26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 13848

Personel Dishub Berjaga di Sekolah

Penertiban Parkir Berlapis

MEDAN-Penertiban parkir berlapis di kawasan rawan kemacetan seperti di depan Yayasan Perguruan Harapan Medan terus dilakukan Pemko Medan.
Untuk mengantisipasi aksi kucing-kucingan yang dilakukan pengemudi, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan mengerahkan petugas untuk berjaga mulai dari pagi hingga petang.

Kabid Lalulintas Dishub Medan, Toga Aruan mengatakan, sebelumnya pihaknya sempat membuat rencana memasang traffic cone, untuk memberikan pembatasan sehingga pengemudi kendaraan tidak bisa melakukan parkir berlapis di sekitar Perguruan Harapan Medan.

“Kita putuskan tidak memasang traffic cone, melainkan kita mengerahkan petugas untuk berjaga dan mengatur parkir di kawasan itu. Sebab, kalau kita tinggal nanti sama saja kejadiannya seperti kemarin, pengemudi tetap akan melakukan parkir berlapis setelah petugas tidak ada di tempat,” kata Togan
Dikatakan Toga, sejauh ini pihaknya memang belum melakukan tindakan langsung di tempat terhadap pengemudi kendaraan yang melakukan parkir berlapis.

Namun, pihaknya masih tetap memonitoring dan melakukan penataan parkir. “Kami masih tetap fokus untuk menata parkir di kawasan sekolah-sekolah seperti sekolah Harapan, Syafiatul Amaliyah, Santo Thomas dan Methodist,” terang Toga.

Dijelaskan Toga, selama ini parkir berlapis sering sekali terlihat di depan sekolah terutama yang berada di jalan protokol sehingga mengakibatkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Medan. Kondisi ini disebabkan banyaknya siswa yang membawa kendaraan ke sekolah juga orangtua yang mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah.

“Penertiban parkir berlapis yang kita lakukan di sekolah-sekolah kita harapkan dapat meminimalisir kemacetan di sejumlah ruas jalan di Medan,” kata Toga.
Penertiban parkir berlapis yang dilakukan dengan tim yang tergabung dari Satlantas Polresta Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Satpol PP yang juga berkoordinasi dengan Camat, Kapolsek dan Danramil sempat terhalang karena adanya aksi besar-besaran yang dilakukan aliansi Ormas Islam, sehingga sejumlah personel kepolisian dikerahkan ke kantor Wali Kota Medan sejak pagi hari.

“Seharusnya hari ini (kemarin), kita turun melakukan penertiban, namun karena personel kita sudah dikerahkan lebih dulu untuk mengantisipasi aksi demonstrasi, makanya penertiban hari ini kita urungkan, tapi kita tetap akan melakukan penertiban bekerjasama dengan Dishub dan instansi lainnya,” terang Kasatlantas Medan, Kompol M Risya Mustario.

Dikatakan Kompol M Risya, ke depan penertiban yang akan dilakukan juga akan langsung melakukan penindakan di tempat. Sebab, sebelumnya sosialisasi sudah dilakukan kepada pengemudi kendaraan.

Tak hanya itu, sambungnya untuk mengatisipasi parkir berlapis di depan sekolah yang terjadi selama ini, maka Satlantas Medan dan Dishub Medan juga akan melakukan pemanggilan kepada pihak sekolah.  (adl)

Tanpa Victoria, Beckham Urus Anak

BINTANG sepak bola asal Inggris, David Beckham, merayakan ulang tahun putra ketiganya, Cruz (7 tahun) dengan bermain bowling tak jauh dari rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Beckham memang dikenal sebagai pemain yang sangat perhatian pada keempat anaknya, yakni Brooklyn (12 tahun), Romeo (9 tahun), Cruz (7 tahun) dan putrinya, Harper, yang masih berusia 7 bulan.

Pemain LA Galaxy tersebut sedang memiliki waktu luang yang cukup untuk bersama putranya karena saat ini kompetisi Liga Amerika Serikat (MLS) sedang memasuki periode pra musim.

Menurut laporan The Sun, upaya Beckham merayakan ultah Cruz tersebut tidak didampingi oleh sang istri, Victoria, yang sedang menghadiri acara Academy Award.

Beckham juga tampak tak lagi terlihat canggung dan kerepotan mengasuh serta menggendong putrinya, Seven Harper. Becks merupakan sosok yang sayang keluarga, alasan itu pula yang membuatnya menolak tawaran bermain di Prancis bersama PSG dan lebih memilih tetap di Los Angeles. (net/jpnn)

Dana Infrastruktur Kota Medan Rp400 Miliar

Sepanjang tahun 2012 Pemko Medan mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk program pengembangan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase. Kemana saja? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Medan, Zulkarnaen Nasutionn

Seperti apa program pengembangan insfratruktur?
Untuk program pengembangan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase dikucurkan anggaran senilai Rp400 miliar. Bahkan, untuk keseluruhan perbaikan infrakstruktur di Kota Medan ditampung dengan anggaran hingga Rp900 miliar. Jaringan drainase Kota Medan saja kita akan mengalokasikan anggaran Rp170 miliar dari Rp400 miliar. Selebihnya dialokasikan untuk jalan dan jembatan yakni sebesar Rp230 miliar.

Anggaran mana saja yang paling besar?
Anggaran yang besar terutama untuk perbaikan jaringan drainase, diharapkan ke depa, bisa semakin mengurangi titik-titik genangan air yang selama ini masih ada. Disamping itu, Pemko Medan juga bisa mewujudkan jaringan jalan kota secara keluruhan dalam kondisi baik. Sehingga ke depan tinggal dilakukan pemeliharaan jalan.

Seperti apa?
Untuk meningkatkan kualitas sistem jaringan jalan secara keseluruhan termasuk jalan negara, maka melalui alokasi dana APBN tahun 2012 yang dikelola oleh Balai Besar Jalan dan Jembatan juga akan dikerjakan beberapa ruas jalan negara yang fungsinya sangat tinggi bagi kemajuan Kota Medan. Beberapa jalan negara yang akan dikerjakan untuk tahun ini seperti Jalan KL Yos Sudarso yang akan dilebarkan dan ditingkatkan kualitas jalannya sepanjang 7 km dan pelebaran jalannya dari jalan yang eksis sekarang hingga ke bahu jalan yang ada sekarang. Termasuk juga dilakukan rehab jembatan Belawan.

Apa lagi selain itu?
Pengembangan rekonstruksi Jalan Abdul Haris Nasution, di samping untuk menunjang pembangunan Fly Over Simpang Pos, kualitas jalan juga akan ditingkatkan. Jalan Abdul Haris akan dilakukan rekonstruksi peningkatan struktur jalan sepanjang 1,8 Km. begitu juga nantinya akan dilakukan perbaikan jalan eksisting Jalan Jamin Ginting yakni berupa pelapisan aspal sepanjang 1,8 Km. Proyek pengembangan infrasktruktur jalan dari alokasi APBN ini akan digelontorkan tahun ini dan tidak sistem multi years, artinya pembangunan selesai pada tahun 2012 itu juga.(*)

Lagi, Gudang Mesin Boiler PT WRP Terbakar

LABUHAN- Dalam beberapa minggu belakangan ini, sejumlah gudang di areal PT WRP Buana Multicorpora Jalan Ilyas, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan terbakar. Kemarin (2/3), sekitar pukul 10.00 WIB, giliran gudang mesin boiler perusahaan yang telah tutup atau bangkrut kembali terbakar.

Walaupun penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, kuat dugaan gudang perusahaan pengolahan sarung tangan itu sengaja dibakar. Alasannya, kebakaran terjadi saat gudang sudah kosong. “Ini sengaja di bakar, biar dapat asuransi, karena selama ini sudah kosong,” duga warga yang menyaksikan kebakaran tersebut.

Untuk memadamkan api di gudang mesin boiler tersebut, Dinas P2K Pemko Medan menurunkan dua unit pemadam kebakaran. Di bawah pengawasan polisi petugas pemadam melakukan penyiraman ke arah api yang muncul,lebih kurang setengah jam api dapat dijinakkan.

Pabrik sarung tangan yang telah kosong terus di awasi polisi dengan melakukan penjagaan di areal perusahaan guna menghindari tindakan masyarakat untuk melakukan penjarahaan terhadap barang-barang yang masih ada di dalam areal pabrik tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Oktavianus mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengawasan di lokasi pabrik tersebut. Mengenai penyebab kebakaran, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kita belum tau penyebab kebakaran, yang pasti kita masih selidiki,” katanya singkat.(ril/smg)

Karisma Libas Albatros

DELISERDANG- SSB Karisma keluar sebagai pemenang, dalam babak penyisihan piala AMPI Cup I di  Lapangan Martubung Jalan Rawe Deliserdang, Jumat (2/3).

Dalam laga itu  SSB Karisma berhasil mengumpulkan skor 3-2 atas lawannya SSB Albatros.

Di menit awal babak pertama, SSB Karisma belum menunjukkan kualitas permainan. Hal ini dikarenakan pemain masih melakukan penyesuaian dengan tim.

Pelatih SSB Karisma Sumitro langsung mengatur  posisi dari pinggiran lapangan. Mendengar suara itu, pemain SSB Karisma serasa terbius dan dengan sigap langsung menyusun penyerangan.

Di perempatan babak, Rendi langsung tampil dengan tendangan kanannya dan merobek gawang lawan. Kedudukan berubah menjadi 1-0 yang dimenangkan SSB Karisma.

Melihat kondisi itu, pemain SSB Albatros tidak tinggal diam. Hingga babak pertama berakhir kedudukan belum berubah dan masih diungguli SSB Karisma dengan skor 1-0.

Kemudian babak kedua, yang ditandai dengan kick off,   SSB Albatros mengawali pertandingan dengan apik.
Namun hal itu belum juga menambah gol bagi SSB Albatros, sedangkan SSB Karisma yang menonjol kembali dengan penambahan yang diciptakan Tiedo.

Tak lama kemudian, pemain Karisma Rizki juga mencetak gol untuk yang ketiga kalinya sehingga skor berubah menjadi 3-0. Melihat kondisi ini SSB Albatros mulai kepanasan. Di pertengahan babak kedua pemain SSB Albatros menambah dua gol sehingga posisi menjadi  3-2. (mag-10)

Mencari Penerus Mardi

Lomba Lari 10 K

MEDAN- Perkembangan atletik Indonesia tak lepas dari nama Mardi Lestari. Ya, sang pelari cepat, mantan atlet nasional yang mewarnai  lembaran prestasi atletik Indonesia di mata Asia bahkan dunia. Kini pasca pensiunnya Mardi, Indonesia khususnya Medan mencari sosok-sosok penerus Mardi.

Hal ini menjadi perhatian para mantan atlet Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Muda Road Ronner.  Bekerjasama dengan Ikatan Mantan Atlet Sumatera Utara (Ikamasu) Lomba lari  berlabel Medan 10-K  dihelat, Minggu (4/3) besok  di Stadion Teladan.

Menurut Perwakilan Indonesia Muda Road Runner Toto Riyanto mengakui perkembangan olahraga atletik di  Indonesia sangat menurun. “Dulu di Sumut ada Mardi Lestari. Tapi kenapa penerus Mardi tidak ada lagi. Ini yang menjadi tujuan dari kegiatan ini,” ujarnya dalam temu pers di Hotel Grand Antares, Jumat (2/3) kemarin.

Penanggung jawab pelaksana, Gatot Sudarsono, mantan pelari Marathon era 1986-1987menargetkan 10 ribu peserta untuk ajang ini. Digadang-gadang juga ada beberapa atlet nasional.  “Akan ada atlet nasional. Tapi belum bisa kita pastikan namanya. Peserta dari Pulau Jawa sudah ada mendaftar,” ujarnya.
Sementara Mardi Lestari  dari Ikamasu mengatakan dalam 5 tahun belakangan dirinya sebagai pelatih mencoba memunculkan para penerus dari atletik.

“Seperti Rafles yang sempat mengikuti Asian Games namun akhirnya pindah ke Jawa Barat. Juga ada nama Putri Aulia dan Ainun yang sudah ke tingkat nasional. Hanya saja memang perlu dimunculkan sosok-sosok baru dan kegiatan ini sangat positif untuk itu,” katanya.

Ketua KONI Medan, Zulhifzi Lubis menyambut positif digelarnya even ini karena minimnya perlombaan-perlombaan seperti ini. “Dengan ini, diharapkan jadi sebuah momentum bangkitnya olahraga atletik sehingga lahir atlet-atlet baru yang berprestasi,” jelasnya.

Senada, perwakilan sponsor, So Nice-Real Good, Denny Gumulya yang juga mantan atlet balap sepeda nasional mengatakan kegiatan ini akan memancing antusiasme masyarakat Medan yang sudah lama tidak disuguhi perlombaan maraton 10 K.

Lomba ini akan digelar dalam empat kategori untuk umum putra dan putri serta tingkat pelajar putra dan putri dengan total hadiah 31 juta rupiah. (mag-18)

Disiksa Suami

Tak terima menjadi bulan-bulanan suaminya yang sering main tangan, Aini (24), warga Jalan Gatot Subroto, melaporkan suaminya ke polisi, Rabu (29/2) siang.

“Dia sering memukul saya hanya karena masalah kecil dan masalah sepele. Saya tak tahan dengan perlakuannya makanya saya adukan dia ke polisi,” kata Aini saat membuat visum di RSU dr Pirngadi Medan, Kamis (1/3)n
Menurutnya, dia sering dipukul suaminya hanya karena menanyakan uang untuk kebutuhan dengan cara baik-baik. Tapi, suaminya justru marah-marah dan suka main tangan.

“Mana tahan saya setiap hari disiksanya,” sebutnya.Aini menuturkan, setelah melakukan musyawarah dengan seluruh keluarga, dirinya disarankan untuk mengadukan suaminya ke polisi.
“Keluarga setuju suami saya itu dilaporkan agar suami saya itu tak main tangan. Kata keluarga itu sudah tak manusiawi,” jelasnya.

Aini menambahkan, dirinya sering dipukul hampir di seluruh tubuhnya.
“Saya sering dipukul pada leher, perut, punggung, tangan dan paha saya. Dia itu orangnya tak sabar dan pemarah,” pungkasnya.
Seorang petugas medis mengaku, korban mengalami luka lebam pada tubuhnya.

“Hampir di seluruh tubuh korban ada luka lebam karena pukulan,” jelasnya.(jon)

Andalkan Atlet Muda

MEDAN- Tim sepatu roda akan mengandalkan atlet muda menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau September mendatang. Mereka adalah Muhammad Rizki Ramadhan dan Ananda Putri.

Rizki Ramadhan saat ini masih berusia 14 tahun dan Ananda Putri berusia 15 tahun. Pelatih tim sepatu roda Sumut, Arif Budiman saat ditemui di arena latihan Lapangan Avron Polonia, Jumat (2/3) kemarin, di usianya yang belia, tim sepatu Roda Sumut tetap optimis bisa bersaing.

“Usia atlet kita memang relatif muda daripada atlet-atlet daerah lain yang mungkin berusia 20 tahunan. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa bersaing nanti,” ujar pria yang akrab disapa Budi.

Bukannya tanpa alasan, keduanya cukup berpotensi. Terbukti Dani, sapaan akrab Rizki mampu meraih prestasi saat memperkuat klubnya pada kejuaraan Internasional antar klub di Sidoarjo, medio Februari lalu.

“Ananda Putri berpotensi juga Dani. Dani mampu menggondol satu emas dan satu perak saat kejuaraan internasional antar klub yang diikuti para peserta dari Cina Taipei, New Zealand dan atlet dari negara lain. Beberapa atlet nasional juga turun. Ini membuktikan mereka punya potensi,” lanjut Budi.(mag-18)

Usai Ditelepon Suami, Minum Racun Serangga

MEDAN- Henny Sipahutar nekad minum racun serangga, di dalam kamar rumahnya di Jalan Pelita II, Jumat (2/3) siang. Gara-garanya wanita berusia 23 tahun itu cekcok mulut dengan suaminya W Sibarani.

Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan oleh tantenya. Pengakuan tante Henny yang enggan namanya ditulis, kebetulan dia saat itu berkunjung ke rumah Henny karena ada yang mau diomongkan.

Siang itu dia mencari Henny di dalam kamar. Dia terkejut melihat Henny sudah tergeletak di dalam kamar dan di sampingnya ada racun serangga.

“Henny dan suaminya W Sibarani tinggal di Batam, namun Henny memilih pulang kembali ke Medan. Henny sudah seminggu ini berada di Medan, sedangkan suaminya W Sibarani masih di Batam. Tadi mereka ribut-ribut via telepon saya dengar. Tak berapa lama, saya mencarinya karena ada yang mau saya bilang. Saya cek ke kamar ternyata dia sudah tergeletak di kamar dan disampingnya ada racun serangga,” jelasnya.

Ditambahkannya, dirinya pun mendekati Henny dan tercium bau racun serangga dari mulutnya. “Setelah itu Henny pun kami bawa ke RSU dr Pirngadi Medan untuk diberikan pertolongan. Nyawanya bisa selamat karena kata petugas dia hanya minum sedikit saja,” bebernya.

Tak berapa lama, sekitar satu jam kemudian, akhirnya Henny diizinkan pulang oleh petugas setelah dilakukan pertolongan medis. Gibson, salah seorang petugas medis mengaku, korban hanya sedikit saja minum racun serangga.

“Racun serangga yang diminumnya hanya sedikit. Korban diizinkan pulang karena kondisi korban sudah siuman dan pihak keluarga meminta korban untuk pulang. Setelah diperiksa dokter, ternyata korban sedang hamil tapi saya tak tahu hamil berapa bulan,” ucapnya.(jon)

Timnas Babak Belur, Djohar Ogah Mundur

JAKARTA- Hasil buruk dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 Putaran 3 zona Asia Grup E bukan alasan yang tepat bagi pengurus PSSI saat ini untuk meletakkan jabatannya.

Di bawah kepemimpinan ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang terpilih Juli tahun lalu, timnas lolos ke putaran ketiga kualifikasi setelah mengalahkan Turkmenistan. Sayangnya di putaran 3, Tim Garuda justru menjadi bulan-bulanan tiga tim lainnya di Grup E, yakni Iran, Qatar dan Bahrain.

Indonesia menelan  enam kekalahan dari  total enam laga di Grup E. Sebagai penegasan atas buruknya performa timnas, Indonesia digilas Bahrain 10-0 di laga terakhir. Total, Indonesia hanya mampu mencetak tiga gol dan kebobolan enam kali.

“Saya katakan ini memang memalukan tapi orang yang bikin salah kok kita yang mundur,” ungkap Djohar dalam jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (2/3), merujuk pada hasil memalukan di laga terakhir, Rabu (29/2) lalu.
Djohar melimpahkan kekalahan 10-0 tersebut kepada Andre El-Haddad, wasit yang memimpin laga tersebut.

“Ini bukan penyelesaian masalah. Kami bertanggung jawab pada kongres dan program-program kita harus jalan, mau ke mana sepak bola kita ini kalau hal-hal tak benar seperti ini kita toleransi. Semua harus kita evaluasi, tetapi kita yg dilapangan sering merasa pertandingan tak berjalan normal,” lanjutnya.

Indonesia mendapat kartu merah di menit ketiga. Tidak hanya itu, wasit El-Haddad juga memberikan empat penalti, dimana dua diantaranya dapat digagalkan kiper.

“Penalti  ok, tetapi kartu merah dipertanyakan. Mengeluarkan kartu merah itu terlalu berlebihan untuk suatu keputusan dalam sebuah pertandingan, apalagi baru berjalan tiga menit,” ketua umum menandaskan.

Dia juga menambahkan PSSI akan mendukung keputusan FIFA yang akan menginvestigasi laga antara timnas Indonesia versus Bahrain itu. Djohar juga mengatakan PSSI siap membantu FIFA untuk memudahkan jalannya investigasi.

“Kita siap bantu FIFA dalam mensukseskan investigasi ini,” ungkapnya.
Djohar berpendapat timnas Indonesia ‘dikerjai’ oleh wasit. Hal ini, lanjutnya, juga diakui oleh FIFA sehingga berencana melakukan investigasi.

“Kalau yang mengerti sepak bola pasti paham ada hal yang aneh-aneh. Penalti yang diberikan, kartu merah yang dipaksakan, dan dikeluarkan. Kita kecewa dengan permainan tersebut. Salah satu pengurus mereka mengatakan kepada saya, ‘maaf presiden atas kinerja wasit seperti ini,” tambahnya.

Djohar yang hadir di stadion dalam pertandingan tersebut melihat langsung kinerja wasit yang mengecewakan dan segera menyambangi ruang ganti pemain usai turun minum.

“Selain memberikan dukungan juga mengingatkan untuk melakukan nota protes. Jika pertandingan itu normal, saya yakin anak-anak bisa mengimbangi permainan Bahrain,” tuturnya.

Meski demikian, atas nama PSSI, Djohar menyampaikan permohonan maaf  kepada masyarakat Indonesia atas kekalahan dan laga yang kontroversial.(bbs/jpnn)