke rumah sakit dan masih diperiksa. Kami akan menentukan apakah ia sanggup untuk memenuhi jadwal selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut,” sambung juru bicara J.Tune. (net/bbs)

Gita Gutawa Utang Budi kepada Chrisye

Gita Gutawa mengaku berutang budi kepada almarhum Chrisye.  Karena penyanyi legendaris itu, Gita jadi memiliki motivasi menjadi seorang penyanyi.
Menurut putri dari komposer Erwin Gutawa itu, ia mulai tertarik dengan dunia tarik suara sejak menyaksikan konser almarhum Chrisye saat kecil.

“Saya mau berterimakasih kepada Om Chrisye karena telah memberikan motivasi kepada saya. Saya mulai jatuh cinta dengan musik waktu sering diajak papa melihat konser Om Chrisye,” ungkap Gita Gutawa melalui video rekaman saat jumpa pers konser Chrisye 2012, Kidung Abadi, di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/2).

Mantan kekasih Derby Romero itu memiliki pengalaman menariknya bersama penyanyi solo bernama lengkap Christian Rahadi itu. Gita tidak akan mau melupakan saat pertama kali bernyanyi di hadapan ribuan orang.

“Waktu konser ‘Dekade’, waktu itu usia saya 10 tahun, dia (Chrisye) menghampiri saya. Itulah waktu saya pertama kali mengeluarkan suara didepan ribuan orang di Plenarry Hall. Itu pengalaman yang sangat berkesan buat saya dan tidak akan pernah saya lupakan,” paparnya.

Rencananya, Gita Gutawa akan ikut berpartisipasi mengisi acara, menyanyikan salah satu almarhum Chrisye dalam Konser Tribute to Chrisye bertajuk ‘Kidung Abadi’ di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta, 5 April 2012. (inc)

Pagi Ditertibkan, Siang Parkir Berlapis Lagi

MEDAN-Penertiban parkir yang dilakukan Pemko Medan di dua titik lokasi rawan kemacetan, Kamis (1/3) mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB  kurang efektif. Pasalnya, kendaraan yang parkir di badan jalan tertata baik saat penertiban berlangsung. Namun, ketika penertiban selesai parkir berlapis kembali terlihat.

Dari pantauan wartawan di Pasar Sukaramai sekira pukul 09.30 WIB, becak dan kendaraan-kendaraan yang parkir sesuka hati. Begitu juga siang hari sekira pukul 13.00 WIB, parkir berlapis di depan Perguruan Yayasan Harapan Medan, Jalan Imam Bonjoln
Padahal,  pagi hari tim yang tergabung dari Satlantas Polresta Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Satpol PP, Camat, Kapolsekta dan Danramil sudah melakukan penertiban di dua lokasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Armansyah Lubis menegaskan kalau penertiban sudah dilakukan di dua lokasi yang selama ini rawan kemacetan.

“Tadi pagi sudah kita lakukan penertiban di dua lokasi bersama dengan tim gabungan, yakni untuk menata agar tidak terjadi parkir kendaraan berlapis dan parkir kendaraan pribadi siswa di sekolah yang memakan badan jalan, serta parkir di pasar,” kata Armansyah.

Kabid Lalulintas Dishub Medan, Toga Aruan menambahkan, tim gabungan sudah turun untuk menertibkan parkir berlapis terutama di depan sekolah Harapan.  Namun, diakui Toga memang penertiban yang dilakukan pihaknya tidak bisa langsung melakukan penindakan.

“Kita hanya menata saja agar tidak ada parkir kendaraan berlapis. Saat kita tertibkan tadi sudah bagus, kendaraan yang parkir hanya selapis. Tapi kalau siang begini kembali lagi, itulah memang kendala kita,” terang Toga.

Dikatakannya, pihaknya bersama Satlantas Polrseta Medan, Jumat (2/3) hari ini akan memasang traffic cone (pembatas jalan berbentuk kerucut) di sekitar areal Perguruan Harapan Medan dan Pasar Sukaramai, dengan begitu diharapkannya, tidak akan ada lagi parkir berlapis yang membuat kemacetan.

Ditegaskan Toga, dalam penertiban yang dilakukan pihaknya memang tidak langsung melakukan penindakan terhadap pemilik kendaraan di tempat. “Kita memang tidak bisa serta merta melakukan penindakan. Ini juga baru penertiban yang pertama kita lakukan terutama untuk kendaraan pribadi di sekolah. Tapi penertiban ini akan secara berkelanjutan kita lakukan,” jelas Toga.

Dikatakan Toga, penertiban ini tetap akan dilakukan di beberapa titik lokasi seperti di sekitar Jalan Imam Bonjol, tepatnya di sekitar perguruan Harapan Medan, Perguruan Methodist, Perguruan Sutomo, Perguruan Santo Thomas dan lainnya. “Penertiban akan terus berlanjut dilakukan dikarenakan parkir berlapis di beberapa sekolah di jalan yang berada di inti Kota Medan selalu menimbulkan kemacetan hingga mengganggu arus lalu lintas jalan. Apalagi waktu pagi dan sore hampir seluruh jalan di inti kota macet total,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Medan, Rajab Lubis mengungkapkan, dari hasil tim monitoring pihaknya yang turun langsung ke sekolah, sejauh ini kendaraan pribadi yang masih tinggi jumlahnya itu terjadi karena orangtua siswa yang menginginkan anaknya nyaman berangkat dan sampai di sekolah. “Terlebih lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi mengakibatkan semakin banyaknya mobil pribadi yang antar jemput anak sekolah, hal ini tidak bisa kita pungkiri,” terang Rajab.

Makanya, lanjut Rajab, ke depan harus dilakukan pengaturan secara sistematis, yakni pihak sekolah harus menugaskan pegawai untuk mengatur kendaraan pribadi masuk dan ke luar sekolah saat mengantar dan menjemput siswa. “Penyebab kemacetan ini, di mana saat jam masuk sekolah 07.30 WIB, itu secara bersamaan siswa diantar menggunakan mobil pribadi, sehingga menyebabkan membeludaknya seluruh mobil pribadi di depan sekolah. Hal inilah yang mengakibatkan sepanjang hari mobil penuh terutama di saat pulang sekolah,” jelas Rajab.

Ke depannya, Disdik Meddan akan terus melakukan monitoring, kalau kemacetan di depan sekolah terus terjadi. “Tim akan terus mensosialisasikan ke sekolah secara berkelanjutan, supaya tidak terulang lagi kemacetan terutama di depan sekolah,” jelasnya.

Ketika disinggung untuk lahan parkir yang belum dimiliki sekolah secara luas, Rajab mengakui Disdik Medan selama ini belum mempertimbangkan banyaknya siswa yang membawa pribadi seperti saat ini. “Pertumbuhan parkir itu sesuai dengan tingkat ekonomi dan pertumbuhan masyarakat. Tapi kita tidak bisa menindak langsung kendaraan pribadi yang dibawa orangtua atau siswa, tapi kita akan tetap terus akan melakukan monitoring dan penataan,” papar Rajab sembari menyarankan agar pihak sekolah dapat melakukan pengadaan bus untuk antar dan jemput siswa ke sekolah.(adl)