26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 13849

3 Bersaudara Warga Paluta Tersangka Pembunuh Mahasiswa UMSU

Diciduk Polisi di Labuhanbatu

MEDAN-Tiga tersang pembunuh mahasiswa UMSU, Ferdi Adinata Hasibuan (19) ditangkap personel Polsekta Medan Timur di Desa Negeri Lama, Kecamatan Panei Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Ketiganya masing-masing berinisial KMH (26), HH (21) dan A (27), warga  Desa Situmbaga, Kecamatan Holongan,  Padanglawas Utara (Paluta). Pe nangkapan ketiga pria tersebut berdasarkan informasi dari warga yang melihat ketiga pelaku merupakan orang terakhir bersama dengan korban, beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas.

Kapolsekta Medan Timur, Kompol Patar Silalahi melalui Kanit Reskrim AKP Ridwan menjelaskan, ketiga pria tersebut diketahui sempat minum bersama dengan korban beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas.
“Mereka sempat minum di satu warung tuak bersama dengan korban. Setelah itu, mereka pergi ke Labuhanbatu untuk bersembunyi,” sebut AKP Ridwan.

Sementara itu tersangka KMH yang dikonfirmasi Sumut Pos mengaku pada malam kejadian itu dirinya dihubungi oleh korban melalui telepon selulernya. Korban mengajak mereka bertiga untuk bertemu di dekat SPBU di Jalan Cemara.
“Kami diajak korban agar menunggu di depan SPBU Jalan Cemara. Selanjutnya, setelah bertemu korban mengajak kami minum tuak di salah satu warung tuak. Namun, saya tak tahu dimana lokasi warung tuak tersebut,” sebut  KMH.
Dijelaskan KMH, setelah mengetahui korban meningal dunia, mereka tidak kembali ke kampungnya di Padang Lawas Utara melainkan pergi ke Desa Negeri Lama untuk bersembunyi.

“Kami bersembunyi karena takut terhadap kasus itu,” sebut KMH.
Menurut KMH, mereka baru beberapa hari berada di Medan karena hendak mencari istri A, yang sejak beberapa bulan lalu kabur dari rumah mereka di Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Tujuan kami ke Medan untuk mencari istri A yang sudah beberapa bulan berada di Medan,” dalih KMH lagi. Karena lokasi kejadian bukan di wilayah hukum Polsek Medan Timur, ketiganya yang masih terikat tali persaudaraan itu diserahkan ke Polsek Percut Seituan guna penyelidikan lebih lanjut.

Sekadar diketahui, mayat Ferdi Adinata Hasibuan ditemukan di  pinggir Jalan Pertahanan, Pasar V, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Seituan, Jumat (2/3) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat ditemukan, polisi tidak menemukan identitas korban dan jasadnya langsung dievakuasi ke instalasi jenazah RSU dr Pirngadi Medan. (gus)

Enam Pembalap Honda Siap Raih Podium

MEDAN- Enam pembalap Honda siap bertarung untuk meraih podium pada Kejuaraan Nasional Motoprix 2012 Seri I di Bengkulu pada 3-4 Maret mendatang. Enam pembalap Honda itu berasal dari tiga tim yang terjun.

Diantaranya Honda Intrac yang menurunkan Marta Reza, Yogi Hermana, dan Eko Ryanto, Honda Kita-Kita yang menurunkan Rizki A Rahman, dan Honda Telaga Tujuh yang menurunkan Kevin Holly dan Steven Cipayung.

Menurut Koordinator tim Honda, Sabra Buana saat ini pihaknya telah bertolak dari Medan menuju Bengkulu. “Sudah dalam perjalanan. Ini kita sudah sampai Sumatera Barat. Tim Honda sendiri menargetkan juara,” ujarnya saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (1/3) kemarin.

Enam pembalap akan turun pada empat kelas yang diperlombakan. “Kita akan turun di kelas MP 1, MP2, MP3 dan MP4,” ujarnya.
Diakui pengurus IMI Sumut itu, pihaknya memang buta kekuatan lawan. “Kita belum tahu sih kekuatan lawan seperti apa. Apalagi kita juga punya pemula di kelas MP3,” ujarnya.

Namun Sabra meyakini pihaknya akan mampu meraih gelar. “Kita sih targetkan juara untuk seri pembuka ini. Sejauh ini kita yakin,” pungkasnya. (mag18)

Kejari Segera Periksa Kadis P dan P

40 Kasek Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Senilai Rp2,2 M

BINJAI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai terus melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan buku di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Binjai, senilai Rp2,2 miliar tahun 2011. Setelah memanggil 9 kepala sekolah (Kasek), kemarin (1/3). Kejari Binjai kembali memanggil 40 kasek guna menjalani pemeriksaan.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Binjai Junaidi SH mengakui pemanggilan 40 kasek itu. Menurutnya, pemeriksaan terhadap ke-40 kasek itu dilakukan berlangsung di aula Kejari. “Karena yang kita panggil cukup banyak, jadi pemeriksaan itu dilakukan di aula Kejari lantai II. Pemeriksaan dilakukan sejumlah Jaksa di Kejari Binjai ini,” terang Junaidi.

Lebih jauh dikatakan Junaidi, pemeriksaan itu dilakukan agar kasek yang menerima buku dari proyek itu secepatnya melengkapi data-data sebagai penunjang penyelidikan atas dugaan korupsi. “Sejauh ini, kita masih melakukan penyelidikan dan belum ada yang bisa dijadikan tersangka. Semuanya masih sebatas saksi untuk melengkapi bukti-bukti,” kata Junaidi.

Selain itu, lanjut Junaidi, Kejari Binjai juga telah memintai keterangan dari ketua panitia tender pengadaan buku Joni Maruli, pejabat pembuat komitmen (PPK) Bagus Bangun dan PPTK Syahri Ginting.

“Kita belum memintai keterangan dari Kadis Pendidikan, Drs Dwi Anang Wibowo selaku Pengguna Angaran (PA). Dalam waktu dekat kita juga akan memanggilnya untuk dimintai keterangan,” kata Junaidi.

Penyelidikan yang dilakukan, lanjutnya, bukan hanya memanggil pihak yang terkait. Tetapi, Kejari Binjai juga turun secara dadakan ke sekolah-sekolah SMP yang ada di Kota Binjai. Hal itu dilakukan untuk mengetahui, apakah pihak sekolah sudah menerima buku bantuan itu atau tidak.

“Kita telah melayangkan panggilan kedua terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagus Bangun. Namun, dikarenakan beliau mendadak sakit, jadi kita tunggu keterangan darinya untuk menyelidiki kasus ini,” tegasnnya, sembari menambahkan, pihaknya berusaha secepatnnya menyelesaikan kasus ini.

Untuk itu, Junaidi hanya mengharapkan kerja sama pihak kepala sekolah untuk dapat mendata buku-buku yang diterima. Sehingga memudahkan bagi Kejari Binjai untuk melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi pengadaan buku tersebut.

“Kami hanya berharap, seluruh Kasek SMP Negeri dan Swasta, membantu penyelidikan ini. Agar kita dapat mengetahui, apakah kasus ini memang ada pidananya atau tidak,” harap Junaidi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Binjai, Drs Dwi Anang Wiboowo, saat dikonfirmasi terkait kasus ini, kepada Sumut Pos mengatakan, kalau dalam proyek ini tidak ada sanggahan atau masalah. ‘Proyek pengadaan buku itu kita lanjutkan karena tidak ada masalah.

Kalau tidak ada masalah, apa salahnya kalau kita lanjutkan. Kalau mau jelasnya, tanya langsung kepada panitia tender, karena dia yang mengatakan tidak ada masalah dalam proyek pengadaan buku itu,” kata Drs Dwi Anang, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Binjai, Kamis (1/3) lalu. (dan)

Tinjau Ulang SIMB di Jalan HM Joni

081263454xxx
Bapak Wali Kota Medan Yth dan Bapak Kepala TRTB Kota Medan, kami mohon untuk meninjau ulang izin yang diberikan kepada pemegang SIMB Nomor 648.1/0073 Jalan HM Joni 98-A Kelurahan Teladan Timur Kecamatan Medan Kota karena membangun pondasi bangunan di parit sehingga membuat saluran air limbah kami di Gang Semesta Lingkungan X Kelurahan Teladan Timur Kecamatan Medan Kota jadi tersumbat. Perlu Bapak ketahui bahwa saluran air tersebut sudah ada lebih dari 50 tahun yang lalu tapi karena arogannya pemilik yang baru membeli tanah atau mungkin ada kong kali kong dengan aparat Bapak di level bawah, maka membangun sesuka hatinya tanpa memikirkan kepentingan masyarakat banyak. Terima kasih atas perhatian yang Bapak berikan.

Kami Teruskan
Terima kasih atas informasinya. Laporan ini akan kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan untuk ditindaklanjuti. Keberatan warga juga dapat disampaikan ke pihak kecamatan untuk bersama-sama memeriksa keberadaan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) yang ada.

Budi Haryono SSTP MAP
Kabag Humas Pemko Medan

——–

Bongkar Apabila Bermasalah
Dinas TRTB Medan tak beres. Mereka tak pernah melihat izin bangunan yang mereka keluarkan dengan kenyataan di lapangan. Laporan warga ini salah satu contohnya. Untuk itu, kita minta kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (TRTB) Kota Medan, Sampurno Pohan. Dinas TRTB Medan untuk segera menindaklanjuti dan menindak bangunan tersebut apabila bermasalah. Kita tidak ingin masyarakat yang baik dan taat menjadi korban gara-gara bangunan seperti ini.

Parlaungan Simangunsong
Ketua Komisi D DPRD Medan

Dua Penjambret Mahasiswi Dihajar Warga

MEDAN-Dua penjambret mahasiswi UMSU dihajar warga, usai beraksi di Jalan Pembangunan III simpang Jalan Gunung Krakatau, Jumat (2/3) siang. Tersangka berinisial MAL (24), warga Jalan Senangin, Medan Perjuangan dan  FAN (29) warga Jalan Prof HM Yamin, Medan Perjuangan.

Informasi yang dihimpun, korban Andriana Syahfitri (18), mahasiswi UMSU, siang itu baru saja ke luar dari kampus hendak menuju ke tempat kosnya di Jalan Pembangunan III. Sesampainya di ujung Jalan Pembangunan III simpang Jalan Gunung Krakatau, korban yang berjalan kaki sembari menenteng tas berisi laptop tiba-tiba didekati oleh kedua pelaku.

Begitu kedua pelaku berada di samping korban, tersangka MAL yang berada di boncengan langsung merampas tas berisi laptop. Korban sempat mempertahankan tas tersebut namun gagal. Aksi kedua penjambret ternyata diketahui oleh warga setelah mendengar teriakan korban.

Kedua pelaku langsung dikejar. Gugup sepeda motor Vario BK 2876 ABP yang dikendarai tersangka  FAN terjatuh karena menabrak lubang di tengah Jalan Gunung Krakatau. Sejumlah warga yang melihat dua pengendara sepeda motor yang ternyata warga langsung memukuli kedua penjambret tersebut hingga bagian kepalanya berdarah-darah.

Selanjutnya, kedua tersangka diboyong ke Mapolsek Medan Timur. (gus)

Syarat Pengurusan SPPT

081263358xxx
Kepada Bapak Kadispenda Medan yang terhormat, saya mau bertanya sejak PBB diambil alih oleh dinas Bapak apa benar SPPT sudah tidak diantar lagi ke rumah warga? Kalau benar, apa saja syarat, biaya, dan berapa lama untuk mengurus SPPT? Apakah pembayaran PBB tidak bisa melalui Bank? Itu saja Pak, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih dan kepada Sumut Pos tolong dimuat dan jaya selalu.

Di Kantor Kelurahan Wajib Pajak
Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) adalah Surat Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KP.PBB) mengenai pajak terutang.yang harus dibayar dalam 1 (satu) tahun pajak.
Cara Mendapatkan SPPT.

a. Mengambil sendiri di Kantor Kelurahan/Kepala Desa/di tempat Wajib Pajak terdaftar atau tempat lain yang ditunjuk.
b. Dalam rangka pelayanan, SPPT dapat dikirim melalui kantor Pos dan Giro atau diantarkan oleh aparat Kelurahan/Desa.

Pembayaran PBB dapat dilakukan melalui Bank atau Kantor Pos dan Giro yang tercantum pada SPPT atau petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi.
Pembayaran harus dilakukan sekaligus (tidak diperkenankan mencicil).

Syahrul Harahap
Kadis Pendapatan Daerah Kota Medan

UPT Tikus Dunia Pendidikan

081370749xxx
Kepada Yth Bapak Dinas Pendidikan kota Medan uji sertifikasi sudah dilaksanakan, bagaimana pertanyaan saya minggu semalam Pak? Ada guru yang namanya terdaftar sebagai daftar calon sertifikasi guru 2012. Setelah melengkapi berkas, Unit Pelayanan Teknis (UPT) dan pegawai Dinas Pendidikan Medan tolak-tolakan, bahwa berkas tak nampak.

Malah ada guru lain yang namanya tak terdaftar bakal calon sertifikasi guru bisa ikut uji sertifikasi. Jangan lama kali cek ke bawah Pak. Diduga guru yang tak terdaftar itu membayar kepada UPT untuk diikutsertakan dalam uji sertifikasi. Pecat Kepala dan Sekretaris UPT yang menjadi tikus di dunia pendidikan.

Saya Konfirmasi
Terima kasih, hal ini perlu saya konfirmasi terlebih dahulu kebenarannya. Untuk itu kiranya pihak yang dirugikan membuat laporan tertulis ke Dinas Pendidikan Kota Medan untuk ditindaklanjuti.

H Rajab Lubis
Kadis Pendidikan Kota Medan

e-Toll Card Diberlakukan di Tol Belmera

BELAWAN- PT Jasa Marga bersama Bank Mandiri mengembangkan layanan transaksi pembayaran jalan tol dengan meluncurkan layanan e-Toll Card Non Stop. Dengan layanan ini, pengguna kartu e-Toll tidak perlu berhenti dan membuka kaca mobil. Layanan ini kini telah diberlakukan di gartu tol otomatis (GTO) Belmera (Belawan, Medan dan Tanjungmorawa) sejak 1 Maret lalu.

“Pelayanan transaksi pembayaran jalan tol terbaru e-Toll card ini merupakan layanan pembayaran tanpa perlu berhenti dan membuka kaca mobil, yang bertujuan mempermudah dan memberikan kenyamanan,” kata, Kepala Bagian (Kabag) Operasi Jasa Marga Belmera Suhairi kepada wartawan, Jumat (2/3).

Ia mengatakan, dengan peluncuran e-Toll Card ini, nantinya dapat lebih mempercepat para pengguna jasa jalan tol. “Dengan diberlakukanya e-toll card tidak hanya memudahkan pengendara, namun juga lebih mempercepat bila dibandingkan dengan sistem layanan manual sebelumnya,” ucapnya.

Adapun cara kerjanya, mesin yang terpasang pada gardu tol akan memindai mesin yang dipasang pada kaca depan masing-masing kendaraan. Ketika On Board Unit (OBU) berbunyi, maka palang pintu gardu tol akan terbuka dan transaksi selesai.

“Kalau manual membutuhkan waktu dalam hitungan menit, tapi dengan layanan e-toll card cukup hanya hitungan detik. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat lebih mempercepat lagi layanan kepada pengguna jasa jalan tol, dan melalui implementasi layanan ini nantinya animo masyarakat dalam menggunakan e-Toll card terus meningkat,” terangnya. Dirinya pun sedang menyosialisasikan e-Toll card kepada para pengguna jalan tol agar dapat digunakan secara luas. (mag-17)

Penyaluran PNPM Mandiri Sarat KKN

085296361xxx
Mendengar Dana PNPM Mandiri Kelurahan Sempakata Kecamatan Medan Selayang sudah cair, banyak masyarakat di Kelurahan tersebut yang gembira dan bersyukur tapi alhasil buktinya sekarang apa? dana yang seharusnya diperuntukkan agar bisa membantu masyarakat di Kelurahan tersebut ternyata hanya dinikmati oleh beberapa orang saja.

Kami minta tolong kepada Bapak-Bapak yang bertanggung jawab menangani PNPM Mandiri untuk menyelidikinya kenapa hanya segelintir orang yang dekat/berfamily dengan Ketuanya saja yang menikmatinya berarti inikan sarat dengan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme)

Fokus Bagi Masyarakat Miskin
Terima kasih atas informasinya. Ada tiga kegiatan yang menjadi konsentrasi PNPM Mandiri yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Begitu pun, pelaksanaan kegiatan terlebih dahulu melalui rembuk musyawarah masyarakat sehingga apa yang diinginkan dapat tercapai. Karena tujuan dari penyaluran dana PNPM Mandiri ditujukan membantu masyarakat yang kurang mampu. Saya akan konfirmasi dengan teman-teman di masing-masing kelurahan untuk mencari kebenarannya.

Susanti
Tenaga Ahli Capasity Building Provsu

Lia Irawan, Bocah 10 Tahun dengan Berat Tubuh 8 Kg

Alami Gizi Buruk dan TBC

LUBUK PAKAM- Kondisi tubuh Lia Irawan, bocah berusia 10 tahun, anak pasangan Osok alias Ucok dan Juminem, warga Jalan Industri Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, sungguh memperihatinkan. Pasalnya, di usianya yang kini menginjak 10 tahun, berat badannya cuma delapan kilogram.

Kini, Lia Irawan terbaring lemah di bangsal Ruangan Kenanga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang. Kondisi, tubuhnya tinggal kulit berbalutkan tulang. Sesekali anak keempat dari enam bersaudara itu mengalami sesak nafas disertai batuk. Berat tubuhnya tidak menunjukan layaknya bocah berusia 10 tahun.

Menurut Juminem ibunya, sejak lahir, Lia memiliki bobot ideal. Tapi, sejak mengalami demam tinggi disertai kejang (step) pada 3 tahun silam, Lia mengalami stroke yang mengakibatkan dirinya tidak bisa selincah seperti bocah seusianya.

“Sebelum dirawat di rumah sakit ini, bobot tubuh Lia hanya 8 kilogram, tapi kini sudah bertambah 1 kilogram,” kata Juminem kepada wartawan, Jumat (2/3). Untuk menaikan berat tubuh serta kesembuhan anaknya, berbagai cara dilakukan Juminem.

Mulai dari pengobatan alternatif, sampai rawat jalan di Puskesmas Tanjungmorawa. Namun, kondisi fisik Lia semakin memburuk, hingga akhirnya Puskesmas merujuk Lia ke RSUD Deliserdang di Lubukpakam untuk ditanggani lebih lanjut.

“Selain kurang berat tubuh, anak saya ada gangguan paru-paru,” terang Juminem lebih lanjut. Juminem berharap, anak kesayangannya itu segera sembuh, serta hidup normal layaknya anak-anak lainnya. Pasalnya, semenjak menderita sakit, Lia belum pernah mengenyam pendidikan di sekolah.

Dokter jaga ruang Kenanga RSU Deliserdang dr H Erizal Kaban mengatakan, pihaknya terus berupaya memulihkan kondisi tubuh Lia. Tindakan Fisiotherapy, yang berguna merangsang jaringan tubuh sedang diterapkan.

Lanjutnya, penanggan yang sudah diberikan kepada Lia, berupa cek darah, Rontgen paru dan foto toraks. Dari hasil diagnosa, selain gizi buruk ternyata dan Tuberculosis (TBC) mengerogoti paru-paru Lia.(btr)