27 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 13840

Perbakin Sumut Gelar Ujian Sertifikasi

MEDAN-Pengprov Perbakin (Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia ) menggelar penataran dan ujian sertifikasi bagi atlet tembak reaksi Sumatera Utara. Kegiatan ini akan dimulai pada hari ini, Jumat (10/2) hingga Sabtu (11/2), di Lapangan Tembak Anugerah Perumahan Cemara Asri.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para atlet tembak reaksi maupun para pecinta olahraga menembak secara luas. Pasalnya dengan mengikuti penataran dan sertifikasi ini, maka para atlet akan mendapat bekal lebih banyak lagi untuk mengikuti kejuaraan ataupun kompetisi resmi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Penataran dan sertifikasi ini sangat positif dan memang sudah lama dinanti. Karena dengan meraih sertifikasi, nantinya kami sebagai atlet tembak dapat mengikuti kejuaraan tembak reaksi di tingkat nasional,” ujar M Melian, salah seorang atlet tembak reaksi Sumut yang dijumpai saat melakukan latihan dan berbagai persiapan di lapangan tembak Anugerah, Kamis (9/2) siang.

Hal senada juga diungkapkan atlet lain, Donni Panggabean. Menurut Doni, dengan adanya penataran maka pengetahuan dan teknik menembak bagi para atlet akan semakin bertambah. Dengan begitu, jalan meraih prestasi yang lebih baik semakin terbuka.

Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idishah menegaskan, banyak persyaratan yang harus dilalui oleh atlet untuk bisa menjadi atlet tembak reaksi, salah satunya adalah soal sertifikasi.

“Penataran dan ujian sertifikasi ini diperuntukkan bagi semua atlet Perbakin Sumatera Utara. Penataran ini sendiri bermaterikan tentang pemahaman menembak bidang Tembak Reaksi, yang terdiri dari penataran teori dan praktek di hari Jumat, kemudian dilanjutkan dengan ujian di hari Sabtu,” ujar pria yang akrab disapa Doddi ini.

Dijelaskannya, penataran dan sertifikasi ini merupakan lanjutan dari pelatihan tembak reaksi yang sudah lebih dulu dilaksanakan pada November 2011 lalu. Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu program kerja Perbakin Sumut yang bertujuan untuk menambah kemampuan dan skill atlet tembak reaksi Sumut yang saat ini jumlahnya semakin bertambah. Diharapkan, tambah Doddi, dari penataran dan ujian sertifikasi ini para atlet nantinya semakin paham akan olahraga menembak sehingga dapat bersaing di berbagai kejuaraan.

“Tujuan utamanya adalah mengembangkan olahraga tembak reaksi di Sumatera Utara. Yang mana nantinya akan menjaring atlet untuk dibina sehingga mampu mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional,” tegas Doddi, sambil menambahkan, nomor tembak reaksi diyakini dapat lebih cepat berkembang karena memang lebih diminati, baik di kalangan anak muda maupun orang tua. Penataran dan ujian sertifikasi ini sendiri merupakan gelombang pertama yang digelar Pengprov Perbakin Sumut. (jun)

Ibra Makin Hobi Menampar

ANDALAN lini depan Milan, Zlatan Ibrahimovic kembali dituduh menampar pemain di lapangan. Kali ini tuduhan itu datang dari Giorgio Chiellini. Menurutnya, Ibra telah menampar kiper Juventus Marco Storari.

Adu mulut antara Ibra dengan Storari terjadi usai wasit meniup peluit panjang pada laga leg I semi final Coppa Italia.
Menurut Chiellini, apa yang dilakukan Ibra pada Salvatore Aronica akhir pekan lalu terulang pada Storari. Ia menyebut Ibra menampar Storari dan berharap ada media yang melihat kejadian itu dan mengangkatnya.

“Apa yang terjadi dengan Ibra di akhir pertandingan? Tidak ada apa-apa denganku, tapi hal yang sama dengan yang terjadi di hari Minggu antara Ibrahimovic dengan Salvatore Aronica terjadi pada Storari,” sahut Chiellini pada Sky Sport Italia.

“Aku harap seseorang melihatnya dan TV mengangkatnya. Hal ini bisa terjadi ketika emosi sedang tinggi, tapi benar jika seseorang dihukum karena kesalahannya.”

“Ini memang tidak membunuh siapapun, tapi gerakannya sama dengan di hari Minggu. Aku tidak tahu mengapa itu terjadi karena kami hanya mendiskusikan sesuatu,” adunya.

Akhir pekan lalu Ibra tertangkap kamera menampar Aronica saat Rossoneri menjamu Napoli di San Siro. Atas perbuatannya itu, Ibra dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak tiga pertandingan di Seri A. (net/jpnn)

Lupakan Memori Pedih 2006

LIBREVILLE – Final Piala Afrika 2006 terasa menyakitkan bagi Pantai Gading. Asa menjadi juara kali kedua dalam event dua tahunan tersebut dikandaskan tuan rumah Mesir melalui adu penalti dengan skor 4-2 setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol. Bahkan, salah seorang pemain yang gagal menun taskan tendangan penalti menjadi gol adalah bintangnya, Didier Drogba. Pantai Gading merasakan gelar juara Piala Afrika pada 1992 dengan menundukkan Ghana melalui adu penalti dengan skor 10-11 saat event tersebut dilaksanakan di Senegal.

Kini kans membalas kekalahan menyakitkan tersebut kembali terbuka. Itu Pantai Gading menundukkan Mali dengan skor 1-0 di semifinal yang dilaksanakan di Stade d’Angondje, Libreville, Gabon, kemarin WIB (9/2).  Pahlawan kemenangan Pantai Gading adalah pemain Arsenal Gervinho yang menjebol gawang Mali pada menit ke-45.

Kemenangan itu membuat Pantai Gading belum tersentuh kekalahan selama Piala Afrika 2012. Rekor tersebut semakin sempurna karena belum ada pemain lawan yang menjebol gawang mereka.

“Kami mendapat sedikit tekanan. Untung, kami mampu keluar dari tekanan tersebut,” kata pelatih Pantai Gading Francois Zahoui seperti dikutip AP.
Lawan yang dihadapinya di laga final, Zambia, tak bisa dianggap sebelah mata. Anak asuh pelatih asal Prancis Herve Renard itu, secara mengejutkan menumbangkan unggulan Ghana juga dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal Emmanuel Mayuka pada menit ke-78. (diq/jpnn)

PSDS Kalahkan MU

LUBUK PAKAM- Striker PSDS Agung Surya menghasilkan tiga gol dalam lanjutan kompetisi devisi satu grup II Liga PSSI 2011-2012 saat melawan Medan United (MU), yang digelar di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Kamis (9/2).
Tiga gol yang diciptakan Agung Surya itu masing masing  di menit 30, 31 dan 81.

Gol pertama tercipta berawal dari tendangan sudut. Kiki Muslim yang dihunjuk sebagai eksekutor, berhasil dimaksimalkan Agung Surya melalui tendangan kerasnya sehingga memaksa kiper MU memungut bola dari gawang. Skor 1-0 keunggulan buat PSDS.

Unggul 1-0 membuat pungawa PSDS termovasi untuk menambah hasil. Selang, satu menit Agung Surya menambah gol buat timnya, skor kemudian bertambah menjadi 2-0. Bahkan skor 2-0 bertahan sampai babak pertama berakhir.

Memasuki, babak kedua pemain MU mulai menerapkan sistem menyerang. Bahkan beberapa pelung nyaris mengetarkan gawang yang dikawal kiper PSDS Zein Guntara. Namun, MU kecolongan melalui heading, Agung Surya. Lalu skor bertambah menjadi 3-0 atas keunggulan PSDS.
MU hanya mampu membalas satu gol melalui tendangan keras Tino Ardila pada menit ke-86. Bahkan sampai pulit panjang ditiup wasit Aprisman Aranda, skor 3-1 kemenangan untuk PSDS.(btr)

PSSI Deliserdang Layangkan Protes ke PSSI Pusat

Buntut Pemakaian Pemain PON Oleh PSSA Asahan

LUBUK PAKAM- Pemakaian atlet sepak bola PON Sumut di ajang  Kompetisi Divisi Satu Grup II Liga PSSI 2011-2012 oleh PSSA Asahan berbuntut panjang.

Kemarin (9/2) Pengcab PSSI Deliserdang melayangkan surat protes kepada PSSI pusat. Surat protes bernomor  05/PSSI DS/II-2012 itu juga ditembuskan kepada Pengprov PSSI Sumatera Utara  dan peserta Kompetisi Divisi Satu Grup II Liga PSSI 2011-2012.

Dalam suratnya, Pengcab PSSI Deliserdang menyatakan PSSA Asahan menggunakan pemain yang berasal dari klub Pengcab PSSI Deliserdang dari hasil kompetisi Pengcab PSSI Deliserdang tahun 2011 lalu.

Nama-nama pemain itu, meliputi pemain PORTIS Hadi Une Pratomo, Bina Utama FC, Sarmiko, FC PERSEBA, Aidun  dan M Irfan.
Sejumlah pelatih tim peserta Kompetisi Divisi Satu Grup II Liga PSSI yang berhasil dikonfirmasi Sumut Pos, menyatakan tidak setuju dengan pemakaian pemain tim sepakbola PON Sumut oleh PSSA Asahan.

Pelatih Poslab Labuhan Batu Zainul Arifin bersama Manager Tim Ir Andi Suhaimi dengan tegas mengatakan tidak setuju dengan tindakan PSSA Asahan itu.
“Kompetisi divisi satu ini merupakan ajang pembinaan pemain sepakbola. Bukan untuk mencari keuntungan materi. Selain itu, tim  PON Sumut sudah dua tahun persiapannya, sedangkan kita rata-rata empat dan tiga bulan saja,” kata Ir Andi Suhaimi.
Oleh karenanya, pihaknya juga bakal melayangkan surat protes kepada PSSI pusat.

Senada dengan itu, tim pelatih PSPP Padang Panjang Drs Erizon Cristiar juga mengecam tindakan PSSA Asahan.
Dia bilang kalah atau pun menang dalam pertandingan ini PSSA Asahan pasti akan bermasalah. “Itu tadi, masak PSSA Asahan jelas-jelas memakai pemain PON Sumut. Ini kan menyalahi,” katanya. (btr)

Penarikan Undian Martabe hingga Pembinaan Atlet

Seharian Gus Irawan di Pangkalan Susu

Puing-puing kilang dan besi tua pipa-pipa minyak sisa kejayaan Pertamina menjadi pemandangan khas di kota yang pernah dijuluki sebagai ikon kota pelabuhan minyak pertama di Indonesia itu.

Siang itu (3/2), tak jauh dari lokasi eks komplek PT Pertamina EP Field Pangkalan Susu, kaum perempuan marginal menyemut di Lapangan Bola Jalan Tambang Minyak. Mereka datang dari berbagai daerah di Kabupaten Langkat, seperti dari Teluk Haru, Babalan, Pangkalan Brandan, Tanjungpura dan Stabat.

Umbul-umbul Bank Sumut di sekeliling pinggir lapangan, teratak dan panggung acara menambah kesemarakan suasana. Kaum perempuan yang seluruhnya merupakan pelaku usaha mikro nasabah Bank Sumut itu sengaja datang ke Pangkalan Susu untuk mendengarkan langsung arahan dan motivasi menjadi keluarga sejahtera melalui kredit usaha mikro yang akan disampaikan langsung oleh Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan, sosok bankir peduli usaha mikro yang selama ini hanya mereka kenal dari media massa dan informasi dari mulut ke mulut.

Seperti tak perduli dengan cuaca panas yang menyengat, lebih seribu kaum perempuan pelaku usaha mikro itu tetap terpaku di tempat saat Gus Irawan membuka dialog interaktif. Ketika tokoh kharismatik yang mereka kagumi itu menyampaikan izin pamit karena tak lama lagi akan mengakhiri tugasnya selaku Dirut PT Bank Sumut, seluruhnya seperti terhenyak dan sebagian lainnya tak dapat menyembunyikan mata yang berkaca-kaca.

Menutup dilaog, Gus Irawan didaulat untuk menyumbangkan suara emasnya. Atmosfir pertemuan yang merakyat itu pun kembali ceria saat sang tokoh idola melantunkan lagu-lagu pop dangdut Melayu, yang langsung direspon oleh ibu-ibu rumah tangga itu dengan berjoget ria.

Gus Irawan sendiri sebenarnya sudah sejak pagi hari berada di Pangkalan Susu. Sebelum pertemuan dengan kaum perempuan debitur Kredit Sumut Sejahtera (KSS) itu dilaksanakan, di tempat yang sama Gus Irawan telah mengawali aktivitas paginya dengan melakukan penarikan Undian Martabe Wilayah II (meliputi area Kantor Cabang Stabat, Binjai, Tebingtinggi dan Sei Rampah).

Pada acara penarikan undian Martabe berhadiah utama Toyota Avanza itu, hadir sejumlah nasabah prima, unsur Muspika dan tokoh masyarakat Pangkalan Susu.

Seperti tak mengenal letih, sore harinya hingga waktu menjelang Magrib, bankir yang juga Ketua Umum KONI Sumatera Utara itu telah pula ditunggu kehadirannya oleh jajaran pengurus KONI beberapa kecamatan se-wilayah Langkat Hilir. Di hall Kopkar eks Pertamina Pangkalan Susu, seluruh jajaran pengurus KONI kecamatan itu mendengarkan paparan dan arahan yang memotivasi para pengurus olahraga di daerah Langkat Hilir untuk lebih giat melakukan pembinaan dan peningkatan pretasi atlet-atlet dari Langkat. “Bumi Langkat pernah melahirkan atlet berkelas dunia yakni Mardi Lestari, atlet lari sprint 100 meter yang pada era 80-an tahun  merupakan manusia tercepat di Asia. Dengan pembinaan yang baik, InsyaAllah KONI Langkat akan dapat melahirkan kembali atlet-atlet olahraga yang mampu berbicara di  tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. (*)

Diduga tak Transparan Soal Anggaran Guru Desak Copot Kasek SMAN 18

MEDAN-Laporan puluhan guru soal tudingan Kasek SMA Negeri 18, Dra Hj Yurmaini Siregar Msi tidak transparan menjalankan menejemen keuangan, langsung ditanggapi Komisi B DPRD Medan. Wakil rakyat sudah menjadwalkan untuk melakukan inspeksi mendadak ke sekolah negeri yang terletak di Jalan Wahidin Medan itu.

“Kita (Komisi B) akan melakukan sidak ke SMAN 18 dalam waktu dekat dalam minggu ini,” kata Ketua Komisi B DPRD Medan, Roma P Simaremare, Kamis (9/2).

Dijelaskannya, laporan  yang sudah masuk ke Komisi B DPRD Medan sudah dilakukan pembahasan. Dugaan aliran keuangan yang bermasalah tersebut antara lain terkait pengeluaran uang pasukan pengibar bendera (Paskibra) sebesar Rp5 juta diduga fiktif, penggunaan uang OSIS sebesar Rp10 ribu kepada lebih kurang 560 siswa selama tujuh bulan. Guru juga meminta kejelasan uang komite sekolah yang tidak pernah mendapat penjelasan dari pihak sekolah.

Selain itu, les tambahan mendapat dana dari komite sekolah senilai Rp10 juta.

Namun, karena les tambahan tak jadi digelar tahun 2012, maka dana tersebut dialihkan kepada kegiatan lain.
“Jadi, banyak laporan yang sudah masuk. Dari kepala sekolah yang arogan dan tidak menghormati guru dan dana OSIS yang tidak dilaksanakan sesuai dengan kegiatan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Komisi B tidak perlu lagi meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Medan untuk mengevaluasi kinerja Kasek SMAN 18.
“Bila dari hasil sidak terbukti ada temuan yang betul-betul mendukung dari laporan guru itu. Kita hanya meminta kepada Kadisdik Medan untuk mencopot Kasek SMAN 18,” pintanya.

Anggota Komisi B DPRD Medan lainnya, HT Bahrumsyah menambahkan kalau dirinya akan mempelajari lebih dalam laporan guru yang belum diterimanya. “Bila ada temuan dari hasil laporan itu kita hanya meminta kepada Kadisdik Medan untuk segera mengevaluasi kinerja Kasek SMAN 18,” bebernya.

Kadisdik Kota Medan, Rajab Lubis menjelaskan sudah melakukan pemanggilan terhadap Dra Hj Yurmaini Siregar Msi.

“Kita (Disdik) sudah melakukan action sebelum para guru melapor, sudah dilakukan pemanggilan terhadap Kasek tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, Disdik berjanji akan segera menyelesaikan informasi yang sudah diterima dengan menurunkan tim dari Disdik ke SMAN 18.
Juru bicara perwakilan guru SMAN 18 Medan, Dra Iba Sabarina berharap keseriusan anggota DPRD sebagai wakil rakyat bisa mendapatkan hasil positif sesuai keinginan para guru.

“Kami tidak ingin menuntut yang macam-macam, kami hanya ingin kepala sekolah segera diganti demi penyegaran dan kondusifitas proses belajar mengajar di SMAN 18,”ucapnya. (uma/adl)

Gang Rambutan Sunggal Mohon Diperhatikan

081260360XXXX

Kepada Bapak Wali Kota Medan, Bapak Ilhamsyah Fraksi Golkar, Dinas Perkim, memohon agar Gang Rambutan Jalan Pinang Baris Kelurahan Lalang Medan Sunggal dapat dilakukan pembuatan parit dan pengaspalan. Kami lihat gang lain dari mulai Amplas hingga Belawan mendapatkan itu. Kepada Sumut Pos kami mengucapkan terima kasih atas peran pentingnya untuk kemajuan Kota Medan.

 Usulkan ke Kecamatan

Kalau jalan yang dimaksud belum ada parit atau pengaspalan segera lapor ke camat setempat. Untuk memudahkan pihak camat agar dibuat sketsanya, berapa meter parit yang belum dibangun atau diaspal.

Budi Haryono
Kepala Bagian Hubungan  Masyarakat (Kabag Humas) Pemko Medan

Narkoba Senilai Rp136 juta Dimusnahkan

Satuan Narkoba Polresta Medan memusnahkan barang bukti 46 kg ganja dan 90 gram sabu-sabu senilai Rp136 juta, di halaman parkir Mapolresta
Medan, Kamis (9/2) siang.

Pemusnahan ganja dengan cara dibakar dalam tong sampah, sedang sabu-sabu diblender. Pemusnahan barang bukti dipimpin langsung Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Juli Agung Pramono.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari tersangka Suhendra, warga Jalan Merak Binjai, Ibrahim alias Ayah, warga Jalan Kenanga Medan Belawan, Jady Salim, warga Bener Meriah Aceh dan Muslim alias Sulaiman, warga Baktiyah Aceh Utara.
Pemusnaan disaksikan tersangka dan kuasa hukum tersangka. Pemusnahan barang bukti juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Eka Purba dari Kejaksaan Negeri Medan.

Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Juli Agung saat dikonfirmasi mengatakan, pemusnahan barang bukti dilakukan karena barang bukti tersebut tidak bisa disimpan dan mudah rusak serta menghindari penyalahgunaan barang bukti.

Juli Agung mengungkapkan pemusnahan dilakukan setelah berkas perkara lengkap atau P21 dan siap disidangkan. (gus)

KUA Medan Amplas Minta Rp400 Ribu untuk Buku Nikah

08319880XXXX

Pak Kepala Departemen Agama di Medan. Mohon minta penjelasan tentang biaya urusan pernikahan di jajaran Pemko Medan. Soalnya sewaktu saya hendak mendaftarkan pernikahan anak saya, pegawai staf KUA di Medan Amplas meminta biaya Rp400 ribu. Sebenarnya berapa sih biaya pembuatan buku nikah dan biaya untuk jasa Kadi nikahnya? Tolong penjelasannya sesuai dengan peraturan yang ada. Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Tidak Sebesar Itu Biayanya

Biaya untuk buku nikah tidak sampai sebesar itu. Kalau memang ada KUA di Kecamatan di Medan segera laporkan kepada saya.

Iwan Zulhami
Kepala Kantor Departemen
Agama Kota Medan