30 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 13855

Katy Perry Bareng Pasangan Baru

Katy Perry dan Russell Brand tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali menemukan pujaan baru setelah memutuskan bercerai. Keduanya terlihat intens bersama pasangan masing-masing meski belum mengumumkan telah berpacaran lagi.

Perry tepergok bersama seorang pria yang identitasnya belum diketahui di bandar udara internasional Los Angeles, LAX. Pelantun I Kissed a Girl itu tampak akrab dengan pasangan barunya. Meski tidak bergandeng tangan, keduanya terus bercanda dalam perjalanan menuju mobil.
Kali ini Perry tidak mengenakan dandanan berwarna-warni seperti biasanya. Penyanyi yang telah menelurkan tiga album itu memakai jaket dan celana kulit hitam. Teman prianya pun terlihat kompak dengan mengenakan jaket serupa. Sehari sebelumnya, Perry nge-tweet. “Membuat pilihan untuk bersikap positif setiap hari adalah obat dari segala obat.”

Menurut salah seorang teman Perry, menjalin hubungan kembali adalah cara penyanyi berusia 27 tahun itu untuk move on. Perry ingin segera melupakan pernikahannya yang gagal dengan Brand. Sementara itu, Brand terus dikaitkan dengan dua perempuan dalam beberapa minggu terakhir. Mereka adalah pelukis asal Meksiko bernama Oriela Medellin Amieiro dan satu lagi perempuan yang namanya juga belum diketahui. (kkn/c4/ayi/jpnn)

Uang Titipan Bos Disikat Maling

Ucok (16) siswa SMA salah satu perguruan swasta di Jalan Gaperta Ujung, terpaksa mendekam dalam tahanan. Pasalnya, warga Jalan Kapten Sumarsono, Sunggal ketahuan mencuri uang Rp 4,4 juta milik Roy, warga Jalan Karya, Medan Helvetia.

Keterangan yang dihimpun, kejadian berawal ketika Roy, yang bekerja di Plaza Bangunan Tomang Elok, di suruh oleh bosnya mengantarkan uang tunai kepada seorang rekan bisnisnya.

Namun, Roy tidak langsung mengantarkan uang tersebut malah menyimpan di dompetnya. Roy kemudian mampir di Warnet Midori, di Jalan Matahari Ray, Medan Helvetia main internet.

Takut uangnya hilang, Roy menyimpang uang tersebut di dalam jok sepeda motornya. Ucok yang sering nongkrong bersama kedua temannya di warnet tersebut memperhatikan gerak-gerik Roy.

Setelah memastikan Roy asyik main internet, Ucak dan teman-temannya pun beraksi. Ucok memasukkan tangannya di sela-sela tempat duduk sepeda motor Roy dan mengambil uang itu.

Usai main internet, Roy memeriksa jok sepeda motornya. Roy terkejut melihat uang milik bos kerjanya sudah tidak ada lagi.

Roy langsung mencurigai tiga orang siswa SMA yang sebelumnya dilihatnya nongkrong di warnet tersebut. Roy pun melakukan pengintaian selama seminggu. Roy akhirnya memergoki Ucok yang kebetulan sedang nongkrong sendiri di warnet. Roy ditemani seorang temannya pun menanyakan kepada Roy dan memaksanya untuk mengakui perbuatannya.

Takut, Ucok pun mengakui perbuatannya. Ucok mengaku uang itu sudah digunakan untuk berfoya-foya, makan-makan serta main game online bersama kedua temannya.

Ucok pun digiring oleh Roy ke Mapolsekta Medan Helvetia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (smg)

Stop Rekrut Guru Honorer

Tak Ada Lagi Pengangkatan jadi PNS

JAKARTA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk berhenti merekrut guru honorer. Alasannya, menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim, jumlah guru honorer saat ini sudah membludak.
Apalagi, maraknya guru honorer yang menuntut untuk diangkat menjadi PNS. “Padahal, kalau kita melihat dari perjanjian awalnya, guru honorer menyatakan siap jika tidak diangkat menjadi PNS. Jumlah guru honorer saat ini sudah terlampau banyak,” ungkap Musliar di Jakarta, Kamis (1/3).
Musliar mengungkapkan, saat jumlah mereka masih sedikit, tidak pernah terdengar tuntutan kenaikan status menjadi PNS. Akan tetapi, ketika semakin dibiarkan dan jumlahnya terus meningkat hingga mencapai 650 ribu lebih, para guru honorer justru mendemo pemerintah untuk diangkat.

“Sekarang mereka memanfaatkan jumlah mereka yang cukup banyak itu  untuk menyatukan kekuatan mendemo pemerintah. Ini yang akhirnya menjadi masalah saat ini,” imbuhnya.

Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Andalas ini mengimbau agar ke depannya dapat lebih diproteksi dalam merekrut guru honorer. Sebab, tidak ada pengangkatan guru honorer menjadi PNS lagi.

“Daerah memang memiliki kewenangan untuk mengangkat pegawai honorer. Tapi kita wanti-wanti jangan menimbulkan masalah baru. Ini adalah kebijakan terakhir pengangkatan guru honor,” jelasnya. (cha/jpnn)

Empat Kali Divonis, Gayus Tua di Bui

JAKARTA- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kembali menjatuhkan vonis kepada Gayus Tambunan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (1/3). Mantan PNS Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak itu diganjar hukuman enam tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsidan pencucian uang.

“Menjatuhkan hukuman oleh karenanya kepada terdakwa selama enam tahun dan denda Rp1 miliar subsidair empat bulan kurungan,” kata Ketua majelis Suhartoyo.

Menurut majelis hakim, Perbuatan Gayus ini terbukti memenuhi unsur dakwaan kesatu Pasal 12 B ayat 1 dan 2 UU Pemberantasan Korupsi dan dakwaan kedua Pasal 12 B ayat 1 dan 2 UU Pemberantasan Korupsi. Gayus juga terbukti memenuhi tindak pidana pencucian uang mengacu dakwaan ketiga Pasal 3 ayat 1 huruf a UU TPPU.  Gayus juga dinyatakan terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Korupsi sebagaimana dakwaan keempat.
Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung yang sebelumnya meminta majelis menghukum Gayus dengan delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan. Atas putusan itu, baik JPU maupun Gayus menyatakan pikir-pikir.
Bagi Gayus, vonis kali ini adalah yang keempat kalinya diterima dari pengadilan tingkat pertama. Sebelumnya Gayus juga pernah mendapat vonis bersalah untuk kasus penggelapan pajak, penyuapan dan pemalsuan paspor.

Jika dihitung dari putusan hukuman dalam perkara yang berbeda, maka putusan kemarin menggenapi total hukuman atas Gayus menjadi 28 tahun. Menurut majelis, perkara-perkara yang membelit Gayus dan sudah mendapat putusan pengadilan, berdiri sendiri-sendiri. Majelis Hakim memutuskan masa pidana yang telah dijatukan ke Gayus tidak terikat dengan hukuman maksimal selama 20 tahun. “Sehingga tidak sama dengan perkara ini,” kata anggota majelis, Ugo SH. (ara/jpnn)

Di Medan, Kantor Pengadilan pun Bisa Dibakar

Soal Pembacokan Jaksa Usai Jalani Sidang

MEDAN-Pembacokan terdakwa suap, mantan Jaksa Sistoyo, di Pengadilan Tipikor Bandung, bukti keamanan terdakwa di pengadilan tak selalu terjamin baik. Mereka sangat rentan penyerangan pelaku tak dikenal. Mungkinkah hal semacam itu bisa terjadi di Medan?

“Kalau kantor gubernur, kantor wali kota/bupati serta kantor polisi sudah pernah. Kantor pengadilan, kejaksaan belum pernah. Kalau emosi warga dan masyarakat sudah mencapai klimaks, bukan hal mustahil itu terjadi. Massa menggempur kantor pengadilan atau kejaksaan dan membakarnya,” tegas anggota Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Hilal saat dimintai tanggapannya oleh Sumut Pos, Kamis (1/3).

Ya memang, sambungnya, ada proses ketika adanya ketidakadilan dalam sebuah pengadilan, seperti tingkat kasasi hingga banding. Namun, semua itu akan tertutup bilamana yang tersangkut itu adalah seorang pejabat, orang kaya atau orang yang punya kekuatan.  “Apa yang terjadi itu adalah bentuk ketidakpercayaan masyarakat kepada hukum dan pengadilan,” tegasnya lagi.

Sejauh ini masalah pengamanan di persidangan, Pengadilan Negeri Medan selalu melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian.Bahkan kepolisian setiap saat melakukan pengamanan tahanan. “Masalah pengamanan di Pengadilan Negeri Medan ini, setiap saat dijaga aparat kepolisian. Karena tahanan yang bakal disidangkan, bukan hanya di kawal kejaksaan saja, tetapi kepolisian juga melakukan hal yang serupa, itu salah satu standar operasional prosedurnya,” ucap Humas PN Medan Ahmad Guntur SH MH, kemarin. (ari/rud)

Jadi Sarana Pendidikan, Bina Generasi Islam

Masjid Al-Ikhlas Sunggal, Bukan Sekadar Rumah Ibadah

Saat ini masjid tidak cuma dimanfaatkan untuk tempat ibadah, tapi juga untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan, seperti peringatan hari besar agama. Bahkan, masjid juga dimanfaatkan untuk sarana pendidikan keagamaan bagi para generasi muda Islam.

Rahmat Sazaly Munthe, Medan

Salah satu masjid yang sangat aktif menggelar pendidikan keagamaan yakni Masjid Al-Ikhlas Medan Sunggal. Pengurus masjid ini menyelenggarakan pendidikan Al Quran gratis kepada setiap anak-anak warga sekitar masjid tersebut.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang agama Islam yang lebih terarah sejak dini, sehingga generasi muda Islam memiliki akhlak dan moral serta bertakwa kepada Allah SWT.

Apalagi saat ini, kondisi zaman yang memang menuntut adanya peran aktif dari semua pihak untuk memperbaiki akhlak dan moral generasi muda saat ini. “Tak hanya itu, kita juga menyelenggarakan pendidikan berupa madrasah dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Madrasah ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi warga sekitar, tentunya dituntun dengan ilmu agama yang memadai,” ungkap Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Ikhlas H Muhsin Siddik, Rabu (29/2).

Kini masjid yang telah dapat menampung 500-an jamaah ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi warga sekitar. Tentunya dalam hal pendidikan keagamaan. “Kita memang sengaja sangat getol untuk memberikan pengetahuan agama kepada masyarakat, terutama bagi anak-anak. Karena, satu ilmu pengetahuan itu akan menajdi sangat berguna bagi diri seorang individu bila dia telah terbiasa sejak dini melakukannya,” kata Muhsin.

Sebelum kokoh dan megah seperti sekarang, masjid yang dibangun pada 1960-an ini dulunya masih berdindingkan papan, beratap seng dan berlantai tanah. “Saat hujan, maka lantai pun tergenang air. Uniknya dulu masjid ini mempunyai dua lantai, dimana lantai kedua sebenarnya digunakan untuk melantunkan adzan. Namun, karena keadaan yang mendesak, terkadang lantai dua ini pun digunakan untuk salat,” terang Muhsin. Namun, masjid ini juga telah mengalami beberapa kali pemugaran, yakni, pada tahun 80-an, dan pada 2002 lalu.

Masjid ini digagas oleh Kapten Hayat, H Mahyudin dan H Badrul Djamali. Maksud dan tujuan dibangunnya masjid ini, karena ketiga pendahulu tersebut memiliki keinginan membangun sebuah rumah ibadah agar bisa terus beribadah kepada Allah SWT. Dan masjid ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan keagamaan bagi warga sekitar.

“Hal ini juga merupakan harapan dari semua warga yang berada di sekitar masjid,” terang Muhsin.

Hingga saat ini masjid yang dibangun oleh swadaya masyarakat sekitar masjid ini telah memberikan manfaat yang cukup besar. Tak hanya peranan sebagai tempat ibadah dan silaturahmi antar warga, tapi juga meningkatkan mutu pendidikan agama masyarakat sekitarnya.

Sekitar tahun 80-an masjid ini mulai dibangun secara permanen. Hingga pada 2002 kembali direnovasi seiring pembangunan menara.(*)

Warga Miskin Dapat Rp150 Ribu per Bulan

BBM Naik, Tarif Angkutan Umum Naik 35 Persen

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendekati kenyataan.  Mengatasi hal itu, pemerintah pun menyiapkan empat kompensasi kenaikan BBM.  Salah satunya adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Rp150 ribu per bulan per Kepala Keluarga (KK) selama sembilan bulan.
Empat kompensasi kenaikan harga BBM yang disiapkan pemerintah selain BLSM adalah penambahan subsidi siswa miskin, penambahan jumlah penyaluran beras miskin (raskin), dan subsidi pengelola angkutan (transport) masyarakat/desa.

Untuk BLSM misalnya, bentuknya hampir sama dengan program bantuan langsung tunai (BLT). Agung menyebutkan, jika dulu diberikan Rp100 ribu selama enam bulan, nantinya besaran BLSM adalah Rp150 ribu per bulan diberikan selama sembilan bulan. “Begitu diumumkan 1 April (kenaikan harga BBM), langsung diberlakukan selama sembilan bulan,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono setelah mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis (1/3). Dalam kesempatan sebelumnya, mantan ketua DPR itu menyebut sasarannya adalah 1,5 juta rumah tangga sangat miskin (sekitar 10 juta jiwa).

Agung juga menjelaskan penerima kompensasi tersebut mencapai 74 juta jiwa. “Jumlah penerimanya 18,5 juta RTS (rumah tangga sasaran, Red) dikali empat, jadi 74 juta jiwa,” ujar Agung.

Jumlah itu melebihi cakupan jumlah penduduk miskin berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Agung, saat ini terdapat 30 juta penduduk hampir miskin. Kemudian 30 juta penduduk miskin dan sangat miskin. Dengan jumlah penerima mencapai 74 juta jiwa, berarti ada 14 juta jiwa yang tidak masuk klasifikasi. “Termasuk nelayan dan buruh. Jadi meng-cover semuanya,” kata Agung.

Sementara untuk subsidi transport, Agung menyebutkan, saat ini masih dalam tahap penghitungan. Termasuk menentukan apakah langsung untuk keperluan operasional, seperti uji kir dan STNK.

Agung menjelaskan, tanpa ada kompensasi tersebut, kenaikan harga BBM diperkirakan akan memicu bertambahnya angka kemiskinan sebesar 1,5 persen. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Indonesia per Maret 2011 mencapai 30,02 juta jiwa. Angka ini turun 3,2 persen (sekitar satu juta orang) jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 31,02 juta jiwa.

Nah, adanya kompensasi diharapkan bisa mencegah naiknya angka kemiskinan. Malah Agung berharap sebaliknya. “Bukan saja kita mencegah penambahan jumlah penduduk miskin, tetapi diharapkan angka kemiskinan bisa turun lagi,” katanya.

Sementara itu, kenaikan harga BBM juga bakal berimbas pada kenaikan tarif angkutan umum. Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengatakan, saat ini sudah mulai dibahas mengenai besaran kenaikan tarif angkutan. “Tapi belum kami putuskan,” kata Mangindaan usai menghadiri pengucapan sumpah ketua MA di Istana Negara.

Ketua Umum Organda Eka Sari Lorena Soerbakti mengungkapkan, pengeluaran untuk membeli BBM memakan porsi 30-40 persen dari biaya operasional angkutan umum. Dengan rencana kenaikan harga BBM sebesar Rp1500 per liter diperkirakan pengeluaran untuk BBM akan bertambah sekitar 15-17 persen. “Ada tambahan biaya sekitar 15-17 persen,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Padahal, lanjutnya, biaya operasi kendaraan (BOK) angkutan umum saat ini saja sudah 18,37 persen diatas tarif yang berlaku sekarang. Dengan begitu, seharusnya usulan kenaikan tarif  bagi angkutan kota dan angkutan umum jarak pendek, menengah minimum 18,37 persen. “Itu belum memperhitungkan kenaikan harga BBM dan kendala infrastruktur lho,” tegasnya.

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor itu saja dia memperkirakan kenaikan tarif angkurtan umum seharusnya berkisar antara 30-35 persen dari tarif saat ini. Hitungannya, dari biaya operasi yang lebih tinggi 18,37 persen, dan dari estimasi kenaikan harga BBM diperkirakan 15-17 persen. “Artinya 18,37 persen plus 15-17 persen. Jadi ada kenaikan 33-35 persen, dibulatkan saja 30-35 persen,” jelasnya.
Seharusnya, kata dia, angkutan umum tetap mendapatkan BBM subsidi. “Kalau kenaikan harga BBM itu untuk angkutan umum juga itu sama saja membunuh transportasi umum,” tuturnya. (fal/wir/jpnn)

Teater di Shenzhen: Spektakuler!

Travel Tour Hongkong-Macau (3)

Oleh: DAME AMBARITA
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Sore hari kedua, peserta berganti bus dari Hong Kong ke Shenzhen yang lokasinya berbatasan. Lewat imigrasi lagi. Ganti tour guide lagi.
Namanya Aming. Ia cukup fasih berbahasa Indonesia karena ibunya pernah tinggal di Indonesia. Sang ibu kembali ke China saat keluarnya PP 10 tahun 1959.

Bagi yang belum tau, PP No 10 ini adalah sebuah peraturan tahun 1959 yang berisi larangan orang asing berusaha di bidang perdagangan eceran di tingkat kabupaten ke bawah (di luar ibu kota daerah) dan wajib mengalihkan usaha mereka kepada warga negara Indonesia. Peraturan ini mengakibatkan eksodus besar-besaran orang China (belum warganegara Indonesia) dan keturunan Tionghoa kembali ke China.

Perjalanan ke Shenzhen berlangsung mulus. Kali ini sopir bus berada di sebelah kiri karena perbedaan peraturan jalan dengan Hong Kong. Bus di Shenzhen dilengkapi alat yang menayangkan suhu udara saat itu, dalam billboard kecil di bus. Jadi setiap saat, seluruh penumpang bus dapat mengikuti temperatur udara saat itu juga.

Sepanjang perjalanan, peserta melewati puluhan jalan layang, terowongan, dan deretan gedung-gedung tinggi. Dekade terakhir ini, hampir tak terlihat lagi beda antara Kota Hong Kong dengan Shenzhen soal jumlah gedung. Hampir sepanjang jalan, rumah susun, apartemen, hotel, dan pusat-pusat perbelanjaan dengan tinggi puluhan lantai, menantang di kiri kanan jalan. Jarang terlihat ruko 3 lantai, apalagi rumah 1 lantai. Rumah ibadah pun tidak terlihat dari jalur jalan raya yang dilintasi bus kami.

Jalanan bersih. Pembatas tengah jalan penuh tanaman hidup dan dipagar rapi. Tidak ada lautan reklame yang melelahkan mata seperti di Kota Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hati pun tenang menikmati pemandangan kota.

Di Shenzhen, Aming menjelaskan, orang China umumnya menaruh rasa hormat pada taipan Hong Kong, Li Ka-sing, karena bersedia menanamkan investasi di Hong Kong. “Puluhan tahun lalu, orang China bisa masuk Hong Kong tanpa banyak masalah soal izin. Namun sejak Hong Kong berkembang pesat, izin jadi sangat sulit. Orang Hong Kong kaya-kaya, sementara orang China sangat miskin. Alhasil, orang China daratan suka bermimpi jadi dewa agar bisa terbang ke Hong Kong dan bekerja di sana. Soalnya, orang Hong Kong kaya-kaya,” kisahnya.

Barulah setelah masa Mao Zedong jadi presiden China, ekonomi China mulai bangkit. Caranya, Mao terlebih dahulu membangkitkan rasa nasionalisme rakyatnya melawan penghinaan dari Soviet, yang menyebut ‘sampai rakyat China harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, China takkan mampu membayar utangnya’.

Lewat tayangan ‘penghinaan’ itu berulang-ulang, Mao mengajak seluruh rakyat China yang berjumlah 1 miliar, untuk menyisihkan 1 butir beras per orang setiap kali masak. Artinya, jika masak beras hanya satu kali satu hari, berarti ada 1 miliar butir beras yang disetor ke pemerintah per hari, untuk membayar utangnya. Jadilah, utang mereka terbayar dalam waktu cepat, dan ekonomi mereka mulai bergeliat.

Dengan bantuan orang-orang China yang sukses di luar negeri yang tidak melupakan tanah leluhurnya, China pun mulai membangun. Li Ka-shing termasuk salahsatu yang membantu China, dengan cara berinvestasi di sana.

Kota Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong, merupakan kota pertama yang dipilih sebagai kota terbuka bagi dunia luar. Shenzhen pun maju. Disusul Guangzhou, Zhuhai, dan puluhan kota lainnya yang dibangun dengan lanskap kota modern.

Dengan bergeliatnya kota-kota di China, dunia pun berbalik. Kali ini, justru penduduk Hong Kong yang banyak bekerja di Shenzhen. Orang Hong Kong yang dulu banyak memandang hina pada orang China, berbalik menjadi pencari kerja di China. Orang China sendiri justru menjadi turis ke Hong Kong.
Di Shenzhen, Aming membawa peserta tour menikmati beragam objek wisata. Mulai dari wisata kebun bunga di OCT Theme Park, naik dan turun kereta gantung, naik kereta api wisata melintasi hutan dan lembah, dan masuk ke Splendid of China menonton pertunjukan di Inspiration Theater yang spektakuler. Biaya masuk ke teater ini sudah termasuk dalam paket tour. Jadi tak usah keluar uang lagi. Di sini banyak pemandangan menarik untuk objek foto.

Yang menakjubkan dari Inspiration Theater dalah pertunjukan kolosal selama 1 jam di dalam gedung teater. Dibuka pukul 4 sore, ratusan penari dengan kostum fantastis ala kerajaan-kerajaan di China dari berbagai suku, tampil silih berganti. Berbagai kisah dan koreografi tampil seakan tak ada habisnya. Pertunjukan dipadu dengan tata lampu yang keren.

Gedungnya memang dirancang khusus untuk pertunjukan. Saat ada adegan yang membutuhkan curah hujan pun, ada air beneran yang turun dari langit-langit, ditampung di lantai yang bisa membuka dan menutup. Juga ada panggung yang bisa naik turun, bergeser ke kiri atau ke kanan, dan sebagainya. Benar-benar keren. Seandainya Kota Medan memiliki gedung pertunjukan dan pertunjukan sehebat itu.

Usai dari gedung theater, sekitar 3 jam kemudian, ada pertunjukan kedua di panggung terbuka. Dengan areal penonton yang bisa menampung 3-ribuan orang (dan menurut Aming, setiap hari penuh dengan turis mancanegara), pertunjukan itu lebih spektakuler lagi. Melibatkan badut, ratusan penari grup, penari solo, penari terbang, dewi Kwan Im terbang (yang ini benar-benar bagus, dengan tata cahaya yang mirip terowongan waktu, tempat sang dewi turun dari langit), kembang api yang meledak mengejutkan, puluhan kuda-kuda yang ditunggangi prajurit berlari di depan pantai, pawai para raja-raja China, api unggun di atas gedung, dan sebagainya. Seluruh pertunjukan benar-benar dikemas efisien. Penari silih berganti dan kadang 3 kelompok berbeda tampil bersamaan di panggung berbeda. “Sampai bingung mau fokus menonton yang mana,” kata seorang teman. Hihihihi…

Intinya, pemerintah China benar-benar mengemas konsep paket wisatanya untuk memuaskan para turis. Biaya besar yang diinvestasikan diprediksi kembali cepat, melihat jumah turis yang setiap hari datang ke China. Konsep yang bisa kita terapkan di sini.

Puas menonton pertunjukan, Aming memandu seluruh peserta kembali ke bus, dilanjutkan dengan wisata belanja ke Louhou Market di Shenzhen. Murah meriah asalkan pintar menawar pakai bahasa kalkulator. (dame)

Pemimpin dalam Perspektif Islam

Melihat Sosok Calon Gubernur Sumatera Utara 2013

“Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya.” (HR Bukhari)

Dalam bangunan masyarakat Islami, pemimpin berada pada posisi yang menentukan terhadap perjalanan umatnya. Apabila sebuah jamaah memiliki seorang pemimpin yang prima, produktif dan cakap dalam pengembangan dan pembangkitan daya juang dan kreativitas amaliyah, maka dapat dipastikan perjalanan umatnya akan mencapai titik keberhasilan.

Dan sebaliknya, manakala suatu jamaah dipimpin orang yang memiliki banyak kelemahan, baik dalam hal keilmuan, manajerial, maupun dalam hal pemahaman dan nilai tanggung jawab, serta lebih mengutamakan hawa nafsunya dalam pengambilan keputusan dan tindakan, maka dapat dipastikan, bangunan jamaâh akan mengalami kemunduran, dan bahkan mengalami kehancuran.
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah (kaum elit dan konglomerat) di negeri itu (untuk menaati Allah), akan tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (Qs. 17 : 16)

Oleh karena itulah, Islam memandang bahwa kepemimpinan memiliki posisi yang sangat strategis dalam terwujudnya masyarakat yang berada dalam Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (Qs. 34 : 15), yaitu masyarakat Islami yang dalam sistem kehidupannya menerapkan prinsip-prinsip Islam. Demikian juga jika kita lihat dalam sejarah Islam (Tarikh Islam) mengenai pentingnya kedudukan pemimpin dalam kehidupan umat muslim. Kita lihat dalam sejarah, ketika Rasulullah Saw wafat, maka para sahabat segera mengadakan musyawarah untuk menentukan seorang khalifah. Hingga jenazah Rasulullah pun harus tertunda penguburanya selama tiga hari. Para sahabat ketika itu lebih mementingkan terpilihnya pemimpin pengganti Rasulullah, karena kekhawatiran akan terjadinya ikhlilaf (perpecahan) di kalangan umat Muslim kala itu. Hingga akhirnya terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah yang pertama setelah Rasulullah Saw wafat.

Pemimpin pun menjadi salah satu pilar penting dalam upaya kebangkitan umat. Islam yang telah dikenal memiliki minhajul hayat (konsep hidup) paling teratur dan sempurna dibandingkan konsep-konsep buatan dan olahan hasil rekayasa dan imajinasi otak manusia, telah menunjukkan nilainya yang universal dan dinamis dalam penyatuan seluruh komponen umat.

Definisi Pemimpin

Ada beberapa istilah yang mengarah kepada pengertian pemimpin, diantaranya; Umaro atau ulil amri yang bermakna pemimpin negara (pemerintah), Amirul ummah yang bermakna pemimpin (amir) umat, Al-Qiyadah yang bermakna ketua atau pimpinan kelompok, Al-Mas’uliyah yang bermakna penanggung jawab, dan Khadimul ummah yang bermakna pelayan umat.

Dari beberapa istilah tadi, dapat disimpulkan, pemimpin adalah orang yang ditugasi atau diberi amanah untuk mengurusi permasalahan umat, baik dalam lingkup jamaah (kelompok) maupun sampai kepada urusan pemerintahan, serta memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat dengan memberikan perhatian yang lebih dalam upaya mensejahterakan umatnya, bukan sebaliknya, mempergunakan kekuasaan dan jabatan untuk mengeksploitasi sumber daya yang ada, hanya untuk kepentingan pribadi (ananiyah) dan kaum kerabatnya atau kelompoknya (ashobiyah).
Kriteria dalam Menentukan Pemimpin

Jika kita menyimak terhadap perjalanan siroh Nabawiyah (sejarah nabi-nabi) dan berdasarkan petunjuk Al-Quran (Qs. 39 : 23) dan Al-Hadits (Qs. 49 : 7), maka kita dapat menyimpulkan secara garis besar beberapa kriteria dalam menentukan pemimpin.

Beberapa faktor yang menjadi kriteria yang bersifat general dan spesifik dalam menentukan pemimpin tersebut adalah antara lain:

a. Faktor Keulamaan

Allah menerangkan, diantara hamba-hamba Allah, yang paling takut adalah al-ulama (Qs. 35 : 28). Hal ini menunjukkan, apabila pemimpin tersebut memiliki kriteria keulamaan, maka dia akan selalu menyandarkan segala sikap dan keputusannya berdasarkan wahyu (Al-Quran). Dia takut untuk melakukan kesalahan dan berbuat maksiat kepada Allah. Ia tidak akan gegabah dan membantah atau mendahului ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Dalam pengambilan keputusan, ia selalu merujuk kepada petunjuk Al-Qurân dan Al-Hadits.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui (QS.Al-Hujarot:1).

b. Faktor Intelektual (Kecerdasan)

Seorang calon pemimpin haruslah memiliki kecerdasan, baik secara emosional (EQ), spiritual (SQ) maupun intelektual (IQ). Dalam hadits Rasulullah melalui jalan shahabat Ibnu Abbas r.a, bersabda :

“Orang yang pintar (al-kayyis) adalah orang yang mampu menguasai dirinya dan beramal untuk kepentingan sesudah mati, dan orang yang bodoh (al-ajiz) adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan pandai berangan-angan atas Allah dengan segala angan-angan”. (HR Bukhari, Muslim, Al-Baihaqy).

Hadits ini mengandung isyarat, seorang pemimpin haruslah orang yang mampu menguasai dirinya dan emosinya. Bersikap lembut, pemaaf, dan tidak mudah amarah. Dalam mengambil sikap dan keputusan, ia lebih mengutamakan hujjah Al-Quran dan Al-Hadits, daripada hanya sekadar nafsu dan keinginan-nya. Ia akan menganalisa semua aspek dan faktor yang mempengaruhi penilaian dan pengambilan keputusan.

c. Faktor Kepeloporan

Seorang pemimpin haruslah memiliki sifat kepeloporan. Selalu menjadi barisan terdepan (pioneer) dalam memerankan perintah Islam (Qs. Az-Zumar:12). Demikian juga seorang pemimpin haruslah berada pada posisi hamba-hamba Allah yang bersegera dalam berbuat kebajikan (sabiqun bil khoiroti bi idznillah) (Qs. Faathir: 32). Seorang pemimpin tidak hanya ahli di bidang penyusunan konsep dan strategi (konseptor), tetapi haruslah juga orang yang memiliki karakter sebagai pekerja (operator) (Qs.Al-An’Am: 135). Orangnya tidak hanya pandai bicara, tetapi juga pandai bekerja. Menyadari bahwa semua yang berkaitan dengan dirinya, adalah milik dan untuk Allah. Sehingga ia tidak akan menyekutukan Allah, dan selalu berupaya untuk mencari ridho Allah.

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya”. (Qs. Al-Baqoroh: 207)

d. Faktor Keteladanan

Seorang calon pemimpin haruslah orang yang memiliki figur keteladanan dalam dirinya, baik dalam hal ibadah, akhlaq, dsb. Seorang pemimpin haruslah menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagi dirinya (Qs. 33 : 21). Sehingga, meskipun tidak akan mencapai titik kesempurnaan, paling tidak ia mampu menampilkan akhlaq yang baik layaknya Rasulullah.

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.(QS.Al-Ahzab:21)

e. Faktor Manajerial (Management)

Seorang pemimpin haruslah memahami ilmu manajerial (meskipun pada standar yang minim). Memahami manajemen kepemimpinan, perencanaan, administrasi, distribusi keanggotaan, seorang pemimpin harus mampu menciptakan keserasian, keselarasan, dan kerapian manajerial lembaganya (tandhim), baik aturan-aturan yang bersifat mengikat, kemampuan anggota, pencapaian hasil, serta parameter-parameter lainnya. Dengan kemampuan ini, maka akan tercipta tanasuq (keteraturan), tawazun (keseimbangan), yang kesemuanya bermuara pada takamul (komprehensif) secara keseluruhan.
Oleh karena itu, mari kita lebih berhati-hati dalam menentukan imam atau pemimpin kita. Karena apapun akibat yang dilakukannya, maka kita pun akan turut bertanggung jawab terhadapnya. Jika kepemimpinannya baik, maka kita akan merasakan nikmatnya. Sebaliknya, apabila kepemimpinannya buruk, maka kita pun akan merasakan kerusakan dan kehancurannya.
Wallahu a’lam bish-showwab. (*)

Penulis adalah Ketua PERSIS (Persatuan Islam) Kecamatan  Medan Johor,
staf pengajar di SD
Islam An-Nizam Medan dan pemerhati persoalan Pemuda dan Remaja Kota Medan.

Siapa Lurah Kedai Durian?

087768340xxx

Pak wali kota kami mau tanya siapa Lurah Kedai Durian Kecamatan Medan Johor? Berulang kali kami di kelurahan mengadakan peringatan Maulid dia gak pernah mau datang. Baru-baru ini kami remaja masjid mengundang Maulid pun gak datang, maksudnya sekalian kami mau kenalan dan warga yang lain juga mau tahu. Eh juga gak hadir dan kalau ada pergantian tolong ganti yang sudah pernah jadi lurah. Selama ini kelurah-an kami tetap ditempatkan lurah yang belum pernah jadi lurah. Gimana Kelurahan kami mau maju? Terima kasih Sumut Pos yang mau me-nyampaikan pesan kami ini.

Saya Akan Konfirmasi

Lurah Kedai Durian adalah Fatimah Harahap. Perihal ketidakhadiran pada undangan peringatan maulid, saya sudah teruskan SMS ini ke yang bersangkutan. Saya akan konfirmasi langsung nanti. Terima kasih.

M Azwarlin Nasution SH
Camat Medan Johor

Kaji Ulang Kinerja Lurah

Wali Kota Medan Rahudman Harahap harus mengkaji ulang kinerja Lurah Kedai Durian yang menurut la-poran warga minim memberikan perhatian. Tugas lurah memang memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat, termasuk bersosialisasi. Bagaimana mau berbuat kalau lurah tidak mengenal warga beserta kebutuhannya.

Untuk itu, harus ada tindakan tegas dari atasan seperti yang ditunjukkan Camat Medan Johor pantas diapresiasi sehingga permasalahan ini tidak menimbulkan polemik. Apalagi selama ini masyarakat lebih memilih bungkam dari pada berkoak-koak, kalau hasilnya tetap nihil. Karena pe-rangkat kelurahan kerap merasa istimewa.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan