26 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13847

Bersinergi Gunakan Bahasa yang Baik

Silaturahmi Pimpinan DPRD Sumut dengan Balai Bahasa Medan di Gedung Dewan

KETUA DPRD Sumut H Saleh Bangun didampingi Sekretaris DPRD Sumut H Randiman Tarigan saat menerima kunjungan pimpinan Balai Bahasa Medan, Jumat (9/3). Kepala Balai Bahasa Medan Dr Tengku Syarfina MHum datang didampingi beberapa staf Balai Bahasa Sahril SS, Anharuddin MHum, Yulia Fitri SPd, Lolabora Tarigan MHum dan Imran MHum.

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan, Syarfina menyampaikan sejumlah program Balai Bahasa Medan dalam mengajak masyarakat Sumut untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik. Demikian pula dengan kegiatan pemetaaan bahasa daerah di Sumut yang kebanyakan nyaris ‘tidak aman’ karena dipergunakan pada saat acara adat.

Sedangkan dalam komunikasi sehari-hari di keluarga dan tempat umum jarang digunakan. Karenanya Kepala Balai Bahasa Medan juga berharap dukungan DPRD Sumut dan pemerintah dalam penertiban penamaan ruang publik dan fasilitas umum di Sumut, pembentukan Tim Evaluasi Bahasa yang diketuai Sekdaprovsu dan penyusunan naskah pidato sambutan suatu acara resmi pemerintahan agar dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan penggunaan bahasa daerah agar tidak punah.

Atas berbagai saran dan masukan pimpinan Balai Bahasa Medan, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun memberi respon positif dengan menyatakan kesiapan mendukung program Balai Bahasa Medan.

‘’Kita dukung program mewujudkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik. Balai Bahasa diharapkan terus dapat memberikan arahan untuk menggunakan bahasa yang baik,’’ katanya.

Ia juga memberi dukungan menjaga agar bahasa daerah di Sumut tidak punah dengan membuat buku-buku bahasa daerah yang akan diajarkan di sekolah. ‘’Bahasa Mandailing, Bahasa Karo, Bahasa Toba dan bahasa lain dibuatkan buku dan dapat dipasarkan secara luas di toko buku bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumut dan Dinas Pendidikan kaupaten/kota se-Sumut,’’ harapnya.

Ketua DPRD Sumut meminta semua pihak dapat melindungi dan melestarikan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah terutama di Sumut. ‘’Kita dukung agar Balai Bahasa Medan dapat berkoordinasi dengan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terutama Dinas Pendidikan Sumut,’’ jelasnya.(*)

Bus Terbalik, Lima Penumpang Luka-luka

MEDAN- Bus Bintang Lestari dari Aceh tujuan Medan, yang dikemudikan Andi (30) warga Aceh, terbalik di Jalan Lintas Aceh-Sumatera Utara, tepatnya di daerah Gebang, Langkat, Senin (12/3) dini hari 04.30 WIB.

Akibatnya, lima orang penumpang termasuk sopir mengalami luka-luka. Adapun kelima penumpang yaitu, M Solihin (21) mahasiswa, warga Jalan Bandar Sono, Tanjung Tiram, Desa Tanjung Tiram Atas, Batubara, Syamhuddin (39) warga Jalan Klitu, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, NAD, Novita Sari (22), warga Jalan Besar Takengon, Kecamatan Pegasing, Desa Arul Latong, NAD, Mawarni (53) warga Jalan Besar Takengon, Kecamatan Pegasing, Desa Arul Latong, NAD dan sopir bus Bintang Lestari, Andi (30).

Informasi diperoleh, bus Bintang Lestari melaju dengan kecepatan sedang terbalik karena membentur truk yang tengah berhenti di pinggir jalan.
Bus tersebut berguling-guling sebanyak 5 kali dan akhirnya masuk ke dalam areal persawahan warga. Seluruh korban dilarikan ke RSU Dr Pirngadi Medan, sedangkan sopir bus, Andi, ditahan petugas di Polsek Gebang.

Pengakuan Mawarni (53) warga Jalan Besar Takengon, Desa Aruk Latung, Aceh Tenggara, NAD, pagi itu, mereka berangkat dari Aceh menuju Medan. Sesampainya di Gebang, Andi tak melihat ada truk pengangkut galian C terparkir di pingir jalan. Soalnya, truk tersebut tidak memasang lampu sebagai tanda.

Begitu bus mendekati truk, Andi mencoba mengerem laju kendaraanya, tapi karena kecepatan Andi lumayan tinggi, hingga tak mampu melewati truk tadi. Badan bus pun membentur truk hingga terbalik dan berguling-guling sampai ke areal persawahan warga.

Menurut Rewa (22), warga Jalan Puri Gang Sekolah, salah satu anggota keluarga korban saat ditemui di RSU Pirngadi Medan mengatakan, dirinya dan keluarganya berangkat dari Aceh menuju Medan dengan mobil bus berbeda. Dijelaskannya, bus yang ditumpanginya berada dibelakang bus yang ditumpangi saudaranya tersebut.

Lebih lanjut, disebutkannya, kepergian saudaranya ke Medan untuk membeli buku di Medan sekaligus ingin rekreasi di Medan. “Rencananya saudara saya yang masih kuliah di Aceh itu, mau beli buku di Medan, karena di Aceh tak ada bukunya. Sekalian mau lihat-lihat Kota Medan,” jelasnya.

Sementara Novita Sari (22), warga Jalan Besar Takengon, Desa Aruk Latung, Aceh Tenggara, NAD, mengatakan, mobil bus itu berguling-guling sebanyak lima kali dan penumpang di dalamnya termasuk sopir ada lima orang. Kami ke Medan mau beli buku dan sekalian jalan-jalan di Medan. Saya luka ditangan, kaki, badan dan kepala,” imbuhnya. (jon)

Pungli di Pasar Inpres Kuala Bekala

087869068xxx

Kepada Yth Bapak Kapolresta Medan, Kapos Pasar Inpres Kwala Bekala mengadakan pemungutan liar kepada pedagang kaki lima di Pasar Inpres. Tolong ditindak tegas Pak karena sudah meresahkan kami PKL. Apakah polisi dibenarkan pungli?

Segera Kita Tindaklanjuti

Terima kasih  atas informasi-nya, laporan ini akan segera kita tindaklanjuti. Sesuai dengan tugasnya, polisi adalah pengayom dan pelindung masyarakat.

Kombes Pol Monang Situmorang
Kapolresta Medan

Rp3 Miliar untuk Siswa SMA Lulus PTN

PAKPAK BHARAT- Dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama dalam hal peningkatan mutu pendidikan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyediakan dana Rp3 miliar. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pakpak Bharat Ir H Maju Ilyas Padang kepada wartawan, Jumat (9/3). “Melalui program pemberian beasiswa kepada siswa/i yang lulus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia, kita akan salurkan anggaran itu kepada para lulusan tahun ini,” paparnya.

Ketidak mampuan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka  ke perguruan tinggi, disadari Pemkab Pakpak Bharat sehingga meluncurkan program pemberian bantuan beasiswa kepada siswa/i lulusan SMA dan SMK yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Lebih jauh dikatakan Wabup, program tersebut diharapkan mampu  merangsang dan memotivasi siswa/siswi untuk belajar lebih giat dan tekun sehingga mampu bersaing dalam seleksi masuk PTN di seluruh Indonesia sesuai dengan jurusan dan keahlian masing-masing.

Disamping itu, Maju Ilyas Padang menyampaikan, tujuan pemberian beasiswa kepada lulusan SMA dan SMK ini, dimaksudkan dalam rangka memberikan kesempatan kepada pelajar SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi ditengah masih tingginya biaya pendidikan yang harus dibebankan kepada mahasiswa. (mag-14)

Capello Prediksi Milan-Madrid-Barca Juara Liga Champion

TURIN – Mantan Arsitek Timnas Inggris Fabio Capello yang sedang berlibur, ternyata masih sempat memberikan prediksi terkait persaingan di Liga Champions musim ini. Apa katanya?

Dalam sepekan ke depan, fase 16 besar Liga Champions akan rampung. Delapan tim terkuat akan bertarung di babak perempat final, untuk kemudian dikerucutkan menjadi empat di semi final dan terakhir menjadi dua klub yang akan mempertaruhkan gengsi di Allianz Arena, venue partai final.
Sejauh ini, empat tim sudah memastikan tempat di babak delapan besar. Mereka adalah, AC Milan, Barcelona, Benfica dan APOEL Nicosia, sementara empat tiket lainnya akan diperebutkan sejumlah klub besar macam Real Madrid, Inter Milan, Chelsea dan kuda hitam, Napoli.
Melihat peta kekuatan masing-masing tim, Capello memprediksi ada tiga tim yang berpeluang jadi juara di musim ini, yakni Barcelona dan dua mantan klub asuhannya, Milan dan Madrid.

“Babak selanjutnya (perempat final) akan jadi momen krusial untuk Rossoneri,” tutur Capello di Football-Italia beberapa waktu lalu.
“Namun dari berbagai aspek, saya melihat Real Madrid dan Barcelona masih berada di urutan terdepan (calon juara),” pungkasnya.
Jika Barca dan Milan sudah memastikan satu tempat di babak perempat final, Real Madrid masih harus menuntaskan perlawanan utusan Rusia CSKA Moskow pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Kamis (15/3). Cristiano Ronaldo dkk. dituntut meraih kemenangan di laga ini, karena pada leg pertama dipaksa bermain imbang 1-1 di kandang CSKA. (net)

Fadly Nurzal: Umat Islam Harus Kompak

MEDAN- Umat Islam diharapkan mampu menjaga kekompakan dengan mempererat ukhuwah islamiyah. Pasalnya, saat ini banyak pihak yang menginginkan perpecahan ditubuh umat Islam. Dengan terpecahnya umat Islam, maka dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk mengambil keuntungungan.

“Oleh karena itu, saya harapkan seluruh umat Islam bersatu, karena dengan bersatu kita akan kuat. Jika ada isu dan informasi terkait tokoh-tokoh Islam, maka berkumpul untuk mencari solusinya. Bukan malah mengambil jarak dan membencinya,” kata Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut yang juga calon Gubernur Sumatera Utara H Fadly Nurzal SAg saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Medan Denai, akhir pekan lalu.

Disebutkan Fadly, banyak pihak yang sengaja membangun opini agar umat Islam terpecah. Dengan terpecahnya umat Islam, akan memberi ruang kepada mereka untuk merebut dan mengambil kekuasaan.

“Pilihan boleh berbeda, karena perbedaan adalah rahmat. Masing-masing umat Islam pastilah punya hak politik yang sama untuk sepaham atau tidak sepaham tentang siapa yang tepat menjadi pemimpinnya. Namun umat Islam juga harus kompak, karena kekompakan bisa menjadikan kita  kuat dan tidak diacak-acak,” katanya.

Ketua Hikma Medan Denai Solihan Hasibuanmengatakan, silaturrahmi tersebut merupakan langkah awal mengenal lebih dekat sosok tokoh muda Islam dan calon Gubsu Fadly Nurzal.(ade)

Bank Mutiara Percepat Kredit UKM di Sumut

MEDAN- PT Bank Mutiara Tbk, eks Bank Century, akan fokus dan lebih berkonsentrasi pada usaha kecil dan menengah (UKM) di tahun 2012, termasuk dalam pemberian kredit konsumen. Ditargetkan dari total pertumbuhan Rp2,2 triliun, 50 persen diharapkan berasal dari UKM.

Direktur Utama Bank Mutiara Maryono mengungkapkan, bank menfokuskan ke UKM dalam pengembangan usaha, lantaran prospek UKM cukup tinggi, dilihat dari volume masyarakat yang bertransaksi di sektor UKM ini yang besar.

Selain itu, UKM yang lebih kuat dalam terpaan krisis juga menjadi salah satu alasan Bank Mutiara fokus ke sektor yang kini mulai dilirik banyak bank ini. “Kita sudah mengatur berbagai strategi untuk meningkatkan jasa pelayanan kepada nasabah, terutama untuk UKM,” ujarnya didampingi Komisaris Bank Mutiara Montas Siahaan, Kepala Bank Mutiara Wilayah Sumatera Suryo, dan Corporate Secretary, Division Head, Bank Mutiara Rohan Hafas di Medan, Senin (12/3) kemarin.

Dijelaskan Maryono, salah satu strategi yang diterapkan adalah mempercepat proses kredit kepada nasabah. Untuk UKM, sambungnya, Bank Mutiara bekerjasama dengan asuransi, di antaranya, PT Asuransi Cigna, PT Panin Life dan PT Sun Life Financial dan lainnya. Selain itu lembaga penjamin lainnya untuk lebih mempermudah proses.

“Kami memberikan pemudahan dengan kredit yang bisa cair hanya dengan 8 hari. Selain itu, memberikan kredit properti dengan jangka waktu mencapai 25 tahun,” terangnya.

Di tahun 2012 ini, imbuh Maryono, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 85 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) 9,5 persen, Bank Mutiara berupaya untuk mempercepat bisnis dan memperbaiki kualitas financial. Selain dengan lembaga asuransi, juga bekerjasama dengan Money Gram untuk melakukan transper real time.

“Dengan kerjasama ini, jasa real time dapat berjalan dengan baik sehingga nasabah dapat melakukan transaksi valas dengan lebih nyaman dan cepat,” ucap Maryono didampingi Komisaris Bank Mutiara Montas Siahaan.

Selain itu, agar nasabah dapat melakukan conection ke seluruh bank lain di Indonesia, bank bekerjasama dengan ATM Bersama dan Prima untuk transaksi ATM.  Bank Mutiara juga memperlihatkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

Sejak diambilalih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada tahun 2009, perkembangan neraca bank nasional ini cukup signifikan. Aset yang pada tahun 2008 hanya Rp6 triliun, tumbuh 120 persen hingga kini menjadi Rp13,1 triliun.

Begitu juga dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 58,55 persen dari Rp5,5 triliun menjadi Rp9,4 triliun. Dan di tahun 2011 lalu, Bank Mutiara berhasil menyalurkan kredit hingga Rp11,1 triliun.

Tak hanya itu, lanjutnya, rasio lain dalam neraca keuangan Bank Mutiara juga membaik. (ila)

Gunakan Jeriken, SPBU Boleh Jual 50 Liter

Jelang Kenaikan Harga BBM

MEDAN- Untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan BBM jelang rencana kenaikan harga BBM, Poldasu mengingatkan SPBU untuk hanya melayani pembelian dengan jeriken sebanyak 50 liter saja.

“Kalau ada SPBU yang memberikan lebih akan diskorsing,” kata Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol R Heru Prakoso, saat ditemui Sumut Pos usai mengikuti rapat koordinasi, Polri, TNI, Pertamina, Pemerintahan di Polda Sumatera Utara, Senin (12/3).

Selain itu, Heru menyatakan, pihaknya tidak hanya berfokus melakukan pengamanan di lokasi kerawanan darat saja, melainkan sampai ke wilayah perairan.

Hal ini dikarenakan, adanya indikasi praktik jual beli dan penimbunan BBM di wilayah perairan.
Lebih  lanjut, Heru menjelaskan, dalam pengamanan diperairan, diserahkan ke petugas Direktorat Polisi Perairan bekerja sama dengan instansi lain.

Selain membahas  pengamanan di wilayah perairan,  dalam rapat Kordinasi yang berlangsung di ruang Tribrata Lantai 4 Gedung Utama Polda itu, pihak kepolisian juga mencatat perkiraan titik-titik kerawanan gejolak massa yang mungkin timbul jelang kenaikan harga BBM April mendatang.

Menurut Heru, untuk mengantisipasi adanya kerusuhan nanti, Polda Sumut mengerahkan 2/3 kekuatannya, atau sekitar 300 personil. Jumlah ini akan ditambah personil dari seluruh Polres, untuk melakukan pengamanan di Sumut.

Heru menjelaskan, menjelang kenaikan harga BBM,  kerawanan yang mungkin timbul yakni, kelangkaan BBM, naiknya harga sembako, antrian BBM di SPBU, pencurian, pengerusakan, pembakaran SPBU, unjuk rasa kenaikan harga BBM dan penyanderaan terhadap truk pengangkut BBM.
Sementara itu, kerawanan yang mungkin akan terjadi pada saat kenaikan harga BBM adalah, aksi unjuk rasa yang dilakukan secara serentak.
Karena, belajar dari kenaikan sebelumnya, setiap menjelang kenaikan Harga BBM, pasti terjadi kelangkaan BBM yang diakibatkan spekulan nakal dengan melakukan penimbunan BBM.

Dari data yang dikumpulkan Polda Sumut, kata Heru,  diperkirakan ada 13 elemen dengan jumlah massa sekitar 2100 orang yang akan melakukan aksi unjuk rasa jelang kenaikan BBM.

Warga dan Karyawan Kebun Nyaris Bentrok

Larang Warga Bercocok Tanam di Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang

BINJAI- keributan di lahan eks Hak Guana Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang terus berlanjut. Puluhan karyawan PTPN 2 Sei Semayang nyaris bentrok dengan warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Senin (12/3).

Keributan bermula, saat puluhan karyawan PTPN 2 menyerang warga yang tengah menanam palawija di lahan eks HGU PTPN 2. Oleh warga, mereka tetap bertahan karena merasa lahan eks HGU tersebut merupakan lahan garapan mereka sejak puluhan tahun silam. Dengan kawalan ketat polisi, akhirnya warga meninggalkan areal.

Menurut Lis (19), warga yang menanam di lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang, saat itu mereka sedang melakukan penanaman. Belum lagi penanamamn selesai, pihak PTPN 2 Sei Semayang langsung turun ke lokasi dan mengusir mereka seperti hewan.

“Kami menanami lahan yang sudah bersih dari tanaman tebu. Namun, belum selesai menanam, puluhan karyawan PTPN 2 dan sejumlah polisi serta petugas Brimob mendatangi kami. Begitu mereka sampai ke lokasi, mereka (PTPN 2, red) langsung mengusir kami,” ujar Lis.

Karena sudah diusir, sambungnya, warga langusng menghentikan proses bertanam. Sementara, pihak PTPN 2 terus memaksa agar warga dapat keluar dari aeral tersebut.

“Kalau hanya pihak PTPN 2 yang mengusir kami, belum tentu kami mau keluar dan menghentikan penanaman itu. Tapi, karena yang mengusir polisi, akhirnya kami keluar,” terang Lis.

Hal senada juga dilontarkan Mak Rio (40). Di mana, mereka terpaksa keluar dari areal disebabkan adanya desakan dari aparat kepolisian. “Kami heran, kenapa kami tidak boleh bercocok tanam. Sementara, HGU PTPN 2 ini sudah habis. Lagian, polisi kok membela PTPN 2,” ujarnya.

“Kita juga bingung, mana yang mau kita tahan (larang, red). Jadi kami sudah melaporkan hal ini kepada Kapolsek,” katanya.

Maunya, polisi itu menjaga rakyat agar tidak ada bentrok. Kalau polisi ikut-ikutan mengusir kami, ya kami berpikiran kalau polisi itu memihak PTPN 2,” kata Mak Rio.

Menanggapi pengusiran yang dilakukan pihak PTPN 2 Sei Semayang, Ketua Forom Rakyat Bersatu (FRB) Sumut, Alimuddin didamping Ketua Satgas FRB, Abdin Zaini, mengatakan, dalam konflik lahan eks HGU PTPN 2 di Binjai, pihak kepolisian tidak dapat melakukan penahanan atau mempidanakan warga tani yang sedang melakukan kegiatan bercocok tanam.

“Dalam konflik lahan eks HGU PTPN 2, sampai saat ini belum ada penjelasan yang pasti.  Sehingga, warga juga boleh dong melakukan penanaman. Kalau warga tidak boleh, seharusnya PTPN 2 juga tidak dibenarkan untuk menanam. Lagian, PTPN 2 sudah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) nomor 40 tahun 1996, yang menyebutkan, kalau HGU sudah habis, maka, bekas pemegang HGU, wajib membongkar tanaman dan bangunan yang berdiri di atasnya. Kalau itu tidak dilakukan, maka, pemerintah yang akan melakukan pembongkaran itu. Di mana, biaya pembongkaran itu, dibebankan kepada bekas pemegang HGU. Tapi nayatanya, sampai sekarang PTPN 2 masih bebas melakukan penanaman, dan menyewakan lahan kepada pihak ketiga. Nah, ini yang seharusnya di cari oleh polisi. Jangan ikut-ikutan mengusir warga,” tegas Alimuddin.

Sementara itu, Kanit Reksrim Polsek Binjai Timur Ipda Rudi lapian, saat dikonfirmasi terkait pengusiran warga menyebutkan, pihak PTPN 2 masuk hanya memberitahukan secara lisan kepada pihak kepolisian.

“Kita juga sudah bingung, yang mana mau kita tahan (larang, red). Jadi kami sudah melaporkan hal ini kepada Kapolsek. Jadi solusinya, untuk saat ini kami berharap, kedua belah pihak tidak masuk ke lapangan, sebelum sengketa lahan ini selesai,” ujar Ipda Rudi Lapian. (dan)

PSSI Medan Mati Suri

MEDAN- Pengcab PSSI Medan yang selayaknya berperan sebagai wadah pembinaan klub-klub sepakbola amatir Medan maupun sekolah-sekolah sepakbola kini terkesan vakum. Hal itu terjadi pasca lowongnya kursi Ketua Pengcab PSSI Medan.

Pasca Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) PSSI Sumut  September lalu, Darwin Syamsul Samah naik pangkat menjadi Ketua PSSI Sumut. Sesuai statuta Darwin yang telah dilantik PSSI tentu harus menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) untuk memilih ketua yang baru, sehingga tidak terjadi rangkap jabatan. Apalagi beberapa pengurus Pengcab PSSI Medan sebelumnya kini ikut masuk struktur kepengurusan Darwin.
Dari pantauan Sumut Pos, gedung ruko berlantai tiga yang selama ini menjadi kantor Pengcab PSSI Medan di Jalan Timor Medan terlihat tutup. Tak terlihat lagi ada plang nama Pengcab PSSI Medan. Akibatnya para pengurus SSB atau klub yang berkepentingan terhadap PSSI Medan kesulitan mendapat akses.

Contohnya perwakilan SSB Bintang Raya Medan Denai yang sempat mendatangi Sekretariat PSSI Medan  dalam rangka mengurus keabsahan SSB tersebut harus kebingungan. Mendapati kantor Pengcab PSSI Medan tutup ia lantas mendatangi KONI Medan.

Saat dikonfirmasi hal itu  Darwin Syamsul membantah vakumnya PSSI Medan. Diakuinya PSSI Medan tak lagi berkantor di gedung sebelumnya dan segala urusan dialihkan ke Sekretariat PSSI Sumut, Jalan Sekip Baru Medan.

“Memang tidak disitu lagi. Itu kan dulu kantor pribadi saya yang kita jadikan sekretariat PSSI Medan. Kini saya berkantor di Pengprov PSSI Sumut. Jadi segala urusan SSB atau klub di sana semua. Program-program kita juga masih jalan,” ujarnya saat ditemui di Stadion TD Pardede, Jumat (9/3) lalu.
Apakah terjadi tumpang tindih program Pengcab dan Pengprov? Namun Darwin membantah karena masing-masing memiliki program yang berbeda.
“SSB dan klub-klub di Medan urusannya tetap dibawah Pengcab PSSI Medan. Hanya saja pengurusannya dilakukan di Sekretariat PSSI Sumut. Tidak tumpang tindih. toh pada akhirnya urusan di Pengcab harus mendapat persetujuan Pengprov PSSI Sumut sebagai badan tertinggi sepakbola Sumut,” kilahnya.

Sebenarnya Darwin sadar betul statuta melarang adanya rangkap jabatan pengurus olahraga. Soal Muscablub ia sudah berniat menggelarnya. Hanya saja belum mendapatkan waktu.

“Kalau sesuka hati saya bisa saja tidak mau buat Muscablub. Saya ketuanya kok. Tapi kan peraturan tidak memperbolehkan rangkap jabatan. Nantilah kita pikirkan setelah kongres tahunan PSSI. Apalagi saat ini kita masih disibukkan dengan beberapa program Pengprov PSSI Sumut seperti Suratin dan Divisi III PSSI,” pungkasnya. (mag-18)