27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13850

Beras Merah Ampuh Menjaga Stamina

Banyak wanita yang ingin tampil cantik sehingga berusaha maksimal menghilangkan kerutan-kerutan pada tubuh. Mereka bahkan tidak segan-segan melakukan operasi maupun mengonsumsi sejumlah ramuan berbahan kimia lainnya.

Tentunya hal tersebut sah-sah saja. Hanya saja untuk memperlambat proses penuaan maupun pengeriputan pada tubuh, sebenarnya masih dapat dilakukan dengan cara-cara yang cukup sederhana. Salah satunya seperti yang selama ini saya praktekkan. Di usia yang sudah lebih dari 70 tahun, saya masih aktif menjalani profesi sebagai tour guide biasa.

Padahal untuk sekali perjalanan dengan membawa setidaknya satu rombongan tamu mancanegara, memakan waktu hingga dua minggu berkeliling Indonesia. Tentu sebuah bidang profesi yang sangat membutuhkan stamina prima setiap saat. Dan luarbiasanya, nyaris selama puluhan tahun, saya belum pernah sekali pun  dirawat di rumah sakit.

Rahasianya, sejak beberapa tahun lalu saya tidak lagi mengonsumsi beras biasa. Saya menjadikan beras merah sebagai menu utama. Khasiatnya sangat luarbiasa. Karena ternyata beras ini mampu memberi efek lebih awet muda. Karena setidaknya mengandung vitamin B5 yang bersifat anti stress dan mengandung selenium yang bersifat anti oksidan. Sehingga juga mampu menurunkan berat badan.

Saya sudah makan nasi merah sejak beberapa tahun lebih. Karena kadar gulanya nggak ada. Kalau nasi putih, tinggi. Itu rasanya beda sekali. Saya merasa lebih bugar. Dan saya juga memasaknya dengan menggunakan daun pandan. Sehingga jadi lebih harum. Dan lagi makannya juga cukup 8 sendok, itu sudah kenyang. Saya tahu ini dari kawan-kawan. Kita kan pergaulannya luas. Sampai sekarang kira sering sharing.

Beras merah juga cukup ampuh mencegah sembelit. Makanya bagi yang ingin diet sehat, bisa mencoba beralih mengonsumsi jenis beras ini. Karena dari kandungan serat yang tinggi, beras merah mencegah berbagai macam penyakit saluran pencernaan, meningkatan perkembangan otak, menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker dan penyakit degenerative dan menyehatkan jantung. (*)

Louise Pattiwel Tour Guide

WIB, WITA, dan WIT Bakal Digabung

JAKARTA-Pemerintah terus mematangkan rencana penyatuan zona waktu di Indonesia menjadi GMT +8. Jadi, tidak akan ada lagi Waktu Indonesia bagian Barat(WIB), Tengah (WITA) ataupun Timur (WIT). Penyatuan itu menjadikan waktu di Indonesia sama dengan Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, dan sebagian besar Australia.

Kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) kemarin, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim mengatakan penyatuan itu sudah makin dekat. “Kami inginnya cepat, meski belum tahu kapan. Masa sosialiasi juga akan dilakukan dahulu,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, wacana penyatuan zona waktu sebenarnya sudah cukup lama. Salah satunya di dasari oleh pertanyaan kenapa pembangunan di kawasan Indonesia Timur selalu berjalan lambat. Akhirnya, melalui riset Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut salah satu penyebabnya adalah perbedaan waktu.

Terdengar aneh memang, namun Edib menjelaskan bukan tanpa alasan perbedaan waktu menjadi salah satu penyebab lambatnya pembangunan. Dia lantas memberi contoh hubungan birokrasi antara kantor di Indonesia barat dan timur. “Waktu efektif untuk kordinasi Jakarta dengan timur hanya tiga jam,” imbuhnya.

Selain itu, e-education atau penyebaran informasi melalui televisi juga lebih merata. Disebutkan Edib, stasiun televisi tidak perlu siaran sampai tiga kali di bagian barat, tengah maupun timur. Dalam pertemuan dengan beberapa kementerian, dia mengklaim tidak menemukan dampak negatif dalam penyatuan zona waktu.

Bahkan dia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal terus membaik. Alasannya, tercipta satu zona pasar yang sangat besar karena GMT+8 melingkupi banyak negara. Sehingga dalam memulai perdagangan bisa dilakukan serempak. “Selama ini, Indonesia kerap kalah transaksi bisnis karena satu jam lebih lambat,” tuturnya.

Contoh lain, jadwal terbang maskapai penerbangan yang selalu satu jam lebih lambat dari lainnya. Begitu juga dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ada di Indonesia barat kalah satu jam dengan bursa efek di Hongkong dan Shanghai. Disamping itu, mereka harus merelakan waktunya terbuang dua jam menunggu lapak transaksi di BI.

Bagaimana dengan waktu ibadah? Edib memastikan tidak ada perubahan. Sebab, waktu salat maupun puasa mengacu pada bulan dan matahari. Meski nantinya dibeberapa waktu ada yang lebih cepat jadwal salatnya, tetap melihat posisi matahari. “Kami sudah bicara dengan MUI, mereka sepakat jadwal ibadah tidak terpengaruh,” jelasnya.

Sementara itu, usai Seminar Pemanfaatan IPTEK di Hotel Borobudur Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa membenarkan kalau penyatuan zona waktu bisa memberikan dampak positif. Bahkan, dia menyebut bisa menghemat keuangan negara. “Sudah ada studinya. Yang dihemat bisa triliunan,” katanya.

Penghematan yang dimaksud menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak jauh-jauh dengan dengan urusan jam kerja. Selain itu, penghematan juga diramalkan menyentuh seluruh aktivitas ekonomi. Saat ditanya kapan pastinya penerapan satu zona waktu tersebut, dia mengaku belum tahu pasti. (dim/jpnn)

Konflik Jumlah Pemilih Diyakini Tidak Ada

Jelang Pilgubsu 2013

JAKARTA – Sengketa pemilukada yang terkait dengan masalah daftar pemilih diyakini tidak akan terjadi pada pemilukada untuk memilih gubernur-wakil gubernur Sumut pada 2013 mendatang. Keyakinan ini setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menuntaskan pemberian Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada seluruh penduduk pada akhir 2011, termasuk penduduk Sumut.

Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, dengan adanya data penduduk yang telah memiliki NIK ini, maka akan dengan gampang memilahkan mana penduduk yang masuk daftar DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu)

Masing-masing pemkab/kota tinggal menyerahkan ke pemprov, yang selanjutnya, DP4 diserahkan ke KPU Provinsi Sumut.
“Tinggal ambil saja mana yang umurnya di atas 17 tahun. Sreettt, keluar. Ini karena akhir 2011 NIK sudah selesai,” ujar Gamawan Fauzi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dengan alasan itu Gamawan yakin bahwa konflik pemilukada yang dipicu masalah daftar pemilih, tidak bakal terjadi lagi. Dari yang sudah-sudah, pascaselesainya pemberian NIK, konflik pemilukada terkait daftar pemilih, sudah tidak ada lagi. “Hampir sudah tidak ada lagi konflik soal jumlah pemilih,” imbuhnya.

Bukan hanya untuk pemilukada, bahkan pemerintah juga sudah siap memberikan DP4 yang akurat untuk pemilu 2014, seandainya DP4 itu harus diserahkan saat ini. Hanya saja, tenggat penyerahan DP4 masih lama, yakni paling lambat April 2013 untuk pelaksanaan pemilu 2014.
Seperti diberitakan, hingga saat ini Pemprov Sumut belum juga menyerahkannya ke KPU Provinsi. Padahal, berdasarkan peraturan perundang-undangan, DP4 seharusnya sudah diserahkan 12 bulan sebelum hari pemungutan suara Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) yang telah ditetapkan pada 7 Maret 2013.

Asisten I Pemprov Sumut Hasiholan Silaen bahkan mengaku baru akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/ kota pada 13 Maret besok untuk membahasnya. “Tanggal 13 Maret nanti akan kami bahas dengan kabupaten/ kota,” kata Hasiholan kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, pekan lalu.

Hasiholan bersikeras meskipun sudah lewat dari jadwal yang harus diserahkan ke KPU Sumut yaitu 7 Maret lalu, tidak ada persoalan jika DP4 baru akan diserahkan hingga Juli mendatang.Sebab,menurut dia, masih ada rentang waktu yang diperbolehkan.

Gamawan mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi jika masih ada persoalan DP4 di tingkat daerah. “Kita siap memfasilitasi daerah yang masih memperdebatkan data DP4,” kata menteri berkumis tebal itu.

Dari Medan, nama bakal calon (balon) pada Pilgubsu mendatang terus bergulir. Yang terbaru, mantan Direktur Utama PTPN 3 Amri Siregar dan PTPN 4 Dahlan Harahap pun digadang-gadang. Setidaknya hal ini diungkapkan Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sumatera Utara (USU), John Tafbu Ritonga, akhir pekan lalu. “PDI P dan partai-partai lain di Sumut, mencatat Amri Siregar dan Dahlan Harahap dalam daftar tokoh yang akan diusung dalam pencalonan dalam Pilgubsu 2013,” ungkapnya.

Alasannya, kedua sosok tersebut merupakan putra terbaik dalam jajaran CEO Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbaik dalam skala nasional tersebut, sudah tidak masuk lagi dalam jajaran CEO baru yang diangkat Meneg BUMN baru-baru ini.

“Kalau pusat tidak mau memberdayakan lagi, minta mereka aktif membangun Sumut. Saya melihat, keduanya punya kapasitas dan rekam jejak yang pantas dijadikan calon-calon yang akan dipilih rakyat. Cara terbaik ya partai-partai yang meminang, bukan mereka yang melamar. Begitu etikanya,” ulasnya.

Lucunya, pendapat John Tafbu malah dimentahkan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P Sumut, Muhammad Affan.
“Masih mau membuka penjaringan dan belum ada calonnya. Kalau dikatakan orang Medan atau Sumut, kan tidak segampang itu. Apa kemudian kedua orang itu, bisa menyelesaikan masalah tanah di Sumut, atas dasar pernah menjadi Dirut BUMN? Intinya, penjaringan di PDI P masih akan dibuka bulan-bulan ini. Jadi belum ada sosoknya siapa,” jawabnya, kemarin. (sam/ari)

Berjihad Membangun Sumut

Fadly Nurzal

Provinsi Sumatera Utara tengah mencari sosok yang mampu menjadi pemimpinnya. Membawa rakyat menikmati segala potensi yang ada, daerah ini menunggu sentuhan orang yang tepat untuk mengeksplorasi segala unsur yang dimiliki. Semua itu demi kemaslahatan rakyat.

Setidaknya ada tiga syarat untuk memimpin Sumut. Pertama adalah orang yang memiliki visi yang tajam. Visi ini mesti benar-benar prospektif, riil dan terukur. Hingga ketika sang pemimpin kelak menduduki jabatan itu, dia benar-benar akan mengubah wajah daerah ini menjadi lebih baik.

Kedua, adalah orang yang akomodatif-strategis. Artinya sosok pemimpin masa depan adalah orang yang mampu merangkul semua elemen masyarakat dalam menjalankan kebijakan-kebijakan strategisnya. Dia adalah orang yang bisa diterima semua kalangan, tanpa harus ragu ketika mengeluarkan keputusan secara tegas.

Ketiga adalah orang yang mampu berpikir jernih di segala situasi. Kematangan berpikir dan ketenangan jiwa adalah kunci dari pribadi seperti ini. Dia haruslah orang yang dekat dengan Tuhannya dan hormat kepada orang tua, kepada sesama dan mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai diri sendiri.

Sumatera Utara tentu memiliki profil orang seperti ini. Di antara ketidakjujuran yang merajalela, di antara kepentingan yang semakin memberhala, dan di antara kemaksiatan yang terus meraja, di sana terselip orang-orang pilihan. Mereka adalah jumlah yang sedikit di antara yang banyak. Mereka hidup dengan penuh kesadaran-kesadaran, berjuang tiada henti untuk menularkan kesadaran-kesadaran itu ke sekitarya.
Adalah Fadly Nurzal, SAg, seorang tokoh muda yang kini tengah mengemban amanah sebagai Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai yang sampai saat ini terus istiqomah memperjuangkan kepentingan umat Islam. Belakangan namanya menjadi buah bibir di masyarakat. Dia disebut-sebut sebagai sosok ideal sebagai pemimpin masa depan di daerah ini.

Ia cerdas, santun, dan mampu membingkai jaringan kader; muda dan tua. Dia adalah tokoh muda kelahiran Tanjungbalai. Dia adalah seorang santri jebolan Madrasah Aliyah Pesantren Modern Daar al Ulum Kisaran dan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut. Sejak kecil nuansa keIslaman sangat kental dalam hidupnya.

Kemampuan manajerial (kepemimpinannya) sudah telah terlihat sejak kecilnya. Dia bisa cepat dekat dengan kaum tua, para guru dan dosennya. Dia juga mampu merangkul dan bersahabat baik dengan teman-temannya serta menjadi patron bagi para juniornya. Tiga dimensi sosial (past, present, future) dalam struktur masyarakat ini telah sejak lama akrab dalam hidup Fadly.

Kondisi seperti itu bukan cuma karena Fadly adalah orang yang santun dan ramah. Tetapi dia juga memiliki kejernihan dalam berpikir, dalam mengutarakan pendapatnya dan memiliki pandangan yang jauh ke depan. Ini semua membuat orang yang berada di dekatnya merasa nyaman berlama-lama dengannya.

Bakat alamiah dalam diri Fadly yang diperkaya sentuhan pendidikan formalnya maupun bimbingan orang tuanya ini, tentunya tidak begitu saja terbentuk. Dalam dirinya mengalir darah tokoh-tokoh pemimpin pada masanya. Kakeknya adalah H.Ahmad Saleh (alm), tokoh Ketua PPP Asahan dan juga pernah menjadi Pimpinan DPRD Asahan. Ayahnya Drs HM.Noor Pohan (alm) pernah menjadi anggota DPRD Tanjungbalai sedang sang ibu Hj.Zaleha HAS, SMHk (almh) adalah mantan Ketua DPC PPP Asahan dan mantan Pimpinan DPRD Asahan.

Maka tidak mengherankan jika sosok Fadly tumbuh menjadi pribadi yang memiliki bakat yang lengkap. Dia dididik di tengah keluarga yang dipenuhi cinta dan kasih sayang yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai nilai hidup yang dipatuhi dan digenggam sampai akhir hayat. Singkatnya, proses tumbuh kembangnya dari anak-anak menjadi remaja dan menjadi dewasa di tengah bimbingan orang-orang hebat.

Maka tidak mengherankan jika Fadly telah tumbuh menjadi pribadi yang menonjol di antara orang-orang di sekelilingnya. Sejak muda Fadly dikenal sebagai orang yang santun dan cepat dekat banyak orang. Di masa kuliahnya dia dikenal sebagai seorang aktifis yang memiliki jaringan yang luas.
Melalui pengayaan hidupnya kini dalam dirinya telah muncul suatu kesadaran untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Utara. Baginya berbuat sesuatu untuk kemaslahatan orang banyak adalah jihad, suatu kewajiban yang mesti dijalani.

Dalam berbagai kesempatan dia tak hentinya mengingatkan dan mengajak seluruh umat untuk membangun tatanan kehidupan sebagai bangsa yang bermartabat, bersih dan maju. “Membangun Indonesia dengan niat dan tujuan yang ikhlas adalah jihad,” kata Fadly suatu ketika.

Syarat untuk membangun seperti itu adalah, seluruh umat harus bahu membahu membangun menuju Indonesia yang lebih maju, bersih dan santun, sejahtera serta bertakwa kepada Allah SWT. “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur atau negeri adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala. Allahu Akbar,” kata Fadly.

Maka cukup beralasan ketika namanya kemudian disebut-sebut sebagai calon pemimpin masa depan Sumatera Utara. Ketika wacana ini berkembang, ketika itu pula dukungan mengalir deras tanpa terbendung. Ketika akun facebook dibuka oleh sahabatnya Agus Marwan—dengan user name FADLY NURZAL FOR GUBERNUR, akun ini langsung populer. Hanya dalam waktu delapan hari, sudah ada sekitar 8.500 orang bergabung dengan akun facebook tersebut. Jumlahnya terus bertambah dari hari ke hari.

Fadly terus melangkah. Kesadarannya membangun Sumatera Utara lebih baik yang dilambari ketulusan dan niat yang ikhlas telah berbuah dukungan yang tiada henti dari masyarakat luas. Dukungan dari masyarakat yang rindu akan sosok pemimpin yang mewakfkan dirinya untuk menjadi pemimpin. (*)

Sumatera Utara di Mata Fadly Nurzal

Bagi Fadly Nurzal, Sumatera Utara adalah daerah yang memiliki potensi yang super lengkap. Dari segi sumber daya alam Sumut sangat kaya, potensi perkebunan melimpah ruah, demikian juga dengan pertanian dan kelautan. Sedangkan masyarakatnya, sangat terbuka dan terdiri dari berbagai etnis.
Menurutnya, dalam menakhodai Sumut, perlu kreativitas untuk mencari sumber-sumber pendapatan dari kekayaan alam Sumut yang melimpah. Dengan demikian, daerah ini tidak hanya mengandalkan pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB. “Selama ini berbagai potensi yang sangat lengkap itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hingga saat ini yang menjadi primadona PAD masih bertumpu pada PKB dan BBN-KB,” katanya.

Disebutkan Fadly, jika hanya mengandalkan PKB dan BBNKB, maka yang dilakukan menjadi bagaimana memasukkan kendaraan bermotor sebanyak-banyaknya. Namun ironis juga, penambahan kendaraan yang makin banyak itu tidak juga diimbangi dengan pembangunan infrastuktur jalan yang baik. Sebab kenyataannya di berbagai daerah di Sumut sangat banyak jalan yang rusak.

“Pembangunan infrastruktur itu sangat penting, tak hanya jalan, namun juga ketersediaan listrik, pelabuhan dan lainnya, agar para investor nyaman dan mau masuk ke Sumut untuk menanamkan modalnya. Dengan banyaknya investor yang masuk, maka potensi Sumut yang super lengkap tadi akan semakin banyak tergarap. Dengan demikian PAD akan semakin bertambah dan lapangan pekerjaan akan semakin lebar terbuka yang pada gilirannya kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” katanya.

Potensi lainnya yang sangat besar, kata Fadly ada di sektor perkebunan. “Sumut memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas baik yang dikelola oleh BUMN maupun swasta nasional dan PMA, namun manfaatnya tidak banyak dirasakan masyarakat Sumut. Penyebabnya, seluruh pajak dari perkebunan ini ditarik ke pusat dan daerah tidak mendapat jatah sama sekali,” ujarnya.

Karena itu, sebut Fadly, masyarakat Sumut harus berjuang agar bagaimana pajak dari sektor perkebunan itu sebagiannya bisa kembali dikembalikan ke Sumut. “Untuk cukai tembakau, pemerintah pusat telah mengembalikan sekitar 2% dari cukai ke daerah penghasil di sejumlah propinsi di Jawa. Nah kenapa untuk perkebunan tidak dilakukan,” katanya.

Menurut Fadly, pemerintah pusat sekali-sekali memang perlu ‘digertak’ agar mau bersedia mengembalikan sebagian kutipan pajak dari sektor perkebunan itu ke daerah penghasil. Dan dari hasil pengembalian pajak itu akan dapat dimaksimalkan untuk membangun infrastruktur di Sumut.
Begitulah Fadly. Di mata anak muda ini, Sumatera Utara semestinya jadi daerah yang jauh lebih baik dan lebih nyaman. Visinya demikian benderang untuk menjadikan daerah ini maju dan berkembang. (*)

H. Fadly Nurzal, SAg

Keluarga
Istri    Lilia Widyastuti
Ayah    Alm.Drs HM.Noor Pohan (Mantan Anggota  DPRD Tanjungbalai)
Ibu    Almh.Hj.Zaleha HAS, SMHk (Mantan Ketua DPC  PPP Asahan/Pimpinan DPRD Asahan)
Kakek    Alm.H.Ahmad Saleh (MantanKetua DPC PPP Asahan/Pimpinan DPRD Asahan)

Pekerjaan
1. Ketua DPW PPP Sumut
2. Ketua Fraksi PPP DPRD Sumut
3. Dosen Fakultas Syariah IAIN Sumut

Pendidikan
1. SD 05 Tanjungbalai
2. SMP Negeri Sijambi Tanjungbalai
3. Madrasah Tsanawiyah YMPI Tanjungbalai
4. Pesantren Aliyah Daar al Ulum Kisaran
5. S1 Fakultas Syariah IAIN Sumut

Riwayat Organisasi
1.    Mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fak.Syariah IAIN Sumut
2.    Mantan Wakil Sekretaris HMI Cabang Medan
3.    Pendiri Forum Indonesia Muda (FIM)
4.    Mantan Sekretaris Umum DPW Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Sumut.
5.    Mantan Ketua PW Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Sumut
6.    Ketua Yayasan Pusat Kajian Dan Perlindungan Anak (PKPA)

Pengalaman Lainnya
– Jenesys Jepang 2010

Inovasi Positif Menuju Kesejahteraan Rakyat

Musrenbang Kabupaten Sergai Ke-8

Keberhasilan sebuah pembangunan tidak terlepas dari perencanaan yang matang. Berkaitan dengan itu, Senin (12/3) pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten di Aula Sultan Serdang, di Sei Rampah.

Bupati Sergai HT Erry Nuradi menyebutkan Murenbang kali ini merupakan yang ke-8 sejak kabupaten Sergai berdiri. Seiring berjalannya waktu, Kabupaten Sergai semakin mampu untuk menjalankan tugas dan pengabdiannya dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, sehingga sampai pada saat ini eksistensi Kabupaten Sergai sebagai daerah otonom baru terus dapat melahirkan inovasi positif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan rakyat.

Erry Nuradi mengatakan perencanaan merupakan faktor terbesar dalam menentukan kesuksesan suatu pembangunan. Oleh karena itu perencanaan memegang peranan yang sangat strategis.

Sesuai dengan UU  nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, dokumen perencanaan disusun dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah pendekatan bottom-up dan partisipatif.  Wujud dari pendekatan ini adalah proses Musrenbang.
Melalui pelaksanaan Musrenbang ini diharapkan akan diperoleh usulan-usulan program yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga dokumen rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Sergai tahun 2013 dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Sebelum pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten ini, sambung Erry Nuradi Musrenbang terlebih dahulu digelar di 17 kecamatan dan 243 desa dan kelurahan se-Kabupaten Sergai. Hasil -hasil Musrenbang inilah yang akan dibahas dalam Musrenbang tingkat kabupaten.

Pelaksanaan Musrenbang kecamatan melibatkan para wakil di lembaga legislatif sehingga diharapkan akan terdapat kesamaan informasi dan persepsi terhadap usulan yang disampaikan masyarakat.

Kemudian dalam rangka menentukan skala prioritas yang lebih baik terhadap berbagai usulan masyarakat, mulai tahun ini pemerintah kabupaten Sergai melakukan survey kelayakan hasil Musrenbang kecamatan. Survey ini juga melibatkan seluruh stakeholders.

Lebih lanjut Erry Nuradi mengatakan berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Sergai, maka tidak seluruh usulan masyarakat yang dapat ditampung dalam APBD Sergai tahun 2013.

Untuk itu pemerintah kabupaten telah menentukan beberapa program prioritas yang diharapkan dapat menjadi stimulus dalam pencapaian tujuan pembangunan sesuai dengan tema Musrenbang tahun 2012, yaitu  “pemberdayaan perekonomian masyarakat dan kreatifitas lokal dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui pemanfaatan Sumber Daya Alam yang berwawasan lingkungan.”

Selain wadah penjaringan aspirasi masyarakat, Musrenbang ini juga dijadikan sebagai wadah sinkronisasi terhadap berbagai sumber dana yang mendukung pembangunan di kabupaten Sergai. Setelah pelaksanaan Musrenbang ini diharapkan tidak terjadi pelaksanaan program yang overlapping.
Sebelumnya tahun 2011 kabupaten Sergai juga telah mencapai beberapa keberhasilan sebagai buah dari perencanaan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan PDRB Sergai terus mengalami peningkatan dari 8,490 trilliun pada tahun 2009, meningkat menjadi 9,521 trilliun pada tahun 2010. Demikian juga PDRB per kapita dari 13,204 juta pada tahun 2009 menjadi 16,018 juta di tahun 2010.

Kemudian aspek pelayanan umum dengan indikator antara lain angka partisipasi kasar pada setiap jenjang pendidikan yang cukup baik, kemudian usia harapan hidup di kabupaten Sergai yang telah di atas 70 tahun,  pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin yang semakin baik, panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik yang telah mencapai 592,12 km, peningkatan produktivitas padi menjadi 50,2 kwintal/ha pada tahun 2011, dengan swasembada beras mencapai 47.308 ton, peningkatan produksi perikanan budidaya mencapai 7.231,7 ton, perikanan tangkap 22.892,7 ton, tingkat konsumsi ikan 31 kg/kap/tahun dan nilai tukar nelayan 110.

Selanjutnya aspek daya saing Kabupaten Sergai, pemerintah terus mendorong peningkatan kemampuan ekonomi daerah, dengan fokus pada pembangunan pertanian, dan industri usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM), peningkatan ketersediaan  infrastruktur daerah, meningkatkan  pelayanan  yang bermutu dan peningkatan iklim usaha dan investasi yang kondusif serta peningkatan kualitas SDM.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan pada tahun 2013, terdapat beberapa terget kinerja yang harus dicapai, antara lain pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh sebesar 6,58 persen, indeks pembangunan manusia ditargetkan mencapai 74,01, persentase penduduk miskin akan ditekan sampai level 8,99 persen dan tingkat pengangguran terbuka diharapkan turun menjadi 4,96 persen.

Khusus pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan naik     12 persen. Hal ini didukung dengan kebijakan baru yang menjadikan BPHTB sebagai objek PAD. Adapun salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan percepatan sertifikasi tanah di kabupaten Sergai bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN). (dra)

Program  Prioritas RPJMD Sergai Tahun 2013

1.    Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, termasuk di dalamnya kapasitas SDM    anggota DPRD dan aparatur pemerintahan desa.
2.    Penguatan sistem perencanaan pembangunan
3.    Peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan dan aset daerah.
4.    Pemantapan wajib belajar 12 tahun, termasuk di dalamnya wajib belajar 9 tahun plus  pendidikan menengah.
5.    Peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak.
6.    Upaya kesehatan masyarakat.
7.    Pembinaan gizi masyarakat.
8.    Pembinaan dan pengembangan jaminan kesehatan.
9.    Pemberdayaan koperasi dan UKM.
10.    Peningkatan partisipasi masyarakat.
11.    Peningkatan produktifitas hasil pertanian dan perikanan.
12.    Peningkatan jalan dan jembatan.
13.    Penyelenggaraan irigasi.
14.    Penataan ruang.
15.    Pengembangan dan penerapan sistem pelayanan informasi dan perizinan secara             elektronik.
16.    Peningkatan kompetensi dan produktifitas tenaga kerja.
17.    Pembinaan kehidupan beragama.
18.    Pengelolaan ketenagalistrikan dalam rangka pengembangan energi terbarukan.
19.    Pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Arogansi Lurah dan Camat Hancurkan Harapan PKL

Perubuhan Warung di Sisingamangaraja Buah Konflik UISU Pimpinan Sariani dan Helmy (1)

Dengan menghunus pisau, Elvita Agustina (35) membuat heboh warga sekitar kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Rasa putus asa, ternyata awal pemicu kehebohan itu. Warung yang dibangunnya baru sebulan, dirubuhkan oleh kepling yang dikoordinir oleh J Purba, Lurah Kelurahan Teladan Barat. Apa penyebab aksi perubuhan warung yang didanai oleh oknum Yayasan UISU dan di-backup Camat Medan Kota itu?

Zulkifli Tanjung, Medan

Konflik antara kubu Hj Sariani dan Ir Helmy, 2006 lalu, menyisakan segudang persoalan hukum yang tak kunjung selesai. Korban teranyar adalah Zul Amri alias Buyung Kacang, Sabtu (4/3) ia dijemput polisi dan dijebeloskan ke penjara. Setelah diproses di kantor Polsekta Medan Kota, lelaki bertubuh gempal ini pun dikirim ke Rumah Tahanan Tanjung Gusta.

Ya, Buyung Kacang masuk terali besi atas pengaduan Helmy atas tuduhan pengrusakan yang dilakukan Buyung Kacang dan tiga rekannya. Padahal, Buyung Kacang adalah satu dari puluhan pemuda setempat, yang nyaris mengorbankan nyawanya saat konflik UISU berdarah terjadi beberapa tahun silam.

Apa hubungan Buyung Kacang dengan penghancuran warung milik Elvita? Ternyata, sebelum diadukan oleh Helmy dan dijebloskan ke penjara, Buyung Kacang adalah salah satu dari beberapa pemuda setempat (PS) yang dipercaya mengelola tanah luas yang berada di samping Fakultas Pertanian UISU.
“Mungkin sejarahlah, kami dianggap membantu dalam persoalan konflik antara Hj Sariani dengan Pak Helmy ketika itu. Jadi kami dipercaya mengelola tanah ini dan kami sewakanlah ke orang-orang yang mau buka usaha, termasuk kakak itu,” ujar Edy, yang ketika itu dipercaya sebagai koordinatornya.

Adalah Iwan Bahrum Jamil, abang kandung Helmy, yang memberikan mandat dan kepercayaan itu. Melalui Iwanlah, pihak yayasan UISU menyewakan pertapakan tanah tersebut kepada para pedagang kaki lima (PKL). Sayangnya, tak ada perjanjian kuat berdasarkan hukum dalam sewa menyewa tersebut.
Harga sewapun tak ada bandrol, bahkan bila saling kenal bisa lebih murah dari pedagang yang sama sekali tak ada hubungan perkawanan. Semua itu terjadi dan berlangsung hampir tujuh tahun, sejak kasus berdarah konflik UISU yang hingga kini tak berujung.

“Karena selama ini memang orang-orang nyewa dengan PS dan tak ada masalah, makanya kami juga nyewa dengan PS lah,” ujar Rudy, suami Elvita, menceritakan asal muasal dia berani menyewa pertapakan tanah tersebut untuk membuka usahanya.

Petaka menimpa pasangan suami istri ini terjadi akhir Februari lalu, ketika ia menerima surat yang dikeluarkan oleh J Purba, Lurah Kelurahan Teladan Barat, yang berisi agar dia mengosongkan tanah tersebut dari barang dagangannya. Padahal, dia baru saja mengeluarkan Rp30 juta untuk menyewa tempat itu.

“Kami sudah menghabiskan cukup banyak, untuk sewa saja segitu, untuk membangun warung ini kami juga sudah mengeluarkan lebih dari Rp40 juta. Sekarang dengan mudahnya mau dibongkar,” keluh Rudy dengan wajah sedih.

Yang paling memilukan para pedagang di sekitar tempat itu adalah, ulah oknum lurah dan camat, yang memihak ke yayasan UISU. “Kami pernah dipertemukan dengan pihak yayasan di kantor camat. Di sana kami dikasih ganti rugi, dan camat malah sepertinya mendesak kami agar mau menerima berapa saja yang dikasih pihak yayasan,” ujar Rudy lagi.

Apa yg dikatakan Rudy, bahwa lurah dan camat berpihak, ternyata tak hanya isapan jempol. Kepada Sumut Pos, ketika meminta agar pihak kelurahan tidak melakukan pembongkaran dengan alasan kemanusiaan, Camat Medan Kota Parlindungan Nasution, ngotot. Bahkan tanpa sengaja ia mengaku mendapatkan bantuan dari pihak yayasan UISU. “Kita kan perlu bantuan dari UISU, jadi pembongkaran memang harus kita jalankan. Karena tanah itu memang tanah UISU dan bukan hak PS atau pun pemilik warung untuk menguasainya,” ujar Parlindungan.

Apa yang dikatakan Parlindungan tak salah, mungkin walau masih dalam perdebatan kepemilikan yang sah antara Hj Sariani dan Helmy soal UISU, namun yang pasti tak ada hak PS menguasai pertapakan tanah tersebut untuk disewakan. “Tapi, kami ada kesepakatan dengan dengan Bang Iwan (Iwan Bahrum Jamil, Red) dan uangnya juga sebagian kami serahkan ke dia. Jadi kami tidak menyewakan tanah sesuka kami,” ujar Edy.

Ternyata, konflik UISU benar-benar panjang, tak hanya antara Hj Sariani dan Helmy, juga dirasakan oleh Rudy dan Elvita. Namun tak hanya pasangan suami istri ini, tapi Helmy pun selaku ketua yayasan UISU merasa jadi korban atas berdirinya warung-warung di seputar tanah kosong tersebut. Siapakah yang menjadi korban sesungguhnya? (bersambung)

Mengenali Saat Kosmetik Sudah Kedaluwarsa

Kulit merupakan salah satu aset wanita yang patut dijaga. Lindungi kulit secara maksimal dengan menghindarinya dari iritasi. Kenali usia produk make-up yang Anda kenakan sebab produk kedaluwarsa malah bakal membuat kulit rusak.

Alas bedak
Alas bedak cair memiliki umur yang lebih singkat daripada alas bedak bubuk. Alasannya, bakteri lebih mudah tumbuh dalam benda lembap dan berair. Umumnya, alas bedak dengan bahan dasar air bisa bertahan maksimal 1 tahun. Sedangkan yang berbahan dasar minyak bisa bertahan lebih lama sampai 18 bulan.

Kemasan alas bedak juga ikut mempengaruhi. Kemasan alas bedak dalam bentuk botol pump bisa bertahan lebih lama daripada wadah lainnya yang lebih terbuka.

Alas bedak kering atau bubuk bisa bertahan lama karena bakteri sulit tumbuh dalam medium ini. Alas bedak yang kering bisa digunakan sampai 2 tahun dengan penyimpanan yang baik. Tapi jika ditemukan perubahan tekstur, misalnya mengeras atau menggumpal sebaiknya diganti.

Maskara
Setelah 3 bulan, tekstur maskara biasanya semakin menggumpal. Apalagi jika Anda sering berulang kali memompa kuas ke dalam tube maskara sebelum mengaplikasikannya.  Jika maskara Anda sudah terasa kering dan terlalu menggumpal sebelum 3 bulan, sebaiknya ganti dengan baru.

Eyeliner
Eyeliner cair usianya tidak berbeda jauh dari maskara. Mulai 3 bulan Anda sudah harus mewaspadai umur maksimal eyeliner Anda.

Lipstik
Lipstik bisa bertahan sampai 2 tahun jika disimpan dengan baik. Hindari panas dan  segera ditutup setelah selesai digunakan.Jika terjadi rasa gatal, panas, atau iritasi kulit slainnya, segera buang produk tersebut. (net)

Paman Tewas Dipukul Keponakan

PERCUT SEI TUAN- Dirham Batubara (59) warga Gang Sipirok Dusun II, Desa Cinta Damai, Percut Sei Tuan, Minggu (11/3) sekira pukul 04.15 WIB, meninggal dalam perjalanan ke Klinik, karena dipukul keponakannya Irwan Batubara.

Informasi diperoleh dari tetangga korban, Fitri, dinihari itu, sempat mendengar suara jeritan dari rumah Dirham Batubara, sebelum ia dilarikan ke Klinik dan diketahui meningal dunia.

Diketahui Dirham tewas akibat dipukul dengan bambu oleh Irwan Batubara, keponakannya yang baru saja datang dari Sipirok. Irwan juga diketahui mengidap depresi berat (gangguan jiwa)

Menurut keterangan Jefri, anak korban saat berada di Mapolsek Percut Sei Tuan, Sabtu (10/3) malam, mengatakan,  peristiwa itu berawal ketika ayahnya Dirham Batubara mendapat kabar dari uwaknya (abang korban) di Sipirok, kalau anaknya Irwan Batubara melarikan diri ke Medan.

Mengetahui anaknya pergi ke Medan, orang tua Irwan meminta tolong kepada adiknya Dirham Batubara, untuk mencari dan menjemput anaknya itu.
Dikatakan Jefri, ayahnya semula berat untuk pergi mencari Irwan yang tersasar. Namun karena nasehat istrinya Heni Ritonga, Dirham pun pergi dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari Irwan, ditemani anak pertamanya Hendri. “Irwan itu kan anak abangmu, berarti anakmu juga,” tutur Jefri mengenang ucapan ibunya.

Sekira pukul 9 malam, Irwan ditemukan di kawasan marelan dan langsung dibawa pulang ke rumah mereka. “Saat itu Iwan tak mengenali ayah,” ucap Hendri anak korban yang lainnya.

Meski sempat kambuh, oleh korban Irwan dikurung di dalam kamar dan Dirham Batubara bersama istrinya berjaga sampai sekira pukul 1 malam.
Karena sudah merasa aman karena pelaku tidak kumat lagi dan malam pun semakin larut, korban memilih untuk tidur. Namun saat itu, istri korban yang merasa tidurnya tak tenang, saat hendak ke kamar mandi menyaksikan Irwan mencoba kabur dari pintu belakang dan saat itu pula Heni istri korban membangunkan suaminya.

Saat itu pula, korban langsung bangkit dari tidurnya dan coba melarang agar keponakannya itu tidak keluar rumah. Naas, kayu bambu yang biasanya dipakai untuk menganjal pintu dapur diraih Irwan yang kemudian memukulkannya ke kepala korban. Akibatnya, korban yang diketahui memang ada penyakit jantung dan stroke, langsung jatuh ke lantai rumah. Saat itu pula istri korban menjerit dan membuat para tetangga terbangun. Begitu pula dengan Irwan, saat itu ia juga berupaya melarikan diri dengan memanjat ke salah satu rumah warga akhirnya berhasil ditangkap warga. Irwan sempat dipukuli warga hingga babak belur. Seiring itu pula, pihak keluarga korban langsung melarikannya ke klinik terdekat. Namun nyawa korban tak tertolong dalam perjalanan sebelum sempat mandapatkan perawatan medis.(gus/smg)

Drama 0,1 Detik Dwyne Wade

MINNESOTA – Lanjutan NBA terus menyajikan pertarungan seru nan mendebarkan. Salah satunya partai Miami Heat versus Indiana Pacers Minggu (11/3) kemarin.

Pada laga yang digelar di American Airlines Area Miami itu, Heat harus melalui waktu tambahan kala menghadapi Indiana Pacers. Sebuah tembakan Dwyane Wade di detik terakhir akhirnya memastikan kemenangan Heat dengan skor 93-91. Pertandingan itu tak menghasilkan pemenang hingga berakhirnya empat kuarter. Skor kedua tim masih sama kuat 85-85. Overtime (OT) pun harus digelar.

Di masa OT, perolehan angka kedua tim juga masih ketat. Saat lima menit masa tambahan hampir habis, skor imbang 91-91.

Di saat itulah, Wade tampil sebagai pahlawan kemenangan Heat. Tembakannya saat waktu tersisa 0,1 detik membuat skor berubah menjadi 91-93. “Kami harusnya memenangi pertandingan. Pertandingan harusnya tak masuk masa overtime. Kami sudah mengalahkan mereka,” ujar forward Pacers, Danny Granger, dengan nada kesal, seperti dikutip Yahoosports.

“Anda melihat begitu banyak orang bersorak dan Anda ingin ikut menikmatinya bersama mereka. Ini adalah momen hebat di (American Airlines Arena) untuk menikmati kemenangan kami,” timpal Wade.

Wade jadi pencetak angka terbanyak untuk Heat dengan 28 poin, disusul LeBron James dengan 27 poin dan Chris Bosh dengan 13 poin. Di kubu Pacers, Granger menyumbangkan 19 poin. David West menambahkan 15 poin dan 10 rebound. (net)

Gol Hantu Bikin Geram Hughes

BOLTON – Adam Bogdan tercatat melakukan tiga penyelamatan ketika Bolton Wanderers mengalahkan Queens Park Rangers (QPR) 2-1 di ajang Premier League Sabtu malam lalu (10/3). Namun, satu penyelamatan Bogdan justru memicu kontroversi.  Sebab, saat kiper Bolton tersebut menghalau bola sundulan defender QPR Clint Hill pada menit ke-19, jelas terlihat kalau bola sudah masuk ke dalam gawang.

Anehnya, wasit Martin Atkinson maupun asistennya tidak mengesahkan sebagai gol. Keputusan wasit itu memantik emosi Mark Hughes. Pelatih QPR tersebut marah kepada Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).  FA merespons kekecewaan Hughes.

Dalam pernyataan resmi saat jeda laga di Stadion Reebok tersebut, FA menyatakan apabila mereka bakal serius mempertimbangkan penggunaan teknologi garis gawang di Premier League musim depan. “Kami hanya meminta keadilan dalam pertandingan dan bukan meminta FA menutupi buruknya kepemimpinan wasit. FA mungkin sedang bergurau,” kata Hughes kepada Daily Telegraph.

“Jika gol itu disahkan, saya pikir kami bisa mengambil laga di Bolton karena kami mampu mengontrol jalannya pertandingan. Anda juga jangan menganggap remeh mencetak gol lebih dulu karena bisa memiliki dampak signifikan dalam pertandingan,” sambungnya.

Pernyataan FA sepertinya memang hanya ingin membesarkan hati Hughes dan kubu QPR. Sebelumnya, FA pernah mengatakan apabila penggunaan teknologi garis gawang di Premier League musim depan sulit terealisasi karena terbatasnya waktu.

Itu karena IFAB (organisasi yang memiliki kewenanangan membuat atau memperbarui aturan sepak bola) baru akan mengesahkan jenis metode teknologi garis gawang pada 2 Juli nanti. Ada dua pilihan, yakni antara Hawk-Eye yang sudah digunakan di tenis atau GoalRef (memberi sinyal radio kepada wasit).

Di sisi lain, musim baru Premier League biasanya dimulai pertengahan pertama Agustus. Padahal, untuk menginstall teknologi garis gawang di 20 stadion kontestan Premier League, dibutuhkan waktu minimal enam pekan. (dns/bas/jpnn)