26 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 13837

PP Medan Bantu Korban Kebakaran

MEDAN-Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Medan bersama Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Satma) Kota Medan serta fungsionaris Pemuda Pancasila (PP) memberikan bantuan kepada korban kebakaran di kawasan Jalan AR Hakim Medan Gang Bakung Kecamatan Medan Area, Jumat (10/02) sore.

Bantuan yang diberikan berupa 2 ton beras, 50 kardus indomie, sirup 16 lusin untuk dibagikan kepada 200 kepala keluarga. Bantuan secara simbolis diterima Camat Medan Area.

Kedatangan keluarga besar PP Kota Medan serta Satma PP Kota Medan disambut antusias masyarakat saat melihat 80 puing-puing rumah warga bekas terbakar. Anggota PP ini juga meninjau tenda yang dijadikan korban sebagai tempat tinggal sementara.

Katua Majelis Pimpinan PP Kota Medan Drs Boyke Turangan didampingi Katua Satma PP Kota Medan Mr Dian Shah serta Bidang informasi dan komunikasi Amrizal pada wartawan mengatakan, keluarga besar PP merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu meringankan beban korban kebakaran. (*/gus)

Pacquiao Emoh Berjudi

PETINJU legendaris Fiipina, Manny Pacquiao, mengaku sudah mengharamkan judi dan sabung ayam, serta menjual semua sahamnya di klub malam, kasino, dan bar di Filipina.

Pacquiao (32) yang merupakan salah satu orang terkaya dan ternama di Filipina mengaku tidak ingin melakukan semua hal tersebut sejak ia ditunjuk menjadi duta besar untuk kemauan baik oleh Gereja Katolik Filipina.
“Saya tidak lagi mau melakukan hal-hal kotor itu. Saya telah menjual semua saham di klub malam dan juga semua saham saya di kasino,” lanjut Pacquiao.

“Saya sadar saya adalah orang yang lemah. Jika saya mati pada tahun
berikutnya, maka saya yakin saya akan langsung dibuang ke neraka,” lanjut Pacquiao. “Saya memang memiliki iman. Namun saya banyak melakukan hal yang tidak disukai Tyas,” kata Pacquiao lagi.

Gereja Katolik memang merupakan kelompok yang sangat kuat pengaruhnya di kalangan rakyat jelata Filipina. Bulan lalu, mereka telah meminta agar Pacquiao mau menjadi duta besar mereka. (net/jpnn)

Senna Optimis di Williams

JEREZ – Pembalap Williams, Bruno Senna, mengaku senang bisa mengikuti tes di Jerez tanpa terkendala banyak masalah. Senna juga memuji potensi mobil balap FW34 milik timnya, serta memuji kemampuannya sendiri dalam menyetir mobil tersebut.

Malam tadi, tes resmi hari ketiga F1GP berlangsung di Jerez dan Senna berhasil menduduki peringkat ke 10 tercepat. Keponakan pembalap legendaris, Ayrton Senna ini mengaku antusias menjalani tes tersebut dan  puas bisa kembali menyetir mobil Williams.

“Hari ini (kemarin) sangat hebat, Walau ada banyak hal yang harus dikerjakan baik di luar maupun di bagian dalam mobil, sangat memuaskan akhirnya bisa kembali berada di atas roda. Kami memiliki hari yang produktif dan mencoba memenuhi semua kebutuhan kami,” ujar Senna, dilansir dari GPUpdate, Jumat, (10/2).

Tes tersebut juga menjadi berkah khusus bagi Senna yang mengaku menemukan hal menarik tentang ban yang dipakai timnya. Pembalap asal Brasil ini juga memuji pekerjaan hebat yang telah dilakukan timnya untuk persiapan F1GP musim 2012.

“Kami menemukan hal khusus yang menarik tentang ban. Saya merasa ada banyak potensi dalam FW34 dan juga dalam kemampuan saya menyetir mobil.  Tim ini telah melakukan pekerjaan hebat dan saya senang kami mengalami hari tanpa masalah. Kini saya menatap ke depan untuk melanjutkan program latihan,” pungkasnya. (net/jpnn)

Rossi Masih Diperhitungkan

SEPANG – Jorge Lorenzo tambah percaya diri memulai musim MotoGP 2012. Senjata barunya, motor YZR 1000cc, dianggap menunjukkan perkembangan yang semakin memuaskan.

Lorenzo membuktikannya saat tes resmi di Sepang pekan lalu dengan menjadi pembalap yang meraih waktu tercepat melahap lap.
”Kami masih mengembangkan motor, karena banyak yang berubah; kapasitas motor lebih dari 200cc, lebih bertenaga, lebih berat dan anda harus mengerem lebih keras dan membuka gas secara lebih halus.

Lainnya anda harus lebih bertenaga untuk mengembalikan posisi motor di tikungan, tapi saya kira kami semakin dekat dengan kompetitor,” ujar Lorenzo, seperti dikutip MotoGP, Jumat (10/2).

“Motor ini memiliki potensi besar. Kami harus menyelesaikan sejumlah bagian, dan jika kami bisa mengembangkannya, meski hanya 2 persen, kami bisa lebih baik musim ini,” lanjut juara dunia 2010 ini.

Demikian Lorenzo percaya ketika tes pramusim terakhir di Jerez dan seri pertama di Qatar, dia akan memiliki motor yang bisa diandalkan.”Tidak mudah melakukan pengembangan motor hanya dalam beberapa pekan. Saya kira kami tinggal mengerjakan sejumlah aspek elektronik menjelang Jerez, dan mulai dari Qatar kami bisa membuat langkah besar untuk maju,” kata Lorenzo.

Dia juga memprediksi persaingan musim depan antara Honda, Yamaha dan Ducati akan semakin ketat karena ketiganya memiliki level yang sama. Sementara Ducati juga punya peluang untuk bangkit dari hasil buruk musim lalu.

“Tahun ini saya lihat perbedaan antara tiga pabrikan lebih merata sehinga semuanya berpeluang juara,” bilang Rossi. (net/jpnn)

Tab Murah di Telkomsel Gadget Fair

MEDAN- Gadget berupa alat komunikasi yang memiliki sistem operasional Android sedang digandrungi masyarakat Medan saat ini. Salah satunya jenis Tab. Hanya saja harga gadget yang dijual saat ini masih selangit, sehingga kalangan tertentu saja yang bisa memilikinya.

Telkomsel yang tahu kebutuhan masyarakat terhadap teknologi itu hadir dengan memberi solusi masalah harga. Selain menawarkan gadget dengan harga menarik,  Telkomsel memberikan gratis pemakaian selama 3 bulan.

“Melalui pameran teknologi dari Telkomsel ini, kita menawarkan kartu Flash gratis pemakaian selama 3 bulan, hanya dengan mengisi ulang sebesar Rp50 ribu, secara otomatis akan mendapatkan gratisan,” ujar Manager Branch Telkomsel Medan, Heribertus Ariyanto.

Tab dengan brand SpeedUp ini menawarkan harga yang sangat kompetitif, apalagi saat pameran Telkomsel ini, dari harga normal Rp2,599,000 dan dalam pameran ini menjadi Rp2.499.000.

Selain itu, tawaran yang menarik lainnya berupa fasilitas yang diberikan oleh Telkomsel. “Bandling kartu Flash, jadi lebih memudahkan masyarakat untuk memilikinya,” tambah Heribertus.

Kelebihan dari Tab SpeedUp ini ada pada pengoperasionalnya yang menggunakan layar sentuh. Selain itu dapat digunakan untuk menelepon dan menggunakan kamera depan belakang. Untuk membuka internet juga lebih mudah dan cepat. “Bahkan, kecepatan untuk akses data juga cukup lumayan, 7,2 Mbps untuk download, dan 5,76 Mbps untuk Upload,” ujar Sales Promotion Girl dari SpeedUp, Liza.

Tab ini juga dilengkapi dengan bluetooth, GPS, memori card, WiFi, dan lainnya. Bahkan baterai bisa bertahan selama 5 hari bila Tab dalam keadaan standby.

Dilengkapi dengan sistem operasional Android, Tab ini memiliki beribu aplikasi yang siap untuk di download oleh siapa saja. Dengan penawaran spesial dari Telkomsel, mendowload juga akan lebih mudah dan murah. “Gratis selama 3 bulan unlimited, bebas mendowload dan apa saja,” tambah Liza.
Dalam Telkomsel Gadget Fair ini, bukan hanya Tab SpeedUp yang mendapat gratis internet unlimited selama 3 bulan. Berbagai gadget lain, seperti Iphone, Ipad, BlackBerry, dan modem juga mendapatkan fasilitas yang sama bila membeli produk teknologi ini selama masa pameran.

“Pameran kita selenggarakan selama 3 hari, mulai dari 9 hingga 11 Februari 2011, di lobi Selecta Jalan Listrik Medan, mulai pukul 9 pagi,” ujar Heribertus.
Nah, untuk Sabtu ini (11/2) dalam pameran memberikan kemudahan bagi pelanggan Telkomsel yang ingin menukarkan poin nya.

Mulai dari 1000 poin hingga selanjutnya. Berbagai souvenir menarik juga telah disediakan, untuk penukaran poin atau saat membeli gadget dalam pameran ini. “Penukaran poin kita mulai sejak pagi hingga sore hari,” pungkas Heribertus. (*/ram)

Nadal Jadi Bahan Olok-olok

MALLORCA – Petenis Spanyol, Rafael Nadal, mengaku sedih karena televisi Prancis, Canal+ menampilkan dirinya sebagai bahan lelucon. Tak hanya itu, tayangan itu juga ditanggapi serius oleh federasi tenis Spanyol, RFET, yang berencana menggugat stasiun televisi tersebut.

Stasiun televisi Canal+ menampilkan sketsa dalam tayangan mereka, “Les Guignols” yang artinya dalam bahasa Inggris adalah “The Puppets.” Tayangan itu menunjukkan kisah kehidupan tokoh yang mirip sekali dengan Nadal, yang mengisi bahan bakar mobilnya dari alat kelaminnya sendiri dan dicegat oleh polisi lalu lintas karena mobil yang dikemudikannya melewati batas kecepatan.

Hal yang menyinggung RFET adalah muncul di layar sebuah kalimat,”Atlet Spanyol. Mereka tidak menang karena berusaha.” Tak hanya itu, kalimat itu dikelilingi dengan logo RFET dan beberapa federasi olahraga Spanyol lainnya, termasuk dari sepakbola dan balap sepeda.

“Ini jenis humor yang sebenarnya biasa bila ditayangkan satu hari saja, tetapi bila ini diulang-ulang terus maka itu tidak benar dan saya kira itu melebihi batas. Saya tidak berpikir itu hanya dari satu media, itu kampanye umum dari negara tetangga,” ujar Nadal, dilansir dari Eurosport, Kamis, (10/2).

“Rasanya sedih melihat kampanye seperti itu, terhadap sesuatu yang telah menghabiskan banyak hal untuk meraih juara. Tidak ada pertanyaan tentang pil atau jarum suntik, atau apapun seperti itu yang bisa saya pastikan ke anda,” imbuhnya.

Pihak RFET mengatakan berniat menguggat stasiun televisi tersebut karena menyerang Nadal, dan juga menampilkan logo federasi tanpa permisi. Tak hanya Nadal yang jadi korban, karena pembalap sepeda Alberto Contador juga dibuatkan hal serupa, sedang menggunakan obat terlarang.

“Saya pikir masalah itu tidak bisa dikomentari secara personal, tetapi secara kolektif. Saya rasa dalam kasus ini pihak institusilah yang harus melindungi kami (para atlit) karena saya tidak berpikir ini adalah kampanye melawan saya atau orang lain, tetapi terhadap Spanyol secara umum,” papar Nadal.

Menteri luar negeri Spanyol, Jose Manuel Garcia-Margallo, dan anggota komisaris Eropa, Michael Barnier, menanggapi tayangan tersebut dengan serius.

“Selera video itu benar-benar buruk dan menujukkan kekurangan etika, duta besar Spanyol di Paris akan menulis surat ke media Prancis dan direktur Canal+, untuk mengekspresikan ketidaksenangan Spanyol,” tandasnya. (bbs/jpnn)

Calon Tersangka Telah Ditetapkan

Biro Umum Rp25 M dan Biro Binsos Rp460 M

MEDAN-Dugaan korupsi anggaran rutin Biro Umum Pemprovsu 2011 sebesar Rp25 miliar yang ditangani Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Poldasu, memasuki babak baru. Pekan depan penyidik kasus itu akan melakukan gelar perkara. Sementara dugaan korupsi anggaran bantuan sosial (bansos) Pemprovsu 2010-2011 sebesar Rp460 miliar yang ditangani Kejatisu masih berkutat di pemeriksaan sejumlah saksi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Diskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Drs Sadono Budi Nugroho kepada wartawan koran ini, Kamis (9/2) mengatakan, pihaknya hampir rampung melakukan penyelidikan dan segera melakukan gelar perkara. Rencananya gelar perkara dilakukan pekan depan. “Hasil gelar perkara nantinya akan jadi penentu terhadap perkembangan kasus ini untuk naik ketahap penyidikan. Nanti kalau kasus ini sudah digelar, dan statusnya sudah naik ke tahap penyidikan baru ada calon tersangka,” terang Sadono.

Meski Sadono mengatakan belum ada calon tersangka, namun seorang sumber di Mapoldasu mengatakan, pihaknya sudah menetapkan daftar nama calon tersangka dalam kasus tersebut. Para calon tersangka ini dianggap paling bertanggung jawab atas pengeluaran uang di Biro Umum Pemprovsu.
Saat informasi dari sumber itu dikonfirmasikan ke Sadono, dia tidak bersedia membenarkannya. “Ha ha ha…sabar kalau sudah ada yang ditetapkan (sebagai tersangka, Red) akan saya beritahu,” kata Sadono. Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 16 orang saksi, di antaranya Bendahara Biro Keuangan, Aminuddin.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Umum Pemprovsu, Hj Nurlela mengakui, dirinya telah diperiksa dalam dua kasus tersebut, baik oleh penyidik Pidsus Kejatisu maupun oleh penyidik Tipikor Poldasu. “Ya, memang sudah dipanggil. Di Kejatisu soal dana bansos yang Rp460 miliar tahun 2010 dan 2011. Kalau di Polda soal dugaan korupsi anggaran rutin 2011 di Biro Umum Pemprovsu,” akunya.

Nurlela mengatakan, pemeriksaan dirinya di Kejatisu dan Tipikor Poldasu hanya sebagai saksi. Materi pemeriksaan sama sekali tak berhubungan dengan dirinya, tapi soal dua mantan pejabat Kepala Biro Umum sebelum dirinya, yakni Razali S Sos (sekarang Kepala Dishub Sumut, Red) dan Ashari. “Kalau saya kan tidak mengetahui itu. (Kasus) itu dengan kepala biro yang lama. Waktu itu, saya ditanya tahu nggak soal kasus dugaan korupsi itu. Jadi saya jawab, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Nurlela membenarkan, khusus kasus dugaan korupsi di Biro Umum Pemprovsu yang ditangani di Polda Sumut, arahnya adalah kepada sosok Aminuddin, Bendahara di Biro Umum Pemprovsu. “Iya, waktu memberikan keterangan itu, katanya si Amin sebagai kuncinya,” akunya.
Sedangkan untuk kasus dana Bansos yang ditangani Kejatisu, Nurlela juga membenarkan beberapa pejabat telah diperiksa. Antara lain mantan Kepala Badan Perlengkapan dan Aset, Bondaharo Siregar, Kepala Biro Binsos Shakira Zhandi dan beberapa pejabat lainnya. “Iya, ada beberapa juga yang diperiksa,” ungkapnya.

Diketahui, kasus di Biro Umum Provsu yang ditangani Tipikor Polda Sumut terkait dugaan korupsi anggaran rutin pada APBD 2011. Dugaan korupsi anggaran rutin 2011 di Biro Umum Pemprovsu antara lain, diduga untuk menutupi biaya papan bunga, uang kain, katering di rumah makan, tiket pesawat dan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) pegawai di Pemprovsu yang telah lama tertunggak. Akumulasi anggaran yang diduga diselewengkan sekitar Rp25 miliar.

Selain itu, ada juga sinyalemen penggelapan pajak yang tidak disetorkan dari Biro Umum serta pembayaran ke pihak ketiga yang tidak dilakukan, namun uangnya telah digunakan untuk kegiatan yang tak sesuai peruntukkan. Selain tak sesuai peruntukkan, penggunaan anggaran itu juga diduga digelembungkan.

Berita sebelumnya, Kejatisu mengaku telah memeriksa beberapa pejabat dan mantan pejabat Pemprovsu terkait dugaan korupsi dana Bansos 2010-2011. Antara lain mantan Kepala Biro Binsos, Hasbullah Lubis, mantan Kepala Biro Keuangan, M Syafii, Kepala Biro Binsos, Sakhira Zandi dan mantan Kepala Biro Perlengakapan dan Aset, Bondaharo Siregar. (mag-5/rud)

Tangkahan Liar Pintu Masuk Narkoba

Medan, Kota Transit Favorit Mafia Internasional

BELAWAN-Medan sebagai kota transit sabu-sabu atau narkoba dalam artian umum bukan isapan jempol. Medan menjadi daerah favorit bagi jaringan Bulan Sabit Emas (Golden Crescent) dan Segitiga Emas (Golden Triangle) karena memiliki beberapa titik masuk yang ‘aman’.
Setidaknya hal ini diungkapkan seorang nelayan di kawasan Belawan. Nelayan yang namanya sengaja disembunyikan ini mengaku mengetahui beberapa tempat yang dijadikan pintu masuk peredaran narkoba.

Bahkan, menurutnya, tangkahan liar atau sering diistilahkan sebagai pelabuhan ‘tikus’ saat ini keberadaannya di sepanjang pesisir pantai utara Kota Medan kian bertambah. Kondisi inilah kerap digunakan para pelaku bisnis gelap untuk memuluskan aksi ilegalnya. “Banyaknya tangkahan tak semuanya digunakan sebagai tempat pendaratan ikan. Ada juga pemilik tangkahan menggunakan tangkahannya untuk kegiatan lain seperti untuk mendaratkan muatan BBM dan CPO (crude palm oil) serta barang lainnya yang diperoleh secara tak resmi,” ucapnya, Kamis (9/2).

Tak cuma itu, keberadaan tangkahan liar tanpa mendapat pengawasan maksimal ini sangat berpontensi terjadinya praktek ilegal khususnya peredaran narkoba. Di kawasan perairan Belawan, meski para nelayan setempat terlihat sibuk melakukan aktivitasnya sebagai nelayan, namun tak jarang pula ada oknum yang menyamar sebagai nelayan turut membaur menjalankan kegiatan ilegalnya. “Kondisi keseharian di tangkahan seperti ini, semua sibuk bekerja,” ujarnya.

Dia menyebutkan, tak semua nelayan di tangkahan melakukan kegiatan pendaratan ikan. Namun, aktivitas tak resmi lainnya juga banyak ditemui dibeberapa tangkahan lainnya. “Kalau untuk narkoba, informasinya sering masuk lewat tangkahan di Ujung Banteng Pajak Baru, Belawan, lokasinya berada paling sudut setelah melewati perairan Sungai Nonang, Belawan,” beber, pria separuh baya ini.
Di lokasi tangkahan itu, tak cuma narkoba jenis daun ganja saja yang masuk. Namun, barang ‘haram’ jenis sabu dulunya juga ada.”Pemainnya ya menyaru nelayan juga, berangkat dari tangkahan menuju laut lepas. Di tengah laut nantinya mereka mengambil barang (narkoba) dari kapal ikan besar yang sudah menunggu lebih dulu,” cetusnya.

Transaksi narkoba di tengah laut tersebut menurutnya, bukan lagi merupakan permainan gaya baru. Tapi modus-modus seperti itu sudah lama terjadi. “Kalau masukkan barang melalui Pelabuhan Belawan ‘kan besar resikonya, harus berurusan sama petugas,” katanya.
Setelah bertransaksi, barang-barang haram itu selanjutnya di bawa ke pinggiran pantai lewat jalur tangkahan. Di sini barang ‘haram’ dimaksud dibongkar untuk kemudian diedarkan. “Enaknya bisnis lewat laut ini, risikonya kecil. Kalaupun ada kapal patroli petugas, barangnya bisa dibuang ke laut. Jadi tak ada barang bukti,” sebutnya.

Menurut pria yang mengaku pernah menggeluti bisnis ilegal melalui jalur perairan ini. Selain tangkahan yang berada dikawasan perairan Belawan. Para pelaku biasanya juga kerap memasukkan barangnya lewat tangkahan-tangkahan kecil lainnya seperti di kawasan Hamparan Perak Kab.Deliserdang. “Jadi tak cuma dari tangkahan di Belawan saja bisa masuk, dari tangkahan di Hamparan Perak juga sering digunakan mereka untuk memasukan barang.  Ya, setelah lebih dulu menyusuri sungai menggunakan boat (perahu bermesin). Dan di kawasan tangkahan pelabuhan perikanan Gabion, Belawan pun juga pernah,” ungkapnya.

Kasubdit Penegak Hukum (Gakkum) Dirpolair Polda Sumut, AKBP Burhanuddin Desky mengaku tetap melakukan patroli pengamanan dan pengawasan terhadap aktivitas-aktivitas illegal di sekitar perairan. “Kapal-kapal patroli sudah ditempatkan di titik-titik rawan untuk melakukan patroli rutin di sekitar perairan, untuk mengantisipasi tindak kejahatan di laut maupun masuknya barang-barang tak resmi termasuk narkotika,” kata Burhanuddin.

Namun, Burhanuddin mengakui, kondisi Belawan yang didominasi perairan dan kultur masyarakat pesisir menjadi alasan lemahnya pengawasan di sekitar tangkahan tersebut. “Kita tidak bisa prediksikan berapa titik yang rawan. Karena hampir keseluruhan tangkahan di pesisir pantai dinilai rawan masuknya narkoba,” tegasnya.

Apakah tidak mungkin, narkoba masuk melalui Pelabuhan Belawan? “Kalau lolos dari Pelabuhan Belawan saya kira tidak, karena pengawasan tetap diperketat, pemeriksaan kita lakukan menggunakan alat mesin X Ray. Dan kalau barang yang mencurigakan kita periksa dengan melakukan pencacahan barang,” terang Kasubsi Penyelidikan dan Penindakan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Belawan, Suadi P.

Ketika ditanya kemungkinan barang-barang terlarang tersebut masuk dan lolos melalui tangkahan liar di sekitar perairan Belawan, Suadi menuturkan hal itu sangat mungkin terjadi. “Kemungkinan bisa saja terjadi, karena tangkahan di sini cukup banyak. Dan untuk pengawasannya inilah sulit dilakukan karena mau berapa banyak tangkahan yang harus diawasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP M Hasibuan melalui sambungan telepon selular mengakui kelemahan pihaknya dalam mengantisipasi masuknya narkoba ini karena keterbatasan peralatan. Pemeriksaan terhadap penumpang kapal laut terpaksa dilakukan secara manual.
“Seperti penumpang KM Kelud yang akan berangkat ke Jakarta misalnya, kita hanya memeriksanya secara manual, dan itupun kita lakukan apabila ada kecurigaan terhadap penumpang maupun barang bawaannya,” aku Hasibuan.

Sabu dari 6 Negara Transit di Medan

Mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) Badan Narkotikan Nasional (BNN) Pusat, Komjen (Purn) Togar Sianipar, mengatakan, Medan memang daerah yang menggiurkan bagi mafia narkoba internasional, sebagai daerah transit. Togar bahkan menyebut, bukan mafia yang berpusat di Iran saja yang menggunakan Medan sebagai daerah transit. Tapi, ada juga setidaknya lima negara, selain Iran itu.

Jadi, ada enam negara yang mengidolakan Medan sebagai daerah transit. Keenam negara itu terbagi dalam dua kelompok jaringan. Pertama, pasokan narkoba dari kawasan Bulan Sabit Emas (Golden Crescent) yang berada di antara Pakistan, Afganistan, dan Iran. Kedua, pasokan dari kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) yakni Laos-Myanmar-Thailand.

“Sumut berdekatan dengan Malaysia. Dengan posisi seperti ini, Sumut jadi batu loncatan masuknya narkoba dari kawasan Bulan Sabit Emas dan juga dari kawasan Segitiga Emas,” ujang Togar, mantan Kapolda Sumsel, Kapolda Kaltim, dan Kapolda Bali itu.

Seperti diberitakan, awal bulan ini BNN menangkap lima tersangka yang diduga anggota jaringan narkoba lintas negara.
Direktur Pemberantasan dan Pengejaran BNN, Brigjen (Pol) Benny Mamoto di Kantor BNN, Cawang, Jakarta, Rabu (8/2), menjelaskan, dari tersangka BNN menyita barang bukti sebanyak 12 kilogram narkoba jenis shabu senilai Rp24 miliar.

Benny menyebut jaringan ini merupaan sindikat pemasok sabu yang berpusat di Malaysia. Barang haram ini diduga berasal dari Iran dan ditampung di Malaysia sebelum masuk ke Indonesia. ‘’Masuk melalui Medan ke Jakarta melalui jalan darat,’’ ujar Benny.

Lantas, dimana titik masuk ke Medan? “Bisa masuk lewat Polonia, bisa Belawan. Pertanyaannya, bagaimana pengamanan di dua tempat itu? Jangankan di Polonia dan Belawan, di Jakarta saja masih pertanyakan. Saya pastikan (narkoba) sangat mudah masuk (Sumut),” kata Togar.
Panjangnya pantai terbuka di wilayah SUmut yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, juga mempermudah masuknya narkoba ke wilayah Sumut. “Seperti Pantai Cermin itu,” imbuhnya.

Togar kepada koran ini beberapa waktu lalu juga menyebut, sabu dari jaringan internasional yang transit ke Medan sebelum masuk ke Jakarta, sebagian tetap ada yang didistribusikan ke Medan dan beberapa daerah di Sumut. Jadi, tidak hanya lewat saja. Togar menyebut, permintaan narkoba terus meningkat di kawasan Sumut. (mag-17/sam)

Titik Rawan Penyeludupan Narkoba di Bagian Utara Kota Medan

  1. Tangkahan di Ujung Banteng Pajak Baru, Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan
    Lokasinya berada paling sudut setelah melewati perairan Sungai Nonang, Belawan
  2. Kawasan tangkahan pelabuhan perikanan Gabion, Belawan
  3. Tangkahan-tangkahan kecil lainnya seperti di kawasan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang.

Modus:

Pelaku menyamar sebagai nelayan. Berangkat dari tangkahan menuju laut lepas. Di tengah laut nantinya mereka mengambil barang (narkoba) dari kapal ikan besar yang sudah menunggu lebih dulu.

Enam negara yang mengidolakan Medan sebagai Daerah Transit Narkoba

  1. Pasokan narkoba dari kawasan Bulan Sabit Emas (Golden Crescent)
    – Pakistan
    – Afganistan
    – Iran
  2. Pasokan narkoba dari kawasan Segi Tiga Emas (Golden Triangle)
    – Laos
    – Myanmar
    – Thailand

Keterangan: Sumut tepatnya Medan berdekatan dengan Malaysia. Dengan posisi seperti ini, Medan jadi batu loncatan masuknya narkoba dari kawasan Bulan Sabit Emas dan juga dari kawasan Segi Tiga Emas.

Sumber: Nelayan Setempat dan Mantan Kalahar Badan Narkotikan Nasional (BNN) Pusat, Komjen (Purn) Togar Sianipar.

Sontoloyo dan Sum Kuning

Oleh: Iwan Junaidi
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

PADA dua pekan terakhir, dunia transportasi Indonesia benar-benar terguncang. Masih terngiang di telinga tindakan asusila yang dilakukan supir angkot di Medan terhadap penumpangnya yang yatim piatu, tiba-tiba saja kita kembali dibuat terhenyak saat Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pilot pesawat Lion Air yang sedang nyabu di Kota Makassar.

Penangkapan terhadap sang pilot tadi pun sontak menguak fakta menarik. Betapa tidak, jika dirinya ditangkap pada pukul 03.30 WIB dan sejatinya kembali bertugas pada pukul 06.00 WIB, maka saat dirinya bertugas menerbangkan pesawat, sesungguhnya pengaruh narkoba sedang “tinggi-tingginya” bekerja di tubuh dan pikiran sang pilot.

Luar biasa, betapa mahal harga yang harus dibayar para penumpang untuk mempercayakan nyawanya kepada sang pilot sontoloyo penguna narkoba tadi. Fiuh….

Tapi, ternyata penyalahgunaan narkoba tak hanya terjadi di atas pesawat yang melibatkan sang pilot bergaji besar. Pasalnya, ternyata ada juga sopir angkot yang pendapatannya entah berantah, kadang ada, kadang tidak, namun tetap nekat menjadi pecandu narkoba.

Jika itu hanya merugikan mereka sendiri, dengan kata lain pendapatan mereka bekerja seharian habis untuk membeli barang haram yang berharga mahal itu, mungkin tak mengapa. Orang pun takkan ribut-ribut menanggapinya. Paling yang keluar dari mulut orang adalah sumpah serapah seperti “Dasar manusia tak tahu diuntung” atau ungkapan lainnya yang sejurus mengarah kepada perbuatan yang merugikan diri sendiri.

Tapi jika karena dampak penggunaan narkoba tadi harus ada yang menjadi korban, seperti seorang gadis yatim piatu yang digilir bak piala, masihkah itu (mempergunakan narkoba) merugikan dirinya seorang.

Semoga apa yang dilakukan sopir tadi bukan karena dirinya terinsipirasi film Perawan Desa yang pada tahun 1980 begitu ngetop dan sukses merengkuh beberapa Piala Citra.

Yang pasti, film yang disutradarai Frank Rorimpandey dengan mengambil kisah nyata pada tahun 1970-an itu tak sekalipun menyuruh para sopir ataupun mereka-mereka yang memiliki mobil untuk bergaya hidup sontoloyo, yang akrab dengan pesta menuman keras dan narkoba, hingga akhirnya tega memperkosa seorang gadis penjual telur bernama Sumarijem atau yang tenar dengan panggilan Sum Kuning.
Tragic ending pada film ini, tatkala seorang tukang bakso menjadi terpidana hingga raibnya sosok Sum Kuning, yang dikemudian hari didapati telah bertukar identitas.

Pertanyaannya, siapa yang pantas disalahkan atas pengulangan dan pengulangan peristiwa yang pernah terjadi pada 41 tahun silam itu? Semoga bukan Frank Rorimpandey ataupun Yati Surachman yang mampu tampil prima dalam memerankan sosok Sum Kuning tadi. (*)

Amoy Pengusaha Butik Dirampok dan Diperkosa

MEDAN-Seorang wanita etnis Thionghoa (biasa disebut amoy) dirampok di parkir (basement) Plaza Medan Fair. Selain itu, pemilik salah toko baju  di Plaza Me dan Fair itu disekap dan diperkosa oleh pelaku.

Ceritanya, Satuan Reskrim Polresta Medan membekuk pelaku perampok, penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang wanita etnis keturunan Thionghoa di Perkebunan Kawasan jalan Bulu Cina, Kecamatan Hamparan perak Kabupaten Deli Serdang, Kamis (9/2) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Menurut Informasi yang dihimpun Sumut Pos di Mapolresta Medan, pelaku yang diketahui beridentitas Sahrial Alias Rial (26) warga Jalan Rumah Potong Hewan Gang Bahagia II kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli melakukan pengintaian dulu sebelum beraksi. Pelaku mengintai calon korbannya di parkir (basement) Plaza Medan Fair, Rabu (8/2) sore Sekitar Pukul 17.00 WIB. Pelaku mencari calon korban seorang wanita yang mengendari mobil sendirian.

Setelah beberapa jam mengintai, pada pukul 21.15 WIB korban yang berinisial J (28) warga Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun keluar dari plaza Medan Fair menuju basement. Dia menuju mobil Toyota Avanza BK 1720 QA warna hitam miliknya.

Pelaku yang melihat korban membuka pintu mobil bagian depan sebelah kanan langsung menghampiri mobil korban. Selanjutnya pelaku masuk ke dalam mobil korban melalui pintu tengah sebelah kiri mobil. Korban terkejut dan berusa melawan. Namun, pelaku tentu lebih kuat. Korban pun dilumpuhkan, kedua tanganya diikat dengan menggunakan tali pinggang pelaku. Sedangkan kaki korban diikat dengan tali pinggang milik korban. Pelaku juga mengancam akan membunuh korban.

Selanjutnya pelaku menggasak barang-barang berharga milik korban seperti uang dan handphone. Tidak itu saja, pelaku juga langsung mengendarai mobil korban dan membawa korban menuju kawasan Marelan. Sampai di sana, pelaku menghentikan laju mobil di perkebunan tebu tersebut serta melakukan pemerkosaan.

Namun, dari keseluruhan barang milik korban yang diambil pelaku, sebuah handphone di saku celana korban tidak diikut disita pelaku. Nah, dengan handpone tersebutlah korban mengirim SMS kepada suaminya, Haryono.

Satu kata berhasil terketik dan terkirim, “Tolong.”

Mendapat SMS itu, sang suami langsung mencari keberadaan istrinya dan membuat laporan ke Malporesta Medan. Dengan bermodalkan laporan suami korban, Satuan Reskrim Polresta Medan melalui Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) melakukan pencarian terhadap korban yang bersama pelaku.
Akhirnya, petugas mengetahui keberadaan pelaku setelah korban berhasil mengirim SMS lainnya kepada suaminya. Isi SMS itu, “Aku di kebun tebu di kawasan Marelan.”

Petugas pun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dalam hitungan jam pengejaran yang dilakukan petugas. Petugas menemukan pelaku bersama korban di dalam mobil di Perkebunan Tebu Jalan Bulu Cina, Hamparan Perak. Polisi langsung melakukan penangkapan dan membekuk pelaku.
Dari lokasi penangkapan, petugas menemukan korban dengan kondisi tangan dan kaki terikat dan lemas tak berdaya.  Kemudian dari tangan pelaku petugas berhasil menyita barang-barang korban yang diambil pelaku seperti 3 unit handphone, uang tunai sebesar Rp8.335.000, satu unit mobil Toyota Avanza, satu buah flashdisk, satu unit MP3 Player, carger handphone, dompet korban yang berisikan uang tunai senilai Rp885.000, dan tas warna biru milik korban.

“Aku merampok untuk modal acara pencukuran anak yang baru lahir,” elak pelaku usai ditangkap.
Sedangkan soal pemerkosaan, pelaku mengaku hal itu dilakukan spontan. Dia tergoda dengan tubuh korban yang berbadan elok. “Iya, aku memperkosa tanpa ada niat,” sebutnya malu-malu.

Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Moch Yoris Marzuki mengatakan pelaku dibekuk setelah ada laporan dari suami korban. “Pelaku dengan cepat kita bekuk,” katanya.

Monang menyebutkan pelaku akan dijerat tiga pasal berlapis yakni Pasal 328 mengenai penculikkan dengan ancaman 12 tahun kuruangan penjara, Pasal 285 mengenai pemerkosaan ancaman 12 tahun kurungan penjara dan pasal 365 ayat 1 mengenai Pencurian dengan kekerasan dengan Ancaman 9 tahun kurungan penjara. (gus)