Terkait Outbound Kepsek SDN Medan Dikutip Rp600 Ribu
MEDAN- Kepala Dinas Pendidikan Medan (Kadisdik) Medan, Rajab Lubis mengaku siap jika harus dipang gil Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy, terkait pelaksanaan outbound training yang dilaksanakan Disdik Medan terhadap kepala se kolah, dengan biaya yang dikenakan Rp 600 ribu kepada setiap peserta.
Rajab bahkan menepis adanya dugaan sengaja mengambil keuntungan atas pelaksanaan out bond yang dilakukan Dinas Pendidikan Medan.
“Saya siap jika harus dipanggil lagi ke dewan. Karena sebelumnya saya juga telah dua kali dipanggil anggota dewan terkait hal ini. Tapi saya berharap cek dululah sebelum cakap. Kalaulah saya melakukan hal seperti itu, saya siap melepaskan jabatan saya sekarang juga,”tegas Rajab.
Terkait hal tersebut Rajab mengaku telah menyampaikan pesan singkat terhadap anggota dewan untuk mengklarifikasi banyaknya tudingan miring yang diterimanya.
Isi pesan tersebut bilang Rajab, mengenai tujuan outbond training yakni membentuk team work, set mental, soliditas, motivasi kerja, kreativitas, ketekunan, kesabaran, percaya diri, dan loyalitas kepada tim kerja.
“Saya menilai kompetensi ini sudah samar-samar dan sayup-sayup tampaknya di kalangan pimpinan sekolah. Instrukturnya sudah bersertifikat, peserta adalah kepala sekolah dan merekrutnya ditawarkan dan bukan diperintah jadi diberikan kebebasan.
Benar biaya Rp600 ribu tapi dengan syarat tidak menggunakan dana BOS, tidak memakai uang kas, dan langsung dibayarkan kepada team out bond jadi bersumber dari uang pribadi,”ujar Rajab lewat pesan singkatnya yang disampaikan kepada salah seorang anggota DPRD Medan Komisi B yang membidangi pendidikan beberapa waktu lalu.
Masih dalam pesan singkatnya, Rajab juga mencontohkan dari 50 kepsek di satu kecamatan ternyata hanya 25 saja yang hadir. Maka tidak ada sanksi atau hukuman yang diberikan. Bahkan, sebelumnya atau pada akhir 2011, bilang Rajab jika seluruh Camat dan Lurah dilanjutkan seluruh kepala SKPD dari Pemko dan penggerak PKK hingga tingkat kelurahan sudah di training.
“Jadi tidak benar uang itu untuk saya, tidak ada paksaan, tidak ada komisi, dan kegiatan ini dengan sepenuh hati saya kerjakan bersama-sama staf Disdik Medan. Maaf prediksi saya (mudah-mudahan keliru) bahwa ada individu yang ingin menjadikan aura dan roh pendidikan Kota Medan agar tidak kondusif,”ujarnya.
Sedangkan pengakuan Rajab sendiri, dirinya memiliki obsesi dan aksi agar pendidikan terbangun dari tidur pulas yang panjuang selama ini.
Sebelumnya, Direktur Konsultan Pendidikan Indonesia (Kopindo) Sumut, Joharis Lubis membeberkan adanya surat Disdik Medan Nomor 420/94/PPMP/2012 tertanggal 03 Februari 2012 yang dilayangkan ke setiap sekolah yang ditujukan kepada Kepsek SD Negeri di Kota Medan.
Yang isinya diharapkan agar sekolah berpartisipasi sebagai peserta outbond dengan biaya Rp 600 ribu per peserta.
“Berdasar pengamatan saya, Disdik Medan adalah sebagai panitia pelaksana outbond dan sudah terselenggara dua kali. Saya pikir ini tidak ada manfaatnya buat para kepsek itu. Kalupun ada outbond serahkan saja kepada panitia dan jangan dibebankan biaya,” tegasnya. (uma)